Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    Pengaruh Social Media Marketing Activities dalam Membentuk Brand Loyalty pada Produk Skincare Ramah Lingkungan

    Get PDF
    Penelitian ini menguji faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas merek pada produk skincare ramah lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling method melalui penyebaran kuesioner secara daring dengan responden yaitu merupakan masyarakat yang berada di wilayah DKI Jakarta yang mengikuti akun media sosial dari merek skincare ramah lingkungan dan melakukan pembelian produk skincare ramah lingkungan sebanyak tiga kali dalam tiga bulan terakhir. Total responden dalam penelitian ini berjumlah 260 responden. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25 untuk analisis data dan AMOS versi 26 untuk SEM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel aktivitas pemasaran media sosial memiliki pengaruh positif terhadap kepercayaan merek, keterlibatan komunitas, dan kesadaran merek. Kesadaran merek terbukti memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas merek. Kemudian variabel aktivitas pemasaran media sosial, kepercayaan merek, dan keterlibatan komunitas tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas merek

    The Effect of Electronic Word of Mouth (E-WOM), Influencer Marketing, and Halal Awareness on Consumer Buying Interest in Mountea Products

    Get PDF
    This study aims to determine whether Electronic Word Of Mouth (E-WOM), influencer marketing, and halal awareness partially or simultaneously have a positive and significant effect on consumer buying interest in Mountea products. This type of research uses quantitative research with a correlational approach. The sample in the study amounted to 83 respondents. Data analysis techniques are used for instrument tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, hypothesis testing, and coefficient of determination (R2) analysis with SPSS version 26.0. The results of the data analysis show that the results of the partial test (t test), Electronic Word Of Mouth (E-WOM) and influencer marketing partially have a positive and significant effect on consumer buying interest, while halal awareness has no significant effect. The simultaneous test results (F test) show that F count (43.474) > F table (2.72) with a significance value of 0.000 <0.05. It can be concluded that Electronic Word Of Mouth (E-WOM), influencer marketing, and halal awareness simultaneously have a positive and significant effect on consumer buying interest

    A Analisis Item Instrumen Kesadaran Diri, Motivasi, dan Perencanaan Karir Pendidik Menggunakan Aplikasi SPSS

    No full text
    The study aims to analyze instruments related to self-confidence, motivation, and career planning in education. A well-designed instrument must be free from bias to prevent misinterpretation during use. Errors in instrument design can lead to invalid results. Therefore, instrument validation is necessary to ensure optimal outcomes. The research was conducted on students majoring in educational sciences within the faculty of teacher training and education. A total of 100 respondents from various study programs participated in the pilot test. The instrument consists of 90 items divided across three variables with seven indicators. The validity and reliability of the instruments will be evaluated, and those that do not meet the criteria will be excluded to maintain the quality of the research.Penelitian bertujuan untuk menganalisis instrumen kepercayaan diri, motivasi, dan perencanaan karir pendidikan. Instrumen yang baik adalah instrumen yang bebas dari bias sehingga dalam penggunaan tidak terjadi salah penafsiran. Kesalahan dalam membuat instrumen akan membuat hasil tidak valid. Validasi instrumen perlu dilakukan untuk memastikan hasil yang terbaik. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa jurusan ilmu pendidikan, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Responden ujicoba berjumlah 100 orang dari berbagai program studi. Jumlah instrumen 90 butir yang terdiri atas tiga variabel dengan tujuh indikator. Hasil penelitian akan dilihat validitas dan reliabilitas. instrumen yang tidak memenuhi kriteria selanjutnya akan dikeluarkan karena dapat mempengaruhi kualitas penelitian

    PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA FASE D

    Get PDF
    21st century education emphasizes activities that actively involve students in their learning process. The result of observations that have been carried out show that the average indicator of student learning activeness in science learning is relatively low, which is 46,65%. The purpose of this research is to increase student activeness in science learning by implementing Project Based Learning (PjBL) model. This study is a classroom action research with 32 students of class VIIIE of SMPN 2 Jaten as a subjects. Data were obtained from observations, filling out questionnaires and documentation. The indicator of success in the research is increasing student learning activeness with a percentage of 80% or classified as active. The result of the research showed that student learning activeness increased from 65,28% (good) in cycle I to 85,38% (very good) in cycle II. The implementation of Project Based Learning (PjBL) model can increase student activity in phase D science learning by achieving a percentage of more than 80% in cycle II.Pendidikan abad 21 menekankan pada kegiatan yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajarnya. Hasil observasi yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa rata-rata indikator keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA tergolong rendah, yaitu sebesar 46,65%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran IPA dengan menerapkan Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek peserta didik kelas VIII E SMP Negeri 2 Jaten yang berjumlah 32 orang. Data diperoleh dari hasil observasi, pengisian kuesioner dan dokumentasi. Indikator keberhasilan dalam penelitian, yaitu peningkatan keaktifan belajar peserta didik dengan presentase 80% atau tergolong aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar peserta didik meningkat dari 65,279% (baik) pada siklus I menjadi 85,378% (sangat baik) pada siklus II. Penerapan Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran IPA Fase D dengan tercapainya persentase lebih dari 80% pada siklus I

    Penggunaan Media Stem-Linktree Dengan Soal Cerita Terhadap Hasil Belajar Siswa

    Get PDF
    This study aims to describe the effect of using STEM-Linktree media with story problems on the learning outcomes of seventh-grade students of SMP Maryam Surabaya. The type of research used is pre-experimental with a quantitative approach. The research design uses One Group pretest-posttest. The population in the study were all seventh-grade students of SMP Maryam Surabaya. The sample was selected using random sampling because of the homogeneous academic background. Data collection techniques in the study used pretest, posttest, and questionnaires. Data analysis techniques used were N-gain, One Sample T Test, and Paired Sample T Test. The study results showed that the One Sample T Test obtained t_table=1,729 < t_count=14,295; then H1 is accepted H0 is rejected. Similar results were obtained from the Paired Sample T Test obtained  t_table=1,729 < t_count=14,163; then H0 is rejected. The analysis results indicated that the use of STEM-Linktree media with story problems had a significant effect on student learning outcomes. Students' responses to learning using STEM-Linktree media with story problems were highly positive, falling within the "very good" category, with an average score of 83,5%.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media STEM-Linktree dengan soal cerita terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Maryam Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian menggunakan One Group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Maryam Surabaya. Sampel dipilih menggunakan random sampling dikarenakan latar belakang akademis homogen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan pretest, posttest, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah N-gain, One Sample T Test, dan Paired Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa One Sample T Test diperoleh t_tabel=1,729 < t_hitung=14,295; maka H1  diterima, H0  ditolak. Hasil serupa dari Paired Sample T Test diperoleh nilai t_tabel=1,729 < t_hitung=14,163; maka H0 ditolak. Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan media STEM-Linktree dengan soal cerita terhadap hasil belajar siswa. Respon peserta didik terhadap pembelajaran dengan menerapkan media STEM-Linktree dengan soal cerita adalah positif dalam kategori baik sekali dengan rata-rata 83,5%

    Analisis Pushover terhadap Struktur Gedung dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus menggunakan Metode Precast

