Portal Jurnal Universitas Serang Raya
Not a member yet
3166 research outputs found
Sort by
A PELATIHAN PEMANFAATAN SISTEM KLASIFIKASI KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA DINI DI TKS BHAKTI 5 BAROS
Usia dini adalah masa keemasan yang hanya terjadi sekali dalam perkembangan manusia. Anak pun mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik sesuai dengan proses perkembangannya agar dapat memaksimalkan kemampuan dalam dirinya. Adapun kemampuan yang perlu dikembangkan dalam diri anak salah satunya adalah dalam hal bahasa. Kemampuan bahasa yang dibutuhkan pada masa ini adalah kemampuan membaca permulaan. Membaca permulaan salah satunya adalah bagaimana anak usia dini dapat memahami huruf sebagai dasar anak dalam proses membaca. Pada dasarnya dalam mengenal huruf terdapat perbedaan pada setiap anak dalam menguasainya, yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya tingkat kemampuan membaca permulan pada anak. Dalam era digital saat ini, tidak tepatnya sasaran pemanfaatan gadget yang digunakan anak-anak seperti mendapatkan informasi yang hanyalah berhubungan dengan bermain dan tidak memberikan pemahaman pembelajaran pada anak seperti membaca. Tingkat kemampuan membaca permulan pada anak usia dini di TKS BHAKTI 5 perlu kiranya untuk dievaluasi. Akan tetapi banyaknya aspek yang dinilai, menyebabkan Guru mengalami kesulitan dalam penyampaiannya kepada Wali Siswa, terutama pada aspek-aspek nilai tertentu, selain itu juga Guru merasa kurang yakin akan objektivitas hasil yang disampaikan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan tentang pemanfataan Sistem Klasifikasi kemampuan membaca permulaan Anak Usia Dini yang disampaikan kepada Guru dan Wali Siswa di TKS Bhakti 5 Kecamatan Baros Serang. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan Guru mudah dalam menyampaikan kepada Wali siswa mengenai hasil perkembangan membaca beserta pengklasifikasian kemampuan membaca siswa sehingga meningkatkan keyakinan.
Kata Kunci: Pelatihan; Sistem Klasifikasi C4.5, Kemampuan Membaca; Usia Din
PENDAMPINGAN PEMBUATAN NOMOR INDUK BERUSAHA BAGI PELAKU UMKM DI KELURAHAN TERUMBU
Abstrak
Salah satu upaya penting yang harus dilakukan oleh pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dalam mengembangkan usahanya adalah dengan adanya legalitas atas usahanya tersebut. NIB atau Nomor Induk Berusaha merupakan nomor identitas berusaha yang menjadi dasar dalam pengakuan atas legalitas suatu produk UMKM. Kurangnya pemahaman atas pembuatan NIB pada pelaku UMKM di Kelurahan Terumbu menjadi faktor belum adanya legalitas bagi produk-produk UMKM yang ada. Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM dalam pembuatan legalitas usaha berupa pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara online. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari pelaksanaan observasi, penyuluhan dan pendampingan pembuatan NIB. Hasil pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat membantu dalam pengakuan legalitas usaha bagi pelaku uMKM di Kelurahan Terumbu.
Kata Kunci: NIB; Pendampingan; UMKM
Abstract
One of the important efforts that must be made by micro, small and medium enterprises in developing their business is business legality. NIB or Business Identification Number is a business identity number that is the basis for recognising the legality of an UMKM product. The lack of understanding of making NIB for UMKM players in Terumbu Village is one of the factors for the absence of legality for existing UMKM products. The objective to be achieved in the implementation of this service activity is to provide assistance for UMKM actors in making business legality in the form of applying for a Business Identification Number (NIB) online. The method of implementing activities consists of conducting observations, counselling and assisting in making NIB. The results of the implementation of the activity are expected to help in the recognition of business legality for UMKM actors in Terumbu Village.
