Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa dan Kebakaran Siswa Madrasah Aliyah Jabal Noer

    No full text
    Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan kebakaran, karena letaknya di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia. Kondisi ini menuntut adanya kesiapsiagaan yang memadai, terutama di lingkungan sekolah yang padat aktivitas. Madrasah Aliyah Jabal Noer Sidoarjo memiliki bangunan bertingkat dengan akses evakuasi yang terbatas, lorong sempit, serta minimnya fasilitas proteksi kebakaran, sehingga menimbulkan kerentanan tinggi apabila terjadi bencana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa serta guru dalam menghadapi potensi gempa bumi dan kebakaran. Metode yang digunakan berupa survei kondisi eksisting bangunan, penyusunan dan pemasangan peta jalur evakuasi, pemasangan rambu dan poster himbauan, sosialisasi materi kebencanaan, demonstrasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada hampir seluruh aspek, meliputi pemahaman definisi mitigasi, prosedur evakuasi, titik kumpul, pemakaian APAR, serta kesadaran akan keselamatan dan kesehatan kerja. Siswa juga menunjukkan sikap lebih positif terhadap pentingnya pelaksanaan simulasi bencana secara rutin. Dengan demikian, program pelatihan ini berhasil mencapai tujuan pengabdian sekaligus menumbuhkan budaya sadar bencana yang berpotensi berkelanjutan di lingkungan sekolah

    Pemberdayaan Guru TK di PKG Markisa melalui Literasi Digital untuk Branding dan Peningkatan Reputasi Sekolah

    No full text
    Program pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi digital bagi guru taman kanak-kanak dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan sekolah untuk memperkuat branding serta reputasi di tengah masyarakat. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan media digital untuk promosi sekolah, mencakup pengelolaan media sosial, desain grafis, penulisan copywriting, serta pembuatan video promosi. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan, workshop, praktik langsung, dan pendampingan kepada 20 guru dari 10 sekolah mitra yang tergabung dalam PKG Markisa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan guru, dengan rata-rata kenaikan 43% pada enam aspek utama, serta terciptanya produk digital berupa akun media sosial aktif, foto kegiatan sekolah dan video promosi sekolah. Selain itu, kegiatan ini mampu menumbuhkan kepercayaan diri guru dalam mengelola branding sekolah secara mandiri. Kesimpulannya, program ini berhasil memberdayakan guru melalui literasi digital untuk mendukung branding dan peningkatan reputasi sekolah, serta berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain

    Program Less Hazard: Edukasi Pemilahan Limbah B3 untuk Peningkatan Pengetahuan Pemulung Kampung Pulosari

    No full text
    Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berisiko tinggi terhadap lingkungan dan keselamatan kerja. Pemulung sebagai pekerja informal kerap terpapar langsung limbah berbahaya tanpa perlindungan memadai. Kondisi ini terlihat di Kampung Pulosari, Kota Malang, Di kawasan tersebut, pemulung masih mencampur limbah organik, anorganik, dan B3 serta jarang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menilai efektivitas edukasi pemilahan limbah B3 dalam meningkatkan pengetahuan pemulung serta mengidentifikasi kesenjangan antara pengetahuan dan praktik di lapangan. Metode pengabdian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol yang melibatkan 20 pemulung. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank serta analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata peringkat (mean rank) skor pengetahuan dari 17,36 pada pretest menjadi 19,64 pada posttest. Meskipun terdapat tren kenaikan skor, perbedaan tersebut secara statistik ditemukan tidak signifikan (p = 0,503; U = 141,500; Z = -0,670). Sebanyak 75% responden memiliki kategori pengetahuan baik setelah intervensi, namun praktik di lapangan masih rendah, ditunjukkan dengan tetap adanya pencampuran limbah dan minimnya penggunaan APD. Berdasarkan hasil uji statistik, edukasi menunjukkan tren peningkatan skor pengetahuan, namun secara statistik belum signifikan dalam memberikan perubahan yang kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan saja belum cukup untuk mengubah perilaku secara instan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berkelanjutan melalui penyediaan APD, rambu keselamatan, dan dukungan fasilitas agar pengetahuan dapat terimplementasi dalam praktik aman sehari-hari

    Analisis Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan pada Karangan Teks Pidato Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Alasa

