Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
The Influence of Destination Image, Food and Beverage Quality, and Prices on Purchasing Decisions at the Surabaya Culinary Tourism Center
The Surabaya Culinary Tourism Center (SWK) plays a vital role in developing Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) by providing opportunities for MSMEs to market their products. This research investigates the influence of destination image, food and beverage quality, and price on purchasing decisions at SWK Surabaya. Quantitative methods were used with a Likert Scale to measure respondents' attitudes. Data was analysed using Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). The research results show that destination image and price significantly influence purchasing decisions, while food and beverage quality has a positive but not significant influence. The implication of this research is the importance of improving destination image and pricing strategies to increase the attractiveness of SWK SurabayaThe Surabaya Culinary Tourism Center (SWK) plays a vital role in developing Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) by providing opportunities for MSMEs to market their products. This research investigates the influence of destination image, food and beverage quality, and price on purchasing decisions at SWK Surabaya. Quantitative methods were used with a Likert Scale to measure respondents' attitudes. Data was analysed using Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). The research results show that destination image and price significantly influence purchasing decisions, while food and beverage quality has a positive but not significant influence. The implication of this research is the importance of improving destination image and pricing strategies to increase the attractiveness of SWK Surabay
Communal Narcissism, Leadership Perception and Leader Selection Recommendations in the Context of Indonesian Collective Culture
The role of a leader within an organization is crucial for the company's advancement, especially amidst the rapidly changing dynamics of organizations. However, selecting the right leader often remains a primary challenge. Therefore, this research aims to investigate the influence of communal narcissism on leadership perception and leader selection recommendations within Indonesia's collective culture. This study employs a quasi-experimental method, with student activists as participants. Sampling was conducted using convenience sampling, resulting in a total of 416 samples of student activists. The experimental group (n = 236) was tasked with viewing an interview recording of a leadership candidate exhibiting high communal narcissism. In contrast, the control group (n = 180) watched a video recording of a candidate with low communal narcissism. Subsequently, both groups were required to complete a leadership perception questionnaire and provide leader selection recommendations. Data analysis was performed using Independent Sample T-Tests to ascertain differences between the two groups. The research findings reveal significant differences in leadership perception and recommendations between leadership candidates with high and low levels of communal narcissism. Thus, candidates with high levels of communal narcissism were perceived more positively as leaders and were recommended for leadership positions compared to candidates with low levels of communal narcissismThe role of a leader within an organization is crucial for the company's advancement, especially amidst the rapidly changing dynamics of organizations. However, selecting the right leader often remains a primary challenge. Therefore, this research aims to investigate the influence of communal narcissism on leadership perception and leader selection recommendations within Indonesia's collective culture. This study employs a quasi-experimental method, with student activists as participants. Sampling was conducted using convenience sampling, resulting in a total of 416 samples of student activists. The experimental group (n = 236) was tasked with viewing an interview recording of a leadership candidate exhibiting high communal narcissism. In contrast, the control group (n = 180) watched a video recording of a candidate with low communal narcissism. Subsequently, both groups were required to complete a leadership perception questionnaire and provide leader selection recommendations. Data analysis was performed using Independent Sample T-Tests to ascertain differences between the two groups. The research findings reveal significant differences in leadership perception and recommendations between leadership candidates with high and low levels of communal narcissism. Thus, candidates with high levels of communal narcissism were perceived more positively as leaders and were recommended for leadership positions compared to candidates with low levels of communal narcissis
Implementasi Mind Body Medicine melalui Salat Dhuha di Masa Pandemi Covid-19 sebagai Upaya Meningkatkan Fungsi Jantung pada Muslimah Lansia
