Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    Penegakan Hukum terhadap Perlindungan Terumbu Karang di Kabupaten Raja Ampat

    No full text
    Massive exploitation of coral reefs and their surrounding ecosystems often occurs without considering conservation and sustainability, especially in tourist destinations, as seen in Raja Ampat Regency. The research employed both normative juridical and empirical juridical approaches with a descriptive-analytical approach. The types of data used were primary data, obtained directly from respondents, and secondary data, obtained from literature studies, documentation, and interviews. The research findings indicate that the legal norms governing law enforcement for coral reef protection in Raja Ampat Regency constitute violations of norms with strict sanctions, providing education to combat theft and/or destruction of marine ecosystems, with the aim of raising awareness among the public that such actions are criminal offenses. The enforcement of sanctions for legal violations against coral reefs in Raja Ampat Regency takes the form of patrols to monitor criminal acts of ecosystem destruction and also conducts socialization to help the community understand the consequences of damaging marine ecosystems. The concept presented by the author in the research reaffirms the importance of the role of parents and all elements of society in maintaining public order and security, particularly community development. It emphasizes that it is not solely the responsibility of the police, as without the functioning and involvement of parents and community elements, the police cannot effectively and efficiently carry out their duties in fostering the community.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penegakan terhadap Perusakan Terumbu Karang di Wilayah Perairan Kabupaten Raja Ampat, agar meningkatkan kualitas sumber daya aparat penegak hukum. Diperlukan adanya peningkatan kualitas sumber daya dari aparat penegak hukum atau aparat Satuan Polair di wilayah Pangandaran mengenai tindak pidana perusakan ekosistem laut. Penelitian yang digunakan melalui Pendekatan yuridis Normatif dan yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif-analitis. Jenis data yang digunakan adalah data primer, yakni data yang diperoleh secara langsung dari responden, dan data sekunder, yakni data yang diperoleh dari kajian kepustakaan, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma hukum yang mengatur penegakan hukum terhadap perlindungan terumbu karang di Kabupaten Raja Ampat adalah merupakan pelanggaran norma atau kaidah-kaidah yang mempunyai sanksi tegas, memberikan penyuluhan dalam menanggulangi tindak pidana pencurian dan/atau merusak ekosistem laut yang dilindungi di wilayah konservasi sumber daya alam, dengan tujuan agar masyarakat sadar bahwa perbuatan tersebut merupakan suatu tindak pidana. Penerapan sanksi terhadap pelanggaran hukum terhadap terumbu karang di Kabupaten Raja Ampat adalah terutama berwujud suatu pangandaran guna pengawasan terhadap tindak pidana perusakan ekosistem laut dan juga melakukan sosialisasi untuk membantu masyarakat mengetahui bahwa tindakan perusakan ekosistem laut. merupakan tindakan Hukum dengan tegas mengatur perbuatan-perbuatan manusia yang bersifat lahiriah, hukum mempunyai sifat untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan-kepentingan para kelompok-kelompok atau warga masyarakat. Konsep yang mana dikemukakan oleh penulis dalam peneliti kembali menegaskan betapa pentingnya peranan orang tua seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam hal ini, pembinaan masyarakat. dan bukan hanya tugas Kepolisian semata, karena tanpa adanya fungsi dan peran orang tua dan elemen masyarakat. Kepolisian juga tidak dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien untuk menciptakan pembinaan masyarakat

    Analisis Aspek Leksikal dalam Talk Show Sentilan-Sentilun Edisi “Perpustakaan DPR Untuk Siapa?”

