Jurnal Online Unipdu Jombang (Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum)
Not a member yet
1553 research outputs found
Sort by
Data Visualization of the Maturity Level From the Perspective of Business-IT Alignment at PT. XYZ
This article presents descriptive information about the results of the performance analysis and the maturity of the business-IT alignment process at PT.XYZ through the implementation of data-based visualization techniques within the SAMM perspective. This research is divided into four stages: preliminary research, data collection, data analysis, and organizational development analysis. Based on the results of the analysis using SAMM from the perspective of top-level management of an organization, PT. XYZ has achieved maturity in the attribute of good cooperation. This indicates that the company and organization understand the need for business-IT alignment for their development. However, the attainment level of maturity in the skills and communication attributes is less than optimal. This impacts the communication process and the distribution of information in the company’s development through IT implementation. This research only provides data visualization of the maturity achievements of PT. XYZ’s business alignment and information technology are based on the SAMM method. The process of analyzing the company's strategic alignment data and providing recommendations for implementing Information Technology to optimize the company's business was not included in this research
Numerasi: Analisis Kesalahan Translasi Representasi
This research aims to describe students' representational translation errors in solving numeracy problems. A qualitative method was employed in this study. The research subjects consisted of 24 elementary school students from a school in Malang Regency. The instruments used included tests, observation sheets, recording equipment, and field notes. The research process involved recording students' answers, identifying students who completed their work correctly but could not explain their answers, and categorizing students who made errors based on the type of error. The findings indicate that students experience translation errors in language representations, symbols, pictures, and analogies. The study recommends that teachers implement targeted learning interventions to support students who continue to make such errors.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan translasi representasi siswa dalam menyelesaikan masalah numerasi. Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini. Subjek penelitian sebanyak 24 siswa sekolah dasar di salah satu Kabupaten Malang. Instrumen yang digunakan pada penelitian yaitu: tes, lembar observasi, alat rekam, dan catatan lapangan. Tahapan penelitian antara lain: a) Peneliti mengoreksi jawaban siswa, b) Siswa yang sudah mengerjakan secara benar tidak dianalisis, dan c) Siswa yang masih salah pekerjaannya diklasifikasikan sesuai dengan tipe kesalahannya. Temuan penelitian menunjukkan siswa mengalami kesalahan translasi representasi bahasa, simbol, gambar dan analogi. Penelitian lanjutan disarankan agar guru melakukan intervensi pembelajaran pada siswa yang masih melakukan kesalahan
Strategi Guru dalam Membina Hubungan Positif dengan Peserta Didik
Penelitian ini berupaya meninjau strategi yang dilangsungkan guru kelas 6 SDN 5 Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan dalam membina hubungan yang positif bersama peserta didiknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi-strategi yang dijalankan guru dalam membina hubungan yang positif dengan peserta didik meliputi: menjadikan peserta didik tidak ubahnya sebagaimana anak sendiri, yang diupayakan guna membangun pondasi yang paling asasi terhadap pendekatan-pendekatan selanjutnya dalam pembinaan hubungan yang positif itu sendiri; membangun keterbukaan dalam jalinan hubungan bersama peserta didik; mengembangkan keadilan dalam jalinan hubungan bersama peserta didik; menerima setiap peserta didik dengan keeksentrikannya masing-masing, menghargai setiap peserta didik dengan kekhasan mereka masing-masing; mengembangkan perhatian dengan pendekatan terhadap masing-masing personal; dan mengerti pun memahami peserta didik secara personal.
