Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
    3345 research outputs found

    PENENTUAN UANG HANTARAN BERDASARKAN STATUS BORU (ANAK PEREMPUAN) MENURUT ULAMA KAB. LABUHANBATU SELATAN (STUDI KASUS KECAMATAN KOTA PINANG)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pemberian uang hantaran yang ditetapkan berdasarkan status boru (anak perempuan) pada masyarakat Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian ini juga mengkaji alasan mengapa praktik tersebut masih dipertahankan serta bagaimana pandangan ulama Kabupaten Labuhanbatu Selatan terhadap penetapan uang hantaran tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan pendekatan sosiologi hukum (legal sociology approach). Data primer diperoleh melalui wawancara dengan masyarakat Kecamatan Kota Pinang dan ulama Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Kota Pinang masih terikat kepada adat yang sudah turun temurun dilakukan di kalangan masyarakat tersebut. Praktik uang hantaran tersebut ditentukan berdasarkan status boru (anak perempuan), dimana arti boru tersebut adalah urutan anak perempuan berdasarkan kelahiran dalam keluarganya dan tentunya seorang boru yang masih memiliki status gadis. Seperti boru sasada (anak perempuan tunggal), boru panggoaran (anak perempuan pertama), dan boru siapudan (anak perempuan terakhir). Pada dasarnya ulama menegaskan bahwa dalam ketetapan hukumnya uang hantaran berdasarkan status boru (anak perempuan) dilihat dari dua sisi, apabila uang hantaran berdasarkan status boru (anak perempuan) tersebut bertujuan untuk membantu pihak laki-laki dalam melangsungkan sebuah pesta pernikahan maka hukumnya mubah, namun apabila uang hantaran berdasarkan status boru (anak perempuan) tersebut mengakibatkan tingginya angka perzinahan dan kawin lari maka hukumnya menjadi haram.   Keywords: Uang Hantaran, Boru, Pendapat Ulama.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui praktik pemberian uang hantaran yang ditetapkan berdasarkan status boru (anak perempuan) pada masyarakat Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Apa alasan mengapa mereka masih mempraktikkan uang hantaran berdasarkan statu boru (anak perempuan) dan bagaimana pandangan ulama Kabupaten Labuhan Batu Selatan tentang uang hantaran tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris, dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum (legal sociology approach). Sumber data primer diperoleh dengan wawancara terhadap ulama Kabupaten Labuhan Batu Selatan dan masyarakat Kecamatan Kota Pinang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Kota Pinang masih terikat kepada adat yang sudah turun temurun dilakukan di kalangan masyarakat tersebut. Praktik uang hantaran tersebut ditentukan berdasarkan status boru (anak perempuan), dimana arti boru tersebut adalah urutan anak perempuan berdasarkan kelahiran dalam keluarganya dan tentunya seorang boru yang masih memiliki status gadis. Seperti boru sasada (anak perempuan tunggal), boru panggoaran (anak perempuan pertama), dan boru siapudan (anak perempuan terakhir). Pada dasarnya ulama menegaskan bahwa dalam ketetapan hukumnya uang hantaran berdasarkan status boru (anak perempuan) dilihat dari dua sisi, apabila uang hantaran berdasarkan status boru (anak perempuan) tersebut bertujuan untuk membantu pihak laki-laki dalam melangsungkan sebuah pesta pernikahan maka hukumnya mubah, namun apabila uang hantaran berdasarkan status boru (anak perempuan) tersebut mengakibatkan tingginya angka perzinahan dan kawin lari maka hukumnya menjadi haram

