Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya: Open Journal Systems
Not a member yet
325 research outputs found
Sort by
Konsep Diri : Definisi dan Faktor
The purpose of this study is to understand the self control that exists in adolescentsregarding resolution and factors. There are two factors that influence self control, namely internal factors and external factors. Internal factors with age and external factors depend on the environment. The use of this paper is to develop a theory of self control and become a reference for future researchers
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG ORGANISASI PROFESI PPNI DI RS JASA KARTINI KOTA TASIKMALAYA
The background is many PPNI members did not known the role, function, and utilized PPNI organization, so that was not supported for professional organizations. PPNI was targeted for the condition of Indonesian nurses that not prosperous. And for PPNI was felt much hampered to activitied because it has not received the support of member. The purpose of this research was to description knowledge and attitude of nurses about professional organizations PPNI in jasa kartini hospital. This research used the descriptive method with large of sample until 70 respondent, and the instrument used questionnaire which has been tested validity and reliability. Analysis in the research used univariate analysis. The result knowledge of nurses less, sufficient, good is 38,6%, 38,6%, 22,9% respectively. The result attitude of nurses positive as 54,4%, and negative as 45,5%. This can be concluded with the nursing issues about professional organizations was corrected with evidenced by the results of research. Then it will be a material evaluation for the PPNI commissariats Jasa Kartini Hospital until PPNI officials in Tasikmalaya city to improve the work program, in improve knowledge and attitude of nurses, especially for nurses in Jasa kartini hospital, generaly for all nurses in Tasikmalaya City
Hubungan Pola Asuh Dan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Personal Hygiene Pada Anak Usia Sekolah Di SD Muhammadiyah 14 Balayudha Palembang in 2019
Kemandirian personal hygiene merupakan suatu tindakan dalam memelihara kebersihan pribadi baik itu kebersihan secara fisik maupun pisikis. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian personal hygiene anak usia sekolah adalah pola asuh orang tua dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh dan dukungan keluarga dengan kemandirian personal hygiene anak usia sekolah di SD Muhammadiyah 14 Balayuda Palembang. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 176 anak. Pengambilan sampel menggunakan non – probability dengan menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan maret 2019 dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menyatakan bahwa orang tua yang menerapkan pola asuh permisif sebanyak 27 orang (15,3%), pola asuh demokratis 112 orang (63,6%) dan pola asuh otoriter 37 orang (21,0%). Dukungan keluarga baik 92 orang (52,3%) dan dukungan keluarga buruk 84 orang (47,7%). Sedangkan kemandirian personal hygiene mandiri 92 orang (52,3%) dan kemandirian personal hygiene yang tidak mandiri 84 orang (47,7%). Analisa bivariat dengan uji chi square untuk hubungan pola asuh dengan kemandirian personal hygiene didapat nilai p = 0,100, uji chi square untuk hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian personal hygiene didapat p = 0,000. Tidak ada hubungan antara pola asuh dengan kemandirian personal hygiene anak usia sekolah di SD Muhammadiyah 14 Balayuda Palembang. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirin personal hygiene anak usia sekolah di SD Muhammadiyah Balayuda Palembang. Orang tua diharapakn dapat menerapkan pola asuh yang sesuai dengan perkembangan usia anak
Faktor Dominan yang Mempengaruhi Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Di Seluruh Puskesmas Kota Tasikmalaya Jawa Barat
ABSTRAK
Menurut WHO dan UNICEF terdapat beberapa indikator pelaksanaan MTBS, antara lain indikator keterampilan petugas, dukungan manajemen, dan indikator tingkat kepuasan pengantar terhadap pelayanan yang diberikan. Dalam pelaksanaan MTBS di Puskesmas Kota Tasikmalaya ada yang belum mencapai target dalam penanganan balita sakit. Tujuan penelitian ini bertujuan Mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi pelaksanaan MTBS di seluruh Puskesmas Kota Tasikmalaya.Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh petugas pelaksanan MTBS yang berjumlah 106. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah Regresi Linier Sederhana untuk bivariat dan Analisis Faktor untuk multivariate.Hasil penelitian ada tiga faktor yaitu Faktor 1 (Kepemimpinan dan Kemampuan Petugas Kesehatan) terdiri dari pengetahuan, dukungan pimpinan, supervise, kelengkapan pengisian formulir. Faktor 2 (Internal petugas kesehatan dan Pendukung) terdiri dari sikap, motivasi, kelengkapan obat. Faktor 3 (Sarana dan Prasarana) terdiri dari keberadaan poli dan kelengkapan alat. Faktor dominan yang mempengaruhi pelaksanaan MTBS yaitu supervise, sikap petugas kesehatan, kelengkapan alat untuk pelaksanaan MTBS. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan bahwa untuk bisa berjalannya MTBS di puskesmas perlu untuk lebih di tingkatkan supervisi fasilitatif oleh dinas kesehatan dan pimpinan puskesmas, melakukan refresing peningkatan kepatuhan atau sikap dari pelaksana MTBS dan membuat anggaran khusus untuk melengkapi peralatan MTBS
Status Fungsional Pasien Stroke Di Ruang 5 Rsud Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
Stroke merupakan kerusakan jaringan otak yang disebabkan oleh berkurangnya atau terhentinya suplai darah secara tiba-tiba. Disabilitas umum yang sering terjadi pada pasien stroke adalah kelumpuhan atau kelemahan pada satu sisi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan fungsional. Status fungsional merupakan kemampuan individu untuk melakukan perawatan diri, pemeliharaan diri, dan aktivitas fisik dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran status fungsional pasien stroke dalam aktivitas makan, mandi, berpakaian, perawatan diri, buang air besar, buang air kecil, toileting, mobilisasi, berpindah dan naik turun tangga. Metode penelitian ini adalah deskripsi kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidentalsampling yaitu sebanyak 24 responden, penelitian ini dilakukan di Ruang X RS Y Tasikmalaya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Barthel Index. Hasil penelitian menunjukkan status fungsional pasien stroke responden mayoritas memiliki ketergantungan total (50,0%), dalam aktivitas makan mayoritas memerlukan bantuan, dalam aktivitas buang air besar mayoritas mandiri sedangkan dalam aktivitas mandi, berpakaian, perawatan diri, buang air kecil, toileting, mobilisasi, berpindah dan naik turun tangga mayoritas mengalami ketergantunga total. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa status fungsional pasien stroke mayoritas mengalami ketergantungan total
MODEL PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN NON FORMAL TEAM GAMES TOURNAMENT DENGAN MENGGUNAKAN PERMAINAN MONOPOLI
Dalam kegiatan pembelajaran, letak jam mengajar yang berada di jam terakhir menjadikan mata pelajaran ini kurang diminati, karena saat jam terakhir, peserta didik identik dengan rasa bosan, mengantuk dan tidak konsentrasi karena sudah mendekati waktu pulang. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut, melalui penelitian ini diharapkan guru mampu memainkan peran sebagai inovator pembelajaran.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data dan analisis melalui kajian reflektif, partisipatif dan observatif. Pengembangan program didasarkan pada data dan informasi dari peserta didik, guru dan setting kelas secara alamiah melalui dua siklus penelitian tindakan kelas.Untuk meningkatkan hasil belajar praktek, dilakukan model pembelajaran Team Games Tournament dengan dua siklus. Pada siklus pertama peserta didik sebagian belum terbiasa dengan model pembelajaran TGT, sehingga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan kepada peserta didik tentang prinsip pembelajaran kooperatif yang membutuhkan kerjasama tim dan kekompakan dalam satu kelompok. Dalam siklus keduapeserta didik mulai memahami prinsip dasar pembelajaran TGT, Hal ini dapat dilihat dari peningkatan aktivitas peserta didik yang semula pada siklus pertama hanya 88,81% menjadi 94,03%. Begitu juga dengan hasil belajar prakteknya menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari siklus pertama yang hanya sebesar 77,47 menjadi 83,37 pada siklus kedua. Dan guru mampu memainkan peran sebagai inovator pembelajaran.