    Get PDF
    The ITS Tower 2 building was built on Keputih Street, Surabaya. This building has 13 floors with a height of +51.00 meters which was built using a conventional concrete system. Based on the structural analysis results, the authors found that the existing structure was included in the category of soft soil (SE). In SNI 2847-2019 for the Special Structural Wall Systems category, the building height had a maximum limit of 48 meters. Conventional system planning took a relatively long time to complete. So it was necessary to evaluate the existing structure and modify it using the SMRF method and Precast System. The SMRF-method was used because it did not have a height limit in its planning, and the precast system was chosen because the planned structure had a typical floor plan. The evaluation of the existing structure showed that the fundamental period was 1.2384 seconds, the mass participation in the X direction was 93.90%, the Y direction was 91.79% with 75 modals, and the most significant floor deviation occurred in the Y direction was 49.57 mm. This value met the requirements according to SNI 2847-2019 and SNI 1726-2019; several beam and column cross-section elements are still unsafe due to the reinforcement being smaller than the analysis result, but the performance level was included in the Immediate Occupancy. The evaluation results of the structure showed that the main beam B2 was 60/80 with the longitudinal reinforcement 8D29, the joist beam B4 was 50/70 and B6 was 40/60 with the longitudinal reinforcement 7D25, the column K1 was 110/110 with the longitudinal reinforcement 28D36. The structural behavior obtained the entire period of 1.6059 seconds, the mass participation in the X direction was 99.30%, the Y direction was 99.24% with 50 modals, and the most significant floor deviation occurred in the Y direction was 28.46 mm. This value met the requirements and performance of the building, including the Immediate Occupancy level. Connections for precast columns used dry joints, while the connections for other precast elements used wet joints.Gedung ITS Tower 2 merupakan suatu gedung yang dibangun di Jl. Keputih, Surabaya setinggi 13 lantai (+51.00m) menggunakan sistem beton konvensional. Berdasarkan hasil analisis struktur didapatkan bahwa struktur existing termasuk kategori tanah lunak (SE). Dalam SNI 2847-2019 untuk kategori SDSK, ketinggian dibatasi maksimal 48m. Perencanaan sistem konvensional membutuhkan waktu yang relatif lama dalam penyelesaiannya, sehingga perlu dilakukan evaluasi struktur existing dan modifikasi struktur menggunakan metode SRPMK dan Sistem Precast. Metode SRPMK digunakan karena tidak memiliki batasan ketinggian dalam perencanaanya dan sistem pracetak dipilih karena struktur yang direncanakan memiliki denah yang bersifat tipikal. Hasil evaluasi struktur existing didapatkan periode fundamental sebesar 1.2384 detik, partisipasi massa arah X (93.90%), arah Y (91.79%) dengan 75 modal dan simpangan lantai terbesar terjadi pada arah Y 49.57 mm. Nilai tersebut telah memenuhi persyaratan sesuai SNI 2847-2019 dan SNI 1726-2019, namun terdapat beberapa elemen penampang balok dan kolom yang tidak memenuhi kapasitas momen nominal tetapi level kinerja termasuk dalam Immediate Occupancy. Hasil evaluasi struktur didapatkan balok induk B2 60/80 dengan tulangan longitudinal 8D29, balok anak B4 50/70cm dan B6 40/60 dengan tulangan longitudinal 7D25, kolom K1 110/110 dengan tulangan longitudinal 28D36. Perilaku struktur menghasilkan periode fundamental sebesar 1.6059 detik, partisipasi massa arah X (99.30%), arah Y (99.24%) dengan 50 modal, simpangan lantai terbesar terjadi pada arah Y 28.46 mm. Nilai tersebut memenuhi persyaratan dan kinerja bangunan termasuk dalam level Immediate Occupancy. Sambungan kolom-kolom pracetak menggunakan sambungan kering, sedangkan sambungan elemen pracetak lainnya menggunakan sambungan basah

    Self Compacting Green Concrete (SCGC) Kuat Awal Tinggi Menggunakan CaCO3, Carbide Waste, dan Bottom Ash.