    PANDANGAN ULAMA KOTA MEDAN TERHADAP HUKUM PELAKSANAAN LEMPAR BUKET BUNGA PADA WALIMATUL ‘URS DI KOTA MEDAN

    Get PDF
    Kehadiran ulama ditengah-tengah masyarakat muslim memiliki peranan sangat penting. Ulama adalah sosok yang mengetahui dan memahami ilmu pengetahuan yang luas tentang agama Islam, serta pendapatnya dapat dipercaya dan diyakini oleh masyarakat muslim. Sudut pandangnya dibutuhkan untuk menjawab permasalahan umat, apalagi yang bersinggungan dengan syari’at. Seperti, tradisi dalam pernikahan yang berkembang saat ini adalah tradisi lempar buket. Penelitian ini membahas pandangan ulama kota Medan terhadap pelaksanaan lempar buket pada walimatul ‘urs di kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum boleh atau tidak pelaksanaan lempar buket pada walimatul ‘urs. Penelitian ini menggunakan penelitian empiris, yaitu penelitian lapangan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara yang mendalam sebagai penyempurna utama, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dua pandangan hukum, yaitu hukum diperbolehkan dan ditinggalkan/ditiadakan. Dari kedua pandangan hukum tersebut, penelitian ini condong kepada hukum ditinggalkan/ditiadakan. Meskipun pelaksanaan lempar buket pada walimatul ‘urs hanya sebagai suatu hiburan, tetapi secara tegas bahwa antara haq dan bathil tidak bisa dicampuradukan. Hal ini agar tidak menjadi kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Pandangan ini didasarkan bahwa pelaksanaan lempar buket dikhawatirkan mengarah pada perbuatan tasyabbuh, khurafat, mubazir, serta dapat mendatangkan mudarat &nbsp

    Political dynamics behind Ridwan Kamil’s electoral performance in the 2024 Jakarta special region election

    Get PDF
    This research aims to analyze the factors causing Ridwan Kamil's failure in the 2024 Jakarta Special Region (DKJ) Regional Head Election (Pilkada). The research employs a qualitative approach with an explanatory type, gathering data through literature study, media documentation, and in-depth interviews with key political actors, local figures, and Jakarta residents with direct relevance to the political dynamics in Jakarta. The results indicate that Ridwan Kamil’s failure was primarily due to weak political communication strategies, particularly in addressing local concerns, and the lack of strong socio-political networks at the local level. Based on Gabriel Almond’s political communication theory, Ridwan Kamil failed to effectively engage in all three stages of political communication—input, conversion, and output. Additionally, Edward Aspinall’s clientelism theory highlights the necessity of establishing a patron-client network, including support from strategic communities such as The Jakmania. These findings underscore that electoral success in metropolitan areas such as Jakarta demands not only a solid communication strategy but also a profound understanding of the voters’ cultural identity and local sensitivities. This research contributes to the development of political communication studies and offers practical insights for future political campaigns in urban Indonesia, emphasizing the need for adaptive communication strategies and the importance of local socio-political networks

    Psikoedukasi melalui majalah dinding sekolah untuk mendorong kesadaran diri dan perencanaan masa depan siswa

    Get PDF
    Pengabdian ini bertujuan memberikan psikoedukasi kepada siswa SMA/K untuk mendukung pencapaian tugas perkembangan remaja, khususnya dalam membangun orientasi masa depan. Kegiatan berlangsung sepanjang Januari–Desember 2024 di 12 SMA/K/MA almamater mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya yang mengambil mata kuliah Psikologi Pendidikan. Metode terdiri dari delapan tahap yang dikelompokkan ke dalam tiga alur utama: tahap persiapan (integrasi pengajaran-pengabdian, pembekalan mahasiswa, koordinasi sekolah), pelaksanaan (produksi poster tematik, penayangan di majalah dinding, pendampingan siswa), dan evaluasi (monitoring pembaca, refleksi guru, dokumentasi luaran). Hasil menunjukkan 10.232 siswa dan 528 guru mengakses poster sebagai pembaca, dengan data kuantitatif dari survey menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait perencanaan masa depan dan kesehatan mental. Data kuantiatif melalui wawancara dengan perwakilan guru mulai mengadaptasi materi psikoedukatif dalam bimbingan, sementara mahasiswa mengalami peningkatan kompetensi praktik edukatif. Dampak kegiatan meliputi peningkatan kesadaran reflektif siswa, pemberdayaan guru dalam konseling, dan pengalaman riil mahasiswa dalam intervensi berbasis sekolah. Luaran berupa 1 artikel media massa di Buletin Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara, 1 naskah book chapter dan dokumentasi audio visual untuk konten Youtube. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diperluas menggunakan media digital guna menjangkau audiens lebih luas secara berkelanjutan

    Pemberdayaan orang tua dalam edukasi pengelolaan sampah: Dari rumah menuju komunitas berbasis lingkungan

