Jurnal Universitas Islam Malang
Not a member yet
3345 research outputs found
Sort by
LEADERSHIP, WORK DISCIPLINE, AND WORK MOTIVATION AS DETERMINANTS OF JOB SATISFACTION AMONG EMPLOYEES AT THE YOUTH AND SPORTS AGENCY OF SOUTH SUMATRA PROVINCE
This study aims to analyze the influence of leadership, work discipline, and work motivation on employee job satisfaction at the Youth and Sports Office of South Sumatra Province. The independent variables in this study are leadership (X1), work discipline (X2), and work motivation (X3), while the dependent variable is job satisfaction (Y). This study employed a quantitative approach with a survey method. The population consisted of 100 employees at the Youth and Sports Office of South Sumatra Province, all of whom were included as the sample using a saturated sampling technique. Data were analyzed using classical assumption tests, multiple linear regression analysis, F-test, t-test, and coefficient of determination at a 5% significance level. The results indicate that leadership, work discipline, and work motivation simultaneously and partially have a positive and significant effect on employee job satisfaction. This research provides a theoretical contribution to the development of human resource management science, especially in understanding the factors that affect job satisfaction. The practical implication of the study is the need to improve leadership effectiveness, enforce discipline, and strengthen work motivation to create a more productive and conducive work environment in the public sector
IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN NO.2 TAHUN 2015 TENTANG PERLINDUNGAN PEKERJA RUMAH TANGGA STUDI TERHADAP HAK UPAH DAN WAKTU BEKERJA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT) informal di Indonesia, mengevaluasi pelaksanaan permenaker No. 2 Tahun 2015, serta mengkaji bentuk perlindungan yang tersedia apabila terjadi pelanggaran hak PRT. Pasal 1 ayat 3 UUD 1945 menegaskan Indonesia sebagai negara hukum, namun penerapan prinsip negara hukum demokratis belum optimal, dengan banyak pelanggaran HAM, termasuk terhadap PRT. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, konsep dan kasus serta data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan regulasi seperti Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan UU Hak Asasi Manusia belum mengatur secara khusus hak dan kewajiban PRT. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2015 yang bertujuan melindungi PRT dianggap belum efektif dan kurang mengacu pada UU Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, dibutuhkan usaha konkret pemerintah untuk merumuskan undang-undang yang komprehensif dan spesifik demi melindungi hak-hak PRT. Selain itu, penting adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi pekerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil serta memastikan perlindungan optimal terhadap hak-hak PRT. Studi ini menegaskan perlunya perbaikan regulasi dan implementasi agar kesejahteraan serta keadilan sosial bagi PRT dapat tercapai secara nyata.
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Pekerja Rumah Tangga, UU KetenagakerjaanArtikel ini membahas perlindungan hukum bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Indonesia yang masih menghadapi berbagai kendala meskipun sudah ada sejumlah instrumen hukum yang menjamin hak asasi manusia dan keadilan sosial. Pasal 1 ayat 3 UUD 1945 menegaskan Indonesia sebagai negara hukum, namun penerapan prinsip negara hukum demokratis belum optimal, dengan banyak pelanggaran HAM, termasuk terhadap PRT. Permasalahan yang dihadapi mencakup ketidakjelasan upah, perlakuan tidak adil, dan kekerasan, yang menunjukkan bahwa perlindungan hukum saat ini bersifat parsial dan belum menyeluruh. Regulasi seperti Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan UU Hak Asasi Manusia belum mengatur secara khusus hak dan kewajiban PRT. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2015 yang bertujuan melindungi PRT dianggap belum efektif dan kurang mengacu pada UU Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, dibutuhkan usaha konkret pemerintah untuk merumuskan undang-undang yang komprehensif dan spesifik demi melindungi hak-hak PRT. Selain itu, penting adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi pekerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil serta memastikan perlindungan optimal terhadap hak-hak PRT. Studi ini menegaskan perlunya perbaikan regulasi dan implementasi agar kesejahteraan serta keadilan sosial bagi PRT dapat tercapai secara nyata
