Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
    8612 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Media Aplikasi Kahoot Terhadap Pembelajaran Asmaul Husna Di SD Muhammadiyah 1 Kebomas Gresik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media aplikasi Kahoot terhadap pembelajaran asmaul husna kelas 3 di SD Muhammadiyah 1 Kebomas. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 siswa dengan jumlah kelas kontrol 24 siswa dan kelas eksperimen 24 siswa. Analisis data yang disajikan dalam penelitian ini dengan membandingkan nilai pretest dan postets dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada kelas kontrol adalah 67,08 dengan nilai minimum sebesar 30 dan nilai maksimum 100. Untuk rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen 82,92 dengan nilai minimum 60 dan nilai maksimum 100. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan yang berbentuk pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikasi diperoleh 0,000 yang berarti bahwa 0,000 < 0,05, maka ditolak dan diterima. Jadi, artinya ada perbedaan nilai rata-rata siswa yang diajarkan dengan menggunakan media aplikasi Kahoot terhadap pembelajaran asmaul husna.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media aplikasi Kahoot terhadap pembelajaran asmaul husna kelas 3 di SD Muhammadiyah 1 Kebomas. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 siswa dengan jumlah kelas kontrol 24 siswa dan kelas eksperimen 24 siswa. Analisis data yang disajikan dalam penelitian ini dengan membandingkan nilai pretest dan postets dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada kelas kontrol adalah 67,08 dengan nilai minimum sebesar 30 dan nilai maksimum 100. Untuk rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen 82,92 dengan nilai minimum 60 dan nilai maksimum 100. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan yang berbentuk pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikasi diperoleh 0,000 yang berarti bahwa 0,000 < 0,05, maka ditolak dan diterima. Jadi, artinya ada perbedaan nilai rata-rata siswa yang diajarkan dengan menggunakan media aplikasi Kahoot terhadap pembelajaran asmaul husna

    Conceptualization of Maslahah and Social Ecology In The Kromojati Tradition In Bohol Village, Gunungkidul Regency

    Get PDF
    This article discusses the concepts of maslahah and social ecology in relation to the practice of kromojati tradition in Bohol Village, Gunungkidul Regency. This study is motivated by the practice of kromojati tradition, which is a process carried out by both prospective spouses before getting married by giving 10 teak tree seedlings to the village. This raises the issue of how Islamic law, which is rahmatan lil 'alamin, can be harmonized with local customs and how traditional social structures correlate with the process of maintaining ecological systems. This type of research was field research using a phenomenological and conceptual approach. The results of this study showed that the kromojati tradition was categorized as maslahah mursalah because it was not explicitly mentioned in the text, but was in line with the objectives of sharia. This tradition was considered maslahah hajiyyah because it provided social convenience and brings collective benefits to the community. This tradition confirms that ecological solutions were effective when linked to social change and community participation. The novelty of this study is interdisciplinary integration of Islamic legal theory (maslahah) and Murray Bookchin’s theory of social ecology to analyze a local marriage tradition as an ecological and social instrument. Keywords: Conceptualisation, Maslahah, Social ecology, Kromojati.Artikel ini membahas konsep maslahah dan ekologi sosial dalam kaitannya dengan praktik tradisi kromojati di Desa Bohol, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik tradisi kromojati, yaitu suatu proses yang dilakukan oleh kedua calon pasangan sebelum menikah dengan memberikan 10 bibit pohon jati kepada pihak desa. Hal ini memunculkan persoalan bagaimana syariat Islam yang rahmatan lil 'alamin dapat diselaraskan dengan adat istiadat setempat dan bagaimana struktur sosial adat berkorelasi dengan proses pemeliharaan sistem ekologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi kromojati dikategorikan sebagai maslahah mursalah karena tidak disebutkan secara eksplisit dalam teks, tetapi sejalan dengan tujuan syariat. Tradisi ini dianggap maslahah hajiyyah karena memberikan kemudahan sosial dan mendatangkan manfaat kolektif bagi masyarakat. Tradisi ini menegaskan bahwa solusi ekologis efektif bila dikaitkan dengan perubahan sosial dan partisipasi masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi interdisipliner antara teori hukum Islam (maslahah) dan teori ekologi sosial Murray Bookchin untuk menganalisis tradisi perkawinan lokal sebagai instrumen ekologis dan sosial. Kata Kunci: Konseptualisasi, Maslahah, Ekologi Sosial, Kromojati

