Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    Edukasi Legalitas Kosmetik dan BPOM Mobile Pada Siswa SMA Negeri 2 Ungaran

    Get PDF
    The use of cosmetics has become a necessity and lifestyle, especially for teenagers who often try various types of cosmetics. The use of cosmetics by teenagers is intended to maintain healthy facial skin, increase self-confidence, overcome acne and follow trends in society or their idols. Cosmetic purchases by teenagers are often made based on information obtained from social media, reviews from friends or communities, internet sources or television. Online purchases in the marketplace are often influenced by reviews from previous cosmetic buyers, but reviews from buyers do not necessarily guarantee the truth of the information provided. The aim of educational activities for students of SMA Negeri 2 Ungaran is to increase students' knowledge on how to identify the authenticity of cosmetics and how to find information on prohibited cosmetics. The activity was carried out with the target participants of SMA Negeri 2 Ungaran class X students as many as 13 male students and 18 female students. Educational activities were carried out through presentations, discussions and questions and answers. The level of student understanding was measured using post-test questions that were done after the presentation of material from the resource person. The results of measuring the level of student understanding about the legality of cosmetics and BPOM mobile had a good level of knowledge of 67.75%, moderate at 25.81% and lacking at 6.45%. It is necessary to carry out educational activities for adolescents with a wider scope. ABSTRAK Penggunaan kosmetik telah menjadi kebutuhan dan gaya hidup terutama remaja yang sering mencoba berbagai jenis kosmetik. Penggunaan kosmetik pada remaja ditujukan untuk menjaga kesehatan kulit wajah, meningkatkan rasa percaya diri, mengatasi jerawat serta mengikuti tren di masyarakat ataupun idola mereka. Pembelian kosmetik pada remaja seringkali dilakukan berdasarkan informasi yang didapatkan dari media sosial, review dari teman atau komunitas, sumber internet maupun televisi. Pada pembelian secara online di market place seringkali dipengaruhi oleh review dari pembeli kosmetik sebelumnya namun review dari pembeli belum tentu menjamin kebenaran informasi yang diberikan. Tujuan kegiatan edukasi di siswa SMA Negeri 2 Ungaran untuk meningkatkan pengetahuan siswa bagaimana melakukan identifikasi keaslian kosmetik serta mengetahui bagaimana cara mencari informasi kosmetik yang dilarang. Kegiatan dilakukan dengan sasaran peserta siswa SMA Negeri 2 Ungaran kelas X sebanyak 13 siswa laki – laki dan 18 siswa perempuan. Kegiatan edukasi dilakukan dengan presentasi, diskusi dan tanya jawab. Tingkat pemahaman siswa diukur menggunakan soal post test yang dikerjakan setelah pemaparan materi dari narasumber. Hasil pengukuran tingkat pemahaman siswa tentang legalitas kosmetik dan BPOM mobile memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 67,75%, sedang sebesar 25,81% dan kurang sebesar 6,45%. Perlu dilakukan kegiatan edukasi pada remaja dengan lingkup yang lebih luas

    Pemberdayaan Keluarga Melalui Family Centered Maternity Care Tentang Kepatuhan Remaja dalam Konsumsi Tablet Fe di Smp N 18 Surakarta

