Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran 3D Augmented Reality berbasis Assemblr Edu Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V
Education in the digital age requires teachers to create creative and modern learning media in line with technological advances. However, teachers at Garatengah Public Elementary School still predominantly use books and two-dimensional images, making it difficult for students to understand abstract IPAS material and reducing their motivation to learn. This study presents a new development in the form of Augmented Reality (AR) learning media based on Assemblr Edu for the IPAS subject in Grade 5 Unit 5 Topic A "How Breathing Helps Me Perform Daily Activities." This interactive and contextual AR technology aims to improve science concept understanding and learning motivation through digitally accessible 3D displays. The study aims to describe the stages of development and test the feasibility and effectiveness of the media. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model and a one-group pretest-posttest design, involving 20 fifth-grade students at Garatengah Public Elementary School. The validation results showed that the media obtained a feasibility score of 91% from media experts and 88% from subject matter experts, both of which were classified as "highly feasible." The effectiveness test using an N-Gain score of 59% showed a category of "quite effective." This research contributes to improving the quality of 21st-century learning through media that is valid, feasible, effective, and replicable for other subjects.
Keywords: Assemblr edu, augmented reality, and earning media.Latar belakang dengan didasarkan pada kenyataan bahwa pendidikan di era digital menuntut guru untuk mengembangkan media pembelajaran yang baru, kreatif dan modern sejalan dengan kemajuan teknologi saat ini. Tujuan penelitian guna diketahuinya tahapan pengembangannya, bermaksud menguji layak dan efektifnya media pembelajaran Augmented Reality berbasis Assemblr Edu pada mata pelajaran IPAS kelas V Unit 5 Topik A “Bagaimana Bernapas Membantuku Melakukan Aktivitas Sehari-hari?”. Kajian ini memakai metode Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE, dengan design one group pretest-posttest. Dilaksanakan kajian ini bertempat di kelas V SD Negeri Garatengah yang berjumlah 20 siswa. Kelayakan media diukur berdasarkan uji validasi oleh ahli media memperoleh persentase 91% sementara dari validator ahli materi memperoleh 88%. Kedua nilai tersebut termasuk kategori “sangat layak”. Uji keefektivan media tersebut menggunakan N-Gain score, persentase yang diperoleh secara keseluruhan dari hasil nilai pretest dan posttest sebesar 59%. Nilai tersebut termasuk rentang 56%-75% dengan kategori “cukup efektif”. Hasil menunjukkan bahwasanya Augmented Reality berbasis Assemblr Edu sebagai media pembelajaran layak dan cukup efektif untuk digunakan pada pembelajaran IPAS kelas V Unit 5 Topik A “Bagaimana Bernapas Membantuku Melakukan Aktivitas Sehari-hari” di SD Negeri Garatenga
Kata kunci: Augmented Reality, Assemblr Edu, IPAS, Media Pembelajara
Literasi pencegahan pernikahan dini pada remaja dengan metode interaktif
Upaya edukasi berbasis pendekatan interaktif dinilai penting untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode edukasi Emo Demo dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pernikahan dini dan kaitannya dengan stunting. Penelitian menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah 47 siswa kelas X di salah satu SMK Kabupaten Jember yang dipilih dengan metode total sampling. Instrumen pengukuran berupa kuesioner dengan 10 soal pilihan ganda yang mencakup aspek pengetahuan dasar stunting, dampak pernikahan dini, dan upaya pencegahannya. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah intervensi. Nilai terendah meningkat dari 50 menjadi 70, nilai tertinggi dari 90 menjadi 100, dan rata-rata skor dari 74,8 menjadi 84,4. Uji Paired Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Sebanyak 27 siswa (56,2%) juga mengalami peningkatan skor pengetahuan pada post-test, sehingga indikator capaian peningkatan minimal 50% terpenuhi
Pengajaran bahasa Inggris dengan fokus pariwisata berkelanjutan menggunakan bahan ajar digital di sekolah dasar
Sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang kelestarian lingkungan dan ekonomi, tetapi juga tentang Pembangunan sumber daya manusia yang bagian dari industri pariwisata di masa depan. Program ini bertujuan untuk membuka wawasan generasi muda (siswa-siswi sekolah dasar) tentang potensi daerah yang besar. Siswa-siswi tidak hanya akan menjadi penerima manfaat dari pariwisata, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif dalam mengembangkan dan menjaga kelestarian ekowisata. Metode dalam kegiatan ini meliputi pengembangan bahan ajar dan pelatihan guru dalam pembelajaran yang inovatif. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan dalam peningkatan mutu pengajaran bahasa Inggris melalui bahan Ajar digital di SDN 2 Kereng Bengkirai memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Kemampuan masyarakat lokal dalam berkomunikasi dengan wisatawan akan meningkatkan pengalaman wisatawan di Kampung Pariwisata Kereng Bengkirai. Peningkatan layanan yang lebih ramah dan komunikatif, wisatawan akan lebih nyaman dan merekomendasikan destinasi ini kepada orang lain, sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah. Dengan keberlanjutan atau pengembangan lebih lanjut program ini akan diperluas ke Sekolah Dasar lain di wilayah pariwisata Kalimantan Tengah dengan penerapan teknologi dan pendekatan digital tambahan serta potensi pariwisata yang khas
