Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (Science Education Graduate Program University of Mataram)
Not a member yet
7130 research outputs found
Sort by
PenyuluhanTentang Peran Krusial Mikrobium bagi Kesehatan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar mikrobiom dan perannya bagi kesehatan kepada mahasiswa PG-PAUD semester 2 FKIP Universitas mataram. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan interaktif yang mencakup pretest, ceramah, diskusi, dan posttest. Instrumen yang digunakan adalah angket ya/tidak sebanyak 15 butir untuk mengukur tingkat pengetahuan awal dan pasca-penyuluhan. Hasil pretest menunjukkan bahwa seluruh peserta belum memiliki pengetahuan dasar tentang mikrobiom. Setelah kegiatan, seluruh peserta menyatakan telah mengetahui semua item yang ditanyakan dalam angket. Ini menunjukkan adanya peningkatan tingkat kesadaran pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu secara menyeluruh. Meskipun bukan merupakan pengukuran pemahaman konseptual mendalam, hasil ini mengindikasikan bahwa penyuluhan berhasil menyampaikan informasi baru secara efektif dan menarik. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyebarkan informasi ilmiah mengenai mikrobiom yang masih relatif baru dikenal masyarakat umum, terutama bagi calon guru PAUD yang akan berperan penting dalam membentuk pola makan dan kesehatan anak usia dini. Diharapkan kegiatan serupa dapat diperluas kepada kelompok masyarakat lainnya
Peningkatan Keterampilan mahasiswa Melalui Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Dalam Bentuk Magang Penyamakan Kulit
Kegiatan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) dalam bentuk magang penyamakan kulit bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bidang penyamakan kulit dan untuk menumbuhkan semangat jiwa wirausaha dengan mengoptimalkan pemanfaat hasil samping pemotongan sapi berupa kulit. Magang MBKM dilaksanakan mulai dari tanggal 8 Agustus 2024 sampai dengan 6 Desember 2024 yang bertempat di PT. Garut Makmur Perkasa, Jawa Barat. Metode pelaksanaan magang: Magang dilakukan melalui beberapa pendekatan antara lain: wawancara, pengamatan lapangan dan diskusi. Bentuk kegiatan secara keseluruhan dari program magang terdiri atas: persiapan program, menjalin kerjasama antara Fakultas Peternakan Universitas Mataram dengan PT. Garut Makmur Perkasa Jawa Barat. Pelaksanaan program magang melibatkan 2 orang dosen sebagai pembimbing dan 2 orang karyawan PT. Garut Makmur Perkasa Jawa Barat sebagai inumerator, melakukan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan magang: peserta magang memahami profil perusahaan, mengetahui sejarah singkat perusahaan termasuk visi dan misi perusahaan, mengenal fasilitas perusahaan, dan peserta magang dapat mengetahui proses penyamakan kulit mulai dari penyediaan bahan baku sampai menjadi kulit samak dan siap untuk dipasarkan. Kesimpulan: Proses penyamakan kulit adalah transformasi kulit mentah menjadi kulit tersamak yang stabil dan tahan lama, serta siap untuk berbagai aplikasi produk. Proses ini melibatkan serangkaian tahapan, termasuk pra-penyamakan (soaking, liming, deliming, bating, dan pickling), penyamakan (menggunakan bahan nabati atau mineral seperti krom), dan finishing untuk meningkatkan kualitas dan penampilan kulit. 
Penggunaan Alat Peraga Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Virus Di SMA Negeri 4 Praya
Pembelajaran yang efektif membutuhkan metode yang inovatif agar siswa dapat memahami materi dengan lebih baik. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pemanfaatan penggunaan alat peraga tiga dimensi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penggunaan alat peraga tiga dimensi hasil belajar siswa pada materi virus di SMA Negeri 4 Praya. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan Desain penelitian yang digunakan Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian siswa kelas X.A dan X.B di SMAN 4 Praya dengan jumlah sampel sebanyak 74 siswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan observasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, kelas X.A sebagai kelas eksperimen dan kelas X.B sebagai kelas kontrol. Analisis data menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas serta uji hipotesis menggunakan uji statistik non parametrik yaitu uji Anacova dengan bantuan aplikasi SPSS 25 for windows. Uji anacova menunjukan nilai Sig. =(0,675), < α (0,05). sehingga hasil penelitian ini menyimpulkan penggunaan alat peraga tiga dimensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi virus di SMA Negeri 4 Praya secara signifikan.
