Jurnal Go Infotech (E-Jurnal STMIK AUB Surakarta)
Not a member yet
145 research outputs found
Sort by
Pengembangan Aplikasi Daily Notes berbasis Mobile App Inventor dengan TinyDB
Penelitan ini berfokus pada pada pengembangan aplikasi mobile dengan penerapan penyimpanan data lokal persisten melalui komponen TinyDB MIT App Inventor. Permasalahan adalah sifat sementara data aplikasi, yang biasanya hilang saat aplikasi ditutup, sehingga memerlukan metode untuk mempertahankan konten dan preferensi yang dibuat pengguna di seluruh sesi tanpa ketergantungan internet yang berkelanjutan. Tujuannya adalah merancang dan mengembangkan aplikasi daily notes berbasis mobile yang secara efektif untuk penyimpanan, pengambilan, dan manipulasi data lokal . Metode penelitian menggunakan pendekatan Research & Development melalui model ADDIE dengan tahapan Analisis, Design, Development, Implementation dan Evaluation . Hasil penelitian di evaluasi menggunakan EUCS dan Skala likert sebagai pengukurannya yaitu : Content 83% “Puas”, Accuracy 74% “Puas” , Ease Of Use 87% “Sangat Puas”, Format 86% “Puas”, Timeliness69% “Puas”, sehingga hasil akhir rata rata indeks yaitu 74,8%. .Temuan ini menyoroti kemampuan TinyDB untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan memastikan kontinuitas data dan mengurangi ketergantungan pada server eksternal untuk manajemen data dasar
Optimasi Desain Troli Gabah Kering Berdasarkan Material, Kekuatan, dan Biaya Menggunakan Metode Elemen Hingga
Troli gabah kering memegang peranan penting dalam proses pasca-panen pertanian, khususnya untuk mengangkut gabah dari area pengeringan ke tempat penyimpanan. Namun, desain troli yang kurang optimal sering menyebabkan kerusakan struktural, ketidakefisienan material, dan peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan desain troli gabah kering berdasarkan aspek kekuatan, material, dan efisiensi biaya dengan menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM). Tiga jenis material dibandingkan, yaitu baja karbon (St 37), baja ringan hollow, dan aluminium. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak SolidWorks untuk menganalisis tegangan maksimum dan deformasi total akibat beban 250 kg. Hasil menunjukkan bahwa seluruh material memenuhi syarat kekuatan struktural dengan tegangan maksimum di bawah batas elastis masing-masing material. Baja ringan hollow direkomendasikan sebagai material terbaik karena menawarkan keseimbangan optimal antara kekuatan, deformasi rendah, bobot lebih ringan dibanding baja karbon, serta biaya produksi lebih ekonomis dibanding aluminium. Dengan demikian, desain troli menggunakan baja ringan hollow dinilai paling efisien secara teknis dan ekonomis untuk meningkatkan keandalan transportasi gabah kering
Rancang Bangun Sistem Informasi Gereja (Studi Kasus : Gereja Kristen Jawa Kismorejo)
Gereja adalah tempat ibadah orang-orang beragama Kristen, sehingga dalam kehidupan beragama Gereja merupakan sebuah kumpulan orang Kristen, pada praktik kesehariannya orang-orang tersebut berkumpul membangun sebuah sistem atau organisasi berbasis keagamaan, oleh sebab itu kemudian Gereja memerlukan tata kelola dan administasi. Dalam kasus Gereja yang memiliki anggota atau jemaat yang besar, akan menjadi tantangan bagi Gereja tersebut karena jumlah dan dinamika data jemaat yang di kelolanya. Dalam penelitian ini penulis merancang dan membangun alat bantu untuk tata kelola gereja dalam bentuk Sistem Informasi, dengan tujuan untuk menyajikan tata kelola gereja yang mampu menyajikan informasi yang cukup untuk kebutuhan gereja berbasis teknologi informasi. Dengan harapan bahwa gereja dapat melaksanakan tata kelola adminsitrasinya secara digital sehingga manfaat-manfaat teknologi informasi dapat diperoleh, diantaranya aksesbilitas, skalabilitas dan terintegrasi
