Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
APPLICATION OF THE GUIDED INQUIRY LEARNING MODEL TO IMPROVE STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS IN NATURAL SCIENCE SUBJECTS
This research aims to improve students' critical thinking skills through the application of guided inquiry learning. This research is Classroom Action Research which was carried out in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The research subjects were class VII ECP students at SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo for the 2024/2025 academic year, totaling 34 students and consisting of 18 men and 16 women. The data collection techniques used in this research were essays, tests, observations and interviews, with data validation using triangulation techniques. The essay test used in this research contains six aspects of critical thinking skills: interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation. Data were analyzed using qualitative descriptive techniques. The spiral model is used for research procedures. The research results show that every aspect of critical thinking ability increases in two guided inquiry cycles of learning implementation. Interpretation increased 30.30%; analysis 36.36%; evaluation 41.67%; inference 31.82%; explanation 37.88%; and self-regulation 24.25%. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the implementation of guided inquiry learning is able to increase the critical thinking abilities of class VII ECP students at Muhammadiyah 1 SIdoarjo Middle School for the 2024/2025 academic year
Indonesian EFL Learners’ Perceptions of ChatGPT’s Translation Readability in Translating English Literary Text
This study investigated how English as foreign language (EFL) learners in a literary community setting perceived the readability of ChatGPT’s translations in translating an English short story into Indonesian. This research used a short story written by Gerald Murnane entitled The Boy’s Name was David. By using a descriptive qualitative approach, the research explored two questions: the readability score of the translations and learners’ perceptions of this readability. Purposive sampling was employed by involving 18 EFL learners from Kurvadot Creative, a literature discussion community in Cepu, Indonesia. The data were collected through document, questionnaires, and focus group discussions. The readability assessment was analyzed by using Nababan’s Translation Quality Assessment (TQA) framework, while the EFL learners’ perceptions in the discussion was analyzed by using thematic analysis. The results revealed that learners generally rated the ChatGPT translations as Readable, with an average score of 2.68. However, the participants also identified several challenges. These included linguistic issues, such as issues with syntax, semantics, and stylistics, as well as reading engagement problems where the participants required more time to read certain parts of the translation. In addition, the untranslated sentences caused by ChatGPT's content policy restrictions added to the challenges. Despite the relatively high readability ratings, these factors disrupted participants' overall reading experiences with the translated short story by ChatGPT
Sejarah Perlindungan Hak Waris Anak Yatim: Analisis Hukum Dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa' Ayat 6
Pada periode pra-Islam, tatanan sosial Jahiliyah sangat memarginalkan anak yatim, di mana hak waris secara eksklusif hanya diberikan kepada laki-laki dewasa yang kapabel secara militer. Akibatnya, posisi anak yatim menjadi sangat rentan terhadap eksploitasi aset oleh wali atau kerabat yang lebih kuat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis yuridis-historis secara mendalam terhadap Surah An-Nisa' ayat 6. Fokus utama penelitian adalah untuk membedah dan mengkonstruksikan mekanisme hukum presisi yang ditetapkan Al-Qur'an dalam memberikan perlindungan hak waris anak yatim. Menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis-historis, penelitian ini menerapkan analisis isi (content analysis) terhadap Al-Qur'an sebagai sumber primer serta literatur tafsir dan fikih terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini mengintroduksi sebuah revolusi yuridis, mentransformasi status anak yatim dari objek pasif menjadi subjek hukum yang kemandiriannya harus diverifikasi. Penyerahan harta tidak hanya didasarkan pada kedewasaan fisik (balaghun-nikāḥ), tetapi secara kumulatif bergantung pada verifikasi kematangan intelektual-finansial (rusydan). Rusydan didefinisikan sebagai kapabilitas ganda: kemampuan mengelola aset (husnu al-tasarruf) dan integritas agama (Salah al-Din). Konsekuensinya, wali wajib menahan harta dari individu yang telah balig namun masih safih (belum cakap finansial), selaras dengan prinsip Hifzhu al-Mal. Penelitian ini berkontribusi dalam menegaskan bahwa kerangka hukum Al-Qur'an menyediakan mekanisme perwalian yang akuntabel dan protektif, yang mensyaratkan verifikasi kapabilitas objektif melampaui sekadar batas usia kronologis.