Keywords: NIB; Mentoring; UMK
CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA PENGELOLAAN DATA TRANSAKSI PRODUK USAHA MIKRO KECIL DAN MENEGAH (UMKM)
Penelitian ini akan mengeksplorasi penerapan Customer Relationship Management (CRM) dalam konteks pengelolaan data transaksi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya pada BUMDES Cikande Permai. Fokus utama adalah mengintegrasikan konsep CRM untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan transaksi UMKM. Pembahasan pada penelitian ini mencakup aspek-aspek kunci seperti penerapan CRM, pengelolaan data transaksi, dan inovasi teknologi. Penelitian ini membahas bagaimana integrasi teknologi informasi dalam bentuk e-commerce dan konsep CRM dapat memberikan nilai tambah dalam memahami kebutuhan pelanggan, meningkatkan hubungan pelanggan, dan mengoptimalkan operasional UMKM. Selain itu, jurnal ini membahas tantangan dan peluang yang muncul dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika UMKM. Hasilnya memberikan wawasan mendalam dalam menerapkan inovasi teknologi dan strategi CRM untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM
Supeltas dalam Tinjauan Asas Kepastian Hukum
Volunteer traffic controllers (Supeltas) continue to increment along with the increase in traffic flow. Their existence has a two-sided assessment, some welcoming their presence and others rejecting it. Departing from the opinion or information that supeltas have an explication legal basis in the traffic and transportation regulation, the researcher tries to analyze deeper. How is the legal framework of supeltas and how is the position of supeltas in terms of the principle of legal certainty. The purpose of this research is first, to see and describe the position of supeltas in terms of the principle of legal certainty. Second, as material for further research that focuses on the issue of traffic order in legal science perspective. This research uses descriptive analytical with normative juridical research, with a research approach used statue approach and library approach. The kind of data used is secondary consisting of primary legal materials such as regulations and undang-undang, secondary legal materials law like books, scientific journals of law, other scientific journals and tertiary materials such as websites, electronic mass media news, legal and general encyclopedias, language dictionaries. The results showed that the rules of supeltas has not fulfilled the principles of legal certainty and defined authority and has not fulfilled the elements of legal protection for all parties including the traffic control volunteers themselves
The Responsibilities of Business Actors and The Legal Implications of Minors Purchasing Online Mobile Game Credits
Children’s interactions and lifestyles worldwide have greatly benefited from the expansion of the internet gaming sector. However, the practice of minors purchasing and reselling online game certificates has prompted concerns about the accountability of corporate operators and potential legal repercussions. In the context of minors purchasing online game vouchers, this study investigates the responsibilities of commercial actors and the legal implications. This research methodology uses a normative legal approach to gather data from the literature, relevant judicial judgments, statutes, and regulations. This analysis aims to comprehend corporate actors\u27 accountability, legal ramifications, and parents\u27 function in this type of transaction. The findings demonstrated that business actors who offer online game vouchers have a duty to uphold the legitimacy of transactions. Businesses have a responsibility to make sure that such transactions adhere to ethical and legal standards, even though many laws forbid minors from engaging in transactions without their parent\u27s permission. The legal ramifications of minors purchasing and selling online game vouchers may include possible violations of consumer rights, the protection of personal data, and provisions of contracts that may be void owing to age restrictions. Monitoring and limiting their children\u27s access to these kinds of transactions is a crucial responsibility for parents. Collaboration between commercial actors, the government, and parents is required to maintain the integrity and protection of children in online game voucher purchasing and selling operations