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data dan analisis melalui kajian reflektif, partisipatif dan observatif. Pengembangan program didasarkan pada data dan informasi dari peserta didik, guru dan setting kelas secara alamiah melalui dua siklus penelitian tindakan kelas.Untuk meningkatkan hasil belajar praktek, dilakukan model pembelajaran Team Games Tournament dengan dua siklus. Pada siklus pertama peserta didik sebagian belum terbiasa dengan model pembelajaran TGT, sehingga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan kepada peserta didik tentang prinsip pembelajaran kooperatif yang membutuhkan kerjasama tim dan kekompakan dalam satu kelompok. Dalam siklus keduapeserta didik mulai memahami prinsip dasar pembelajaran TGT, Hal ini dapat dilihat dari peningkatan aktivitas peserta didik yang semula pada siklus pertama hanya 88,81% menjadi 94,03%. Begitu juga dengan hasil belajar prakteknya menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari siklus pertama yang hanya sebesar 77,47 menjadi 83,37 pada siklus kedua
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PbL SISWA KELAS V
Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Kecandran 01. Penggunaan model pembelajaran Problem-based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dapat dilihat dari peningkatan dari dari pra siklus dan siklus I mencapai 5 siswa atau 13,89 %, sedangkan peningkatan dari siklus I dan siklus II mencapai 8 siswa atau 22,22%. Pada tingkat sedang diperoleh peningkatan dari pra siklus dan siklus I sebanyak 4 orang atau 11,11%, sedangkan dari siklus I dan siklus II mengalami penurunan sebanyak 2 siswa atau 5,55%. Selain itu juga terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang dapat dilihat pada pra siklus ke siklus I peningkatannya dari 9 siswa menjadi 22 siswa atau sebanyak 13 siswa (36,11%) meningkat, dari siklus I ke siklus II dari 22 siswa ke 28 siswa atau sebanyak 6 siswa (16,67%) mengalami peningkatan. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan model pembelajaran PbL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Matematika dengan hasil yang efektif
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PESERTA TRANSMIGRASI MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADITTIVE WEIGHT
Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu kota yang melaksanakan kegiatan transmigrasi. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu instansi pemerintah yang menangani perpindahan penduduk. kasus yang sering terjadi peserta yang mendaftar menjadi transmigran lebih banyak dari yang ditentukan. Sehingga membuat Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi kesulitan dalam menentukan calon peserta. Dari permasalahan tersebut maka dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan dengan metode Simple Adittive Weight dan metode Waterfall pengembangan perangkat lunak yang dapat memberikan pilihan alternatif dan mempermudah dalam menentukan calon peserta transmigrasi
Karakteristik Efikasi Diri Pembuatan Keputusan Karir Pada Remaja
Career confusion can inhibit confidence in determining the goals of future plans. Information on the characteristics of self-efficacy career decision making is needed as an effort to develop one's behavior and skills. Self-efficacy is the individual's trust in his ability to do something. The process of identifying previous journals through searches in the last 16 years (2000-2017) through electronic media, books, Google Scholar, Elsevier, and Sage. The results showed the characteristics of self-efficacy career decision making in adolescents were self-assessment, job information, goal selection, planning, and problem solving. The results of this study could be one of the references of knowledge for students, teachers, and parents in making career decisions in adolescents
Profil Gratitude Mahasiswa
This study aims to determine the condition of gratitude for new students in the geography education study program at Indonesia University of Education. This research is a quantitative research with descriptive method. The instrument used in this study is the scale of gratitude. The subjects in this study were 78 new students in the 2018/2019 geography education study program. Data analysis in this study used descriptive statistics with percentage techniques. The results showed that 14,1% of students had high gratitude, 47,4% of students had medium gratitude, and 38,5% of students had low gratitude. The results of this study were useful for lecture