Kata Kunci: Hak Waris, Perlindungan Anak Yatim, Surah An-Nisa' Ayat 6, Rusydan, Hifzhu al-Mal
Analisis Hubungan Suami Istri Pada Pasangan Pengidap HIV/AIDS Di Desa Simalas Perspektif Maqasid Syariah
Penelitian ini bertujuan menegaskan dasar penetapan hukum Hubungan Suami-Istri pada keluarga yang berhadapan dengan HIV dengan kompas Maqasid Syariah, khususnya ḥifẓ al-nafs (perlindungan jiwa) dan ḥifẓ al-nasl (perlindungan keturunan). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan normatif–empirik (sosiolegal). Dengan pendekatan Maqasid, analisis dilakukan secara tematik lalu ditimbang menggunakan kaidah sadd al-dzarī‘ah, dar’ al-mafāsid, dan lā ḍarar wa lā ḍirār. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan penyuluh agama, tenaga kesehatan puskesmas, dan pihak terdampak di Desa Simalas; dilengkapi observasi terbatas serta telaah dokumen layanan. Temuan menunjukkan model keputusan bertahap berbasis risiko: Hubungan Suami-Istri ditunda ketika terapi antiretroviral belum patuh, viral load masih terdeteksi atau belum dipantau, pengungkapan status tidak aman, dan penggunaan kondom tidak konsisten; kebolehan bersyarat dipertimbangkan saat pencegahan memadai-terapi patuh hingga viral load tidak terdeteksi, kondom konsisten, disclosure atau aPN yang aman, konseling berulang, serta opsi PrEP bagi pasangan yang negatif. Implikasi teoretis: hasil ini memperkaya kajian hukum keluarga Islam kontemporer berbasis Maqasid. Implikasi praktis: temuan mendukung penguatan kurikulum bimbingan pranikah dan praktik konseling pasangan di layanan primer, serta menyediakan panduan mikro bagi penyuluh agama dan tenaga kesehatan agar keputusan keluarga lebih aman, jelas, dan bermartabat.
Kata Kunci: Maqasid Syariah; HIV/AIDS; Hubungan Suami–Istri; Hukum Keluarga Islam; Sadd Al-Dzari‘Ah
Pemanfaatan Limbah Pasir Sandblasting Sebagai Material Perkerasan Kaku
This study aims to determine the compressive strength and flexural strength of concrete using Sandblasting Sand waste and to determine whether concrete using Sandblasting Sand waste can be used as a rigid pavement material. To achieve these objectives, experimental research was carried out in the laboratory using 10 beam specimens. The coarse aggregate used was a combination of Banjarmasin Gravel and Merak Gravel with a proportion of 50% each. There are two variations of the mixture, namely a concrete mixture using Tangkiling Sand and a concrete mixture using Sandblasting Sand. From the test results, it was obtained that the concrete mixture using Tangkiling Sand had an average compressive strength of 22.57 MPa and a flexural strength (fs) of 36.33 kg/cm2. The concrete mixture using Sandblasting Sand has an average compressive strength of 26.55 MPa and flexural strength (fs) of 39.40 kg/cm2. Concrete mixtures with proportions of 50% Banjarmasin Gravel and 50% Merak Gravel, both using Tangkiling Sand and Sandblasting Sand do not meet the requirements for use as rigid pavement because they do not meet the minimum flexural strength of 45 kg/cm2 as required.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan dan kuat lentur beton yang menggunakan limbah Pasir Sandblasting dan untuk mengetahui apakah beton yang menggunakan limbah Pasir Sandblasting dapat digunakan sebagai material perkerasan kaku. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan benda uji balok yang berjumlah 10 buah. Agregat kasar yang digunakan merupakan gabungan dari Kerikil Banjarmasin dan Kerikil Merak dengan masing-masing proporsi 50%. Terdapat dua variasi campuran yaitu campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling dan campuran beton yang menggunakan Pasir Sandblasting. Dari hasil pengujian diperoleh campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 22,57 MPa dan kuat lentur (fs) 36,33 kg/cm2. Campuran beton yang menggunakan Pasir Sandblasting mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 26,55 MPa dan kuat lentur (fs) 39,40 kg/cm2. Campuran beton dengan proporsi 50% Kerikil Banjarmasin dan 50% Kerikil Merak, baik yang menggunakan Pasir Tangkiling dan Pasir Sandblasting tidak memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai perkerasan kaku karena tidak memenuhi kuat lentur minimal 45 kg/cm2 sebagaimana yang disyaratkan
