Portal Jurnal Universitas Serang Raya
Not a member yet
3166 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN APLIKASI QGIS UNTUK PEMETAAN TOKO OBAT HAMA
Bogor adalah sebuah wilayah di Indonesia yang memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, tanaman pertanian dapat diserang oleh hama dan penyakit dengan mudah, oleh karena itu penting untuk mengendalikan serangan tersebut dengan cara yang tepat. Menggunakan obat hama tanaman merupakan salah satu metode efektif dalam mengatasi serangan hama dan penyakit pada tanaman. Agar petani dapat dengan mudah mendapatkan obat hama tanaman yang sesuai, perlu dilakukan pemetaan toko obat hama tanaman di Bogor. Pemetaan ini dapat dilakukan menggunakan aplikasi Quantum Geographic Information System (QGIS), perangkat lunak open source yang digunakan untuk pemetaan dan analisis spasial. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan aplikasi QGIS dalam pemetaan toko obat hama tanaman di Bogor. Data toko obat hama tanaman dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti internet, media sosial, dan wawancara langsung dengan petani. Selanjutnya, data tersebut diproses dan dianalisis menggunakan aplikasi QGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 toko obat hama talas di Bogor, dengan Kabupaten Bogor memiliki toko obat hama tanaman terbanyak. Aplikasi QGIS memungkinkan petani untuk mengakses peta toko obat hama tanaman secara online dengan mudah. Hal ini memudahkan petani dalam mendapatkan obat hama yang tepat.
Kata kunci : QGIS, Pemetaan, Pertanian, Hama, Tala
IMPLEMENTASI ALGORITMA CNN MOBILENET UNTUK KLASIFIKASI GAMBAR SAMPAH DI BANK SAMPAH
Waste is a global problem that must be resolved so that the environment is well maintained, especially in developing countries such as Indonesia. A good understanding of waste will have an impact on optimal waste management. Waste banks are one way out in waste management so that what was originally useless becomes marketable. In its implementation, the waste bank must have data collection and transparency of customer waste data in real time. Technology is one of the main solutions to produce digital products that make it easier for people to access information accurately. By using the Convolutional Neural Network (CNN) algorithm, an image of image data can be predicted with good accuracy. Along with the development of technology today, various kinds of architectures are present, one of which is Mobilenet. This architecture has the ability to run machine learning models on mobile and IoT devices. Furthermore, the resulting model is quite good with an accuracy rate of 96% on Metal waste, 92% on Paper and Organic waste, 80% on Cardboard waste, 76% on Glass waste, and 72% on Plastic waste. The disadvantages that exist in this model when predicting with almost similar shapes and images that have many objects in them, the error will be greater so there is a possibility of error in predicting the results of the garbage image
Optimalisasi Manajemen Barang Tenggat Waktu dan Lelang pada Penggadaian Yapusa
Pegadaian Yapusa Bangil is a financial institution that provides pawn services to the public. Along with the development of technology and the demands of operational efficiency, the goods management and auction process at Pegadaian Yapusa is still carried out manually, which has the potential to cause errors, delays, and a lack of transparency. This research aims to design and develop an item management application that can control the entry and exit of goods and set deadlines for goods to be auctioned automatically. This application is designed to improve operational efficiency and reduce potential errors in managing goods at Pegadaian Yapusa. The main features of this app include accurate item recording and automatic notifications for items that are close to the deadline. The research methods used in development include interviews, observations, and literature studies to collect relevant data and information. The results of this study show that the