Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
Transformasi kompetensi Guru SMK dengan land development autodesk civil 3D
Tridharma Perguruan Tinggi meliputi pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, dan riset. Salah satu kewajiban utamanya adalah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), berupa gotong royong, pelatihan, pendampingan, advokasi, dan sosialisasi. Kurikulum 2013, yang terus diperbaiki, mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga mengalami penyempurnaan Kurikulum 2013, yang berimplikasi pada perubahan materi ajar. Dalam hal ini, kompetensi keahlian Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) membutuhkan penguasaan materi ajar baru. Teknologi Autodesk Civil 3D, yang digunakan untuk desain teknik, menjadi penting untuk diajarkan. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan Civil 3D kepada guru-guru SMKN 1 Gunungsari guna meningkatkan kompetensi mereka dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan yang relevan dengan industri. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, partisipasi dan kolaborasi dengan mitra industri, pendekatan partisipatif dalam proyek nyata, serta pelatihan yang mencakup presentasi, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi guru, dengan capaian rata-rata 82% meningkat 57% dari sebelumnya. Dengan mengintegrasikan pembelajaran Civil 3D ke dalam metode pembelajaran tefa memberikan penerapan yang lebih nyata dalam proses pembelajaran sehingga lulusan SMKN 1 Gunungsari memiliki daya saing tinggi di dunia kerja
Keefektifan pijat kaki dan terapi rendam air hangat terhadap edema kaki ibu hamil trimester III
Perubahan fisik pada masa kehamilan salah satunya yaitu terjadi edema pada kaki. Desa Kertasari Kecamatan Kertasari tahun 2022 ditemukan 60,3% ibu hamil trimester III yang mengalami pembengkakan kaki fisiologis. Penatalaksanaan pada kaki dengan edema fisiologis salah satunya dengan cara pijat kaki, dan hidroterapi atau rendam kaki di air hangat. Tujuan penelitian ini mengetahui efektifitas pijat kaki dan therapi rendam air hangat terhadap edema kaki ibu hamil trimester III di BPM I Cimone Cibodas Kota Tangerang tahun 2024. Metodenya adalah pre experimental designs dengan rancangan one grup pretest-posttest. Sampel adalah ibu hamil trimester III yang mengalami edema kaki sebanyak 31 sampel dengan teknik total sampling. Analisis bivariat menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian univariat rata-rata edema kaki ibu hamil trimester III sebelum diberikan pijat kaki dan rendam kaki dengan air hangat adalah 4,97 dan sesudahnya adalah 2,74. Hasil penelitian bivariat didapatkan nilai p value = 0,000. Adanya efektivitas pijat kaki dan therapi rendam air hangat terhadap edema kaki ibu hamil trimester III. Diharapkan tenaga kesehatan dalam menangani edema fisiologis pada ibu hamil trimester III diharapkan agar dapat melakukan asuhan kebidanan secara komplementer salah satu diantaranya dengan melakukan pijat kaki dan melakukan rendaman air hangat untuk mengurangi edema fisiologis
Penerapan program latihan dan edukasi postur guna mengatasi keluhan nyeri leher dan meningkatkan produktivitas pembatik
Pekerjaan yang dilakukan manusia beresiko menyebabkan munculnya keluhan pada fisik (muskuloskeletal). Pekerjaan membatik yang dengan posisi dan postur yang kurang ergonomis serta dalam durasi yang panjang, memicu munculnya keluhan pada leher. Dampak dari keluhan ini tentunya menurunkan kemampuan fungsional serta mengganggu produktifitas para pembatik. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman serta menurunkan keluhan fisik/muskuloskeletal pada pembatik dan meningkatkan produktivitas pekerja. Metode yang digunakan untuk menilai resiko terhadap sikap kerja menggunakan Rapid Entry Body Assestment (REBA) sedangkan untuk keluhan nyeri digunakan Visual Analogue Scale (VAS). Program yang diberikan berupa latihan stretching dengan tehnik Integrated Neuromuscular Inhibition Technique (INIT) serta edukasi terkait posisi ergonomis. Pelaksanaan program dilakukan sejak Maret hingga Mei 2024. Lokasi kegiatan bertempat di Kampung Batik Laweyan Surakarta dengan jumlah responden adalah 34 orang. Pekerja dalam industri batik terbagi dalam beberapa jenis pekerjaan yang memiliki tingkat resiko keluhan muskuloskeletal yang berbeda. Informasi secara masif berupa simulasi secara langsung terkait gerakan stretching dan pemasangan terkait poster informasi latihan. Pemberian program yang dipantau selama 2 pekan didapatkan peningkatan pemahaman para pekerja terhadap posisi yang baik dan cara mengatasi keluhan terkait nyeri leher dengan tehnik yang diajarkan. Kegiatan pemberian program fisioterapi secara komprehensif berupa teknik latihan, terapi manual, dan edukasi terkait posisi ergonomis dalam bekerja, terbukti dapat menurunkan resiko munculnya keluhan pada tubuh dan juga menurunkan tingkat nyeri
