Portal E-Journal System PNUP (Politeknik Negeri Ujung Pandang)
Not a member yet
3447 research outputs found
Sort by
Analisis Pengukuran Kinerja Jaringan 4G LTE Berdasarkan Hasil Drive Test
Penelitian ini bertujuan dalam mengidentifikasi penyebab yang terjadi pada skema modulasi ketika kinerja jaringan 4G LTE yang diukur menurun. Penelitian ini bertempat di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar dengan menggunakan jaringan yang disediakan oleh provider Telkomsel. Pengukuran dilakukan dengan metode Drive Test (DT) menggunakan software TEMS Pocket dan menganalisis hasil pengukuran tersebut menggunakan software TEMS Investigation 23.1. Hasil DT disesuaikan dengan Key Performance Indicator (KPI) pada sisi RF menggunakan parameter RSRP, RSSI, RSRQ, SINR, dan throughput. Parameter-parameter ini saling berkaitan dengan skema modulasi yang digunakan pada LTE yaitu QPSK, 16-QAM, dan 64-QAM. Adapun diidentifikasi bahwa penurunan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain noise, hingga sensitivitas dari perangkat DT yang digunakan, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan jumlah Bit Error Rate (BER) pada jaringan. Sehingga, untuk memperoleh BER yang rendah, diperlukan nilai pada Signal to Interference plus Noise Ratio (SINR) yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Misalnya, dengan RSRP -74 dBm dan SINR 11 dB, akan memperoleh BER yang tinggi jika skema modulasi yang digunakan yaitu 64-QAM atau 16-QAM. Oleh karena itu, skema modulasi harus diturunkan menjadi QPSK untuk mencapai BER sebesar 10-6, di mana setiap bit ke-1.000.000 yang terkirim akan terdapat 1 bit error dan andal dalam membawa throughput 27,57 Mbps
ANALISIS PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENEMPATAN FUSE CUT OUT (FCO) TERHADAP LIGHTNING ARRESTER (LA) PADA GARDU DISTRIBUSI ULP DAYA
Penempatan sistem proteksi pada transformator distribusi di gardu portal terdapat dua penempatan, yaitu penempatan arrester sebelum fuse cut out dan penempatan arrester setelah fuse cut out. Kedua penempatan tersebut mempengaruhi cara kerja arrester tersebut. Penempatan arrester sesudah fuse cut out merupakan kontruksi baru tiang distribusi yang sedang diterapkan keseluruh gardu tiang tipe portal oleh PLN. Pemasangan arrester sesudah fuse cut out dapat dikatakan lebih efektif dan dapat bekerja secara optimal, karena apabila terjadi gangguan sambaran petir, gelombang surja tersebut menyambar ke arah fuse cut out dimana yang pertama kali akan memutus ialah fuse cut out, sehingga terdapat sebuah chopin pada arrester sehingga tegangan surja petir yang masuk menuju transformator sangatlah kecil dan juga sebagai pengaman transformator sangat efektif terhadap jaringan distribusi 20 kV. Dengan tujuan untuk menentukan prinsip kinerja fuse cut out dan lightning arrester ketika terjadi gangguan surja petir di ULP Daya dan membandingkan pengaruh penempatan fuse cut out terhadap lightning arrester pada perbedaan tempat apabila terjadi gangguan surja petir di ULP Daya
ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA DC GROUND DI GARDU INDUK TELLO 150KV MENGGUNAKAN EAGLE EYE GFL-1000
Pada Gardu Induk Tello 150 kV terjadi DC ground yang di supply oleh rectifier coredel tipe RB 6464 baterai #1 dimana kondisi polaritas tegangan plus (+) 0,23V dan tegangan minus (-) 128V dalam keadaan solid (salah satu polaritas tegangan mendekati nol) maka harus segera dilakukan proses pengusutan DC ground. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Titik temuan, pertama pada MCB TIE tranformer, titik kedua pada MCB SWD #2, titik ketiga pada MCB SWD #2, titik keempat pada MCB SCADA dan titik kelima pada rectifier trafo. Hasil akhir dari pengusutan DC ground polaritas tegangan plus menjadi (+) 52,64 Volt dan polaritas tegangan minus menjadi (-) 75,1 Volt. Hasil investigasi tidak memenuhi batas toleransi, batas toleransi tegangan adalah ±15%. Solusi setelah di temukan DC ground yaitu memperbaiki wiring baik itu melepas wiring, mengisolasi, merapikan wiring pada terminal-terminal dengan skun dan memasangnya kembali dengan memperhatikan wiring yang di pasang tidak menyentuh bodi atau mengalir ke ground. Pada Gardu Induk Tello rentan mengakibatkan coil bekerja, yang dapat menggerakan motor penggerakan PMT bekerja dan mengtripkan PMT.Â
SISTEM PENYORTIR OTOMATIS KEMATANGAN TOMAT BERDASARKAN WARNA DENGAN SENSOR TCS3200 BERBASIS INTERNET OF THINGS
