Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
201 research outputs found
Sort by
PKM KELOMPOK USAHA PENGOLAHAN PEPAYA DI DESA SIMORO KECAMATAN GUMBASA KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Penduduk desa Simoro memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis mereka melalui penggunaan buah pepaya, hanya terbatasnya pengetahuan dan modal usaha yang menjadi penghambat, oleh karena itu tujuan kegiatan PKM yang dilakukan di Desa Simoro adalah untuk memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh mitra melalui pelatihan dan keterampilan bagi dua kelompok usaha perempuan dalam mengolah buah pepaya menjadi produk olahan seperti keripik, pepaya dan selai gohu (acar pepaya) yang merupakan salah satu kuliner yang nikmat di kota Palu. Sedangkan manajemen bisnis diberikan kepada kedua kelompok bisnis perempuan seperti pemasaran produk olahan, mengelola kegiatan bisnis kelompok untuk menciptakan kemandirian kelompok bisnis, dan mengadopsi pendekatan terpadu untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman buah pepaya yang belum dimanfaatkan secara optimal, ke dalam kualitas produk rumah tangga olahan. setelah berpartisipasi dalam pelatihan, para peserta dapat memahami nilai jual dan manfaat bahan olahan pepaya, serta pemahaman manajemen tentang kelompok bisnis perempuan, yang pada awalnya mereka tidak mencatat biaya baik pendapatan maupun pengeluaran, melalui pelatihan yang mereka peroleh. pengetahuan tentang pentingnya mencatat kondisi bisnis yang mereka jalankan
PPDM DESA SARUMANA SEBAGAI PUSAT PENGEMBANGAN KAKAO RAKYAT DI SULAWESI TENGAH
Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan sektor perkebunan yang turut memberi andil dalam meningkatkan perekonomian masyarakat terutama di pedesaan. Banyak faktor yang menyebabkan produktivitas kakao saat ini mengalami penurunan antara lain: (1). tanaman kakao rakyat sudah berumur lebih dari 15 tahun; (2) serangan hama penggerek buah kakao (PBK) Conopomorpha cramerella (3). serangan penyakit pembuluh kayu atau vascular streak dieback(VSD) (4). serangan penyakit busuk buah Phythopthora palmivora dan (5) kurang perawatan oleh petani.Hasil rembug dengan anggota kelompok tani mitra bersama dengan kepala desa disepakati untuk menyelesaikan permasalahan yang dianggap prioritas untuk segera diatasi dalam pelaksanaan program pengembangan desa mitra (PPDM). Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) bertujuan untuk mengembangkan Desa Sarumana sebagai pusat kakao rakyat di Sulawesi Tengah melalui peningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota masyarakat dalam perakitan teknologi budidaya berdaya hasil tinggi, teknologi pengendalian hama dan penyakit, teknologi pengembangan pupuk organik untuk kesinambungan produksi kakao, dan teknologi penanganan hasil kakao agar dapat bernilai jual tinggi. Metode yang diterapkan dalam pencapai tujuan tersebut adalah: pelatihan, demonstrasi teknologi, demplot, pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara partisipatif dan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kakao berdaya hasil tinggi. Pada pelaksanaan pelatihan diberikan materi tentang teknik grafting, pengendalian hama PBK menggunakan predator Dolichoderus thoracicus,pengendalian penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) dengan mikroba antagonis, pengendalian penyakit busuk buah kakao dengan biofungisida, dan pembutan pupuk organik berbahan baku limbah kulit buah kakao. Hasil yang diperoleh bertambahnya wawasan dan pengetahuan masyarakat sasaran melalui programpenyuluhan, pelatihan