Who programs the teacher? Rethinking bias and inclusion in AI-powered Indonesian classrooms
Despite the growing use of artificial intelligence (AI) in education, research often emphasizes its efficiency while overlooking its ethical implications, particularly with respect to algorithmic bias and teacher agency. This study aims at examining how junior high school teachers in Lumajang Regency, East Java, Indonesia perceive the bias and inclusivity of AI systems, and their pedagogical agencies when using AI tools in Indonesian EFL classroom settings. A qualitative approach was employed, involving questionnaire responses from 20 teachers and semi-structured interviews with 12 selected participants. The data revealed that while teachers appreciate AI for streamlining lesson planning and content generation, they are also aware of the limitations in its cultural and linguistic representation in AI-generated content. Many participants actively modify AI-generated materials to reflect their students’ local contexts better. However, only a small proportion reported receiving AI training in educational settings, highlighting a significant gap in institutional support. This study is limited by its localized sample and the reliance on self-reported data, which may affect generalizability. Nonetheless, the findings underscore the need for targeted professional development that includes not only technical training but also ethical and cultural competencies. Practically, this research informs policy on teacher preparation for AI integration. Socially, it contributes to more equitable digital education practices by centering the teacher’s role in mediating AI use. Future studies should expand geographically and include student perspectives to develop a more comprehensive understanding of AI’s impact on education
Strategi mewujudukan pesantren mandiri melalui pembuatan sabun pembersih
Pelatihan keterampilan wirausaha di Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an, Semarang, dilakukan sebagai upaya pemberdayaan santri putri melalui produksi produk kimia rumah tangga yang bernilai ekonomi. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang mencakup analisis kebutuhan, praktik produksi, dan evaluasi. Program ini memfokuskan pada pembuatan deterjen cair, sabun softener, dan sabun cuci piring. Produk yang dipilih karena relevansi tinggi dengan kebutuhan harian pesantren serta potensi pasar yang besar. Kebaruan kegiatan terletak pada integrasi aspek edukatif, keterlibatan langsung santri, dan penerapan ilmu kimia secara aplikatif dalam konteks kehidupan pesantren. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman, keterampilan praktis, dan kepercayaan diri santri dalam memproduksi barang secara mandiri. Selain menghasilkan produk siap pakai, program juga menghasilkan modul pelatihan dan mendorong tumbuhnya minat kewirausahaan. Fokus kegiatan lebih pada pencapaian konkret seperti penguasaan teknik produksi dan kemandirian dalam membuat produk, bukan pada proyeksi jangka panjang. Inisiatif ini menawarkan model pengabdian yang adaptif dan relevan bagi pesantren, dengan potensi pengembangan lebih lanjut sesuai kebutuhan lokal
Peningkatan ekonomi dan gizi melalui pemberdayaan perempuan dan komunitas dalam produksi tempe sehat
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berangkat dari rendahnya pemahaman masyarakat tentang manfaat tempe, meskipun tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang kaya gizi dan bernilai ekonomi. Sejak 2023, Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) serta Pusat Penelitian & Pengembangan Tempe (P3T) Unika Atma Jaya bekerja sama dengan Kampung Tempe Ciomas untuk mendorong inovasi pengolahan tempe. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) Ranting Pangkalan Jati dalam memproduksi tempe sehat sekaligus memperluas pengenalan Kampung Tempe Ciomas agar penjualan produknya meningkat. Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa dengan mitra. Workshop interaktif menjadi metode utama, di mana peserta dilibatkan langsung dalam praktik pembuatan tempe, didukung demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta, meliputi mikroba fermentasi, manfaat gizi, hingga sejarah tempe. Analisis deskriptif memperkuat bahwa kegiatan ini efektif dalam menambah wawasan. Luaran program mencakup laporan, dokumentasi video yang dipublikasikan di Instagram Kampung Tempe Ciomas, serta artikel jurnal untuk mendukung keberlanjutan. Dokumentasi ini sekaligus berfungsi sebagai sarana promosi dan edukasi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan memberi dampak positif terhadap peningkatan gizi keluarga dan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan
Pengembangan keterampilan guru dalam pembelajaran ekstrakurikuler tari sebagai media penguatan nilai agama dan akhlak mulia
Artikel ini membahas pengembangan keterampilan guru dalam pembelajaran ekstrakurikuler tari sebagai media penguatan nilai agama dan akhlak mulia. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar teknik tari, tetapi juga sebagai fasilitator pembentukan karakter siswa. Melalui integrasi seni tari dengan nilai-nilai religius, siswa dapat menginternalisasi sikap disiplin, kerja sama, sopan santun, dan rasa syukur kepada Tuhan. Guru memiliki peran yang strategis terkait penguatan nilai agama dan akhlak mulia dalam pembelajaran ekstrakurikuler tari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan seni guru TK sebagai upaya penguatan nilai agama dan akhlak mulia dalam pembelajaran ekstrakurikuler tari. Metode kegiatan yaitu melalui kegiatan pelatihan terhadap guru-guru TK Masyithoh Tlogoadi, Mlati, Sleman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan seni guru TK dilakukan melalui kegiatan pelatihan tari. Adapun materi kegiatan adalah pelatihan membuat konsep gerak, pengintegrasian nilai-nilai agama dan akhlak mulia dalam gerak tari, keterampilan gerak, keterampilan menyesuaikan gerak dengan iringan, penghayatan (ekspresi) dalam melakukan gerak tari dan pengimplementasian materi tari yang memuat nilai-nilai agama dan akhlak mulia dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler. Kesimpulan kegiatan yaitu pengembangan keterampilan tari dilakukan pada guru TK ditindaklanjuti dan dikaitkan terhadap penanaman nilai-nilai spiritual peserta didik
Service quality and consumer satisfaction in a local agrifood café: a case study of Jazz Café, Malang Regency
Consumer satisfaction is an emotional response that arises when expectations toward a product or service are fulfilled; conversely, disappointment emerges when those expectations are not met. Amid the rapid growth of the café or coffee shop industry in Malang City, consumer satisfaction has become an increasingly important aspect to consider. However, many business operators have not yet systematically conducted surveys or evaluations of customer satisfaction regarding the services they provide. As a result, the potential for improving service quality remains underutilized. This study was conducted at Jazz Café, located in Jetak Ngasri, Mulyoagung, Dau District, Malang Regency, East Java. The objective of this research is to measure the level of customer satisfaction and to identify service elements that require improvement to enhance service quality. The study employs the Importance Performance Analysis (IPA) method. Data collection was carried out through the distribution of questionnaires containing 19 attributes to 50 respondents. The data processing stages included an analysis of respondent characteristics and IPA analysis, encompassing the measurement of conformity between performance and customer satisfaction, as well as the mapping of service attributes within a Cartesian diagram. The findings indicate that the overall customer satisfaction level is 89.30%, suggesting that the services have met customer expectations. The attribute with the highest satisfaction level is the ease of the payment process, 102.34%, while the lowest is the availability of supporting facilities, 54.78%. The quadrant analysis reveals that most attributes fall into Quadrants II, III, and IV, indicating that customers are generally satisfied with these attributes. However, there are five attributes located in Quadrant I that require greater attention: employee politeness in treating customers, the availability of supporting facilities, comfort and quantity of seating, product and service quality in relation to price, and the café’s interior design. These attributes are considered important by customers, yet their execution remains suboptimal
