Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (Science Education Graduate Program University of Mataram)
Not a member yet
7130 research outputs found
Sort by
Exploring Nutritional Status, Complementary Feeding Quality, and Parenting Styles in Toddlers
This study aimed to describe the nutritional status of toddlers and examine its association with the quality of complementary feeding (MPASI) and caregiver parenting styles in a rural setting. A descriptive observational design was used, involving 93 children aged 6–59 months in the working area of Puskesmas Jenawi, Karanganyar Regency, Central Java. Nutritional status was assessed using WHO weight-for-height z-scores, MPASI quality was determined based on food variety and frequency, and parenting styles were classified into authoritative, authoritarian, indulgent, and uninvolved categories. Results showed that 90.3% of children had normal nutritional status, 6.5% were overweight, 2.2% were wasted, and 1.1% were severely wasted. Half of the toddlers received appropriate MPASI (50.5%), and the most common parenting style was indulgent (32.3%). While this study did not establish statistical associations, children with wasting or severe wasting were more frequently found under authoritarian or uninvolved caregiving styles, suggesting a possible pattern worth further exploration. These findings emphasize the importance of responsive parenting and adequate complementary feeding in promoting child health. The study contributes to science-based educational practices by providing evidence to inform nutrition education and caregiver training programs, particularly in rural communities, where scientific understanding of child nutrition and responsive parenting remains limited.Abstrak:Studi observasional deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis status gizi balita dengan menyoroti keterkaitannya terhadap kualitas pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan gaya pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua. Kecukupan gizi pada masa awal kehidupan merupakan determinan utama dalam menunjang proses tumbuh kembang anak secara optimal. Sejumlah literatur menyebutkan bahwa praktik pemberian makan serta pola asuh memiliki peran krusial dalam menentukan luaran status gizi anak. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan melibatkan 93 anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun yang dipilih melalui metode total sampling. Status gizi diklasifikasikan menggunakan indikator berat badan terhadap tinggi badan (WHZ) menurut standar WHO, ke dalam kategori sangat kurus, kurus, normal, dan gemuk. Penilaian kualitas MPASI dilakukan berdasarkan keragaman jenis makanan dan frekuensi pemberian makan, sedangkan gaya pengasuhan dikategorikan sebagai otoritatif, otoriter, permisif, dan tidak terlibat berdasarkan tingkat demandingness dan responsiveness orang tua. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas anak (90,3%) berada pada status gizi normal, sementara proporsi sangat kurus (1,1%) dan gemuk (6,5%) relatif rendah. Sebanyak 50,5% balita menerima MPASI dengan kualitas yang sesuai. Gaya pengasuhan yang paling dominan adalah permisif (32,3%), diikuti oleh otoriter (30,1%), sementara otoritatif dan tidak terlibat lebih jarang ditemukan. Temuan ini menegaskan urgensi strategi intervensi kesehatan masyarakat yang berbasis edukasi kepada pengasuh serta penguatan praktik pemberian makan yang sesuai guna mendukung pencapaian status gizi balita yang optimal dan berkelanjutan.