    Get PDF
    Adolescence is a period of rapid growth both physically, psychologically and intellectually. In the world, it is estimated that teenagers number 1.2 billion or 18% of the world population. Based on data from the Indonesian Demographic and Health Survey, the number of female teenagers aged 15-19 years is around 68%, and male teenagers are 61% of the total population in Indonesia. Based on WHO data, the largest composition of the world's population is teenagers. The striking physical and psychological changes in adolescents as they go through the stages of puberty that every individual naturally goes through will affect the nutritional status and health status of adolescents, so that if not handled properly it can cause health problems that can cause anemia. . This community service is carried out with the aim of increasing awareness among teenagers about consuming Fe tablets. The method used in this community service is using lecture and independent methods. After being given education about the importance of FE tablets. This community service activity helps mothers to find out the level of compliance and provides knowledge to teenagers about the importance of consuming FE tablets in young women so that it is hoped that young women can anticipate this.   ABSTRAK Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan yang pesat baik secara fisik, psikologis, maupun intelektual. Di dunia diperkirakan kelompok remaja berjumlah 1,2 milyar atau 18% dari jumlah penduduk dunia. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia jumlah remaja wanita usia 15-19 tahun sekitar 68%, dan remaja laki-laki sebesar 61% dari jumlah penduduk di Indonesia. Berdasarkan data WHO komposisi jumlah penduduk di dunia terbesar adalah remaja. Perubahan fisik dan psikis yang mencolok pada remaja dalam melalui tahapan masa pubertas yang secara alami akan dilalui oleh setiap individu akan berpengaruh terhadap status gizi dan status kesehatan remaja, sehingga jika tidak tertangani dengan baik maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan anemia. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja untuk mengkonsumsi tablet Fe. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah menggunakan metode ceramah dan mandiri. Setelah diberikan penyuluhan pentingnya tablet FE. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini membantu ibu untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan memberikan pengetahuan kepada remaja mengenai pentingnya mengkonsumsi tablet FE pada remaja putri sehingga diharapkan remaja putri dapat mengantisipasinya

    Upaya Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Mental Remaja melalui SIDUNA (Edukasi pada Duta Anti Narkoba) di Kabupaten Jepara

    Get PDF
    Teenagers as the next generation of the nation have a responsibility to protect themselves and their peers from the dangers of drugs. Teenagers can play an active role in educating and disseminating information about the dangers of drugs and helping friends who are caught in drug use to get out of the circle. The Anti-Drug Student Ambassador is a program initiated by the DPD BANN Jepara, Jepara Regency Government, BNN Central Java Province and Kesbangpol. Central Java Province. This annual activity aims to recruit students and students as examples in society with the status of drug-free youth. Active roles and high awareness, with the hope that teenagers can become agents of change in eradicating drugs and creating a better future for future generations. Efforts to increase adolescent health knowledge aim to prepare teenagers to become healthy, intelligent, quality, and productive adults and play a role in maintaining, preserving and improving their health.   ABSTRAK Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab untuk melindungi diri mereka sendiri dan teman-teman sebaya dari bahaya narkoba. Remaja dapat memainkan peran aktif dalam mengedukasi dan menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba serta membantu teman-teman yang terjerat dalam penggunaan narkoba untuk keluar dari lingkaran tersebut. Duta Pelajar Anti Narkoba merupakan program yang diinisiasi oleh DPD BANN Jepara, Pemkab. Jepara, BNN Provinsi Jawa Tengah dan Kesbangpol. Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan Tahunan ini bertujuan untuk menjaring pelajar maupun mahasiswa sebagai contoh di masyarakat dengan status pemuda yang bebas narkoba. Peran aktif dan kesadaran yang tinggi, dengan harapan remaja dapat menjadi agen perubahan dalam memberantas narkoba dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Upaya peningkatan pengetahuan kesehatan remaja memiliki tujuan untuk mempersiapkan remaja menjadi orang dewasa yang sehat, cerdas, berkualitas, dan produktif dan berperan serta dalam menjaga, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dirinya

    Perlindungan Hukum Bagi Mahasiswa Penyandang Disabilitas Sebagai Salah Satu Bentuk Fasilitas dan Aksesibilitas Di Kabupaten Semarang