Perbandingan Daya Dukung Pondasi Tiang Metode Statis Versus Metode Dinamis Untuk Rusun IAHN dan Rusun Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur
Analisis kapasitas daya dukung tiang merupakan elemen penting dalam perencanaan pondasi tiang pancang karena berkaitan langsung dengan aspek keamanan serta efisiensi konstruksi. Untuk memastikan stabilitas, perhitungan desain pondasi harus disesuaikan dengan beban kerja yang direncanakan. Pada tahap perencanaan biasanya digunakan Metode Statis, sedangkan kondisi aktual di lapangan diperoleh melalui Metode Dinamis seperti uji Pile Driving Analyzer (PDA). Idealnya kedua pendekatan menghasilkan nilai yang berdekatan, namun perbedaan hasil sering terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas daya dukung ijin tiang tunggal berdasarkan kedua metode serta menghitung persentase selisihnya. Dimensi tiang yang diteliti berukuran 25x25 cm. Pengumpulan data meliputi hasil Cone Penetration Test (CPT), Standard Penetration Test (SPT), dan uji PDA. Data CPT serta SPT dianalisis menggunakan sejumlah rumus Metode Statis, yakni Mayerhof, Nottingham & Schmertman, Aoki & Alancer, Luciano Decourt, serta Schmertman, kemudian dibandingkan dengan hasil uji PDA. Pada Rusun Pemkab Kotawaringin Timur, hasil PDA menunjukkan kapasitas 26,50 ton. Perhitungan CPT menghasilkan Mayerhof 25,34 ton, Nottingham & Schmertman 39,67 ton, dan Aoki & Alancer 37,97 ton, dengan selisih rata-rata 32,45% dan Mayerhof paling mendekati (4,38%). Sementara analisis SPT menunjukkan Mayerhof 35,71 ton, Luciano Decourt 41,47 ton, dan Schmertman 22,68 ton, dengan rata-rata selisih 35,22% serta Schmertman paling dekat (14,42%). Pada Rusun IAHN, nilai PDA tercatat 42,63 ton. Analisis CPT menghasilkan Mayerhof 50,50 ton, Nottingham & Schmertman 51,97 ton, dan Aoki & Alancer 22,20 ton, dengan rata-rata selisih 29,43% serta Mayerhof mendekati (18,48%). Hasil SPT menunjukkan Mayerhof 36,74 ton, Luciano Decourt 49,58 ton, dan Schmertman 34,16 ton, dengan rata-rata selisih 16,66% dan Mayerhof paling dekat (13,82%
Memberdayakan Anak Berkebutuhan Khusus: Deteksi Dini dan Intervensi Dasar di Pulau Aceh
Salah satu faktor penyebab Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tidak dapat menjalani pendidikan formal adalah jarak yang jauh untuk dapat menjalani pendidikan atau bahkan tidak tersedianya fasilitas tersebut di daerahnya. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat tentang ABK membuat masyarakat tidak sadar bahwa di sekitarnya ada ABK. Seringkali, ABK diberi label sebagai “anak bandel”, “anak cacat”, sehingga cara penanganan yang diberikan pun sesuai dengan label yang diberikan, seperti dibiarkan karena dianggap sudah bawaan sejak lahir, atau bahkan dihukum secara keras. Penanganan yang tidak tepat inilah akhirnya akan memberikan dampak terhadap perkembangan ABK. Seperti yang terjadi di salah satu kecamatan di Aceh Besar, yaitu Pulau Aceh, masyarakat disana sebagian besar tidak mengetahui dan memahami apa itu ABK dan bagaimana cara penanganannya, sehingga masyarakat yang memiliki ABK mengalami kesulitan dalam menghadapi ABK. Adapun hasil dari kegiatan ini, diharapkan adanya pengetahuan dasar tentang ABK baik itu karakteristiknya maupun penanganan ABK bagi orangtua, guru maupun masyarakat yang ada di Pulau Aceh, sehingga ABK yang ada di daerah tersebut dapat berkembang secara optimal
Digitalisasi Sumber Belajar Interaktif Berbasis QR Code untuk Peningkatan Literasi Siswa SMK
