Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri umum yang dapat menyebabkan penyakit infeksi yang paling sering di dunia. Seperti infeksi kulit, endokarditis, pneumonia, osteomielitis, selulitis, impetigo, bahkan hingga bisa terjadi sepsis. WHO memasukkan S. aureus sebagai bakteri patogen dalam kategori "high priority" yang memerlukan antibiotik generasi baru. Sehingga dibutuhkan inovasi lebih lanjut untuk menanggulangi permasalahan dari antibiotik tersebut. Indonesia merupakan negara yang memiliki aneka ragam tumbuhan herbal yang dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Beberapa jenis tanaman yang tersedia dalam jumlah banyak dan mudah didapat di Indonesia adalah daun salam dan daun sirih hijau. Daun salam dan daun sirih hijau mengandung zat aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid dan minyak atsiri sebagai antibakteri. Kombinasi tanaman yang bersifat antibakteri akan saling mempengaruhi kerja dari masing-masing senyawa aktif didalamnya, sehingga dapat meningkatkan aktivitas antibakteri. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan uji aktivitas antibakteri dengan mengkombinasikan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri S. aureus secara in vitro. Tujuan: Untuk membuktikan adanya aktivitas antibakteri pada kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan ekstrak daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode:Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif True eksperimental laboratorik in vitro dengan menggunakan desain penelitian Posttest Only Control Group Design. Hasil:Dari uji analisis menggunakan uji parametrik One Way Anova, Hasil p-value < 0,05 (0,000), ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari uji kombinasi kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hal ini bermakna bahwa variasi perbandingan kombinasi ekstrak dan antibiotik signifikan dalam penghambatan bakteri. Hasil uji Tukey dari penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar zona hambat yang dihasilkan dari uji kombinasi ekstrak dan antibiotik sampel penelitan menunjukkan perbedaan bermakna. Kesimpulan: Kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun sirih hijau (Piper betle Linn) memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Kata kunci: Antibakteri, Daun Salam, Syzygium polyanthum, Daun Sirih Hijau, Piper betle Linn, Staphylococcus aureu
Hubungan Jenis Nyeri dengan Tingkat Keparahan Osteoartritis pada Pasien Osteoartritis Lutut Tahun 2023 di Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang
Latar Belakang: Rasa nyeri diartikan sebagai pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan, seringkali disebabkan karena kerusakan jaringan aktual maupun potensial, dan merupakan gejala yang dirasakan hampir setiap penyakit, termasuk osteoartritis. Selama ini, nyeri pada osteoartritis dianggap sebagai nyeri nosiseptif. Namun, terdapat publikasi yang mendukung gagasan bahwa mekanisme nyeri neuropatik berkontribusi terhadap nyeri pada sebagian pasien osteoartitis. Osteoartritis merupakan penyakit yang melibatkan berbagai perubahan anatomi dan fisiologis jaringan sendi. Tingkat keparahan OA dapat dibagi menjadi 5 menurut KellgrenLawrence. Berdasarkan penelitian terdahulu, masih terdapat perbedaan hasil, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis nyeri dengan tingkat keparahan osteoartritis pada pasien osteoartritis lutut tahun 2023 di RS Siti Khadijah Sepanjang. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional menggunakan teknik consecutive sampling dengan sampel sebanyak 45 pasien osteoarthritis lutut RS Siti Khodijah Sepanjang, dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Responden didominasi oleh wanita berusia >50 tahun dengan nyeri nosiseptif dan stage III berdasarkan klasifikasi kellgrenlawrence. Hasil uji korelasi spearman didapatkan p>0,05 atau tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis nyeri dengan derajat keparahan Kellgren-Lawrence. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis nyeri dengan tingkat keparahan osteoartritis pada pasien osteoartritis lutut tahun 2023 di RS Siti Khadijah Sepanjang
An Analysis of Kindergarten’s Conversation Skills Through Comma 2.0 Application as an Audio-Visual-Based Learning Medium
This study aims to evaluate English conversational skills in early childhood through the use of the Comma 2.0 application as a learning medium. The research method follows an experimental approach, applying the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) in instructional design. In the analysis stage, we identified the needs and characteristics of early childhood learners in English language acquisition. We then designed the lessons by integrating the audio-visual-based Comma 2.0 application, adhering to instructional design principles that are engaging and suitable for early childhood development. The implementation was conducted with two groups: a control group using conventional learning methods and an experimental group using the Comma 2.0 application. Evaluation was performed before and after the intervention using English conversation skill tests. The results showed a significant improvement in the experimental group, validating the effectiveness of the Comma 2.0 application in enhancing English conversational skills in early childhood. These findings support the use of technology-based learning approaches in early childhood development, creating an interactive and engaging learning environment