application of goods management can help increase productivity and efficiency in the management of goods at Pegadaian Yapusa. In addition, this application also contributes to the development of theories and concepts in the fields of technology, business, and management. With this application, it is hoped that Pegadaian Yapusa can compete in the current digital era and provide better services to the community Pegadaian Yapusa Bangil merupakan lembaga keuangan yang menyediakan layanan jasa gadai kepada masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan efisiensi operasional, proses manajemen barang dan pelelangan di Pegadaian Yapusa masih dilakukan secara manual, yang berpotensi menimbulkan kesalahan, keterlambatan, dan kurangnya transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah aplikasi manajemen barang yang dapat mengontrol masuk dan keluar barang serta mengatur tenggat waktu barang yang akan dilelang secara otomatis.Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi potensi kesalahan dalam proses pengelolaan barang di Pegadaian Yapusa. Fitur utama dari aplikasi ini meliputi pencatatan barang yang akurat, notifikasi otomatis untuk barang yang mendekati tenggat waktu. Metode penelitian yang digunakan metode pengembangan meliputi wawancara, observasi, dan studi literatur untuk mengumpulkan data dan informasi yang relevan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi manajemen barang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengelolaan barang di Pegadaian Yapusa. Selain itu, aplikasi ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dan konsep di bidang teknologi , bisnis, dan manajemen. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan Pegadaian Yapusa dapat bersaing di era digital saat ini dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyaraka
Efektivitas Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di PUSKESMAS Kaduhejo Kabupaten Pandeglang
Terdapat 6 Puskesmas BLUD di Kabupaten Pandeglang, dari 6 Puskesmas tersebut hanya Puskesmas Kaduhejo yang mengalami penurunan pendapatan dan SPM dari tahun 2019 ke tahun 2022. Pendapatan Puskesmas Kaduhejo dari tahun 2019 ke tahun 2022 merupakan yang tertinggi pada tahun 2020 sebesar 93,62% dan terendah pada tahun 2022 sebesar 65,59%. Capaian SPM Puskesmas Kaduhejo terendah pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2022 adalah pelayanan kesehatan balita (26,46%) dan suspek TBC yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar (39,5%), sedangkan tertinggi adalah pelayanan kesehatan penderita gangguan jiwa (92,39 %), sedangkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan no. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, pencapaian SPM harus 100%. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas perubahan pola pengelolaan keuangan pada Badan Layanan Umum Daerah Puskesmas Kaduhejo belum maksimal karena masih ada hal-hal yang belum terpenuhi dan masih ada beberapa kegiatan yang belum terakomodir. dalam kuantitas.BLUD Puskesmas di Kabupaten Pandeglang berjumlah 6 Puskesmas, dari ke 6 Puskesmas tersebut hanya Puskesmas Kaduhejo yang pendapatan maupun SPM nya mengalami penurunan selama tahun 2019 sd 2022. Pendapatan Puskesmas Kaduhejo dari tahun 2019 sd 2022 tertinggi di tahun 2020 sebesar 93,62% dan yang terendah pada tahun 2022 sebesar 65,59%. Capaian SPM Puskesmas Kaduhejo dari tahun 2019 sd 2022 yang paling rendah adalah pelayanan kesehatan balita (26,46%) dan TBC tak terduga yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar (39,5%), sedangkan yang paling tinggi adalah pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa (92,39%), sedangkan berdasarkan Permenkes No. 4 tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan capaian SPM harus 100%. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektifitas Perubahan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Puskesmas Kaduhejo belum maksimal karena masih ada yang belum terpenuhi dan masih ada beberapa kegiatan yang belum terakomodir dalam kuantitas.
 
Fraud Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Dengan Penerapan E-Procurement Sebagai Variabel Moderasi
This study aims to analyze and obtain empirical evidence about the behavior of government procurement of goods and services fraud with intentions, attitudes, subjective norms, and behavioral control as predictor variables and e-procurement implementation as moderating variables. Respondents who became the object of this study were employees who were involved in the procurement of goods and services in a government agency. This research is a cross-sectional study by distributing data using a questionnaire. Questionnaires were returned and processed by as many as 478 respondents. Data analysis using the Structural Equation Model-Partial Least Squares (SEM-PLS. The results showed that statistically intention has a positive effect on procurement fraud, subjective norms, and perceived behavioral control have a positive effect on intention. Meanwhile, attitude does not positively affect intentions, and implementation of e-procurement does not weaken the relationship between intention and procurement fraudPenelitian ini bertujuan menganalisis dan memperoleh bukti empiris tentang perilaku Fraud Pengadaan Barang dan Jasa pemerintah dengan niat, sikap, norma subjektif, kontrol perilaku sebagai variabel prediktor dan penerapan e-procurement sebagai variabel moderasi. Responden yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah pegawai yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa di salah satu instansi pemerintah. Penelitian ini merupakan studi cross sectional dengan menyebarkan data menggunakan kuesioner. Kuesioner yang kembali dan diolah sebanyak 478 responden. Analisis data menggunakan Structural Equation Model-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik niat berpengaruh positif terhadap fraud pengadaan, norma subjektif dan kontrol perilaku yang dipersepsikan berpengaruh positif terhadap niat. Sementara itu, sikap tidak berpengaruh positif terhadap niat dan penerapan e-procurement tidak memperlemah hubungan antara niat dan fraud pengadaan
Persepsi Auditor Eksternal Atas Pengaruh Kemudahan dan Kegunaan Artificial Intelligence Terhadap Kualitas Audit
This study aims to investigate external auditors\u27 perception of the impact of artificial intelligence\u27s ease of use and usefulness on audit quality, while also examining the potential scepticism among external auditors towards the integration of artificial intelligence in the audit process. A quantitative approach is utilized to analyze the relationship between the variables. The research was conducted through questionnaires distributed via telegram and WhatsApp groups, email, and collaboration with IAPI. One hundred and eight valid responses were gathered from external auditors of Big Four KAP, internationally affiliated KAP - non big four, and national KAP.
Findings reveal that external auditors do not exhibit a sceptical attitude towards the usage of artificial intelligence in the audit process. The test results demonstrate that external auditors\u27 perceptions of the ease of using artificial intelligence aids in enhancing audit quality. Similarly, gauging external auditors\u27 perceived usefulness or benefits of artificial intelligence can also lead to improved audit quality. This study\u27s sample is limited to external auditors of financial statements at public accounting firms, and therefore the findings should not be extended to other types of auditors such as government or internal auditors.
This study offers external auditors a thorough comprehension of how artificial intelligence contributes to the audit process to improve audit quality. The necessity for external auditors to improve their technical skills arises due to the increased utilization of big data by businesses. Hence, universities must provide graduates with competence in not only accounting and auditing but also the latest technology.Penelitian ini bertujuan menguji persepsi auditor eksternal atas pengaruh kemudahan penggunaan artificial intelligence dan kegunaan artificial intelligence terhadap kualitas audit sekaligus mengidentifikasi kemungkinan adanya sikap skeptis auditor eksternal atas perkembangan penggunaan artificial intelligence dalam proses audit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam menganalisis hubungan antar variabel. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui group whatsapp dan telegram, email, dan bekerjasama dengan IAPI. Kemudian diperoleh 108 responden valid yang merupakan auditor eksternal dari KAP big four, KAP berafiliasi internasional – non big four, dan KAP nasional.
Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa auditor eksternal tidak memiliki sikap skeptis atas penggunaan artificial intelligence dalam proses audit. Hal ini terbukti dengan hasil pengujian yang menunjukkan bahwa persepsi auditor eksternal atas kemudahan penggunaan artificial intelligence memberikan kontribusi terhadap peningkatkan kualitas audit. Begitupun pengujian mengenai kegunaan atau manfaat artificial intelligence yang dipersepsikan oleh auditor eksternal mampu berkontribusi terhdap peningkatan kualitas audit. Sampel penelitian ini terbatas pada auditor eksternal laporan keuangan pada kantor akuntan publik sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasi pada jenis auditor lainnya, seperti auditor teknologi informasi, auditor pemerintah ataupun auditor internal.
