Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya: Open Journal Systems
Not a member yet
325 research outputs found
Sort by
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN STIMULASI SENSORI VISUAL BAGI GURU PAUD DI KECAMATAN BATANG ANAI
Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan upaya pemerintah untuk memberikan layanan terhadap anak usia dini dalam rangka mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak melalui pelaksanaan pendidikan. Pelayanan yang diberikan guru PAUD haruslah pelayanan yang mampu menstimulasi perkembangan anak, salah satunya stimulasi sensori visual anak. Sensori visual anak dapat distimulasi dengan menggunakan media visual yang sesuai. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang pernah penulis lakukan, ditemukan bahwa rata-rata guru PAUD di Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang media untuk menstimulasi sensori visual anak. Hal ini menyebabkan perkembangan sensori visual anak menjadi tidak optimal. Berdasarkan alasan tersebut, penulis merasa perlu diberikan pelatihan dalam hal penggunaan media untuk menstimulasi sensori visual anak bagi guru PAUD di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan dari pelatihan ini ialah agar para guru PAUD di Kecamatan Batang Anai mampu mengembangkan dan menggunakan media untuk menstimulasi sensori visual anak sehingga sensori visual anak berkembang secara optimal. Rencana luaran dari pelaksanaan pelatihan ini ialah guru-guru PAUD Kecamatan Batang Anai memiliki wawasan dan keterampilan dalam mengembangkan media untuk menstimulasi perkembangan sensori visual anak.
Kata Kunci: PAUD, Pengembangan Media, Stimulasi Sensori Visual
ABSTRACT
The Early Childhood Education Institution (PAUD) is a government effort to provide services to early childhood in order to develop various aspects of childent development through the implementation of education. Teachers must be services to stimulate children's development, one of which is children's visual sensory stimulation. Children's visual sensory can be stimulated using appropriate visual media. Based on the results of interviews and observations that the author has done, it was found that the average teacher in Batang Anai District, Padang Pariaman District did not yet have adequate knowledge and skills about the media to stimulate children's visual sensory. This causes children's visual sensory development to be not optimal. Based on these reasons, the authors feel the need to be given training in the use of media to stimulate children's visual sensory for teachers in Batang Anai District, Padang Pariaman Regency. The purpose of this training is for teachers in Batang Anai District to be able to develop and use media to stimulate children's visual sensory, children's visual senses develop optimally. The output plan of the training was that the Batang Anai District teachers had insight and skills in developing media to stimulate children's visual sensory development.
Keyword : The Early Childhood Education Institution. Learning Media, Visual Sensory Stimulatio
KEKUATAN KARAKTER DAN KEBAJIKAN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
The strength of character and virtue become an important goal for individual personal development. The strength of character and virtue influence each other. Virtue can have many different strengths of character, the more a person has the character of every virtue, then the individual can be said to have a good character. In counseling and guidance services also have clear goals to help develop optimally the potential of learners who are characterized, so that in every counseling oriented so that learners can develop the potential that exists in him, succeeded in accordance with his ability and become a happy individua
Pendidikan Kesehatan Kepada Keluarga “Perawatan Luka Pasca Khitan Metode Konvensional Yang Optimal”
Community service aims to increase family knowledge and understanding of signs and symptoms of post-circumcision wounds, teach how to care for wounds to heal quickly and provide an understanding of things that must be done and avoided in post-circumcision children. Health counseling methods provided through lectures using the help of leaflets. Community Service The optimal post-circumcision wound care method that is optimal is followed by 104 parents of children who are mass circumcised and given counseling privately to individuals when waiting for their children to be circumcised. Activities included filling in data on children who were circumcised and coming to the da'wah building of Sukanagara Village, Kec. Lakbok on December 2, 2018, which was subsequently conducted by a person's health education by 5 counselors using the help of a leaflet
HUBUNGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DENGAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DI RB HARAPAN KITA
Postpartum hemorrhage is a major cause of maternal mortality. The World Health Organization (WHO) estimated 800 women die each day from complications of pregnancy and childbirth. Approximately 99% of all maternal mortality occur in developing countries. Based on the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) in 2012, Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia reached 359 per 100.000 live births. This study aimed to find out the relationship between the incidence of postpartum haemorrhage with maternity mother characteristics which include parity, maternal age, distance of pregnancy, and anemia in Harapan Kita Maternity Hospital during the period of 2013-2017. Methods: This was an analytic study with cross sectional design. Population were all the mothers who gave birth in Harapan Kita Maternity Hospital during the period of 2013-2017. Of the total population, 43 cases were selected as sample using the total sampling method. Data obtained using secondary data with complete medical records as a criteria for inclusion, bivariate analyzis were peformed using chi square. Results: The results of this study indicate, most postpartum hemorrhage is caused by uterine atony (46.51%). For the characteristics that influence consists of ages between 20-35 years (55.90%), pregnancy ≥ 2 years (86.05%), parity 2-3 (53.50%) and those with Hb level ≥ 11 g/dl% (76.74%). The results of the statistical test chi square shows a mother's gestational age between 20-35 years and parity had a close relationship with the incidence of postpartum haemorrhage due to the rest of the placenta with p value = 0.032 (p <0.05) for the age and p value = 0.030 (p < 0.05) to parity. Conclusion: The conclusion obtained that there is a relationship between maternal characteristics based on age and parity with postpartum haemorrhage, and there is no relationship between maternal characteristics based on the distance of the pregnancy and Hb levels (anemia) with postpartum haemorrhage in Harapan Kita Maternity Hospital during the period of 2013-2017.
