UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Portal Journals
Not a member yet
    5715 research outputs found

    Critical Factors in Injector Well Design for Carbon Capture and Storage Campaign in Field “X”

    Full text link
    Indonesia’s total energy supply increased nearly 60% from 2000 to 2021. However, the total energy sector emissions have grown faster than energy demand, more than doubling over the last two decades. In 2021, energy sector emissions were around 600 million tonnes of carbon dioxide (Mt CO₂) – making Indonesia the world’s ninth-largest emitter. Indonesia faces a big challenge with the target to reach net zero emissions by 2060. Carbon capture and storage (CCS) is considered as a potential solution. However, CO₂ injection wells face well integrity issues that may lead to leakage. One of the most common problems in CO₂ injection wells is corrosion. Corrosion may cause damage on the downhole equipment which leads to degradation of the well integrity. Therefore, a thorough material selection should be considered. This study examines critical factors in designing CO₂ injector wells for a CCS campaign in Field "X", a major offshore gas condensate field with a planned injection rate of 160.2 MMSCFD. This study aims to determine suitable casing schemes, tubular material selection, and corrosion analysis for CO₂ injector wells, while evaluating leakage potential based on well barrier concepts. The drilling of “X” field CO₂ injection wells is planned to be executed with an estimated five casing sections consists of 30” conductor casing, 20” surface casing, 13-3/8” intermediate casing, 9-5/8” intermediate liner and 7” production liner. Based on the analysis using ECE (Electronic Corrosion Engineer) software, ISO 15156-3 standard, and the Nippon steel chart, the most suitable tubular materials for the CO₂ injector well is Duplex Stainless Steel SM22Cr or SM25CR

    Rekayasa Kestabilan Lereng Pada Lahan Penambangan Batugamping Di Padukuhan Kalangan, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, D.I.Y.

    Full text link
    Sumber daya mineral yang melimpah khususnya di Padukahan Kalangan, memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui kegiatan penambangan berupa penambangan batugamping. Namun, aktivitas penambangan ini berpotensi mengganggu kestabilan lereng, meningkatkan risiko gerakan massa batuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kestabilan lereng di lokasi penelitian dengan menggunakan metode Janbu yang disederhanakan, melalui perhitungan Faktor Keamanan (FK) menggunakan rocscience slide. Metode penelitian meliputi survei lapangan, pengamatan, serta uji laboratorium. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga lereng yang diteliti (Lereng 1, Lereng 2, dan Lereng 3) memiliki nilai FK masing-masing sebesar 5,534; 25,074; dan 8,077, yang semuanya termasuk dalam kategori lereng stabil menurut klasifikasi Bowles (1989) dan KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Faktor-faktor seperti bobot isi, kohesi, dan sudut geser dalam batuan berkontribusi signifikan terhadap stabilitas lereng. Selain itu, analisis kualitas massa batuan menggunakan sistem pembobotan RMR menunjukkan bahwa ketiga lereng termasuk dalam kelas III (batuan sedang), dengan hasil uji kuat tekan uniaksial yang termasuk ke dalam kategori batuan lemah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengelolaan pada lokasi penelitian