Form, Tense, and Voice of Reporting Verb in Article Text Written by Indonesian Speakers
This study examines the characteristics of reporting verb usage in article texts written by Indonesian speakers. This study is qualitative research that focuses on the comparison of the form, tense, and voice of reporting verbs. The data are clauses and sentences from fifty social science articles and fifty science articles published in national journals. The data analysis is based on Hyland’s theory (2002), supported by the theory of tense and voice by Azar (2002) and O’Dwyer (2006). The findings show that the forms of reporting verbs in social science articles are more varied, with around 33 verbs, compared to natural science articles, which amounted to 28. From the findings of these forms, the category classification of reporting verbs in social science leans towards discourse (69.09%), and natural science leans towards research (49.26%). In terms of tense, present simple is the tense that tends to be used in social science. Meanwhile, natural science uses two types of tense: present simple and past simple. Lastly, the voice of the reporting verb in the two disciplines applies active voice. These findings indicate that the characteristics of social research are argumentative, emphasizing the interpretation of ongoing phenomena. On the contrary, the characteristics of social research illustrate that it is experimental, reflecting a verified research process.
Pembelajaran Literasi Sejarah Memakai Cerita Pendek
Historical literacy learning in Indonesia has developed quite well. Innovative learning has begun to be implemented in historical literacy learning by using interactive applications, films and novels to overcome student boredom. However, existing research shows that historical literacy learning experiences problems with the availability of time when films or novels are used. Meanwhile, the use of short stories in historical literacy learning is not yet commonly implemented in Indonesia. This article, using a literature review, attempts to discuss aspects related to historical literacy learning using short stories. This article also provides three examples of short stories that have the potential to be used in historical literacy learning as an alternative in innovative historical literacy learning. Based on the existing discussion, there are three short stories that can be used in this context, namely “Heiho” by Idrus, “Tamu” by Budi Darma, and “Bapak Presiden yang Terhormat” by Agus Noor.ABSTRAK
Pembelajaran literasi sejarah di Indonesia sudah berkembang dengan cukup baik. Pembelajaran yang inovatif sudah mulai diterapkan di dalam pembelajaran literasi sejarah dengan menggunakan aplikasi interaktif, film, dan novel untuk mengatasi kejemuan peserta didik. Namun, penelitian yang ada menunjukkan bahwa pembelajaran literasi sejarah mengalami masalah dengan ketersediaan waktu saat film atau novel dipergunakan. Sementara itu, penggunaan cerita pendek di dalam pembelajaran literasi sejarah belum lazim diterapkan di Indonesia. Artikel ini dengan menggunakan kajian pustaka berusaha membahas aspek-aspek yang terkait dengan pembelajaran literasi sejarah dengan menggunakan cerita pendek. Artikel ini juga memberikan tiga contoh cerita pendek yang potensial dimanfaatkan di dalam pembelajaran literasi sejarah sebagai satu alternatif dalam pembelajaran literasi sejarah yang inovatif. Berdasarkan pembahasan yang ada, terdapat tiga cerita pendek yang bisa dimanfaatkan dalam konteks tersebut, yaitu “Heiho” karya Idrus, “Tamu” karya Budi Darma, dan “Bapak Presiden yang Terhormat” karya Agus Noor.
Kata kunci: literasi sejarah, pengembangan literasi, cerita pendek, pembelajaran sastra
ABSTRACT
Historical literacy learning in Indonesia has developed quite well. Innovative learning has begun to be implemented in historical literacy learning using interactive applications, films, and novels to overcome student boredom. However, existing research shows that historical literacy learning experiences problems with the availability of time when films or novels are used. Meanwhile, the use of short stories in historical literacy learning is not yet commonly implemented in Indonesia. This article, using a literature review, attempts to discuss aspects related to historical literacy learning using short stories. This article also provides three examples of short stories that have the potential to be used in historical literacy learning as an alternative to innovative historical literacy learning. Based on the existing discussion, there are three short stories can be used in this context, namely “Heiho” by Idrus, “Tamu” by Budi Darma, and “Bapak Presiden yang Terhormat” by Agus Noor.
