Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Sebuah PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENULIS “NOVEL SEMESTA” (ALTERNATIF TERHADAP TINDAKAN PLAGIARISME MELALUI PLATFORM “X” MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014): PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENULIS NOVEL SEMESTA ALTERNATIF
This research aims to identify the elements of plagiarism, analyze the legal protection for alternative universe novel writers who are victims of plagiarism, and find out the legal consequences for the perpetrators and the application of the law in practice. The method used is normative and empirical juridical with doctrinal legal research specifications. Data is collected through literature studies and online platforms, then analyzed narratively. The results of the study show that plagiarism in AU novels can be seen from the similarity of plot, dialogue, characterization, and story structure. Legal protection is regulated in Article 1 of Law No. 28 of 2014 concerning Copyright, including moral rights and economic rights regulated by Article 5 and Article 9, and the term of copyright protection is regulated by Article 58. The author can file civil and criminal lawsuits in accordance with Article 113 of the UUHC. For digital plagiarism, Law No. 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions (UUITE) also provides protection regulated in Article 35. In practice, dispute resolution is more often carried out through non-litigation channels such as mediation and negotiation on digital platforms. In addition, publishers play an important role in helping authors protect their copyrightsPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur plagiarisme, menganalisis perlindungan hukum bagi penulis novel semesta alternatif yang menjadi korban plagiarisme, serta mengetahui konsekuensi hukum bagi pelaku dan penerapan hukum dalam praktiknya. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dan empiris dengan spesifikasi penelitian hukum doktrinal. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan platform online, lalu dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plagiarisme dalam novel AU terlihat dari kesamaan plot, dialog, penokohan, dan struktur cerita. Perlindungan hukum diatur dalam Pasal 1 UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, meliputi hak moral dan hak ekonomi diatur oleh Pasal 5 dan Pasal 9, serta jangka waktu perlindungan hak cipta diatur oleh Pasal 58. Penulis dapat mengajukan gugatan perdata dan pidana sesuai Pasal 113 UUHC. Untuk plagiarisme digital, UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE) juga memberikan perlindungan yang diatur dalam Pasal 35. Dalam praktiknya, penyelesaian sengketa lebih sering dilakukan melalui jalur non-litigasi seperti mediasi dan negosiasi pada platform digital. Selain itu, penerbit berperan penting dalam membantu penulis melindungi hak cipta mereka.
 
D Studi Deskriptif: Karakteristik Perilaku Pencarian Informasi Pengguna Layanan Poli Ortopedi Rumah Sakit Islam Surabaya A. Yani Tahun 2023: Karakteristik Perilaku Pencarian Informasi Pengguna Layanan Poli Ortopedi Rumah Sakit Islam Surabaya A. Yani Tahun 2023
When making decisions about disease screening, prevention, and treatment, seeking health information is essential. Access to and methods of obtaining health information are impacted by digital transformation, including in the orthopedics sector. This study aimed to determine the sources of information used by patients at Surabaya Islamic Hospital (RSI) and how patients choose media related to orthopedic services. This study is a quantitative, descriptive, observational study involving 102 respondents and conducted in June 2024. Primary data were collected through a questionnaire covering 25 questions about treatment choices, media exposure, media satisfaction, and social demographics, which will later be analyzed using Microsoft Excel and SPSS. In this study, most respondents (279 vs. 228) sought orthopedic information through contemporary media. The most common sources of conventional and contemporary media were Instagram (47,1%) and family (55,9%), respectively. Conventional media accounted for the longest media usage duration (≤ 1 hour per day; 69,7% vs 62,0%). Conventional media were used more frequently (76,8% vs 74,2%) - two to four times a day. Conventional media use was more frequent among respondents (57,9% vs 50,9%). Conventional media were found to be more satisfactory in terms of education, ease of interaction, and information search. In conclusion, Contemporary media offers higher satisfaction levels when seeking orthopedic information, despite conventional media being used more frequently. These findings emphasize the importance of considering both forms of media when marketing.Latar Belakang: Perilaku mencari informasi kesehatan penting untuk pengambilan keputusan terkait skrining, pencegahan, dan pengobatan penyakit. Transformasi digital memengaruhi akses dan cara mencari informasi kesehatan, termasuk dalam bidang ortopedi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber informasi yang digunakan pasien dan karakteristik perilaku mereka dalam memilih media informasi terkait pelayanan ortopedi di Rumah Sakit Islam Surabaya. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional-deskriptif dengan desain survei cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan melibatkan 102 responden. Kuesioner mencakup 25 pertanyaan tentang sosio-demografi, paparan media, gratifikasi media, dan keputusan berobat. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS dan Microsoft Excel. Hasil: Mayoritas responden menggunakan media modern untuk mencari informasi ortopedi (279 vs 228). Instagram (47,1%) dan keluarga (55,9%) adalah sumber informasi paling populer untuk media modern dan konvensional. Durasi penggunaan ≤ 1 jam per hari lebih dominan di media konvensional (69,7% vs 62,0%). Frekuensi penggunaan 2-4 kali per hari lebih tinggi pada media konvensional (76,8% vs 74,2%). Responden lebih konsisten menggunakan media konvensional (57,9% vs 50,9%). Tingkat kepuasan tinggi lebih banyak ditemukan pada media konvensional dalam hal pencarian informasi, kemudahan interaksi, dan edukasi. Kesimpulan: Meskipun media modern lebih sering digunakan, media konvensional memberikan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dalam mencari informasi seputar ortopedi
Profile and Clinical Outcome Lateral Condyle Humerus Fracture in Children’s Patients in National Orthopedic Hospital (2022-2024)
The lateral condyle fracture is the second most prevalent elbow fracture in pediatric populations. Fractures of the distal humerus present challenges regarding diagnosis, treatment, and associated complications. This study aimed to describe the demographic characteristics, treatment modalities, and radiologic outcomes of pediatric lateral condyle humerus fractures managed at Prof. Soeharso Hospital between January 2022 to July 2024. This was a descriptive, retrospective study of pediatric patients diagnosed with lateral condylar humerus fractures during the study period. Patients were classified according to sex, age, treatment method, and outcomes. Data were obtained from hospital medical records and analyzed using Microsoft Excel. Between January 2022 and July 2024, 23 pediatric patients were identified, consisting of 15 boys and 8 girls. The majority of patients (n = 12, 52.2%) were aged 6–10 years. Most patients (n = 21) underwent surgical treatment, while two were treated conservatively. All surgical cases were managed with open reduction and internal fixation (ORIF): 20 patients with 2–3 Kirschner wires and one with a screw. Follow-up radiographs at 6–12 months postoperatively showed bone union in 15 patients, malunion in five, and nonunion in one. Among the conservatively treated patients, one developed a malunion and one a nonunion. In conclusion, pediatric patients treated at Prof. Dr. R. Soeharso Orthopaedic Hospital with open reduction and internal fixation achieved satisfactory union rates and remain the preferred technique for managing displaced lateral condyle fractures in children.Latar Belakang: Fraktur kondilus lateral merupakan fraktur siku kedua yang paling sering terjadi pada anak. Fraktur pada humerus distal ini dapat menimbulkan kesulitan dalam hal diagnosis, penanganan, dan komplikasi.
Tujuan: Mendeskripsikan profil pasien anak dengan fraktur kondilus lateral yang ditangani di Rumah Sakit Orthopedi Nasional Prof. Soeharso.
Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif. Pasien anak dengan fraktur kondilus humerus lateral di Prof. Soeharso Hospital antara Januari 2022 hingga Juli 2024 diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, usia, metode penanganan, dan hasil. Semua data dicatat dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel.
Hasil: Dari Januari 2022 hingga Juli 2024, terdapat 23 pasien anak, terdiri dari 15 laki-laki dan 8 perempuan. Mayoritas pasien (n = 12) berusia 6–10 tahun. Sebagian besar pasien (n = 21) menjalani penanganan bedah, sedangkan 2 pasien mendapat perawatan konservatif. Semua kasus bedah dilakukan dengan reduksi terbuka dan fiksasi internal (ORIF): 20 pasien menggunakan 2–3 kawat Kirschner dan 1 pasien menggunakan sekrup. Pemeriksaan radiografi tindak lanjut 6–12 bulan pascaoperasi menunjukkan penyatuan tulang pada sebagian besar kasus, malunion pada 5 kasus, dan nonunion pada 1 kasus.