Cardiovascular Disease (CVD) menempati urutan tertinggi penyakit yang diderita oleh lansia. Aktifitas fisik seperti salat dhuha dapat mencegah prevalensi CVD pada lansia. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi dan intervensi salat dhuha sebagai upaya memperbaiki tekanan darah pada lansia di UPT. Bina Lansia Binjai. Metode yang dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik dan salat dhuha untuk mencegah kejadian CVD pada lansia, melakukan pemeriksaan riwayat penyakit/masalah kesehatan lansia, melakukan pemeriksaan obyektif fungsi jantung lansia sebelum salat dhuha, mengkoordinir pelaksanaan salat dhuha berjamaah selama 6 pekan oleh lansia, melakukan pemeriksaan obyektif fungsi jantung setelah salat dhuha di pekan ke enam. Peserta lansia yang diberikan edukasi sebanyak 35 peserta. Terlaksananya edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik dan salat dhuha untuk mencegah kejadian CVD pada lansia, telah dilakukan pemeriksaan riwayat penyakit/masalah kesehatan lansia, telah dilakukan pemeriksaan obyektif fungsi jantung lansia sebelum salat dhuha, telah dilakukan koordinasi pelaksanaan salat dhuha berjamaah selama 6 pekan oleh lansia, telah dilakukan pemeriksaan obyektif fungsi jantung setelah salat dhuha di pekan ke enam. Luaran yang dicapai berupa satu video edukasi salat dhuha yang memberikan narasi dan contoh gerakan dan bacaan secara lengkap mulai dari berniat hingga salam. Relawan telah dapat melaksanakan salat dhuha secara baik dan benar, serta tekanan darah sistolik maupun diastolik relawan semakin membaik
Peningkatan Keterampilan Karang Taruna Melalui Pelatihan Service AC Mobil
Memasuki era perkembangan teknologi saat ini, banyak kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh karangtaruna salah satunya melalui pemberdayaan pemuda. Pemberdayaan yang dimaksud adalah memberikan pengetahuan maupun pelatihan supaya para pemuda memiliki kemampuan yang mampu meningkatkan kesejahteraan sosial. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada karang taruna PERMATA Dukuhwaluh tentang bagaimana cara perbaikan dan perawatan mesin refrijerasi AC mobil. Metode pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dari sosialisasi ke karang taruna PERMATA untuk menyepakati konsep pelatihan. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian teori dasar-dasar berupa nama komponen dan sistem kerja mesin AC mobil. Materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dilengkapi dengan bantuan layar monitor. Remaja karang taruna diberikan pemahaman terkait cara pengukuran tekanan, pengisian refrigeran, pemvakuman dan trouble shooting dalam AC. Pelatihan diikuti oleh 20 orang peserta. Hasil dari pelatihan ini peserta mampu memahami dengan baik berkaitan dengan sistem AC, hal ini dibuktikan dengan beberapa soal post tes yang kami laksanakan, rata-rata menjawab benar sehingga diharapkan melalui program ini dapat membuka usaha sendiri khususnya dalam bidang perawatan dan perbaikan AC yang baik dan benar
Pembinaan Kader dalam Optimalisasi Taman Posyandu di PAUD Harapan Bangsa
Penurunan angka stunting menjadi indikator utama dalam program SDGS. Indonesia menempati urutan ke-9 di Asia Tenggara untuk prevalensi stunting (36,4%) tahun 2017. Prevalensi Stunting Tahun 2018 di Jawa timur (32,81%). Kabupaten Probolinggo menduduki urutan ke-4 di Jawa Timur untuk intervensi stunting dengan prevalensi stunting (39,9%) tahun 2018, Kecamatan Pajarakan (16%), sedangkan di Desa Ketompen (13,2%). Faktor Penyebab yaitu kemiskinan; usia ibu balita, rendahnya partisipasi ibu balita, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, kepuasan ibu, sikap ibu, peran kader dan peran tokoh masyarakat dalam Taman Posyandu. Permasalahan mitra yaitu rendahnya kehadiran ibu balita ke Posyandu, belum ada kader tersendiri untuk mengelola Taman posyandu, dan insentif yang layak, belum lengkapnya fasilitas “Taman Posyandu” atau kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di PAUD. Metode kegiatan yaitu perekrutan kader baru, insentif yang layak, pemberian pendidikan kesehatan, serta pemberian pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal. Hasil kegiatan setelah pembinaan dan adanya insentif yang layak menunjukkan peningkatan pengetahuan, motivasi, dan keterampilan kader taman posyandu melakukan komunikasi interpersonal, praktik pemanfaatan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP) anak prasekolah, pemanfaatan lahan sekitar dalam pembuatan makanan tambahan serta pembuatan mainan edukatif
Peningkatan Pengeloaan Keuangan BUMDes di Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang dengan Pelatihan Laporan Keuangan
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi desa. Untuk itu, salah satu hal yang penting bagi BUMDes yaitu menyediakan laporan keuangan yang jelas dan transparan bagi seluruh masyarakat desa. Hasil diskusi dengan para perangkat desa dan pengurus BUMDes menunjukkan bahwa sebagian besar para pengurus BUMDes masih mengalami kesulitan dalam membuat laporan keuangan, hal ini terlihat dari laporan keuangan pengurus BUMDes periode sebelumnya yang juga belum dibuat sampai dengan saat tim turun ke lapangan. Hal tersebut kemudian mempengaruhi kinerja pengurus BUMDes periode selanjutnya yang kemudian tidak berani mengambil kebijakan-kebijakan yang masih terkait dengan program pengurus sebelumnya. Target dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas pengelolaan BUMDes dengan melakukan pelatihan laporan keuangan menurut standar-standar akuntansi yang baik dan benar. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan latihan langsung dengan contoh kasus yang beragam. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDes dengan pelatihan laporan keuangan sederhana sangat berguna dan membantu BUMDes dalam meningkatkan kinerjanya
Ekspresi Ekspresi Visual Desain Tata Bangunan dan Lingkungan Desa Tlogopatut Gresik dengan Pendekatan Ikonik