Keyword: historical literacy, literacy development, short story, literature learnin
Analisis Pendahuluan Pengembangan Modul Fiksi Realistik dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah Dasar
This study investigates the implementation of realistic fiction instruction in fourth-grade classrooms, identifying the challenges in achieving optimal learning outcomes and addressing the need for a more effective approach. A descriptive qualitative approach was used, including document analysis, surveys, classroom observations, and interviews. The findings reveal that current teaching methods are insufficient in fostering deep literary appreciation among students. To address these issues, a learning module integrated with QR Codes is developed. The module incorporates digital content, fostering engagement and supporting a more interactive, multimodal approach to literature appreciation, ultimately promoting cognitive, affective, and psychomotor growth in students.ABSTRAK
Pembelajaran sastra anak di sekolah dasar (SD) kurang relevan dalam mengembangkan kemampuan apresiasi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran sastra anak di kelas IV SD serta merancang desain pembelajaran fiksi realistik guna meningkatkan kemampuan apresiasi sastra secara holistik sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, melalui analisis dokumen kurikulum, angket guru, observasi kelas, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fiksi realistik di kelas IV SD belum optimal, dengan aktivitas yang cenderung teoretis dan kurang mendukung pengembangan keterampilan apresiasi sastra secara komprehensif. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan modul pembelajaran fiksi realistik berbasis model ADDIE yang mengintegrasikan Quick Response Code (QR Code). Desain modul ini menyediakan materi multimodal yang dapat diakses melalui QR Code, mendukung gaya belajar audio visual, serta mengakomodasi kebutuhan apresiasi sastra secara lebih holistik dan interaktif.
Kata kunci: QR code, fiksi realistik, apresiasi sastra
ABSTRACT
The teaching of children’s literature in elementary schools is often less relevant and effectiveness, particularly in fostering students' literary appreciation skills. This study aims to analyze the instructional needs of children’s literature in fourth-grade elementary classrooms and design a realistic fiction learning framework to holistically enhances literary appreciation skills in alignment with the demands of the Merdeka Curriculum. The research employs a qualitative descriptive method, through curriculum document analysis, teacher questionnaires, classroom observations, and interviews. The findings reveal that the teaching of realistic fiction in fourth-grade classrooms has not been optimal, characterized by predominantly theoretical activities that inadequately support the comprehensive development of literary appreciation skills. In response to these findings, a realistic fiction teaching module was developed based on the ADDIE model, integrating QR Code technology. This module offers multimodal materials accessible via QR Codes, accommodating audio-visual learning style, and accomodates the need for a more holistic and interactive approach to literary appreciation.
Keyword: QR code, realistic fiction, literary appreciatio
NILAI PENDIDIKAN ANAK PADA CERITA RAKYAT “TEGASU MALEI†MASYARAKAT BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA
ABSTRAKTujuan peneltian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai pendidikan cerita rakyat Tegasu Malei masyarakat Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya nilai pendidikan dalam cerita rakyat Tegasu Malei masyarakat Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara diantaranya: (a). Nilai moral yang terdiri dari nilai kepatuhan, nilai jujur, nilai rendah hati, nilai durhaka, nilai buruk sangka, nilai keegoisan, nilai mencuri (b). Nilai religious terdiri dari nilai berdo’a dan nilai tawakal (c). Nilai sosial terdiri dari nilai keadailan, nilai kasih sayang, nilai saling menolong, nilai pengabdian, dan nilai kepedulian. serta (d). Nilai kepahlawanan yang terdiri dari nilai rela berkorban, nilai pantang menyerah, nilai menepati janji dan nilai setia kawan.Kata Kunci: Nilai pendidikan, Cerita rakyat Tegasu Malei
TO BE RELIGIOUS THROUGH SUNDANESE SONG: : RELIGIOUS VALUES ON DU’A SONG TO STRENGHTEN EARLY CHILD CHARACTER IN ISLAMIC PERSPECTIVE
