Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (Science Education Graduate Program University of Mataram)
Not a member yet
    7130 research outputs found

    The Utilization of Artificial Intelligence (AI) in Physics Learning for Physics Education Students

    No full text
    This study aims to examine the effectiveness of utilizing Artificial Intelligence (AI) in physics learning for students in the Physics Education program. The research employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 24 students selected through purposive sampling. Data were collected using physics understanding tests administered before (pretest) and after (posttest) the implementation of AI-based learning. Data analysis involved paired sample t-tests to determine significant differences between pretest and posttest scores, as well as N-Gain calculations to measure the improvement in student learning outcomes. The results revealed a significant improvement in students' physics comprehension after applying AI-based learning, with average pretest and posttest scores of 62.08 and 81.25, respectively. The paired t-test yielded a t-value of 17.82 with a p-value < 0.001, indicating a highly significant difference. The average N-Gain score of 0.53 reflects a moderate improvement in learning outcomes. These findings suggest that integrating AI in physics education can enhance both the learning process and student achievement. This study recommends that educational institutions and instructors adopt AI technology in teaching methods to optimize students competency attainment

    Pelatihan Pembuatan Media KIT IPA Berbasis STEM bagi Guru dan Siswa SMPN 6 Mataram untuk mendukung Joyfull Learning

    No full text
    Pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) merupakan salah satu elemen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan produktif, khususnya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, di banyak sekolah, pembelajaran IPA masih cenderung berfokus pada metode ceramah dan penggunaan media pembelajaran yang terbatas, sehingga seringkali kurang menarik bagi siswa. Untuk menjawab permasalahan tersebut, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru dan siswa di SMPN 6 Mataram dalam pembuatan media KIT IPA berbasis pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Pendekatan STEM dipilih karena dapat mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif, yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Pelatihan ini dirancang untuk mencakup materi tentang konsep dasar STEM, cara merancang KIT IPA yang sesuai dengan kurikulum, hingga praktik langsung dalam membuat dan menggunakan media tersebut di kelas. Selain itu, pelatihan juga memberikan panduan kepada guru tentang bagaimana mengintegrasikan KIT IPA berbasis STEM ke dalam strategi pembelajaran yang mendukung joyful learning, seperti penggunaan metode diskusi, kerja kelompok, dan eksperimen berbasis proyek. Hasil pengabdian menujukkan bahwa guru mampu merancang dan mengembangkan media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan kontekstual, sementara siswa dapat terlibat langsung dalam proses belajar yang berbasis eksplorasi dan eksperimen

    Sosialisasi Pengemasan dan Pelabelan Pilus Rumput Laut untuk Menjamin Keamanan dan Kualitas Produk di Desa Labuhan Haji, Lombok Timur

    No full text
    Desa Labuhan Haji memiliki potensi besar dalam produksi pilus rumput laut, namun masih terdapat kendala terkait standar pengemasan dan pelabelan yang dapat mempengaruhi keamanan pangan dan penerimaan pasar. Kegiatan KKN-PMD Universitas Mataram ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para produsen lokal mengenai teknik pengemasan dan pelabelan yang sesuai dengan standar kesehatan dan regulasi yang berlaku. Melalui pendekatan partisipatif yang mencakup pelatihan, demonstrasi, dan diskusi kelompok, para produsen diperkenalkan dengan praktik terbaik dalam pengemasan dan pelabelan, serta pentingnya informasi yang jelas dan akurat pada label produk. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran para peserta mengenai pentingnya pengemasan dan pelabelan yang tepat untuk menjaga keamanan dan meningkatkan kualitas produk. sosialisasi pengemasan dan pelabelan yang efektif dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing produk pilus rumput laut dari Desa Labuhan Haji di pasar lokal maupun global

    Sosialisasi Fungsi Buraketto Pada Konstruksi Jembatan Bagi Siswa SMA di Oogi, Kota Taketa, Prefektur Ooita, Jepang

