E-Journal Universitas Patria Artha
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Pemetaan Kematangan Berfikir Anak Dengan Metode Neurosains Terapan Di Upt Sdn No. 128 Inpres Lengkese 1 Desa Lengkese Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar
Neurosains merujuk pada ilmu yang mempelajari otak dan semua fungsi saraf yang terkait. Neurosains terapan merupakan program unggulan pada Prodi S1 Kesehatan Masyarakat dimana program ini di lakukan pemetaan berpikir dengan metode neurosains terapan dengan bentuk kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi untuk mengukur kesiapan belajar anak. kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode neurosains terapan ini akan dilakukan 3 kali dalam rentang 6 bulan dimana ini bentuk kegiatannya yaitu penapisan, intervensi dan dilakukan penapisan kembali. Masalah yaitu belum pernah dilakukan kegiatan pemetaan berpikir dengan metode neurosains terapan dengan bentuk kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi untuk mengukur kesiapan belajar anak di UPT SDN No. 128 Inpres Lengkese 1. Metode dengan melakukan teknik penapisan gerak dan artikulasi pada 30 siswa UPT SDN No. 128 Inpres Lengkese 1 yang dilengkapi dengan Lembar Observasi. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu, Setelah dilakukan kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi diperoleh hasil bahwa sebagian besar anak tidak mengalami gangguan, beberapa diantaranya mengalami terlambat dan terhambat. Kegiatan ini akan dilaksanakan berkelanjutan dengan melakukan intervensi kepada 30 anak yang telah dilakukan penapisan gerak dan penapisan artikulasi. Akan diberikan senam AEK yang merupakan kelanjutan dari kegiatan penapisan ini. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan pemetaan berpikir dengan metode neurosains terapan dengan bentuk kegiatan penapisan gerak dan penapisan artikulasi untuk mengukur kesiapan belajar anak di UPT SDN No. 128 Inpres Lengkese 1 Desa Lengkese Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar yaitu Orang tua mengetahui dan memahami kesiapan belajar anak serta guru dapat mengetahui kesiapan dan kematangan berpikir anak didiknya dalam memahami materi disekolah
Health Education Bersama Lansia Sehat Dan Produktif
Kegiatan pengabdian untuk peningkatan kesehatan Lansia. “Edukasi tentang penyakit Diabetes Melitus, Hipertensi pola hidup sehat dan produktif serta pengetahuan tentang gizi seimbang”. Dilaksanakan pada bulan November 2023. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada lansia atau prolanis di wilayah kerja puskesmas samata . Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatnya pengetahuan tentang Diabetes Melitus, hipertensi, tentang pola hidup sehat, tentang Pola hidup produktif dan kesadaran gizi seimbang. Edukasi ini dengan melakukan beberapa kegiatan yaitu penyuluhan kesehatan tentang penyakit diabetes melitus, hipertensi, pola hidup sehat, pola hidup produktif,dan edukasi gizi seimbang pada lansia.Manfaatnya bagi kesehatan lansia agar lansia meiabetes melitus, hipertensi, pola hidup sehat, pola hidup produktif, memunculkan kesadaran lansia untuk menjaga kesehatan termasuk menjaga makanan yang sehat dengan sesuai dengan standar gizi seimbang pada lansia. Hasil kegiatan yang diharapkan adalah terlaksananya kegiatan Edukasi pola hidup sehat dan produktif pada lansia sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan lansia di masyarakat
Penyuluhan Kesehatan tentang Pengelolaan Sampah dan Limbah pada Masyarakat di Desa Banggae Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar
Sampah atau limbah masih menjadi salah satu masalah kesehatan lingkungan yang harus segera dipecahkan di Indonesia. Sampah yang tidak dikelola dengan tepat akan menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk mengetahui Gambaran tingkat pengetahuan atau sikap masyarakat dalam pengelolaan sampah dan limbah di lingkungan sekitar Desa Banggae Kecamatan Mangara Bombang Kabupaten Takalar. Kegiatan ini dilakukan di Kantor Desa Banggae Kecamatan Mangara Bombang Kabupaten Takalar. Jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 34 orang dipilih secara accidental sampling. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi melalui pemberian materi penyuluhan tentang upaya pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga dengan benar. Penyampaian informasi oleh pemateri dan dilanjutkan dengan pemahaman materi melalui diskusi dan tanya jawab. Instrumen pengumpulan yang digunakan adalah berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang materi sampah dan limbah yang diberikan. Data diolah dan dianalisis menggunakan aplikasi komputer SPSS. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan atau sikap masyarakat mengenai Upaya pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga sudah baik (rata-rata di atas 85%). Diharapkan adanya contoh pelaksanaan pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga secara langsung di masyarakat.
Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur Dan Kemandirian Pada Anak Usia Dini
Pengabdian ini bertujuan untuk Memberikan pemahaman kepada siswa mengenai kewirausahaan, dengan menyederhanakan bahasa sesuai dengan pemahaman anak-anak, diharapkan mereka mampu mengidentifikasi profesi ini dalam lingkungan keseharian mereka, dengan mencoba menyebutkan siapa saja dalam keluarga mereka yang berprofesi sebagai pengusaha dan menjelaskan apa kegiatan yang dilakukan ketika anggota keluarga tersebut melakukan aktifitas berwirausaha. Kegiatan ini juga bertujuan Menumbuhkan rasa ketertarikan anak-anak untuk berwirausaha sejak dini, dengan mengenalkan lebih banyak profesi khususnya profesi sebagai pengusaha maka harapan kami anak-anak ini dengan kesadaran sendiri semakin tertarik dan memiliki minat yang tinggi untuk menjadi pengusaha sabagai salah satu jalan kemuliaan dalam mencari nafkah baik bagi diri mereka sendiri terutama akan membawa keberkahan yang besar Bagai keluarga dan lingkungan mereka
Penyuluhan Kesehatan “Menjadi Lansia Aktif dan Produktif”
Peningkatan jumlah penduduk diatas usia 60 tahun di perkirakan akan terus mengalami peningkatan. Perkiraan peningkatan dari tahun 2000 sampai 2050 akan berlipat ganda dari sekitar 11% menjadi 22% atau secara absolute meningkat dari 605 juta menjadi 2 miliyar lansia (WHO, 2014). Penduduk lanjut usia di dunia akan meningkat hingga 77,37%, sedangkan pen ingkatan usia produktif hanya mencapai 20,95%. Berdasarkan Data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Makassar tahun 2023 terdapat 89.329 juta lansia dengan kelompok umur diatas 65 tahun. Adapun tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah diharapkan para lansia, khususnya di Sekolah Lansia Abdie Harapan Sudiang Makassar yang masih aktif bisa melatih produktifitas dan kreatifitas para lansia sehingga memperoleh kesadaran dini agar menua dengan sehat, mandiri dan tetap aktif. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Minggu, Tanggal 11 Agustus 2024. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah disertai dengan pemutaran video contoh lansia yang aktif dan produktif di dunia dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi kepada peserta lansia. Hasil evaluasi terdapat perubahan pengetahuan lansia setelah dilakukannya kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat). Adapun saran dari penyelenggara kegiatan PKM untuk petugas di Sekolah Lnasia Abdie Harapan agar lebih aktif atau lebih sering melakukan kegiatan supaya para lansia makin aktif dan produktif
Terapi Aktivitas Pada Lansia dengan Kerajinan Tangan : Pembuatan Gelang Manik - Manik
Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada lansia tentang pentingnya terapi aktivitas dalam meningkatkan fungsi kognitif dan afektif pada lansia Dengan mengangkat Judul kegiatan : Terapi Aktivitas Pada Masa Lansia dengan kerajinan tangan . Terapi aktivitas pada lansia merupakan proses kegiatan yang melibatkan lansia dengan membuat kerajinan tangan. Terapi Aktivitas Terapi aktivitas kelompok merupakan bentuk terapi modalitas yang didasarkan pada pembelajaran hubungan interpersonal. Dengan bergabung dalam kelompok, klien dapat saling bertukar pikiran dan pengalaman dan mengembangkan pola perilaku baru (Achiryani dkk, 2005). Kerajinan tangan merupakan Kerajinan tangan, juga dikenal sebagai seni kriya atau handy craft, adalah kegiatan seni yang menitikberatkan pada keterampilan tangan untuk membuat produk atau barang yang memiliki fungsi pakai atau keindahan. Kerajinan tangan biasanya dibuat dengan cara tradisional menggunakan bahan baku yang sering ditemukan di lingkungan, bukan diproduksi oleh mesin di pabrik. Kegiatan ini juga bertujuan mengajak lansia untuk berfikir secara kreatif, melatih afektik ,kognitif, melatih fokus, meningkatkan suasana hati, kesehatan mental, menyalurkan emosi, meningkatkan interaksi sosial, dan meningkatkan produktifitas dengan membuat kerajinan tangan . dengan Metode Pelaksanaan interaktif dan demonstrasi maka kegiatan yang dilakukan Sekolah Lansia Abdie Harapan ini disambut baik oleh para lansia dengan penuh semangat dan antusias dan kegiatan ini berjalan lancar
