Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
Not a member yet
    201 research outputs found

    SAMPUL

    No full text
    SAMPU

    PENTINGNYA KREATIVITAS, INOVASI DAN PEMASARAN HASIL PANEN NANAS DI DESA TANJUNG LALANG OGAN ILIR SUMATERA SELATAN

    Full text link
    Fenomena kehidupan petani yang sering kali terjadi adalah usaha dan kerja keras serta biaya yang dikeluarkan petani tidak sesuai harapan saat hasil panen dipasarkan. Petani sering sekali mengalami kondisi dimana hasil panen yang dijual ini dianggap merugikan yang penyebabnya adalah anjloknya harga saat panen. Kondisi ini juga terjadi di desa Tanjung Lalang Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Di desa ini 90% pekerjaan adalah petani nanas, namun sering kali terjadi bahwa nanas yang di panen tidak dapat memberikan keuntungan bagi petani. Bahkan nanas yang sudah layak panen terkadang dibiarkan membusuk dikebunnya, atau sering juga hasil panen nanas dibuang begitu saja saat panen tiba. Kejadian ini membuat kami melakukan penyuluhan kepada 30 orang petani nanas dengan tatap muka dan ceramah berkaitan dengan pentingnya kreativitas, inovasi dan pemasaran produk nanas sebagai salah satu solusi permasalahan petani. Hasil dari pengabdian petani menerima positif dan termotivasi menghindari kerugian hasil panen. Masyarakat mulai mengubah pola pikir yang selama ini hanya menjual nanas utuh sekarang berkeinginan membuat berbagai produk dari nanas.

    PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DALAM UPAYA PEMENUHAN BENIH TANAMAN PANGAN SECARA MANDIRI

    Full text link
    Benih tanaman pangan yang baik dan sehat dapat menentukan kualitas dan produktivitas tanaman. Tujuan kegiatan penyuluhan dan pelatihan adalah untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan benih tanaman pangan yang baik agar dapat memproduksi benih secara mandiri.  Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu kelompok PKK sebanyak 29 orang yang merupakan wakil dari RT01, RT02, RT03, RT04, RT05,RT05 di RW06, kelurahan Pasir Mulya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Pada sesi pertama diawali dengan penyuluhan tentang pengenalan karakteristik benih yang sehat dan produktif. Pada sesi ke dua, pelatihan teknis dan keterampilan dalam mengelola benih meliputi pemilihan benih, pembersihan, pengeringan, pengemasan benih hingga cara pembibitan benih. Beberapa komoditi tanaman pangan yang dicobakan yaitu benih cabai rawit, benih cabai merah dan benih pepaya. Hasil evaluasi menunjukkan ibu-ibu PKK sangat antusias dengan melanjutkan penanaman benih di rumah masing-masing.   Kata Kunci: Benih, Tanaman Pangan, Pelatihan   Good and healthy food plant seeds can determine the quality and productivity of plants. The purpose of extension and training activities is to provide understanding and skills in good management of food plant seeds so that they can produce seeds independently. This activity was attended by 29 members of the PKK group who were representatives of RT01, RT02, RT03, RT04, RT05,RT06 in RW06, Pasir Mulya Village, West Bogor District, Bogor City. The first session was started with counseling about the introduction of the characteristics of healthy and productive seeds. In the second session, technical training and skills in managing seeds include seed selection, cleaning, drying, packaging seeds, and how to plant seeds. Some of the food crop commodities that were tested were cayenne pepper seeds, red chilli seeds and papaya seeds. The results of the evaluation showed that PKK mothers were enthusiast to plant seeds in their respective homes.   Keywords: Seeds, Food Plants, Training         Kata Kunci: Benih, Tanaman Pangan, Pelatiha

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PERKOTAAN MELALUI BUDIDAYA TANAMAN DENGAN SISTEM VERTIKULTUR DI PEKARANGAN RUMAH

    Full text link
    Abstrak     Pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan untuk kegiatan non pertanian menyebabkan semakin sempitnya lahan pertanian. Optimalisasi lahan pekarangan di perkotaan untuk budidaya tanaman dapat menjadi solusi menunjang pangan keluarga melalui sisitim vertikultur. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Welai Timur pada tanggal 21 Oktober 2020 dengan tujuan membekali masayarakat agar dapat memanfatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman melalui sistem vertikultur. Tahapan pelaksanan kegiatan adalah koordinasi dengan Pemerintah Keluarahan dan Masyarakat, pelaksanaan penyuluhan, pembuatan kompos dan vertikultur, pemberian media tanam, penanaman, dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah metode diskusi dan pelatihan. Peserta yang terlibat sebanyak 20 orang pemuda terpilih. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu penyuluhan, pembuatan pupuk kompos dan pembuatan media vertikultur. Respon peserta menunjukan bahwa kegiatan pelatihan sangat bermanfaat dan menyenangkan.                             &nbsp