    No full text
    The construction of infrastructure in the form of a bridge carried out by a Japanese company, Takayama Gumi, aims to increase the strength of bridge infrastructure and provide regional connectivity. The installation process for bridge construction ensures the strength and durability of the structure during an earthquake. In the development process, socialization involved various parties, such as the government and educational institutions, to provide an understanding of the importance of bracket technology, known well in Japan as Buraketto, in bridge construction. The socialization aims to increase awareness of the importance of Buraketto technology as earthquake resistance, explain the positive impacts of its use, and improve occupational safety. This socialization was done through presentations and field surveys, where the students were allowed to see firsthand the process of installing Buraketto. As a result, students' comprehensive understanding of Buraketto as an earthquake-resistant technology increases, and students gain more enthusiasm for studying civil engineering as a career option in the future.The construction of infrastructure in the form of a bridge carried out by a Japanese company, Takayama Gumi, aims to increase the strength of bridge infrastructure and provide regional connectivity. The installation process for bridge construction ensures the strength and durability of the structure during an earthquake. In the development process, socialization involved various parties, such as the government and educational institutions, to provide an understanding of the importance of bracket technology, known well in Japan as Buraketto, in bridge construction. The socialization aims to increase awareness of the importance of Buraketto technology as earthquake resistance, explain the positive impacts of its use, and improve occupational safety. This socialization was done through presentations and field surveys, where the students were allowed to see firsthand the process of installing Buraketto. As a result, students' comprehensive understanding of Buraketto as an earthquake-resistant technology increases, and students gain more enthusiasm for studying civil engineering as a career option in the future

    Manfaat Tanaman Apotek Hidup: Menanam Tanaman Herbal di Area Perkarangan Rumah

    No full text
    Lahan pedesaan memiliki banyak manfaat. Lahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lahan apotik hidup atau tanaman obat keluarga, sehingga dibutuhkan upaya untuk memanfaatkan lahan pekarangan tersebut secara lebih efektif. Pemanfaatan pekarangan rumah dengan hijauan tanaman dalam bentuk taman merupakan prinsip hidup yang telah membudaya bagi masyarakat untuk kembali ke alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan lahan di area perkarangan rumah sebagai tempat penanaman tanaman herbal atau apotek hidup di Desa Persiapan Empol, Dusun Madak, Kecamatan Sekotong Lombok Barat. Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan selama kegiatan Studi Independen yaitu pada bulan September sampai November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih memperhatikan lingkungan sekitar dan dapat memanfaatkan pekarangan untuk penanaman tanaman obat

    Diversifikasi Produk Tempe Melalui Bioteknologi Konvensional Inovasi Tempe Sagu dan Kewirausahaan di SMA IT YARSI Mataram

    No full text
    Conventional tempeh production faces several challenges, including high soybean prices and a short shelf life. Therefore, innovation through the diversification of raw materials is needed as a solution based on conventional biotechnology. This activity aimed to enhance the skills of students at SMA IT YARSI Mataram in producing sago tempeh as an innovative, economically valuable, and competitive product. The method employed consisted of an educational workshop combined with hands-on practice, including a pre-test, education on conventional biotechnology, principles of sanitation and hygiene, demonstration, sago tempeh production practice, and a post-test. Data were analyzed using SPSS. The results showed a significant increase in participants’ knowledge of food safety (p = 0.037), improved technical skills in sago tempeh production, and the emergence of entrepreneurial interest among students. The implications of this activity suggest that practice-based workshops can serve as an effective means to instill entrepreneurial spirit and local food technology skills in the younger generation.Produksi tempe konvensional menghadapi tantangan seperti harga kedelai yang tinggi dan masa simpan yang pendek, sehingga diperlukan inovasi melalui diversifikasi bahan baku sebagai solusi berbasis bioteknologi konvensional. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa SMA IT YARSI Mataram dalam memproduksi tempe sagu sebagai produk inovatif yang bernilai ekonomi dan berdaya saing. Metode yang digunakan adalah workshop edukatif dan praktik langsung, yang terdiri atas pre-test, edukasi bioteknologi konvensional, prinsip sanitasi dan higienitas, demonstrasi, praktik produksi tempe sagu, dan post-test, dengan analisis data menggunakan SPSS. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai keamanan pangan (p = 0,037), kemampuan teknis dalam produksi tempe sagu, serta munculnya minat kewirausahaan di kalangan siswa. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa workshop berbasis praktik dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan jiwa wirausaha dan keterampilan teknologi pangan lokal pada generasi muda

    Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas II di SDN 01 Talang Anau Menggunakan Model Pembelajaran Based Learning (PBL)

