Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Ketepatan Pemilihan Peresepan Antibiotik untuk Terapi Pneumonia pada Pasien Lansia Rawat Inap di Rumah Sakit X Surakarta: The Appropriate Selection of Antibiotic Prescriptions for Pneumonia Therapy in Elderly Inpatients at X Hospital Surakarta
Pneumonia is an infectious disease often suffered by geriatric patients in Indonesia and the world. The aim is to analyze the rationality of antibiotics for pneumonia in geriatric inpatients. The rational analysis method for prescribing antibiotics in this study uses the Gyssens method as one of the methods in medical research used to determine the rationale for administering antibiotics. This research is a descriptive observational study with a cross-sectional method. Data were obtained from a retrospective search of medical records from January to December 2020 in the medical records section of Hospital X Surakarta. The results showed that the use of most antibiotics for geriatric patients with pneumonia were levofloxacine (60%), ceftriaxone (26.67%), cefotaxime (13.34%), ceftazidime (13.34%), and azithromycin (13.34%) ). The rationality analysis of Gyssens method obtained IVA category 33.34%, IVB category 60% and 0 category 6.66%. It can be concluded that prescribing antibiotics for pneumonia in geriatric patients hospitalized at X Hospital Surakarta is still not rational.
ABSTRAK
Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang sering diderita oleh pasien geriatri di Indonesia dan dunia. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis rasionalitas antibiotik untuk pneumonia pada pasien geriatri rawat inap. Metode analisis rasionalitas peresepan antibiotik pada penelitian ini menggunakan metode Gyssens sebagai salah satu metode dalam penelitian kesehatan yang digunakan untuk menentukan rasionalitas pemberian antibiotik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan metode cross-sectional. Data diperoleh dari penelusuran retrospektif rekam medis periode Januari hingga Desember tahun 2020 di bagian rekam medis Rumah Sakit X Surakarta. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik terbanyak pada pasien geriatri dengan pneumonia adalah levofloksasin (60%), seftriakson (26,67%), sefotaksim (13,34%), seftazidim (13,34%), dan azitromisin (13,34%). Analisis rasionalitas metode Gyssens diperoleh kategori IVA 33,34%, kategori IVB 60% dan kategori 0 6,66%. Dapat disimpulkan bahwa peresepan antibiotik untuk pneumonia pada pasien geriatri yang rawat inap di rumah sakit X Surakarta masih belum rasional
Hubungan Kebiasaan Menonton Mukbang terhadap Nafsu Makan, Pola Makan dan Status Gizi Mahasiswa di Jakarta: The Relationship Between Mukbang Viewing Habits Between Eating Appetite, Eating Patterns, And Nutritional Status Of Students In Jakarta
ABSTRACT
Watching mukbang videos is a habit that has become a trend, especially among teenagers and adults. Supported by easy internet access and unlimited types of mukbang videos on social media, it is one of the factors for the spread of mukbang fans, especially among students. The display of food and eating activities presented in the mukbang video triggers a visual stimulus that can stimulate the desire to eat for the audience. In general, the food shown in mukbang videos tends not to pay attention to nutritional content, higher in calories, fat, sugar, and sodium. This study aims to analyze the relationship between watching mukbang habits with appetite, diet, and nutritional status in students who regularly watch mukbang. The design of this study is cross-sectional with the subject of 85 regular students outside the Nutrition Study Program at Sahid University who are included in the routine category of watching mukbang. Data analysis using the Spearman Rank correlation test. For most of the subjects, watching with a moderate duration (240-479 minutes/week) was 51.8%. There was no significant association (p>0.05) between mukbang viewing habits and eating desires, diet, and nutritional status. There is a possibility that watching mukbang is an indirect factor that can affect students' appetite, diet, and nutritional status. Some of the contributing factors that may be found include genetics, sleep duration, physical activity, health problems, psychological, body and mage preferences, family income, and parental education.
Keywords: Mukbang, appetite, diet, nutritional status
ABSTRAK
Menonton video mukbang merupakan kebiasaan yang menjadi tren hingga saat ini terutama pada kalangan remaja dan dewasa. Ditunjang dengan akses internet yang mudah dan jenis video mukbang yang tidak terbatas di media sosial menjadi salah satu faktor tersebarnya penggemar mukbang terutama pada kalangan mahasiswa. Tampilan makanan dan kegiatan makan yang dibawakan dalam video mukbang memicu stimulus visual sehingga dapat merangsang keinginan makan terhadap penonton. Secara umum, makanan yang ditampilkan pada video mukbang cenderung tidak memerhatikan kandungan gizi, lebih tinggi kalori, lemak, gula dan natrium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan menonton mukbang dengan nafsu makan, pola makan, dan status gizi pada mahasiswa yang rutin menonton mukbang. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan subjek sebanyak 85 mahasiswa reguler di luar Program Studi Gizi di Universitas Sahid yang masuk dalam kategori rutin menonton mukbang. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Sebagian besar subjek, menonton dengan durasi sedang (240-479 menit/minggu) sebanyak 51,8%. Tidak ada hubungan yang signifikan (p>0,05) antara kebiasaan menonton mukbang dengan keinginan makan, pola makan, dan status gizi. Terdapat kemungkinan menonton mukbang merupakan faktor tidak langsung yang dapat memengaruhi nafsu makan, pola makan dan status gizi mahasiswa. Beberapa faktor perancu yang mungkin ditemukan antara lain, genetik, durasi tidur, aktivitas fisik, masalah kesehatan, psikologis, preferensi body image, pendapatan keluarga, dan pendidikan orang tua.