    Get PDF
    The performance improvement can be done by applying innovative principles in construction projects because the most consumed product on earth besides water is concrete, more than 4 billion tons of carbon dioxide per year is produced from this industry. To reduce this problem, research on the utilization of alternative materials to replace cement in SCC (Self Compacting Concrete) in High Early Strength Concrete is one of the good solutions. Alternatively, using CaCO3 and Waste Calcium Carbide to reduce the amount of cement so that less carbon dioxide is produced and using Bottom Ash as a sand substitute to reduce the cost of fine aggregate. This research aims to obtain SCC concrete with a compressive strength of more than 15 MPa at the age of 1 day with a mixture of these environmentally friendly materials, with the chemical properties of environmentally friendly materials reacting simultaneously, this adds to the optimization of concrete innovations carried out both in terms of concrete compressive strength, environmentally friendly, and reduction of material waste. The results showed an increase in effectiveness in reducing the use of cement but proven of increasing the 1 day Compressive Strength and the effectiveness of carbon dioxide emissions generated by 26.58%.Peningkatan kinerja dapat dilakukan dengan penerapan prinsip-prinsip inovatif dalam proyek konstruksi karena produk yang paling banyak dikonsumsi di bumi selain air adalah beton, lebih dari 4 milyar ton karbon dioksida per tahun dihasilkan dari industri ini. Untuk mengurangi masalah tersebut, penelitian pemanfaatan material alternatif pengganti semen pada beton SCC (Self Compacting Concrete) pada High Early Strength Concrete yang merupakan salah satu solusi yang baik. Sebagai alternatif, penggunaan CaCO3 dan limbah kalsium karbida untuk mengurangi jumlah semen sehingga karbon dioksida yang dihasilkan lebih sedikit dan menggunakan Bottom Ash sebagai pengganti pasir untuk mengurangi biaya agregat halus. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan beton SCC dengan kuat tekan lebih dari 15 MPa pada umur 1 hari dengan campuran bahan ramah lingkungan tersebut, dengan sifat kimiawi dari bahan ramah lingkungan yang bereaksi secara simultan, hal ini menambah optimasi inovasi beton yang dilakukan baik dari segi kuat tekan beton, ramah lingkungan, dan pengurangan limbah material. hasil penelitian menunjukkan peningkatan keefektifan dalam pengurangan penggunaan semen tetapi terbukti dapat meningkatkan kuat tekan awal pada umur 1 hari dan keefektifan emisi karbon dioksida yang dihasilkan sebesar 26,58%

    Studi Analisis Penyebab Kelongsoran Timbunan Dan Perencanaan Perkuatan Pada Ruas Jalan Tol Surabaya – Mojokerto STA 14+500 S.D. STA 15+350

    Get PDF
    Jalan tol Surabaya - Mojokerto merupakan jalan tol yang menghubungkan Kota Surabaya dan Kota Mojokerto. Adanya jalan tol tersebut diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan yang dilaluinya. Selain kondisi topografi yang tidak rata, jalan tol Surabaya - Mojokerto juga dibangun di atas timbunan setinggi 10 meter. Pada STA 14+500 s.d STA 15+350 diketahui ketebalan lapisan tanah lunak mencapai 9 meter; hal ini kemungkinan menjadi penyebab terjadinya kelongsoran pada saat umur timbunan mencapai 3 bulan dengan ketinggian 8 meter dimana masih kurang dari tinggi timbunan rencana. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi penyebab kelongsoran dan alternatif perbaikannya agar kelongsoran tidak terjadi lagi pada ruas jalan tol tersebut. Berdasarkan hasil observasi lapangan, data tanah dan data teknis diketahui bahwa tidak ada perkuatan dan PVD (Prefabricated Vertical Drain) yang dipasang dibawah timbunan. Hal ini diperkuat dengan hasil analisis stabilitas lereng yang dilakukan menggunakan program bantu XSTBL diperoleh nilai SF 0,887 s/d 1,157. Angka keamanan ini menunjukkan bahwa timbunan tersebut tidak stabil, dengan kata lain daya dukung tanah dibawah timbunan tidak mencukupi untuk menahan beban setinggi 8 meter sehingga terjadi kelongsoran. Oleh karena itu, perlu direncanakan sistem perkuatan timbunan dengan pemasangan geotextile dan pemasangan spunpile pada tanah dasar dibawah timbunan. Untuk perhitungannya, perlu diperhatikan kenaikan daya dukung akibat pemampatan yang telah terjadi selama 3 bulan oleh timbunan eksisting setinggi 8 meter. Hasil perencanaan kedua alternatif tersebut kemudian dievaluasi untuk mendapatkan perencanaan yang paling efisien. Apabila perkuatan yang dipakai adalah geotextile, maka diperlukan 26 lapis dan per lapisnya terdapat 2 lembar geotextile tipe UW-250 52/52 dengan total biaya material sisi kanan kiri timbunan sebesar Rp 106,996,623,000. Sedangkan untuk pemasangan spunpile dengan d = 30 cm dan p = 6 m, diperlukan 38 buah spunpile/m panjang jalan; total biaya material sisi kanan kiri adalah Rp 79,853,109,750. Dari kedua alternatif yang telah direncanakan, pemasangan spunpile pada tanah dasar merupakan alternatif terpilih