    Fenomena Tren Marriage Is Scary Di Kalangan Generasi Z: Perspektif Hukum Positif di Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tren marriage is scary dalam sudut pandang hukum positif di Indonesia. di dalamnya digambarkan perkawinan yang menakutkan, belakangan banyak dibicarakan dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia di media sosial. Orang yang cukup berumur dewasa pun tidak lepas dari dampak penyebaran konten ketakutan tersebut. Adanya isu ini selaras dengan penurunan angka perkawinan yang menimbulkan banyak hal.  Jenis penelitian ini adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum yang digunakan adalah peraturan perundang-undangan, jurnal hukum, pendapat/doktrin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  ketakutan/kekhawatiran tentang perkawinan disebabkan oleh paparan media sosial, ekonomi, dan Fear of Missing out (FOMO). Adapun dari faktor hukum, antara lain proses perceraian yang rumit, masalah harta bersama hingga korban KDRT yang memilih diam. Tujuan perkawinan belum selaras dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga seseorang. Aturan hukum positif di Indonesia belum bisa menjadi payung hukum yang solutif bagi seseorang yang takut dengan perkawinan atau terdampak atas pandangan marriage is scary. Isu ini sebagai dorongan untuk reformasi hukum perkawinan yang lebih mencerminkan pengayoman kepada setiap orang. Kata Kunci: Asas Perkawinan, Tren Marriage is Scary, Faktor Hukum

    Tradisi Nggalari Hutang Adat Dalam Pernikahan Suku Karo Menurut Perspektif Maqashid Syari’ah (Studi Kasus Desa Lausimomo, Kabupaten Karo)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis tradisi nggalari hutang adat pada perkawinan Suku Karo dari perspektif Maqashid Syariah. Penelitian ini berfokus pada permasalahan di Desa Lausimomo, Kabupaten Karo, di mana muncul anggapan bahwa pernikahan dianggap tidak sah dan pasangan terasingkan jika tidak disertai upacara adat Karo. Sorotan utama adalah anggapan bahwa pernikahan tanpa adat sama dengan belum menikah. Metode yang digunakan adalah penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis berfokus pada aspek hukum Maqashid Syariah, khususnya prinsip Hifdz al-Nasl (menjaga keturunan) dan Hifdz al-Mal (menjaga harta). Sumber data utama berasal dari informasi dan permasalahan yang ada di Desa Lausimomo mengenai tradisi dan anggapan ketidakabsahan pernikahan tanpa adat. Hasil penelitian menemukan bahwa pada awalnya, nggalari hutang adat sejalan dengan Maqashid Syariah karena mendukung Hifdz al-Nasl dengan tujuan menjaga dan memelihara proses hubungan pernikahan. Tradisi ini mengizinkan pasangan yang tidak mampu mengadakan adat di awal untuk menggantinya di lain waktu. Namun, seiring perkembangan zaman, tradisi ini mengalami pergeseran yang memberatkan. Nilai nominal hutang yang tinggi kini menyebabkan praktik tersebut tidak sejalan dengan Maqashid Syariah. Hal ini karena tidak terpenuhinya kebutuhan al-Hajiyat (sekunder) yang merujuk pada Hifdz al-Mal. Harta yang seharusnya menjadi kebutuhan utama rumah tangga terhalang oleh kewajiban hutang adat yang nominalnya tinggi.   Kata Kunci: Nggalari Hutang Adat, Desa Lausimomo, Maqashid Syariah

    Analisa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Pada Proyek Konstruksi Gedung MPP Kabupaten Pulang Pisau

    Get PDF
    Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan perhitungan TKDN berdasarkan data teknis proyek tahun anggaran 2025, yang bernilai kontrak sebesar Rp 3.907.000.000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total nilai TKDN proyek mencapai 79,95%, yang terdiri dari kontribusi jasa tenaga kerja sebesar 100% dan kontribusi barang (material bahan baku dan bahan konstruksi) sebesar 73,90%. Dari sisi proporsi biaya, kontribusi terbesar terhadap nilai TKDN berasal dari bahan konstruksi (barang jadi) sebesar 69,97%, diikuti oleh jasa tenaga kerja sebesar 23,19% dan material bahan baku sebesar 6,84%. Seluruh tenaga kerja yang digunakan merupakan warga negara Indonesia (WNI), serta sebagian besar material konstruksi berasal dari dalam negeri, mencerminkan pemanfaatan maksimal sumber daya lokal. Dengan capaian TKDN sebesar 79,95%, proyek ini tidak hanya melampaui ambang batas minimal yang ditetapkan pemerintah (40%), tetapi juga mendukung kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN

    Penilaian Risiko Keselamatan Kerja Pada Proses Reparasi Kapal Di Galangan PT.X dengan Metode HIRARC

    Get PDF
    Galangan kapal mempunyai fungsi utama sebagai tempat untuk membuat, merawat, dan memperbaiki kapal. Karena itu, Industri galangan kapal adalah sektor dengan karakteristik aktivitas kerja berat dan risiko kecelakaan kerja tinggi. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang ada di industri galangan kapal PT. X, dimana penelitian ini menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) dengan skala kriteria untuk menganalisis data hasil observasi risiko secara langsung pada setiap tahapan pembuatan kapal maupun perbaikan kapal. Penelitian mengungkapkan bahwa di PT. X terdapat beberapa pekerjaan dengan kemungkinan potensi risiko. Jumlah tersebut terdiri dari 42 bahaya dengan risiko rendah, 23 bahaya dengan risiko sedang, dan 3 bahaya dengan risiko tinggi. Penelitian mengungkapkan bahwa di PT. X terdapat beberapa pekerjaan dengan potensi risiko. Ini terdiri dari 42 bahaya dengan risiko rendah, 23 bahaya dengan risiko sedang, dan 3 bahaya dengan risiko tinggi. Hasilnya mengindikasikan bahwa keberadaan 26 risiko signifikan (Sedang dan Tinggi) memerlukan intervensi mendesak, menyoroti kelemahan kritis dalam sistem K3 saat ini. Oleh karena itu, fokus bergeser dari menilai kondisi 'cukup baik' menjadi mengidentifikasi area kritis untuk perbaikan struktural segera. Salah satu rekomendasi yang dapat diimplementasikan adalah mengembangkan lembar kerja HIRARC untuk mengendalikan risiko yang teridentifikasi

    Peninjauan Kinerja Ruas Jalan dengan Visualisasi PTV Vissim Akibat Aktivitas Sekolah pada Ruas Jalan Ir. H. Juanda Samarinda

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis kinerja lalu lintas pada ruas Jalan Ir. H. Juanda dan memberikan rekomendasi jika kinerja tidak memenuhi standar PKJI 2023. Penelitian ini dilakukan pada Jalan Ir. H. Juanda karena kinerja ruas jalan tersebut seringkali padat maka digunakan software PTV VISSIM untuk mensimulasikan kondisi terkini 2025 dan 10 tahun mendatang 2035. Dilakukan survei lalu lintas selama 3 hari di jam 07.00-08.00 WITA, 12.00-13.00 WITA, dan 17.00-18.00 WITA, dengan interval waktu 15 menit selama satu jam pada hari senin, jumat, dan sabtu. Data yang dikumpulkan berupa jumlah kendaraan dengan satuan kend/jam dan data geometrik dengan posisi surveyor masing – masing 1 orang pada jalur kanan dan kiri, panjang pengamatan yaitu 200 meter.  Survei lalu lintas pada 26 Februari 2025 menunjukkan jumlah kendaraan puncak 4940.8 smp/jam dengan kapasitas jalan 6392 smp/jam dan tingkat kejenuhan 0.77, yang menunjukkan tingkat pelayanan C. Proyeksi 10 tahun mendatang menunjukkan penurunan tingkat pelayanan ke F dengan tingkat kejenuhan 1.18 jika kapasitas jalan tidak ditingkatkan. Rekomendasi meliputi mengubah tipe jalan, menambah lebar jalan, dan mengurangi lebar bahu jalan, yang diharapkan meningkatkan kapasitas menjadi 9211.31 smp/jam dengan tingkat kejenuhan 0.79 (tingkat pelayanan D), sehingga dapat menangani permintaan pergerakan lalu lintas 10 tahun mendatang dan menjaga tingkat pelayanan. &nbsp

    Interpretasi Laporan Keberlanjutan Pemerintah Daerah di Negara Berkembang: Pendekatan Filsafat