Peningkatan pengetahuan akuntansi untuk usaha kecil pedesaan
Usaha kecil di pedesaan sering menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola keuangan mereka secara efektif. Salah satu kendala utama adalah kurangnya pengetahuan akuntansi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akuntansi bagi pelaku usaha kecil di pedesaan melalui program pelatihan yang terstruktur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei awal untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan akuntansi, pelatihan berbasis modul, dan evaluasi pasca pelatihan untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang prinsip-prinsip dasar akuntansi, pengelolaan laporan keuangan, dan pencatatan transaksi. Peningkatan pengetahuan akuntansi ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil dalam membuat keputusan keuangan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, dan pada akhirnya meningkatkan keberlanjutan usaha mereka. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan menerapkan konsep-konsep dasar akuntansi dengan lebih baik dibandingkan sebelum pelatihan. Selain itu, pendampingan yang dilakukan secara berkala juga membantu peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh ke dalam pengelolaan usaha mereka sehari-hari. Peserta melaporkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam mencatat transaksi, membuat laporan keuangan, dan mengambil keputusan finansial yang lebih baik
Peningkatan kesadaran dan keterampilan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di kalangan remaja putri
Kanker payudara adalah salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama karena banyak kasus ditemukan pada stadium lanjut akibat kurangnya pengetahuan dan deteksi dini. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode sederhana yang dapat membantu mendeteksi kanker payudara sejak dini, namun kesadaran dan keterampilan melakukan SADARI masih rendah, terutama di kalangan remaja putri. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswi SMA dalam melakukan SADARI. Program pengabdian ini dilaksanakan pada 20 siswi di SMA Muhammadiyah 2 Pontianak selama 6 bulan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi melalui ceramah, diskusi interaktif, pelatihan dengan metode demonstrasi, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai SADARI setelah mengikuti program ini. Nilai post-test peserta mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan nilai pre-test, yang menunjukkan efektivitas dari metode yang digunakan. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswi dalam melakukan SADARI, yang dapat berkontribusi pada deteksi dini kanker payudara dan penurunan angka kematian akibat penyakit ini. Respon peserta yang positif juga menegaskan pentingnya pendidikan kesehatan sejak dini. Program edukasi SADARI ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswi SMA terkait deteksi dini kanker payudara. Diharapkan, kesadaran yang meningkat ini dapat berkontribusi pada upaya pencegahan dan penanggulangan kanker payudara secara lebih luas
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) SEBAGAI UPAYA PENGUATAN USAHA MINUMAN SARI MAWAR MERAH
UMKM merupakan sektor yang dapat dijadikan sebagai penggerak perekonomian pada suatu daerah dan menjadi salah satu penyumbang PDB terbesar di Indonesia. Salah satu komoditi yang dapat dikembangkan yaitu bunga mawar yang diolah menjadi sari mawar. Pemakaian model bisnis pada pengembangan usaha sari mawar dirasa penting agar proses bisnis dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu model bisnis yang bisa dikembangkan yaitu model BMC dimana model ini dirasa dapat menyederhanakan model bisnis yang rumit sehingga tercipta model usaha baru yang lebih tepat sasaran. Jenis penelitian ini merupakan peneitian deskriptif. Hasil analisis BMC pada usaha minuman Sari Mawar Merah yaitu: Consumen Segmentations, meliputi laki-laki, perempuan, usia remaja hingga lansia yang berasal dari berbagai suku dan daerah serta masyarakat yang sadar terhadap gaya hidup sehat; Value Propositions, antara lain kebaharuan penggunaan bahan baku, tidak menggunakan bahan pengawet buatan, pembuatan produk sesuai dengan permintaan konsumen, kemasan produk dengan botol praktis dan bisa dibawa kemana saja, harga yang lebih murah dari produk pesaing, produk dapat dibeli di toko-toko terdekat dan manfaat produk sebagai anti bakteria; Channels, melalui facebook, instagram, tiktok, aplikasi pesan antar gojek dan grab serta