Kata kunci: Mukbang, nafsu makan, pola makan, status giz
DONGENG SEBELUM TIDUR DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK 4-5 TAHUN
Dasawarsa terakhir ini telah tercatat rentetan peristiwa yang mencerminkan meningkatnya suasana emosi, rasa keputusasaan, dan rapuhnya moral dalam masyarakat, serta kehidupan bersama. Meningkatnya tindak kekerasan dan frustrasi/ kekecewaan, baik berupa rasa kesepian anak-anak yang terpaksa ditinggal sendiri atau diasuh babysitter dan televisi, atau dalam kepahitan anak-anak yang dipinggirkan, disia-siakan, atau diperlakukan dengan kejam, atau dalam keintiman tidak lazim dari tindakan kekerasan dalam perkawinan. Meluasnya gejala penyimpangan emosional terlihat pada melonjaknya angka tingkat depresi di seluruh dunia dan pada tanda-tanda tumbuhnya agresivitas. Terkait dengan upaya meningkatkan kecerdasan emosional dapat dilakukan dengan pelibatan anak secara emosional melalui penjelajahan karya sastra yang menggambarkan dunia imajiner. Tulisan ini adalah hasil dari penelitian dengan qualitatitive. Hasil penelitian tersebut adalah anak tahap perkembangan kognitif operasional konkret berkaitan dengan 8 aspek cerita, yaitu: (1) jenis cerita, (2) cara bercerita, (3) tema cerita, (4) tokoh cerita, (5) latar cerita, (6) alur cerita, (7) penyajian cerita, dan (8) tindak lanjut bercerita. Kata kunci: dongeng, kecerdasan emosional, anak usia din
Pembiasaan Penggunaan Bahasa Jawa pada Anak Usia Dini di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang
Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa komunikasi yang digunakan secara khusus di lingkungan etnis Jawa. Bahasa ini merupakan bahasa pergaulan, yang digunakan untuk berinteraksi antarindividu dan memungkinkan terjadinya komunikasi dan perpindahan informasi sehingga tidak ada individu yang ketinggalan zaman. Dalam kedudukannya sebagai bahasa daerah, bahasa Jawa memiliki fungsi sebagai (1) lambang kebanggaan daerah, (2) lambang identitas daerah, dan (3) alat perhubungan di dalam keluarga dan masyarakat daerah. Oleh karena itu, generasi muda suku Jawa sudah sepantasnya melestarikan bahasa Jawa demi kelangsungan dan tetap terjaganya bahasa Jawa di Pulau Jawa. Apalagi, bahasa Jawa merupakan bahasa budi yang menyiratkan budi pekerti luhur, atau merupakan cerminan dari tata krama dan tata krama berbahasa menunjukkan budi pekerti pemakainya.  Berdasarkan latar belakang diatas dapat diidentifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) wujud pembiasaan bahasa Jawa anak berdasarkan lingkungan etnis jawa dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang; (2) wujud metode dan media pembelajaran bahasa jawa guru dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah wujud kesantunan anak dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa dalam interaksi belajar mengajar di PAUD Al-Falah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu teknik rekam dan teknik catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan, yakni pengumpulan data, pereduksian data, penyajian data, dan penyimpulan data. Kata kunci : Pembiasaan, Bahasa Jawa, Anak Usia Din
PENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG SKALA DAN DENAH MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) SISWA KELAS V SDN MOJOSONGO VI SURAKARTA SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah melalui Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar matematika tentang skala dan denah pada Siswa Kelas V SDN Mojosongo VI Surakarta Semester 1 Tahun Pelajaran 2022/2023. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat dan hasil belajar matematika tentang skala dan denah dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) pada siswa Kelas V SDN Mojosongo VI Surakarta Semester 1 Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Mojosongo VI Surakarta Semester 1 Tahun Pelajaran 2022/2023 dalam waktu 5 bulan mulai dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2022. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SDN Mojosongo VI Surakarta dengan jumlah 28 orang yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan dan guru. Data yang akan dikumpulkan pada penelitian ini berupa data minat dan hasil belajar matematika dan data tentang penerapan pendekatan realistic mathematic education (RME). Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kritis dan analisis komparatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: melalui Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar matematika tentang skala dan denah Siswa Kelas V SDN Mojosongo VI Surakarta Semester I Tahun Pelajaran 2022/2023, hal ini dibuktikan dengan peningkatan minat belajar matematika siswa dari kondisi awal sebesar 30,5%, siklus I sebesar 41,6%, dan siklus II sebesar 88,8%. Sedangkan rata-rata prestasi belajar matematika kondisi awal sebesar 53,9, siklus I sebesar 68,9 dan siklus II sebesar 86,1. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa melalui Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar matematika tentang skala dan denah Siswa Kelas V SDN Mojosongo VI Surakarta Semester I Tahun Pelajaran 2022/2023, terbukti kebenarannya