Peningkatan Pemahaman Kesehatan Reproduksi Lansia Dengan Menjaga Vitalistas dan Kualitas Hidup di Usia Senja
Lansia sering kali menghadapi penurunan fungsi fisik, termasuk kesehatan reproduksi, yang dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Namun, pemahaman yang terbatas tentang pentingnya kesehatan reproduksi di kalangan lansia menyebabkan rendahnya kesadaran dan perawatan terhadap aspek ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang kesehatan reproduksi dan dampaknya terhadap vitalitas serta kualitas hidup di usia senja. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukasi berbasis komunitas melalui penyuluhan dan diskusi interaktif. Populasi yang menjadi subjek penelitian adalah lansia di Sekolah Lansia Abdi Harapan, dengan total partisipan sebanyak 50 orang yang berusia 60 tahun ke atas. Materi yang diberikan mencakup informasi mengenai penyakit infeksi saluran Kemih, penyakit menular seksual, gangguan hormonal, dan kesehatan mental terkait reproduksi. Program pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Edukasi dan pemeriksaan rutin terbukti efektif dalam mendorong perilaku sehat dan mendeteksi dini masalah kesehatan reproduksi, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup lansia. Setelah mengikuti program, terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi. Pre-test menunjukkan peserta memiliki pengetahuan rendah, sementara post-test menunjukkan peningkatan peserta memiliki pengetahuan yang lebih baik. Peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap program ini, dengan mayoritas merasa bahwa informasi dan dukungan yang diberikan sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan mereka
Ketahanan Ekonomi Di Masa Lansia
Lanjut usia (Lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas. Pada fase tersebut tentunya akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, karena dengan semakin bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan semakin menurun baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit. Maka, kehidupan lansia yang menurun harus ada yang membantu untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidupnya. Meningkatnya jumlah lansia menimbulkan berbagai permasalahan baik individu, keluarga dan masyarakat. Ketahanan Ekonomi pada lansia mengacu pada kemampuan mereka memenuhi kebutuhan mendasar seperti makanan, perumahan, pelayanan kesehatan dan kehidupan sosial secara berkelanjutan. Ini mencakup pendapatan, jaminan sosial dan kesempatan kerja yang layak. Beberapa Lansia yang merupakan pensiunan, memiliki sumber keuangan terbatas di sepanjang hidup mereka mungkin mengalami kesulitan keuangan di hari tua. Meskipun mereka dapat menyamai tingkat konsumsi sebelum pensiun. Adapun luaran yang diharapkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menjadikan perekonomian para Lansia lebih terarah dan lebih tahan terhadap godaan kehidupan yang mengarah pemborosan dan bagi rumah tangga keluarga Lansia terlebih khususnya dapat digunakan sebagai masukan dan bahan pertimbangan mengambil kebijakan dalam rmengelola keuangan mereka. Kegiatan pengabdian ini dimulai dari persiapan dan pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa sosialisasi ketahanan ekonomi di masa lansia. Kegiatan ini dikatakan berhasil dimana para Lansia yang hadir dalam kegiatan ini memahami materi yang disajikan. Kegiatan ini perlu terus dilakukan di tingkat Kelurahan dapat mencantumkan program sosialisasi ini sebagai program kelurahan di tingkat RT/RW yang akan rutin dilaksanakan setiap tahun
