Portal Jurnal Universitas Serang Raya
Not a member yet
3166 research outputs found
Sort by
Analisis Permasalahan Pekerja Migran Indonesia (Studi Pekerja Migran Indonesia Asal Indramayu)
Kabupaten Indramayu sebagai daerah dengan pengirim PMI terbanyak di Indonesia. Terdapat keyakinan bahwa PMI asal Indramayu lebih banyak tetapi mereka tidak terdata karena menjadi PMI Non-Prosedural. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni studi kepustakaan, data yang digunakan berasalkan dari berita online, laporan tahunan dan karya tulis ilmiah. Teknik analisa data yang digunakan terbagi menjadi empat, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Keimpulan dari artikel ini adalah terdapat dua permasalahan besar yang membayang-banyangi Pemkab Indramayu, yaitu penipuan lowongan kerja dan kekerasan di tempat kerja. Kesulitan akan dialami jikalau pekerja tersebut melalui skema PMI Non-Prosedural, sedangkan mayoritas pekerja yang bermasalah adalah PMI Non-Prosedural. Perlu adanya kerjasama dan koordinasi yang baik antara calon PMI, PMI, PemKab Indramayu dan P3MI untuk meminimalisir permasalahan terhadap PMI.Indramayu as the region with the most PMI senders in Indonesia. There is a belief that PMI from Indramayu are more numerous but they are not recorded because they are Non-Prosedural PMI. The research method used in this article is descriptive qualitative. The data collection method used is literature study, the data used comes from online news, annual reports and scientific papers. The data analysis techniques used are divided into four, namely data collection, data reduction, data presentation and data verification. The conclusion of this article is that there are two major problems that haunt the Indramayu Regency Government, namely job vacancy fraud and violence in the workplace. Difficulties will be experienced if the workers go through the Non-Prosedural PMI scheme, while the majority of workers who have problems are Non-Prosedural PMI. There needs to be good cooperation and coordination between prospective PMI, PMI, Government of Indramayu and P3MI to minimize problems with PMI
Determinants Of Carbon Emission Disclosure: The Role Of Industry Sensitivity, Media Exposure, And Environmental Performance
The purpose of this study is to determine and analyze the Effect of Industry Sensitivity, Media exposure, Environmental Performance and Profitability on Carbon Emission Disclosure. The research method used in this study is quantitative. The data for this study uses secondary data from companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The companies used are groups of consumer non-cyclical & Energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2022-2024. The sampling method in this study is purposive sampling. The data collected were 126 companies after statistical data analysis using eviews-12 software. Based on the test results, the industry sensitivity variable has a negative effect on carbon emission disclosure, the media exposure variable has a negative effect on carbon emission disclosure, the environmental performance variable has a positive effect on carbon emission disclosure, and the profitability variable has a negative effect on carbon emission disclosureKeywords: Industry Sensitivity, Media exposure, Environmental Performance, Profitability, Carbon Emission DisclosureTujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui dan menganalisis Pengaruh Sensitivitas Industri, Media exposure, Kinerja Lingkungan Dan Profitabilitas Terhadap Carbon Emission Disclosure. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek bodonesia (BEI). Adapun perusahaan yang digunakan adalah kelompok perusahaan sektor consumer non-cyclical & Energy yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2024. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Data yang terkumpul sebanyak 126 perusahaan setelah dilakukan analisis data statistik mnggunakan perangkat lunak eviews-12. Berdasarkati hasil pengujian, variabel sensitivitas industri berpengaruh negatif terahadap carbon emission disclosure, variabel media exposure berpengaruh negatif terahadap carbon emission disclosure, variabel kinerja lingkungan berpengaruh positif terahadap carbon emission disclosure, variabel profitabilitas berpengaruh negatif terhadap carbon emission disclosure.