    No full text
    Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya motivasi siswa Kelas II UPTD SDN 01 Talang Anau pada pembelajaran Tematik. Rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Tematik dipengaruhi oleh media dan model pembelajaran guru yang kurang menarik, sehingga siswa merasa bosan pada saat pembelajaran. Hal ini terlihat dari siswa malas mengerjakan tugas yang diberikan, malu mengungkapkan pertanyaan dan ingin pembelajaran cepat berakhir. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Subjek dalam penelitian siswa kelas II UPTD SDN 01. Prosedur tindakan kelas ini ditempuh dalam 2 siklus. Adapun langkah-langkah siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Cara pengambilan data dalam penelitian ini dengan menggunakan observasi aktivitas peserta didik saat KBM. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa model Problem Based Learning dapat memotivasi siswa karena. Hal ini dapat dilihat (1) Siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, (2) Siwa mau terlibat dalam memecahkan masalah sehingga dapat mengembangkan cara berfikir siswa, (3) Siswa mau bertanya ketika mengalami kesulitan sehingga dapat terbantu untuk menemukan pengetahuan baru, (4) Berusaha mencari informasi yang dapat diperlukan untuk pemecahan. Implikasi penelitian ini dapat membantu guru dalam memilih penerapan model pembelajaran yang tepat untuk memotivasi belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat peningkatan motivasi siswa dari 33,71% menjadi 78,66% dengan model PBL

    Integrasi Nilai Religius dan Disiplin dalam Pendidikan Agama Islam di SMK PGRI 5 Jember

    No full text
    Upaya membentuk generasi yang berintegritas dapat dilakukan melalui penguatan karakter religius dan disiplin di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler, penelitian ini menyelidiki bagaimana cita-cita ini dimasukkan ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK PGRI 5 Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai religius dan disiplin dapat dipupuk melalui kegiatan pembelajaran intrakurikuler seperti salat berjamaah, hafalan Juz Amma, doa harian, dan guru yang baik. Internalisasi nilai juga secara aktif diperkuat oleh program ekstrakurikuler keagamaan seperti Remaja Mushola (Remus). Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, pengaruh keluarga dan lingkungan sekitar. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai model pendidikan karakter berbasis nilai Islam yang relevan dan dapat diterapkan di tingkat sekolah menengah. Integrasi nilai-nilai agama dan disiplin berhasil membentuk karakter siswa yang kuat dan bertanggung jawab. Penelitian ini menyoroti pentingnya kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem karakter yang berkelanjutan

    Pengaruh Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Konkret Ubur-Ubur Terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas V SDN 28 Cakranegara

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model kooperatif Team Games Tournament berbantuan media konkret ubur-ubur terhadap hasil belajar IPAS kelas V di SD Negeri 28 Cakranegara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen tipe pre-test dan post-test control group design. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas V di SDN 28 Cakranegara dimana kelas V(A) sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 22 dan kelas V(B) sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 21. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes, lembar observasi penilaian sikap dan unjuk kerja. Teknik analisis data diawali dengan uji normalitas dengan shapiro wilk dengan taraf signifikansi 5% (0,05) dan dilanjutkan dengan uji homogenitas dengan menggunakan uji levene test. Selanjutnya yaitu uji hipotesis dengan menggunakan uji independent sample t-test. Berdasarkan perhitungan pengujian hipotesis pada taraf signifikansi 2 tailed sebesar 0,00 < 0,05, maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotetis (Ho) ditolak. Setelah mengetaui pengaruhnya, kemudian dilakukannya uji N-Gain untuk menentukan nilai peningkatan yang lebih baik kelas eksperimen dan kelas kontrol, hasilnya diperoleh nilai N-Gain 0.56 kelas eksperimen dan 0.45 kelas kontrol. Artinya penerapan kelas eksperimen dengan TGT berbantuan media konkret ubur-ubur sedikit lebih baik daripada kelas kontrol dengan penerapan TGT tanpa berbantuan media konkret ubur-ubur

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pelajaran Biologi di SMAN 1 Kediri

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam mata pelajaran biologi di kelas X SMA Negeri 1 Kediri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X yang terdiri dari empat kelas dengan total 113 siswa. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu kelas X-3 sebagai kelas eksperimen (menggunakan model PBL) dan kelas X-4 sebagai kelas kontrol (menggunakan model konvensional). Pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes, dan observasi. Sebelum melakukan uji hipotesis dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis menggunakan ANCOVA, yang menunjukkan adanya pengaruh motivasi dan hasil belajar siswa secara simultan. Hasil uji ANCOVA untuk motivasi belajar menghasilkan nilai signifikansi = 0,021 < 0,05, sedangkan untuk hasil belajar menghasilkan nilai signifikansi = 0,027 < 0,05, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua model pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran biologi di kelas X SMA Negeri 1 Kediri

    3,489

    full texts

    7,130

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (Science Education Graduate Program University of Mataram)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