Kesimpulan: ORIF tetap menjadi pilihan utama, terutama pada fraktur dengan perpindahan. Sebagian besar kasus yang ditangani secara bedah di Prof. Soeharso Hospital mencapai penyatuan tulang
Penetapan Tanah Hak Guna Bangunan Sebagai Objek Penertiban Tanah Terlantar Perspektif Maslahah Mursalah
Tanah merupakan sumber utama dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia mulai dari tempat tinggal hingga kegiatan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Namun, banyak tanah HGB yang sengaja dibiarkan terlantar untuk kepentingan spekulatif, sehingga menghambat fungsi sosial atas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum positif mengenai penetapan tanah HGB sebagai objek penertiban tanah terlantar serta menilai kebijakan tersebut melalui perspektif Maslahah Mursalah. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, menggunakan bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan bahan hukum sekunder berupa literatur hukum agraria serta Maslahah Mursalah, teknik analisis data dilakukan secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan penetapan tanah HGB sebagai objek penertiban tanah terlantar berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Terlantar didasarkan pada kriteria tidak diusahakan, tidak dipergunakan, tidak dimanfaatkan, atau tidak dipelihara, serta tahapan penetapan mulai dari evaluasi, pemberian peringatan, hingga penetapan administratif. Kebijakan ini dibenarkan secara syar’i karena mencegah kemudaratan sosial akibat penelantaran aset produktif dan mendukung Maqashid Syariah untuk menjaga harta (Hifz Al-Mal) dan keberlangsungan hidup masyarakat (Hifz Al-Nafs).Penelitian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan analisis hukum agraria positif dan perspektif Maslahah Mursalah sebagai kerangka normatif-etis dalam menilai kebijakan penertiban tanah terlantar, yang belum banyak dikaji dalam penelitian sebelumnya.
Kata Kunci: Penetapan; Tanah; Hak Guna Bangunan; Terlantar; Maslahah Mursalah
Pengaruh Intensitas Game Online Dan Dinamika Komunikasi Rumah Tangga Pasangan Generasi Z Dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi dalam kehidupan rumah tangga, termasuk pada pasangan suami istri Generasi Z yang memiliki kedekatan tinggi dengan media digital. Salah satu fenomena yang menonjol adalah meningkatnya intensitas penggunaan game online yang berpotensi memengaruhi kualitas komunikasi dan keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas game online dalam kehidupan rumah tangga pasangan Generasi Z, dinamika komunikasi suami istri yang terbentuk, serta relevansinya dengan prinsip-prinsip hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pasangan suami istri Generasi Z yang aktif bermain game online dan didukung oleh studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game online memiliki sifat ambivalen, yaitu berfungsi sebagai sarana hiburan dan etika etika, namun dapat menurunkan kualitas komunikasi etika tidak dikelola secara proporsional. Temuan juga menunjukkan bahwa komunikasi dialogis, kesepakatan bersama, dan pengelolaan waktu menjadi faktor kunci dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Dalam perspektif hukum keluarga Islam, pengelolaan aktivitas digital yang selaras dengan prinsip mu‘asyarah bil ma‘ruf relevan untuk mempertahankan keseimbangan relasi suami istri di era digital.
Kata Kunci: Game Online, Komunikasi Rumah Tangga, Hukum Keluarga Islam
Paradoks Inklusi Digital dan Literasi Syariah pada Investor Ritel Muda di Pasar Modal Indonesia
AbstrakSektor pasar modal syariah di Indonesia menunjukkan eskalasi pertumbuhan investor ritel yang signifikan, terutama dari kelompok generasi muda. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Desember 2024 mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 14.871.306, dengan 79,31% di antaranya berasal dari investor berusia di bawah 40 tahun. Meskipun peningkatan partisipasi investor berlangsung pesat, fenomena tersebut belum diimbangi oleh tingkat literasi keuangan syariah yang memadai. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 menunjukkan bahwa indeks inklusi keuangan syariah masih berada pada level 12,88%, yang mengindikasikan adanya kesenjangan antara kemudahan akses digital dan pemahaman fundamental terhadap prinsip-prinsip keuangan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi keterkaitan antara literasi keuangan syariah, persepsi risiko, dan perilaku investasi investor ritel. Hasil penelitian mengungkapkan adanya paradoks antara tingginya inklusi digital dan rendahnya literasi keuangan syariah, di mana partisipasi investor lebih banyak dipengaruhi oleh dorongan digitalisasi dibandingkan pemahaman mendalam mengenai struktur akad serta strategi mitigasi risiko. Temuan ini menegaskan pentingnya reposisi strategi edukasi dan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada perluasan akses, tetapi juga pada peningkatan kualitas literasi guna mendukung keberlanjutan ekosistem pasar modal syariah yang kredibel.