    Get PDF
    This study aims to analyze the use of the Enhanced Indonesian Spelling System (EYD) in speech texts written by eighth-grade students of SMP Negeri 1 Alasa. The research was inspired by internship findings showing that many students still fail to apply proper spelling rules in formal writing. The study focuses on three main aspects: letter usage, word writing, and punctuation. A qualitative descriptive method was applied. Data were collected from 21 student speeches on the topic “Garbage Problem” through documentation and written tests. The analysis revealed 262 spelling errors, mostly in capital letter usage, followed by word writing and punctuation. The pattern indicates that students have limited understanding of contextual capitalization, correct word formation, and punctuation functions. The study recommends more practical and writing-integrated spelling instruction so that students can produce clearer and more rule-compliant written works in Indonesian.ABSTRAK Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dalam karya tulis siswa masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada teks-teks formal seperti teks pidato. Fenomena tersebut menunjukkan masih lemahnya penguasaan aspek teknis kebahasaan siswa dalam kegiatan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan EYD dalam teks pidato siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Alasa. Penelitian difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu pemakaian huruf, penulisan kata, dan tanda baca. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari 21 teks pidato siswa bertema “Masalah Sampah” melalui dokumentasi dan tes tertulis. Hasil analisis menunjukkan sebanyak 262 kesalahan ejaan, kesalahan terbanyak pada pemakaian huruf kapital, diikuti oleh penulisan kata, dan tanda baca. Hal tersebut menunjukkan lemahnya pemahaman siswa terhadap fungsi huruf kapital, penulisan kata yang sesuai kaidah serta pentingnya tanda baca. Peneliti merekomendasikan pembelajaran ejaan yang aplikatif dan terintegrasi dengan kegiatan menulis agar siswa mampu menulis secara sesuai kaidah bahasa Indonesia.   ABSTRACT The use of Enhanced Spelling (EYD) in student writing remains a problem in Indonesian language learning, especially in formal texts such as speeches. This phenomenon indicates students' weak mastery of technical aspects of language in writing activities. This study aims to analyze the use of EYD in speech texts of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Alasa. The study focused on three main aspects, namely letter usage, word spelling, and punctuation. The method used was qualitative with a descriptive approach. Data were obtained from 21 student speech texts with the theme "Garbage Problem" through documentation and written tests. The analysis results showed 262 spelling errors, the most common errors were in the use of capital letters, followed by word spelling, and punctuation. This indicates students' weak understanding of the function of capital letters, writing words according to rules, and the importance of punctuation. The researcher recommends applicable spelling learning integrated with writing activities so that students are able to write according to Indonesian language rules

    ANALISIS KESIAPAN GURU DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN CODING UNTUK ANAK USIA DINI DI LIMA TK KOTA JAMBI

    Get PDF
    Perkembangan teknologi digital menuntut pendidik anak usia dini untuk memiliki kesiapan dalam mengintegrasikan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan abad ke-21, salah satunya melalui pembelajaran coding. Pengenalan coding sejak usia dini berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir komputasi, logika, dan pemecahan masalah anak. Namun, keberhasilan implementasi pembelajaran coding sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan guru Taman Kanak-Kanak dalam penerapan pembelajaran coding untuk anak usia dini di Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian terdiri dari 30 guru TK yang berasal dari enam TK di Kota Jambi, yaitu TK AI-Moestafa, TK Al-Azka, TK An-Nahl, TK Pertiwi II, TK Kasih Ibu, dan TK Al-Falah. Instrumen penelitian berupa angket tertutup dengan skala Likert yang mencakup tiga indikator kesiapan guru, yaitu pengetahuan dan keterampilan, perencanaan dan pengelolaan kelas, serta sikap dan perilaku. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa 24 dari 25 butir pernyataan dinyatakan valid, sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,940 yang menunjukkan reliabilitas sangat tinggi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif menunjukkan bahwa kesiapan guru berada pada kategori siap, dengan persentase respon setuju sebesar 58,61% dan sangat setuju sebesar 34,31%. Indikator sikap dan perilaku memiliki persentase tertinggi dibandingkan indikator lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru TK di Kota Jambi pada umumnya telah memiliki kesiapan yang baik dalam menerapkan pembelajaran coding untuk anak usia dini, meskipun masih diperlukan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru agar kesiapan tersebut dapat berkembang ke kategori sangat siap

    Analisa Susut Energi pada Sistem Jaringan Distribusi Kantor Pelayanan Tolikara PT PLN (Persero) UP3 Wamena

