Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Surabaya
Not a member yet
8612 research outputs found
Sort by
Relevansi Pemikiran KH. Ahmad Dahlan Bagi Perwujudan Pendidikan yang Inklusif
Tantangan dalam dunia pendidikan modern saat ini adalah kurangnya pemerataan terhadap peserta didik dari segi sosial maupun akademik. KH. Ahmad Dahlan adalah salah satu pelopor dalam sejarah reformasi pendidikan Islam di Indonesia melahirkan pemikiran dalam konteks pembaruan pendidikan Islam, dengan fokus pada gagasan modernitas dan inklusivitas. Pemikiran tersebut lahir dari hasil pengkajian surah Al – Ma’un. Melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang melibatkan analisis berbagai sumber, termasuk buku, artikel akademik, dan dokumen sejarah yang relevan. KH. Ahmad Dahlan mengintegrasikan ilmu agama dan pengetahuan umum dalam pendidikan Islam, serta membuka akses pendidikan bagi kelompok terpinggirkan, seperti perempuan dan kaum miskin. Implikasi pemikiran beliau menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih adil dan setara. Dengan demikian, gagasan KH. Ahmad Dahlan tentang pendidikan tetap relevan dalam menghadapi tantangan modernitas dan berfungsi sebagai landasan bagi pengembangan pendidikan Islam yang progresif di Indonesia.
 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C) Dengan DAUN SINGKONG (Manihot esculenta crantz) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
Latar belakang : Penyakit infeksi bakteri merupakan penyebab penyakit paling umum yang dapat ditemukan di daerah tropis seperti negara Indonesia. Adanya faktor ekstrinsik dapat memudahkan mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan parasit untuk menyerang jaringan tubuh serta dapat berkembang dengan optimal. Salah satu bakteri gram positif yang paling umum menyebabkan infeksi salah satunya spesies Staphylococcus aureu. Daun jeruk purut dan daun singkong mengandung senyawa aktif flavonoid, minyak atsiri (sitronellal), saponin, tannin, fenolik, steroid dan alkaloid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kombinasi ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) dengan daun singkong (Manihot esculenta crantz) memiliki efektivitas yang sebanding atau lebih baik dibandingkan dengan antibiotik standar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode : Daun jeruk dan daun singkong diekstraksi dengan metode maserasi pelarut etanol 70% kemudian dilakukan uji orientasi dan uji kombinasi antibakteri dengan metode difusi. Hasil : Hasil dikombinasi dengan perbandingan konsentrasi (1:1), (0,5:0,5), (1:0,5) dan (0,5:1). Data dianalisa secara statistic dengan uji Shapiro-wilk, homogenitas levene, dilanjutkan uji One-Way Anova dan Uji Post Hoc yakni Uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun jeruk purut dan daun singkong memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Kesimpulan: Kombinasi ekstrak paling efektif pada perbandingan konsentrasi 0,5:0,5 dengan rata-rata diameter zona hambat 11,33 mm
Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Stadium Kanker Kolorectal di RSUD Dr Soegiri Lamongan
Latar Belakang : Kanker kolorectal merupakan suatu jenis kanker pada mukosa kolon
yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkontrol. Menurut World Cancer
Research Fund International (WCRF) tahun 2020, kanker kolorectal merupakan kanker
terbanyak ketiga setelah kanker paru dan kanker payudara. Terdapat banyak faktor yang
dapat meningkatkan atau menurunkan risiko terjadinya kanker kolorectal. Usia dan
jenis kelamin adalah faktor risiko terpenting untuk kanker kolorektal pada sebagian
besar populasi. Penentuan stadium kanker kolorectal didasari pada ukuran tumor ,
penyebaran ke kelenjar getah bening dan metastasis ke organ lain. Tujuan :
Mengetahui hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Stadium pada Kanker Kolorectal
di RSUD dr Soegiri Lamongan pada tahun 2021 sampai 2023. Metode : Menggunakan
metode cross sectional yang bersifat analitik observasional dengan teknik purposive
Sampling yang dilaksanakan dibagian Laboratorium Patologi Anatomi RSUD dr Soegiri
Lamongan. Sampel yang digunakan adalah pasien yang telah melakukan pemeriksaan
Histopatologi sebanyak 39 pasien . Hasil : Dari hasil perhitungan menggunakan uji chi
square dengan fisher’s Exact Test,hubungan anatara usia dan stadium kanker kolorectal
didapatkan p value = 0,256 > taraf signifikansi (0,05) sedangkan hubungan jenis
kelamin dengan stadium kanker kolorectal didapatkan p value = 0,01 < taraf
signifikansi (0,05) Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara Usia dengan Stadium
pada Kanker Kolorectal di RSUD dr Soegiri Lamongan dan terdapat hubungan antara
Jenis Kelamin dengan Stadium pada Kanker Kolorectal di RSUD dr Soegiri Lamongan.
