Widyakala Journal (Pembangunan Jaya University - UPJ)
Not a member yet
115 research outputs found
Sort by
Managerial Ownership, Leverage, Profitability, Corporate Value: An Interactive Effect In Indonesia Stock Exchange
Managerial ownership, firm value and financial characteristic have long been critical issue with regards to company’s financial decision making. If the profitability higher and more assignable profit there and it is the higher value of the firm. Purpose of this study to analyze how the impact of Managerial Ownership, Leverage, Profitability on the firm value. The population take from companies listed in Indonesian Stock Exchange 2015 - 2019. The population taking from property, real estate and building construction. This research method using for this study is a purposive sampling with multiple of regression analysis. The result of this research are managerial ownership affects the value of the firm, leverage does not affect the value of the firm and profitability affects on value of the firm. The simultaneous of managerial ownership, leverage and profitability have no significant on firm value. This study’s Implication will support for stakeholder theory that management as an agent must develop a relationship with stakeholders by embarking on environmental friendly practice to maintain a positive value. Besides, value of the company has created must be prioritized to help the companies enhance their competitive advantage to strengthen on financial performance
The Influence of Self-efficacy on Resilience in Students Who Work in Thesis
Students who are working on their final project often faced with various problems and pressures. They need to build self-efficacy to be able to increase confidence in achieving something. Self-efficacy is an individual’s belief in their ability to organize and take steps in solving certain problems or tasks. Individuals with high self-efficacy view difficult tasks as challenges to face rather than as threats to avoid. Respondents are highly committed to achieving its goals, respondents will also invest a high level of effort and strategic thinking to deal with failure. Resilience is the ability to thrive in the face of adversity in every individual whilst facing problems or pressure. By increasing resilience, humans can develop life skills such as communicating, realistic abilities in making life plans, and being able to take the right steps for their lives. This study was conducted to determine whether self-efficacy has an effect on resilience. The research design used in this study is a quantitative research design with a sample of 75 people and the population of this study is students who are working on a thesis. The data were first analysed for validity, reliability, and followed by simple regression analysis. The results showed that self-efficacy had an effect on the resilience of 30,5% and a significant value of p = .000 (p<0.05), testing the effect of the dimensions of self-efficacy on resilience showed results that strength has the greatest influence on resilience
Analisis Faktor-Faktor Yang Dapat Memprediksi Financial Distress Pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Tahun 2014-2018
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) merupakan program pemerintah yang bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dalam bentuk jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam lima tahun pelaksanaannya (2014-2018), program jaminan kesehatan nasional (JKN) telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, laporan keuangan program JKN menunjukan adanya permasalahan financial yang lebih tepatnya menunjukan tanda-tanda financial distress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dari hasil prediksi financial distress pada BPJS Kesehatan sehingga dapat memberikan saran mengenai financial distress dalam menjaga keberlangsungan BPJS Kesehatan. Untuk memprediksi financial distress penelitian ini menggunakan model Altman (Z Score) dengan menggunakan data yang bersumber dari laporan keuangan BPJS Kesehatan tahun 2014-2018. Hasil dari penelitian ini adalah faktor internal (biaya financial yang tinggi dan iuran peserta) berpengaruh terhadap financial distress dan faktor eksternal (peserta BPJS dan campur tangan pemerintah) berpengaruh terhadap financial distress
Urban Consumer Behavior On Buying Multi-Products On Shopee Using Technology Acceptance Model (TAM)
People who live in urban areas can be explained as social groups that are sociologically in the middle class, have a productive life, and are part of social change. Shopee as one of the marketplaces in Indonesia always needs to consider the factor of technology usage that allows users to make purchases with a variety of products (multi-product) available. This study aims to analyze the behavior of using Urban Consumer Behavior with the Technology Acceptance Model (TAM) approach. Data analysis using SMART PLS 3.0 involving 163 samples in Jakarta with survey-questionnaire as a method of data collection. The results of this study explain that two hypotheses were accepted and two more hypotheses were rejected. In this case, Shopee's website/app usage behavior is influenced by the Ease of Use Factor. Furthermore the Benefit factor is influenced by the Ease of Use factor. On the other hand, usage is not influenced by usage behavior. Then the use is not influenced by the expediency factor. TAM as a classic model in explaining technology adoption in aspects of daily life is still needed to gain more understanding, especially on the characteristics of various or different samples
Corporate Disclosure melalui Media Sosial untuk Mengurangi Asimetri Informasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upaya perusahaan mengungkapan informasi (corporate disclosure) yang berguna untuk pengambilan keputusan investor melalui media sosial perusahaan dapat mempengaruhi asimetri informasi yang menyebabkan salah satu investor menerima informasi yang lebih banyak dibandingkan investor yang lain. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan sampel penelitian pada perusahaan Consumer Goods Industry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2018. Sektor industri ini dipilih karena diduga akan menghasilkan prediksi yang lebih kuat pada perusahaan yang konsumennya adalah konsumen retail dibandingkan dengan konsumen bisnis. Penelitian ini menguji apakah keterbukaan informasi melalui media sosial seperti facebook dan twitter yang dimiliki perusahaan mampu menurunkan asimetri informasi. Kedua platform media sosial tersebut dipilih karena banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda, diperoleh hasil yang mengejutkan dimana media sosial yang berpengaruh signifikan pada asimetri informasi adalah facebook, sedangkan media sosial twitter tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap asimetri informasi. Hal ini membuktikan bahwa bagi masyarakat Indonesia, facebook dapat digunakan untuk menggali informasi mengenai perusahaan yang akan menjadi tujuan investasi
Pembungkaman Perempuan Pekerja Seni Korban Kekerasan Seksual di Media Sosial Studi Muted Group Theory pada Unggahan Instagram Stories Penyanyi Dangdut Via Vallen (@viavallen)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembungkaman terhadap perempuan pekerja seni yang menjadi korban kekerasan seksual di media sosial. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya pembungkaman dari perspektif muted group theory. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruksionisme kritis dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah dua unggahan Instagram storiespenyanyi dangdut Via Vallen tentang peristiwa pelecehan seksual yang ia alami. Metode analisis yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes yang menjabarkan makna denotatif dan konotatif serta mengungkap mitos di balik simbol-simbol yang ditampilkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun perempuan pekerja seni memiliki akses ke media sosial, di mana ia dapat dengan bebas menyatakan perlawanannya terhadap pelecehan seksual di hadapan jutaan pengikutnya, pada akhirnya ia tetap terbungkam. Pembungkaman terjadi ketika perempuan pekerja seni tidak dapat mengartikulasikan pengalaman pelecehan seksual di hadapan anggota kelompok dominan. Hal ini disebabkan oleh ideologi patriarki yang mengakar di masyarakat dan beroperasi secara sistematis di media sosial untuk membungkam ekspresi perempuan pekerja seni yang menjadi korban pelecehan seksual. Operasi patriarki yang tersistem dilakukan dengan mengkonstruksi posisi perempuan pekerja seni dalam masyarakat, menyuburkan stigma dan stereotip tentang perempuan pekerja seni di lingkungan sosial, mewajarkan bentuk-bentuk kekerasan seksual yang menimpa perempuan pekerja seni, dan mengabaikan aspirasi perempuan pekerja seni tentang pelecehan seksual.