    Analisis Tingkat Pencemaran Airtanah Akibat Limbah Industri Tekstil dengan Metode Indeks Pencemaran di Padukuhan Gejawan Kulon, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Full text link
    Produksi tekstil biasanya dimulai dari pemintalan serat sampai kain jadi (tekstil) dengan melewati beberapa tahap proses yang semuanya berpotensi menghasilkan limbah padat, gas, maupun cair. Pada lokasi penelitian proses produksi tekstil meliputi tahap spining, tahap pemberian obat kanji, desizing, pengecekan kain, dan penggulungan kain. Obat kanji yang digunakan biasanya terdiri dari bubuk maupun lem. Larutan penghilang kanji biasanya langsung dibuang dan mengandung zat kimia, Penghilangan kanji biasanya memberikan BOD paling tinggi dibandingkan dengan proses lain. Pewarnaan dan pembilasan menghasilkan limbah cair yang berwarna dengan COD tinggi. Pada umumnya limbah cair industri tekstil mempunyai warna yang pekat, BOD, temperatur, dan bahan tersuspensi yang tinggi, serta kandungan kimia beracun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tingkat pencemaran akibat limbah industri tekstil di Padukuhan Gewajan Kulon. Beberapa metode yang digunakan yaitu puposive sampling untuk mengambil sampel airtanah, uji laboratorium, dan metode  indeks pencemaran. Sampel yang diambil berjumlah 7 titik sumur dengan parameter uji yaitu TDS, TSS, pH, BOD, COD, Amonia, Fenol, Deterjen, dan Sulfida. Hasil analisis status mutu airtanah didapatkan dengan metode indeks pencemaran termasuk ke dalam klasifikasi tercemar sedang hingga tercemar berat dengan rentang nilai sebesar 6,0843 hingga 10,3306. Parameter yang melebiihi baku mutu yaitu pada semua sampel dengan parameter COD dan TSS, serta Amonia pada satu sampel

    The Study of Sintering Process in Metal Forming

    Full text link
    Powder metallurgy is a technique used to produce metal components through the process of compacting and sintering metal powders. The sintering process involves heating the powder below its melting point, which allows the metal particles to bond together through a diffusion mechanism. This study examines the sintering mechanism, the factors that influence it, and the mechanical properties of the resulting materials. The research methods include a literature review and a literature study to collect information related to the sintering process of powder metal such as Al, Mg, Ti, Cu, Ni and Fe. The results show that sintering temperature and holding time of MMCs,AMCs have a significant effect on particle size that increase mechanical properties such as compressive strength, tensile strength, elastic modulus and density. Thus, a deeper understanding of the sintering process can improve the quality of metal products produced from powder metallurgy.

    Study of the Effect of Penetrant Temperature Variations on Corrosion Sensitivity of 7075 Alumnium material using the Liquid Penetrant Test Method at PT. Dirgantara Indonesia (IAe)

    Full text link
    Non Destructive Test is a testing and analysis method carried out to evaluate and detect differences in characteristics or defects that arise in materials, components, structures or systems without causing damage to the part being tested. Liquid Penetrant Test is a Non-Destructive Test method using Liquid Penetrant containing Fluorescent by utilizing power capillarity which is the ability of the penetrant liquid to enter the gap discontinuity and developer work to lift the liquid back up which penetrates into cracks so that defects and corrosion can be detected. The purpose of this test is to determine discontinuities in the fabricated material by using 3 variations of penetrant temperature 5℃, 10℃ - 38℃, and 75℃ using 2 pieces of 7075 Aluminum material. Experiments carried out at normal temperatures (10℃-38℃) show clear indications of the material. while experiments using temperatures of 5℃ and 75℃ will make the indication on the material unclear (false indication) due to various factors such as viscosity, dwell time, penetration, developing.

    Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Batik Giriloyo Padukuhan Karangkulon Kalurahan Wukirsari Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pemberdayaan masyarakat di Kampung Batik Giriloyo, Padukuhan Karangkulon, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatakan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari informan kunci informan utama serta informan pendukung. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses pemberdayaan di Kampung Batik Giriloyo melalui proses penyadaran bersifat kognitif, kepercayaan, dan pemulihan berhasil menumbuhkan kesadaran masyarakat. Terjadi perubahan pola pikir, pengetahuan, dan keterampilan pengrajin batik melalui upaya pengkapasitasan kelembagaan dan pengkapasitasan usaha. Pemberian daya dilakukan dengan sepenuhnya menyerahkan pengelolaan Kampung Batik Giriloyo kepada pengurus

    Studi Sistem Tumpangsari Budidaya Jagung Manis (Zea mays Saccharata) Varietas Bonanza dan Lima Aksesi Kacang Bambara (Vigna subterranea)