Kata kunci: Gizi balita; MPASI; gaya pengasuhan; status gizi; praktik pemberian makan
The Effect of Vitamin A Supplementation on Infant Nutritional Status in Sorong City
Babies will have strong immunity if they get breast milk, because a number of nutrients are transferred from the mother. Breast milk helps protect babies from disease because of the anti-infective substances contained in breast milk and plays an important role in the growth and development of babies. Unfortunately, the target of 80% coverage of breastfeeding in Indonesia is still far from reality. This study aims to determine the effect of high-dose vitamin A supplementation on infant nutritional status. The research design was pre-experimental with a one-group pretest-posttest design conducted from June to September 2024. The statistical analysis used was the Wilcoxon Signed Ranks test with a significance level of 0.05. In this study, the population was all babies at the Remu Health Center, Sorong City. Then, screening of heterogeneous postpartum mothers who had received vitamin A capsules was carried out. Then the heterogeneous study population according to the inclusion criteria with a simple random sampling technique, a homogeneous population was obtained and was willing to fill in the Informed Consent. Two vitamin A capsules were given, namely one capsule on the first day after delivery and one capsule on the second day of delivery. Before being given vitamin A, the baby's weight, height and age were measured. Furthermore, after three months, measurements were taken by measuring BB, PB and Age. Prodia Clinical Laboratory, Sorong Branch for analysis of retinol levels of postpartum mothers. The nutritional status of infants was measured before and after the intervention
Kualitas Hidup Subjektif dan Objektif pada Ibu Hamil: Penelitian Mixed-Methods tentang Kekurangan Energi Kronik
Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a substantial public health issue in Indonesia. This research examines the divergence between objective and subjective quality of life in pregnant women with CED in Kampar District, Riau Province. A sequential explanatory design with mixed methodologies was used. The quantitative phase included 150 pregnant women with chronic energy deficiency (mid-upper arm circumference <23.5 cm) from 10 community health centers (out of 31 in Kampar District), selected using a strategy that guarantees a blend of urban and rural regions. Evaluations included WHOQOL-BREF, anthropometric assessments, and clinical exams. The qualitative phase included comprehensive interviews and focus group discussions with 30 intentionally chosen individuals. Data integration was executed by joint display analysis. Quantitative results indicated poor objective quality of life scores: physical domain: 54.3±12.7; psychological: 58.6±11.4; social: 64.2±13.8; environmental: 52.1±10.9. Nonetheless, 73% of interviewees regarded their quality of life as "good" or "excellent." Qualitative analysis revealed four themes: "normalization of adversity" (CED seen as typical during pregnancy), "family sacrifice" (prioritization of familial needs), "social support as resilience" (help from family and community), and "spiritual coping" (religious beliefs as a source of strength). Key determinants affecting the disparity in quality of life were social support (β=0.432, p<0.001), psychological resilience (β=0.387, p<0.001), healthcare access (β=0.256, p<0.05), and health literacy (β=0.198, p<0.05). Despite unfavorable objective health indicators, pregnant women with CED in Kampar District maintain good perspectives of quality of life, facilitated by robust social support, cultural normalization, and spiritual coping strategies. Effective therapies must amalgamate biological strategies with psychological assistance, taking into account local cultural factors. Programs must fulfill dietary requirements while concurrently enhancing community support structures and advancing health literacy to reconcile the disparity between objective health status and subjective well-being.Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang substansial di Indonesia. Penelitian ini meneliti perbedaan antara kualitas hidup objektif dan subjektif pada ibu hamil dengan KEK di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Desain penjelasan sekuensial dengan metodologi campuran digunakan. Tahap kuantitatif melibatkan 150 ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (lingkar lengan atas tengah <23,5 cm) dari 10 pusat kesehatan masyarakat (dari 31 di Kabupaten Kampar), dipilih menggunakan strategi yang menjamin perpaduan wilayah perkotaan dan pedesaan. Evaluasi mencakup WHOQOL-BREF, penilaian antropometri, dan pemeriksaan klinis. Tahap kualitatif mencakup wawancara komprehensif dan diskusi kelompok fokus dengan 30 individu yang dipilih secara sengaja. Integrasi data dilakukan dengan analisis tampilan bersama. Hasil kuantitatif menunjukkan skor kualitas hidup objektif yang buruk: domain fisik: 54,3±12,7; psikologis: 58,6±11,4; sosial: 64,2±13,8; lingkungan: 52,1±10,9. Meskipun demikian, 73% responden menganggap kualitas hidup mereka "baik" atau "sangat baik." Analisis kualitatif mengungkap empat tema: "normalisasi kesulitan" (CED dianggap umum selama kehamilan), "pengorbanan keluarga" (prioritas kebutuhan keluarga), "dukungan sosial sebagai ketahanan" (bantuan dari