E-Journal Universitas Islam Darul Ulum Lamongan
Not a member yet
3341 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS “GAMES WORDWALL” DENGAN PENDEKATAN CTL UNTUK PEMBELAJARAN MEMBACA PERIBAHASA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR
Media pembelajaran merupakan alat bantu atau perantara pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Media pembelajaran mempunyai beberapa jenis, yaitu media visual, audio dan audiovisual. Media visual merupakan media yang hanya bisa diamati melalui indera penglihatan, misalnya gambar, grafik, foto, poster dan sebagainya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan R&D (Research and Development). Prosedur penyusunan produk media games wordwall melalui enam tahap yaitu (1) analisis produk yang dikembangkan, (2) mengembangkan produk awal, (3) validasi produk, (4) revisi desain, (5) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk, (6) uji coba skala luas dan produk akhir. Tujuan penelitian meliputi mengetahui proses, kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media games wordwall untuk siswa kelas VI Sekolah Dasar. Hasil validitas menunjukkan skor rata-rata 4,96 dari validator media dan ahli, dengan respon guru 4,96 dan respon siswa positif 97,00%. Media Games Wordwall terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca peribahasa Siswa Kelas VI, dengan rata-rata N-gain 0,55dalam kategori sedang. Observasi menunjukkan semua aktivitas pembelajaran berlangsung aktif dan melibatkan siswa, memperkuat peran media dalam proses belajar mengajar
KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL KERUMUNAN TERAKHIR KARYA OKKY MADASARI
Konflik batin merupakan salah satu elemen penting yang menggerakkan perkembangan karakter dalam sebuah karya sastra. Dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari, konflik batin tokohnya dihadapkan pada dilema moral dan ketidakpastian hidup, menjadi sorotan utama yang membentuk alur cerita. Penelitian ini mengkaji konflik batin para tokoh dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari. Tujuan penelitian ini pertama, Meneliti konflik batin para tokoh dalam novel Kerumunan Terakhir. Kedua, Meneliti krisis Identitas dan Ketiga, Meneliti aspek kejiwaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Melalui metode deskriptif penulis mendeskripsikan fakta-fakta yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, kemudian mengolah dan menganalisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra untuk menganalisis tokoh dalam menghadapi situasi sosial yang menekan dan keputusan-keputusan sulit yang harus diambilnya. Teori psikologi sastra, khususnya yang dikembangkan oleh Minderop, digunakan untuk mengidentifikasi lapisan-lapisan psikologis dalam diri tokoh yang mencerminkan ketegangan antara keinginan pribadi dan tuntutan sosial. Konflik batin yang dialami tokoh mencakup perasaan takut, ragu, serta pencarian makna hidup, yang memunculkan pertanyaan tentang eksistensi diri dan identitas. Konflik batin para tokoh yang mengungkapkan bagaimana dilema psikologis tokoh dalam Kerumunan Terakhir menggambarkan realitas sosial serta nilai-nilai kemanusiaan yang terjaga dalam konstelasi kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian
Penerapan Pembelajaran Membaca Berbasis Literasi dengan Komik Digital Menggunakan Aplikasi Canva
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan literasi peserta didik Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya minat baca peserta didik karena metode pembelajaran yang kurang menarik atau tidak relevan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran membaca berbasis literasi dengan komik digital menggunakan aplikasi canva di kelas 4 SD Negeri Bantengputih ditinjau dari aktivitas peserta didik, (2) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran membaca berbasis literasi dengan komik digital menggunakan aplikasi canva di kelas 4 SD Negeri Bantengputih ditinjau dari aktivitas guru, (3) Mendeksripsikan penerapan pembelajaran membaca berbasis literasi dengan komik digital menggunakan aplikasi canva di kelas 4 SD Negeri Bantengputih ditinjau dari hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas peneliti sebagai guru di kelas IV Sekolah Dasar dan peserta didik yang berjumlah 12 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan nontes. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa Keberhasilan penelitian ini ditunjang dengan peningkatan hasil observasi aktivitas belajar peserta didik. Antusias peserta didik dalam menjalani kegiatan pembelajaran menggunakan media komik digital terus meningkat disetiap pertemuannya. Pada pertemuan I, rata-rata aktivitas belajar peserta didik adalah 55%, kemudian meningkat pada pertemuan II menjadi 100%. Keterlaksanaan pembelajaran oleh guru juga meningkat. Pada pertemuan I, rata-rata aktivitas mengajar guru adalah 87,5%, kemudian pada pertemuan II meningkat menjadi 100%. Penerapan komik digital mampu memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan aktivitas keterampilan membaca berbasis literasi peserta didik, hal ini dibuktikan dari peningkatan nilai rata-rata dan jumlah peserta didik yang tuntas pada setiap pertemuannya. Pada pertemuan I, nilai rata-rata kelas menjadi 77,08 dengan 66,67% peserta didik tuntas, kemudian pada pertemuan II meningkat menjadi 83,5 dengan 100% peserta didik tuntas
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa SD
