Journal Lembaga Penelitian Universitas Langlangbuana
Not a member yet
927 research outputs found
Sort by
KEGIATAN PELAYANAN KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN (STUDI WAWANCARA MENDALAM DI RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK KOTA BANDUNG)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan komunikasi pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kepuasan pasien. Studi wawancara mendalam di Rumah Sakit Khusus Ibu Dan Anak Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi wawancara mendalam. Subyek penelitiannya adalah orang yang pernah mendapatkan pelayanan kesehatan yang ditentukan secara purposif berdasarkan permasalahan dari hasil pelayanan yang telah dirasakan. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literature lainnya, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih kurangnya keramahan dari petugas rumah sakit kepada pasien. Petugas rumah sakit yang bersikap ramah adalah petugas yang usianya lebih muda. Salah satu cara untuk meningkatkan kepuasan adalah dengan cara meningkatkan komunikasi pelayanan. komunikasi tersebut dapat ditunjukan dengan beberapa cara yaitu memberikan ungkapan berupa salam dan sapa kepada setiap pasien, menunjukan senyum setiap berhubungan dengan pasien, bersikap ramah kepada setiap pasien, kejelasan dalam menyampaikan informasi, mendengarkan setiap keluhan dari pasien, ketelitian dalam memeriksa pasien, kesungguhan dalam mengobati pasien dan memberikan motivasi untuk sehat kepada pasein
INTERAKSI SIMBOLIK PASANGAN GAY (STUDI INTERAKSI SIMBOLIK PADA KOMUNITAS GAY GRINDR DI BANDUNG)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui konstruksi interaksi simbolik verbal dan nonverbal pasangan gay. Studi Interaksi Simbolik pada Komunitas Gay Grindr di Bandung. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma penelitian konstruktivisme, pendekatan penelitian studi interaksi simbolik. Subjek penelitian adalah pasangan gay yang tergabung komunitas gay grindr, ditentukan secara purposive. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan langsung mengenai bentuk interaksi simbolik komunitas gay, untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, studi literatur lainnya, dan wawancara dengan pihak terka it. Hasil penelitian, Gay merasa lebih nyaman dengan sesama jenis dibanding lawan jenis. Gay biasa memiliki keyakinan hanya melalui sikap proaktif lelaki saat berkenalan saja pasti menjadi pacar. Komitmen pasangan gay juga melakukan hubungan seks, saling m emberikan pelayanan memuaskan, agar hubungan berlangsung lama. Gay biseksual (menyukai pria & wanita). Ungkapan dan kegiatan komunikasi pasangan gay tidak mengumbar kemesraan. Identitas gay ditutupi untuk keamanan sumber ekonomi
KOMUNIKASI PARIWISATA PANGANDARAN DALAM MENARIK MINAT WISATAWAN (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF WEBSITE BIRO PERJALANAN MYPANGANDARAN)
Penelitian ini adalah penelitian mengenai tanggapan informan terhadap interaktivitas komunikasi pariwisata melalui Website Biro PerjalananMypangandaran, kehadiran sosial Komunikasi pariwisata melalui Website Biro Perjalanandan kekayaan media komunikasi pa riwisata melalui Website Biro PerjalananMypangandaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif (descriptive reaserch). Informan dalam penelitian ini merupakan bagian dari penelitian guna memperoleh data informasi. Informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 6 (enam)orang yang mengetahui informasi dari Website Biro Perjalanan myPangandaran yang berkunjung ke Pantai Panagndaran. proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dala m mempromosikan pariwisata yang ada di Pangandaran, salah satu kemajuan teknologi yang digunakan dalam mempromosikan pariwisata Pangandaran adalah web. Melalui web resmi dari situs myPangandaran bisa membuat masyarakat lokal dan internasional mengetahui potensi Pangandaran yangbelum diketahui secara luas dan dapat dengan mudah dalam mengakses informasi.Website Mypangandaran dinilai sudah cukup lengkap namun kekurangan yang terdapat pada signifi kansi we bsite MyPangandaran adalah informasi yang disajikan pada konten-konten pariwisata dinilai masih kurang lengkap dan mendetail, kemudian kurangnya sos ia lisasi pada masyarakat mengenai website myPangandaran membuat tidak semua masyarakat mengetaliui tentang website myPangandaran sehingga dampak positif website myPangandaran belum dirasakan secara maksimal dan menyeluruh