This research seeks to review the strategies used by grade 6 teachers at SDN 5 Selat Penuguan, Banyuasin Regency, South Sumatra in fostering positive relationships with their students. This research uses qualitative research methods, with data collection techniques in the form of in-depth interviews. The results of this research regarding the strategies implemented by teachers in fostering positive relationships with students include making students no different from their own children, which is sought to build the most fundamental foundation for subsequent approaches in fostering positive relationships themselves. Then build openness in relationships with students, develop fairness in relationships with students, accept each student with their own eccentricities, respect each student with their own uniqueness, develop attention with an approach to each individual, and understand and understand students personally.Penelitian ini berupaya meninjau strategi yang dilangsungkan guru kelas 6 SDN 5 Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan dalam membina hubungan yang positif bersama peserta didiknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi-strategi yang dijalankan guru dalam membina hubungan yang positif dengan peserta didik meliputi: menjadikan peserta didik tidak ubahnya sebagaimana anak sendiri, yang diupayakan guna membangun pondasi yang paling asasi terhadap pendekatan-pendekatan selanjutnya dalam pembinaan hubungan yang positif itu sendiri; membangun keterbukaan dalam jalinan hubungan bersama peserta didik; mengembangkan keadilan dalam jalinan hubungan bersama peserta didik; menerima setiap peserta didik dengan keeksentrikannya masing-masing, menghargai setiap peserta didik dengan kekhasan mereka masing-masing; mengembangkan perhatian dengan pendekatan terhadap masing-masing personal; dan mengerti pun memahami peserta didik secara personal.
This research seeks to review the strategies used by grade 6 teachers at SDN 5 Selat Penuguan, Banyuasin Regency, South Sumatra in fostering positive relationships with their students. This research uses qualitative research methods, with data collection techniques in the form of in-depth interviews. The results of this research regarding the strategies implemented by teachers in fostering positive relationships with students include making students no different from their own children, which is sought to build the most fundamental foundation for subsequent approaches in fostering positive relationships themselves. Then build openness in relationships with students, develop fairness in relationships with students, accept each student with their own eccentricities, respect each student with their own uniqueness, develop attention with an approach to each individual, and understand and understand students personally
Strategi Membangun Brand Image untuk Meningkatkan Daya Saing Lembaga Pendidikan di MAN 2 Yogyakarta
Penelitian ini berdasarkan pada fenomena lembaga pendidikan saat ini berlomba-lomba untuk ber-saing menciptakan brand image yang kuat dengan tujuan menarik perhatian masyarakat atau calon peserta didik baru. Itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetitivitas pendidikan. Oleh kare-na itu, lembaga pendidikan harus aktif dalam mengembangkan brand dengan menghadirkan inovasi baru dan mencari ide-ide untuk memperkuat citranya, sehingga dapat bersaing secara efektif dengan lembaga pendidikan lainnya. Penlitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendeka-tan studi kasus. Objek peneltian adalah MAN 2 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah teori Miles dan Huberman tentang analisis data kualitatif. Meyode uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk strategi brand image yang dijalankan MAN 2 Yogyakarta secara konsisten ialah menentukan standar lulusan madrasah, juga mengadakan kelas akselerasi, kelas tahfiz baik asrama maupun nonasrama, kelas broadcast, dan kelas multimedia. Dari kelima brand tersebut peneliti menggunakan strategi brand positioning, strategi brand identity, dan strategi brand personality. Kemudian, Implikasi dari strategi membangun brand image untuk meningkatkan daya saing lembaga pendidikan di MAN 2 Yogyakarta ialah kualitas pelayanan jadi lebih baik, minat masyarakat dan peserta didik meningkat, serta memberikan identitas bagi madrasah.