    Get PDF
    A person with a disability is someone who has physical, sensory, mental and intellectual limitations, which makes persons with disabilities require special protection and rights. By looking at the existing reality, there are still so many people with disabilities who are discriminated against in obtaining even very basic rights, namely education, public facilities, jobs and so on so that people with disabilities feel ableism. therefore there are many problems that exist, researchers focus on the problem of legal protection for students with disabilities as a form of facilities and accessibility in Semarang Regency, the formulation of the problem refers to Law Number 08 of 2016 concerning Persons with Disabilities. The method used is a qualitative method with qualitative analysis of the data obtained. So, in Semarang Regency it is said that it has not been fair for students with disabilities with other factors namely, the substance of the law is clear, but the legal structure does not work according to the law. This is contrary to the theory of Gustav Radbruch and Lawrence Friedman, clarified by the results of observations that researchers have made, namely that it has not been carried out in accordance with the law. Abstrak Penyandang disabilitas merupakan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik, sensori, mental dan intelektual dimana hal itu menjadikan penyandang disabilitas memerlukan perlindungan dan hak khusus. Dengan melihat realita yang ada, penyandang disabilitas masih begitu banyak mendapat diskriminasi dalam memperoleh hak yang bahkan sangat mendasar yaitu pendidikan, fasilitas publik, pekerjaan dan lain-lain sehingga penyandang disabilitas merasa ableisme. Maka dari itu banyaknya permasalahan yang ada, peneliti memfokuskan pada permasalahan perlindungan hukum bagi mahasiswa penyandang disabilitas sebagai salah satu bentuk fasilitas dan aksesibilitas di Kabupaten Semarang maka rumusan masalah dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 08 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas. Dengan metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis kualitatif pada data yang didapat. Jadi, di Kabupaten Semarang dikatakan belum berkeadilan bagi mahasiswa penyandang disabilitas dengan faktor lain yaitu, substansi hukumnya sudah jelas, tetapi struktur hukumnya tidak berjalan sesuai dengan Undang-Undang. Hal tersebut bertentangan dengan teori Gustav Radbruch dan Lawrence Friedman di perjelas dengan adanya hasil observasi yang peneliti lakukan yaitu belum terlaksana sesuai dengan UndangUndang

    Implikasi Pengaruh Digital Marketing dalam Meningkatkan Penjualan Produk UMKM

    Get PDF
    Entering the era of industrial revolution 4.0. which combines digital technology with the internet, making business processes easier today. This research was conducted in Semarang Regency with a total sample of 36 MSMEs, age range 20-40 years, high school education and various genders. The research results show that there is a positive and significant influence on the use of Digital Marketing (variable Cost Transaction, Interactive, Incentive Program, Site Design) in increasing sales of MSMEs in West Ungaran. The transaction costs, Interactive, Incentive Program and Design Program perceived by MSME players have been said to be very good, with many MSME players choosing the answer criteria as strongly agreeing to the statements put forward regarding the four dimensions of digital marketing. And this certainly increases sales of the products they sell. Abstrak Masuknya era revolusi industri 4.0. yang menggabungkan antara teknologi digital dengan internet, memberikan kemudahan pada proses bisnis di masa sekarang. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Semarang dengan jumlah sampel sebanyak 36 UMKM, rentang usia 20-40 tahunan, pendidikan terakhir SLTA dan berbagai jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pemanfaatan Digital Marketing (variable Cost Transaktion, Interactive, Insentive Program, Site Design) dalam meningkatkan penjualan UMKM di Ungaran Barat. Transaction cost, Interactive, Incentive Program dan Design Program yang dirasakan oleh pelaku UMKM sudah dikatakan sangat baik, dimana para pelaku UMKM banyak memilih kriteria jawaban sangat setuju atas pernyataan yang diajukan tentang keempat dimensi digital marketing. Dan hal ini tentu meningkatkan penjualan produk yang mereka lakukan

    Pengelolaan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran pada Fase Condemning melalui Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi

    Get PDF
    Halusinasi adalah bentuk persepsi yang melibatkan indera yang tidak dirangsang oleh reseptornya. Halusinasi yang tidak segera ditangani berdampak pada pasien mudah bicara sendiri, tiba-tiba marah, mengucapkan kata-kata kasar, melukai diri sendiri orang lain maupun lingkungan sekitar. Penelitian bertujuan mendeskripsikan pengelolaan pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui penerapan strategi pelaksanaan halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Pusat Prof. Dr. Soerojo Magelang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan strategi pelaksanaan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Pengumpulan data dengan pendekatan metodologi keperawatan selama 3 hari. Hasil pengkajian didapatkan data pasien mendengar suara yang mengatakan untuk menyuruh pulang saja, suara muncul 3 sampai 4 kali, suara muncul pada saat malam hari dan pada saat pasien sendirian. Pengelolaan didapatkan cara mengatasi terjadinya gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui strategi pelaksanaan halusinasi, yaitu strategi pelaksanaan 1 menghardik, strategi pelaksanaan 2 minum obat, dan strategi pelaksanaan 3 bercakap-cakap. Bagi perawat di rumah sakit jiwa agar meningkatkan SDM melalui pelatihan

    Peningkatan Keterampilan Membaca Siswa Kelas I Melalui Syllabic Methode di Sekolah Dasar

    Get PDF
    The aim of this study is to improve the reading skills of first-grade students at Mangunsari 02 Public Elementary School through the syllabic method. This research employs a classroom action research approach, conducted in two cycles, involving stages such as planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study consist of 4 female students and 8 male students from the first grade of Mangunsari 02 Public Elementary School in Salatiga City. Data collection is done through tests and non-tests. The data analysis involves both quantitative and qualitative descriptive data. The results of this study indicate that the syllabic method can enhance the reading skills of students, as evidenced by improvement in each cycle. Initially, there were only 2 students with proficient reading skills, accounting for 17%. In the first cycle, there was an increase in reading skills, with 5 students achieving proficiency, accounting for 33%. In the second cycle, there was further improvement, with a percentage of 75%, where 9 students had achieved proficient reading skills. The syllabic method proves to be effective in improving reading skills for first-grade students at Mangunsari 02 Public Elementary School. This can be seen from the resolved issues and improvements that occur in each cycle through the application of the syllabic method. It is hoped that teachers can implement the syllabic method as well as other teaching methods to support students in overcoming reading difficulties and other challenges in learning. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I di SD Negeri Mangunsari 02 melalui penerapan metode syllabic. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas dengan dua siklus, yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki di kelas I SD Negeri Mangunsari 02 Kota Salatiga. Data dikumpulkan melalui tes dan penilaian non-tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode syllabic efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa, yang terbukti dari peningkatan yang terjadi pada setiap siklus. Pada awal penelitian, hanya 2 siswa yang memiliki kemampuan membaca baik, dengan presentase sebesar 17%. Pada siklus pertama, terjadi peningkatan kemampuan membaca, dengan 5 siswa mencapai tingkat kemampuan membaca yang baik, dengan presentase sebesar 33%. Pada siklus kedua, terjadi peningkatan lebih lanjut, dengan presentase mencapai 75%, di mana 9 siswa telah mencapai tingkat kemampuan membaca yang baik. Metode syllabic terbukti dapat meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas I di SD Negeri Mangunsari 02. Hal ini tercermin dari penyelesaian masalah yang terjadi dan peningkatan yang terjadi pada setiap siklus melalui penerapan metode syllabic. Diharapkan bahwa guru dapat mengadopsi metode syllabic dan metode pembelajaran lainnya untuk mendukung siswa dalam mengatasi kesulitan dalam membaca dan pembelajaran secara umum

    Hubungan Antara Perilaku Penggunaan Pestisida dengan Kejadian Anemia pada Petani di Desa Candirejo