    Full text link
    Sweet corn (Zea mays Saccharata Strut) and bambara groundnut (Vigna subterranea (L.) Verdc) are very likely to be intercropped, because bambara groundnut are legumes that function to fix nitrogen from the free air which is beneficial for sweet corn plants. This study aimed to determine the growth and productivity responses of corn plants and 5 accessions of bambara beans in an intercropping system. The study was conducted in Sariharjo village, Ngaglik, Sleman, in July-October 2024. The experimental design used was a split-plot Randomized Block Design (RBD) with two factors with 3 replications. The main factor is the number of corn seeds per hole with 2 levels (1 seed per hole and 2 seeds per hole), and the sub factor is the type of bambara groundnut accession. The sub-factors consisted of 6 levels, namely the intercropping system of corn and 5 accessions of bambara groundnut: Bogor, Sukabumi, Sumedang brown, Madura and Gresik accessions and monoculture of corn plants, so that there were 36 experimental units. The results of this study concluded that the intercropping cultivation system of sweet corn with bambara groundnut significantly increased plant height, while the intercropping of sweet corn and bambara groundnut of Madura and Gresik accessions significantly increased the weight of sweet corn cobs. In all variables, Madura and Gresik accessions showed no significant differences. Sweet corn with 2 plants per planting hole is less efficient in producing corn cobs and has a negative impact on number of leaves and flowering age  of bambara groundnut

    Kajian Neraca Air dan Estimasi Potensi Air Tambang Pit Nusa, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh

    Full text link
    Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Penelitian dilakukan melalui pendekatan hidrologi dan hidrogeologi dengan mempertimbangkan komponen utama neraca air, yaitu presipitasi (P), evapotranspirasi (ET), infiltrasi (Inf.), dan limpasan permukaan (Runoff). Presipitasi dihitung berdasarkan nilai intensitas hujan rencana dengan metode Gumbel. Evapotranspirasi dihitung menggunakan metode Thornthwaite dengan koreksi lintang 5° LU. Perhitungan infiltrasi dilakukan berdasarkan konduktivitas hidrolik batuan rata-rata (K= 2,608×10⁻⁷ m/s) yang diperoleh dari pengujian konduktivitas hidrolik di lapangan. Debit limpasan dianalisis dan dihitung menggunakan rumus rasional berdasarkan rasio sebesar 70,325% terhadap nilai presipitasi,. Hasil kajian menunjukkan rasio neraca air P : ET : Inf. : Runoff = 100% : 17,82% : 11,86% : 70,32% untuk daerah tangkapan 1 km². Estimasi debit air tambang harian mencapai 22.271,82 m³/hari dari limpasan dan 1.181,64 m³/hari (Pit bagian Utara ) serta 886,22 m³/hari (Pit bagian Selatan ) dari air tanah. Secara kumulatif, potensi air tambang dari air limpasan tahunan mencapai 267.261,84 m³/tahun untuk tiap 1 km2 daerah tangkapan hujan. Potensi rembesan air tanah yang berasal dari batuan yang terekspos selama kegiatan penambangan adalah sebesar 212.694,625 m³/tahun untuk tiap 1 km lebar bukaan tambang. Potensi air tanah untuk Pit bagian Utara sebesar 425.389,25 m³/tahun dan Pit Bagian Selatan 319.041,94 m³/tahun.Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Penelitian dilakukan melalui pendekatan hidrologi dan hidrogeologi dengan mempertimbangkan komponen utama neraca air, yaitu presipitasi (P), evapotranspirasi (ET), infiltrasi (Inf.), dan limpasan permukaan (Runoff). Presipitasi dihitung berdasarkan nilai intensitas hujan rencana dengan metode Gumbel. Evapotranspirasi dihitung menggunakan metode Thornthwaite dengan koreksi lintang 5° LU. Perhitungan infiltrasi dilakukan berdasarkan konduktivitas hidrolik batuan rata-rata (K= 2,608×10⁻⁷ m/s) yang diperoleh dari pengujian konduktivitas hidrolik di lapangan. Debit limpasan dianalisis dan dihitung menggunakan rumus rasional berdasarkan rasio sebesar 70,325% terhadap nilai presipitasi,. Hasil kajian menunjukkan rasio neraca air P : ET : Inf. : Runoff = 100% : 17,82% : 11,86% : 70,32% untuk daerah tangkapan 1 km². Estimasi debit air tambang harian mencapai 22.271,82 m³/hari dari limpasan dan 1.181,64 m³/hari (Pit bagian Utara ) serta 886,22 m³/hari (Pit bagian Selatan ) dari air tanah. Secara kumulatif, potensi air tambang dari air limpasan tahunan mencapai 267.261,84 m³/tahun untuk tiap 1 km2 daerah tangkapan hujan. Potensi rembesan air tanah yang berasal dari batuan yang terekspos selama kegiatan penambangan adalah sebesar 212.694,625 m³/tahun untuk tiap 1 km lebar bukaan tambang. Potensi air tanah untuk Pit bagian Utara sebesar 425.389,25 m³/tahun dan Pit Bagian Selatan 319.041,94 m³/tahun