    Get PDF
    Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga di Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, masih rendah, yang ditandai dengan minimnya praktik pemilahan dan pengelolaan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan model integratif pendidikan lingkungan berbasis rumah tangga dan komunitas melalui kolaborasi antara orang tua, lembaga Raudhatul Athfal (RA), dan masyarakat setempat. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan metode mixed methods digunakan dalam tiga tahap: sosialisasi dan pelatihan, pembentukan Kelompok Penggerak Lingkungan (KPL), serta penguatan kelembagaan melalui kemitraan lintas sektor. Hasil intervensi menunjukkan bahwa 65% orang tua mulai menerapkan pemilahan sampah, 14 RA mengelola sampah menjadi alat edukatif dan bank sampah, serta terjadi pengurangan volume sampah ke TPA sebesar 25% dalam periode tiga bulan. Temuan ini memperkuat relevansi teori Social Learning dan Theory of Planned Behavior dalam konteks perubahan perilaku berbasis komunitas. Model yang dikembangkan menunjukkan potensi replikasi di wilayah lain dengan dukungan kebijakan lokal dan penguatan kapasitas kelembagaan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan

    VARIASI BAHASA DAN PEMERTAHANAN BAHASA OLEH LESSOR DI KAWASAN WISATA PELABUHAN RATU

    Get PDF
    This study examines language variation in rental transactions between tourists and boat lessors at Pelabuhan Ratu Beach and explores the maintenance of local languages. Using a qualitative approach with documentation and interview methods, the study found that: (1) lessors adjust their language use according to the tourists' backgrounds, (2) there are differences in language use when interacting with local versus international tourists, and (3) the maintenance of local languages remains strong in daily activities, although it is less dominant in transactional contexts. These findings highlight the importance of linguistic adaptability in tourism services while emphasizing efforts to preserve local languages

    EMASJID, APLIKASI CHATBOT ISLAMI DENGAN METODE RAG (RETRIEVAL-AUGMENTED GENERATION)

    No full text
    The development of a religious chatbot is crucial for fostering good understanding and mitigating potential social conflicts arising from religious misunderstandings. This study introduces the Intelligent Religious Assistant ChatBot, developed using the Retrieval-Augmented Generation (RAG) method within a Large Language Model (LLM). RAG combines information retrieval from authoritative sources integrated into a database with text generation to produce user-specific answers. The application has been fully developed and performance-tested, demonstrating its capability to provide accurate and contextually appropriate answers based on authoritative Islamic references endorsed by major Indonesian Islamic organizations, including Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, and the Indonesian Ulema Council (MUI).Pentingnya pengembangan chatbot keagamaan terletak pada upaya memberikan pemahaman yang benar dan mencegah potensi konflik sosial akibat kesalahan pemahaman agama. Penelitian ini mengembangkan ChatBot Asisten Cerdas menggunakan metode Retrieval-Augmented Generation (RAG) dalam Large Language Model (LLM). RAG mengintegrasikan pengambilan informasi dari sumber otoritatif yang telah dimasukkan ke dalam database serta generasi teks untuk menghasilkan jawaban yang sesuai pertanyaan pengguna. Saat ini aplikasi ChatBot Asisten Cerdas Islami telah selesai dikembangkan, dan juga diuji performanya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi telah dapat menyajikan jawaban dari pertanyaan pengguna dengan benar dan sesuai, serta bersumber dari referensi kitab otoritatif yang telah dimasukkan ke dalam database. Adapun kitab referensi yang dipilih merupakan rekomendasi dari ormas islam besar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta MUI (Majelis Ulama Indonesia)

    PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA MAHATO, TAMBUSAI UTARA, ROKAN HULU, RIAU MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA, PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIAH

    No full text
    Pembangunan infrastruktur desa berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan aksesibilitas masyarakat. Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, menjadi salah satu wilayah yang masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, minimnya partisipasi masyarakat, hingga ketimpangan distribusi pembangunan menunjukkan perlunya kajian lebih mendalam terhadap pelaksanaan pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pembangunan infrastruktur Desa Mahato berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, khususnya Pasal 78, serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Siyasah Dusturiyah (politik ketatanegaraan Islam), yang meliputi keadilan, musyawarah, amanah, dan kesejahteraan umat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan studi kasus, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan aparat desa, tokoh masyarakat, serta analisis dokumen resmi desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian pembangunan infrastruktur di Desa Mahato telah berjalan sesuai ketentuan UU Desa dan mulai mengakomodasi nilai-nilai Siyasah Dusturiyah, seperti musyawarah dan partisipasi masyarakat. Namun, masih ditemukan kendala berupa ketimpangan akses infrastruktur, dominasi kelompok tertentu dalam proses musyawarah, serta keterlambatan realisasi pembangunan akibat kendala anggaran. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai keislaman melalui Siyasah Dusturiyah perlu diperkuat agar pembangunan desa lebih adil, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara merata.   Keywords: Pembangunan Infrastruktur, Undang-Undang, Siyasah DusturiyahPembangunan infrastruktur desa merupakan salah satu pilar penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat aksesibilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal. Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, menjadi salah satu wilayah yang masih menghadapi berbagai kendala dalam pembangunan infrastruktur dasar. Permasalahan seperti keterbatasan anggaran, minimnya partisipasi masyarakat, hingga ketimpangan distribusi pembangunan menunjukkan perlunya kajian lebih mendalam terhadap pelaksanaan pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pembangunan infrastruktur Desa Mahato berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, khususnya Pasal 78, serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Siyasah Dusturiyah (politik ketatanegaraan Islam), yang meliputi keadilan, musyawarah, amanah, dan kesejahteraan umat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan studi kasus, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan aparat desa, tokoh masyarakat, serta analisis dokumen resmi desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian pembangunan infrastruktur di Desa Mahato telah berjalan sesuai ketentuan UU Desa dan mulai mengakomodasi nilai-nilai Siyasah Dusturiyah, seperti musyawarah dan partisipasi masyarakat. Namun, masih ditemukan kendala berupa ketimpangan akses infrastruktur, dominasi kelompok tertentu dalam proses musyawarah, serta keterlambatan realisasi pembangunan akibat kendala anggaran. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai keislaman melalui Siyasah Dusturiyah perlu diperkuat agar pembangunan desa lebih adil, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara merata

    Pengembangan produk olahan ikan patin sebagai inovasi ekonomi kreatif masyarakat

    Get PDF
    Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi pengolahan ikan patin menjadi nugget sebagai solusi untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat. Program Kandidat Sarjana Mengabdi – Tematik (KSM-T) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Islam Malang bertujuan untuk melatih masyarakat dalam pembuatan nugget patin, meningkatkan pengetahuan mengenai manfaat gizi ikan patin, serta memberikan strategi pemasaran produk. Metode yang digunakan meliputi pelatihan praktis pembuatan nugget, penyuluhan gizi ikan patin, serta pelatihan pemasaran produk yang mencakup teknik promosi dan distribusi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa 80% peserta pelatihan berhasil membuat nugget patin dengan kualitas yang memadai, serta menciptakan produk inovatif yang dapat dipasarkan. Dengan adanya inovasi nugget patin, masyarakat tidak hanya mendapatkan sumber pendapatan tambahan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya diversifikasi produk perikanan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal, serta memberikan potensi pengembangan usaha jangka panjang dengan dukungan pelatihan lanjutan dan akses pasar yang lebih luas

    Penerapan IPA berbasis lingkungan untuk meningkatkan kompetensi calon guru SD

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mahasiswa calon guru SD dalam merancang pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Padahal, pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan penting untuk meningkatkan relevansi materi IPA dengan kehidupan siswa serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan eksplorasi selama tiga hari, yang mencakup ceramah interaktif, diskusi, observasi lapangan, penyusunan perangkat ajar, dan microteaching. Pelatihan ini diikuti oleh 40 mahasiswa PGSD semester IV dan VI di Universitas Pasifik Morotai. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan pedagogis, serta penilaian produk RPP dan media. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman konseptual mahasiswa (rata-rata peningkatan 23,5%, p < 0,001). Mahasiswa juga menghasilkan RPP tematik dan media berbasis potensi lokal seperti daun mangrove dan batuan pantai. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk sikap peduli lingkungan dan kesadaran akan pentingnya konteks lokal dalam pembelajaran IPA. Model pelatihan ini berpotensi direplikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik geografis serupa

    3,113

    full texts

    3,345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Islam Malang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