E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
Not a member yet
    1925 research outputs found

    BIOGRAFI INTELEKTUAL SUYATNA ANIRUN; JEJAK DAN PENGARUHNYA DALAM PERKEMBANGAN TEATER DI KOTA BANDUNG

    Full text link
    Penelitian ini merupakan studi biografi intelektual Suyatna Anirun, seorang tokoh sentral yangmemiliki pengaruh yang signifikan dalam perintisan dan perkembangan teater di Kota Bandung.Urgensi penelitian ini didasarkan pada minimnya kajian spesifik yang mendokumentasikanpemikiran, konsep, dan metodologi teater yang ia kembangkan, meskipun kontribusinya sangatbesar. Pemahaman utuh terhadap warisan intelektualnya penting untuk mengidentifikasi akar tradisikeilmuan teater di Bandung, sekaligus menjadi pijakan bagi pengembangan studi teater di masadepan. Dengan menggunakan pendekatan biografi-intelektual, penelitian ini bertujuan untukmenemukan konsep-konsep dan merumuskan metode teater Suyatna Anirun. Untuk mencapaitujuan tersebut, penelitian ini akan merekonstruksi dan menganalisis jejak keilmuan Suyatna Anirundengan mengumpulkan data tentang minat, kecenderungan, dan perkembangan pemikirannya sejakmasa kecil hingga dewasa dan kemudian menjadi seorang maestro teater terkemuka. Secara lebihspesifik, penelitian ini berupaya: (1) mengidentifikasi dan mendeskripsikan gagasan kunci, karyatulis, dan metodologi teater yang dikembangkan oleh Suyatna Anirun; (2) menganalisis bagaimanapemikiran dan konsepnya memengaruhi praktik dan wacana teater di Bandung; dan (3) mengkajidinamika dan interaksi internal dalam lingkaran teaternya untuk memahami bagaimana hubunganpersonal membentuk proses kreatif dan metodologinya. Luaran yang ditargetkan dari penelitian iniadalah artikel ilmiah yang terpublikasi dalam jurnal nasional terakreditasi, monograf yangmendokumentasikan biografi intelektualnya, serta diseminasi hasil penelitian melalui diskusi publik.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap studi sejarah teaterIndonesia, khususnya di Bandung, dan memperkaya khazanah pemikiran teater secara umum.Kata Kunci: Suyatna Anirun, Biografi Intelektual, Teater Bandun

    ORNAMENTASI SEBAGAI IDENTITAS RUANG GEDUNG KESENIAN SUNAN AMBU DALAM PERSPEKTIF GENIUS LOCI

    Full text link
    Identitas ruang dalam arsitektur tidak hanya terkait dengan aspek fungsional, tetapi juga berkaitandengan makna, simbol, dan pengalaman yang dirasakan pengguna. Dalam kerangka genius loci,identitas ruang dipahami sebagai karakter khas yang lahir dari kebudayaan lokal dan diwujudkanmelalui elemen arsitektur, termasuk ornamentasi. Gedung Kesenian Sunan Ambu sebagai salahsatu pusat kegiatan seni di ISBI Bandung dipilih sebagai objek penelitian karena perannya sebagairuang pertunjukan sekaligus simbol budaya Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkajibagaimana ornamentasi membentuk identitas ruang Gedung Kesenian Sunan Ambu melaluipendekatan konsep genius loci. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatifdengan tahapan penelitian melalui studi literatur, observasi lapangan, serta pengumpulan datamelalui kuesioner. Analisis dilakukan terhadap aspek visual ornamentasi yang terletak padabeberapa elemen identitas ruang dengan pembahasan dari sudut pandang genius loci. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ornamentasi pada Gedung Kesenian Sunan Ambu dapatmeperlihatkan identitasnya sebagai ruang kesenian dan pertunjukan. Namun dari perspektif geniusloci, ornamentasi yang ada belum sepenuhnya menampilkan nuansa budaya lokal (dalam konsteksini adalah budaya Sunda) yang seharusnya menjadi roh ataupun jiwa dari Gedung Kesenian SunanAmbu. Dengan demikian diperlukan penguatan elemen ornamentasi berbasis budaya lokal agaridentitas ruang yang terbentuk selaras dengan makna dan nilai budaya Gedung Kesenian SunanAmbu.Kata kunci: ornamentasi, identitas ruang, genius loci, gedung kesenian Sunan Amb

    Performance and Absolute Music Composition Design Based on Experimentation of Sundanese Flute