Sistem Deteksi Kebakaran Berbasis IoT Studi Kasus PT Maju Jaya Windraya Ambarawa
Mengingat risiko kebakaran selalu tetaplah ada, diperlukan sistem deteksi dini yang responsif dan terhubung. Penelitian ini mengembangkan alat pendeteksi kebakaran berbasis Internet of Things (IoT) dengan studi kasus pada gudang PT Maju Jaya Windraya Ambarawa. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kendali, dipadu sensor suhu DHT11 dan sensor asap MQ-2 untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time. Data suhu dan kadar asap diolah oleh ESP32, kemudian disajikan melalui layar LCD dan disertai bunyi alarm buzzer saat melewati ambang batas yang telah ditentukan. Selain itu, notifikasi instan dikirimkan ke aplikasi Telegram, memungkinkan pengguna menerima peringatan meski berada jauh dari lokasi. Pengujian sistem mencakup tiga skema: uji ketelitian DHT11 terhadap berbagai sumber panas, uji sensitivitas MQ-2 terhadap beragam jenis asap, serta uji kolaborasi kedua sensor pada jarak berbeda dari sumber. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mendeteksi peningkatan suhu di atas 40 °C dan konsentrasi asap lebih dari 600 PPM, dengan efektifitas sensor 100 % pada jarak hingga 5 cm. Dengan demikian, alat ini terbukti efektif meminimalkan waktu respon dan potensi kerugian akibat kebakaran
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Approval Cash Advance Menggunakan Metode Waterfall Berbasis Website (Studi Kasus: PT Teknologi Informatika Solusindo)
PT Teknologi Informatika Solusindo adalah perusahaan teknologi informasi yang sering menghadapi masalah dalam mengelola proses pengajuan dan persetujuan cash advance yang masih dilakukan secara manual. Beberapa masalah dengan proses manual ini termasuk keterlambatan persetujuan, kurangnya transparansi, dan kesulitan untuk memantau riwayat pengajuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun sistem informasi manajemen persetujuan cash advance yang dapat diakses melalui web untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses bisnis. Analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan adalah tahapan dari metode Waterfall dalam pengembangan sistem yang digunakan. Sistem yang dibangun menggunakan teknologi berbasis web memungkinkan akses multiuser secara real-time dan terdokumentasi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat mempercepat proses pengajuan dan persetujuan cash advance, memberikan notifikasi otomatis, dan menghasilkan laporan yang terstruktur dan mudah diakses oleh manajemen. PT Teknologi Informatika Solusindo telah memanfaatkan sistem ini untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi kemungkinan kesalahan manusia, dan menghasilkan proses yang lebih jelas dan akuntabel. Selain itu, penelitian ini membuka peluang lebih lanjut untuk pengembangan sistem, seperti integrasi dengan sistem keuangan dan ERP perusahaan
Komparasi Naive Bayes, C4.5 Dan SVM Untuk Klasifikasi Pendonor Darah Di PMI Kabupaten Grobogan
Kebutuhan darah di Indonesia masih tinggi dan sering tidak sebanding dengan jumlah pendonor yang tersedia. Untuk memastikan kualitas donor, PMI menerapkan kriteria kesehatan tertentu. Namun, proses seleksi masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan metode analisis yang lebih efektif. Perkembangan teknik data mining memungkinkan penerapan algoritma klasifikasi untuk menentukan kelayakan pendonor darah secara akurat. Penelitian ini menggunakan dataset pendonor darah dari PMI Kabupaten Grobogan. Menggunakan tiga algoritma klasifikasi, yaitu Naïve Bayes, Decision Tree C4.5, dan Support Vector Machine (SVM), diimplementasikan menggunakan perangkat lunak RapidMiner. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma C4.5 memiliki performa terbaik dengan akurasi sebesar 96,77%. Naïve Bayes menghasilkan akurasi 75,47% dengan AUC, sedangkan SVM memperoleh akurasi 72,38%. Algoritma C4.5 paling efektif untuk klasifikasi kelayakan pendonor darah, karena akurat sekaligus mudah diinterpretasi. Ini bisa menjadi dasar pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis data mining guna membantu proses seleksi pendonor secara lebih cepat dan objektif