    Get PDF
    This research aims to describe what lexical aspects are used in Sentilan Sentilun's discourse “DPR Library for whom?” and what is most dominantly used in the discourse. This research uses a descriptive qualitative method with a discourse analysis technique. The data source in this research is Sentilan Sentilun's program "DPR Library For Whom?”.  The results of this study found several lexical aspects including repetition, synonymy, antonymy, hyponymy, collocation, and equivalence.  The linguistic aspects that dominantly appear are lexical aspects of repetition and equivalence. Lexical aspects of repetition such as reading books, reading interest and reading mean literacy awareness conveyed in satire to DPR members. In addition, the meaning of repetition such as father and minister also dominates the meaning of respectful greetings. In the lexical aspect of equivalence, the affixation process of basic words such as read, wake up, and believe shows the meaning of the equivalence of words in speech.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek leksikal yang digunakan dalam wacana Sentilan Sentilun “Perpustakaan DPR untuk Siapa?” dan aspek leksikal apa yang paling dominan digunakan dalam wacana tersebut.  Penelitian ini menggunakan kajian analisis wacana. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis wacana. Sumber data dalam penelitian ini yaitu acara Sentilan Sentilun “Perpustakaan DPR untuk Siapa?”. Data penelitian ini berupa satuan lingual seperti kata, frasa, klausa atau kalimat. Hasil penelitian ini menemukan beberapa aspek leksikal, antara lain repitisi, sinonimi, antonimi, hiponimi, kolokasi, dan ekuivalensi. Aspek leksikal yang dominan muncul adalah aspek leksikal repitisi dan ekuivalensi. Aspek leksikal repetisi seperti baca buku, minat baca dan membaca bermakna sadar literasi yang disampaikan dalam sindiran kepada anggota DPR. Selain itu makna repetisi seperti Bapak dan Menteri juga mendominasi sebagai makna sapaan penghormatan. Sementara aspek leksikal ekuivalensi ditemukan proses afiksasi dari kata dasar seperti baca, bangun dan yakin yang menunjukkan makna kesepadanan kata dalam  tuturan.

    EFEKTIFITAS PLAY TERAPI MENGGUNAKAN PERMAINAN LEGO UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA PADA ANAK DI TK LINTANG SURABAYA

    No full text
    Kerjasama pada anak usia dini merupakan keterampilan sosial yang sangat penting untuk perkembangan sosial, emosi dan kognitif anak. Melalui kerjasama, anak dapat membangun hubungan yang sehat dengan orang lain, mengembangkan keterampilan sosial yang kuat dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektifitas play terapi menggunakan permainan lego untuk meningkatkan kerjasama anak di TK Lintang Surabaya. Observasi awal yang dilakukan di TK Lintang menunjukkan bahwa perilaku yang selalu ingin menonjol, menang sendiri dan tidak mau mengalah masih muncul pada anak-anak. Untuk menyikapi hal tersebut, maka dilakukan suatu teknik play terapi menggunakan permainan lego untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak. Adapun metode yang dilakukan ialah menggunakan pendekatan kuantitatif deskrisptif dan subyek penelitian ialah siswa TK B yang ada di TK Lintang Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan permainan lego dalam play terapi efektif dalam meningkatkan kerjasama pada anak

    TO BE RELIGIOUS THROUH SUNDANESE SONG: : RELIGIOUS VALUES ON DU’A SONG BY NANO SURATNO TO STRENGHTEN EARLY CHILD CHARACTER IN ISLAMIC PERSPECTIVE

    Get PDF
    Children's lives in the 21st century have generally changed in the religious aspect. It can be seen from the existence of some phenomenon, among them are that children cannot understand the values of the holy book in their life, frequent bullying among friends, misunderstanding the way of dressing, and so on. This is a challenge for educators especially teachers. One of the efforts to instill religious values can be done through music education at home. In this article, the author will analyze the religious values contained in a Sundanese song entitled Du'a by Nano Suratno. The aim of this article is to raise the awareness of the importance of religious values for children so that they have an excellent personality. The ground theories of this article are a theory of character education, development and personality of early childhood, music education, and religious theory in Islamic perspectives. The method of this article is descriptive analytic. The result shows tha the Du'a song contains two religious values such as iman (faith) and prayer. Those values are the indicators of ‘habluminallah’ (the relation between human with God). This article is expected to be one of references of learning model to strenght religious values through music