Penelitian ini memberikan insight adanya kesadaran auditor eksternal akan kontribusi artificial intelligence selama proses audit untuk meningkatkan kualitas audit. Fakta ini berdampak pada perlunya auditor eksternal meningkatkan keahlian teknisnya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang sudah menggunakan big data. Selain itu, perguruan tinggi juga perlu mempersiapkan lulusan yang mempunyai kompetensi tidak hanya dalam bidang akuntansi dan auditing tapi juga penggunaan teknologi terkini
Pengaruh Implementasi Good Government Governance Pada Kualitas Pelayanan Publik (Studi Pada Pemerintah Daerah Di Indonesia)
This research aims to analyze the influence of governance implementation on the quality of public services. The research uses a quantitative research approach using secondary data from the 2022 regional government administration report. The results of the research show that of the 5 principles of good governance adopted from the principles issued by the KNKG, transparency, accountability, legal culture and equality and fairness have a significant effect and positive on the quality of public services at a significance level of 10%. Meanwhile, democratic principles do not have a significant effect on the quality of public services at a significance level of 10%. However, simultaneously good governance on the quality of public services shows a line coefficient of 0.813 with a p-value of 0.000. This means that good public governance has a significant and positive influence on the quality of public services at a significance level of 10%
Keywords: Good Government Governance, Quality of Public ServicesPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi government governance pada kualitas pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari laporan penyelenggaraan pemerintah daerah tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 prinsip good government governance yang diadopsi dari prinsip yang dikeluarkan oleh KNKG, transparansi, akuntabilitas, budaya hukum serta kesetaraan dan kewajaran berpengaruh secara signifikan dan positif pada kualitas pelayanan publik pada tingkat signifikansi 10%. Sedangkan prinsip demokrasi tidak berpengaruh signifikan pada kualitas pelayanan publik pada tingkat signifikansi 10%. Namun secara simultan, good government governance terhadap kualitas layanan publik menunjukkan koefisien jalur sebesar 0.813 dengan p-value sebesar 0.000. Ini berarti bahwa good public governance memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kualitas pelayanan publik pada tingkat signifikansi 10%.
Kata Kunci: Good Government Governance, Kualitas Pelayanan Publi
Perceived Organizational Support (POS) terhadap Work Engagement: Peran Mediasi Psychological Safety pada Karyawan PT. Bank Nagari Kantor Pusat
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji dan menganalisis: (1) pengaruh Perceived Organizational Support (POS) terhadap work engagement (2) pengaruh Perceived Organizational Support (POS) terhadap psychological safety (3) pengaruh psychological safety terhadap work engagement (4) pengaruh Perceived Organizational Support (POS) terhadap work engagement melalui psychological safety. Penelitian ini adalah penelitian kausal. Populasi dari penelitian adalah seluruh karyawan PT. Bank Nagari Kantor Pusat dengan jumlah 262 orang. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 158 orang karyawan yang diambil dengan menggunakan teknik cluster proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan Skala Likert. Teknik analisis yang digunakan melalui software SmartPLS 4. Hasil pengolahan data pada penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perceived Organizational Support (POS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement pada karyawan PT. Bank Nagari Kantor Pusat (2) Perceived Organizational Support (POS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap psychological safety pada karyawan PT. Bank Nagari Kantor Pusat. (3) psychological safety berpengaruh positf dan signifikan terhadap work engagement pada karyawan PT. Bank Nagari Kantor Pusat. (4) Perceived Organizational Support (POS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement pada karyawan PT. Bank Nagari Kantor Pusat.
Kata Kunci: Persepsi Dukungan Organisasi, Keterlibatan Kerja, Keamanan Psikologis
ABSTRACT
The purpose of this research is to examine and analyze: (1) the effect of Perceived Organizational Support (POS) on work engagement (2) the effect Of Perceived Organizational Support (POS) on psychological safety (3) the effect of psychological safety on work engagement (4) the effect of Perceived Organizational Support (POS) on work engagement through psychological safety. This research is causal research. The population of this study were all employees of PT. Bank Nagari Kantor Pusat with a total of 262 people. The number of samples used was 158 employees who were taken using cluster proportional random sampling technique. Data collection using a questionnaire with a Likert Scale. The analysis technique used through SmartPLS 4 software. The result of data processing in this study indicate that: (1) Perceived Organizational Support (POS) has a positive and significant effect on work engagement in employees of PT. Bank Nagari Pusat (2) Perceived Organizational Support (POS) has a positive and significant effect on psychological safety in employees of PT. Bank Nagari Kantor Pusat (3) psychological safety has a positive and significant effect on work engagement in employees of PT. Bank Nagari Kantor Pusat (4) Perceived Organizational Support (POS) has a positive and significant effect on work engagement through psychological safety in the employees of PT. Bank Nagari Kantor Pusat.
