Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara
Not a member yet
    127 research outputs found

    TAFSIR ALQURAN DAN PERKEMBANGAN ZAMAN: MEREKONSTRUKSI KONTEKS DAN MENEMUKAN MAKNA

    No full text
    oai:ojs2.jurnalnun.aiat.or.id:article/1Umat Islam dari generasi manapun selalu dihadapkan pada pertanyaan seputar makna Alquran. Jarak antara realitas yang terus berubah dan berkembang, dan teks yang diturunkan pada abad awal ke-7 di Jazirah Arab menjadi perhatian utama para pemikir Muslim dan ulama. Menafsirkan Alquran di era di mana kebebasan manusia mendapat apresiasi yang tinggi, sarjana Muslim modern dituntut untuk menemukan mekanisme interpretasi baru yang mampu menghadirkan pemahaman kegamaan yang tidak selalu ‘dogmatik’, namun juga dinamis, peka zaman dan pada level tertentu juga ‘humanis’. Artikel ini berargumen bahwa membaca kitab suci di era modern akan lebih kaya dan bermakna dengan mengadopsi pendekatan interdisipliner, yaitu dengan mengadopsi temuan-temuan studi sejarah, sosiologi agama, hubungan lintas budaya, termasuk kritik tradisi (riwayat). Hal ini didasari akan pemahaman tentang perlunya menghadirkan makna dan signifikansi pesan kitab suci yang merespon nilai dan cara berpikir umat Islam pada zamanyang berbeda dari generasi Muslim pertama

    Catatan Kritis Angelika Neuwirth Terhadap Kesarjanaan Barat dan Muslim atas Alquran: Menuju Tawaran Pembacaan Alquran Pra-Kanonisasi

    No full text
    Tulisan ini adalah overview pemikiran Neuwirth. Titik tekannya pada bagaimana ia memosisikan gagasannya di tengah belantara kesarjanaan Muslim dan Barat. Untuk tujuan ini, kritik dan apresiasi yang dia lontarkan baik kepada para sarjana Alquran di kalangan Muslim dan non-Muslim akan dipaparkan. Pemosisian ini menjadi basis legitimasinya atas signifikasi tawaran pendekatannya atas Alquran

    ASPEK LOKALITAS TAFSIR AL-IKLĪL FĪ MA’ĀNĪ AL-TANZĪL KARYA KH MISHBAH MUSTHAFA

    No full text
    Sebagai sebuahkitab tafsir yang ditulis dan ditujukan untuk masyarakat Islamyang menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa pengantarnya,keberadaan kitab tafsir ini menjadi sangat penting. Dalam khasanahkemasyarakatan, tafsir ini akan sangat membantu masyarakat Islammemahami pesan-pesan yang ada di dalam al-Qur’an, dan menjadisalah satu kitab tafsir alternatif selain kitab-kitab tafsir yang sudahada sebelumnya. Bagi masyarakat akademik, keberadaan kitab tafsir al-Iklīl fīMa’ānī al-Tanzīl juga menjadi khasanah tersendiri, di mana kitab inimerupakan salah satu bentuk karya tafsir yang menggunakan metodeanalitis (al-manhaj al-taḥlīlī) yang memberikan cukup perhatianterhadap persoalan-persoalan sosial kemasyarakata

    ŪLŪ AL-‘AMR PERSPEKTIF HAMKA DAN NEGARA BERDASARKAN ISLAM DI INDONESIA

    No full text
      Manusia hidup membutuhkan pedoman. Pedoman hidup bagi umat muslim adalah Alquran, kitab suci yang berbentuk teks dan berbahasa Arab. Agar Alquran bisa memberikan pedoman maka harus membacanya. Membaca dalam arti menafsirkannya dengan tujuan untuk mendapatkan makna. Upaya untuk mendapatkan makna ini menuntut peran aktif pembaca, dalam hal ini adalah penafsir. Imam Ali pernah mengatakan bahwa al-Qur’ān baina daftayī al-muṣḥafi lā yanṭiqu wa innamā yatakallamu bihi ar-Rijāl. Tanpa manusia, Alquran selamanya akan bungkam, tak bersuara. Alquran butuh agen manusia yang menyuarakannya.Tatkala penafsir menafsirkan alquran tidaklah bisa terlepas dari konteks yang melingkupinya, ideologi, tujuan yang ingin dicapai, masalah yang sedang dihadapi, dan seterusnya. Pendekatan posmodernisme menyatakan tidak ada fakta yang telanjang. Semua serba dikonstruksi dan representasional. Dalam konteks inilah, penulis mengasumsikan bahwa tafsir juga hasil konstruksi dari penafsirnya, merepresentasikan ideologinya, kepentingannya, sudut pandangnya, dan lain-lain.  Demikian pula tatkala dibaca tafsir ūlū al-amr Q.S. an-Nisā’ [4]: 59 versi Hamka yang telah terdokumentasikan dalam karya tafsirnya, Tafsir al-Azhar, sebuah tafsir yang telah ditulisnya untuk Indonesia di rentang tahun 1958-1966, yakni di era konstituante dan Demokrasi Terpimpin. Di tengah rentang tahun ini, Hamka mengintroduksi ūlū al-amr sebagai orang-orang yang berkuasa atau penguasa atau pemimpin. Penguasa atau pemimpin harus minkum atau insider, artinya berada dalam satu group dengan yang komunitas yang memilihnya. Jika kata minkum dikembalikan pada siapa yang diajak komunikasi, maka ūlū al-amr seharusnya seagama dan seiman. Mengingat setting penyusunan tafsir itu di tengah sidang konstituante yang memperdebatkan dasar negara, Islam vs Pancasila, maka dengan melalui situs tafsirnya, Hamka berkepentingan untuk mengarahkan dan menggiring agar umat muslim memilih pemimpin yang islami, yang mendukung usulan negara berdasarkan Islam