Evaluasi Kinerja Revit dan Cubicost dalam Perhitungan Quantity Take Off Struktur Beton Berbasis BIM 5D
Penerapan Building Information Modeling (BIM) telah menjadi pendekatan penting dalam industri konstruksi untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi perencanaan serta manajemen proyek. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil perhitungan volume struktur beton menggunakan dua perangkat lunak berbasis BIM, yaitu Revit dan Cubicost TAS. Fokus penelitian pada perbandingan Quantity Take Off (QTO) elemen struktur utama seperti kolom, balok, pelat lantai, dan dinding geser pada proyek Data Center. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif kuantitatif melalui pemodelan 3D dan perhitungan volume dengan Revit dan Cubicost TAS. Data diperoleh dari proyek aktual, kemudian hasil perhitungan dibandingkan untuk mengidentifikasi deviasi serta faktor penyebabnya, meliputi pendekatan pemodelan, pengaturan deduksi volume, dan kesalahan manusia. Hasil menunjukkan deviasi perhitungan antara kedua perangkat lunak, dengan selisih terbesar pada elemen balok sebesar 1,69%. Secara keseluruhan, Cubicost memberikan hasil lebih akurat berkat fitur deduksi otomatis dan pengurangan kesalahan input, sedangkan Revit unggul dalam visualisasi dan koordinasi model BIM. Dengan demikian, kombinasi keduanya direkomendasikan untuk menghasilkan estimasi volume yang efisien dan akurat pada pekerjaan struktur beton
Optimasi Desain Poros Alat Uji Daya Kendaraan Roda Dua Jenis Inertia Dynamometer
Inertia dynamometer, khususnya, merupakan jenis dynamometer yang bekerja berdasarkan prinsip kelembaman massa, di mana kendaraan memutar drum berinertia tertentu untuk mensimulasikan beban jalan dan mengukur respons mesin kendaraan terhadap beban tersebut (Heywood, 1988). Dalam pengujian kendaraan roda dua, akurasi dan kestabilan sistem pengujian sangat ditentukan oleh komponen-komponen mekanik yang menyusun alat tersebut, termasuk poros (shaft) yang menghubungkan drum dengan sistem pengukuran. Poros ini menerima beban torsi dan gaya dinamis yang cukup besar, serta harus mampu mentransmisikan daya tanpa mengalami deformasi berlebih, kelelahan material, atau resonansi yang menyebabkan ketidakakuratan pengukuran (Budynas & Nisbett, 2015). Metode yang digunakan adalah dengan melakukan optimasi sebagai profil model acuan awal yang kemudian disempurnakan dengan pemodelan ulang menggunakan MecWay. Model poros mula-mula diuji statik dengan mengaplikasikan beban sesuai perhitungan dan diagram poros. Hasil Analisa MecWay pada poros hasil optimasi menunjukkan pada ASTM A36 bertingkat memiliki Massa 4,07kg, Gaya Geser Maksimum 168 N [V] dan 94 N [W], Lendutan Maksimum ~0,00556 mm, Tegangan lentur maksimum ~3,15 MPa. Sementara hasil analisa poros S30C adalah Massa 4,07 kg, Gaya Geser Maksimum 168 N [V] dan 94 N [W], Lendutan Maksimum ~0,0058 mm, Tegangan Lentur maksimum positif ~3 MPa. Kesimpulan yang dapat diberikan adalah bahwa berdasarkan data lendutan, tegangan lentur maksimum, dan massa yang sama, ASTM A36 merupakan material yang paling optimal secara keseluruhan. Meskipun lendutannya tidak sekecil ASTM A228, ASTM A36 memiliki tegangan lentur maksimum tertinggi (~3,15 MPa), yang berarti dapat menahan beban lentur lebih besar sebelum deformasi permanen. Kekakuannya juga masih tergolong baik (lebih kaku dari AISI 1025), dan harganya cenderung lebih ekonomis dibandingkan ASTM A228