Tomatoes are one of the popular fruits in food and beverage production. In this system, the CS3200 sensor plays a role in detecting the ripeness level of tomatoes based on skin color. This system is designed to sort tomatoes into 3 conditions, namely red ripe tomatoes, green immature tomatoes and rotten tomatoes. For each situation, one of the 3 servo motors will be active to push the tomatoes into the storage container and the reading results from the TCS3200 sensor will be RGB values. The aim of research on creating a tomato ripeness sorting system based on color based on IoT and Android is to increase the efficiency of time and energy for tomato farmers in Indonesia, with the help of an application monitoring system to make it easier to turn the equipment on and off. The results of this research show the design of a tomato sorting system based on color using a TCS3200 sensor which will take the RGB value of tomatoes. From the research results, the R value is a parameter for ripe tomatoes (red), the average R value is 75.57, the G value is 75.50, the G value is 75.50, the average G value is 75.57 for unripe tomatoes (green) and the B value is a parameter. from rotten tomatoes because the R and G values are lower than B (slightly brownish in color) the average B value is 59.1
Evaluasi Keberterimaan Pengguna terhadap Sistem Informasi Akademik Politeknik Negeri Ujung Pandang
Nowdays, academic information system is a resource that must be owned by every university, both public and private. The requirement for fast, precise and reliable information is a conditiont that must be fullfied. The PNUP or SIMPONI academic information system has been implemented since 2020 and is a new system that replaces the previous system. In its use, the role of educators (Tendik) becomes the most influential user in the data processing process. However, since it was implemented, there are still some obstacles and data integration that has not been optimal.This study is an explanatory research, aims to explain the causal relationship between research variables and test the hypothesis formulated using the TAM Model. Tests will be carried out on users of the Ujung Pandang State Polytechnic with data collection techniques in the form of interviews and questionnaires. While the data analysis method is PLS-SEM using SmartPLS.Based on the results of the study, 4 hypotheses were tested, 2 hypotheses were accepted, namely perceptions of ease of use towards attitudes to using technology and attitudes to using technology towards interest in using technology. This shows that SIMPONI is still not well received. The rejected hypothesis is the perception of usefulness towards the attitude of using technology and the interest in using technology towards the actual use of technology. Furthermore, it is hoped that PNUP will be more responsive in making improvements and adjustments to system constraints
Uji Kinerja Turbin Turgo dengan Variasi Jumlah Sudu dan Sudut Kemiringan Nozzle
Electrical energy is energy that has an important role for society. A number of ways have been done to meet electricity needs, one way is by using various alternative energy sources. These alternative energy sources include: Water, Wind, and Solar. But water is a cheap and relatively easy source of energy. So we need a tool that is used to convert the water energy into electrical energy, one of which is a turbine. This turbine will utilize the energy of fluid flow into mechanical energy, which will then be converted into electrical energy. In this study, we designed a turgo turbine model using a stainless steel spoon as the blade. By varying the number of blades and the angle of inclination of the nozzle. The methods used are literature studies, design methods, manufacturing methods, testing methods, and data analysis methods. Based on the test results, the 15 blade variation has an average efficiency of 3.65%. For the variation of the 20 blade has an average efficiency of 4.50%. And the 25 blade variation has an average efficiency of 4.90%. As for the variation of the 0° angle, the average efficiency is 2.84%. For the 15° angle variation the average efficiency is 4.80%. For the 25° angle variation the average efficiency is 5.45%. And for the variation of the angle of 35° the average efficiency is 4.33%
Persepsi Kualitas Layanan Bus Rapid Transit di Kota Makassar: Perspektif Gender dalam Konteks Transportasi Umum
Secara umum, tingkat penggunaan transportasi umum di banyak bagian dunia masih rendah dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Diperlukan pemahaman mengenai persepsi penumpang terhadap kualitas layanan transportasi umum guna meningkatkan kepuasan penumpang dan jumlah penumpang yang menggunakan layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan layanan BRT Trans Mamminasata di Kota Makassar sebagai studi kasus untuk menyelidiki pengaruh gender penumpang terhadap persepsi mereka mengenai kualitas layanan BRT. Survei ini melibatkan 100 responden. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa lima faktor, yaitu fasilitas, ketersediaan informasi, layanan petugas, cakupan area, dan keamanan, berpengaruh terhadap kepuasan penumpang. Analisis yang lebih mendalam dan komprehensif menggunakan model logit ordinal membuktikan bahwa penyediaan informasi, layanan staf, dan keamanan merupakan faktor dalam menilai kepuasan penumpang secara umum. Penumpang pria menganggap faktor layanan petugas sebagai faktor kritis yang mempengaruhi kepuasan mereka, sementara wanita lebih memperimbangkan faktor keamanan. Adapun faktor fasilitas dan cakupan area tidak memiliki dampak pada kepuasan penumpang secara umum maupun berdasarkan segmentasi gender
Pemanfaatan Limbah Beton untuk Campuran Beton dengan Bahan Tambah Viscocrete
Salah satu indikator kemajuan suatu negara yakni pembangunan infrastruktur. Namun, seiring dengan peningkatan pembangunan, semakin banyak limbah beton yang akan diproduksi. Limbah beton merupakan material yang berpotensi untuk didaur ulang sebagai alternatif pengganti agregat kasar yang dibutuhkan dalam campuran beton. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah silinder (Recycled Concreate Aggregates) dan viscocrete terhadap nilai kuat tekan. Penelitian ini menggunakan kuat tekan rencana 21 MPa dengan nilai slum 60-180 mm serta menggunakan semen PCC. Penggunaan kadar viscocrete dalam penelitian ini adalah 0,2% dan 0,6% dari berat semennya dengan umur pengujian 7, 14, dan 28 hari. Terdapat 4 variasi sampel uji dengan jumlah masing-masing 15 benda uji. Penelitian ini menunjukkan semakin banyak kadar viscocrete yang digunakan maka semakin besar penurunan nilai kuat tekannya. Berdasarkan hasil penelitian, kuat tekan karakteristik untuk beton normal memperoleh hasil 21,47 MPa. Untuk beton dengan RCA yakni 21,60 Mpa mengalami kenaikan 0,6% dari beton normal. Sedangkan beton RCA dengan bahan tambah viscocrete 0,2% adalah 17,21 MPa mengalami penurunan 19,72% dari beton normal. Adapun beton RCA dengan bahan tambah viscocrete 0,6% adalah 14,26 MPa mengalami penurunan 41,89% dari beton norma
Purwarupa Sistem Perangkap & Pembasmi Nyamuk Otomatis Berbasis Arduino Uno
Sistem perekayasaan alat perangkap dan pembasmi nyamuk berbasis Arduino Uno ini fokus pada penggunaan sensor suhu dan kelembaban DHT11. Mekanisme alat kerja ini akan menyala secara otomatis bila suhu dan kelembaban udara berada pada tingkat tertentu. Metode perancangan alat ini terdiri dari beberapa tahapan yakni desain perangkat keras, desain perangkat lunak (software), pabrikasi alat (hardware), pengujian (testing) dan pengambilan data (sample). Pada sistem ini dapat (on) secara otomatis ketika suhu terdeteksi berada diantara 27 oC – 31 oC dan kelembaban diantara 40% – 90%. Secara otomatis alat akan (off) dan motor servo akan menutup perangkap apabila terbaca oleh sensor suhu berada dibawah 27 oC atau diatas 31 oC atau kelembaban udara diantara 40% – 90%. Bila dalam level suhu dan kelembaban ini tercapai, nyamuk disekitarnya akan terperangkap dan selanjutanya model pembasmi nyamuk dapat beroperasi dengan baik.Keywords: Sensor, DHT11, suhu dan kelembaban, perangkap nyamuk, Arduino Un
Implementasi Hotspot Server Menggunakan Mikhmon dan Mikrotik pada SMP Muhammadiyah 1 Kota Gajah
Abstrak Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan kepala laboratorium komputer di SMP Muhammadiyah 1 Kota Gajah, terungkap bahwa penggunaan internet di sekolah sering menghadapi kendala, seperti penurunan kecepatan internet bahkan gangguan saat melakukan browsing karena penggunaan internet secara bersamaan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan sebuah hotspot server dengan menggunakan Mikhmon dan MikroTik di SMP Muhammadiyah 1 Kota Gajah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Network Development Life Cycle (NDLC) dengan menggunakan Mikhmon v3 dan perangkat MikroTik Routerboard 941-2nD, serta melakukan remote jaringan menggunakan aplikasi Winbox v3.16. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan dan implementasi hotspot server dengan MikroTik yang menghasilkan pembagian kecepatan akses untuk jaringan Wi-Fi di SMP Muhammadiyah 1 Kota Gajah, Lampung Tengah. Hal ini bertujuan untuk mengelola bandwidth dengan efisien guna mengoptimalkan penggunaan internet oleh guru, staf, dan siswa sesuai dengan alokasi bandwidth yang telah ditentukan, baik untuk kegiatan unggah maupun unduh. Peneliti juga memberikan saran kepada peneliti dan pengembang selanjutnya untuk mempertimbangkan peningkatan kapasitas bandwidth sesuai dengan pertumbuhan jumlah siswa serta melakukan upgrade perangkat jaringan untuk memastikan layanan internet tetap berkualitas di SMP Muhammadiyah 1 Kota Gajah, Lampung Tengah, yang terus berkembang