STRATEGI IMPLEMENTASI DAURAH ASWAJA SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER KEAGAMAAN MAHASISWA IAIFA: STRATEGI IMPLEMENTASI DAURAH ASWAJA SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER KEAGAMAAN MAHASISWA IAIFA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi implementasi Daurah Aswaja dalam membentuk dan memperkuat karakter keagamaan mahasiswa di Institut Agama Islam Faqih Asy’ari (IAIFA). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagai fondasi ideologis dan moral dalam menghadapi tantangan radikalisme, degradasi akhlak, dan krisis identitas keagamaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan dosen, panitia pelaksana daurah, dan mahasiswa peserta, serta dokumentasi terhadap materi dan kurikulum daurah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi implementasi Daurah Aswaja di IAIFA dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan utama: (1) perencanaan kurikulum daurah berbasis nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah yang kontekstual; (2) pelaksanaan daurah secara intensif dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik ibadah amaliyah Aswaja; dan (3) evaluasi serta tindak lanjut melalui kegiatan mentoring dan pembinaan lanjutan di lingkungan kampus. Implementasi ini terbukti mampu memperkuat karakter keagamaan mahasiswa dalam aspek aqidah, ibadah, tasawuf, serta sikap toleran dan moderat dalam beragama
E-commerce dalam transformasi digital: Menciptakan peluang baru berkelanjutan untuk bisnis modern
Transformasi digital dan perkembangan e-commerce telah menjadi salah satu pilar utama dalam lanskap pemasaran modern. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi cara perusahaan memasarkan produk atau layanan, tetapi juga mengubah secara fundamental bagaimana mereka memahami, membangun, dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan. Akses tanpa batas melalui internet memungkinkan konsumen untuk melakukan riset mendalam, membandingkan berbagai pilihan, dan membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas. Hal ini menuntut perusahaan untuk menyesuaikan strategi pemasaran dengan pendekatan yang lebih responsif, berbasis data, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan. E-commerce sendiri mencakup beragam model bisnis, mulai dari Business to Consumer (B2C) hingga Business to Business (B2B), yang masing-masing menghadirkan peluang unik sekaligus tantangan yang kompleks. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, analitik data, serta kecerdasan buatan memungkinkan terciptanya strategi pemasaran yang lebih personal, relevan, dan efektif. Melalui personalisasi, perusahaan dapat memberikan rekomendasi produk yang sesuai preferensi konsumen, meningkatkan keterlibatan, sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, terdapat pula sejumlah tantangan besar yang harus dihadapi. Perubahan teknologi yang sangat cepat menuntut perusahaan untuk terus berinovasi, sementara persaingan di pasar digital semakin ketat. Perusahaan yang gagal beradaptasi berisiko kehilangan daya saing. Oleh karena itu, kemampuan bertransformasi, berinovasi, serta mengadopsi strategi pemasaran yang kreatif dan adaptif merupakan faktor kunci dalam meraih keberhasilan bisnis di era e-commerce yang dinamis ini
Optimalisasi lahan melalui integrasi usaha tani kelapa dan budidaya lele untuk meningkatkan keberlanjutan dan diversifikasi pendapatan petani
Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan stabilitas ekonomi petani melalui penerapan sistem pertanian terintegrasi antara budidaya kelapa dan ikan lele di Desa Bubuhan, Kabupaten Simeulue. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil produksi kelapa dan belum optimalnya pemanfaatan sumber daya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Community Development, yang dilaksanakan dalam tiga tahap: (1) sosialisasi konsep budidaya terpadu; (2) pendampingan praktik lapangan mencakup integrasi budidaya kelapa dan lele serta pemanfaatan limbah kolam menjadi pupuk organik cair; dan (3) evaluasi partisipatif dan sumatif. Hasil evaluasi partisipatif menunjukkan bahwa pemahaman awal petani terhadap konsep integrasi dan pengolahan limbah masih rendah, namun 95% menyatakan optimisme tinggi terhadap potensi peningkatan pendapatan. Setelah pelaksanaan kegiatan, evaluasi sumatif menunjukkan peningkatan signifikan, sebanyak 87% petani memahami sistem integrasi, 100% mampu memfermentasi limbah lele menjadi POC, dan seluruh peserta termotivasi menerapkan sistem secara mandiri. Selain itu, 80% responden mengakui adanya peluang diversifikasi ekonomi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan semangat kemandirian petani. Implementasi sistem pertanian terintegrasi berbasis sumber daya lokal memiliki kontribusi strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan