Poltekkes Kemenkes Kupang Online Journal
Not a member yet
    1097 research outputs found

    Terapi Modalitas Singing untuk Meningkatkan Fungsi Paru (RR, Saturasi Oksigen) pada Pasien PPOK di Ruang Interna RSUD Waikabubak Kabupaten Sumba Bara: Implementation of Warm Ginger Foot Soak Complementary Therapy for Blood Pressure Reduction in Hypertensive Patients in the Puu Weri Public Health Center West Sumba Regency

    No full text
    Latar Belakang: Penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) adalah penyakit pernapasan jangka panjang yang tidak dapat disembuhkan dan progresif yang memiliki tingkat kematian dan kecacatan yang tinggi. Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sejumlah kondisi paru-paru, seperti emfisema dan bronkitiskronik yang menyebabkan saluran udara menyempit, sehingga membuat pernapasan menjadi sulit. PPOK dapat menyebabkan kekurangan oksigen, yang menyebabkan gangguan oksigenasi dan hambatan dalam saluran napas yang tidak dapat diperbaiki sepenuhnya. Tujuan Menggambarkan implementasi terapi modalitas singing untuk meningkatkan fungsi paru (RR, saturasi oksigen) pada pasien PPOK. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah responden 2 orang. Dengan kriteria pasien terdiagnosa PPOK, usia 70-80 tahun, kesadaran compos mentis, menjalani rawat inap 3 hari, dilakukan asuhan keperawatan dan intervensi implementasi terapi modalitas singing dilakukan selama 3 hari. Hasil: Setelah dilakukan proses keperawatan pada klien 1 dan klien 2 selama 3 hari, didapatkan hasil frekuensi pernapasan pada pasien 1 dari RR:31x/menit menjadi RR: 22x/menit dan SPO2: 90% menjadi SPO2: 96 - 97%, pasienmerasa tidak sesak dan lebih rileks. Dan pada pasien 2 dari RR : 29x/menit menjadi RR: 24x/menit dan SPO2 : 89% menjadi SPO2: 94 - 95%, pasien merasa sesak berkurang, lebih rileks. Kesimpulan: implementasi terapi modalitas singing untuk meningkatkan fungsi paru pada pasien PPOK sehingga kebutuhan oksigen tercukupi. Saran: Sebaiknya implementasi terapi modalitas singing rutin dilakukan untuk meningkatkan kesehatan jantung dan paru.Latar Belakang: Penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) adalah penyakit pernapasan jangka panjang yang tidak dapat disembuhkan dan progresif yang memiliki tingkat kematian dan kecacatan yang tinggi. Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sejumlah kondisi paru-paru, seperti emfisema dan bronkitiskronik yang menyebabkan saluran udara menyempit, sehingga membuat pernapasan menjadi sulit. PPOK dapat menyebabkan kekurangan oksigen, yang menyebabkan gangguan oksigenasi dan hambatan dalam saluran napas yang tidak dapat diperbaiki sepenuhnya. Tujuan Menggambarkan implementasi terapi modalitas singing untuk meningkatkan fungsi paru (RR, saturasi oksigen) pada pasien PPOK. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah responden 2 orang. Dengan kriteria pasien terdiagnosa PPOK, usia 70-80 tahun, kesadaran compos mentis, menjalani rawat inap 3 hari, dilakukan asuhan keperawatan dan intervensi implementasi terapi modalitas singing dilakukan selama 3 hari. Hasil: Setelah dilakukan proses keperawatan pada klien 1 dan klien 2 selama 3 hari, didapatkan hasil frekuensi pernapasan pada pasien 1 dari RR:31x/menit menjadi RR: 22x/menit dan SPO2: 90% menjadi SPO2: 96 - 97%, pasienmerasa tidak sesak dan lebih rileks. Dan pada pasien 2 dari RR : 29x/menit menjadi RR: 24x/menit dan SPO2 : 89% menjadi SPO2: 94 - 95%, pasien merasa sesak berkurang, lebih rileks. Kesimpulan: implementasi terapi modalitas singing untuk meningkatkan fungsi paru pada pasien PPOK sehingga kebutuhan oksigen tercukupi. Saran: Sebaiknya implementasi terapi modalitas singing rutin dilakukan untuk meningkatkan kesehatan jantung dan paru

    Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Keluarga Terhadap Pengambilan Keputusan Perawatan Paliatif Pada Pasien Kemoterapi : Family Knowledge, Attitudes, and Behaviors in Palliative Care Decision-Making for Patients Receiving Chemotherapy

    No full text
    Perawatan paliatif merupakan pendekatan holistik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya, terutama dalam menghadapi penyakit yang mengancam jiwa. Keberhasilan perawatan paliatif sangat bergantung pada pengambilan keputusan yang tepat oleh keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga terhadap pengambilan keputusan perawatan paliatif pada pasien kemoterapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 63 responden yang merupakan keluarga pasien kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, perilaku, dan Decisional Conflict Scale (DCS). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p 0,156), sikap (p 0,164), dan perilaku (p 0,522) keluarga terhadap pengambilan keputusan perawatan paliatif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga, maka semakin tepat pula keputusan yang diambil terkait perawatan paliatif pasien dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga terhadap pengambilan keputusan perawatan paliatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan edukasi keluarga mengenai perawatan paliatif guna mendukung pengambilan keputusan yang efektif.Perawatan paliatif merupakan pendekatan holistik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya, terutama dalam menghadapi penyakit yang mengancam jiwa. Keberhasilan perawatan paliatif sangat bergantung pada pengambilan keputusan yang tepat oleh keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga terhadap pengambilan keputusan perawatan paliatif pada pasien kemoterapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 63 responden yang merupakan keluarga pasien kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, perilaku, dan Decisional Conflict Scale (DCS). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p 0,156), sikap (p 0,164), dan perilaku (p 0,522) keluarga terhadap pengambilan keputusan perawatan paliatif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga, maka semakin tepat pula keputusan yang diambil terkait perawatan paliatif pasien dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga terhadap pengambilan keputusan perawatan paliatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan edukasi keluarga mengenai perawatan paliatif guna mendukung pengambilan keputusan yang efektif. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Pengambilan keputusan, Perawatan Paliatif, Kemoterap

    Air Conditioner Condensate and Mineral Water as Alternative Solvents for Potato Dextrose Agar: Comparative Growth of Trichophyton rubrum

    No full text
    Trichophyton rubrum is the predominant cause of dermatophytosis worldwide, particularly in tropical countries such as Indonesia. Potato Dextrose Agar (PDA) is a standard medium for fungal culture, conventionally prepared with distilled water; however, its limited availability and high cost in resource-constrained laboratories necessitate alternative solvents. This study aimed to evaluate the growth of T. rubrum on PDA prepared with distilled water, air conditioner (AC) condensate, and bottled mineral water by comparing colony diameter and morphology. A quasi-experimental study with a post-test-only non-equivalent control group design was conducted. PDA was prepared using the three solvents, inoculated by the single-dot method, and incubated at a fixed temperature of 28°C for 7 days. Colony diameter and macroscopic and microscopic morphology were assessed. Statistical analyses included the Shapiro–Wilk test, One-Way ANOVA, and Independent Sample T-test (p < 0.05). All media supported typical T. rubrum growth. Colony diameters obtained using AC condensate were not significantly different from those obtained using distilled water, whereas mineral water resulted in significantly smaller colonies. These findings indicate that AC condensate can serve as an effective and economical substitute for distilled water in PDA preparation, while the use of mineral water should be limited due to variability in composition and lack of standardization.     

    EFEK ACUPRESSURE TERHADAP NYERI PENYAKIT KANKER: A SCOPING REVIEW: Effects Of Acupressure On Cancer Pain: A Scoping Review

    No full text
    Nyeri merupakan salah satu tanda utama yang dirasakan oleh penderita penyakit kronis termasuk kanker, kajianpenangan nyeri non farmakologis khususnya acupressure telah banyak dilakukan, namun, kajian review yang dapat digunakan sebagai landasan pemikiran intervensi ini masih terbatas. Tujuan dari review ini adalah untuk melihat gambaran dari scoping review tentang efek acupressure terhadap nyeri pada pasien kanker. Review ini menggunakan pendekatan scoping review, dengan menggunakan databased Pubmed, Cohrane, Proquest, Wiley Library dengan menggunakan kata kunci “Acupressure” AND “Pain” AND “Cancer” OR “Cronic” OR “Cronic diases”. Pada pencarian tersebut dilakukan penyaringan data dengan filter awal ceklist”free full text”, “Publication from 2020-2025”, “Randomized Controlled Trial”.Analisis review dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori Arksey dan O’Malley. Hasil 5 artikel yang di review menunjukan bahwa acupressure memiliki efek positif dalam mengurangi danmengatasi nyeri pada penyakit kanker, diantaranya mengurangi nyeri pasien kanker payudara, kanker kolorektal, leukimia, kanker paru-paru, kanker lambung, kanker pancreas, kanker tulang, kanker yang sudah metastasis dan kanker yang lainnya. Penelitian selanjutnya dapat melakukan review artikel terakit acupressure dengan metode yang lain dalam mengatasi gejala pada penyakit kanker.Nyeri merupakan salah satu tanda utama yang dirasakan oleh penderita penyakit kronis termasuk kanker, kajian penangan nyeri non farmakologis khususnya acupressure telah banyak dilakukan, namun, kajian review yang dapat digunakan sebagai landasan pemikiran intervensi ini masih terbatas. Tujuan dari review ini adalah untuk melihat efek dari acupressure terhadap nyeri pada penyakit kanker. Review ini menggunakan pendekatan scoping review, dengan menggunakan databased Pubmed, Cohrane, Proquest, Wiley Library dengan menggunakan kata kunci “Acupressure” AND “Pain” AND “Cancer” OR “Cronic” OR “Cronic diases”. Pada pencarian tersebut dilakukan penyaringan data dengan filter awal ceklist”free full text”, “Publication from 2020-2025”, “Randomized Controlled Trial”.Analisis review dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori Arksey dan O’Malley. Hasil review menunjukan bahwa acupressure memiliki efek positif dalam mengurangi dan mengatasi nyeri pada penyakit kanker, diantaranya mengurangi nyeri pasien kanker payudara, kanker kolorektal, leukimia, kanker paru-paru, kanker lambung, kanker pancreas, kanker tulang, kanker yang sudah metastasis dan kanker yang lainnya. Penelitian selanjutnya dapat melakukan review artikel terakit acupressure dengan metode yang lain dalam mengatasi gejala pada penyakit kanker Kata kunci: Penyakit kanker, Nyeri, Acupressure, Nyeri kanke

    Implementation of Stress Management to Decrease Blood Glucose Level of People with Diabetes Mellitus

    No full text
    Chronic hyperglycemia in patients with diabetes mellitus (DM) can be worsened by prolonged physical and emotional stress, which increases stress hormones like cortisol and raises blood glucose levels. Effective stress management is therefore essential to prevent glucose fluctuations and reduce the risk of diabetes-related complications. Techniques such as deep breathing exercises, progressive muscle relaxation, and hypnosis have been shown to lower stress hormones, enhance endorphin release, and improve glycemic control. This study aimed to measure patients\u27 blood sugar levels before and after administering stress management interventions, including deep breathing relaxation techniques and five-finger hypnosis. The study method used a quasi-experimental design with a pre- and post-test approach, without a control group, was used. A total of 61 DM patients from the Diabetes Center in Ternate City were recruited through simple random sampling. The intervention consisted of deep breathing exercises, progressive muscle relaxation, and five-finger hypnosis. Blood glucose levels were measured before and after the intervention. Data analysis involved paired t-tests, ANOVA, and correlation tests. The results showed that the mean blood glucose level decreased from 215.75 mg/dL to 209.62 mg/dL following the intervention, with a mean difference of -6.13 mg/dL. However, this reduction was not statistically significant (p = 0.0593; α = 0.05). It was concluded that there was a decrease in blood glucose levels after the intervention, although the difference was not statistically significant.  The application of this study suggests that stress management techniques such as deep breathing, relaxation, and five-finger hypnosis may provide benefits in managing stress. Further studies using controlled designs and larger sample sizes are recommended

    Irritation Test of Cream Preparations Made from Purple Cabbage Extract Against Healthy Skin Using The Path Test Method

    No full text
    Testing for skin irritation caused by new substances is a critical component of safety evaluation procedures. Pharmaceutical formulations and active ingredients intended for topical application have the potential to cause skin irritation, necessitating thorough safety assessments prior to public distribution. This study aimed to evaluate the primary irritation potential of a purple cabbage extract cream using the patch test method on healthy older adults. The experimental research involved 18 volunteers, who were administered 0.625% purple cabbage extract cream and a placebo preparation without the test substance. The test materials were applied twice daily over a period of 72 hours. Observations were conducted at baseline (0 hours) and at 24, 48, and 72 hours post-application. The degree of skin irritation was then calculated based on the recorded data. The results indicated a primary irritation index of 0.1, suggesting that the purple cabbage extract cream did not cause skin irritation. It can be concluded that the purple cabbage extract cream is safe for skin application in the tested population. Future research should explore the effects of purple cabbage cream on different skin locations, as skin sensitivity can vary across different areas of the body

    Ethnic Group and Religion Along with Other Factors Affect The Spiritual Needs of The Elderly with Chronic Diseases in Indonesia

    No full text
    Spirituality helps the elderly adapt to changes in themselves. The process of healing chronic diseases in the elderly requires good spirituality. However, in reality, many elderly people still have low spirituality. This study considers the factors of spiritual needs of elderly people with chronic illnesses in Indonesia. Descriptive correlation research design with a cross-sectional approach. The sample was 210 elderly people taken by purposive sampling. The independent variables studied include age, gender, religion, ethnic group, education, work, history of illness, ADL, and cognitive function. The dependent variable is spiritual needs. The research instrument in the form of the Spiritual Needs Questionnaire (SpNQ). A linear regression test to simultaneously correlate several dependent variables with independent variables by following several modeling assumptions. There is a significant relationship between religious factors (0.01), ethnicity (0.003), cognitive function (0.04), and the spiritual needs of elderly people with chronic diseases (<0.05). The equation obtained from modeling can predict the value of the spirituality needs of elderly people with chronic illnesses. Respondents who have sufficient spiritual needs because they are good at connecting with other people, nature/the environment, and God.           Spiritualitas membantu lansia beradaptasi dengan perubahan dalam dirinya. Proses penyembuhan penyakit kronis pada lansia membutuhkan spiritualitas yang baik. Namun pada kenyataannya, masih banyak lansia yang memiliki spiritualitas yang rendah. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor kebutuhan spiritual lansia dengan penyakit kronis di Indonesia. Desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 210 lansia yang diambil secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa Spiritual Needs Questionnaire (SpNQ). Uji regresi linier untuk mengkorelasikan secara simultan beberapa variabel dependen dengan variabel independen dengan mengikuti beberapa asumsi pemodelan. Terdapat hubungan antara faktor agama, suku bangsa, fungsi kognitif, dan kebutuhan spiritual lansia dengan penyakit kronis. Hasil analisis akhir regresi linier multivariat. Persamaan yang diperoleh dari pemodelan dapat memprediksi nilai kebutuhan spiritual (KS) lansia dengan penyakit kronis. Responden yang memiliki kebutuhan spiritual cukup karena pandai berhubungan dengan orang lain, alam/lingkungan, dan Tuhan

    Construction of Validity and Reliability of The SBAR-Based Assessment Scale among Nurses

    No full text
    Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) is a communication tool used to convey information clearly and in a structured manner, especially in the context of health services. The implementation of this assesment scale consideration has not been carried out optimally for nurses in the hospital. This study aims to analyze the validity and reliability of the SBAR-based weighing evaluation instrument from primary nurses and associate nurses. Multivariate validity and reliability test using the Exploratory Factors Analysis (EFA) test. The results aim to validate the instrument content. The numbers in the table show the loading factor values for each statement item which have been sorted from the largest value to the smallest value for each component. Statement items are valid and have an important correlation in the handover implementation instrument if they have a factor loading value of <0.40. Of the 25 statement items, 8 items were invalid, namely item numbers 2,3,4,6,10,12,17,19 while the other 17 items were declared valid and formed 4 components (Component 1; Situation indicator, Component 2; Backgound indicator, Component 3; Assessment indicator, Component 4; Assesment) which were used as indicators for compiling the SBAR-based handover implementation instrument. CFA test results were the relative chi-square value (CMIN/df) shows a fairly good fit with a ratio <5, the comparative fit index (CFI) value indicates marginal fit because it is in the range 0.80<CFI <0.90, The root mean square error (RMSEA) value indicates a reasonable agreement with a value of <0.08, the goodness-of-fit (GoF) value indicates a good fit because it is >0.80. It can be interpreted that based on the results of the CFA analysis it has fulfilled the construct feasibility test so that in general it can be said that the handover evaluation instrument by primary nurses and associate nurses is fit to be used in measuring handover implementation.      

    Effectiveness of Drug Supervisors in Increasing Tuberculosis Prevention Actions and Consumption of Tuberculosis Drugs

    No full text
    National tuberculosis control continues to be carried out by intensification, acceleration, extensification and program innovation. One of the efforts with an effective Directly observed treatment shortcourse (DOTS) strategy. The main focus of this strategy is the discovery and cure of patients and breaking the chain of Tuberculosis transmission so as to reduce the incidence and increase Tuberculosis cure in the community. This research aimed to assess the efficacy of Drug Supervisors in reducing transmission and ensuring adherence to Tuberculosis medication throughout treatment. The study used a quasi-experimental design using a pre-posttest framework, comprising an intervention group of 14 participants and a control group of 14 participants. The group of subjects was observed before the intervention, namely direct supervision of taking medication (PMO) through the DOTS strategy by family/relatives/caregivers/officers on TB patients during the treatment period and observed again after the intervention. The sample was selected based on sub-district sample clusters using proportional allocation techniques. Bivariate analysis applied independent t test and mann whitney test (value α = 0.05) because the distribution of the data obtained was not normal. This research revealed that patients receiving intervention in the form of drug monitoring by PMO experienced an increase in TB transmission prevention measures higher than the control group, thus compliance in taking medication was higher in the case group compared to the control group (p 0.01). This indicates that a PMO is essential for every patient receiving Tuberculosis therapy to prevent lack of follow-up and mitigate the influence on the onset of TB-MDR

    Studi Gambaran Kualitas Air Kolam Renang di Kota Kupang

    No full text
    Kolam renang merupakan salah satu tempat yang banyak orang bertemu sehingga memungkinkan terjadinya penularan penyakit seperti diare, iritasi kulit, iritasi mata dan hidung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik, kimia dan biologi air kolam renang di Kota Kupang. Jenis penelitian adalah deskriptif, untuk mengetahui gambaran kualitas fisik, kimia dan biologi air kolam renang. Untuk parameter fisik dilakukan pemeriksaan lapangan dan parameter biologi dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisik parameter warna memenuhi syarat, kekeruhan semua memenuhi syarat. Parameter kimia yaitu pH semua memenuhi syarat pH 7-7,5, parameter residu klorin terikat semuanya tidak memenuhi syarat, yaitu kolam 1 residu klorin 0 mg/l, kolam 2 0,1 mg/l, kolam 3 0,1 mg/l. Parameter E coli menunjukkan bahwa 2 kolam renang tidak memenuhi syarat dan 1 kolam renang tidak memenuhi syarat. Disarankan bagi pemilik kolam renang untuk menambahkan klorin sesuai dosis. Masyarakat diharapkan menjaga kebersihan sebelum berenang dan menggunakan fasilitas dengan bai

    53

    full texts

    1,097

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Poltekkes Kemenkes Kupang Online Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