Portal Jurnal Universitas Serang Raya
Not a member yet
3166 research outputs found
Sort by
Evolutionary Study of Bureaucracy Research From 2014 to 2024
The aim of this study was to analyse the bibliographic characteristics and content of articles on Bureaucracy published in journals indexed by Scopus written by researchers from throughout the world. We conducted a bibliometric and content analysis of publication in the Scopus database. We only retrieved articles written in English. We conducted content analysis using the VOSviewer software and visualized the co-occurrence of keywords and bibliographic coupling of sources and countries. Following the study protocol, we found 1910 articles on Bureaucracy over the past 10 years. The most productive journal that published these articles was Research Handbook On Street Level Bureaucracy The Ground Floor Of Government In Context (n=26). The post productive country were United States (n=515). Based on cititations, The most influential document was Policy Implementation, Street-level Bureaucracy, and the Importance of Discretion with 316 citations. The keywords of research on Bureaucracy formed 6 clusters (e.g Bureaucracy, Human, Humans). From a global perspective, Bureaucracy research in the past one decades has increased significantly.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik bibliografi dan konten artikel tentang Birokrasi yang diterbitkan dalam jurnal yang diindeks oleh Scopus yang ditulis oleh peneliti dari seluruh dunia. Kami melakukan analisis bibliometrik dan konten publikasi dalam basis data Scopus. Kami hanya mengambil artikel yang ditulis dalam bahasa Inggris. Kami melakukan analisis konten menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan memvisualisasikan kemunculan bersama kata kunci dan penggabungan bibliografi sumber dan negara. Mengikuti protokol penelitian, kami menemukan 1910 artikel tentang Birokrasi selama 10 tahun terakhir. Jurnal paling produktif yang menerbitkan artikel-artikel ini adalah Research Handbook On Street Level Bureaucracy The Ground Floor Of Government In Context (n=26). Negara pasca produktif adalah Amerika Serikat (n=515). Berdasarkan kutipan, dokumen yang paling berpengaruh adalah Implementasi Kebijakan, Birokrasi Tingkat Jalanan, dan Pentingnya Kebijaksanaan dengan 316 kutipan. Kata kunci penelitian tentang Birokrasi membentuk 6 klaster (misalnya Birokrasi, Manusia, Manusia). Dari perspektif global, penelitian Birokrasi dalam satu dekade terakhir telah meningkat secara signifikan
Critical Discourse Analysis of Teun A. Van Dijk\u27s model on @gerindra\u27s TikTok Content in Gaining Gen Z Votes for Prabowo Subianto in the 2024 Election
This study aims to outline a critical discourse analysis of ten TikTok contents from @gerindra related to Prabowo Subianto in their efforts to capture Gen Z votes. The high usage of TikTok among Gen Z and its significant role in the 2024 elections, with voting proportions reaching 23%, has substantial implications. This research analyzes the interconnection of discourse and the role of TikTok in the effort to attract Gen Z votes. The study employs Teun A. Van Dijk\u27s critical discourse analysis model, which includes text structure, social cognition, and social context. Data is collected through interviews and categorized based on the research subjects\u27 statements. The subjects reported that in the 2024 elections, Gerindra must adapt to social media trends, particularly TikTok, in order to gain Gen Z support for Prabowo Subianto. This adaptation involves using a "serious yet relaxed" political communication style in their brief, light, and straightforward content. The study finds that Gerindra creates such content to present Prabowo as more humanistic, contrasting with his previously known strict and rigid image
Formulating purchasing strategies with kraljic portfolio matrix: A case study in an investment management company
Procurement is important in a company because it will directly affect how much a company can reduce costs. One of the activities in the procurement process is purchasing. PT XYZ has never conducted a supplier analysis or analysis of items purchased from suppliers. PT XYZ only purchases items daily; if managed properly, it can save the company\u27s expenses and improve supplier relationships. This study aims to formulate purchasing strategies by implementing the Kraljic Portfolio Matrix (KPM). KPM has been widely applied to various cross-sectoral companies to manage suppliers more effectively. KPM divides items provided by suppliers into four quadrants based on supply risk and profit impact to minimize supply risk and maximize purchase profit. Thirty-five sup-pliers were analyzed in this study. The result shows that of the four KPM quadrants, three quadrants are filled, namely the non-critical quadrant (containing 12 suppliers), bottleneck (14), strategic (9), and none of the suppliers located in the leverage quadrant. Purchasing strategies based on these three quadrants are then formulated, and a total of seven strategies are produced. An analysis of the dominance of buyers and suppliers is also given to find out the relationship and balance of power between these parties
Optimalisasi Teknologi Pencatatan Keuangan UMKM Kemplang Cap Siger
UMKM memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, namun sering kali menghadapi tantangan dalam hal pencatatan keuangan yang akurat dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan teknologi, khususnya aplikasi pencatatan keuangan, dalam optimalisasi pengelolaan keuangan pada UMKM Kemplang Cap Siger di Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara dengan pemilik UMKM terkait kebutuhan dan kesulitan dalam pengelolaan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi berbasis aplikasi dapat meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, mengurangi kesalahan, dan memberikan data yang lebih terstruktur untuk analisis keuangan. Implementasi aplikasi juga mempercepat proses evaluasi kinerja keuangan dan mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan pencatatan keuangan dan meningkatkan kinerja UMKM secara keseluruha
Pengembangan Potensi Masyarakat Dalam Peningkatan Produktivitas Lahan di Wilayah Rawan Bencana Hidrometeorologi
Degradasi lahan yang berakibat rendahnya produktivitas lahan merupakan masalah serius di Desa Tuva Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Salah satu masalah yang serius yang perlu ditangani adalah meminimalisir tingkat kerusakan tanah pada bagian atas topsoil nutrisi tanah dan erosi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah pendidikan dan pelatihan/bimbingan teknis peningkatan produktivitas lahan melalui aplikasi biochar, pembuatan tanaman berupa pengembangann agroforestri. Metode pelaksanaan menggunakan metode pendidikan dan pelatihan bersifat partisipatif atau educational and participatory approach. Proses penyuluhan/pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan Focus Group Discussion dan Participatory Rural Appraisal. Pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan gelar teknologi ini adalah pendekatan learning by doing melalui demonstrasi plot, dimana petani dilibatkan secara langsung, sehingga terjadi pembelajaran secara langsung di lahan petani. Metode ini akan memposisikan masyarakat sasaran, sebagai mitra dalam hal penerima pengetahuan, pemahaman dan keterampilan, dimana mereka akan terlibat dari awal sampai berakhirnya kegiatan Pengabdian termasuk evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan telah terlaksana: (1) aplikasi demplot pembuatan biochar, pupuk kompos fermentasi dan kompos konvensional; (2) aplikasi demplot pembuatan tanaman melalui sistem agroforestri. Kerjasama antara lembaga atau institusi lain sebagai mitra dalam pelaksanaan program penerapan pengabdian diperlukan untuk keberlanjutan program yang sudah ad
Edukasi Perencanaan Keuangan, Pengelolaan Emosi, dan Pencegahan Stunting Sebagai Optimalisasi Kesiapan Menikah Bagi Remaja Akhir