    Perencanaan Saluran Buang Boga Daerah Irigasi Wariori Menggunakan Perangkat Lunak Strom Water Management Model (SWMM) 5.1 (Distrik Masni, Manokwari, Papua Barat)

    Get PDF
    Kebutuhan air untuk D.I. Wariori sudah tercukupi dengan adanya sistem jaringan irigasi, disisi lain timbul permasalahan baru dimana kapasitas air saat musim penghujan membawa dampak banjir genangan salah satunya di area Boga. Mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan sistem pembuangan (drainase) berkelanjutan. Salah satu program untuk perencanaan saluran drainase yang berkembang adalah Strom Water Management Model (SWMM) versi 5.1 untuk mengimplementasikan tindakan penanganan air hujan yang sesuai dengan data yang tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung estimasi volume air dan laju aliran permukaan di saluran buang yang didesain dan dimodelkan menggunakan perangkat lunak SWMM 5.1. Analisis yang dilakukan adalah mengubah data hujan eksisting menjadi intensitas hujan jam-jaman dengan menggunakan metode Mononobe. Selain itu juga dilakukan pembagian subcathment area dan pembuatan model saluran buang sesuai data yang tersedia di area Boga. Setelah semua parameter di-input kedalam program SWMM 5.1. Hasil perancangan dimensi saluran buang area Boga Ka-1 (5 DTA) didapat 3 ukuran yakni 0,8 × 0,8 m untuk SAL 1 dan SAL 2, ukuran 1 × 1 m untuk SAL 3 dan SAL 4, ukuran 1 × 1,5 m untuk SAL 5 dan SAL 6. Sedangkan untuk area Boga Ka-2 ( 2 DTA) dan Boga Ki-1 (3 DTA) memiliki dimensi saluran yang seragam yakni 1 × 1 m pada masing-masing saluran

    Pemanfaatan Agen Biologis dalam Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga di Dusun Bejen Kabupaten Bantul

    Get PDF
    Sampah organik merupakan hasil dari sisa makan, kayu, ranting, daun, dan kertas, sampah organik mendominasi di Indonesia. Salah satu penghasil sampah organik adalah rumah tangga. Dusun Bejen kabupaten Bantul merupakan penghasil sampah organik tersebut. Dengan adanya Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menambah pengetahuan dan keterampilan serta kesadaran Warga Dusun Bejen Bantul meningkat dan permasalahan sampah yang belum tertangani di lokasi tersebut dapat terselesaikan. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Musholla Al-Manar, Dusun Bejen pada tanggal 19 Oktober 2021. Pelatihan yang dilakukan berupa pengolahan sampah organik dengan teknik keranjang takakura, eco-enzyme dan ember tumpuk dengan Black Soldier Fly (BSF). Dari hasil pengabdian kepada masyarakat Dusun Bejen terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sampah organik skala rumah tangga

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