Analisis Sifat Mekanik Pengelasan SMAW posisi 3G (vertical up) pada Baja Karbon Rendah St 37
Proses pengelasan merupakan salah satu metode penyambungan logam yang paling banyak digunakan dalam bidang konstruksi dan manufaktur. Salah satu proses pengelasan yang umum dipakai adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW), yang dikenal dengan kepraktisan serta kemampuannya menghasilkan sambungan yang kuat. Dalam pengelasan posisi 3G (vertical up), kualitas hasil las sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah jenis elektroda yang digunakan. Jenis elektroda memiliki peranan penting dalam menentukan sifat mekanis hasil las, seperti kekuatan tarik, kekerasan, dan ketangguhan sambungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui variasi jenis elektroda pengelasan SMAW 3G Baja Karbon Rendah ST 37 terhadap kekuatan tarik, ketangguhan impact, kekerasan vikers dan struktur mikro. Metode eksperimen destruktif penelitian ini menggunakan variabel bebas variasi elektroda E6013, E7016 dan E7018, sedangkan variabel kontrol yaitu mesin Las SMAW, mesin UTM, mesin uji impact, mesin Vikers Hardness dan mikroskop. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah Baja Karbon Rendah ST 37. Material dilas dengan metode (SMAW) Shielded Metal Arc Welding posisi 3G (vertikal up). Tahap pengujian untuk mengetahui kekuatan tarik mengacu pada ASTM E8/E8M-09 sedangkan untuk pengujian impak mengacu pada ASTM E23-07a dan pengamatan foto struktur mikro dengan mikroskop. Analisa menghasilkan E7018 unggul dalam kekuatan tarik (465,75 MPa) dan ketangguhan impact (1,97 Joule/mm²), ideal untuk aplikasi dinamis. E7016 memiliki tegangan luluh tertinggi (338,25 MPa) dan elongasi terbesar (18,2%), mencerminkan keuletan dan ketahanan deformasi. E6013 unggul dalam kekerasan (190,95 HV) namun rendah dalam keuletan dan ketangguhan. Mikrostruktur E6013 merata tapi kurang mendukung sifat mekanik, E7016 halus dan seragam, sedangkan E7018 dominan ferrite di HAZ yang meningkatkan ketangguhan. Kesimpulannya, E7018 terbaik untuk beban dinamis, E7016 seimbang untuk struktural, dan E6013 cocok untuk aplikasi ringan dengan kebutuhan kekerasan tinggi
Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Di Rumah Makan Tojoyo Baru Menggunakan Metode MRP (Material Requirement Planning)
Rumah makan Tojoyo Baru perusahaan dibidang kuliner yang dibangun pada tahun 2023. Meningkatnya kepopuleran rumah makan Tojoyo Baru menyebabkan permintaan dari para pelanggan bertambah. sistem yang saat ini dipergunakan terdapat permasalahan pada proses manual untukmengolah data bahan baku.Proses manual ini mengakibatkan persediaan bahan baku sering terlambat atau berlebih. Dengan masalah tersebut proses pembuatan menu makanan yang akan dijual menjadi terhambat. Persediaan bahan baku yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Sistem informasi persediaan bahan baku merupakan alat penting dalam mendukung manajemen persediaan yang efisien. Penelitian ini akan membuat dan merancang sistem informasi persediaan bahan baku yang berjudul Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku di Rumah Makan Tojoyo Baru Menggunakan Metode MRP (Material Requirement Planning). MRP (Material Requirements Planning) adalah sistem yang digunakan untuk merencanakan kebutuhan material. Sistem ini diharapkan membantu rumah makan Tojoyo Baru menentukan jumlah bahan baku yang dibutuhkan dan waktu yang tepat untuk memesan serta pembuatan menu makanan agar memenuhi permintaan pelanggan secara efisien