Penilaian Proses Produksi dan Ergonomi dengan Penerapan Mesin Pencuci Peragi Kedelai
Proses pencucian dan peragian kedelai merupakan salah satu operasi yang merepresentasikan perlu adanya perbaikan karena beresiko menimbulkan masalah ergonomi yaitu cedera akibat postur kerja yang tidak optimal. Hal ini dikarenakan aktivitas operasi produksi sebagian besar dilakukan tanpa menggunakan alat bantu dan melakukan gerakan secara repetitif sehingga menambah parameter waktu pemrosesan dan masuk dalam pemborosan. Untuk mengevaluasi kondisi proses kerja ini, diperlukan pendekatan yang menggabungkan penilaian proses produksi dan ergonomi terhadap beban kerja fisik. Kuesioner Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk mengetahui prevalensi cedera MSDs yang dialami dan memberikan informasi kondisi beban kerja yang tidak menguntungkan. Temuan menunjukan bahwa daerah yang paling sering terkena dampak adalah kaki, punggung, dan tangan. Selanjutnya, pengukuran sistem REBA assessment digunakan untuk menganalisis dan mengkategorikan urgensi kedalam empat tingkat perbaikan. Mesin pencuci peragi kedelai dikembangkan dan diteliti untuk meningkatkan produktivitas pekerja pada proses pencucian dan peragian kedelai. Peninjauan eksperimental dilaku¬kan dengan mengkombinasikan analisis efektifitas, kenyamanan dan efisiensi mesin pencuci peragi kedelai. Eksperimental dilakukan di UD.Tempe 85 dengan bahan uji berasal dari mitra. Pengambilan data penelitian efektifitas - efisiensi dilakukan sebanyak 4-5 replikasi dengan mengkomparasikan metode proses manual dan mesin pencuci peragi kedelai. Hasil penelitian menunjukan bahwa mesin pencuci peragi kedelai jauh lebih cepat daripada metode manual dalam mencuci maupun meragi kedelai dengan kapasitas 2x lipat dibanding hanya 30 kg/jam proses manual. Analisis kenyamanan REBA menunjukan level 1 sangat rendah terkena cedera dengan skor REBA 3 sedangkan metode pencucian peragian manual termasuk dalam level 4 memerlukan penerapan perubahan dengan skor REBA 11. Kelayakan penerapan mesin pencuci peragi kedelai ini direkomendasikan karena menekankan pentingnya risiko rendah dan produktivitas dalam penggunaannya
Collaborative Strategies for Managing Mangrove Ecotourism: Raising Awareness and Stakeholder Participation in Sustainable Tourism
The purpose of this research is to identify and develop collaborative strategies in managing mangrove ecotourism with a focus on increasing awareness and stakeholder participation in sustainable tourism. This research aims to explore ways to increase community awareness and stakeholder involvement in sustainable mangrove ecotourism management efforts.This research uses a qualitative approach with an explanatory case study method, because this research investigates and describes the complexity in the context of stakeholder involvement in the development of edu-ecotourism in Lembur Mangrove Patikang, Pandeglang. Data collection techniques used in-depth interviews, document study and observation. Data collection techniques used in-depth interviews, document study and observation. The Edu-Ecotourism Mangrove program in Patikang Mangrove Valley, run by PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, is a sustainable initiative involving various stakeholders, including companies, governments, academic institutions, media, and local communities. The program aims to integrate education, environmental conservation, and sustainable tourism in mangrove forest preservation, building environmental awareness, increasing stakeholder participation, and empowering local communities in ecotourism management. It emphasizes economic, social, and environmental sustainability, demonstrating a commitment to holistic engagement.This study has several limitations of results due an interpretation, and limited stakeholder engagement. future research can improve the validity, reliability, and relevance of the recommendations
Literasi Digital Melalui Edukasi Keluarga Tentang Bahaya Penggunaan Gadget Bagi Anak
Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pendampungan edukasi keluarga yang berkaitan dengan penggunaan gadget pada anak-anak. Di Indonesia, teknologi sudah menjadi salah satu kebutuhan. Tidak hanya bagi orang dewasa, teknologi sudah merambah di kalangan anak-anak, terutama gadget. Seperti yang ketahui bahwa gadget seperti sebilah mata pisau yang memiliki dua sisi. Di satu sisi, gadget memberikan manfaat yang cukup banyak, sedangkan disisi lainnya gadget dapat memberikan dampak yang cukup bahaya bagi anak-anak, terutama yang berada diusia balita. Hal ini akan berpengaruh besar terhadap tahap perkembangan anak, terutama yang berkaitan dengan kepribadian anak. Berdasarkan gambaran permasalahan diatas, maka dapat dilihat pentingnya peran orangtua dalam perkembangan tumbuh kembang anak, terutama berkaitan dengan penggunaan gadget. Oleh karena itu perlu dilakukan pemahaman mengenai strategi orangtua dalam membatasi penggunaan gadget bagi anak, sehingga diperlukan edukasi keluarga mengenai permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode sosialisasi yang dilakukan secara interakti
Strategi Penerapan Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah Menggunakan Metode AHP di Pondok Pesantren
Sampah meningkat setiap hari di Indonesia, sehingga peningkatan sampah sebanding dengan pertumbuhan eksponensial penduduk. Pada tahun 2020 akumulasi sampah harian 24,790 juta ton, dengan populasi Jawa Barat mencapai 49,9 juta orang. Hanya 10-15% sampah plastik yang berhasil didaur ulang, 60-70% sisanya ditimbun, dan 15-30% masih belum terkelola. Untuk menjaga lingkungan pesantren tetap sehat, pemerintah melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup bertanggung jawab untuk mengawasi pengelolaan sampah pondok pesantren. untuk menjaga lingkungan pondok pesantren tetap sehat. Prinsip 5R yaitu reduce, reuse, recycle, replace, dan repair, yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk pengelolaan sampah, dengan konsep zero waste. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi eksisting dan menentukan strategi yang paling efektif untuk proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan limbah padat pondok pesantren. Penentuan strategi tersebut menggunakan metode MFA dan AHP. Menurut hasil analisis MFA, sampah tahunan sekitar 22,93 ton berasal dari kamar santri, rumah ustadz, taman, dan dapur. Mulai dari sampah makanan, yang biasanya digunakan untuk pakan ikan, dan jika, sampah sudah tercampur biasanya dibakar langsung, untuk sampah anorganik diberikan kepada pengepul. Selanjutnya hasil dari kondisi sampah saat ini di Pondok Pesantren ABC akan dianalisis menggunakan AHP. Tujuannya adalah untuk menentukan strategi pengelolaan limbah padat yang paling cocok untuk strategi ekonomi sirkular. Hasil menunjukkan bahwa strategi pengelolaan sampah memiliki kriteria tertinggi, repair, dengan nilai bobot 0,330, sub kriteria tertinggi, perbaikan barang yang rusak, dengan nilai bobot 0,465, dan kriteria alternatif tertinggi, menyediakan sarana pengumpulan sampah sesuai kriteria dengan bobot nilai 0.420. Untuk mempermudah pengolahan dan pemilahan sampah , Strategi Pondok Pesantren ABC dapat menawarkan sarana pengumpulan sampah yang sesuai dengan kebutuhan pondok pesantren
Economic production quantity model involving repair, waste disposal, electricity tariff, and emissions tax
This research aims to develop a new model for a comprehensive Economic Production Quantity (EPQ) by considering repair processes, waste disposal, electricity tariffs, and emission taxes to optimize inventory management decisions in two shops. The first shop is responsible for providing new manufacturing and remanufacturing products required by the second shop, which focuses on inventorying finished products to meet demand. The main objective of the proposed Model is to minimize total cost. The Model is formulated as Integer Non-Linear Programming (INLP) to represent the complexity of production and inventory decisions. This study applies a Genetic Algorithm (GA) approach run using Microsoft Excel software with the Solver feature To optimize the solution of the proposed Model. Sensitivity analysis shows that while increases in electricity tariffs and emissions taxes significantly increase the total costs incurred by firms, these factors do not directly reduce total energy consumption or carbon emissions. Instead, increased costs generally result in smaller optimal production batch sizes, which does not necessarily translate into reduced energy use, as operational energy requirements remain constant. Our findings emphasize the delicate balance between cost components and energy use, highlighting that increased electricity costs and emissions do not directly lead to overall cost savings or improved energy efficiency