Dalam konteks peningkatan mutu pendidikan vokasi, diperlukan upaya sistematis untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga berakhlak mulia dan berdaya saing di era digital. Keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi masih perlu ditingkatkan agar digitalisasi pendidikan dapat berjalan optimal. Program kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelompok Guru Kejuruan SMK Sunanul Muhtadin bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dengan cara meningkatkan minat baca siswa dan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi pendidikan. Pelatihan dan pengembangan digitalisasi sumber belajar literasi, melalui penerapan QR Code berbasis website, diharapkan dapat membangkitkan minat baca dikalangan siswa serta meningkatkan keterampilan kepada guru dalam menciptakan sumber belajar digital yang interaktif. Metode pelatihan yang disampaikan diantaranya presentasi, diskusi, dan praktik. Hasil pelatihan terdapat peningkatan literasi siswa dari 65% menajdi 85%. Guru juga lebih kreatif dalam menyiapkan sumber belajar digital. Dari sisi manfaat kegiatan ini memiliki dampak terhadap peningkatan literasi siswa. Adapun tindak lanjut dari kegiatan adalah melakukan pendampingan berkelanjutan, mendorong kolaborasi antar guru dalam pengembangan konten, serta melakukan evaluasi dan diseminasi hasil untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positif bagi SMK Sunanul Muhtadin Gresik
Pemanfaatan Fuzzy Mamdani Berbasis IOT Sistem Cerdas untuk Meningkatkan Produktifitas Jamur Tiram di Sunawan Mushroom
Potensi besar produk jamur tiram yang dimiliki oleh Sunawan Mushroom tidak dapat dilakukan secara optimal dikarenakan pengelolaan budidaya jamur tiram dilakukan secara konvensional, untuk menjaga suhu udara, kelembaban udara dan kelembaban tanah dilakukan penyemprotan air 2 kali pagi dan sore. Proses Bisnis Mitra menggunakan manajemen keluarga, sehingga keluarga terdekat menangani semua tugas manajemen, termasuk perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Tujuan pengabdian ini menangani permasalahan utama pada mitra yaitu produktifitas pengelolaan budidaya jamur tiram dan manajemen keuangan jamur tiram. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat (PKM) yaitu: 1. Pembuatan alat sistem cerdas budidaya jamur tiram berbasis Fuzzy Mamdani dan IoT. System yang dibuat dapat mengambil keputusan pengendalian yang tepat, berdasarkan kondisi suhu udara, kelembaban udara dan kelembaban tanah untuk mengaktifkan penyiraman, pengkabutan dan kipas agar mendapatkan kondisi lingkungan budidaya pertumbuhan jamur tiram yang ideal; 2. Pelatihan Manajemen Keuangan. Hasil yang dirasakan oleh mitra pengabdian diantaranya: 1. Penurunan Biaya Listrik sebesar 10,34%, 2. Peningkatan Kuantitas Produksi rata-rata sebesar 110,5%/baglog untuk setiap panen, 3. Efisiensi Waktu Kerja dengan adanya penyiraman dan pengkabutan secara otomatis, 4. Kondisi Suhu Udara, Kelembaban Udara dan Kelembaban Tanah lebih stabil pada kumbung jamur tiram, 5. Mitra sudah dapat membuat catatan transaksi keuangan masuk dan keluar secara mandiri
Pengaruh Program Magang (Internship) MBKM di Jepang terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Skill Mahasiswa Perikanan
Artikel ini mendeskripsikan pengaruh program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Jepang terhadap peningkatan peningkatan pengetahuan akademik dan peningkatan skill mahasiswa pada bidang perikanan. Metode analisis yang digunakan yaitu metode campuran (mixed methods), yang mengombinasikan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh gambaran data yang lebih menyeluruh. Responden penelitian terdiri dari 20 mahasiswa peserta magang MBKM di 9 perusahaan kerang scallop (hotate) di Hokkaido Jepang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket berskala Likert lima level yang telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh butir pertanyaan memiliki nilai r-hitung yang melebihi r-tabel (0,514), sedangkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,968 yang mengindikasikan tingkat reliabilitas yang sangat tinggi. Analisis data menghasilkan skor total 93 dari 100, dengan indeks interpretasi 91,25% yang termasuk kategori “Sangat Setuju”. Temuan ini menegaskan bahwa pelaksanaan magang MBKM di Jepang memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan akademik dan peningkatan skill (soft skills dan hard skills) mahasiswa. Oleh karena itu, disarankan adanya keberlanjutan program magang sebagai upaya peningkatan kompetensi mahasiswa