E-Journal Universitas Islam Darul Ulum Lamongan
Not a member yet
3341 research outputs found
Sort by
PEMAHAMAN HUKUM DI MAN 2 SURAKARTA TENTANG PENYEBARAN BERITA BOHONG (HOAX)
The acceleration of information dissemination through social media and other digital platforms has made it increasingly difficult to control the flow of news. Limited ability to filter and select information presents a significant threat regarding the potential influence of fake news on society. Given that regulations alone are insufficient to curb the spread of hoaxes, enhancing public awareness is essential to mitigate the risk of incitement by misinformation. In response to this phenomenon, this community service initiative aims to provide understanding of the latest regulations related to hoaxes and preventive actions. This initiative was conducted at MAN 2 Surakarta, using varied lecture methods, video presentations, and interactive games such as identifying fake news. Through this program, we aim to increase students’ ability to critically assess information on social media, enabling students at MAN 2 Surakarta to better evaluate the validity of information and avoid the negative influence of hoaxes and potential incitement
KEEFEKTIFAN PERAN MAHASISWA KKN UNISDA MELALUI PENINGKATAN LITERASI KARAKTERISTIK BUDAYA, PENDIDIKAN, DAN STABILISASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DI KOPERASI THAILAND
ABSTRACTThis research aims to evaluate the effectiveness of the role of Darul Ulum Lamongan Islamic University (UNISDA) students in increasing understanding of cultural character, contribution to the field of education, as well as their role in stabilizing cooperatives through the International KKN program in Thailand. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The research results show that UNISDA students are able to adapt and understand local culture, make a significant contribution to improving the quality of education, and play an active role in stabilizing cooperatives in target areas.Keywords: Students, International KKN, Culture, Education, Thailan
MENINGKATKAN PARTISIPASI GENERASI MUDA DALAM DEMOKRASI: SOSIALISASI DAN PENDIDIKAN PEMILIH PADA PILKADA JAWA TIMUR 2024
The participation of millennials and Gen Z or often called the younger generation in the 2024 election has a crucial role in maintaining the legitimacy and quality of the election. Low political literacy, understanding of the rights and obligations as voters, and apathy are the main challenges in increasing the participation of young voters in the 2024 East Java Pilkada. Voter Socialization and Education activities organized by the East Java DPD Poros Sahabat Nusantara (POSNU) in collaboration with the East Java KPU aim to increase the political awareness of the young generation through an interactive approach. The methods applied include seminars, discussions, and question and answer sessions held in the W.R. University Hall. Supratman Surabaya. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the importance of their role in democracy, with high enthusiasm during the discussion. In addition, this activity makes a real contribution to efforts to increase young voter participation by providing in-depth insight into the election process and its impact on government policy. It is hoped that this activity can encourage the younger generation to become intelligent, critical and responsible voters in choosing leaders with integrity
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK JAGO DAN ALLO BANK PERIODE 2019 - 2023
This research aims to compare the financial performance of Bank Jago and Allo Bank during the 2019-2023 period. This research is a comparative descriptive research. The data used is secondary data in the form of banking annual financial reports which are reported to the Financial Services Authority (OJK). Data analysis was carried out using CAMEL analysis with the financial ratios used being CAR, NPL, NIM, ROA, BOPO and LDR. The analysis technique used to compare the performance of Bank Jago and Allo Bank is the Independent Sample T-Test. Analysis shows that the average NPL, ROA, BOPO and LDR ratios. There is no significant difference between Bank Jago and Allo Bank, while the average CAR ratio has a significant difference between Bank Jago and Allo Bank. Keywords: financial performance and CAME
ANALISIS MODEL MANAJEMEN PELATIHAN DI PKBM LASKAR PELANGI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat model manajemen pelatihan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Laskar Pelangi. PKBM sangat penting untuk menyediakan pendidikan nonformal kepada masyarakat, jadi mereka membutuhkan model manajemen pelatihan yang baik. Studi kasus ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Setelah itu, data dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model manajemen pelatihan PKBM Laskar Pelangi terdiri dari beberapa tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem manajemen yang terorganisir dan responsif terhadap kebutuhan peserta sangat memengaruhi keberhasilan pelatihan di PKBM. Oleh karena itu, PKBM harus terus mengembangkan model pelatihan yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di masyaraka
PENERAPAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN METODE STORY TELLING DI KELAS IV SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode story telling dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SD Negeri Kandangrejo, Kecamatan Kedungpring. Masalah yang ditemukan adalah rendahnya hasil keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas siswa dan penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat. Metode story telling dipilih karena berpusat pada siswa dan melibatkan konteks dunia nyata untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, angket, dan tes menulis teks deskripsi sebagai instrumen pengumpulan data. Subjek penelitian terdiri dari 18 siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode story telling efektif meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan motivasi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode story telling dapat menjadi strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara di sekolah dasar. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS “GAMES WORDWALL” DENGAN PENDEKATAN CTL UNTUK PEMBELAJARAN MEMBACA PERIBAHASA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR
Media pembelajaran merupakan alat bantu atau perantara pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Media pembelajaran mempunyai beberapa jenis, yaitu media visual, audio dan audiovisual. Media visual merupakan media yang hanya bisa diamati melalui indera penglihatan, misalnya gambar, grafik, foto, poster dan sebagainya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan R&D (Research and Development). Prosedur penyusunan produk media games wordwall melalui enam tahap yaitu (1) analisis produk yang dikembangkan, (2) mengembangkan produk awal, (3) validasi produk, (4) revisi desain, (5) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk, (6) uji coba skala luas dan produk akhir. Tujuan penelitian meliputi mengetahui proses, kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media games wordwall untuk siswa kelas VI Sekolah Dasar. Hasil validitas menunjukkan skor rata-rata 4,96 dari validator media dan ahli, dengan respon guru 4,96 dan respon siswa positif 97,00%. Media Games Wordwall terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca peribahasa Siswa Kelas VI, dengan rata-rata N-gain 0,55dalam kategori sedang. Observasi menunjukkan semua aktivitas pembelajaran berlangsung aktif dan melibatkan siswa, memperkuat peran media dalam proses belajar mengajar
Discovering Expressive Language Delay in Teaching English for Young Learners
This study explores the language development challenges faced by children identified with expressive language disorder, characterized by limited vocabulary and difficulty forming sentences. The study aims to understand the factors contributing to the child's language delay and to develop interventions that could improve their communication skills. The study employed a qualitative approach, involving observations, interviews with parents, teachers, and playmates, as well as direct interaction with the Subject. These methods provided insights into social and environmental factors influencing the child’s language development, particularly the impact of limited parental interaction due to work commitments abroad. The findings revealed that the Subject's language development is significantly affected by a lack of consistent and meaningful engagement with parents, as well as limited social interaction with peers. Despite normal physical health, the child exhibited passive behavior and obscure speech, making engaging in play or classroom activities difficult. The intervention, which involved clear communication and simple phrases, showed some improvement in the child’s ability to retain and use language, especially when supported by teachers and caregivers. The study underscores the need for specialized training for educators to better support students with ELD and highlights the crucial role of parental involvement in early language development
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA PURA MANDARA GIRI GUNUNG SELOK DAN SISTEM PERHITUNGAN KALENDER HINDU