dan pendampingan serta pemberdayaan, serta terjadi perubahan sikap maupun pola pikir dari masyarakat khususnya kelompok tani mitra tentang pentingnya pengembangan kakao. Terbentuknya 2 demplot yakni demplot teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan sarang buatan Dolichoderus thoracicus dan infus akar Trichoderma cair , dan demplot budidaya tanaman kakao dengan teknologi side grafting pada tanaman kakao, terbentuknya 2 unit bak pengomposan pada kelompok tani mitra, bertambahnya skill masyarakat dalam mengelola sumber daya alam maupun limbah pertanian melalui program pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan baku limbah kulit buah kakao,dan pupuk organik cair (MOL) dari limbah rumah tangga.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELOMPOK PETANI KAKAO TERDAMPAK BENCANA ALAM GEMPA BUMI DI DESA SALOYA KECAMATAN SINDUE TOMBUSABORA KABUPATEN DONGGALA PROVINSI SULAWESI TENGAH
Target kegiatan KKN-PPM untuk sasaran masyarakat adalah Masyarakat aktif dalam kegiatan program KKN-PPM yang berbasis pemberdayaan masyarakat; peningkatan keterampilan 80% dalam menangani serangan Organisme Pengganggu Tanaman kakao; Masyarakat mampu menerapkan Teknologi pengendalian secara terpadu dalam menangani serangan Organisme Pengganggu Tanaman tanaman kakao; Masyarakat menguasai keterampilan dan teknologi dalam pengolahan potensi local masing-masing desa sebagai produk olahan yang bernilai ekonomi sedangkan untuk sasaran Mahasiswa adalah: Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat; Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bekerjasama pada suatu kelompok;Menumbuhkan empati mahasiswa terhadap lingkungan dan masyarakat disekitarnya .Jenis luaran yang dihasilkan adalah: masyarakat mampu keluar dari tekanan trauma yang diakibatkan musibah bencana alam gempa bumi melalui peningkatan aktivitas keseharian dam mampu melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman secara terpadu melalui penguasaan teknologi pengendalian.Metode yang diterapkan dalam mencapai target dan penyelesaian masalah dari program KKN-PPM ini, adalah metode pendidikan masyarakat dengan pendekatan Learning by doing dengan metode pelatihan (training), demonstrasi demplot percobaan
SENTRA PENGEMBANGAN KAKAO SECARA TERPADU DI TONUSU KECAMATAN PAMONA PUSELEMBA KABUPATEN POSO
Penghasil kakao terbesar di Indonesia adalah Provinsi Sulawesi Tengah sehingga kakao ditetapkan sebagai komoditas unggulan. Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dengan tema PPDM Sentra Pengembangan Kakao Secara Terpadu Di Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso. PPDM bertujuan untuk peningkatkan pengembangan kelompok tani dan Usaha Mikro Kecil Menengah untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat barbasis perkebunan kakao. Ada dua kelompok tani sebagai mitra PPDM yaitu Harapan Baru dan Koromboyo Lestari yang keduanya berada di Desa Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso Propinsi Sulawesi Tengah. Pelaksanaan program direncanakan pada tahun 2020 melibatkan tiga dosen yang memiliki kepakaran multidisiplin meliputi ilmu perbenihan dan kultur jaringan, teknologi pengolahan hasil pertanian dan ilmu manajemen. Hasil pelaksanaan kegiatan program PPDM pada tahun 2020 melalui penyuluhan, pelatihan, praktek dan pendampingan yang telah disepakati dengan mitra diantaranya teknologi pembibitan tanaman kakao, teknologi budidaya, teknologi pembuatan pupuk organik dengan menggunakan limbah kakao (daun dan kulit kakao), teknologi pemangkasan dan kebersihan perkebunan tanaman kakao, teknologi pengendalian