    Get PDF
    Pada PT PLN (Persero) UP3 Wamena, perhitungan susut masih dihitung dalam lingkup ULP, sedangkan pada UP3 Wamena terdapat beberapa sistem yang terpisah dari sistem utama. Sistem yang terpisah tersebut perlu dihitung susutnya agar mengetahui perbaikan susut yang diperlukan. Pada kantor pelayanan Tolikara belum diketahui seberapa besar susut distribusinya.  Sehingga diperlukan adanya perhitungan susut pada KP Tolikara. Dalam menghitung susut distribusi menggunakan formula jogja yang digunakan sebagai acuan untuk menghitung susut pada PT PLN (Persero). Hasil perhitungan susut distribusi pada TW I sebesar -3.266 kWh (-0,63%) dengan rincian susut teknis  sebesar 25.509 kWh (4,98%) dan susuk non teknis sebesar -28.735 kWh (-5,61%). Sedangkan susut distribusi pada TW II sebesar 131.017 kWh (22,30%) dengan rincian susut teknis sebesar 30.290 kWh (5,16%) dan susut non teknis sebesar 100.727 kWh (17,15%). Terdapat pengaruh promo kelistrikan yang pada bulan Januari hingga Februari yang menyebabkan perubahan yang signifikan dari TW I ke TW II. Selain itu penyebab terjadinya susut non teknis yang besar dikarenakan adanya pencurian listrik. Untuk menurunkan susut distribusi salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik)

    Analisis Hubungan Usia, Pekerjaan, dan Berat Badan terhadap Disfungsi Ereksi pada Pekerja Pemerintah dan Swasta

    No full text
    Erectile Dysfunction (ED) is a condition that affects quality of life and is often associated with cardiovascular disease. By 2025, global ED cases are expected to reach 322 million, with strong links to depression and reduced well-being. This study aimed to analyze the relationships between age and body weight and ED among government and private-sector workers. This observational analytic study involved 64 participants selected via purposive random sampling in Makassar from June to July 2024. ). ED was measured using the International Index of Erectile Function-5 (IIEF-5), a validated questionnaire for assessing erectile function. Data were analyzed using univariate and bivariate methods (Chi-Square test). Most respondents were aged 31–40 years (34.38%), overweight (37.5%), and had normal erectile function (56.25%). A significant association was found between BMI and erectile function (p = 0.024), where normal and overweight individuals reported better erectile function. No significant associations were found between erectile function and age (p = 0.922), medical history (p = 0.304), medication use (p = 0.508), or frequency of sexual intercourse (p = 0.318). In conclusion, BMI was significantly related to erectile function, while age, disease, medication use, and sexual frequency were not.Latar Belakang: Disfungsi Ereksi (DE) merupakan kondisi yang memengaruhi kualitas hidup dan sering dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular. Pada tahun 2025, kasus DE global diperkirakan mencapai 322 juta, dengan kaitan kuat dengan depresi dan penurunan kesejahteraan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara usia, pekerjaan, dan berat badan dengan DE pada pekerja pemerintah dan swasta. Metode: Penelitian analitik observasional ini melibatkan 64 partisipan yang dipilih melalui purposive random sampling di Makassar dari bulan Juni hingga Juli 2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Variabel independen meliputi usia, riwayat penyakit, penggunaan obat, frekuensi hubungan perkawinan, dan BMI. DE diukur menggunakan IIEF-5. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat (uji Chi-Square). Hasil: Sebagian besar responden berusia 31–40 tahun (34,38%), tidak memiliki penyakit (50%) atau riwayat pengobatan (64,06%), sering melakukan hubungan seksual (>8/bulan), dan kelebihan berat badan (37,5%). Sebagian besar memiliki fungsi ereksi normal (56,25%). Analisis bivariat tidak menunjukkan hubungan signifikan antara usia, riwayat penyakit, penggunaan obat, atau frekuensi perkawinan dengan skor IIEF-5. Namun, BMI dikaitkan secara signifikan dengan DE (p = 0,024). Kesimpulan: BMI dikaitkan secara signifikan dengan fungsi ereksi, sedangkan usia, penyakit, penggunaan obat, dan frekuensi seksual tidak

    Sinergi Strategi Digitalisasi dan Dukungan Lembaga Keuangan Mikro Terhadap Keberlanjutan UMKM Kuliner di Kota Medan

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji hubungan antara penerapan strategi digitalisasi dan peran lembaga keuangan mikro (LKM) dalam menjaga keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner di Kota Medan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan memanfaatkan berbagai sumber data sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi berperan penting dalam meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing UMKM kuliner. Di sisi lain, LKM berkontribusi melalui penyediaan akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta peningkatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Sinergi antara digitalisasi dan dukungan LKM dapat memperkuat keberlanjutan usaha melalui peningkatan pendapatan, inovasi produk, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar. Namun, masih terdapat kendala pada aspek literasi digital dan keuangan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, LKM, dan pelaku UMKM sangat penting dalam mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan pada sektor kuliner di Kota Medan