This study is based on the phenomenon of educational institutions currently competing to compete to create a strong brand image with the aim of attracting the attention of the public or prospective new students. This is done in order to increase the competitiveness of education. Therefore, educational institutions must be active in developing brands by presenting new innovations and seeking ideas to strengthen their image, so that they can compete effectively with other educational institutions. This study uses a qualitative research type with a case study approach. The object of the study is MAN 2 Yogyakarta. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis method used is Miles and Huberman’s theory of qualitative data analysis. The data validity test method used is source and technique triangulation. The results of the study indicate that the form of brand image strategy that is consistently implemented by MAN 2 Yogyakarta is to determine the standards of madrasah graduates, also hold acceleration classes, tahfiz classes both boarding and non-boarding, broadcast classes, and multimedia classes. From the five brands, the researcher uses brand positioning strategies, brand identity strategies, and brand personality strategies. Then, the implications of the strategy of building a brand image to increase the competitiveness of educational institutions at MAN 2 Yogyakarta are that the quality of service becomes better, the interest of the community and students increases, and it provides an identity for the madrassah.Penelitian ini berdasarkan pada fenomena lembaga pendidikan saat ini berlomba-lomba untuk ber-saing menciptakan brand image yang kuat dengan tujuan menarik perhatian masyarakat atau calon peserta didik baru. Itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetitivitas pendidikan. Oleh kare-na itu, lembaga pendidikan harus aktif dalam mengembangkan brand dengan menghadirkan inovasi baru dan mencari ide-ide untuk memperkuat citranya, sehingga dapat bersaing secara efektif dengan lembaga pendidikan lainnya. Penlitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendeka-tan studi kasus. Objek peneltian adalah MAN 2 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah teori Miles dan Huberman tentang analisis data kualitatif. Meyode uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk strategi brand image yang dijalankan MAN 2 Yogyakarta secara konsisten ialah menentukan standar lulusan madrasah, juga mengadakan kelas akselerasi, kelas tahfiz baik asrama maupun nonasrama, kelas broadcast, dan kelas multimedia. Dari kelima brand tersebut peneliti menggunakan strategi brand positioning, strategi brand identity, dan strategi brand personality. Kemudian, Implikasi dari strategi membangun brand image untuk meningkatkan daya saing lembaga pendidikan di MAN 2 Yogyakarta ialah kualitas pelayanan jadi lebih baik, minat masyarakat dan peserta didik meningkat, serta memberikan identitas bagi madrasah.
This study is based on the phenomenon of educational institutions currently competing to compete to create a strong brand image with the aim of attracting the attention of the public or prospective new students. This is done in order to increase the competitiveness of education. Therefore, educational institutions must be active in developing brands by presenting new innovations and seeking ideas to strengthen their image, so that they can compete effectively with other educational institutions. This study uses a qualitative research type with a case study approach. The object of the study is MAN 2 Yogyakarta. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis method used is Miles and Huberman’s theory of qualitative data analysis. The data validity test method used is source and technique triangulation. The results of the study indicate that the form of brand image strategy that is consistently implemented by MAN 2 Yogyakarta is to determine the standards of madrasah graduates, also hold acceleration classes, tahfiz classes both boarding and non-boarding, broadcast classes, and multimedia classes. From the five brands, the researcher uses brand positioning strategies, brand identity strategies, and brand personality strategies. Then, the implications of the strategy of building a brand image to increase the competitiveness of educational institutions at MAN 2 Yogyakarta are that the quality of service becomes better, the interest of the community and students increases, and it provides an identity for the madrassah
Manajemen Layanan Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SMA Negeri I Gondang
Layanan bimbingan dan konseling merupakan salah satu program pendidikan yang terdapat di sekolah dan memiliki peran untuk pembaruan, serta untuk mengembangkan potensi pendidikan dan juga komponen yang sangat penting untuk memajukan mutu sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA negeri 1 Gondang, dan menganalisis dampak layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Gondang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan dua hal. Pertama, perencanaan layanan bimbingan konseling untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dimulai dengan adanya assesment siswa yaitu dengan membagikan sebuah angket kepada siswa yang dilakukan pada awal semester. Kemudian mengadakan workshop di awal semester dan setelah itu Kepala Sekolah bersama Waka Kurikulum menggerakkan bapak dan ibu guru untuk merealisasikan program BK. Program tersebut berupa layanan bimbingan klasikal, layanan individu, layanan bimbingan kelompok, layanan informasi, layanan penempatan/penyaluran. Kedua, layanan bimbingan konseling memberikan dampak baik terhadap belajar siswa, yang mana siswa mendapat motivasi untuk selalu belajar dengan giat. Dari adanya bimbingan konseling yang memberikan strategi untuk belajar yang menarik. Selain itu juga siswa juga dapat menyalurkan bakat dan minatnya melalui mengikuti perlombaan baik diluar disekolah mapun di dalam sekolah.