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pemanfaatan Posbindu PTM
Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan pengembangan strategi pemerintah berbasis masyarakat untuk mengendalikan penyakit tidak menular melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM. Posbindu merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktro risiko PTM utama yang dilaksanakan secara terapadu, rutin, dan periodik. Posbindu membantu masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM sehingga dapat segera dilakukan pencegahan faktor risiko PTM dan kejadian PTM dapat ditekan. Pemanfaatan Posbindu PTM oleh masyarakat di Wilayah Puskesmas Larangan masih rendah yaitu di bawa 10%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan Posbindu PTM dengan rancangan cross sectional study dengan pendekatan kuantitatif, sampel sebesar 45 responden. Secara deskriptif diperoleh hasil tidak terdapat pengaruh pengetahuan, sikap, jarak tempuh terhadap pemanfaatan Posbindu PTM dengan p value 0,352; 0,352; 0,609 atau p >0,005, sedangkan dukungan tenaga kesehatan dan dukungan keluarga diperoleh hasil p value 0,000 atau p <0,005 dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan Posbindu PTM. Disarankan untuk tenaga kesehatan agar dapat lebih memberikan dukungan, informasi, dan inovasi lain dalam kegiatan Posbindu untuk menarik minat masyarakat berkunjung ke Posbindu PTM agar meningkatkan jumlah kunjungan peserta Posbindu PTM, bagi keluarga diharapkan dapat lebih mendukung anggota keluarganya dalam memanfaatkan Posbindu PTM
Pengenalan Huruf Abjad Melalui Tutur Bahasa pada Anak Usia Dini
Early childhood can absorb information tremendously, the younger the child, the more information is absorbed. Early age is an age that can be said to explore or ask questions, so that children are very easy to hone their speech, by speaking the language of children are also able to learn and learn to recognize the letters of the alphabet properly and correctly. This study aims to see the development of language and the development of recognizing children's letters. Techniques in data collection used are observation and interviews. And in this data analysis technique is done using data reduction and in the and can draw conclusions. Checking the validity of the findings by means of observation, triangulation and discussion with colleagues. The results of this study indicate that the introduction of letters of the alphabet through children's speech can stimulate children well, teachers are very enthusiastic in introducing letters to their students.
ABSTRAK
Anak usia dini bisa menangkap berbagai hal secara luar biasa ketika anak umurnya masih muda anak lebih banyak menangkap informasi. Usia dini merupakan usia yang bisa dikatakan menjelajahi atau usia bertanya, sehingga anak sangat mudah salah mengasah tutur bahasanya, dengan tutur bahasa anak juga mampu belajar dan mempelajari megenal huruf abjad dengan baik dan benar. Penelitian disini bertujuan untuk melihat perkembangan bahasa dan perkembangan mengenal huruf anak. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi dan wawancara. Dan dalam teknik analisis data ini dilakukan dengan menggunakan reduksi data dan pada akhirnya bisa menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara pengamatan, triangulasi dan diskusi dengan sesame teman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengenalan huruf abjad melalui tutur bahasa anak dapat menstimulasi anak dengan baik, guru sangat bersemangat dalam melakukan pengenalan huruf terhadap anak didiknya
PENGARUH PENDIDIKAN NON-FORMAL BIMBEL (BIMBINGAN BELAJAR) TERHADAP MINAT LITERASI ANAK
Membaca merpakan suatu hal yang seharusnya dikembangkan sejak dini. Rendahnya tingkat literasi di Indonesia menjadi hal yang mendasari tumbuhnya kesadaran tersebut. Oleh karena itu, munculah berbagai alternatif bidang pendidikan yang mulai bercabang, dan salah satunya adalah pendidikan non-formal bimbingan belajar. Yang menjadi fokus disini ialah bimbingan belajar baca dan tulis anak. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisa apakah bimbingan belajar berpengaruh pada rangsangan minat literasi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kecenderungan dua sisi dalam pelaksanaan pembelajaran non-formal bimbingan belajar yaitu: (1) Berkembangnya minat anak dalam membaca; (2) Menghindarnya anak dari suatu bacaan. Namun yang paling sering dijumpai adalah anak mulai tertarik untuk membaca lebih dan hal tersebut membuktikan bahwa pendidikan non-formal bimbel dapat memberikan pengaruh yang positif dalam menstimulasi keinginan literasi anak