Sosialisasi Pengenalan 3D Printing Untuk Siswa SMK 4 Dan Pemuda Di Kelurahan Kastela Kota Ternate Selatan
3D printing merupakan metode manufaktur terkini, di mana material dicetak layaknya pencetakan kertas dengan printer dua dimensi, namun bahan cetak bukan tinta melainkan polimer, logam, atau material lain, sehingga produk cetak adalah benda tiga dimensi (Yin dkk., 2018). 3D printing bergantung erat pada teknologi informasi, terutama koneksi internet dan komputerisasi, untuk membuat model cetak, mendistribusikan model cetak ke lokasi pembuatan, dan memproduksi model cetak sebagai benda jadi di lokasi cetak (Dilberoglu dkk., 2017). Dengan demikian, 3D printing merupakan cerminan langsung dari penerapan Industri 4.0. Meskipun 3D printing sudah menjadi konten pendidikan di Asia (Chong dkk., 2018), namun metode produksi ini belum banyak dikenal bahkan dalam masyarakat Indonesia. Dengan semakin dalam Indonesia masuk ke perdagangan dan ekonomi global, tuntutan pasar untuk pekerja yang cakap dengan teknologi terbaru menjadi semakin genting. Karena adanya tuntutan dan kecenderungan global untuk menerapkan produksi berbasis 3D printing secara masif dan masih kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai proses produksi dengan metode 3D printing, maka kelompok pengabdian masyarakat Program Studi Teknik Industri Fakuktas Teknik Universitas Khairun, berinisiatif memberikan pendidikan dan pemahaman mengenai proses produksi dengan metode 3D printing. Sosialisasi pengenalan 3D printing diberikan kepada kelompok masyarakat yang akan sangat memerlukan kompetensi dalam aplikasi 3D printing di masa depan, Target dari sosialisasi ini adalah semua pemuda dan pemudi (siswa SMA dan sederajat serta mahasiswa dari di Kelurahan Kastel
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEDAGANG TERHADAP PERILAKU PEDAGANG YANG BERKAITAN DENGAN SANITASI LINGKUNGAN PASAR TRADISIONAL
Permasalahan sanitasi menjadi masalah diseluruh dunia, buruknya akses sarana sanitasi berkaitan erat dengan penularan berbagai macam penyakit menular. Sanitasi tempat-tempat umum merupakan masalah kesehatan yang penting karena tempat-tempat umum merupakan tempat bertemunya masyarakat banyak dengan segala penyakit yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahuai hubungan pegetahuan, sikap pedagang terhadap perilaku pedagang yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan pasar Desa Bontoloe Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pedagang pasar tradisional Desa Bontoloe dengan jumlah sampel 122 responden. Teknik pemilihan sampel dengan simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pedagang cukup sebanyak 56 responden (45,9%), sikap pedagang negatif sebanyak 68 responden (55,7%) dan perilaku pedagang kurang sebanyak 70 responden (57,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,034 0,05), sikap (p= 0,014 0,05) terhadap perilaku pedagang yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan pasar tradisional desa bontoloe kecamatan bontolempangan kabupaten gowa. Saran bagi pedagang agar lebih meningkatkan kesadaran dalam menjaga sanitasi lingkungan pasar sedangkan bagi pemerintah setempat perlu adanya pemeliharaan tentang fasilitas dan meningkatkan ketersediaan sanitasi di pasar