keluarga dan masyarakat), dan "pengatasan spiritual" (keyakinan agama sebagai sumber kekuatan). Penentu utama yang memengaruhi kesenjangan kualitas hidup adalah dukungan sosial (β=0,432, p<0,001), ketahanan psikologis (β=0,387, p<0,001), akses layanan kesehatan (β=0,256, p<0,05), dan literasi kesehatan (β=0,198, p<0,05). Meskipun indikator kesehatan objektif kurang baik, ibu hamil dengan KEK di Kabupaten Kampar memiliki perspektif kualitas hidup yang baik, yang didukung oleh dukungan sosial yang kuat, normalisasi budaya, dan strategi penanganan spiritual. Terapi yang efektif harus menggabungkan strategi biologis dengan bantuan psikologis, dengan mempertimbangkan faktor budaya setempat. Program harus memenuhi persyaratan diet sekaligus meningkatkan struktur dukungan masyarakat dan memajukan literasi kesehatan untuk mendamaikan kesenjangan antara status kesehatan objektif dan kesejahteraan subjektif
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Organik dan Anorganik Di Sekolah Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Di SMAN 2 Narmada
Permasalahan limbah organic dan anorganik telah menjadi isu lingkungan yang semakin mendesak salah satunya di SMAN 2 Narmada. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam memanfaatkan limbah menjadi karya yang bernilai guna sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan yang ada di SMAN 2 Narmada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan kegiatan meliputi perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan dan pameran karya. Hasil ketercapaian dari program ini yaitu meningkatkan kreativitas siswa dan kemampuan bekerja sama dalam tim, menghasilkan karya-karya inovatif yang tidak hanya kreatif tetapi juga fungsional. Program ini juga berhasil mengasah keterampilan praktis mereka dalam mengelola limbah organic dan anorganik
Pendampingan Pemanfaatan Media Canva Sebagai Alat Peraga Bisnis Bagi Industri Usaha Keripik Tempe Desa Lingga Tiga
Perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing melalui strategi promosi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha keripik tempe di Desa Lingga Tiga dalam memanfaatkan media Canva sebagai alat peraga bisnis. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan: pemetaan permasalahan mitra, perancangan pelatihan, dan pendampingan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mendesain materi promosi menggunakan Canva, seperti poster, stiker produk, dan konten digital lainnya. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu menghasilkan desain visual yang menarik secara mandiri. Kesimpulannya, pemanfaatan Canva terbukti efektif sebagai media bantu promosi bagi UMKM, serta mampu mendorong transformasi digital dalam pemasaran produk lokal. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kapasitas SDM dan daya saing usaha keripik tempe di era digita
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Melalui Model Problem-Based Learning (PBL) Dengan Metode Demonstrasi Pada Kelas V SD Negeri 29 Ampenan
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dengan metode demonstrasi di kelas V SD Negeri 29 Ampenan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas V SDN 29 Ampenan tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi, dan wawancara, serta dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Pada pra-siklus, rata-rata nilai siswa sebesar 61,38 dengan ketuntasan klasikal 44,83%. Setelah penerapan model PBL dengan metode demonstrasi, hasil belajar meningkat pada Siklus I dengan rata-rata nilai 71,72 dan ketuntasan klasikal 72,41%. Peningkatan lebih lanjut terjadi pada Siklus II, di mana rata-rata nilai mencapai 91 dengan ketuntasan klasikal sebesar 97%. Selain peningkatan nilai akademik, observasi juga menunjukkan bahwa keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap konsep bunyi dan sifatnya meningkat secara signifikan. Penerapan model Problem-Based Learning (PBL) yang dikombinasikan dengan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran
Pengembangan Media Pembelajaran Teks Eksposisi Berbasis Video Animasi di SMP Negeri 3 Narmada
Persoalan tentang kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas IX SMP Negeri 3 Narmada masih jauh dari harapan. Minat belajar siswa kelas siswa kelas IX SMP Negeri 3 Narmada tergolong rendah dikarenakan oleh salah satunya penggunaan media pembelajaran yang kurang efektif. Oleh karena itu tujuan peneitian ini adalah mengembangankan media pembelajaran yang dirancang untuk bisa meningkatkan kemampuan siswa di dalam menulis teks eksposisi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis), (Design), (Development), (Implementation), (Evaluate) dalam merancang sebuah media pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara, metode kepustakaan/dokumentasi, metode obervasi, metode kuesioner dan metode tes. Analisis data dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif, kegiatan analisis data kualitatif dilakukan secara bersamaan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pada data kuantitatif yaitu, data berupa hasil uji coba media pembelajaran melalui penilaian kuesioner dari validitas ahli, guru Bahasa Indonesia, dan siswa. Hasil penelitian menunjukan penggunaan beberapa metode dalam memperoleh data bisa dikatakan valid, dapat dilihat pada total skor yang diperoleh dari hasil validasi oleh 2 dosen ahli, yaitu pada komponen isi/materi skor yang diperoleh adalah 82, pada komponen bahasa skor yang diperoleh adalah 87,5 , dan pada komponen media skor yang diperoleh adalah 58, dimana skor yang diperoleh dari hasil validasi ahli sudah dinyatakan baik/layak diuji coba dan perlu direvisi. Setelah menggunakan media pembelajaran yang dikembangkan terjadi peningkatan terhadap nilai pretest dengan rerata 57,83 ke nilai posttest dengan rerata 87,66 dengan hasil perbandingan peresentase yaitu 55% termasuk dalam kategori baik/ layak diuji coba dan perlu direvisi