Analisis Kenyamanan Termis Kota Banda Aceh Berdasarkan Temperature Humidity Index, Discomfort Index dan Humidex
Pembangunan kota berdampak terhadap penurunan kuantitas tutupan vegetasi dan kawasan hijau. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kenyamanan termis dengan menggunakan indeks panas Temperature Humidity Index (THI), Discomfort Index (DI), dan Humidex untuk wilayah Kota Banda Aceh dan kecenderungannya secara klimatologis selama periode 1985-2012. Analisis tingkat kenyamanan termis menggunakan data suhu dan kelembaban udara periode 1989-2018. Berdasarkan THI, nilai indeks berkisar 23,2-25,8 oC. Berdasarkan DI, nilai indeks berkisar 23,5-26,3 oC. Berdasarkan Humidex, nilai indeks berkisar 28,1-33,5 oC. Kecenderungan peningkatan nilai indeks menunjukkan kondisi semakin tidak nyaman. Tren peningkatan nilai indeks sebagai dampak dari perubahan penggunaan lahan menjadi lahan terbangun (berkurangnya Ruang Terbuka Hijau), laju perkembangan dan urbanisasi di wilayah perkotaan. Analisis tingkat kenyamanan termis di Kota Banda Aceh diharapkan dapat digunakan sebagai pertimbangan penambahan Ruang Terbuka Hijau dan perancangan kota yang disesuaikan dengan kenyamanan populasi yang bermukim.Kata Kunci: Kenyamanan Termis, Indeks Panas, Urbanisas
Pengaruh Motivasi Ekstrinsik Dan Intrinsik Terhadap Kinerja Pekerja Proyek Konstruksi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan yang bersifat satu arah dari komunikator (penyampai pesan) kepada komunikan (penerima pesan) dengan menggunakan media tertentu sehingga memunculkan efek. hal yang penting dalam suatu organisasi adalah SDM atau sumber daya manusia, aspek motivasi kerja, dan aspek pendidikan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja pekerja konstruksi ketika diberikan motivasi oleh atasannya, mengetahui perlu atau tidaknya motivasi diterapkan di lingkungan konstruksi, mengetahui motivasi apa saja yang diperlukan oleh pekerja konstruksi untuk meningkatkan kinerjanya, mengetahui metode yang dipakai dalam menganalisis parameter motivasi, serta hasil yang didapatkan pekerja ketika diberikan motivasi. Pada riset ini menggunakan studi literatur mengenai pengaruh motivasi terhadap kinerja pekerja, dengan membandingkan tiga jurnal terkait. Dari hasil analisis dengan menggunakan uji wolcoxon sign-rank menyatakan variabel kebutuhan fisiologis sangat berpengaruh terhadap kinerja pekerja dengan persentase sebesar 29,49%. Kemudian dengan menggunakan metode analisis path menyatakan bahwa variabel kebutuhan aktualisasi berpengaruh cukup signifikan terhadap kinerja pekerja dengan persentase 57,08%. Kemudian dengan metode regresi linear berganda menghasilkan persentase sebesar 29,89% pada variabel kebutuhan fisiologis. Berdasarkan analisis dari ketiga jurnal terkait, menyatakan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja pekerja adalah kebutuhan aktualisasi dengan rata-rata persentase pengaruh sebesar 29,02%. Motivasi yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja pekerja konstruksi adalah kebutuhan aktualisasi diri, kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial
Marine Heat as a Renewable Energy Source
The ocean, which covers two-thirds of the land surface, receives heat from the sun's rays. Ocean water also receives heat that comes from geothermal heat, which is magma located under the seafloor. Ocean surface temperatures are warmest near the equator, with temperatures from 25°C to 33°C between 0 degrees and 20 degrees north and south latitude. This temperature difference can be utilized to run the driving machine based on the thermodynamic principle. A technology called Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) is capable of converting the temperature difference into electrical energy. OTEC is a power plant by utilizing the difference in the temperature of seawater on the surface and the temperature of deep seawater. This paper briefly overviews of how ocean heat can be utilized as a renewable energy source to produce electrical energy. The development and exploitation of renewable marine energy in the future are feasible and this will involve multidisciplinary fields such as robotics and informatics