Pembelajaran Bahasa Indonesia berperan penting dalam meningkatkan keterampilan berbahasa dan berpikir kritis siswa. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan tentang konsep kebahasaan serta kurangnya kaktifan dalam pembelajaran. Maka diperlukan pendekatan yang inovatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, salah satunya adalah Problem Based Learning. Pendekatan ini menekankan pada pemecahan masalah kontekstual yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengembangkan keterampilan komunikasi lebih mendalam. Dengan PBL, siswa tidak hanya memahami teori bahasa Indonesia, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap aktifitas guru, aktifitas siswa dan juga hasil belajar di SDN Trojalu Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro pada siswa Kelas V. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Berdasarkan tujuannya jenis penelitian ini adalah penelitian terapan (applied research). Sumber data penelitian terdiri dari dokumentasi, observasi, angket dan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh,bahwa dengan model problem based learning (PBL) ini aktifitas guru dalam perencanaan pembelajaran meningkat menjadi 96% dan dalam kegiatan pembelajarannya 90,72%. Aktifitas siswa dari hasil angket mendapat hasil 77,4% dan kegiatan selama pembelajaran 85,45%. Kemudian hasil pembelajaran mendapat prosentase 92,85%/. Dengan demikian penggunaan model Problem Based Learning sangat efektif digunakan dalam pembelajaran
Konstruksi Kesetaraan Gender dalam Novel Tanah Para Bandit Karya Tere Liye
Penelitian ini berlatar belakang dari kesetaraan gender yang menjadi isu global, termasuk di Indonesia, dan pentingnya advokasi kebijakan yang responsif gender sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Serta karena kesenjangan kesetaraan gender yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama mendeskripsikan kesetaraan gender tentang marginalisasi dalam novel Tanah Para Bandit. Kedua mendeskripsikan kesetaraan gender tentang subordinasi dalam novel Tanah Para Bandit. Ketiga mendeskripsikan kesetaraan gender tentang stereotip dalam novel Tanah Para Bandit. Peneliti menganalisis konstruksi kesetaraan gender dalam novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan feminisme liberal Betty Friedan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Objek material penelitian ini adalah novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye yang diterbitkan oleh PT. Sabak Grip Nusantara pada Tahun 2023. Data diperoleh dengan teknik baca dan catat. Hasil penelitian ini adalah bahwa novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye dapat ditafsirkan dalam perspektif feminisme liberal Betty Friedan sebagai cerminan bahwa terdapat kesetaraan gender perempuan dalam melawan marginalisasi, subordinasi, dan stereotip. Perempuan mempunyai keberdayaan dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, pekerjaan, kehidupan publik, ada perlawanan terhadap stereotip bahwa wanita itu lemah, harus menarik, dan memiliki hak di ruang publik sebagaimana kaum laki-laki
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Materi Menulis Teks Deskripsi Kelas VI Sekolah Dasar
Penelitian ini membahas sikap toleransi antarumat beragama dalam novel Rumah di Seribu Ombak karya Erwin Arnada melalui pendekatan sosiologi sastra. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bagaimana toleransi beragama diwujudkan dalam novel, khususnya dalam aspek menghargai perbedaan, sikap tolong-menolong, serta upaya menjaga kerukunan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, di mana data dikumpulkan melalui pembacaan, pencatatan, dan analisis dokumen. Validitas data diperoleh melalui triangulasi data, metodologi, dan teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menggambarkan kehidupan harmonis masyarakat Singaraja yang terdiri dari berbagai agama, khususnya Hindu dan Islam, dengan saling menghargai perbedaan. Sikap tolong-menolong terlihat dalam hubungan persahabatan antara Samihi dan Wayan Manik, serta dalam kehidupan masyarakat Kalidukuh yang menjunjung tinggi solidaritas tanpa memandang perbedaan agama dan budaya. Secara keseluruhan, novel ini merepresentasikan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat di Bali
Students’ Perceptions of the Use of Wordwall and ZepQuiz Integrated into the Think-Pair-Share Strategy in English Learning
This study investigates students’ perceptions of the integration of Wordwall and ZepQuiz into the Think-Pair-Share (TPS) strategy in English learning. Speaking is recognized as one of the most challenging skills for vocational high school students, requiring not only vocabulary and grammar but also confidence and fluency. To address these challenges, digital platforms such as Wordwall and ZepQuiz were combined with the TPS cooperative learning strategy to provide an interactive and collaborative classroom atmosphere. A mixed-methods approach was employed, with quantitative data collected from pre-test and post-test speaking assessments, and qualitative data gathered through open-ended questionnaires. The study involved 25 tenth-grade students of SMK NU 1 Karanggeneng in the 2024/2025 academic year. Findings revealed that students expressed highly positive perceptions of the integration, with overall mean scores above 4.0 across components, including digital media, affective factors, collaborative learning, and improved experience. Qualitative responses confirmed that students felt more motivated, confident, and engaged in the learning process, appreciating the combination of structured TPS steps with the interactivity of digital platforms. The study concludes that the integration of Wordwall and ZepQuiz into TPS fosters a supportive, motivating, and student-centered learning environment that enhances students’ willingness to participate in speaking activities. These results highlight the importance of considering learners’ perceptions in implementing instructional innovations, offering valuable implications for teachers and student