brosur yang dibagikan pada saat mengikuti kegiatan bazar; Costumer Relationships, dengan memberikan discount, bonus pembelian dan harga khusus untuk reseller; Revenue Streams, dengan sistem reseller yang dapat meningkatkan omset penjualan dan menjadi narasumber inspiratif; Key resources, ketersediaan bahan baku, sumberdaya modal yang berasal dari tabungan, perputaran kas dan karyawan kompeten; Key Acivities, meliputi ketersediaan bahan baku, higienitas pengolahan bahan baku, pengemasan produk dan penyimpanan produk serta pemasaran tepat sasaran; Key Partnerships, meliputi pemasok bahan baku dan kemasan serta reseller; Cost Structure, antara lain biaya produksi, biaya tenaga kerja dan biaya overhead
CLOVE FARMING DEVELOPMENT STRATEGY AS AN ECOSYSTEM CONSERVATION AND RESTORATION ACTION IN THE BONGOK FOREST
The function of protected forests in Indonesia is very important to maintain their sustainability as a life support system and protect the water (hydrological) system of the surrounding area for life. The clove planting program in 2022 in an area in the Bongok forest is an example of conservation with an ecosystem conservation and restoration program. The research aims to analyze the internal and external factors that influence clove farming development strategies as conservation and ecosystem restoration actions, as well as describing alternative clove farming development strategies as ecosystem conservation and restoration actions in the Bongok Forest, Jetak Village, Montong District, Tuban Regency. The research uses survey methods (field observations, interviews and literature studies) with quantitative descriptive methods. The determination of respondents was carried out deliberately as many as 5 people consisting of farmer groups and the head of Jetak Village. The data analysis method uses SWOT analysis and space matrix for sustainability analysis. Alternative clove farming strategies based on SWOT matrix analysis are increasing clove productivity, increasing human resource capabilities in developing technology and information, increasing forest conservation and utilization (SO). Meanwhile, the WO (weaknesses opportunities) strategy is to hold regular outreach from the agricultural department and submit proposals to the agricultural department to meet the capital for clove farming. The ST (strength threats) strategy requires mitigating and adapting to weather changes, increasing agricultural extension programs and adding skilled workers in their fields. The next alternative strategy is WT (weaknesses threats) seeking information to increase knowledge in clove farming, equipping agricultural equipment and infrastructure and applying for a loan from the bank with low interest returns. Based on the results of calculating internal and external factors, the alternative strategy using the space matrix is in the first quadrant position, namely the aggressive quadrant which is limited by the X axis and Y axis, both of which have positive values, namely 0.28; 0.54
PERSEPSI DAN TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP KUALITAS BENIH PADI DI LAHAN FOOD ESTATE PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
This study aims to (1) analyze farmers' perceptions of the quality of rice seed assistance in Central Kalimantan food estates. (2) Analyze the level of farmer satisfaction with the quality of rice seed assistance in Central Kalimantan food estates. This research was conducted on farmer groups who obtained new superior variety seeds (VUB) in Belanti Siam Village, Pandih Batu District, Pulang Pisau Regency. Deliberate choice of location (Purposive). The sampling in this study was carried out using the Slovin formula, because there were 12 farmer groups in the population in this study, several samples were taken from each farmer group according to the number of farmers in each group with an error rate of 10%. namely as many as 84 farmers. The method used to answer the first objective is descriptive method through interviews and using a Likert Scale. Then the method used to answer the second objective is the Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) methods. The results showed that farmers' perceptions of the quality of the rice seed assistance showed a score of 6,835 with an index of 67,80% and belonged to the good category. The level of farmer satisfaction with the quality of rice seed assistance from several different attributes. Based on the results of the analysis using the CSI method, farmer satisfaction with the rice seed assistance has an index value of 64.04%. The farmers who received the rice seed assistance in Belanti Siam Village were quite satisfied with the quality of the seeds they obtained
ANALISIS TEGANGAN DAN REGANGAN PADA KAWAT STAINLESS STEEL 304 HASIL PERLAKUAN HARDENING DAN TEMPERING
Currently, the demand for materials, especially metals, is very significant. Iron and steel are inseparable basic needs. However, with diverse needs, the desired mechanical characteristics of a material also vary. These mechanical aspects include hardness, ductility, strength, and toughness. The use of stainless steel is increasing worldwide due to its superior characteristics. One of them is using stainless steel wire. This research aims to identify the tensile strength limit of 304 stainless steel wire with variations in hardening and tempering. The test results show that the unheat treated 304 stainless steel wire has a higher stress value than the heat treated one. The test results show that the stress value in the test object which has undergone heat treatment of hardening at a temperature of 820°C with a holding time of 30 minutes with water cooling and tempering at a temperature of 400°C with a holding time of 20, 30, 40 minutes with air cooling has decreased. This can be compared with raw or untreated specimens which have a stress value of 176.815 kg/mm2. For specimens that underwent the hardening heat treatment process, the stress value decreased to a value of 88.025 kg/mm2. Meanwhile, for test objects that underwent a tempering process, the stress also decreased compared to normal or untreated test objects with stress values for 20 minutes of tempering 87,261 kg/mm2, 30 minutes of tempering 87,261 kg/mm2, and 40 minutes of tempering 87,006 kg/mm2.Saat ini, permintaan akan material, terutama logam, sangat signifikan. Besi dan baja menjadi kebutuhan dasar yang tak terpisahkan. Namun, dengan kebutuhan yang beragam, karakteristik mekanik yang diinginkan dari suatu bahan juga berbeda-beda. Aspek-aspek mekanik ini mencakup kekerasan, keuletan, kekuatan, dan ketangguhan. Penggunaan baja tahan karat semakin meningkat di seluruh dunia karena keunggulan karakteristiknya. Salah satunya adalah penggunakan kawat stainless steel. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi batas kekuatan tarik kawat stainless steel 304 dengan variasi hardening dan tempering. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kawat baja tahan karat 304 yang tidak diperlakukan panas memiliki nilai tegangan yang lebih tinggi daripada yang telah diberi perlakuan panas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tegangan pada benda uji yang telah mengalami perlakuan panas hardening pada suhu 820°C dengan waktu penahanan 30 menit dengan pendinginan air dan tempering pada suhu 400°C dengan waktu penahanan 20, 30, 40 menit dengan pendinginan udara mengalami penurunan. Hal ini dapat dibandingkan dengan spesimen raw atau tanpa perlakuan yang memiliki nilai tegangan 176,815 kg/mm2. Spesimen yang mengalami proses perlakuan panas hardening nilai tegangannya mengalami penurunan dengan nilai 88,025 kg/mm2. Sedangkan pada benda uji yang mengalami proses tempering, tegangannya juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan benda uji normal atau tanpa perlakuan dengan nilai tegangan tempering 20 menit 87.261 kg/mm2, tempering 30 menit 87.261 kg/mm2, dan tempering 40 menit 87.006 kg/mm2
PATTERNS FOR HANDLING EROSION HAZARDS AND LAND CRITICALITY IN THE BAUMATA WATERSHED IN KUPANG DISTRICT
Baumata watershed is located in Kupang district. The land use conditions are mostly forests, paddy fields, with low root depth and play a major role in the process of causing soil damage, accelerating the rate of erosion and increasing the volume of surface runoff. This research examines the current level of erosion hazard in the existing land use of the Baumata Watershed and its area by considering the Regional Spatial Planning (RTRW) of Kupang Regency and its surroundings in the Baumata Watershed. The method used to calculate the rate of erosion is the MUSLE method where the method uses an approach from the surface runoff factor. The data processing uses a Geographic Information System (GIS). The erosion rate watershed is 3,402,685 tons/ha/year with a watershed area of 2,439.35 ha. Land rehabilitation and soil conservation (ARLKT) directions that are appropriate for the conditions of the Baumata watershed are 87 annual crop cultivation areas. 21 % (2,127.42 ha), Seasonal Plant Cultivation Areas 10.67 % (260.38 ha), and Buffer Areas 2.11 % (51.55 ha). The existence of data and information on the magnitude of erosion rates and land criticality in the Baumata watershed in Kupang district can be used to anticipate early landslide disasters in the area.
Keywords: Erosion; Land Criticality; MUSLE; GIS