Mathematics is a universal science, because it is often applied in everyday life and has a fairly close relationship with culture. The relationship between mathematics and culture is called ethnomathematics. The definition of ethnomathematics itself is the study of mathematics from various cultures to find and explore mathematical concepts in the culture of society. The method used in this study is qualitative with an ethnographic approach. This study aims to identify mathematical concepts found in Hindu religious culture, namely in the building of Pura Mandara Giri Gunung Selok Cilacap and the Hindu calendar. The data collection technique used is the data triangulation technique, namely by conducting observations, documentation, and interviews with different sources to achieve data validity. There are three sources as subjects of this study, including the temple caretaker, advisor, and chairman of PHDI Cilacap Regency. The results of this study indicate that the building of Pura Mandara Giri Gunung Selok contains mathematical concepts, such as geometric transformations (reflection and translation), arithmetic sequences, and geometric shapes including plane geometry (isosceles triangles and trapezoids) and space geometry (cubes). This mathematical concept is not only found in temple buildings, but researchers also found mathematical concepts in the Hindu calendar calculation system in determining important Hindu religious days which are calculated based on wewaran and pawukon, by applying the concept of multiplication and LCM (Least Common Multiple). Ethnomathematics can help understand the understanding between formal mathematics and the broader socio-cultural context.Matematika merupakan ilmu universal, karena sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki hubungan yang cukup erat dengan budaya. Hubungan antara matematika dengan budaya tersebut dinamakan etnomatematika. Pengertian etnomatematika itu sendiri adalah studi matematika dari berbagai budaya untuk menemukan dan mengeksplorasi konsep matematika dalam budaya masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep matematika yang terdapat pada budaya agama Hindu, yaitu pada bangunan Pura Mandara Giri Gunung Selok Cilacap dan kalender Hindu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik triangulasi data, yaitu dengan melakukan observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan narasumber yang berbeda untuk mencapai keabsahan data. Terdapat tiga narasumber sebagai subjek dari penelitian ini, diantaranya pemangku pura, penasihat, dan ketua PHDI Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada bangunan Pura Mandara Giri Gunung Selok mengandung konsep matematika, seperti transformasi geometri (refleksi dan translasi), barisan aritmetika, dan bentuk geometri yang meliputi geometri bidang (segitiga samakaki dan trapesium) serta geometri ruang (balok). Konsep matematika ini tidak hanya ditemukan pada bangunan pura saja, tetapi peneliti juga menemukan konsep matematika pada sistem perhitungan kalender Hindu dalam menentukan hari-hari penting keagamaan umat Hindu yang dihitung berdasarkan wewaran dan pawukon, dengan menerapkan konsep perkalian dan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil). Etnomatematika dapat membantu memahami pemahaman antara matematika formal dan konteks sosial budaya yang lebih luas
ARSITEKTUR SEBAGAI TERAPI : EKSPLORASI KARAKTERISTIK ANDRA MARTIN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK TERLANTAR DI MEDAN
Anak terlantar adalah anak yang tidak mendapatkan perawatan, perlindungan dan pengasuhan dari orang tua atau wali, sehingga anak-anak tersebut tidak memiliki kehidupan yang layak atau terabaikan. Hal ini dapat terjadi karena berbagai hal, seperti masalah ekonomi, kelalaian, kekerasan atau masalah keluarga lainnya. Data anak terlantar sendiri di kota Medan pada tahun 2020 sendiri sebanyak 127 orang, berdasarkan laporan dari Dinas Sosial Kota Medan banyak anak terlantar ditemukan di kawasan organisasi padat dan pinggiran kota. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia dari instansi terkait seperti Dinas Sosial Kota Medan, jumlah anak terlantar dapat bervariasi setiap tahun, tergantung pada berbagai faktor seperti kondisi sosial-ekonomi, bencana alam, dan lain-lain. Anak terlantar tersebut membutuhkan perlindungan dan keamanan, pendidikan dan tempat tinggal yang aman dan terlindung dari bahaya dan penyembuhan secara psikologis. Panti asuhan merupakan salah satu solusi untuk dapat menampung anak terlantar. Namun, sebagian besar yang tinggal di panti asuhan mengalami depresi, kesedihan, susah untuk menyesuaikan diri. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan, terjadi eksploitasi dan fasilitas yang tidak memenuhi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi kebutuhan sosial, fisik, dan psikologis anak-anak terlantar. Dengan demikian, desain Pusat Rehabilitasi Anak Terlantar yang mengadopsi pendekatan arsitektur Andra Matin diharapkan dapat menyediakan lingkungan yang memenuhi kebutuhan tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih humanis dan efektif dalam mendukung kesejahteraan anak-anak terlantar