    TAFSIR AL-QUR’AN DI INDONESIA: SEJARAH DAN DINAMIKA

    No full text
    Artikel menjelaskan tentang sejarah dan dinamika penulisan tafsir Al-Qur’an di Indonesia. Unsur-unsur yang diuraikan terdiri dari keragaman basis identitas sosial penulis tafsir Al-Qur’an, latar belakang keilmuan, bahasa serta aksara yang digunakan dalam penulisan tafsir Al-Qur’an, serta produk penafsiran. Dari sudut sejarah, basis identitas sosial penafsir di Indonesia cukup beragam: mulai dari ulama, akademisi, sastrawan, dan birokrat. Basis sosial penulisannya juga beragam: ada basis pesantren, akademik, dan masyarakat umum. Dari sisi aksara dan bahasa yang dipakai juga beragam: selain bahasa Indonesia dan aksara Latin, tafsir di Indonesia juga ditulis dengan bahasa dan aksara lokal, seperti aksara Jawi, Pegon, dan Lontara. Adapun dari sisi isi, tafsir Al-Qur’an di Indonesia juga mengkontestasikan problem-problem sosial-politik yang terjadi ketika tafsir ditulis. Kajian ini menunjukkan bahwa sejarah tafsir Al-Qur’andi Indonesia dari berbagai sudutnya, cukup dinami

    TEOLOGI BENCANA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

    No full text
     Teologi bencana adalah suatu konsep tentang bencana dengan berbagai kompleksitasnya yang didasarkan pada pandangan al-Qur’an. Menurut al-Qur’an term bencana dapat terwakili dengan beberapa istilah, yaitu bala’ yang secara bahasa dapat berarti jelas, ujian, rusak. Bencana yang diungkapkan dengan term bala’ mempunyai aksentuasi makna bahwa bencana itu merupakan bentuk ujian Tuhan yang sengaja diberikan Tuhan untuk menguji manusia, agar tampak jelas keimanan. Bala’ dapat berupa hal-hal yang menyenangkan , dapat pula hal-hal yang tidak menyenangkan. Sementara itu, bencana dengan term mushîbah lebih merupakan segala sesuatu yang menimpa manusia yang umunya berupa hal-hal yang tidak menyenangkan. Ketika terkait dangan hal-hal yang baik, maka al-Qur’an menisbatkannya kepadaAllah, sementara ketika musibah itu terkait dnegan hal-hal yang menyengsarakan, al- Qur’an menyatakannya, bahwa hal itu akibat kesalahan manusia. Maka musibah itu sesungguhya bisa sebagai ujian, bisa pula sebagai teguran, bahkan juga bisa sebagai siksaan. Sedangkan bencana disebut dengan fitnah, maka kecenderungan maknanya adalah untuk menguji manusia. Bencana yang diungkapkan dengan term fitnah lebih merupakan ujian untuk mengetahui kualitas seseorang.

    RESEPSI HERMENEUTIKA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN OLEH M. QURAISH SHIHAB: UPAYA NEGOSIASI ANTARA HERMENEUTIKA DAN TAFSIR AL-QUR'AN UNTUK MENEMUKAN TITIK PERSAMAAN DAN PERBEDAAN

    No full text
    posisiQuraish Shibah dalam merespon perdebatan hermeneutika beradadi antara dua kubu mereka yang menolak hermeneutika secarakeseluruhan dan kubu yang menerima hermeneutika secara totalitas.Sebagaimana diakui oleh Shihab tidak semua ide yang diketengahkanoleh berbagai aliran dan pakar hermeneutika merupakanide yangkeliru atau negatif.Pasti ada di antaranya yang baik dan baru serta dapatdimanfaatkan untuk memperluas wawasan, bahkan memperkayapenafsiran, termasuk penafsiran al-Qur’an. Hermeneutika danTafsir, keduanya sama-sama sebagai kaidah penafsiran. Terlepasdari perbedaan pada segi objek (al-Qur’an sebagai kalam Allah,Sedangkan Bibel hasil karya manusia)

    0

    full texts

    127

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