Pengaruh LKPD Berbasis Model Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Biologi dan Kecenderungan Berpikir Kritis Siswa SMA Negeri 2 Mataram
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar biologi dan kecenderungan berpikir kritis siswa kelas XI Sains di SMA Negeri 2 Mataram. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian melibatkan empat kelas, yaitu XI Sains 5, XI Sains 6, XI Sains 7, dan XI Sains 8, dengan jumlah total 114 siswa. Dua kelas eksperimen menggunakan LKPD berbasis PjBL dan dua kelas kontrol menggunakan LKPD berbasis Discovery Learning. Masing-masing kelompok terdiri dari 72 siswa. Instrumen penelitian meliputi soal pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar dan angket untuk mengukur kecenderungan berpikir kritis. Instrumen tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar dan kecenderungan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 62,61, sedangkan kelas kontrol sebesar 45,56. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000 yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan LKPD berbasis PjBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa
Analysis of STEM Components and Scientific Literacy in the 8th Grade Science Book on Energy Material
This research lays the groundwork for developing an integrated STEM-based science e-module on energy material for Grade VIII students. The study aims to analyze the presence of STEM components—science, technology, engineering, and mathematics—and scientific literacy in Grade VIII science textbooks covering energy topics. Using a qualitative case study approach, the research examines the energy material presented in the Grade VIII science textbook published by the Center for Books, Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. The analysis reveals that the science component dominates the discussion, while technology, engineering, and mathematics are largely absent. Regarding scientific literacy, the textbook presents energy concepts primarily by explaining science as knowledge and its applications in society. However, elements related to scientific inquiry, historical contributions, and science as a way of thinking are not integrated into the materia
Problem-Based Learning Model to Increase Students' Science Literacy in Grade V Science Learning on Heat Transfer Topic
This study aims to analyze the influence of the problem-based learning model on students' science literacy in science lessons in class V, especially on heat materials and their transfer. This study focuses on the pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design research design. Data collection is carried out by providing tests consisting of pretest and posttest. Sampling technique through purposive sampling. The research sample amounted to 25 students. The data analysis technique was carried out by N-Gain and T-paired sample t-test. Based on the calculation of the hypothesis test using the t-test, it indicates that there is a significant difference between the pretest and the posttest. This can be seen from the significance value (p) = 0.000 (p < 0.05) so that the H0 hypothesis is rejected. This illustrates that the implementation of the problem-based learning model has a positive influence on students' science literacy in science lessons. Furthermore, based on the average N-Gain value of 0.5241 located in the medium group, this result indicates that the implementation of problem-based learning model is effective in improving students' science literacy in science lessons. Thus, it is concluded that the problem-based learning model has positive influence on students' science literacy. This study will contribute to the development of effective learning strategies to optimize students' science literacy and provide recommendations for educators in the application of the problem-based learning model in elementary schools
Correlation between Average Microplastic Abundance and Water Quality Parameters in Sendang Biru Waters, Malang Regency
This research explores the correlation between microplastic abundance and water quality parameters in Sendang Biru Waters, Malang Regency, focusing on two sampling locations: TPI Kondang Buntung and TNI Naval Post. Water samples were collected and analyzed for microplastics using Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR) to identify various polymer types. Statistical methods, including Spearman's correlation and Kruskal-Wallis tests, were employed to assess the relationship between microplastic presence and water quality indicators such as pH, dissolved oxygen (DO), total suspended solids (TSS), and biological oxygen demand (BOD). The results show significant correlations between microplastic abundance and water quality parameters. The correlation coefficient for pH was -0.823 (p < 0.05), indicating an inverse relationship between microplastics and pH. For DO, the correlation coefficient was -0.612 (p < 0.05), suggesting that higher microplastic concentrations are associated with lower oxygen levels. TSS showed a correlation coefficient of 0.711 (p < 0.05), indicating a positive relationship. BOD revealed a coefficient of 0.794 (p < 0.05), suggesting higher microplastic abundance corresponds to greater organic pollution. The study highlights the impact of human activities, especially fishing and tourism, on microplastic pollution and its potential effects on marine ecosystems and human health. Additionally, the presence of microplastics in water bodies raises concerns about their role as carriers of toxic pollutants
The Influence of Self-Efficacy on IPAS Literacy Skills Reviewed from Students' Achievement Motivation