    PKM PENDAMPINGAN PEMBUATAN FILTRASI AIR DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK DAN PENERAPAN PHBS DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUHSININ

    Full text link
    Pisang kepok (Musa Acuminate Balbsiana C.) adalah pisang yang sangat banyak dijumpai di sekitar Pondok Pesantren Hidayatul Muhsinin. Kulit pisang ini dapat dimanfaatkan untuk menjernihkan air dengan cara dibuat menjadi abu sebagai bahan filtrasi air. Pondok Pesantren ini memiliki banyak permasalahan yang dihadapi oleh mitra tersebut, antara lain yaitu: penyakit kulit seperti scabies, dermatitis, maupun penyakit diare sering dialami oleh santri. Selain itu, santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muhsinin memiliki kebisaan kurang menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan santri dalam Pembuatan Filtrasi Air dari Limbah Kulit Pisang Kepok dan Penerapan PHBS di Pesantren. Dalam kegiatan ini  dilakukan Transfer ilmu dan teknologi serta pendampingan kegiatan ini dilakukan  secara virtual dan dengan menggunakan bantuan media video animasi dan buku panduan yang akan diberikan kepada mitra. Selain itu juga dilakukan promosi kesehatan dan pendampingan mengenai Perilaku Hidup Besih dan Sehat sebagai upaya pencegahan penyakit di Pondok pesantren Hidayatul Muhsinin. Hasil uji Wilcoxon terhadap pengetahuan santri sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan santri terhadap pembuatan filtrasi air bersih dari abu kulit pisang kepok  dengan p value (0,000) dan penerapan PHBS di pesantren dengan p value (0,000). Sehingga disimpulkan video animasi yang di jadikan sarana pemberian informasi pada kegiatna ini efektif dalam meningkatkan pengethauan santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muhlisin

    PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LEBAH MADU DI DESA JONO OGE KABUPATEN SIGI

    Full text link
    Potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Sigi khususnya desa Jono Oge yang belum dimanfaatkan secara maksimal adalah sebagian besar wilayahnya termasuk kawasan hutan dan memiliki perkebunan kelapa yang luas yang merupakan sumber pakan lebah madu. Lebah madu merupakan hasil hutan bukan kayu yang potensial untuk dikembangkan. Tujuan yang akan dicapai pada program PKM ini adalah memberikan pengetahuan bagi mitra tentang teknik budidaya lebah madu yang professional sehingga dapat meningkatkan pendapatan mitra. Pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah memberikan penyuluhan kepada anggota mitra tentang teori yang berkaitan dengan budidaya lebah, khususnya tentang biologi lebah, peralatan budidaya lebah, peluang usaha budidaya lebah, hama dan penyakit lebah madu serta tanaman pakan lebah. Juga dilakukan kegiatan pelatihan kepada Mitra tentang jenis-jenis kayu dan desain kotak/stup yang baik digunakan dalam budidaya lebah madu Apis cerana dan dilakukan penambahan koloni lebah. Hasil kegiatan pengabdian di Desa Jono Oge menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan tentang budidaya lebah madu dapat memberikan pemahaman ke masyarakat tentang manfaat budidaya lebah madu bagi kegiatan pertanian dan perkebunan. Kelompok tani mitra juga sudah dapat membudidayakan lebah madu dengan kotak lebah/stup. Sehingga hasil panen madu kelompok tani mitra meningkat 3 kali lipat setelah kegiatan PKM dan dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani mitra

    SAMPUL

    No full text
    SAMPU

    PENINGKATAN KUALITAS BIBIT KAKAO MELALUI KEGIATAN SAMBUNG PUCUK DI DESA BAKUBAKULU KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI

    Full text link
    Desa Bakubakulu merupakan salah satu desa sentra penghasil kakao yang ada di Sulawesi Tengah dan merupakan sumber pendapatan pokok bagi masyarakatnya. Namun saat ini hasil produksi kakao yang mulai menurun dikarenakan pertumbuhan tanaman kakao yang kurang baik, biji buah yang dihasilkan berukuran kecil, tanaman dan buah kakao mudah terserang hama dan penyakit. Untuk menghindari masalah tersebut, maka perlu penanganan secara serius melalui kegiatan pembibitan tanaman kakao yang baik. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas bibit tanaman kakao yaitu dilakukan melalui pengkajian teknologi inovasi baru yang terarah dan berkelanjutan, yaitu perbanyakan bibit secara vegetative melalui metode sambung pucuk. Kegiatan pembibitan kakao dan sambung pucuk pada bibit kakao dilakukan di persemaian tanaman kehutanan (Persemaian kerjasama antara Untad dengan Kemenristek Dikti melalui Program pengabdian skim PPDM) di Desa bakubakulu Kecamatan palolo Kabupaten Sigi. Dalam pelaksanaan kegiatan ini,  metode yang digunakan yaitu metode sambung pucuk. Bibit kakao yang digunakan dalam kegiatan sambung pucuk sebagai batang bawah adalah bibit yang dibibitkan langsung di persemaian, sementara sumber entres diperoleh dari pertanaman kakao masyarakat di Desa Bakubakulu dari tanaman kakao jenis Klon 45. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdianini adalah tersedianya bibit tanaman kakao yang dibibitkan langsung di persemaian. Tersedianya bibit tanaman kakao hasil sambung pucuk.Dari rangkaian kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa Kualitas bibit kakao hasil sambung pucuk sangat ditentukan oleh kualitas batang bawah dan entres yang digunakan serta keberhasilan sambung pucuk dipengaruhi oleh faktor cuaca, waktu pelaksanaan dan teknik pelaksanaannya. Rangkaian kegiatan memberikan kontribusi besar baik terhadap institusi maupun bagi Masyarakat

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN DENGAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT

    Full text link
    Wilayah Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala merupakan satu-satunya dari 16 kecamatan di Kabupaten Donggala yang tidak memiliki lahan sawah, karena daerah tersebut merupakan wilayah pesisir Teluk Palu dan Laut Sulawesi. Sebagai daerah pesisir, masyarakat umumnya berkerja sebagai nelayan tangkap. Kehidupan nelayan tersebut sangat bergantung pada cuaca dan iklim. Bila cuaca dianggap baik, nelayan tersebut turun ke laut untuk menangkap ikan, sebaliknya bila cuaca dianggap kurang baik maka nelayan tidak melaut dan hal ini juga terjadi di hampir semua daerah pesisir di Sulawesi Tengah. Akibatnya kondisi kehidupan masyarakat di wilayah pesisir tersebut masih sangat memprihatinkan, karena hasil tangkapan ikan sangat tergantung pada alam. Untuk meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat nelayan dapat dilakukan dengan mengolah lahan pekarangan menjadi produktif. Hampir semua rumah tangga nelayan memiliki lahan pekarangan tetapi belum diusahakan karena tidak memiliki ketrampilan. Dengan melakukan budidaya sayuran organik di lahan pekarangan akan membantu masyarakat dalam menyediakan pangan yang sehat dan bergizi serta mendukung ketahanan pangan masyarakat. Program KKN-PPM ini bertujuan untuk membantu masyarakat sasaran dalam mengembangkan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran organik untuk pemenuhan pangan dan gizi serta pendapatan nelayan. Program KKN-PPM melatih dan mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal khususnya dalam mengelola lahan pekarangan secara intensif. Untuk dapat mencapai tujuan dari program KKN-PPM tersebut, dilakukan pemberdayaan masyarakat bagi kelompok sasaran dengan kegiatan meliputi: (a) sosialisasi program KKN-PPM kepada pemerintah daerah dan masyarakat kelompok sasaran, (b) penyuluhan tentang pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan secara intensif untuk budidaya sayuran organik (c), pelatihan teknik budidaya sayuran secara organik serta (d) pendampingan pengelolaan lahan pekarangan secara intensif dengan melibatkan sumber daya keluarga bersama kelompok masyarakat sasaran secara partisipatif. Hasil pelaksanaan program KKN- PPM di Kecamatan Banawa telah melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa pembuatan pupuk organik dan pengembangan RPL yang menjadi program kerja utama mahasiswa. Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program kerja mahasiswa dapat dikatakan tergolong cukup karena pada setiap acara kegiatan selalu dihadiri oleh masyarakat di kedua desa yang menjadi lokasi KKN-PP

    SAMPUL

    No full text
    SAMPU

    190

    full texts

    201

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Abditani (Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