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki peran penting dalam menghasilkan generasi yang unggul. Calon generasi yang unggul akan lahir dari keluarga melalui sebuah pernikahan. Remaja akhir sebagai usia transisi perlu memiliki kesadaran, pengetahuan dan persiapan menjelang masa dewasa, salah satunya adalah kesiapan menikah. Hal ini tentu sangat diperlukan untuk menanggulangi isu pereraian yang kian hari kian meningkat. Alasan terbesar perceraian yang dihimpun dari data KUA Kota Bogor yaitu dikarenakan pertengkaran terus menerus yang terjadi antara suami – istri dan masalah finansial. Maka dari itu, kesiapan menikah dapat dilakukan dengan pemberian edukasi. Metode pemberian edukasi juga perlu diperhatikan agar sesuai dengan karakteristik dari peserta. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja akhir di Kelurahan Sempur terkait kesiapan menikah dengan materi perencanaan keuangan, pengelolaan emosi, dan pencegahan stunting. Hal ini diharapkan terjadinya peningkatan pemahaman yang berdampak pada terbentuknya kualitas remaja akhir untuk membangun keluarga yang sejahter
Perancangan Pemasangan Penerangan Jalan Umum Bagi Masyarakat Desa Cikalong Wetan Bandung Barat
Perancangan pemasangan penerangan jalan umum di Desa Cikalong Wetan, Bandung Barat, bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan infrastruktur penerangan yang efisien dan berkelanjutan. Kegiatan ini meliputi analisis kebutuhan penerangan berdasarkan kondisi lokal, desain instalasi dengan pendekatan teknologi hemat energi, dan simulasi untuk memverifikasi efisiensi serta keandalan sistem. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan dalam perencanaan dan pemasangan guna meningkatkan pemahaman teknis serta rasa kepemilikan terhadap fasilitas yang dibangun. Evaluasi hasil menunjukkan respons positif dari masyarakat, yang merasakan manfaat langsung berupa peningkatan visibilitas jalan dan penurunan risiko kecelakaan. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan infrastruktur dan kualitas hidup masyarakat di Desa Cikalong Wetan
Pengembangan E-LKPD Menggunakan Liveworksheets Berbasis Pendekatan Matematika Realistik untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis: Development Of E-LKPD Using Liveworksheets Based on Realistic Mathematics Approach to Improve Students\u27 Mathematical Understanding Abilities
Abstrak
Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kevalidan, kepraktisan, dan efektivitas, serta (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa dengan menerapkan E-LKPD menggunakan Liveworksheets berbasis Pendekatan Matematika Realistik. Metode yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Prayatna Medan, serta objek penelitian ini adalah E-LKPD menggunakan Liveworksheets berbasis Pendekatan Matematika Realistik untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif berdasarkan (a) tercapainya ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 94,1%, (b) rerata ketuntasan belajar individual sebesar 85,29, dan (c) respon positif murid senilai 94,71%, serta (4) mampu meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa dengan peningkatan rerata pretest sebesar 48,32 dan posttest sebesar 85,29, dan N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 0,73 yang termasuk kategori tinggi.
Kata kunci: E-LKPD, Kemampuan Pemahaman Matematis, Liveworksheets, Pendekatan Matematika Realistik.
Abstract
This research aims to (1) describe validity, practicality and effectiveness, and (2) describe increasing students\u27 mathematical understanding abilities by implementing E-LKPD using Liveworksheets based on a Realistic Mathematics Approach. The method used is the ADDIE development model. The subjects of this research were students in class VIII-1 SMP Praayatna Medan, and the object of this research was E-LKPD using Liveworksheets based on a Realistic Mathematics Approach to improve students\u27 mathematical understanding abilities. The instruments used are questionnaires and tests. The results of the research show that the E-LKPD developed is valid, practical, and effective based on (a) the achievement of classical student learning completeness of 94.1%, (b) the average individual learning completeness of 85.29, and (c) positive student responses worth 94.71%, and (4) was able to improve students\u27 mathematical understanding abilities with an increase in the pretest average of 48.32 and posttest of 85.29, and N-Gain showed an increase of 0.73 which is in the high category.