Kata Kunci: Sensitivitas Industri, Media exposure, Kinerja Lingkungan, Profitabilitas, Pengungkapan Emisi Karbon
CSR, Ukuran Perusahaan, dan Kepemilikan Institusional: Implikasinya terhadap Tax Avoidance
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR), ukuran perusahaan, dan kepemilikan institusional terhadap penghindaran pajak pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan keberlanjutan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan kepemilikan institusional berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance, sedangkan CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan skala besar dan kepemilikan institusional yang tinggi cenderung memiliki tingkat kepatuhan pajak yang lebih baik. Sebaliknya, tanggung jawab sosial perusahaan tidak terbukti secara langsung memengaruhi praktik penghindaran pajak. Penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen dan pembuat kebijakan untuk memperkuat struktur tata kelola dan transparansi fiskal melalui peran aktif investor institusional dan pengawasan terhadap perusahaan besarPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR), ukuran perusahaan, dan kepemilikan institusional terhadap penghindaran pajak pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan keberlanjutan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan kepemilikan institusional berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance, sedangkan CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan skala besar dan kepemilikan institusional yang tinggi cenderung memiliki tingkat kepatuhan pajak yang lebih baik. Sebaliknya, tanggung jawab sosial perusahaan tidak terbukti secara langsung memengaruhi praktik penghindaran pajak. Penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen dan pembuat kebijakan untuk memperkuat struktur tata kelola dan transparansi fiskal melalui peran aktif investor institusional dan pengawasan terhadap perusahaan besar
THE ROLE OF HUMAN RESOURCE MANAGEMENT IN BUILDING A SUSTAINABLE AND COMPETITIVE ORGANIZATION
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) memainkan peran yang krusial dalam membangun organisasi yang berkelanjutan dan kompetitif. Dalam konteks organisasi modern yang menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan pasar yang cepat, kemampuan untuk mempertahankan daya saing dan keberlanjutan sangat bergantung pada pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi MSDM dalam menciptakan organisasi yang mampu beradaptasi dengan dinamika lingkungan eksternal dan internal, serta meningkatkan daya saingnya. Dengan pendekatan teoritis yang berfokus pada pengelolaan kompetensi, pengembangan karir, dan penciptaan budaya inovasi, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana kebijakan MSDM yang tepat dapat mendukung pencapaian tujuan jangka panjang organisasi. Selain itu, tantangan yang dihadapi oleh praktisi MSDM dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut juga dibahas, termasuk ketidakpastian lingkungan eksternal dan kebutuhan untuk menciptakan keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Melalui analisis berbagai literatur terkini, penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan MSDM yang berfokus pada pengembangan keterampilan karyawan, pemberian penghargaan yang adil, dan kepemimpinan yang adaptif dapat meningkatkan persepsi karyawan terhadap keberlanjutan dan daya saing organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi organisasi dalam merancang strategi MSDM yang efektif untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutanHuman Resource Management (HRM) plays a crucial role in building sustainable and competitive organizations. In the context of modern organizations facing globalization challenges and rapidly changing markets, the ability to maintain competitiveness and sustainability heavily depends on effective human resource management. This study aims to examine the contribution of HRM in creating organizations capable of adapting to the dynamics of external and internal environments while enhancing their competitiveness. By adopting a theoretical approach focused on competency management, career development, and fostering a culture of innovation, this study identifies how appropriate HRM policies can support the achievement of an organization’s long-term objectives. Additionally, the challenges faced by HRM practitioners in implementing such policies are discussed, including environmental uncertainties and the need to balance short-term and long-term goals. Through an analysis of recent literature, this study concludes that HRM policies centered on employee skill development, fair reward systems, and adaptive leadership can enhance employees\u27 perceptions of organizational sustainability and competitiveness. This research is expected to provide valuable insights for organizations in designing effective HRM strategies to achieve sustainable competitive advantages
Effective HR Planning Strategies to Improve the Performance of Private Universities
Perencanaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif merupakan faktor krusial dalam meningkatkan kinerja perguruan tinggi swasta. Dengan perencanaan yang matang, institusi dapat memastikan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan strategisnya. Artikel ini mengulas berbagai strategi perencanaan SDM yang dapat diterapkan mulai dari tahap analisis kebutuhan, rekrutmen, pengembangan, hingga evaluasi kinerja. Analisis kebutuhan SDM menjadi langkah awal yang penting untuk mengidentifikasi jumlah dan kompetensi yang diperlukan sesuai visi dan misi perguruan tinggi. Selanjutnya, proses rekrutmen dan seleksi harus dilakukan secara transparan dan berbasis kompetensi agar dapat memperoleh SDM berkualitas yang mampu mendukung tujuan institusi. Pengembangan SDM melalui pelatihan dan pendidikan lanjutan juga menjadi aspek vital untuk meningkatkan kemampuan dan adaptabilitas tenaga kerja terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Evaluasi kinerja secara berkala membantu institusi dalam mengukur efektivitas SDM serta memberikan dasar bagi pengambilan keputusan