    The Effectiveness of Mediation as an Instrument for Land Dispute Resolution: A Normative Legal Study of the Role of the National Land Agency in Lamongan Regency

    Get PDF
    The strategic socio-economic value of land in Indonesia often triggers complex disputes that are inefficiently resolved through litigation, necessitating mediation as a more equitable alternative. This study aims to evaluate the effectiveness of mediation in resolving land disputes, particularly in Lamongan Regency. The research method used is normative juridical. The results indicate that the effectiveness of mediation is significantly determined by a constellation of factors, including the parties' good faith, mediator competence, documentary completeness, and public legal literacy. However, findings reveal that mediation in Lamongan remains suboptimal due to several critical barriers. Specifically, the research identifies that low public legal awareness and the persistent egoism of disputing parties often lead to deadlocks during the negotiation process. Furthermore, the inability of mediators to employ effective communication techniques and psychological approaches frequently results in a failure to reach a formal peace agreement (Akta Perdamaian). Literature studies at the Lamongan Land Office (BPN) confirm that these internal and external constraints prevent mediation from becoming the primary choice for dispute resolution. Consequently, many cases that could be settled through non-litigation channels eventually escalate to court, increasing the burden on the judicial system. To enhance effectiveness, this study recommends intensive legal socialization to the community, specialized certification and training for professional mediators, and the institutional strengthening of the BPN’s role as a facilitator to ensure a more sustainable, fair, and legally certain dispute resolution framework in Indonesia

    Kajian Ekolinguistik Palantar Bajampi dalam Ritual Kematian Basuayak pada Masyarakat Dayak Kanayatn

    Get PDF
    This study analyzes the palantar bajampi in the basuayak death ritual of the Dayak Kanayatn community in West Kalimantan through an ecolinguistic perspective. It aims to reveal the role of ritual language and plant symbolism in mediating the relationship between humans, nature, and the spiritual world. A qualitative descriptive method was applied through participant observation, audiovisual documentation, in-depth interviews, and field notes. Data were transcribed, translated, and analyzed using a semantic matrix model comprising four elements: social sense, individual meaning, social import, and personal significance. The findings identified two main bajampi processes involving six plants—malakng, jinyalo, tamparengat, porakng, daukng jarikng, and daukng bintawa’ tuha—and kalimabo and rinyuakng leaves soaked in hot water. Both serve to heal grief, dispel nightmares, and appease spirits. The study highlights how ritual lexicon and material culture embody ecological wisdom and cosmological balance, contributing to the preservation of endangered ritual languages.ABSTRAK Penelitian ini menganalisis palantar bajampi dalam ritual kematian basuayak masyarakat Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat melalui perspektif ekolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap fungsi bahasa ritual dan simbolisme tumbuhan dalam memediasi hubungan antara manusia, alam, dan dunia spiritual. Metode deskriptif kualitatif digunakan melalui observasi partisipan, dokumentasi audiovisual, wawancara mendalam, dan pencatatan lapangan. Data ditranskripsi, diterjemahkan, dan dianalisis menggunakan model matriks semantik yang mencakup empat unsur: makna sosial, makna individual, nilai sosial, dan signifikansi personal. Hasil penelitian menunjukkan dua proses utama bajampi: penggunaan enam jenis tumbuhan—malakng, jinyalo, tamparengat, porakng, daukng jarikng, dan daukng bintawa’ tuha—serta penggunaan daun kalimabo dan rinyuakng yang direndam air panas. Kedua proses ini berfungsi meredakan duka, mengusir mimpi buruk, dan menenangkan arwah. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa ritual dan budaya material mengandung kearifan ekologis dan keseimbangan kosmologis, sekaligus berkontribusi pada pelestarian bahasa ritual yang terancam punah.   ABSTRACT This study analyzes the palantar bajampi in the basuayak death ritual of the Dayak Kanayatn community in West Kalimantan through an ecolinguistic perspective. It aims to reveal the role of ritual language and plant symbolism in mediating the relationship between humans, nature, and the spiritual world. A qualitative descriptive method was applied through participant observation, audiovisual documentation, in-depth interviews, and field notes. Data were transcribed, translated, and analyzed using a semantic matrix model comprising four elements: social sense, individual meaning, social import, and personal significance. The findings identified two main bajampi processes involving six plants—malakng, jinyalo, tamparengat, porakng, daukng jarikng, and daukng bintawa’ tuha—and kalimabo and rinyuakng leaves soaked in hot water. Both serve to heal grief, dispel nightmares, and appease spirits. The study highlights how ritual lexicon and material culture embody ecological wisdom and cosmological balance, contributing to the preservation of endangered ritual languages

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