POLA KOMUNIKASI DALAM BENTUK FANATISME DI MEDIA SOSIAL TWITTER (STUDI ETNOGRAFI VIRTUAL PADA PENGIKUT AKUN @AIS_BDG DI BANDUNG)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Komunikasi Dalam Bentuk Fanatisme Pengikut Akun Twitter @AIS_BDG Di Media Sosial Twitter. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan pe nelitian studi etnografi virtual. Objek penelitian adalah pengikut akun twitter @AIS_BDG yang ditentukan secara purposive berdasarkan pertimbangan peneliti dengan tujuan tertentu. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literatur lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam komunikasi di media sosial twitter pengikut akun @AIS_BD G melakukan pola komunikasi sirkular dimana interaktivitas dilakukan oleh mereka. Perilaku komunikasi fanatisme yang ditunjukkan adalah dengan mencari informasi, berkomentar dan berdiskusi, maupun membagikan ulang informasi. Selain menunjukkan perilaku fanatisme di media sosial mereka juga menunjukkan perilaku fanatisme di dunia nyata dengan mengikuti kegiatan komunitas AIS Bandung
MANFAAT TAYANGAN VARIETY SHOW RUNNING MAN DALAM MENGANGKAT CITRA ARTIS KOREA (STUDI INTERAKSI SIMBOLIK DI KOMUNITAS RUNNERS BANDUNG)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat tayangan variety show Running Man dalam mengangkat citra artis Korea. Studi interaksi simbolik di komunitas Runners Bandung. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif purposif sampling. paradigma yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah paradigma persfektif konstruktivisme, teori sebagai pembelajaran yang bersifat generatif. teori yang digunakan dala m penelitian ini adalah teori interaksi simbolik. Sedangkan sebagai data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literature lainnya. Serta wawancara dengan pihak terkait. Penelitian ini menunjukan bahwa represen tasi dari Budaya korea dalam variety show Running Man cenderung memberikan interpretasi positif, di mana tanggapan penonton tentang ciri khas, budaya dan artis Korea menjadi terangkat citranya
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KATALOG DAERAH DALAM PROSES PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PADA BAGIAN LAYANAN PENGADAAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA BANDUNG
Permasalahan dalam Implementasi Kebijakan Katalog Daerah dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada Bagian Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Kota Bandung diantaranya adalah Penyusunan perencanaan pengadaan barang/jasa kurang dilakukan dengan cermat dan tidak sesuai kebutuhan. Pengadaan barang/jasa bukan pengadaan yang mengada-ada tetapi harus direncanakan secara detail sejak awal perencanaan pengadaan.Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisa data kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara yang mendalam berdasarkan pedoman wawancara dan studi dokumentasi berdasarkan pedoman wawancara dan pedoman studi dokumentasi yang telah dibuat.Hasil penelitian bahwa pengadaan barang/jasa di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Bandung telah dilaksanakan mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya meskipun belum mencapai hasil maksimal. Pembagian tugas organisasi pengadaan barang/jasa dilakukan oleh para pihak dalam pengadaan barang/jasa. Organisasi pengadaan barang/jasa di Lingkungan Sekretariat Daerah untuk pengadaan melalui penyedia barang/jasa terdiri dari Pengguna Anggaran (PA) atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ULP/ Pejabat Pengadaan dan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Sedangkan organisasi pengadaan barang/jasa untuk pengadaan melalui swakelola terdiri dari Pengguna Anggaran (PA) atau Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.Kesimpulan yang diperoleh bahwa Implementasi Kebijakan Katalog Daerah dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada Bagian Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Kota Bandung secara umum sudah dilaksanakan dengan cukup baik, akan tetapi belum sepenuhnya memenuhi harapan oleh karena masih ada temuan hasil pemeriksaan dari Inspektorat Kota Bandung yaitu diantaranya secara umum mengenai permasalahan pengiriman barang atau penyelesaian pekerjaan oleh penyedia barang/jasa tidak tepat waktu, tidak dianggarkan biaya pendukung khususnya honorarium personel organisasi pengadaan, masih ditemukan adanya indikasi mark-up dan masih adanya pengurangan kuantitas barang.