IPAS literacy is an essential skill for students to understand and apply natural and social science concepts in daily life. Psychological factors such as self-efficacy and achievement motivation play a crucial role in enhancing students' IPAS literacy skills. This study employs a quantitative approach to investigate the influence of self-efficacy on IPAS literacy skills through achievement motivation among fifth-grade students of Frater Bakti Luhur Elementary School in Makassar for the 2024/2025 academic year. The independent variable in this study is self-efficacy, the intervening variable is achievement motivation, and the dependent variable is IPAS literacy skills. The population consists of all fifth-grade students of Frater Bakti Luhur Elementary School, totaling four classes. One class was designated as the pilot class (36 students), while the remaining three classes served as the research sample, comprising 108 students. Data were collected using a self-efficacy questionnaire, an achievement motivation questionnaire, and an IPAS literacy skills test. This study adopts a causative research design to analyze the relationship between two or more variables, both directly and indirectly. The data analysis technique used is path analysis with a path field model. The analysis results indicate that the IPAS literacy skills and achievement motivation of fifth-grade students are categorized as moderate, while self-efficacy is categorized as low. The path analysis results show that: 1) Self-efficacy has a direct positive and significant influence on students' IPAS literacy skills with a coefficient of 0.142. 2) Achievement motivation has a direct positive and significant influence on students' IPAS literacy skills with a coefficient of 0.145. 3) Self-efficacy has a direct positive and significant influence on students' achievement motivation with a coefficient of 0.358. 4) Self-efficacy has an indirect positive and significant influence on IPAS literacy skills through achievement motivation with a coefficient of 0.016.Penelitian ini adalah penelitian kausatif dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui adanya pengaruh efikasi diri terhadap kemampuan literasi IPAS melalui motivasi berprestasi peserta didik kelas V SD Frater Bakti Luhur Makassar tahun ajaran 2024/2025. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah efikasi diri. Variabel intervening adalah motivasi berprestasi dan variabel terikat adalah kemampuan literasi IPAS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Frater Bakti Luhur Makassar sebanyak 4 kelas. Satu kelas sebagai kelas uji coba (36 orang) dan kelas lainnya sebagai sampel penelitian yang berjumlah 108 peserta didik. Data diperoleh melalui lembar kuesioner efikasi diri, lembar kuesioner motivasi berprestasi, dan lembar tes kemampuan literasi IPAS. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial yakni menggunakan analisis jalur. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa: 1) efikasi diri berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap kemampuan literasi IPAS peserta didik 2) motivasi berprestasi berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap kemampuan literasi IPAS peserta didik, 3) efikasi diri berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap motivasi berprestasi peserta didik, dan 4) efikasi diri berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap kemampuan literasi IPAS melalui motivasi berprestasi peserta didik.
 
Development of Biology Teaching Modules on Biodiversity Material Based on Regional Potential to Improve Literacy Skills of Grade X Students of SMA Negeri 1 Tenggarong
The purpose of this study was to determine the analysis of teacher and student needs for teaching modules based on regional potential, module validity, level of practicality, and effectiveness of the module in improving students' literacy skills. This study is a development research. Data were analyzed using qualitative and quantitative methods. Qualitative descriptive analysis was used to analyze data on needs, validity, and practicality of the module, while quantitative analysis was used to test the effectiveness of the module. The results of the needs analysis showed that teachers needed modules that were relevant to the local context, and students needed interesting and easy-to-understand learning media. Expert validation showed that the module had a validity index of 97.73% with a very valid category. The practicality level of the module reached 78% with a practical category. Effectiveness testing using the independent sample t-test produced a sig value. (2-tailed) of 0.000 (<0.05), which shows that the module is effective in improving students' literacy skills. The conclusion of this study is that the regional potential-based teaching module is valid, practical, and effective in improving students' literacy skills in biodiversity material
Dampak Pemanfaatan Media Interaktif Terhadap Peningkatan Hasil Belajar: Meta-Analisis
This study evaluates the impact of interactive media on students' learning outcomes through a meta-analysis approach. A total of 25 relevant studies published between 2019 and 2024 were analyzed using the Restricted Maximum Likelihood (ML) method in a random-effects model. The results show a moderate effect size (Cohen’s d = 0.495) with substantial heterogenety (I² = 89.27%). Publication bias was tested using a funnel plot, Egger’s test, and fail-safe N analysis, confirming the validity of the findings. The results indicate that interactive media significantly enhance student learning outcomes across various educational contexts. These findings suggest that teachers and policymakers should integrate interactive media into science education to foster student engagement and improve learning effectiveness. Future research should explore the long-term impact and optimal implementation strategies for interactive media in diverse learning environments.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media interaktif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Sebanyak 25 penelitian yang relevan ditemukan dengan mencari sumber-sumber otoritatif seperti Scopus dan Google Scholar dengan menggunakan strategi meta-analisis. Dalam model efek acak, meta-analisis dilakukan dengan menggunakan teknik Restricted Maximum Likelihood (ML). Menurut interpretasi Cohen's d, data menunjukkan ukuran dampak rata-rata sebesar 0,495, yang dianggap moderat. Tingkat variabilitas dampak yang tinggi juga ditunjukkan oleh analisis, yang menunjukkan heterogenitas yang besar dengan nilai I² sebesar 89,27%. Dengan menggunakan plot corong bersama dengan Egger's mengevaluasi dan memastikan N mengkonfirmasi bahwa tidak ada bukti adanya pelaporan yang miring dalam data. Secara keseluruhan, statistik memberikan kepercayaan pada premis bahwa kinerja akademik siswa dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan media interaktif, meskipun studi yang berbeda menemukan dampak yang berbeda-beda