Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya: Open Journal Systems
Not a member yet
325 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SD DALAM MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN SUPERVISI TEKNIK MODELING
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SD dalam menerapkan model pembelajaran discovery learning, merupakan penelitian tidakan sekolah (PTS). Subjek penelitian adalah guru SD Brajan yang berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan supervise teknik modeling dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan model pembelajaran discovery learning. Hal itu terbukti dari tercapainya semua kriteria keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian. Di antaranya (1) pengamatan menunjukkan pelaksanaan supervise teknik modeling berjalan dengan lancar(2) ≥ 80 % peserta supervise teknik modeling meningkat pemahamannya terhadap model pembelajaran discovery learning, dan (3) ≥ 80 % peserta supervise teknik modeling dapat menerapkan model pembelajaran discovery learning. Pada siklus I nilai rata-rata pemahaman guru mencapai 66 dan pada siklus II nilai rata-rata 84 dan persentase guru yang mengalami peningkatan 100 % sedang hasil supervise penerapan model pembelajaran discovery learning terhadap pada siklus 1 rata-rata 75,4 dan pada siklus II meningkat menjadi 80, dengan prosentase peningkatan 100 %
MENELAAH TEORI VYGOTSKY DAN INTERDEPEDENSI SOSIAL SEBAGAI LANDASAN TEORI DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SEKOLAH DASAR
Pembelajarn kooperatif memiliki popularitas yang membumi di dunia pendidikan. Penelitian mengenai keunggulan pembelajaran kooperatif banyak ditemukan dan membawa angin segar bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Dewasa ini pembelajaran kooperatif diharapkan bisa menjadi ruh dalam setiap aktivitas belajar di sekolah, akan tetapi pada pelaksanaanya tidak sedikit guru yang salah memberikan persepsi tentang pembelajaran kooperatif dan cenderung kesulitan dalam menerapkannya di kelas mereka. Tulisan ini mencoba membangun pembelajaran kooperatif dari segi teoritis yaitu melalui pemikiran vygotsky dan teori interdepedenncy social. Kedua teori ini akan ditelaah secara sistematis guna memberikan gambaran bagaimana wujud pembelajaran kooperatif yang lebih memadai
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI PLAY-TEACH-PLAY TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN SISWA SEKOLAH DASAR
The problem in this study is the low fitness of elementary school students. This problem is due to the absence of a method of teaching sports that is in accordance with the development and characteristics of elementary students. Characteristics of elementary school children tend not to like the explanation of the theories and concepts of physical education teachers, they want fun learning. Fun learning can be done through the game method so that children are interested in continuing to move. The long-term goal of this study is to apply game methods in sports learning in elementary schools that support the optimal learning process of sports to improve fitness. While the specific objective is to get a real picture of the effectiveness of the play-teach-play method on the fitness of elementary students in the area of Tamansari sub-district in Tasikmalaya city. This study uses a quantitative approach to the experimental method, the population in this study is the fifth grade elementary school students in the city of Tasikmalaya in the academic year 2017/2018. Samples were taken by random sampling. The analysis of data obtained from the field using statistical calculations in the form of 1) normality test 2) t test 3) Difference in gain. The results showed that play play play was able to improve students' fitness with the difference from the pre-test and post test on average> 50 percent. The conclusion of play play play has an effect on improving students' physical fitness. The effectiveness of play teach play in terms of motivation to participate in sports lessons is greatly increased
HUBUNGAN INTENSITAS BIMBINGAN ORANG TUA DENGAN ETIKA BERBICARA REMAJA
The purpose of this study is to determine the relationship between the intensity of parents guidance with speaking ethic among adolescents.. This research was conducted at Madrasah TsanawiyahAlbidayah. The research design used is correlational research. The population in this study each of 162 people from students and parents with a sample of each 40 people from students and parents. Data collection techniques were conducted using a questionnaire. The correlation coefficient found was 0.421 at the medium category. So there is a moderate level of correlation between the intensity of parents guidance with speaking ethic among adolescents. The significance value (0.007) <0.05, which means there is a significant relationship between the intensity of guidance that parents do with speaking ethic among adolescents. The determinant coefficient is 0.422 = 0.1764. This can be interpreted that the influence of the intensity of guidance that parents do to speaking ethic among adolescents = 17.64%, and the remaining 82.36% determined by other factors beyond the intensity of guidance by parents. Based on the results, the authors suggest to parents to improve guidance activities to children by providing good examples. School must have guidance programs that involve parents in the process