 
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ZONASI MINIMARKET DI KECAMATAN SUBANG KABUPATEN SUBANG
Implementasi kebijakan pengaturan minimarket di Kecamatan Subang Kabupaten Subang belum berjalan sesuai dengan harapan, masih ditemukan banyak minimarket yang tidak memiliki izin usaha, dikecualikannya zonasi pendirian minimarket dengan tidak memperhatikan jarak antara minimarket dan pasar tradisional yang menjadi penyebab utama permasalahan, dan belum ada satupun minimarket yang menjalankan kemitraan dengan toko tradisional. Dalam hal ini, pemerintah daerah belum melakukan tindakan tegas. Salah satu faktor penghambat dalam pelaksanaan implementasi kebijakan zonasi minimarket adalah lemahnya komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi yang berdampak negatif terhadap keberadaan pasar tradisional dan sektor informal lainnya, sehingga perlu dilakukan pengecekan kembali jarak dan izin dari pendirian minimarket di Kecamatan Subang. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Subang harus melakukan pengawasan, pengendalian, dan penertiban serta melakukan penataan kembali atas zonasi minimarket yang ada di wilayah Kecamatan Subang agar tidak berdekatan antara minimarket dengan pasar tradisional atau antara minimarket dengan minimarket lainnya. Untuk itu, implementasi kebijakan zonasi minimarket terlaksana dengan baik apabila memperhatikan dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi
HARI AGRARIA (24 SEPTEMBER) REFORMASI HAK ATAS TANAH JUGA REFORMASI HAK PEREMPUAN
Tepatnya pada tanggal 24 September dikenal sebagai Hari Agraria. Pada waktu itu dengan disahkannya Undang-UndangNomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA). UUPA hadir menggantikan Agrarisch Wet dan Agrarisch Besluit 1870, yang menyatakan bahwa tanah yang tidak bisa dibuktikan sebagai eigendom (milik) seseorang, adalah tanah negara. Aturan ini sengaja diterapkan agar pemerintah Hindia Belanda dapat memiliki tanah-tanah rakyat yang pada waktu itu, hampir seluruhnya menerapkan sistem hukum adat. Sementara pemilikan tanah berdasarkan sistem adat tidak ada satupun yang menyamai hak eigendom. Kelahiran UUPA kemudian dipandang sebagai titik balik perjalanan politik agraria di Indonesia (reformasi agraria) karena kembali menempatkan hukum adat sebagai dasar hukum agraria di Indonesia. Dengan menerapkan strategi populis, UUPA menghendaki penataan kembali struktur penguasaan sumber-sumber agraria yang timpang dan terbukti pula menimbulkan berbagai masalah sosial pada masa itu. UUPA ingin melakukan perombakan total terhadap strategi kapitalisme yang dikembangkan oleh pemerintah Hindia Belanda, juga merupakan reformasi hak perempuan Indonesia. Apa gerangan yang sedang menimpa perempuan Indonesia di pedesaan, setelah reformasi perempuan di bidang agraria, mengapa kemiskinan dan keterpurukan menjadi wajah mayoritas perempuan Indonesia, mengapa di sejak reformasi agraria yang juga membawa reformasi hak perempuan, hingga kini menjadi tetap kantung-kantung kemiskinan, dimana perempuan terpaksa mencari sesuap nasi di sektor-sektor yang eksploitatif dan tak terlindungi,mengapa di bumi, air, dan kekayaaan alam yang melimpah ruah ini, perempuan terjerembab dalam kemiskinan
ANALISIS CUSTOMER VALUE INDEX DALAM MEMILIH SKIN CARE DI KOTA BANDUNG TAHUN 2017
Penelitian ini menggunakan metode konjoin dengan alat bantu SPSS 24. Sampel pada penelitian ini sebanyak 390 responden. Hasil dari analisis konjoin customer value index tertinggi terdapat pada kombinasi profile card 1 sebesar 1,362 yaitu skin care dengan spesifikasi yang memiliki harga sedang, kualifikasi dokter dan terapis yang memegang sertifikat dan berpengalaman, memiliki tingkat privasi diseluruh ruangan, jenis fasilitas yang memiliki fasilitas dasar, dan menggunakan brand produk skin care bermerk. Dan diketahui atribut yang menjadi value driver adalah kualifikasi dokter dan terapis dengan nilai kegunaan sebesar 0,825. Saran dari penelitian adalah sebaiknya pelaku industri Skin care harus memastikan kualifikasi dokter dan terapisnya memiliki sertifikasi dibidang kecantikan dan juga menambah berbagai keahliah para dokter dan terapis sesuai dengan tren kecantikan yang ada dengan mengikuti pelatihan-pelatihan di bidang kecantikan.
 
ANALISIS CUSTOMER VALUE INDEX DALAM MEMILIH ATRIBUT HOTEL BINTANG DUA DI KOTA JAKARTA
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilaksanakan menggunakan metode konjoin, pengambilan sampel menggunakan metode non probapility purposive sampling. Studi ini didasarkan pada data primer yang dilakukan melalui survey dari 394 konsumen yang pernah menginap di hotel bintang dua di Kota Jakarta. Dalam analisis konjoin ini, mengidentifikasi bahwa hotel bintang dua yang paling diminati oleh konsumen jika memiliki fasilitas jaringan internet gratis di kamar dan di lobby, sarapan gratis, akses gratis untuk layanan kopi dan teh, tersedia layanan penjemputan bandara dengan biaya tambahan, dan harga kamar lebih dari Rp 500.000. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tersedia layanan penjemputan bandara dengan biaya tambahan adalah value driver bagi konsumen dalam memilih hotel bintang dua di Kota Jakarta. Saran dari penelitian ini adalah industri perhotelan di Kota Jakarta dapat membuat hotel bintang dua dengan menyediakan layanan penjemputan bandara dengan biaya tambah dalam pengembangan hotel untuk menghadapi persaingan. Dimana konsumen hotel bintang dua di Kota Jakarta menyukai layanan tersebut ketika membuat keputusan pembelian