Kata kunci : Usia , Jenis Kelamin, Stadium , Kanker Kolorecta
Kelangkaan Pada Komplikasi Multisistem Kehamilan : Studi Case Report pada PPCM, SN, dan RHD
Kehamilan dapat memicu komplikasi kardiovaskular dan ginjal, seperti peripartum
cardiomyopathy (PPCM), sindrom nefrotik (SN), dan penyakit jantung rematik
(RHD), yang meningkatkan risiko bagi ibu dan janin. PPCM terjadi akibat gagal
jantung di akhir kehamilan atau pasca persalinan, sedangkan SN ditandai dengan
proteinuria dan edema. RHD dapat memperparah kondisi ini, terutama dengan
adanya stenosis mitral. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan
gambaran klinis serta managemen komplikasi pada kehamilan. Seorang wanita
berusia 37 tahun, G2P1, usia kehamilan 33 minggu datang dengan keluhan perut
kencang dan sesak nafas. Keluhan disertai demam, lemas, dan bengkak pada tungkai
bawah. Pemeriksaan didapatkan tekanan darah tinggi, proteinuria serta ditemukan
pembesaran jantung dan mitral stenosis dari hasil ekokardiografi. Pemeriksaan
obstetri ditemukan bayi dengan DJJ 117 bpm dan kepala belum memasuki pintu atas
panggul. Penanganan kehamilan dengan komplikasi seperti peripartum
cardiomyopathy (PPCM), sindrom nefrotik (SN), dan penyakit jantung rematik
(RHD) memerlukan pendekatan multidisiplin yang ketat. Pemantauan fungsi
kardiovaskular dan ginjal sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kata kunci: Peripartum kardiomiopati, Sindrom Nefrotik, Rheumatic Heart
Disease, Mitral Stenosis, komplikasi kehamilan
HUBUNGAN ANTARA KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN KEJADIAN DERMATOFITOSIS DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD DR. SOEGIRI LAMONGAN
Latar belakang: Glukosa darah adalah gula yang terdapat dalam darah yang terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka, yang berfungsi untuk bahan bakar bagi proses metabolisme dan juga sumber energi utama bagi otak. Terjadinya kadar glukosa darah yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh akibatnya tubuh sulit untuk melawan infeksi. Selain itu juga, dapat meningkatkan virulensi beberapa patogen, penurunan produksi interleukin, pengurangan kemotaksis dan pengurangan aktivitas fagositosis, sehingga rentan terjadi infeksi salah satunya adalah Dermatofitosis. Dematofitosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur dermatofita yang menyerang jaringan mangandung keratin seperti, kuku, rambut, dan stratum korneum pada epidermis. Di Indonesia prevalensi kejadian dermatofitosis sebanyak 52% dari seluruh kasus dermatomikosis.
Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah dengan kejadian dermatofitosis di Poli Klinik RSUD Dr. Soegiri Lamongan.
Metode: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah semua pasien kulit kelamin dan menyetujui informed consent. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis kulit kelamin, pemeriksaan KOH 10%, dan alat glukometer. Analisis statistik dilakukan untuk menentukan hubungan antara kadar glukosa darah dengan kejadian Dermatofitosis.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis statistik uji korelasi menunjukkan bahwa nilai chi-square p-value sebesar 0,164. Nilai signifikan tersebut menunjukan p>0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan krjadian dermatofitosis di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soegiri Lamongan.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan kejadian dermatofitosis di Poli Klinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soegiri Lamongan.