Guidance and counseling services are one of the educational programs available in schools and have a role in reforming, as well as developing educational potential and are also very important components for improving school quality. The aims of this research are to analyze the implementation of guidance and counseling services to improve student learning achievement at SMA Negeri 1 Gondang, and to analyze the impact of guidance and counseling services to improve student learning achievement at SMA Negeri 1 Gondang. The research method uses qualitative research. The results of this research show two things. First, planning for counseling guidance services to improve student learning achievement begins with a student assessment, namely by distributing a questionnaire to students which is carried out at the beginning of the semester. Then held a workshop at the beginning of the semester and after that the principal together with the head of curriculum mobilized the teachers to realize the BK program. The program takes the form of classical guidance services, individual services, group guidance services, information services, placement/distribution services. Second, counseling guidance services have a good impact on student learning, where students get motivation to always study hard. From the existence of counseling guidance which provides interesting learning strategies. Apart from that, students can also channel their talents and interests by participating in competitions both outside school and inside school.Layanan bimbingan dan konseling merupakan salah satu program pendidikan yang terdapat di sekolah dan memiliki peran untuk pembaruan, serta untuk mengembangkan potensi pendidikan dan juga komponen yang sangat penting untuk memajukan mutu sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA negeri 1 Gondang, dan menganalisis dampak layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Gondang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan dua hal. Pertama, perencanaan layanan bimbingan konseling untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dimulai dengan adanya assesment siswa yaitu dengan membagikan sebuah angket kepada siswa yang dilakukan pada awal semester. Kemudian mengadakan workshop di awal semester dan setelah itu Kepala Sekolah bersama Waka Kurikulum menggerakkan bapak dan ibu guru untuk merealisasikan program BK. Program tersebut berupa layanan bimbingan klasikal, layanan individu, layanan bimbingan kelompok, layanan informasi, layanan penempatan/penyaluran. Kedua, layanan bimbingan konseling memberikan dampak baik terhadap belajar siswa, yang mana siswa mendapat motivasi untuk selalu belajar dengan giat. Dari adanya bimbingan konseling yang memberikan strategi untuk belajar yang menarik. Selain itu juga siswa juga dapat menyalurkan bakat dan minatnya melalui mengikuti perlombaan baik diluar disekolah mapun di dalam sekolah.
Guidance and counseling services are one of the educational programs available in schools and have a role in reforming, as well as developing educational potential and are also very important components for improving school quality. The aims of this research are to analyze the implementation of guidance and counseling services to improve student learning achievement at SMA Negeri 1 Gondang, and to analyze the impact of guidance and counseling services to improve student learning achievement at SMA Negeri 1 Gondang. The research method uses qualitative research. The results of this research show two things. First, planning for counseling guidance services to improve student learning achievement begins with a student assessment, namely by distributing a questionnaire to students which is carried out at the beginning of the semester. Then held a workshop at the beginning of the semester and after that the principal together with the head of curriculum mobilized the teachers to realize the BK program. The program takes the form of classical guidance services, individual services, group guidance services, information services, placement/distribution services. Second, counseling guidance services have a good impact on student learning, where students get motivation to always study hard. From the existence of counseling guidance which provides interesting learning strategies. Apart from that, students can also channel their talents and interests by participating in competitions both outside school and inside school
PENGETAHUAN KANKER SERVIKS PADA WUS (WANITA USIA SUBUR) DI PUSAT STUDI WANITA UNIPDU JOMBANG
Cervical cancer is one of the types of cancer that is most often suffered by women, not only in Indonesia but also throughout the world with the second largest number suffered by women in Indonesia, after breast cancer, in terms of the number of incidents or cases as well as the death rate. The aim of this research is to determine knowledge about cervical cancer in WUS (women of childbearing age) at the Unipdu Jombang Women's Study Center. The type of research used in this research is descriptive which is carried out to determine the value of the independent variable. This research was conducted at the Unipdu Jombang Women's Study Center. The population in this study were all women of childbearing age who came to visit the Unipdu Jombang women's study center event. The sample in this study was a total sampling of 54 people. The instrument used was a questionnaire regarding knowledge of cervical cancer. Results: almost half of them were early elderly as many as 25 respondents (46.3%) and late adults as many as 20 respondents (37.1%), and most of them had tertiary education as many as 32 respondents (59.3%), and the knowledge category was 31. respondents (57.4%). Based on the results of research carried out describing the level of knowledge of women of childbearing age about cervical cancer at the Unipdu Jombang Women's Study Center, most of them are still in the poor category. Therefore, there is a need to provide education to women of childbearing age about cervical cancer and attitudes towards early prevention with pap smear examinations.
Keywords: Knowledge, Cervical cancer, Women's Study Cente
Kebijakan Pendidikan Karakter Religius dan Disiplin pada Peserta Didik Tahun 2023 di Madrasah Tsanawiyah Negeri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan karakter religius dan disiplin pada peserta didik di MTs N 2 Kota Magelang; menganalisis langkah-langkah pendidikan karakter religius dan disiplin pada peserta didik di MTs N 2 Kota Magelang; menganalisis penghambat dan solusi pendidikan karakter religius dan disiplin pada peserta didik di MTs N 2 Kota Magelang. Responden Penelitian ini adalah Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, dan guru PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data-data tersebut dikumpulkan dengan divalidasi dari hasil observasi dan wawancara. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan karakter religius dan disiplin pada peserta didik di sekolah diawali dengan perumusan visi dan misi sekolah, tugas dan wewenang Kepala Madrasah serta jargon MTs N 2 Kota Magelang; langkah-langkah pendidikan karakter religius dan disiplin pada peserta didik di MTs N 2 Kota Magelang dilakukan dengan persiapan RPP, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi (kegiatan Intrakulikuler) dan melalui kegiatan ekstrakulikuler (tilawah, PMR, pramuka); hambatan yang dihadapi yaitu kurangnya kesadaran peserta didik untuk memperbaiki karakter pada diri masing-masing, kemudian kurangnya kepedulian/perhatian bagi guru dan karyawan akan memberikan keteladanan pada peserta didik. Solusi yang diperoleh yaitu dengan mengadakan evaluasi pada setiap kegiatan penanaman karakter religius dan disiplin serta peningkatan kompetensi pada setiap guru dan karyawan agar dapat menyikapi setiap permasalahan yang terjadi dengan baik, sehingga dapat mewujudkan kepribadian peserta didik yang religius dan disiplin.
This study aims to analyze religious and disciplinary character education policies for students at MTs N 2 Magelang City; analyze steps for religious and disciplinary character education for students at MTs N 2 Magelang City; analyze obstacles and solutions religious character education and discipline for students at MTs N 2 Magelang City. Respondents to this study were the Head of Madrasah, Deputy Head of Curriculum, Islamic Religious Education teachers. This research uses a qualitative approach with a case study type. These data were collected by being validated from observations and interviews. The results of the study show that the policy of religious character education and discipline for students in schools begins with the formulation of the school’s vision and mission, the duties and powers of the Madrasah head and the Jargon of MTs N 2 Magelang City; the steps for religious character education and discipline for students at MTs N 2 Magelang City are carried out with the preparation of lesson plans, implementation of learning, evaluation (intracurricular activities) and through extracurricular activities (recitations, PMR, scouts); the obstacles encountered are the lack of awareness of students to improve their character, then the lack of care/attention for teachers and employees will set an example for students. The solution obtained is to conduct an evaluation of every activity of cultivating religious and disciplinary character as well as increasing the competence of each teacher and employee so that they can properly address any problems that occur, so as to realize the personality of students who are religious and disciplined.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan karakter religius dan disiplin pada peserta didik di MTs N 2 Kota Magelang; menganalisis langkah-langkah pendidikan karakter religius dan disiplin pada peserta didik di MTs N 2 Kota Magelang; menganalisis penghambat dan solusi pendidikan karakter religius dan disiplin pada peserta didik di MTs N 2 Kota Magelang. Responden Penelitian ini adalah Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, dan guru PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data-data tersebut dikumpulkan dengan divalidasi dari hasil observasi dan wawancara. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan karakter religius dan disiplin pada peserta didik di sekolah diawali dengan perumusan visi dan misi sekolah, tugas dan wewenang Kepala Madrasah serta jargon MTs N 2 Kota Magelang; langkah-langkah pendidikan karakter religius dan disiplin pada peserta didik di MTs N 2 Kota Magelang dilakukan dengan persiapan RPP, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi (kegiatan Intrakulikuler) dan melalui kegiatan ekstrakulikuler (tilawah, PMR, pramuka); hambatan yang dihadapi yaitu kurangnya kesadaran peserta didik untuk memperbaiki karakter pada diri masing-masing, kemudian kurangnya kepedulian/perhatian bagi guru dan karyawan akan memberikan keteladanan pada peserta didik. Solusi yang diperoleh yaitu dengan mengadakan evaluasi pada setiap kegiatan penanaman karakter religius dan disiplin serta peningkatan kompetensi pada setiap guru dan karyawan agar dapat menyikapi setiap permasalahan yang terjadi dengan baik, sehingga dapat mewujudkan kepribadian peserta didik yang religius dan disiplin.
This study aims to analyze religious and disciplinary character education policies for students at MTs N 2 Magelang City; analyze steps for religious and disciplinary character education for students at MTs N 2 Magelang City; analyze obstacles and solutions religious character education and discipline for students at MTs N 2 Magelang City. Respondents to this study were the Head of Madrasah, Deputy Head of Curriculum, Islamic Religious Education teachers. This research uses a qualitative approach with a case study type. These data were collected by being validated from observations and interviews. The results of the study show that the policy of religious character education and discipline for students in schools begins with the formulation of the school’s vision and mission, the duties and powers of the Madrasah head and the Jargon of MTs N 2 Magelang City; the steps for religious character education and discipline for students at MTs N 2 Magelang City are carried out with the preparation of lesson plans, implementation of learning, evaluation (intracurricular activities) and through extracurricular activities (recitations, PMR, scouts); the obstacles encountered are the lack of awareness of students to improve their character, then the lack of care/attention for teachers and employees will set an example for students. The solution obtained is to conduct an evaluation of every activity of cultivating religious and disciplinary character as well as increasing the competence of each teacher and employee so that they can properly address any problems that occur, so as to realize the personality of students who are religious and disciplined
Pemetaan Sistem Informasi Geografis Pariwisata di Kabupaten Manokwari Berbasis Web: -
Pemetaan objek wisata di wilayah Kabupaten Manokwari dapat bertujuan untuk mengklasifikasikan jenis dan karakteristik dari objek wisata, dapat dilakukan analisis terhadap tingkat potensi objek wisata di Kabupaten Manokwari. Subjek dari penelitian ini adalah pengelola wisata dan pelaku usaha di sekitar area wisata. Metode yang digunakan untuk pemetaan sistem informasi parawisata di Kabupaten Manokwari menggunakan metode waterfall. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diperoleh objek wisata yang paling dominan di Kabupaten Manokwari adalah objek wisata bahari. Keterbatasan informasi menimbulkan hambatan besar bagi wisatawan untuk dapat mengakses tempat wisata yang ada sehingga mengakibatkan minimnya pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem informasi pariwisata di Kabupaten Manokwari yang dapat memudahkan wisatawan baik dari luar daerah maupun dalam daerah untuk mengakses tempat wisata di kabupaten Manokwari
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Tokoh Utama Seita dalam Anime Hotaru no Haka Karya Isao Takahata