Keywords: Perceived Organizational Support (POS), Work Engagement, Psychological Safet
Pelatihan Pembuatan Busana Nasional Modifikasi Ready to Wear di Kabupaten Batu Bara
Perupuk merupakan desa di kecamatan Lima Puluh Pesisir, kabupaten Batu Bara. Kabupaten Batu Bara dikenal sebagai sentra industri songket Melayu Batu Bara di Sumatera Utara. Potensi industrI songket ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh mitra dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Pendapatan utama ibu-ibu di desa Perupuk adalah menenun dan menjahit. Namun, masalah yang dihadapi oleh mitra yaitu kurangnya kreatifitas dalam memanfaatkan tenunan songket Melayu Batu Bara menjadi busana nasional modifikasi ready to wear. Padahal, melalui industri fashion mitra dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan dapat memanfaatkan produk busana menjadi platform pengenalan bentuk warisan budaya melalui tenun songket Melayu Batu Bara. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yaitu memberikan pelatihan pembuatan busana nasional modifikasi ready to wear di desa Perupuk, kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kab. Batu Bara. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini yaitu penyuluhan, pelatihan dan evaluasi. Penyuluhan dilakukan dengan memberi edukasi pengetahuan konsep busana ready to wear. Pengetahuan mitra dalam menciptakan busana ready to wear menggunakan tenun songket Melayu Batu Bara meÂningÂkat secara signifikan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan mitra meningkat sebesar 81.6% kategori baik. Mitra mampu menganalisis konsep desain busana ready to wear, pembuatan pola, merubah pola sesuai desain, pengetahuan merancang bahan dan teknik menjahit busana. PKM ini diharapkan mampu membantu mitra dalam memanfaatkan potensi budaya daerah dan penguatan ekonomi masyarakat setempat serta memastikan produk busana ready to wear tetap mempertahankan identitas tenun songket Melayu Batu Bara. 
Pemberdayaan Kelompok Taruna Tani Desa Gentungan Mojogedang Karanganyar Melalui Kegiatan Ekonomi Produktif Pengolahan Pupuk Organik
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok Taruna Tani Desa Gentungan Kecamatan Mojogedang KarangÂanyar ini melalui kegiatan ekonomi produktif dalam bentuk pengolahan limbah ternak menjadi produk yang bernilai jual yaitu menjadi pupuk organik padat. Kegiatan ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan limbah ternak dan kurangnya pupuk organik serta dapat meningkatkan pendapatan kelompok Taruna Tani di Desa Gentungan. Bentuk kegiatan pengabdian ini adalah Program Kemitraan Masyarakat dengan menggunakan metode pemberdayaan kelompok, dengan 7 kegiatan yaitu: (1) sosialisasi kegiatan, (2) pembuatan tempat produksi, (3) fasilitasi sarana dan prasarana pembuatan pupuk, (4)produksi (pembuatan) pupuk organik, (5) pelatihan peningkatan kualitas pupuk dan sosialisasi SNI, (6) membuat desain merek dan kemasan pupuk, (7) evaluasi kegiatan. Kegiatan pemberdayaan kelompok Taruna Tani ini berhasil menginisiasi sebuah rintisan usaha pupuk organik dengan menyediakan tempat produksi pembuatan pupuk beserta sarana prasarana pembuatannya dan sebuah mesin pencacah pupuk, melakukan pendampingan produksi pupuk organik dan menguji kandungan kimia serta unsur haranya melalui uji laboratorium, mengemas pupuk organik dan memasarkannya di kalangan petani Desa Gentungan. Kegiatan pemberÂdayaan ini memberikan kebermanfaatan secara ekonomi bagi kelompok Taruna Tani Desa Gentungan.