    Full text link
    The act of breathing symbolizes human life and the preservation of its existence. Music, serving as a symbol of auditory influence in human life, also exerts an impact and persuasion on individuals, contributing to the construction of their character. The portrayal of human life and auditory influence serves as the foundation for the creation of an absolute musical composition show, grounded in the experimentation of breath patterns on the Sundanese flute. The method of creation adopts experimental theory to compose absolute music devoid of predetermined aesthetic perspectives. This method is also directed towards the creation of therapeutic music, aiming to provide a contemplative terminal deposit for its listeners. Keywords: Absolute music, experimentation, breath, flute, audio spatia

    Transformation of Parang Motifs in Contemporary Batik Fashion

    Full text link
    In the past, classic batik with parang patterns was the clothing of nobles, two motif variants of which became the regalia of Javanese kings. This paper is the result of qualitative research based on the theory of Iconography and Elegant Design, with the aim of mapping the movement of parang batik. The basic characteristics of parang batik are 45 degree ornamental formations, mlinjon (melinjo fruit ornament), and additional ornaments as the basis for naming the motifs. In Javanese tradition, parang batik is a symbol of leadership and order. After Indonesia\u27s independence, batik experienced openness in conception, creation and function. Parang batik has also experienced fundamental transformations, especially in: visual representation, pragmatic, social and aesthetic functions, as well as the symbol system and its meaning. In the contemporary era, parang batik is able to strengthen the articulation of a person\u27s appearance to appear more dynamic, elegant and dashing. Keywords: Parang Batik; Java; Contemporar

    Folklore and Illustrated Children’s Books: A Simple Indigenous Knowledge Preservation Form to Foster Culture and Literacy

    Full text link
    The preservation of indigenous knowledge in Indonesia is often carried out through the conservation of oral culture, particularly folklore, which serves as an essential aspect of community identity. This study aims to examine the efforts to preserve indigenous folklore and its role in fostering cultural awareness and literacy skills among elementary school children in Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Province. Employing a qualitative approach, this research reveals three key findings: (1) students primarily learn about indigenous folklore through oral storytelling, while children\u27s literature containing local folklore remains limited; (2) the preservation of indigenous folklore involves interviews with traditional leaders and elders, followed by the adaptation of folklore into illustrated children\u27s books through collaboration between local writers and professional illustrators; and (3) the introduction of folklore through illustrated books, particularly via read-aloud activities, enhances students\u27 comprehension of folklore and deepens their cultural understanding of Parigi Moutong Regency. This study highlights the importance of integrating folklore into literacy programs to sustain indigenous knowledge and strengthen cultural identity among young learners. Keywords: knowledge preservation; folklore; indigenous knowledge; illustrated children’s book

    Kearifan Lokal Seni Budaya Daerah Berbasis Media Sosial Sebagai Potensi Industri Kreatif Seni Pertunjukan di Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang

    Full text link
    Rekontruksi aset pertunjukan seni lokal sebagai identitas budaya, merupakan bentuk simbolik daya tarik kepariwisataan untuk mempromosikan budaya daerah dengan merevitalisasi cerita folklore yang di klaborasikan dengan kesenian lokal gembyung sebagai sarana pelestarian budaya, religi, Pendidikan,Revitalisasi folklore cerita rakyat priangan timur dengan identitas culturalnya menjadi objek penting darimulai dramatur sampai dengan esensi tradisi lisan dan sastra Sunda berupa Rajah, Mantra, Wawacan, Sisindiran, Paparikan, Rarakitan, Wawangsalan yang selaras, sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda. Penelitian ini menggunakan metode Graham Walas, The Art Of Thought, dengan pendekatan Preparation, Incubation, Illumination, Verification. Riset ini akan akan menghasilkan karya seni rekomposisi digital hasil rekontruksi kesenian daerah Cibugel (wayang golek dan kesenian Gembyung) dengan Cerita Rakyat Sumedang dikemas kedalam bentuk cyberspace melalui platfrom digital Kata Kunci: Seni Budaya Daerah; Industri kreatif; Media sosial

    PEMAJUAN KEBUDAYAAN MELALUI PEMBERDAYAAN SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL MASYARAKAT DESA CILAME - NGAMPRAH KAB. BANDUNG BARAT

    Full text link
    Perguruan Pencak Silat Indonesia (PPSI) pada tingkat desaCilamesebagai salah satu perguruan pencak silat yang ada diKecamatanNgamprah yaitu Perguruan Pencak Silat ‘Kuta Galuh’pimpinanBapakUgi. Menurutnya, perguruan Penca Silat tersebutberdiri pada 1 Oktober2011 dengan mengusung teknik gaya (pencaksilat aliran) CiparaykotaBandung. Kuta Galuh diambil dari dua sukukata yaitu kuta yangberarti benteng/pagar, sedangkan galuh artinyagalih/hati. Dengan kata lain, dalam menerapkan pola didik pencak silatKuta Galuh kepada generasi penerusnya, Abah Ugi menggunakan poladidik yang muncul dari dalamhati/perasaan, agar tidak bertentangandengan emosional belaka yangbisamenjerumuskan pada perilakumurid-muridnya. Potensi seni tradisi pencak silat Kuta Galuh yanghidup dan berkembang di desa Cilame, selain sebagai warisan luhurbudaya bangsa juga secara langsungdapat membentuk karakter, etika,dan moral generasi muda. Karenaitu, harapannya kepada pemerintahdaerah untuk terus memberikandukungan yang serius bagi tumbuhkembangn