Pengembangan potensi visual ruang dan bangunan merupakan hal yang penting bagi Desa Tlogopatut Gresik dengan melihat potensi Gresik sebagai kota budaya atau “kota wali” dengan banyaknya kekayaan lokal berupa bangunan bersejarah yang unik dan menarik sebagai daya tarik estetika visual kota. Pengembangan desain visual bangunan dan lingkungan dapat memberikan arah bagi pemerintah setempat dan masyarakat setempat sebagai pedoman menata bangunan dan lingkungan mereka secara sistematis menuju arah bangunan dan lingkungan yang lebih jelas. Desa Tlogopatut Gresik merupakan daerah yang secara ekonomis terus berkembang cukup pesat, hal ini akan berakibat tumbuhnya sektor-sektor ekonomis di wilayah tersebut yang akan berdampak masuknya pendatang wilayah lain untuk berkunjung. Potensi ini tentunya dapat ditangkap sebagai potensi wilayah untuk diarahkan menjadi daerah yang mempunyai ciri khas tertentu yang berakar pada potensi kekayaan lokal. Pengkayaan estetika visual bangunan dan lingkungan dapat dilakukan dengan pendekatan ikonik, yakni pendekatan desain yang mengoptimalkan potensi-potensi visual estetik pada bangunan setempat. Prosedur desain melibatkan beberapa komponen masyarakat, seperti aparat desa setempat dan warga setempat yang menempati bangunan pinggir jalan wilayah studi. Pengembangan citra wilayah dilakukan dengan menghadirkan elemen-elemen bentuk dan motif arsitektur bangunan setempat yang memiliki bentuk-bentuk yang unik dengan sentuhan arsitektur estetika China, Eropah dan Arab
Dari Eco-Masjid Menuju Green Campus: Transformasi Kesadaran Lingkungan Melalui Peran Strategis Masjid
Isu permasalahan lingkungan adalah sesuatu yang urgen untuk dibahas dan ditangani karena kualitas lingkungan akan secara langsung mempengaruhi kualitas hidup manusia dan kehidupan generasi yang akan datang. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, memiliki masjid yang tidak hanya bisa dipergunakan sebagai fasilitas ibadah tradisional, tetapi juga dapat memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran lingkungan dan mendorong tindakan berkelanjutan (environmental sustainability). Namun, banyak pengurus masjid yang belum menyadari bahwa masjid dapat menjadi bagian dalam mendidik masyarakat tentang isu-isu lingkungan dan keberlanjutan yaitu melalui program Eco-Masjid. Program Eco-Masjid bertujuan untuk mengubah masjid dari pusat ibadah tradisional menjadi pusat inovasi berkelanjutan yang mendukung terwujudnya konsep “green campus” dan “green economy” di masa depan. Melalui metode Asset-Based Community Development (ABCD), pengabdian ini telah berhasil mengatasi beberapa permasalahan utama yang dihadapi oleh masjid terkait pengelolaan sumber daya dan kesadaran lingkungan. Pengabdian ini juga berhasil memberdayakan komunitas masjid dengan memaksimalkan potensi yang ada untuk mencapai tujuan bersama
Edukasi Nilai Pancasila Melalui Game Si Panca di Sekolah SD Muhammadiyah 18 Surabaya
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang memiliki nilai – nilai luhur. Pancasila diharapkan mampu menjadi acuan warga negara Indonesia dalam berperilaku dalam kehidupan sehari hari. Mengajarkan nilai – nilai Pancasila kepada siswa sekolah dasar merupakan langkah yang baik dalam membangun generasi unggul sejak dini. Penggunaan media digital sebagai alat pembelajaran mampu membantu guru dan siswa dalam memahami nilai – nilai Pancasila dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan pengabdian masyakarat ini mampu membantu sekolah dalam mengembangkan metode pembelajaran baru menggunakan media game virtual. Game Si Panca merupakan luaran yang memberikan manfaat bagi guru dan siswa dalam mempelajari nilai – nilai Pancasila. Game Si Panca sebagai media pembelajaran digital cukup efektif dan memberikan dampak yang baik bagi siswa dalam memahami nilai – nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari
Hubungan Health Locus of control dan depresi dengan self management pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis
Pasien baru menjalani hemodiasisis setiap minggunya untu mempertahankan hidup sehingga membuat pasien harus mematuhi self management. Walaupun PGK tidak bisa disembuhkan, penatalaksanaan yang tepat dikombinasikan dengan self management dapat mengurangi dan memperlambat perkembangan dan komplikasi penyakit sehingga kualitas hidup pasien baik. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi Self management pada pasien hemodialisis yaitu factor sosiodemografi ( usia, jenis kelamin, stauus perkawinan dan pendidikan), factor penyakit durasi dan frekuensi hemodialisis dan komplikasi), penegtahuan hemodialisis self efficacy, status psikologis (kecemasan, depresi), dukungan sosial dan health locus of control. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasi  dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan survei dan observasi. Pengambilan sampel secara purposive sampling. ). Pengukuran health locus of control menggunakan instrumen Mutidimentional Health Locus of Control (MHLC) yang terdiri dari 3 sub scala  yaitu Internal Health Locus of Control (IHLC), Chance Health Locus of Control (CHLC) dan Powerfull Health Locus of Control (PHLC) .sedangkan untuk mengukur self management menggunakan instrumen instrument Haemodialysis Self Management Instrument (HDSMI-18). Analisa data menggunakan uji korelasi gamma. Terdapat hubungan antara health locus of control dengan self management pasien hemodialisis dengan keeratan kuat dan tidak terdapat hubungan antara depresi dengan self management pada pasien hemodialisi