    PENGARUH BLUE LIGHT GADGET TERHADAP PROSES PENUAAN DINI PADA KULIT WAJAH

    Get PDF
    ABSTRAKGadget saat ini tengah digandrungi banyak orang. Angka penggunaan gadget di Indonesia selalu meningkat dan Indonesia telah menempati urutan kelima dalam daftar pengguna smartphone terbesar di dunia, setelah Cina, Amerika Serikat, India, dan Brazil. Peningkatan pengguna smartphone setiap tahunnya sangat bisa dimaklumi karena handphone saat ini bukan sekedar alat komunikasi melainkan memiliki berbagai fungsi yang tergabung di dalamnya. Sekarang menggunakan alat dapat sangat membantu beberapa tindakan karena semuanya hanya memiliki dua sisi mata yang berbeda. Keunggulan smartphone dapat dimanfaatkan sepenuhnya, namun smartphone juga membawa aspek negatif. Metode penelitian yang saya gunakan pada artikel kali ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh blue light pada wajah.  Paparan blue light secara kumulatif dan dalam waktu jangka panjang dapat mengakibatkan berbagai masalah kulit di wajah. Diantaranya bisa memicu kemunculan tanda-tanda penuaan dini akibat paparan sinar tersebut atau yang kerap disebut photoaging. Karena sinar blue light mampu mempenetrasi kulit lebih dalam. Kondisi itu membuat blue ligh mampu merusak kolagen dan elastin. Ketika kulit mengalami kekurangan kolagen dan elastin, lapisan epidermis akan lebih mudah kendur dan menyebabkan keriput di beberapa area wajah. Tidak hanya muncul tanda-tanda penuaan dini, kerusakan elastin, kolagen, dan sel-sel kulit pada wajah akibat blue light juga dapat melemahkan permukaan kulit wajah dan memperlambat regenerasi sel kulit.Kata Kunci: Blue light; Gadget; Penuaan Dini.ABSTRACTGadgets are currently being loved by many people. The number of gadget users in Indonesia is always increasing and Indonesia ranks fifth in the list of the world's largest smartphone users, after China, the United States, India and Brazil. The increase in smartphone users every year is understandable because today's cellphones are not just a communication tool but have various functions incorporated in them. Now using tools can really help with some actions because everything just has two different sides of the eye. The advantages of smartphones can be fully utilized, but smartphones also bring negative aspects. However, frequent use of gadgets has a negative impact on our health, especially due to the effects of blue light (blue light) emitted from these gadgets. The research method that I use in this article is a descriptive qualitative method, with the aim of knowing the effect of blue light on the face. Cumulatively and long-term exposure to blue light can cause various skin problems on the face. Among them can trigger the appearance of signs of premature aging due to exposure to these rays or what is often called photoaging. Because blue light rays are able to penetrate deeper into the skin. This condition makes blue light able to damage collagen and elastin. When the skin experiences a lack of collagen and elastin, the epidermis layer will loosen more easily and cause wrinkles in several areas of the face. Not only do signs of premature aging appear, damage to elastin, collagen, and skin cells on the face due to blue light can also weaken the surface of facial skin and slow down skin cell regeneration.Keywords: Blue light; Gadget; Early Aging

    MANFAAT PISANG(Musa paradisiaca) DALAM UPAYA MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL DARAH

    Get PDF
    Artikel yang saya buat ini membahas tentang permasalahan pada manusia yang didapati penyakit kadar kolesterol yang tinggi sehingga penyumbatan pembuluh darah di otak karena kurangnya asupan oksigen dan darah. Dan membahas tentang apa manfaat mengonsumsi pisang dalam upaya menurunkan kadar kolesterol darah. Kolesterol tinggi telah menjadi masalah kesehatan yang signifikan di berbagai belahan dunia. Upaya untuk menurunkan kadar kolesterol darah seringkali melibatkan pengaturan pola makan dan pemilihan makanan yang tepat.(Com 2021) Pisang, sebagai salah satu buah yang umum dikonsumsi, telah menunjukkan potensi untuk membantu menurunkan kadar kolesterol darah.(Rana 2022)Dalam rangka memanfaatkan manfaat pisang dalam menurunkan kadar kolesterol darah, disarankan untuk mengonsumsi pisang segar secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehat yang seimbang.(Alvinasyrah 2021) Namun, penting untuk diingat bahwa pengaturan pola makan secara keseluruhan dan gaya hidup sehat yang komprehensif tetap penting dalam mencapai pengendalian kolesterol yang optimal. Katakunci:Hiperkolesterolemia;Kolesterol; Pisang. ABSTRACTThis article discusses the benefits of eating bananas in an effort to lower blood cholesterol levels. High cholesterol has become a significant health problem in various parts of the world. Efforts to lower blood cholesterol levels often involve adjusting diet and choosing the right foods. Bananas, as one of the most commonly consumed fruits, have shown the potential to help lower blood cholesterol levels. In order to take advantage of the benefits of bananas in lowering blood cholesterol levels, it is advisable to eat fresh bananas regularly as part of a balanced healthy diet. However, it should be remembered that overall dietary control and a comprehensive healthy lifestyle are still important in achieving optimal cholesterol control.Keywords: hypercholesterolemia; cholesterol; banan

    IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING DALAM KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SASTRA HIJAU SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA

    Get PDF
    The implementation of project based learning in the skills of writing green literary short stories for class XI students of SMA Muhammadiyah 2 Surabaya aims to describe the implementation of the project based learning model in learning and the results of green literary short stories for class XI students of SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. This study uses a mixed methods type of the embedded design, which is a research method that combines quantitative and qualitative data simultaneously, with one of the data as a support. The population of this study was class XI MIPA SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. While the sample is class XI MIPA 3 and XI MIPA 6 as many as 55 students. The sampling technique for this research was purposive sampling. Data collection was carried out using observation techniques and documentation of learning achievement tests. Data were analyzed with descriptive statistics. The results of this study are the implementation of the project based learning model consisting of six steps, that is: a) determining the project to write green literary short stories; b) designing short story completion steps; c) preparation of project implementation schedule; d) short story completion; e) presentation of short stories; and f) evaluation of the process and results of short stories. Green literary short stories by students fulfill the criteria of: a) use of ecological diction; b) feeling hurt over the destroyed earth; c) efforts to free the earth from destruction; d) stories based on love for the earth; and e) resistance to unfair treatment of the earth. Monitoring activities carried out affect the results of student short stories. The more actively students participate in monitoring, the better the green literary short stories produced. Thus, the project based learning model is appropriate to be applied in learning to write green literary short stories in class XI SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.Implementasi project based learning dalam keterampilan menulis cerpen sastra hijau siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Surabaya bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model project based learning dalam pembelajaran dan hasil cerpen sastra hijau siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi jenis the embedded design. Populasi penelitian ini adalah kelas XI MIPA SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Sedangkan sampelnya adalah kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 6, diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi tes hasil belajar. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan implementasi model project based learning terdiri atas: a) penentuan proyek menulis cerpen sastra hijau; b) perancangan langkah-langkah penyelesaian cerpen; c) penyusunan jadwal; d) penyelesaian cerpen; e) presentasi; dan f) evaluasi. Cerpen sastra hijau karya siswa memenuhi kriteria: a) penggunaan diksi ekologis; b) perasaan terluka atas kehancuran bumi; c) upaya membebaskan bumi dari kehancuran; d) cerita cinta terhadap bumi; dan e) perlawanan atas kesewenangan terhadap bumi. Kegiatan monitoring yang dilakukan memengatuhi cerpen siswa. Semakin aktif siswa mengikuti monitoring, semakin baik pula cerpen sastra hijau yang dihasilkan. Dengan demikian, project based learning tepat diterapkan dalam pembelajaran menulis cerpen sastra hijau pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Surabaya

    KATA MAHA DALAM TIGA KARYA SASTRA: BUSTAN AL-SALATIN (1640), HIKAYAT RAJA BIKRAMA SAKTI (1830), DAN NEGERI 5 MENARA (2009)

    Get PDF
    The use of the word “maha” in the social media era is interesting to discuss. The word “maha”, for some people, is regarding to the divine. This research aims to determine the use and meaning of the word “maha” in three literature manuscripts, namely Bustan al-Salatin (1640), Hikayat Raja Bikrama Sakti (1830) and Negeri 5 Menara (2009). This research is included as qualitative research with a descriptive-analytical design. The data collection method chosen was the note-taking method. The theories used in this research were the collocation theory from Halliday and Hasan (1976) and the meaning component theory from Nida (1975). The data sources for this research were three manuscripts from different periods, namely Bustan al-Salatin (1640), Hikayat Raja Bikrama Sakti (1830), and Negeri 5 Menara (2009). This research involved a corpus approach regarding research data sources. From the results of the analysis, the word “maha” does not only refer to God or divine. In the Bustan al-Salatin manuscript, the word “maha” can refer to God, king, places, activities, animals, and objects; in the Hikayat Raja Bikrama Sakti manuscript, it refers to God and king; and in the Negeri 5 Menara manuscript, it refers to God and objects.Penggunaan kata maha di era media sosial menarik untuk dibahas karena munculnya diskursus terkait identiknya kata tersebut dengan sifat ketuhanan. Masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami terkait penggunaan dan pemaknaan dari kata maha. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan dan pemaknaan kata maha dalam tiga karya sastra, yakni Bustan al-Salatin (1640), Hikayat Raja Bikrama Sakti (1830), dan Negeri 5 Menara (2009). Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan desain deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak, dan teknik pengumpulan datanya berupa teknik simak bebas libat cakap. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kolokasi dari Halliday dan Hasan (1976) dan teori komponen makna dari Nida (1975). Sumber data penelitian ini adalah tiga karya sastra pada periode yang berbeda, yaitu naskah Bustan al-Salatin (1640), Hikayat Raja Bikrama Sakti (1830), dan Negeri 5 Menara (2009). Penelitian ini melibatkan pendekatan korpus terkait sumber data penelitian. Dari hasil analisis, kata maha tidak hanya mengacu kepada Tuhan maupun sifat ketuhanan saja. Pada naskah Bustan al- Salatin, kata maha dapat mengacu kepada Tuhan, raja, tempat, aktivitas, binatang, dan benda; pada naskah Hikayat Raja Bikrama Sakti mengacu kepada Tuhan dan raja; dan pada naskah Negeri 5 Menara mengacu kepada Tuhan dan benda