    INTEGRASI DESAIN ECO-ACOUSTIC PADA RUANG KELAS: STUDI KASUS RUANG KELAS DI FSRD ISBI BANDUNG

    Full text link
    Polusi suara atau kebisingan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan fisik maupun mental mahasiswa selama perkuliahan. The World Health Organization (WHO) memaparkan bahwa tingkat kebisingan selama kegiatan belajar mengajar di ruang kelas tidak boleh melebihi 35 desibel dan untuk kegiatan belajar mengajar di ruangan terbuka tingkat kebisingan tidak boleh lebih dari 55 desibel. Tingkat kebisingan yang melebihi batas normal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif dengan menurunnya kemampuan belajar mahasiswa di dalam kelas (Basheer, 2022). Ruang kelas merupakan area penting yang mencangkup berbagai aspek psikologis, budaya, sosial dan fisik dimana peserta belajar dan tenaga pengajar menggunakan sebagian besar waktunya untuk berbagai kegiatan seperti berdiskusi, membaca, menulis hingga berlatih maka untuk menunjang hal tersebut ruang kelas harus dirancang agar dapat meningkatkan konsentrasi dan kenyamanan dengan memperhatikan aspek desain interior yang juga melibatkan tenaga pendidik, manajer fasilitas dan pemangku kepentingan untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kelas yang lebih efektif dan bermanfaat (Obeidat, 2012)

    REVITALISASI SENI TRADISI SEBAGAI OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN DI DESA SUKAMAJU, RANCAKALONG, SUMEDANG

    Full text link
    Desa Sukamaju diKecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, merupakan salahsatu wilayah yang memiliki kekayaan seni tradisi yang masih hiduphingga kini, seperti reak, tarawangsa, terbangan, kuda renggong,batik kasumedangan, serta ritual budaya seperti bubur suro danhajat buruan. Berbagai bentuk kesenian ini mencerminkankreativitas estetik yang menjadi bagian dari sistem simbolik untukmenjaga kohesi sosial dan kontinuitas nilai budaya pada masyarakatsetempat

    Seni Lingkungan (Environmental Art) dalam Seni Rupa Kontemporer Studi Kasus: Pameran Biennale Jakarta Tahun 2015

    No full text
    This study analyzes the representation of environmental art in the context of Indonesian contemporary art, using the Jakarta Biennale 2015 as its main case study. This research addresses the problem of how contemporary artworks in the exhibition reflect a critique of relevant ecological and social issues. The study employs a descriptive-interpretative analysis method of selected artworks, supported by data from the exhibition catalog and related literature. The findings indicate that the environmental artworks in the Jakarta Biennale 2015 not only function as aesthetic expressions but also serve as a powerful medium for social critique and public agitation. This finding contributes to the understanding of the role of contemporary art exhibitions as critical platforms for sustainability discourse in Indonesian art.ABSTRAK   Seni lingkungan telah menjadi semakin relevan dalam seni rupa kontemporer Indonesia, terutama sejak munculnya Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (GSRBI) pada tahun 1970-an. Artikel ini menelusuri perkembangan seni lingkungan di Indonesia dan meneliti peran pentingnya dalam pameran seni, khususnya pada Biennale. Biennale menyediakan platform krusial bagi seniman untuk mengekspresikan ide-ide kreatif terkait isu-isu lingkungan, sekaligus memberikan kesempatan bagi audiens untuk mengeksplorasi seni kontemporer secara komprehensif. Studi ini berfokus pada Biennale Jakarta 2015, salah satu acara seni terkemuka di Asia Tenggara, yang menampilkan karya seniman Indonesia dan internasional terkemuka. Pameran ini menyoroti tema-tema kunci seperti budaya, politik, masalah lingkungan, dinamika sosial, dan identitas seni rupa Indonesia yang terus berkembang. Biennale Jakarta tetap menjadi wadah penting untuk pertukaran gagasan dan pembahasan isu-isu kritis dalam seni rupa kontemporer Indonesia. Artikel ini menegaskan peran Biennale dalam mempromosikan dan memajukan seni lingkungan di Indonesia

    1,711

    full texts

    1,925

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