hama dan penyakit kakao dan teknologi fermentasi. Kegiatan ini memiliki dampak ekonomi terutama warga masyarakat Desa Tonusu khususnya kelompok tani mitra karena dapat langsung diaplikasikan pada perkebunan kakao mereka. Masyarakat dan mitra memiliki partisipasi yang tinggi dalam pelaksanaan program karena mereka membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan pengelolaan perkebunan kakao secara terpadu dan terintegrasi. Luaran yang telah diperoleh diantaranya penangkar bibit kakao, pupuk organik, produktvitas kebun meningkat dan terjadi peningkatan mutu biji kakao yang dihasilka
PKM PEMBUATAN KRIPIK MATA SAPI COKLAT KENARI UNTUK MENAMBAH PENDAPATAN KELOMPOK IBU-IBU PKK DESA KAMPALA KECAMATAN EREMERASA KABUPATEN BANTAENG
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Pergurunan Tinggi yang harus dilaksanakan oleh civitas akademik khususnya bagi tenaga pendidik (dosen). Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah Pengolahan Kripik Mata Sapi Coklat Kenari bagi para ibu-ibu PKK di Desa Kampala Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng untuk menambah pendapatan mereka. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Bapak Kepala Desa n ibu ketua PKK Desa sehingga para ibu-ibu PKK diharap aktif dalam kegiatan ini. Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan ibu-ibu PKK dapat memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh untuk dibuat kripik sebagai camilan. Kripik Mata Sapi Coklat Kenari ini dapat dijual sebagai oleh-oleh dari Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng
PENGEMBANGAN POTENSI MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN BUKAL KABUPATEN BUOL PROPINSI SULAWESI TENGAH
Program Kemitraan Wilayah (PKW) yang sebelumnya bernama Ipteks bagi wilayah (IbW) di Kecamatan Bukal Kabupaten Buol dilakukan berdasarkan kenyataan yang ada dalam masyarakat yakni: masih sebagian besar hidup dalam ketidakberdayaan ekonomi, potensi masyarakat dan sumberdaya alam lingkungannya cukup tersedia belum termanfaatkan dengan baik dan arif, penatakelolaan sumber-sumber potensi ekonomi proposional dan profesional. Berdasarkan aspek-aspek tersebut diatas PKW Kecamatan Bukal Kabupaten Buol dilaksanakan agar dapat mendorong masyarakat dalam memanfaatkan potensi SDA yang dimiliki secara baik dan arif untuk meningkatkan kesejahteraannya. PKW Kecamatan Bukal Kabupaten Buol dimaksudkan untuk mendorong masyarakat dalam memanfaatkan potensi SDA yang dimiliki secara baik dan arif untuk meningkatkan kesejahteraannya. PKW Kecamatan Bukal berlangsung selama 3 tahun yakni tahun I (tahun 2016) dengan kegiatan berupa sosialisasi kepada aparat pemerintah Kabupaten Buol dan kepada masyarakat di 2 desa di wilayah Kecamatan Bukal yakni Desa Mooyong dan Desa Modo serta program pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan, demonstrasi dan demplot teknologi pertanian. Pada tahun kedua (tahun 2017) telah dilaksanakan kegiatan penyebarluasan teknologi pertanian dan teknologi tepat guna serta home industry kepada anggota masyarakat serta rintisan kewirausahaan bagi masyarakat. Pada tahun ketiga (tahun 2018) dilaksanakan pengembangan produk kelompok masyarakat berupa pelabelan, promosi dan pemasaran hasil produk PKW. Selain itu juga dilakukan pengembangan rumput hijuan ternak dan renovasi kandang ternak masyarakat. Metode yang diterapkan pada PKW tahun ketiga (tahun 2018) adalah pendampingan dan pembinaan masyarakat yang difokuskan kepada kelompok tani, peternak dan kelompok TTG serta home industry yang telah memiliki kegiatan usaha dari hasil pelaksanaan PKW tahun