    No full text
    Sustainability reporting in local governments in developing countries is an important concern in the discourse of responsible public governance. This study aims to examine the urgency of sustainability reporting in the public sector through a philosophical approach that includes the dimensions of ontology, epistemology, and axiology, with a focus on the context of Indonesia as a developing country. This research uses a qualitative literature study method with a scoping review approach of relevant international and national scientific articles, with analysis carried out thematically and philosophically to explore representations of reality, knowledge construction, and values that underlie local government sustainability reporting practices. The results of the study show that sustainability reporting practices in local governments in developing countries such as Indonesia are still in the normative stage and do not fully reflect the integration of substantive sustainability values. The reported reality is dominated by technocratic and symbolic narratives that do not fully represent social and ecological dynamics, while the knowledge formed tends to reproduce institutional structures without community involvement and local stakeholder participation. In addition, ethical values of sustainability have not been internalized in the reporting system, making reporting more of a bureaucratic formality than a public accountability tool. These findings emphasize the importance of transforming sustainability reporting into a participatory and value-based reflective space, with implications including the need for policy reform, strengthening institutional capacity, and community engagement in defining sustainability contextually.Pelaporan keberlanjutan di pemerintah daerah di negara-negara berkembang merupakan isu penting dalam diskursus tata kelola publik yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pelaporan keberlanjutan di sektor publik melalui pendekatan filosofis yang mencakup dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi, dengan fokus pada konteks Indonesia sebagai negara berkembang. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur kualitatif dengan pendekatan tinjauan skoping terhadap artikel ilmiah internasional dan nasional yang relevan, dengan analisis dilakukan secara tematis dan filosofis untuk mengeksplorasi representasi realitas, konstruksi pengetahuan, dan nilai-nilai yang mendasari praktik pelaporan keberlanjutan di pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pelaporan keberlanjutan di pemerintah daerah di negara berkembang seperti Indonesia masih berada pada tahap normatif dan belum sepenuhnya mencerminkan integrasi nilai-nilai keberlanjutan yang substansial. Realitas yang dilaporkan didominasi oleh narasi teknokratis dan simbolis yang tidak sepenuhnya mewakili dinamika sosial dan ekologi, sementara pengetahuan yang terbentuk cenderung mereproduksi struktur institusional tanpa keterlibatan masyarakat dan partisipasi pemangku kepentingan lokal. Selain itu, nilai-nilai etis keberlanjutan belum terinternalisasi dalam sistem pelaporan, sehingga pelaporan lebih bersifat formalitas birokratis daripada alat akuntabilitas publik. Temuan ini menekankan pentingnya transformasi

    Analisis Peningkatan Kualitas Produksi Kemasan Plastik di PT.XYZ dengan Metode Fishbone dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA)

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis permasalahan cacat produk pada botol plastik Liora yang diproduksi oleh PT.XYZ. Permasalahan utama yang ditemukan berupa tingginya jumlah cacat, yang berdampak pada meningkatnya biaya produksi serta menurunnya kualitas dan keandalan produk. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan analisis, yaitu diagram sebab-akibat untuk mengidentifikasi faktor penyebab cacat dari aspek manusia, mesin, metode, dan lingkungan, serta analisis mode kegagalan dan efeknya untuk menilai tingkat risiko setiap penyebab cacat melalui penentuan nilai prioritas risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat dominan terdiri atas botol penyok, mulut botol tidak rata, dan permukaan botol tipis atau bergaris. Nilai risiko tertinggi diperoleh pada kesalahan teknik pengemasan, pengaturan waktu proses yang terlalu cepat, kontaminasi bahan, dan ketidaktepatan posisi komponen mesin. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan kualitas dapat dicapai melalui penyesuaian parameter proses, peningkatan kebersihan alat dan area kerja, pemeliharaan mesin yang teratur, serta peningkatan ketelitian operator

    The Effect of Work Stress and Workload on The Performance Of Nurses In The Inpatient Installation Of Muhammadiyah Babat Lamongan Hospital

    Get PDF
    This study aims to analyze the effect of work stress and workload on the performance of nurses in the Inpatient Unit of Muhammadiyah Babat Hospital. The research employs a quantitative method with a descriptive and associative approach. The sample consists of 36 nurses selected through a saturated sampling technique. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, and then analyzed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) with multiple linear regression analysis. The results indicate that partially, work stress and workload have no significant effect on nurse performance, whereas simultaneously, both variables have a significant effect on performance. The coefficient of determination (R²) of 33.4% shows that work stress and workload together explain the variability in nurse performance, while the remaining 66.6% is influenced by other factors outside the model. These findings suggest that there are other dominant factors influencing nurse performance. The results of this study are expected to serve as an empirical reference for academics in developing studies related to human resource management in the health sector, as well as a practical consideration for hospital management in designing strategies to improve the performance of nursing personnel in a more holistic and measurable manner

    7,633

    full texts

    8,612

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