Kata kunci: pasar modal syariah, literasi keuangan syariah, investor ritel, inklusi digital, perilaku investasi
AbstractThe Islamic capital market in Indonesia shows significants retail investor participation, particularly among younger generations. Central Securities Depository (KSEI) data as of December 2024 records 14,871,306 Single Investor Identifications (SID), with 79.31% aged under 40. Despite the rapid growth in investor participation, this expansion has not been accompanied by an adequate level of Islamic financial literacy. The 2024 National Survey on Financial Literacy and Inclusion (SNLIK) reports that the Islamic financial inclusion index remains relatively low at 12.88%, highlighting a gap between the expansion of digital access and investors’ fundamental understanding of Islamic financial principles. This study employs a descriptive qualitative approach to explore the relationship between Islamic financial literacy, risk perception, and retail investment behavior. The findings reveal a paradox between high digital inclusion and low Islamic financial literacy, whereby investor participation is primarily driven by digitalization enthusiasm rather than a comprehensive understanding of contractual structures and risk mitigation strategies. The study emphasizes the need to reposition educational strategies and policy frameworks by prioritizing the quality of financial literacy to ensure the development of a credible and sustainable Islamic capital market ecosystem.
Keywords: Islamic capital market, Islamic financial literacy, retail investors, digital inclusion, investment behavior
 
Peningkatan Efisiensi Distribusi Air Bersih melalui TirtaDesa: Digitalisasi PAMSIMAS untuk Desa Berkelanjutan
Tata kelola air bersih di BUMDes Berkah Maju Bersama Desa Rempoah menghadapi kendala inefisiensi operasional akibat sistem administrasi manual yang menyebabkan lambatnya proses penagihan dan kerentanan data. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan transformasi digital melalui penerapan sistem Tirta Desa guna meningkatkan akurasi data, efisiensi waktu, dan kompetensi pengelola. Metode pelaksanaan dilakukan selama empat bulan dengan pendekatan partisipatif yang mencakup tahapan sosialisasi, konfigurasi perangkat lunak, migrasi data pelanggan, pelatihan intensif bagi petugas, serta pendampingan teknis berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan migrasi 542 data pelanggan ke dalam sistem digital tanpa kehilangan informasi. Secara kuantitatif, implementasi sistem terbukti memangkas waktu pemrosesan tagihan bulanan secara signifikan dari sembilan jam menjadi 1,5 jam, serta meningkatkan kompetensi enam petugas operasional dengan kenaikan skor evaluasi dari 57,4 menjadi 82,1. Selain itu, tersedianya dashboard berbasis web dan integrasi kode QRCode telah mempermudah pemantauan transaksi secara transparan. Dapat disimpulkan bahwa digitalisasi tata kelola air merupakan solusi efektif untuk optimalisasi layanan BUMDes, di mana keberlanjutan program didukung oleh penyusunan standar operasional prosedur dan rencana pengembangan fitur sinkronisasi data luring
Efektivitas Program “Muslim” Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri dalam Optimalisasi Pengelolaan Zakat
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program “Muslim” Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat. UPZ merupakan perpanjangan tangan BAZNAS dalam menghimpun dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan instansi pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah muzaki dari sekitar 700 menjadi lebih dari 1.200 orang mencerminkan keberhasilan strategi penghimpunan zakat yang sistematis. Dalam aspek pendistribusian, Program “Muslim” yang meliputi Muslim Peduli, Muslim Cerdas, Muslim Sehat, dan Muslim Mandiri telah mengintegrasikan pola bantuan konsumtif dan produktif. Bantuan sosial, beasiswa, dukungan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi melalui modal usaha dan gerobak jualan menunjukkan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik. Meskipun demikian, aspek sosialisasi dan publikasi program masih perlu diperkuat agar keberadaan UPZ lebih dikenal oleh masyarakat luas. Secara keseluruhan, Program “Muslim” dinilai efektif dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat secara terstruktur dan berkelanjutan.
Kata kunci: efektivitas, UPZ, pengelolaan zakat, pendistribusian zakat, pemberdayaan mustahi
Tinjauan Literatur Sistematis: Interferensi Fonetik Arab dalam Bahasa Lain
Bahasa Arab merupakan bahasa Semitik yang memiliki sistem fonetik kompleks dengan sejumlah fonem khas seperti bunyi faringal, glottal, dan konsonan emphatic yang tidak lazim ditemukan dalam bahasa non-Semitik. Keunikan fonetik ini menimbulkan tantangan signifikan bagi penutur bahasa lain, khususnya konteks pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa kedua. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi dan menganalisis 21 artikel yang membahas fenomena interferensi fonetik bahasa Arab dalam bahasa lain. Hasil kajian menunjukkan kesulitan fonetik terutama disebabkan oleh ketiadapadanan fonem dalam bahasa ibu, serta dipengaruhi oleh variasi dialek Arab yang memperumit proses pembelajaran dan pengembangan teknologi linguistik. Strategi pembelajaran yang adaptif dan berbasis teknologi direkomendasikan untuk meningkatkan akurasi pelafalan. Selain itu, kajian fonetik memiliki implikasi luas dalam bidang pendidikan, penerjemahan, dokumentasi budaya, dan pengembangan aplikasi pembelajaran bahasa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum bahasa Arab yang lebih inklusif dan membuka ruang bagi kolaborasi interdisipliner antara linguistik, pedagogi, dan teknologi.