Children's lives in the 21st century have generally changed in the religious aspect. It can be seen from the existence of some phenomenon, among them are that children cannot understand the values of the holy book in their life, frequent bullying among friends, misunderstanding the way of dressing, and so on. This is a challenge for educators especially teachers. One of the efforts to instill religious values can be done through music education at home. In this article, the author will analyze the religious values contained in a Sundanese song entitled Du'a by Nano Suratno. The aim of this article is to raise the awareness of the importance of religious values for children so that they have an excellent personality. The ground theories of this article are a theory of character education, development and personality of early childhood, music education, and religious theory in Islamic perspectives. The method of this article is descriptive analytic. The result shows tha the Du'a song contains two religious values such as iman (faith) and prayer. Those values are the indicators of ‘habluminallah’ (the relation between human with God). This article is expected to be one of references of learning model to strenght religious values through music
PENERAPAN TEKNIK SCAFFOLDING DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR AL-QUR’AN ANAK USIA DINI
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan teknik Scaffolding dalam meningkatkan minat belajar Al-Qur’an anak usia dini. Penelitian ini dilakukan di PAUD Hafidz Hafidzah MHQ Banggai Kepulauan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan observasi, wawancara dan catatan lapangan. Adapun prosedur penelitian ini adalah: mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi, mengidentifikasi data, menganalisis data dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan teknik Scaffolding dapat meningkatkan minat belajar Al-Qur’an pada anak usia dini. Adapun tahapan Scaffolding yang dilakukan guru dalam meningkatkan minat belajar adalah (1) upaya pencegahan dengan cara menjelaskan kepada anak cara mengucapkan huruf, memberikan contoh kata yang memiliki huruf awal dari huruf hijaiyah yang dikenalkan dan menirukan bunyi huruf tersebut (2) upaya pengembangan dilakukan dengan menyediakan alat bantu berupa papan tulis, spidol dan kartu huruf, dan (3) upaya penyembuhan dilakukan dengan memberikan motivasi, semangat dan kesempatan kepada anak dalam mengenal huruf hijaiyah
Metode Sadd Al-Dzarī’ah dalam Rangka Penangguhan Pernikahan Menghadapi Kehamilan di Luar Nikah
This research aims to examine the impact of marriage suspension on pregnant women in the context of the Sadd Al-Dzarī'ah Method. The main objective of this research is to understand the effectiveness of the Sadd Al-Dzarī'ah Method in preventing immoral acts and facilitating the moral rehabilitation process of individuals. This research method uses a qualitative approach by analyzing Islamic legal literature, the fatwas of scholars, and conducting indepth interviews with individuals who have experienced marriage suspension. The results show that the Sadd AlDzarī'ah method has a positive impact by providing opportunities for reflection and self-improvement for individuals involved in relationships outside of marriage. Families play a key role in supporting the rehabilitation process, creating an environment that supports positive change. However, there are also concerns regarding social stigmatization and legal uncertainty that can arise from the implementation of the Sadd Al-Dzarī'ah Method. The conclusion of this study is that the Sadd Al-Dzarī'ah Method has advantages in preventing immorality and fostering individual morals, but also needs more attention regarding its social and legal impacts. Further development can focus on a holistic approach and community education to strengthen collective understanding of the Sadd Al-Dzarī'ah Method.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penangguhan perkawinan terhadap ibu hamil dalam konteks Metode Sadd Al-Dzarī'ah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami efektivitas Metode Sadd Al-Dzarī'ah dalam mencegah perbuatan asusila dan memfasilitasi proses rehabilitasi akhlak individu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur hukum Islam, fatwa ulama, dan melakukan wawancara mendalam terhadap individu yang pernah mengalami penangguhan perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Sadd Al-Dzarī'ah memberikan dampak positif dengan memberikan kesempatan untuk berefleksi dan memperbaiki diri bagi individu yang terlibat dalam hubungan di luar nikah. Keluarga memegang peranan penting dalam mendukung proses rehabilitasi, menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan positif. Namun demikian, terdapat pula kekhawatiran mengenai stigmatisasi sosial dan ketidakpastian hukum yang dapat timbul dari penerapan Metode Sadd Al-Dzarī'ah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Metode Sadd Al-Dzarī'ah memiliki kelebihan dalam mencegah kemaksiatan dan membina akhlak individu, namun juga perlu mendapat perhatian lebih terkait dampak sosial dan hukumnya. Pengembangan lebih lanjut dapat difokuskan pada pendekatan holistik dan edukasi masyarakat untuk memperkuat pemahaman kolektif tentang Metode Sadd Al-Dzarī'ah.
Kata Kunci: Sadd al-Dzarī’ah, Penangguhan Pernikahan, Kehamilan di Luar Nikah