Inovasi produk bumbu kaldu kokot Madura dengan penambahan garam kaya mineral
Garam merupakan salah satu komoditas laut utama yang melimpah di Pulau Madura, namun pemanfaatannya sebagai bahan penyedap pada produk pangan lokal, khususnya produk garam kaya mineral, masih sangat terbatas dan belum dioptimalkan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat dalam mengembangkan bumbu kaldu kokot khas Madura berbahan garam kaya mineral sebagai inovasi pangan fungsional. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berupa penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan garam kaya mineral, serta demonstrasi formula bumbu instan, yang disertai diskusi interaktif dan pembagian modul pelatihan. Evaluasi dilakukan melalui kuisioner berbasis skala Likert sebelum dan sesudah intervensi untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu pemahaman dan kemampuan peserta dalam memproduksi bumbu sehat kaldu kokot naik dari 46.9% menjadi 87.14% setelah pelatihan. Kegiatan ini berkontribusi pada upaya pelestarian kuliner tradisional, peningkatan nilai ekonomi garam lokal, serta promosi pola makan sehat melalui diversifikasi produk pangan unggulan. Implikasi jangka panjangnya, program ini membuka peluang pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha berbasis produk inovasi garam kaya mineral di daerah sentra produksi garam Madura
Pemanfaatan mural di media sosial untuk meningkatkan kesadaran terhadap produk kembang goyang
Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mendasar UMKM kembang goyang di Setu Babakan, yakni keterbatasan eksposur produk dan lokasi penjualan yang belum dikenal luas. Upaya promosi yang ada, seperti melalui WhatsApp, terbukti belum mampu memperluas jangkauan pasar secara signifikan. Melalui metode Participatory Action Research (PAR), yaitu pengumpulan informasi melalui partisipasi aktif komunitas. Pendekatan ini diwujudkan lewat wawancara dan diskusi bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta masyarakat produsen kembang goyang. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi secara langsung, yaitu kurang dikenalnya Setu Babakan sebagai Pusat Kembang Goyang.Berdasarkan diskusi dengan Pokdarwis dan masyarakat diputuskan untuk membuat brand logo Pusat Kembang Goyang serta membuat mural yang akan di promosikan melalui Instagram. Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Pusat Kembang Goyang sebagai destinasi kuliner serta pengusaha UMKM Kembang Goyang yang ikut mempromosikan produknya di Instagram yang dibuat. Hasil nyata dari kegiatan ini mencakup pengembangan bentuk branding digital dan fisik, yang terdiri dari: (1) Logo Pusat Kembang Goyang, (2) Mural bertema kembang goyang dan kebudayaan Betawi, dan (3) Akun Instagram "Pusat Kembang Goyang Setu Babakan" sebagai kanal promosi digital utama. Evaluasi dengan menggunakan Enggament Rate menunjukkan kenaikan yang signifikan
Transformasi pembelajaran luar ruang: Penguatan kapasitas guru sekolah dasar berbasis teknologi
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru sekolah dasar dalam perencanaan pembelajaran luar ruang berbasis teknologi. Pembelajaran luar ruang berpotensi meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran luar ruang yang terstruktur dan terintegrasi dengan teknologi. Program dilaksanakan melalui tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 19 guru dari dua sekolah dasar mitra berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan melalui pre–posttest kompetensi guru, observasi implementasi pembelajaran serta penilaian perangkat ajar. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam pengetahuan pembelajaran luar ruang sebesar 23,1%, peningkatan kompetensi perencanaan pembelajaran luar ruang sebesar 28,1%, serta peningkatan kemampuan integrasi teknologi melalui aplikasi Smart Apps Creator (SAC) sebesar 29,5%. Observasi kelas mencatat peningkatan aktivitas belajar siswa sebesar 30%. Selain itu sebagian besar guru yaitu 12 orang (63%) berhasil membuat prototipe aplikasi pembelajaran dan 6 guru (32%) diantaranya telah mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran luar ruang. Program ini menawarkan kebaruan berupa model integrasi SAC dalam pembelajaran luar ruang yang aplikatif dan mudah direplikasi. Implikasinya menunjukkan bahwa penguatan kapasitas guru secara berkelanjutan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran sekolah dasar melalui pemanfaatan lingkungan sekitar dan teknologi sebagai sumber belajar inovatif, dukungan digital
THE EFFECT OF DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON ASSET, AND PRICE EARNING RATIO ON STOCK RETURNS IN CIGARETTE SUB-SECTOR MANUFACTURING COMPANIES LISTED ON THE IDX FOR THE PERIOD 2012-2022
This study aims to analyze the effect of Debt to Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA), and Price Earning Ratio (PER) on stock returns, both partially and simultaneously. The research method used is quantitative with purposive sampling technique on 44 samples, analyzed using multiple linear regression with SPSS 23 software. The results showed that DER (X1) had no significant effect on stock returns (t value < t table (-0.983 > 1.684) and sig value. > 0.05 (0.555 > 0.05)), which indicates that investors focus more on other factors such as earnings stability, dividend policy, and general financial performance rather than the company's debt structure. ROA (X2) has a positive and significant effect on stock returns (t value > t table (2.540 > 1.684) and sig value. < 0.05 (0.015 < 0.05)), reflecting the operational efficiency and the company's ability to generate profits from its assets. PER has a positive and significant effect on stock returns (t value> t table (2.095> 1.684) and sig value. < 0.05 (0.043 < 0.05)), reflecting positive market expectations of future earnings growth. Simultaneously, DER, ROA, and PER have a significant effect on stock returns with the test value of F count> F table (2,840> 2,839) and sig value. <0.05 (0.050 <0.05), with a contribution of 11,4% to the dependent variable
REGIONAL DEVELOPMENT EFFORTS THROUGH ECONOMIC EMPOWERMENT OF THE JABUNG DISTRICT COMMUNITY
This research entitled "Efforts to Develop Regional Through Economic Empowerment of Jabung Subdistrict Community Through Cow's Milk Production" aims to find out how regional development efforts are carried out through economic empowerment in the community. Development is a transformation or change from a certain condition to a better condition. With regard to government social assistance, progress can be defined as work to improve or work on local government assistance. As we may be aware, rural communities cannot be distinguished from underdevelopment, despite the fact that rural communities have a lot of potential.Research conducted by the author who took the object of research on the Agro Niaga Cooperative where the existence of cooperatives greatly affects the economy of local residents. The presence of KAN can be proven by the impact of the creation that can be felt both by the surrounding area and to KAN itself. KAN Jabung is one of the cooperatives that participates in the management of various cooperative in Indonesia, specifically in administration monetary through reserve fund arrangements and advance administration, dairy, horticulture and general stores for individuals. The ability of KAN as an effort to move the regional economy is also highly expected in the progress of the community's economy. His presence should have an option to help the economy. The economy in general favors the lower working class (poor) and cooperatives are seen as something that is ready to fight for the economic needs of the community. as stated in Article 3 of Government Regulation No.25 of 1992 concerning Cooperatives
EFFECT OF IMPLEMENTATION OF MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM ON THE COMMUNITY OF PUTAT LOR VILLAGE, GONDANGLEGI, MALANG REGENCY
The rapid advancement of technology has encouraged the implementation of digital systems within government institutions to create more effective, transparent, and efficient governance. One of the innovations supporting this goal is the development of website-based information systems, which serve as a step toward realizing good governance. However, observations indicate that many village governments in Indonesia still rely on traditional administrative methods, making adaptation to the current digital era challenging. This study employs literature research from various journals related to web-based information systems and aims to examine the impact and effectiveness of web-based public services in Putat Lor Village, Gondanglegi District, Malang Regency. The Putat Lor Village Government has developed a web-based public service system as an innovation initiated by the Population and Civil Registration Service to improve administrative performance and service delivery. The system simplifies community data management, allowing residents to access services without visiting the village office, thus saving time and effort. Despite these advantages, public understanding of this innovation remains limited, highlighting the need for further socialization and education efforts by the local government to ensure optimal utilization of the technology
JOINT VENTURE VS. WHOLLY OWNED SUBSIDIARY: STRATEGIC ADAPTATION OF TOYOTA MOTOR CORPORATION
This study aims to analyze Toyota Motor Corporation's international expansion strategy by comparing two main approaches: Joint Venture (JV) and Wholly Owned Subsidiary (WOS). This comparative case study is conducted in the context of China and the United States, two key markets with distinct institutional and regulatory characteristics. Using a qualitative approach and secondary data analysis, the study finds that Toyota chooses the JV strategy in markets with high regulatory barriers to gain legitimacy and local access, while WOS is used in stable markets to maintain full control and protect innovation. These findings are analyzed through the lens of Transaction Cost Theory and Institutional Theory, which explain that strategic choices are not solely based on internal efficiency but also adaptation to institutional pressures. The results of this study provide theoretical contributions to the study of internationalization strategies and practical implications for multinational companies in designing contextual and sustainable market entry strategies