Keywords : Maternity mother, Mother Characteristics, Postpartum hemorrhag
PERANAN PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QURAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR
Tulisan ini membahas tentang pentingnya pendidikan agama, Khususnya pembelajaran tahfidz Al-Quran, dan pembentukan karakter peserta didik melalui pendidikan. Pendidikan adalah sebuah proses yang tidak berkesudahan yang sangat menentukan karakter bangsa pada masa kini dan masa datang. Apakah suatu bangsa akan muncul sebagai bangsa yang berkarakter baik atau bangsa berkarakter buruk, sangat tergantung pada kualitas pendidikan yang dapat membentuk karakter anak bangsa tersebut. Pembentukan karakter melalui pendekatan pendidikan Al-Quran selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak mulia, diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam meningkatkan derajat dan martabat peserta didik sebagai anak bangsa. Pembentukan kepribadian manusia (character building) yang seimbang, sehat dan kuat, sangat dipengaruhi oleh pendidikan agama dan internalisasi nilai keagamaan dalam diri peserta didik
PENINGKATAN AVAILABILITY INFRASTRUKTUR STORAGE PADA CLUSTER COMPUTING MENGGUNAKAN METODE FAULT TOLERANCE
Cluster Computing digunakan di hampir semua komputasi multi node seperti grid computing, highperformance computing, cloud computing, hypervisor dan lainnya. Ada beberapa komponen di dalam clusterseperti computing resource, storage resource, dan networking resource. Sebuah sistem storage cluster tidakterlepas dari fault atau kegagalan sistem. Kegagalan tidak dapat dihindari tapi kita dapat mengurangi frekuensidan menyediakan ketahanan sistem yang kuat serta mampu mengadaptasi kegagalan tersebut. Pada aspek security triad dikenal istilah confidentiality, integrity dan availability. Availability adalah aspek Security yang menjadi fokus bahasan pada penelitian kali ini. Penelitian ini harus dapat menekan nilai Mean Time To Repair (MTTR) dan meningkatkan nilai Mean Time Between Failure (MTBF) untuk mendapatkan nilai availability yangmaksimal.Fault tolerance menawarkan redundancy sebagai solusi peningkatan robust pada system yaitu replication danerasure coding. Pada penelitan kali ini akan menghitung komposisi Teknik replication dan atau teknik erasurecoding pada bagian storage. Selain itu juga akan menghitung waktu recovery yang dibutuhkan system atausoftware, atau protokol yang ada terhadap block, file, dan objek storage untuk mendapatkan nilai Kuantitas MTTR terkecil. Selain mempertimbangkan nilai availability terhadap sebuah sistem, yang perlu diperhatikan adalah kualitas skema clustering yang diuji. Eksperimen yang dilakukan ini diwakili dalam bentuk model supaya bisa diperuntukan untuk penggunaan cluster secara umum dan mendekati implementasi aslinya. diharapkan bahwa peningkatan availability dengan mengefektifkan fault tolerance dapat menjadi solusi permasalahan ketersediaan data pada infrastruktur cluster secara umum. Hasil akhir dari penelitian ini adalah memberikan usulan skema konfigurasi Clustering dalam bentuk model storage cluster yang robust
EFEKTIFITAS METODE EKSPERIMEN TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA DI KELAS A TK ABA TOBAYAN SLEMAN
The ability to recognize colors is very essential for underage children as it will trigger their sight and their brain. When children recognize colors, it will be automatically saved in their memory and thus it will influence their cognitive ability. Considering that fact, the researcher tries to use experimental method to help children recognizing colors. There for, this research aims to know the effectiveness of the experimental method in helping recognizing colors in A class of TK ABA Tobayan. This research belongs to experimental research with quasi design and pretest-posttest one group design. The researcher used verbal test and documentation as the main instrument to collect the data. The subjects of this research were seventeen students in A class of TK ABA Tobayan. The researcher analyzed the data using T test (Paired-sample t-Test) with significance rate 5%. The result showed that the value of t (38,276) > t table (df:16) (2,120) with p (0,000) < 0,05. From this result, it was know that Ha: accepted and Ho: rejected. Thus, the experimental method was proven effective to help children recognizing colors in A class of TK ABA Tobayan
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEPATAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PASIEN KANKER KOLOREKTAL DALAM MENJALANI TERAPI PASCA DIAGNOSIS DI RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG
Kanker kolorektal dilaporkan mengalami peningkatan pesat, khususnya di negara-negara berkembang di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, kanker kolorektal menempati urutan pertama pada keganasan saluran cerna. Kunci utama keberhasilan penanganan kanker kolorektal ini adalah ditemukannya kanker dalam stadium dini, sehingga angka survival tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan faktor usia, pendidikan, penyuluhan kesehatan, jarak, sosial, pendapatan, asuransi kesehatan, terhadap kecepatan pengambilan keputusan pasien kanker kolorektal dalam menjalani terapi pasca diagnosis. Penelitian cross sectional ini dilakukan pada pasien kanker kolorektal di instalasi rawat inap RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan jumlah 24 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Cara pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling estimasi proporsi. Proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan X2. Rerata kecepatan pengambilan keputusan dalam menjalani terapi adalah 9 hari. Terdapat hubungan penyuluhan kesehatan (p-value : 0,04) , pendapatan (p-value: 0,01) dengan kecepatan pengambilan keputusan pasien kanker kolorektal dalam menjalani terapi pasca diagnosis. Tidak ada hubungan antara usia (p-value : 0,48), asuransi kesehatan (p-value : 1,00), jarak (p-value : 0,10) dan pendidikan (p-value : 0,67), dengan kecepatan pengambilan keputusan pasien kanker kolorektal dalam menjalani terapi pasca diagnosis. Berdasarkan hasil diatas, disarankan untuk meningkatkan kesadaran akan kanker kolorektal melalui kegiatan promosi kesehatan terhadap pasien kanker kolorektal. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar bagi peneliti selanjutnya untuk lebih mengeksplorasi variabel yang mempengaruhi kecepatan pengambilan keputusan dalam menjalani terapi pasca diagnosis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif
RELEVANSI KONSEPSI PENDIDIKAN HAMKA DENGAN KONSEP PENDIDIKAN NILAI DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
RELEVANSI KONSEPSI PENDIDIKAN HAMKA
DENGAN KONSEP PENDIDIKAN NILAI DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Oleh.
Asep Eka Nugraha
[email protected]
STKIP Al Amin Indramayu
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, konsep pendidikan Hamka dengan konsep pendidikan nilai dalam sistem pendidikan nasional. Penelitian ini berkenaan dengan konsepsi pendidikan dari tokoh bernama Hamka. Penelitian bertujuan, mendeskripsikan empat hal: (1) Pendidikan Hamka. (2) Pendidikan Nilai Hamka. (3) Pendidikan Nilai Dalam Sistem Pendidikan Nasional, (4) RelevansiPendidikan Nilai Hamka Dengan Pendidikan Nilai Dalam Sistem Pendidikan Nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif non interaktif dengan alasan yang bersangkutan (Hamka) telah meninggal dunia. Dalam penelitian ini mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan karya (Buku Lembaga Hidup) Hamka sedangkan langkah-langkahdalam pengolahan data dalam penelitian ini meliputi: reduksi data, klasifikasi data, display data, interpretasi data danpenarikankesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hakikat pendidikan Hamka terdiri pendidikan jasmani dan pendidikan rohani. Pendidikan jasmani, untuk pertumbuhan dan kesempurnaan jasmani serta kekuatan jiwa dan akal. Pendidikan rohani, untuk kesempurnaan fitrah manusia dalam ilmu pengetahuan dan pengalaman yang didasari agama. Pendidikan didasari oleh tauhid, tauhid sebagai prinsip pendidikan bagi Hamka sebagai pegangan hidup yang benar bagi manusia, untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat. Bagi Hamka nilai sebagai ukuran dari kebaikan dan kebenaran dari sesuatu sikap pada diri manusia. Pendidikan nilai bertujuan membentuk insan kamil yaitu menjadikan peserta didik berbudi luhur, berahklak mulia, serta bertakwa kepada Allah. Pendidikan nilai dalam sistem pendidikan nasional berlandasakan pancasila dan UUD 1945, dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadikan manusia beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, dan bertangung jawab terhadap bangsa. Pendidikan nilai dari kedua pandangan menunjukan pada pembentukan peserta didik dalam menanamkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan, menjadikan manusia seutuhnya, memiliki ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, serta bertakwa kepada Tuhan YME.
Kata Kunci: Relevansi, Konsepsi, Pendidikan Hamka, Pendidikan Nilai, Sistem Pendidikan Nasional.
 
MODEL PENILAIAN HASIL BELAJAR DAN KARAKTER
The purpose of this article is to provide an overview of student learning and character assessment. The assessment of student learning has been focus more on mastery of material, but less attention to aspects of character. Whereas in education has two dimensions of purpose, namely to be smart and good morals. Intelligence has related to cognitive, while character has related to affective. Through this study, has expected to obtain a model of assessment that involves cognitive and affective aspects in an integrated manner. The method of study has done in compiling the article through literature study, i.e. studying the theory or opinion relating to student learning assessment. Based on this study, it concluded that: (1) Assessment of learning and character carried out independently. (2) Teachers face constraints assessing the character of students. (3) There are a number of interventions to the teacher's assessment; (4) Collaborative assessment of learning and character makes it easier for teachers and schools to make responsible decisions. (5) Assessment of learning has a positive implication on the formation of student character or otherwise