terkait promosi, penghargaan, dan pengembangan karier. Selain itu, perguruan tinggi swasta harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan eksternal dan internal, seperti kemajuan teknologi dan dinamika pasar tenaga kerja, agar tetap relevan dan kompetitif. Dengan pendekatan yang terstruktur dan adaptif ini, perguruan tinggi swasta dapat membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, meningkatkan produktivitas, dan mewujudkan visi serta misi institusi secara optimal di tengah tantangan era digital dan globalisasi.Effective human resource (HR) planning is a crucial factor in enhancing the performance of private universities. With careful planning, institutions can ensure the availability of competent personnel aligned with their strategic needs. This article reviews various HR planning strategies that can be implemented, starting from the needs analysis stage, recruitment, development, to performance evaluation. HR needs analysis is an essential initial step to identify the required quantity and competencies in accordance with the university’s vision and mission. Subsequently, the recruitment and selection process must be conducted transparently and competency-based to acquire high-quality HR capable of supporting the institution’s goals. HR development through training and continuing education is also a vital aspect to improve the workforce’s skills and adaptability to advancements in science and technology. Periodic performance evaluations help institutions measure HR effectiveness and provide a basis for decisions related to promotion, rewards, and career development. Moreover, private universities must be able to adapt to changes in both external and internal environments, such as technological progress and labor market dynamics, to remain relevant and competitive. With this structured and adaptive approach, private universities can build sustainable competitive advantages, increase productivity, and optimally realize their vision and mission amid the challenges of the digital and globalization era
SOSIALISASI PENCEGAHAN BULLYING DAN PENGGUNAAN NARKOBA DI MTs KOTA SERANG
Masalah bullying dan penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman nyata bagi perkembangan remaja, terutama di kalangan siswa sekolah menengah pertama. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami berupaya menumbuhkan kesadaran siswa MTs di Kota Serang tentang bahaya dari kedua permasalahan tersebut dengan pendekatan yang bersifat edukatif dan melibatkan partisipasi aktif siswa. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, lomba poster bertema anti-bullying dan narkoba, serta diskusi terbuka bersama pihak kepolisian dan guru Bimbingan Konseling (BK). Dari pelaksanaan kegiatan, terlihat adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap isu-isu ini. Hal tersebut tercermin dari tingginya tingkat partisipasi, ide-ide kreatif yang ditampilkan dalam poster, dan hasil post-test yang menunjukkan peningkatan pengetahuan. Keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, pihak kepolisian, hingga tim pelaksana pengabdian. Sinergi inilah yang menjadi kunci utama dalam tercapainya tujuan kegiatan. Harapannya, kegiatan serupa bisa menjadi contoh program edukatif-preventif yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain
Penyuluhan Literasi Istilah Keuangan Syariah dalam Bahasa Indonesia yang Mudah Dipahami Masyarakat
Rendahnya tingkat literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat menjadi latar belakang dilaksanakannya program pengabdian masyarakat ini. Hal ini disebabkan oleh penggunaan istilah yang kurang familiar, berakar dari bahasa asing (Arab) dalam terminologi keuangan syariah serta penyampaian informasi yang terlalu teknis sehingga tidak menjangkau masyarakat umum. Tujuannya adalah memberikan penyuluhan mengenai istilah-istilah keuangan syariah dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan melalui pendekatan linguistik yang sederhana dan komunikatif. Metode penyuluhan yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, serta penggunaan alat bantu visual berupa poster dan kartu istilah yang menjelaskan arti dan fungsi dari masing-masing istilah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan peserta dalam memahami serta mampu menghubungkan istilah, seperti kerja sama, sewa, jual beli, dan keuntungan tersebut dalam praktik keuangan yang mereka lakukan sehari-hari. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan literasi istilah keuangan syariah dengan pendekatan berbasis bahasa Indonesia yang mudah dipahami efektif dalam memperluas pemahaman, meningkatkan ketertarikan, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam sistem keuangan syariah secara inklusif dan berkelanjutan
Perbandingan Perhitungan Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 PP 80/2010 dan PP 58/2023 Bagi Tenaga Ahli Bapenda DKI Jakarta
Government Regulation Number 58 Year 2023 regulates changes in the calculation of Income Tax Article 21 effective January 1, 2024, replacing the calculation previously regulated in Government Regulation Number 80 Year 2010. This study aims to determine how the comparison of the calculation of Income Tax Article 21 Government Regulation Number 80 of 2010 and Government Regulation Number 58 of 2023 for experts of the DKI Jakarta Provincial Revenue Agency. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. The results showed that Income Tax Article 21 withheld using Government Regulation Number 80 of 2010 has a smaller amount of tax when compared to taxes withheld using Government Regulation Number 58 of 2023. However, if more than one layer of tariff is imposed on Government Regulation No. 80 of 2010, the Article 21 Income Tax withheld is greater than the tax using Government Regulation No. 58 of 2023. Although there is a change in the calculation of periodic Income Tax Article 21, this does not change the amount of annual Income Tax Article 21. This change has an impact on the income received monthly, the amount of Income Tax Article 21 period, and the amount of tax borne by personal taxpayers at the end of the tax year.