PERKEMBANGAN KONSELING PADA ABAD 21: KONSELOR SEBAGAI PROFESI YANG MENGEDEPANKAN TANGGUNG JAWAB KEHIDUPAN EFEKTIF KONSELI
Guidance and counseling in Indonesia has been established since the 1970s. Despite all the obstacles in it’s aplication, guidance and counseling continuously to develop. Since that counselor profession has taken a role in order to serve optimizing the potency of the counselee. Along with the globalization, the role of the counselor becomes increasingly important, in conjunction with the problems faced by the counselor. Goverment through professional organization have develop a standardized guideline to meet the inherent expectations of the counselor profession. Through this article the authors try to describing an overview of the responsibilities that should met by the counselor in various settings as an effort to maintain and improvethe counselee wellbein
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN BIMBINGAN BELAJAR BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE UNTUK ABK DI SDM 2/MIM KOTA MAGELANG
University Partnership Program aims to improve teachers' knowledge and experience in implementing multiple intelligence-based on learning services for children with special needs. Objectives are achieved by training methods, mentoring and practice of guidance services to 8 inclusive school teachers in SD Muhammadiyah 2 and Madrasah Ibtidaiyah Magelang. Stages of activity begins with teacher training in a multi-intelligence based on learning service for children with special needs to mentoring the implementation of learning guidance conducted for 3 months (January - March 2018). Through these activities, the more teachers know, the more teachers have skills in providing services based on multiple intelligences especially potentials student. Based on the results of university partnership program can be concluded this activity can improve the knowledge, understanding and skills of teachers in the implementation of learning guidance services to students especially children with special needs
PENGUNAAN MEDIA MOVING FLAHSCARD UNTUK STIMULASI KEMAMPUAN LITERASI ANAK USIA DINI
ABSTRAK
Aspek kemampuan literasi adalah salah satu potensi anak yang mesti dikembangkan semenjak dini. Pengembangan kemampuan literasi mesti seimbang dan terintegrasi dengan lingkup perkembangan anak lainnya. Optimalisasi pengembangan kemampuan literasi menuntut kesiapan para pendidik yang mampu memberdayakan berbagai fasilitas untuk menfasilitasi perkembangan literasi, termasuk perihal media pembelajaran. Pergeseran ke era digital terkadang menjadikan pembalajaran monoton berbasis teknologi komputer. Pada hal tidak tertutup peluang bagi pendidik untuk menggunakan media yang tidak berbasis komputer. Salah satunya adalah media moving flashcard. Media ini akan menfasilitasi anak baik yang memilii gaya belajar visual, audio apalagi kinestetik. Sehingga anak bisa secara bersama-sama belajar dengan fun dan menyenangkan. Selain itu anak juga bisa berkompetisi, bekerja sama sehingga pembelajaran lebih efektif.
Kata Kunci: media moving flaschcard; literasi anak usia dini
Abstract
The aspect of literacy ability is one of the children's potential that must be developed early. The development of literacy skills must be balanced and integrated with the scope of other children's development. Optimizing the development of literacy skills requires the readiness of educators who are able to empower various facilities to facilitate the development of literacy, including about learning media. Shifting to the digital age sometimes makes monotonous learning based on computer technology. In the case of not being closed, opportunities for educators to use media that are not computer-based. One of them is flashcard moving media. This media will facilitate children who have visual, audio and kinesthetic style of learning. So that children can learn together with enjoyfull and fun. In addition, children can compete, working together so that learning is more effective.
Keywords: Moving Flashcard; Literacy of early childhoo
PELATIHAN PEMBUATAN BONEKA JARI BERGAMBAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA DINI DI KECAMATAN V KOTO KAMPUNG DALAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ABSTRAK
Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengenalkan media pembelajaran pada guru yaitu (1) Menciptakan media pembelajaran membaca yang menyenangkan untuk anak; (2) Guru memiliki keterampilan dalam merancang boneka jari bergambar sebagai media pembelajaran membaca anak usia dini. Subjek pelatihan ini adalah anak Taman Kanak-kanak Melati Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Sasaran dari pelatihan ini adalah guru-guru PAUD baik formal maupun nonformal se-Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Adapun mitra dalam kegiatan ini adalah IGTKI Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Pelaksanaan pelatihan adalah survei awal untuk mendata peserta pelatihan, mengurus surat izin untuk melaksanakan pelatihan, membuat buku panduan pelatihan, pelaksanaan pelatihan. Metode yang digunakan adalah praktek langsung. Metode praktek langsung digunakan agar peserta pelatihan mampu menciptakan boneka jari bergambar dalam meningkatkan kemampuan membaca anak. Hasil yang diperoleh guru dapat menciptakan boneka jari bergambar dengan empat tema untuk pengenalan membaca anak usia dini.
Kata Kunci: Anak Usia Dini, Boneka jari bergambar, Membaca
ABSTRACT
The purpose of this training is to introduce learning media to teachers (1) Creating a fun learning media for children; (2) The teacher has the skills in designing pictorial finger puppets as a medium for early childhood reading learning. The subjects of this training were children of TK Melati in V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. The target of this training is PAUD teachers both formal and non-formal in V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. The partners in this activity were IGTKI Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. The training is an initial survey to record trainees, manage permits to carry out training, create training manuals, conduct training. The method used is direct practice. Direct practice methods are used so that trainees are able to create illustrated finger puppets in improving children's reading skills.the result obtained by the teacher can create illustrated finger puppets with four themes for early chilhood reading.
Keyword: early childhood, picture finger puppets, ability to rea
AKU ANAK KREATIF: STIMULASI KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN ART AND CRAFT
Artikel ini mengkaji terkait implementasi kegiatan art and craft yang dilakukan di Kelompok Bermain Lab. UPI sebagai salah satu upaya stimulasi kreativitas bagi anak usia dini. Kreativitas merupakan salah satu aspek pada setiap individu yang sangat penting untuk distimulasi sejak dini. Masa usia dini merupakan masa dimana perkembangan anak sangat pesat, termasuk perkembangan kreativitas, terutama karena pada masa tersebut anak memiliki karakteristik rasa ingin tahu yang tinggi sebagai salah satu bekal kreativitasnya. Berdasarkan hal tersebut, layanan pendidikan anak usia dini seyogyanya menyediakan aktivitas yang mampu memberikan stimulasi terhadap perkembangan kreativitas anak. Salah satu aktivitas yang dijadikan program rutin dengan tujuan menstimulasi kreativitas anak adalah kegiatan art and craft yang dilaksanakan di Kelompok Bermain Lab. UPI. Metode yang digunakan dalam melakukan kajian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan tujuan memperoleh gambaran pelaksanaan kegiatan art and craft secara menyeluruh. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan art and craft yang dilaksanakan terdiri dari beberapa aktivitas seperti menggambar, mencampur warna, mewarnai, menggunting, menempel, membentuk dan aktivitas seni rupa lainnya. Art and craft di Kelompok Bermain Lab. UPI juga merupakan kegiatan yang termasuk dalam program rutin yang dilaksanakan setiap minggu. Aktivitas ini mampu merangsang anak untuk berkreasi sesuai dengan keinginannya, melakukan uji coba pencampuran warna dan membuat hasil karya. Adapun Kesimpulan dari artikel ini merujuk kegiatan art and craft sebagai salah satu kegiatan stimulasi terhadap perkembangan anak khususnya dalam aspek kreativitas
PEMBINAAN PARENTING BAGI ORANG TUA SISWA DI PAUD DAN TK ASSAABIQ SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) harus dapat memberikan layanan tidak hanya bagi anak di kelompok bermain saja, namun juga bagi orang tua sebagai mitra untuk berkolaborasi dalam proses pendidikan anak yang salah satunya melalui program parenting. TK dan PAUD Assaabiq terletak di desa Cipakat Kecamatan Singaparna belum melaksanakan kegiatan parenting bagi orang tua siswa secara berkala dan terprogram. Padahal, beberapa indikasi menunjukkan bahwa orang tua siswa belum memahami bagaimana fase perkembangan anak. Kemudian, masih banyak orang tua yang bersikap overprotektif sehingga perkembangan kemandirian anak tidak berkembang secara optimal. Selain itu, ketidakpahaman orang tua mengenai perkembangan kognitif anak, seringkali menuntut anak untuk dapat membaca, menulis dan berhitung secara instan serta membebankan tangggung jawab mengajar anak pada guru di sekolah. Oleh karena itu, parenting bagi orang tua siswa PAUD dan TK Assaabiq di Desa Cipakat Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya mengambil tema memahami fase tumbuh kembang anak. Adapun pembinaan yang diberikan yaitu 1) Pola asuh, materi ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan bagi orang tua mengenai perkembangan anak usia 2-6 tahun secara psikologis. Setelah orang tua memahami fase tumbuh kembang anak dan mengetahui pola asuh yang tepat, diharapkan pola komunikasi antara orang tua dan anak akan terjalin dengan baik; 2) menumbuhkan kemandirian anak, materi ini bertujuan agar orang tua memahami dan mampu membedakan perlakuan pengasuhan mana yang dapat melatih kemandirian anak, serta pengasuhan mana yang dapat memanjakan anak sehingga kemandiriannya tidak berkembang optimal dan berpengaruh terhadap kemampuan anak menyelesaikan masalah, kemampuan sosial, dan religiusitas anak; dan 3) kemampuan berpikir logis dan simbolik pada anak, materi ini diberikan bertujuan upaya memberikan pengetahuan kepada orang tua mengenai perkembangan kognitif anak khususnya kemampuan logis dan simbolik, serta memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa matematika dapat diajarkan sejak dini, melalui lingkungan alami anak dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir logis dan simbolik anak