    PENGGUNAAN MEDIA PAPAN SELIP (SLOT BOARD) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA PERANCIS TINGKAT A1 CECRL DI SMA TELKOM BANDUNG

    Get PDF
    In several learning methods, the Slot Board is believed to be able to solve the difficulties in learning. So in this study the researcher will use Slot Board learning media to determine students' abilities in French speaking skills at A1 CECRL level after using Slot Board media as well as students' opinions regarding learning using Slot Board media in CECRL Level A1 French speaking skills. This research uses a quantitative approach method with a one-shot case study design with datacollection techniques through post-tests and questionnaires distributed to 36 grade 10 students in the 2023/2024 academic year. The results of the research show that the overall point for speaking ability after using this media is 3252/3600, namely getting an average class score of 90.22. With the scores obtained, it can be seen that the class average assessment predicate is very good. The results of the research questionnaire show that the majority of students feel that learning using a slot board really helps the teaching and learning process because the material explained attracts students' attention to be more motivated to learn than usual because it is more fun and easy to pay attention to.   Keywords: French speaking skills, slip board, Learning Media.  Dalam beberapa metode pembelajaran, Papan selip (Slot Board) dipercaya bisa memecahkan kesulitan-kesulitan yang ada pada suatu pembelajaran. Maka dalam  penelitian ini peneliti akan menggunakan media pembelajaran papan selip (Slot Board) yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam keterampilan berbicara bahasa Perancis tingkat A1 CECRL setelah menggunakan media papan selip (Slot Board) serta pendapat siswa terhadap pembelajaran menggunakan media Papan Selip (Slot Board) dalam keterampilan berbicara bahasa Perancis Tingkat A1 CECRL. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif  dengan desain one-shot case study dengan teknik pengumpulan data melalui post-test dan kuisioner yang disebarkan kepada 36 siswa kelas 10 pada tahun ajaran 2023/2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan berbicara setelah meggunakan media tersebut mendapat point keseluruhan adalah 3252/3600 yakni mendapatkan rata rata nilai kelas sebesar 90.22, dengan nilai yang diperoleh tersebut, dapat diketahui predikat penilaian rata rata kelas adalah sangat baik. Hasil angket penelitian menunjukan bahwa sebagian besar siswa merasa pembelajaran menggunakan papan selip (slot board) ini sangat membantu proses belajar mengajar karena materi yang dijelaskan lebih menarik perhatian siswa untuk termotivasi belajar lebih dari biasanya karena lebih menyenagkan dan ringan untuk cermati.   Kata Kunci : keterampilan berbicara, papan selip, media pembelajaran

    The Influence of Service Innovation and Service Quality on Customer Satisfaction Users of Mobile Banking Livin' by Mandiri

    Get PDF
    This research was conducted with the aim of determining the influence and analyzing service innovation and service quality on customer satisfaction among Livin' by Mandiri mobile banking users. Using a quantitative approach with a survey method using SPSS version 27 tools. Primary data is used as a data source in form of a questionnaire from respondent responses with sampling using purposive sampling using the Slovin formula, then a sample of 99 respondents was obtained. The result show that simultaneously service innovation and service quality have a positive and significant effect on customer satisfaction for Livin' by Mandiri. It is hoped PT Bank Mandiri will always develop service innovation and service quality that is easier, faster, more accurate and comfortable by following technological developments so that it has an impact on increasing customer satisfaction.This research was conducted with the aim of determining the influence and analyzing service innovation and service quality on customer satisfaction among Livin' by Mandiri mobile banking users. Using a quantitative approach with a survey method using SPSS version 27 tools. Primary data is used as a data source in form of a questionnaire from respondent responses with sampling using purposive sampling using the Slovin formula, then a sample of 99 respondents was obtained. The result show that simultaneously service innovation and service quality have a positive and significant effect on customer satisfaction for Livin' by Mandiri. It is hoped PT Bank Mandiri will always develop service innovation and service quality that is easier, faster, more accurate and comfortable by following technological developments so that it has an impact on increasing customer satisfaction

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