Kata kunci: Dermatofitosis, Kadar Glukosa Darah, Infeksi Jamu
Intrauterine Fetal Death pada Ibu hamil dengan Diabetes Gestasional dan Superimposed Preeklampsia di Rumah Sakit Ibu dan Anak Fatimah, Lamongan : Case Report
Latar Belakang : Gestational Diabetes Mellitus (GDM) didefinisikan sebagai suatu derajat intoleransi glukosa yang timbul atau pertama kali dikenali pada masa kehamilan yang merupakan penyebab klinis yang paling umum dari kelahiran prematur, gangguan hipertensi pada kehamilan, kelainan cairan ketuban, gawat janin, hambatan pertumbuhan janin, makrosomia, dan Intrauterine Fetal Death (IUFD). Sedangkan superimposed Preeklampsia didefinisikan sebagai memburuknya tekanan darah pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu dengan timbulnya proteinuria atau meningkatnya proteinuria dan keterlibatan organ lain sesuai dengan preeklampsia. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan tentang kejadian Gestasional Diabetes dan Superimposed Preeklampsia dengan kejadian Intrauterine Fetal Death (IUFD) dalam kehamilan. Presentasi Kasus : Perempuan usia 35 tahun GIIP10000 UK 28 minggu T/H/IU ke IGD RS Ibu dan Anak Fatimah Lamongan mengeluhkan kenceng kenceng dan keluar darah banyak pervaginam bergumpal warna merah kehitaman serta tidak merasakan gerakan bayi dalam kandungan sejak 2 hari belakangan. Kesimpulan : Gestational Diabetes Mellitus (GDM) adalah kasus yang banyak ditemukan di kalangan masyarakat. Diagnosa ditentukan berdasarkan anamnesis, gejala klinis, dan pemeriksaan penunjang. GDM juga meningkatkan resiko terjadinya resiko superimposed preeklampsia pada ibu dengan hipertensi kronik. Risiko kematian fetal pada wanita hamil dengan GDM dan Superimposed Preeklampsia lebih tinggi daripada risiko pada wanita dengan kehamilan normal
Efek Pemberian Koloid Terhadap Pembekuan Darah Pada Anak
Pemberian koloid khususnya pada neonatus dan anak-anak menimbulkan efek samping, salah satunya adalah faktor-faktor pembekuan darah mengalami penurunan akibat pengenceran, sehingga meningkatkan risiko perdarahan. Efek samping lainnya juga berdampak pada penurunan jumlah dan fungsi trombosit, kurangnya kadar von willebrand factor, serta penurunan kemampuan fibrin untuk dapat berpolimerisasi dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk menelaah bukti-bukti ilmiah terkait pengaruh koloid terhadap proses pembentukan thrombin dan bekuan darah, serta implikasi klinisnya pada praktik anestesi dan perawatan intensif anak. Penelitian ini merupakan penelitian jenis literatur review dengan melakukan telaah pada berbagai sumber (buku, artikel, modul, publikasi lainnya). Hasil literatur menunjukkan bahwa dextran dan HES lambat degradasi paling memengaruhi hemostasis. HES 130 aman dan efektif digunakan untuk fixasi perioperatif. Efek samping yang timbul tergantung dosis yang diberikan kepada anak, sehingga batas harian yang disarankan penting diperhatikan. GEL dan albumin kurang efektif, dengan risiko anafilaksis dan biaya tinggi. Neonatus dan bayi rentan terhadap gangguan hemostasis akibat koloid
School Culture In Elementary School Elementary School 2 Tamanasri Kec. Pringkuku, Kab. Pacitan, East Java
This study examines the role of school culture in influencing students' character building, learning motivation, and academic achievement. School culture encompasses values, norms, traditions, and habits shared by students, teachers, and staff within the school environment. A qualitative approach with a case study method was employed at SDN 2 Tamanasri, located in Tamanasri Village, Pringkuku Sub-district, Pacitan Regency. Data collection methods included observations, in-depth interviews with teachers and students, and document analysis of school activities. The findings reveal a positive school culture characterized by discipline, cooperation, and respect, reflected in daily routines and extracurricular programs. These activities enhance students' talents and foster stronger social bonds within the school. The study concludes that effective school culture management is crucial for creating a conducive learning environment and supporting students' holistic development. Future research should explore broader contexts to validate these findings and their applicability
From Computer Aided Chinese Learning to Intelligent Chinese International Education
This article explores the evolution of Computer-Aided Instruction (CAI) in teaching Chinese as a foreign language, from early mainframe systems to the current integration of AI-powered tools. While CAI has improved language learning through multimedia and interactive platforms, challenges remain in effectively integrating cultural context and language complexities like tones and characters. The article discusses how AI-driven systems offer personalized learning experiences, real-time feedback, and the potential to enhance both language proficiency and intercultural understanding. It concludes by highlighting the role of intelligent education in the global spread of Chinese language and the need for further research to optimize CAI technologies for better learning outcomes
The Impact of Dual Roles of Working Wives on Psychological Well-being and the Influence of Social Support on Family Harmony
Working wives often face significant challenges in balancing responsibilities at work and at home. This study focuses on the psychological well-being of wives who play dual roles as workers and family caregivers, as well as the impact of the support they receive. Involving 10 participants, the study used in-depth interviews to understand how their well-being affects family harmony. Findings indicate that emotional support from family and colleagues helps them communicate better, create positive interactions, and feel satisfied in family life. This research emphasizes the importance of psychological support programs to help working wives manage the pressures of dual roles