Psikologis manusia memiliki ragam bentuk respons yang berbeda saat mengalami suatu peristiwa. Salah satunya adalah peristiwa traumatis. Peristiwa traumatis yang dialami individu dapat memicu adanya stres sehingga menyebabkan munculnya Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Anime Hotaru no Haka karya Isao Takahata menceritakan tentang tokoh utama bernama Seita yang menunjukkan gejala PTSD, dikarenakan peristiwa traumatis perang antar negara yang menyebabkan kematian keluarganya. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan tinjauan teori PTSD dalam DSM-5 yang diterbitkan oleh APA. Permasalahan yang diangkat ialah mengenai kriteria diagnostik peristiwa traumatis dan gejala PTSD pada tokoh utama Seita. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan dokumentasi teks yang diambil dari dialog dan monolog, serta tangkapan layar sebagai penguat untuk mengungkapkan hasil penelitian yang dipaparkan dalam bentuk kata. Pada kasus PTSD usia lebih dari 6 tahun, DSM-5 mengatakan bahwa terdapat 4 kriteria diagnostik peristiwa traumatis yang menjadi penyebab munculnya gejala PTSD yang terdapat 4 kategori gejala dengan masing-masing mempunyai ciri-ciri sebagai pembuktian munculnya gejala gangguan. Tokoh utama Seita yang berumur 12 tahun dalam anime Hotaru no Haka ditemukan mengalami seluruh kriteria diagnostik peristiwa traumatis dan juga menunjukkan adanya semua gejala PTSD. Hasil penelitian yang ditemukan pada tokoh utama Seita pada kriteria diagnostik peristiwa traumatis ialah mengalami perang, menyaksikan kematian korban perang, mengetahui kematian keluarga akibat perang, dan mengalami paparan berulang terhadap peristiwa traumatis yang menjadi penyebab munculnya gejala PTSD berupa gejala intrusi, penghindaran, perubahan negatif dalam kognisi, serta perubahan gairah dan reaktivitas
PENGARUH PEMBALAJARAN IPA TERHADAP KEMAMPUAN EKSPERIMEN SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA
Science is a very fun lesson, especially in science learning is often associated with daily activities that make students more interested in learning. Experimental activities are also one of the interesting activities for students because students are directly involved with the subject matter being delivered. However, teachers often do not pay attention to whether or not there is an influence between science learning and experimental activities. The purpose of this study was to determine the effect of learning science on the experimental ability of students at MI Tanwirul Afkar Puri Mojokerto. This research design uses quantitative research. Researchers collected data using interview, observation, documentation, and questionnaire techniques. The data analysis technique used simple linear regression. The results of this study indicate that from the ANOVA test with an F count of 68,574 and a probability significance level of 0.001 0.05, it can be concluded that the regression model can be used to predict participation variables. From the R square test, the R square value was found to be 27.4%. The results of the t-test found that the t-count t-table (2.8851.717) then H0 was rejected statistically significant, from the t-test results the significant value was less than 0.05 (0.001 0.05) meaning that there was a significant effect between learning science with students' experimental abilities.IPA merupakan pelajaran yang sangat menyenangkan, terlebih lagi pada pembelajaran IPA sering dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari yang membuat siswa menjadi lebih tertarik dengan pembelajaran. Kegiatan eksperimen juga menjadi salah satu kegiatan menarik bagi siswa karena siswa terlibat secara langsung dengan materi pelajaran yang sedang disampaikan. Akan tetapi, guru sering tidak memperhatikan ada atau tidaknya pengaruh antara pembelajaran IPA dengan kegiatan eksperimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran IPA dengan kemampuan eksperimen siswa MI Tanwirul Afkar Puri Mojokerto. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini diketahui bahwa dari uji Anova dengan F hitung 68,574 dan tingkat signifikansi Probabilitas 0,001 0,05 maka, dapat disimpulkan bahwa model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel partisipasi Dari uji R square ditemukan nilai R square sebesar 27,4 %. Hasil uji t ditemukan bahwa t-hitung t-tabel (2,8851,717) maka H0 ditolak secara statistik adalah signifikan, dari hasil uji t nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (0,001 0,05) berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran IPA dengan kemampuan eksperimen siswa