pertama dan kedua (2016-2017). Hasil pelaksanaan PKW tahun ketiga (tahun 2018) di Kecamatan Bukal telah dilakukan pendampingan masyarakat dalam pengembangan kegiatan produktif masyarakat. Kegiatan produktif masyarakat tersebut adalah pengembangan dan penyebarluasan budidaya jagung, pengembangan bioinsektisida dan biofungisida, pengembangan pupuk organik cair dan pupuk organik granul, dan pengembangan hijauan untuk pakan ternak, dan pelabelan, promosi serta pemasaran hasil produk masyarakat berupa jagung pipilan, biokultur, dan berbagai pupuk kandang granu
PENINGKATAN MUTU TANAMAN HIAS ANGGREK ALAM PHALAENOPSIS MELALUI KEGIATAN PERSILANGAN
Phalaenopsis celebencis dan Phalaenopsis venosamerupakan dua jenis anggrek di Sulawesi tengah yang berpotensi sebagai tetua untuk menghasilkan varietas baru anggrek bunga potong. Prospek tanaman anggrek untuk bunga potong dianggap masih sangat cerah untuk dikembangkan. Namun potensi ini belum dimanfaatkan secara proporsional. Rendahnya produksi anggrek disebabkan kurang tersedianya bibit bermutu, budidaya yang kurang efisien serta penanganan tanaman anggrek yang kurang baik. Untuk memenuhi permintaan pasar yang cenderung meningkat maka diperlukan ketersediaan bibit yang bermutu dan dalam jumlah banyak. Persilangan merupakan salah satu cara meningkatkan mutu tanaman anggrek. Persilangan pada tanaman anggrek tidak bisa terjadi secara alami kecuali pada jenis anggrek tertentu, sehingga diperlukan campur tangan manusia untuk melakukan penyerbukan dengan cara hibridisasi atau persilangan. . Persilangan ini dilakukan untuk memperkaya keaneka-ragaman genetik pada tanaman anggrek. Potensi usaha yang dikembangkan yaitu; usaha pembibitan (perbanyakan), pembesaran, dan perdagangan. Usaha pengembangan tanaman anggrek dilakukan melalui kegiatan persilangan atau hibridisasi. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdianini adalah tersedianya indukan anggrek hasil persilangan yang digunakan sebagai sumber eksplan dalam kultur jaringan. Tersedianya anakan-anakan anggrek hybrid hasil persilangan dari hasil kultur jaringan. Dari rangkaian kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa target kegiatan berupa tersedianya anakan anggrek dan pemasaran anggrek hasil kultur jaringan dapat tercapai dengan baik. Rangkaian kegiatan memberikan kontribusi besar baik terhadap institusi maupun bagi Masyarakat
IPTEKS BAGI INOVASI DAN KREATIVITAS KAMPUS (IbIKK) BIBIT BUAH-BUAHAN LANGKA BALI
Program IbIKK selama tiga tahun (2014-2016) bertujuan untuk: (1) meningkatkan kemandirian pendanaan kampus, (2) pengembangan budaya kewirausahaan, (3) menyediakan tempat magang/penelitian, (4) pelestarian plasma nutfah tanaman buah-buahan langka Bali, dan (5) meningkatkan kesejahteraan. Target luaran: (1) bibit dan tabulampot buah-buahan langka Bali, (2) jasa konsultasi/pelatihan, (3) Magang/penelitian mahasiswa, (4) wirausaha baru, (5) artikel yang dipublikasikan, (6) omzet, dan (7) pelestarian buah-buahan langka Bali. Mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana yang sudah ada dan penggunaan modal kerja yang berasal dari Ditlitabmas Dikti dan Universitas Panji Sakti. Hasil yang dicapai: (1) Bibit buah-buahan langka Bali, (2) Peralatan agronomis untuk keperluan IbIKK dan praktikum mahasiwa, (3) Tempat praktikum mahasiswa dengan sarana pendukungnya; (4) Tanaman buah langka Bali dalam Pot (Tabulampot), (5) Tempat penelitian mahasiswa. Proyeksi kedepan setelah kontrak IbIKK dengan Ditlitabmas Dikti selesai pada akhir tahun 2016, program IbIKK menjadi unit usaha Fakultas Pertanian Universitas Panji Sakti.