Penerapan Media Kantong Berhitung Untuk Mengembangkan Kecerdasaan Logika Matematika Pada Anak Usia 5 Tahun di TK UMMI ERNI
Kecerdasaan logika matematika merupakan suatu hal yang penting dikembangkan pada anak, kecerdasaan ini berkaitan tentang perhitungan, dan penalaran, yang fungsinya membantu anak dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari anak. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai cara meningkatkan kecerdasaan logika matematika melalui media kantong berhitung. Subek penelitian ini yaitu anak usia 5 tahun di kelas anggur Tk Ummi Erni yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Jenis penelitian tindakan kelas yang dituangkan dalam data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kecerdasaan logika matematika anak yaitu meningkat sebanyak 90% dengan kategori BSB. Hal ini membuktikan adanya peningkatan hasil pembelajaran dalam beberapa kategori yang berkaitan tentang kecerdasaan matematika seprti dalam hal mengenal, menyebutkan, menghitung dan menjumlahkan angka.Â
Yoga Ibu Hamil TM III untuk Mengurangi Nyeri Punggung dan Membantu Persalinan Aman dan Nyaman
Prenatal yoga is a skill to cultivate the mind, in the form of a comprehensive personality development technique and readiness for pregnant women both physically, psychologically and spiritually. Pregnant women are said to be physically ready if they are not easily tired, weak, have increased flexibility and endurance and decreased back pain. Problems of third trimester pregnant women at PMB Fatma Baradja, STr.Keb Most mothers complain of lower back pain and feel anxious before delivery. Implementation at PMB Fatma Baradja, STr.Keb by providing health education about third trimester yoga for pregnant women to reduce back pain and help deliver safe and comfortable deliveries. At the time of conducting health education, demonstrations of third trimester yoga movements were also carried out for 15 pregnant women. The instrument used was a questionnaire about third trimester yoga knowledge in pregnant women. The knowledge of third trimester pregnant women about yoga before health education was carried out was still lacking, namely 10 mothers (66.67%), while 5 mothers (33.33%) had good knowledge. Knowledge after health education has increased knowledge, namely 15 mothers (100%) mothers with good knowledge about third trimester yoga as an effort to reduce back pain and mothers have understood and can practice third trimester yoga movements. Health education activities about yoga in the third trimester as an effort to reduce back pain and help safe and comfortable deliveries are a means of education and discussion that can provide many benefits for third trimester pregnant women so they can deal with back pain problems that are experienced independently.
ABSTRAK
Prenatal yoga merupakan keterampilan mengolah pikiran, berupa teknik pengembangan kepribadian secara menyeluruh dan kesiapan ibu hamil baik fisik, psikologis dan spiritual. Ibu hamil dikatakan siap secara fisikapabila tidak mudah lelah, lemas, fleksibilitas dan daya tahan tubuh meningkat dan penurunan nyeri punggung. Permasalahan ibu hamil Trimester III di PMB Fatma Baradja, STr.Keb sebagian besar ibu mengeluh nyeri punggung bawah dan merasa cemas saat menjelang persalinan. Pelaksanaan di PMB Fatma Baradja, STr.Keb dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang yoga ibu hamil Trimester III untuk mengurangi nyeri punggung dan membantu persalinan aman dan nyaman. Pada saat melakukan pendidikan kesehatan juga dilakukan demonstrasi gerakan yoga trimester III pada 15 ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang pengetahuan yoga trimester III pada ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil trimester III tentang yoga pada ibu hamil sebelum dilakukan pendidikan kesehatan masih kurang yaitu 10 ibu (66,67%), sedangkan 5 ibu (33,33%) pengetahuan baik. Pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan yaitu 15 ibu (100%) ibu dengan pengetahuan baik tentang yoga trimester III sebagai upaya mengurangi nyeri punggung serta ibu telah memahami dan dapat mempraktikkan gerakan yoga trimester III. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang yoga trimester III sebagai upaya mengurangi nyeri punggung dan membantu persalinan aman dan nyaman ini menjadi sarana edukasi dan diskusi yang dapat memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil trimester III sehingga dapat mengatasi masalah nyeri punggung yang di alami secara mandir