The Correlation between Critical Thinking Skills and Argumentation Skills of Biology Students: A Study across RQA, ADI, WE-ARe, and Conventional Learning
The research explores the correlation between critical thinking skills and argumentation skills are still rarely found, especially in Biology lectures. Building an argument is actually a representation of students’ critical thinking skills and cognitive structure. This study investigates the correlation between critical thinking skills and argumentation skills among biology students exposed to RQA, ADI, WE-ARe, and conventional teaching strategies. The samples of this research were Biology education students in the fourth semester undergoing Animal Physiology. The data were analyzed by using regression analysis. Using regression analysis, significant correlation was only found in the ADI group (R² = 0.192, p < 0.05). These findings underscore the importance of using inquiry-driven models to enhance students' reasoning abilities. The results of this research are most likely affected by the students’ academic abilit
Penerapan Pendekatan STEM Dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Sekolah Dasar
Science process skills are one of the important skills that students must have. This is because it can improve students' basic competencies, which include the formation of scientific attitudes, as well as their ability to solve problems. The STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) approach is considered capable of encouraging students to improve these skills and solve problems in an integrated manner from an early age. This is because STEM is an approach that integrates science, technology, engineering and mathematics into one learning process, so that it will focus students on solving problems related to everyday life. The purpose of this article is to examine how the application of the STEM approach improves students' science process skills. The method used in this article is a systematic literature review. Literature reviews are carried out by analyzing various references related to the research topic. Data collection was carried out by following the PRISMA guidelines sourced from two databases, namely Google Scholar and Scopus, with a time span of 2015–2024 through the assistance of the Publish or Perish 8 (PoP) application. A total of 15 articles were obtained which were used as research data that were analyzed. The results of this study concluded that the application of the STEM approach can improve students' science process skills positively. Furthermore, teachers must be able to improve their skills in applying this STEM approach in teaching and learning activities in the classroom.Keterampilan proses sains adalah salah satu keterampilan pentig yang harus dimiliki oleh siswa selama pembelajaran IPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pendekatan STEM dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan literatur riview atau studi pustaka. Literatur riview ini dilakukan dengan meninjau berbagai referensi baik dari buku atau artikel yang berkaitan dengan topik penelitian. Penelitian ini menggunakan sumber dari berbagai jurnal internasional dan nasional, termasuk pengindeks DOAJ, Garuda, dan Google Scholar. Penenliti juga menggunakan bantuan Software publish or perish (POP) untuk memperoleh referensi. Penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa pembelajaran STEM dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses sains di sekolah dasar
Organoleptic Characteristics and Nutritional Content of Instant Baby Porridge Made from the West Sulawesi Local Cultivar of Foxtail Millet (Setaria italica L.)
Instant baby porridge is a popular complementary food due to its convenience. Typically made from rice flour, alternatives like Foxtail Millet (Setaria italica) offer higher levels of protein, calcium, and phosphorus. This study analyzes the organoleptic characteristics and nutritional content of instant baby porridge made from Foxtail Millet, aiming to offer a nutritious alternative to rice-based products for breastfed infants. Two formulations were tested: F1 (60% Foxtail Millet, 20% chicken, 20% corn) and F2 (60% Foxtail Millet, 20% anchovy, 20% mung bean). Organoleptic tests showed F1 to be the most preferred formulation. Nutritional analysis of F1 revealed 8.50% moisture, 3.37% ash, 14.63% protein, 2.84% fat, 71.51% carbohydrate, 62.2% digestible carbohydrates, and 9.31% crude fiber. The study found Foxtail Millet-based porridge to be a promising alternative to rice, providing better nutritional value. Furthermore, the utilization of local Foxtail Millet contributes to food diversification and strengthens local food security in Indonesia by harnessing an underutilized, nutrient-rich resource. This research highlights the potential of Foxtail Millet to support both infant nutrition and local food resilience