ABSTRACT
Arabic is a Semitic language with a complex phonetic system, with a number of distinctive phonemes, such as pharyngeal, glottal, and emphatic consonants, that are not commonly found in non-Semitic languages. This phonetic uniqueness poses significant challenges for speakers of other languages, particularly in the context of learning Arabic as a second language. This study uses a Systematic Literature Review (SLR) approach to identify and analyze 21 articles discussing the phenomenon of Arabic phonetic interference in other languages. The results indicate that phonetic difficulties are primarily caused by the lack of phoneme equivalents in the mother tongue, and are influenced by variations in Arabic dialects, which complicate the learning process and the development of linguistic technology. Adaptive and technology-based learning strategies are recommended to improve pronunciation accuracy. Furthermore, phonetic studies have broad implications for education, translation, cultural documentation, and the development of language learning applications. This research contributes to the development of a more inclusive Arabic language curriculum and opens up space for interdisciplinary collaboration between linguistics, pedagogy, and technology
Konflik Sosial pada Novel Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna (Perspektif Konflik Sosial Ralf Dahrendorf)
This study aims to describe the social conflicts found in Brian Khrisna's novel Sisi Tergelap Surga (The Darkest Side of Heaven) based on Ralf Dahrendorf's conflict theory. This study uses a descriptive qualitative method with a literary sociology approach. The data source used is the novel Sisi Tergelap Surga by Brian Khrisna. The data presented in this study are in the form of sentences, paragraph excerpts, and dialogue quotations that contain two faces of society (conflict and consensus), power and authority, conflicting groups, and conflict control. The results of this study show the existence of (1) conflict and consensus, with conflict taking the form of violence, threats, and sexual harassment, while consensus takes the form of agreements and consent formed to achieve peace, (2) power and authority, with power demonstrated through the actions of the village head towards his citizens and authority held by Tomi, (3) opposing groups in the form of pseudo-groups consisting of residents who gather situationally and interest groups consisting of public schools established by Erlin, (4) conflict control in the form of arbitration.ABSTRAK
Tujuan penelitian ini, yaitu mengambarkann konflik sosial yang terdapat dalam novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna berlandaskan teori konflik Ralf Dahrendorf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data yang digunakan adalah novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna. Data yang disajikan pada penelitian ini berupa kalimat, penggalan paragraf, dan kutipan dialog yang memuat adanya dua wajah masyarakat (konflik dan konsensus), kekuasaan dan wewenang, kelompok yang bertentangan, dan pengendalian konflik. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya (1) konflik dan konsensus, konflik yang berbentuk kekerasan, ancaman, dan pelecehan seksual, sedangkan konsensus berbentuk kesepakatan dan persetujuan yang terbentuk untuk mewujudkan perdamaian, (2) kekuasaan dan wewenang, kekuasaan ditunjukan melalui tindakan Pak Lurah kepada warganya adapun wewenang dipegang oleh Tomi, (3) kelompok yang bertentangan berupa kelompok semu yang terdiri dari warga yang berkerumun secara situasioanal dan kelompok kepentingan terdiri dari sekolah umum yang didirikan Erlin, (4) pengendalian konflik berbentuk arbritasi.
ABSTRACT
The purpose of this study is to describe the social conflicts found in Brian Khrisna's novel Sisi Tergelap Surga (The Darkest Side of Heaven) based on Ralf Dahrendorf's conflict theory. This study uses a descriptive qualitative method with a literary sociology approach. The data source used is the novel Sisi Tergelap Surga by Brian Khrisna. The data presented in this study are in the form of sentences, paragraph excerpts, and dialogue quotations that contain two faces of society (conflict and consensus), power and authority, conflicting groups, and conflict control. The results of this study reveal the existence of (1) conflict and consensus, with conflict taking the form of violence, threats, and sexual harassment, while consensus takes the form of agreements and consent formed to achieve peace, (2) power and authority, with power demonstrated through the actions of the village head towards his citizens and authority held by Tomi, (3) opposing groups in the form of pseudo-groups consisting of residents who gather situationally and interest groups consisting of public schools established by Erlin, (4) conflict control in the form of arbitration