Penanaman Moderasi Beragama pada Anak Melalui Program P5 PPRA
This study aims to find out an overview of the implementation of P5 PPRA to instill religious moderation in class I at MI Darussalam 01 Kartasura. This study uses a descriptive qualitative method to describe the application of religious visits to places of worship as an effort to strengthen the character of religious moderation which is one of the activities of the P5 PPRA program series. The results of the study show that MI Darussalam 1 Kartasura takes a visit to places of worship as one of the P5 PPRA programs to introduce religious diversity, especially to grade I students, by visiting houses of worship from other religions, students can find out the differences from places of worship between religions, know the places of worship according to their religion, learn about respecting differences, know that community life has various diversity, and train students' tolerance from an early age, so that religious moderation is embedded in children. In its implementation, it has several stages, including introduction, contextualization, action, reflection and follow-up
Proses dan Dampak Pembelajaran Menulis Teks Anekdot melalui Problem Based Learning Berbantuan Media Dart Board
This study explores the implementation of Problem-Based Learning (PBL) supported by Dart Board media in teaching anecdotal text writing to develop students’ creative thinking skills. The research aims to describe both the instructional process and the impact of PBL with Dart Board media on students’ anecdotal writing. A qualitative research design was employed, involving classroom observations, interviews, and document analysis conducted in one senior high school in Padalarang. The participants consisted of 31 students. Data were analyzed through data reduction, display, verification, and cyclical coding across two instructional cycles. The findings indicate that the application of PBL assisted by Dart Board media positively influenced the learning process, as reflected in increased student participation, greater diversity of ideas, and improved originality in students’ anecdotal texts. However, the study also identified challenges, particularly the extended instructional time required for effective implementation. These findings suggest that while PBL integrated with interactive media has strong potential to enhance creative writing skills, careful consideration of time management and classroom space is essential to maximize its effectiveness. Overall, this study supports the use of interactive and problem-based instructional strategies to foster creativity in writing instructionPenelitian ini mengeksplorasi proses pembelajaran menulis teks anekdot yang menggunakan model Problem Based Learning dengan media Dart Board untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan proses serta dampak dari pembelajaran menulis teks anekdot menggunakan model Problem Based Learning dengan media Dart Board. Penelitian bersifat kualitatif dengan data observasi kelas, wawancara, dan dokumentasi pada sebuah sekolah di Padalarang. Kelas terdiri dari tiga puluh satu peserta didik. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi serta pengkodean siklus pertama dan kedua. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dampak dalam proses pembelajaran seperti meningkatnya partisipasi peserta didik, variasi ide dalam menulis teks anekdot, dan orisinalitas tulisan teks anekdot menjadi lebih baik melalui penerapan model Problem Based Learning berbantuan Dart Board. Walau Problem Based Learning dengan media Dart Board menunjukkan trend positif, data penelitian ini juga menunjukkan hasil yang negatif dalam hal proses pembelajaran seperti waktu pembelajaran yang cukup lama. Implikasi dari penelitian ini adalah implementasi Problem Based Learning dengan media Dart Board perlu lebih diperhatikan aspek penggunaan waktu serta ruang kelas yang luas agar hasil yang dicapai bisa lebih berdampak. Temuan ini mendukung penerapan strategi pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kreativitas dalam menulis
THE EFFECTIVENESS OF THINK PAIR SHARE (TPS) TECHNIQUE TO IMPROVE READING COMPREHENSION OF DESCRIPTIVE TEXT FOR THE SEVENTH GRADERS OF SMP NEGERI NUNPO
This research aimed to determine the significant effect of using the Think Pair Share (TPS) technique to improve reading comprehension of descriptive texts for seventh-graders of SMP Negeri Nunpo. This research was pre-experimental. The population of this study was the seventh-grader students of class at SMP Negeri Nunpo, with a total of 53 students. Through cluster random sampling, 25 students were taken as samples. The research instrument was a reading comprehension test for descriptive texts consisting of 25 multiple-choice items. The researcher applied the TPS technique for two meetings. The researcher analyzed students' pre-test and post-test scores on descriptive texts, which consisted of main idea questions, stated detail questions, vocabulary in context questions, reference questions, and purpose questions. The results of this study showed that there was a significant difference between the average pre-test score of 51.04 and the average post-test score of 80.64. Based on the above results, the researcher concludes that the use of the TPS technique significantly improved reading comprehension of descriptive texts for seventh-grader students of class A at SMP Negeri Nunpo