Keywords: E-LKPD, Liveworksheets, Mathematical Understanding Ability, Realistic Mathematics Approac
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan dalam Memecahkan Masalah Matematika: Analysis of Creative Thinking Skills of Students in Class VIII SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan in Solving Math Problems
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan dalam memecahkan masalah matematika dan faktor-faktor penyebab kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas VIII dengan jumlah 26 orang siswa Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan dalam memecahkan masalah matematika cukup kreatif dimana rata-rata nilai 51,3 dan jumlah siswa 26 orang. Faktor- faktor penyebab kemampuan berpikir kreatif siswa Kemampuan berpikir kreatif berkategori kurang disebabkan karena Siswa tidak memiliki minat, kesungguhan dan rasa ingin tahu dalam belajar matematika sehingga mengalami kebingungan dalam menentukan rumus yang akan digunakan, Siswa tidak paham pelajaran ketika guru menjelaskan dan Siswa tidak berani bertanya kepada guru. Kemampuan berpikir kreatif berkategori cukup disebabkan karena Siswa tidak terbiasa berlatih mengerjakan dan menjawab soal-soal dan Siswa cenderung masih menghafalkan atau meniru apa yang diberikan oleh guru, sehingga hal tersebut membuat siswa belum tampak berpikir orisinil dalam menyelesaikan suatu masalah. Kemampuan berpikir kreatif berkategori kreatif disebabkan karena adanya usaha siswa dalam memecahkan suatu masalah, Siswa berlatih mengerjakan soal-soal matematika dan adanya rasa kepercayaan diri siswa. Kemampuan berpikir kreatif berkategori sangat kreatif disebabkan karena siswa memiliki minat dalam belajar, Siswa sering berlatih mengerjakan soal-soal khususnya matematika dan Siswa berani bertanya kepada guru tentang soal yang tidak jelas. Penelitian ini menyarankan agar penelitian selanjutnya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui latihan soal-soal sehingga siswa terbiasa menjawab soal- soal.
Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Memecahkan Masalah
Abstract
This study aims to determine the creative thinking ability of 8th grade students of SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan in solving math problems and the factors that cause students\u27 creative thinking ability. This type of research is descriptive qualitative research. The subjects in this study were class VIII with a total of 26 students. Based on the results of the study, it shows that the creative thinking ability of students in class VIII of SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan in solving math problems is quite creative where the average score is 51.3 and the number of students is 26 people. The factors that cause students\u27 creative thinking abilities The ability to think creatively is categorized as less because students do not have interest, seriousness and curiosity in learning mathematics so that they experience confusion in determining the formula to be used, students do not understand the lesson when the teacher explains and students do not dare to ask the teacher. The ability to think creatively in the sufficient category is because students are not accustomed to practicing working and answering problems and students tend to memorize or imitate what is given by the teacher, so that this makes students not appear to think original in solving a problem. Creative thinking ability in the creative category is due to students\u27 efforts in solving a problem, students practicing working on math problems and students\u27 self-confidence. Creative thinking ability in the very creative category is due to students having an interest in learning, students often practice working on problems, especially mathematics and students dare to ask the teacher about problems that are not clear. This study suggests that further research should improve students\u27 creative thinking skills through practicing problems so that students are accustomed to answering questions.
Keywords: Students\u27 Creative Thinking Ability, Solving Problem
Pengaruh Etika, Komunikasi dan Lingkungan Terhadap Kinerja Pegawai di Biro Layanan Pengadaan Secara Elektronik Provinsi Banten
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh etika kerja, komunikasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja pegawai, sedangkan variabel independennya meliputi etika kerja, komunikasi, dan lingkungan kerja. Analisis regresi linier digunakan untuk mengevaluasi data, dengan hasil menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai.Etika kerja memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien tidak terstandarisasi sebesar 0,410, nilai t sebesar 6,003, dan tingkat signifikansi p < 0,001. Komunikasi menunjukkan pengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai, dengan koefisien beta terstandarisasi sebesar 0,476, nilai t sebesar 5,731, dan tingkat signifikansi p < 0,001. Sementara itu, lingkungan kerja juga memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien tidak terstandarisasi sebesar 0,112, nilai t sebesar 2,685, dan tingkat signifikansi p = 0,011. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pada aspek etika kerja, komunikasi, dan lingkungan kerja dapat secara signifikan meningkatkan kinerja pegawai. Komunikasi memiliki pengaruh terbesar dibandingkan variabel lainnya, menegaskan pentingnya komunikasi yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi untuk memprioritaskan pengembangan strategi yang mendukung ketiga aspek tersebut guna meningkatkan kinerja pegawai secara menyeluruh