Keyword: Income Tax, Income Tax Expense in Article 21, Average Effective RatePeraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 mengatur perubahan perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 yang berlaku efektif 1 Januari 2024, menggantikan perhitungan yang sebelumnya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2010. Perubahan ini bertujuan untuk menyederhanakan perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan perhitungan masa Pajak Penghasilan Pasal 21 Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2010 dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 bagi tenaga ahli Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pajak Penghasilan Pasal 21 yang dipotong menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2010 memiliki jumlah pajak yang lebih kecil jika dibandingkan dengan pajak yang dipotong menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023. Namun, apabila dikenakan lebih dari satu lapisan tarif pada Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2010 maka Pajak Penghasilan Pasal 21 yang dipotong lebih besar dibandingkan pajak yang menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2023. Meskipun terjadi perubahan perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 masa, hal ini tidak merubah besar Pajak Penghasilan Pasal 21 tahunan.
Kata Kunci : Pajak Penghasilan, Pajak Penghasilan Pasal 21, Tarif Efektif Rata – Rat
Sekolah Bebas Sampah: Pemberdayaan Warga Sekolah Melalui Edukasi dan Aksi Lingkungan Berbasis 3R Di MTS Nurul Islam Kota Serang
Pengelolaan sampah di sekolah merupakan langkah strategis dalam membentuk kesadaran lingkungan sejak usia dini. Sekolah sebagai tempat pendidikan seharusnya menjadi pionir dalam membentuk perilaku ramah lingkungan sejak usia dini. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan lebih dari 18 juta ton sampah per tahun, dan sekitar 20% berasal dari aktivitas rumah tangga dan Pendidikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas warga sekolah MTs Nurul Islam Kota Serang dalam pengelolaan sampah melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan perubahan perilaku menuju pola hidup bersih dan ramah lingkungan, serta membentuk sistem pengelolaan sampah yang terstruktur di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, edukasi, pelatihan teknis, implementasi sistem pemilahan sampah, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di kalangan siswa, terbentuknya bank sampah sekolah, dan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Program ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif dapat menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan.Pengelolaan sampah di sekolah merupakan langkah strategis dalam membentuk kesadaran lingkungan sejak usia dini. Sekolah sebagai tempat pendidikan seharusnya menjadi pionir dalam membentuk perilaku ramah lingkungan sejak usia dini. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan lebih dari 18 juta ton sampah per tahun, dan sekitar 20% berasal dari aktivitas rumah tangga dan Pendidikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas warga sekolah MTs Nurul Islam Kota Serang dalam pengelolaan sampah melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan perubahan perilaku menuju pola hidup bersih dan ramah lingkungan, serta membentuk sistem pengelolaan sampah yang terstruktur di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, edukasi, pelatihan teknis, implementasi sistem pemilahan sampah, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di kalangan siswa, terbentuknya bank sampah sekolah, dan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Program ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif dapat menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan
Qualitative Risk Analysis to Determine the Probability and Impact of Risk Using the Delphi Technique
Manajemen risiko berperan penting dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor, dengan analisis risiko kualitatif menjadi metode efektif untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memitigasi risiko dalam lingkungan kompleks dan penuh ketidakpastian. Teknik Delphi, yang memfasilitasi komunikasi terstruktur antar ahli melalui proses iteratif dengan masukan anonim, memungkinkan tercapainya konsensus terhadap faktor risiko utama, termasuk probabilitas dan dampaknya. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan teknik Delphi menggunakan proses multi-putaran kuesioner untuk menyempurnakan pendapat ahli yang dipilih secara ketat, menghasilkan strategi mitigasi berbasis wawasan kolektif. Teknik ini menunjukkan fleksibilitas dan adaptabilitasnya dalam menganalisis risiko, melengkapi pendekatan kuantitatif dengan penilaian kualitatif yang kontekstual. Integrasi analisis semantik lebih lanjut memperkaya metode ini dengan memberikan pemahaman mendalam tentang hubungan antar risiko, sehingga berkontribusi pada literatur manajemen risiko dengan menyajikan kerangka kerja terstruktur untuk implementasi teknik Delphi dalam analisis risiko kualitatif.Risk management plays a crucial role in decision-making across various sectors, with qualitative risk analysis serving as an effective method to identify, evaluate, and mitigate risks in complex and uncertain environments. The Delphi technique, which facilitates structured communication among experts through an iterative process with anonymous inputs, enables the achievement of consensus on key risk factors, including their probability and impact. This study explores the application of the Delphi technique using a multi-round questionnaire process to refine the opinions of carefully selected experts, resulting in mitigation strategies based on collective insights. This technique demonstrates its flexibility and adaptability in analyzing risks, complementing quantitative approaches with contextual qualitative assessments. The integration of semantic analysis further enriches this method by providing a deeper understanding of the relationships between risks, thereby contributing to the risk management literature by presenting a structured framework for implementing the Delphi technique in qualitative risk analysis