    Pengaruh Penambangan Pasir terhadap Kualitas Air Sungai Progo

    Full text link
    Kegiatan penambangan, terutama yang dilakukan secara terbuka dan berdekatan dengan badan sungai, berpotensi memberikan tekanan terhadap kondisi kualitas air yang menjadi penopang berbagai sektor kehidupan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas penambangan batupasir terhadap kualitas air Sungai Progo di wilayah Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan di lima titik yang mewakili daerah hulu, tengah, dan hilir sungai di sekitar lokasi tambang aktif. Parameter yang dianalisis meliputi pH, suhu, Total Suspended Solids (TSS), kandungan besi (Fe), dan mangan (Mn). Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa nilai pH dan suhu masih berada dalam ambang batas baku mutu air kelas II sesuai PP No. 22 Tahun 2021, namun terjadi deviasi pada parameter TSS, Fe, dan Mn, terutama di titik yang dekat dengan aktivitas tambang. Kenaikan nilai TSS diduga berasal dari proses pengerukan dasar sungai dan pencucian material tambang, sementara logam terlarut berasal dari gangguan lapisan tanah dan batuan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa penambangan batupasir tanpa pengelolaan lingkungan yang baik dapat menurunkan kualitas air sungai. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian lingkungan seperti pembangunan kolam sedimentasi, pelestarian vegetasi bantaran, serta penerapan praktik pertambangan yang ramah lingkungan guna menjaga keberlanjutan fungsi Sungai Progo sebagai sumberdaya kelas air I

    Generative AIs in Detecting Mpox Related Misinformation: ChatGPT and Gemini

    Full text link
    This study investigates the performance of two generative AI systems, ChatGPT and Gemini, in detecting Mpox-related misinformation. As the Mpox outbreak in recent times led to widespread dissemination of both accurate and false information, particularly on social media platforms, the potential of AI in combating health misinformation has gained attention. The research presented ten commonly circulated pieces of Mpox misinformation to both AI systems, evaluating their responses against fact-checks and public health databases. Results demonstrated that both ChatGPT and Gemini performed admirably in identifying false information and providing accurate data about Mpox. Their responses aligned closely with authoritative sources such as the World Health Organization and Centers for Disease Control and Prevention. The study\u27s findings suggest that these AI tools could be valuable assets in combating the spread of misinformation during disease outbreaks. However, the researchers emphasize that AI systems should not be considered infallible and should be used in conjunction with human expertise and authoritative sources. The performance of ChatGPT and Gemini in this context aligns with broader trends of generative AI platforms showing potential across various fields, including science and medicine. While promising, the study calls for further research to fully realize the potential of AI chatbots in addressing health misinformation, including investigations into practical applications such as integrating AI systems into public health communication strategies or developing AI-assisted fact-checking tools for social media platforms

    4,831

    full texts

    5,715

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Portal Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