    Get PDF
    The use of pesticides is carried out by farmers as an effort to control pests and plant diseases. The use of pesticides in agriculture can improve the quality and quantity of crops produced. Long-term exposure to pesticides can increase the risk of chronic health problems. Pesticides contain strong chemicals that, if continuously exposed, can interfere with the production of red blood cells in the body. Pesticides that enter the human body can cause poisoning and various health problems, one of which is anemia.   The purpose of this study was to determine the relationship between pesticide use behavior and the incidence of anemia among farmers in Candirejo Village. This research is quantitative with cross sectional design. The population used was all farmers in Candirejo Village with a sample of 30 respondents, taken using purposive sampling technique. Data were collected by questionnaire and Easy Touch GCHb, analyzed using Chi Square test and Fisher's Exact test. The results of the analysis showed that there was a relationship between the use of PPE and anemia (p=0.001), there was no relationship between the frequency of spraying and anemia (p=0.300), there was no relationship between the length of spraying and anemia (p=0.439) and there was no relationship between spraying time and anemia (p=0.682). There is a relationship between the use of PPE and the incidence of anemia and there is no relationship between the frequency, duration and time of spraying with anemia.' ABSTRAK                 Penggunaan pestisida dilakukan oleh petani sebagai upaya mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Pemakaian pestisida pada pertanian dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas tanaman yang dihasilkan. Paparan jangka panjang terhadap pestisida dapat meingkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan kronis. Pestisida mengandung bahan kimia yang kuat, jika terpapar terus-menerus, dapat mengganggu produksi sel darah merah dalam tubuh. Pestisida yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menyebabkan keracunan dan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku penggunaan pestisida dengan kejadian anemia pada petani di Desa Candirejo. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh petani di Desa Candirejo dengan sampel sebanyak 30 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan Easy Touch GCHb, dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji Fisher’s Exact. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara penggunaan APD dengan anemia (p=0,001), tidak ada hubungan antara frekuensi penyemprotan dengan anemia (p=0,300), tidak ada hubungan antara lama penyemprotan dengan anemia (p=0,439) dan tidak ada hubungan antara waktu penyemprotan dengan anemia (p=0,682). ada hubungan antara penggunaan APD dengan kejadian anemia serta tidak ada hubungan antara frekuensi, lama dan waktu penyemprotan dengan anemia

    Implementasi (Planning Matrix) Perencanaan pada Anak Usia 4-5 Tahun dengan Gangguan Lambat Bicara: Implementation (Planning Matrix) Planning for 4-5 Year Old Children with Slow Speech Disorders

    No full text
    ABSTRACT This study aims to present a structured intervention plan for a 4-5 year old child with slow speech disorder. Improving the verbal communication skills of this child through targeted strategies is the main objective of this study. Specific objectives included an increase in vocabulary and improvements in the expression of the child's basic needs and feelings. The intervention plan involved a variety of strategies, such as speech and language activities, articulation exercises, and interactive games. Evaluation methods involved weekly progress monitoring and checklists to measure improvements in vocabulary and speech intelligibility. Utilization of resources, such as consultation with a speech therapist and age-appropriate speech therapy apps, is crucial. Parental involvement is strongly encouraged by providing guidance to parents to help strengthen communication at home. Program adjustments are made based on monthly evaluations and feedback from parents. The continuation plan involves regular meetings with parents to monitor progress and discuss next steps that may be needed. This research offers a comprehensive and customizable approach, emphasizing strategies that are specific to a child's unique needs and development. The results of this study show deep insight into the experiences of 4-5 year old children with slow speech impairment who received the implementation of the intervention plan and brought significant positive impacts   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan suatu rencana intervensi terstruktur bagi anak usia 4-5 tahun yang mengalami gangguan lambat bicara. Meningkatkan keterampilan komunikasi verbal pada anak ini melalui strategi yang ditargetkan merupakan tujuan utama dalam penelitian ini. Untuk tujuan khusus mencakup peningkatan kosakata dan perbaikan dalam ekspresi kebutuhan dasar dan perasaan anak. Rencana intervensi melibatkan beragam strategi, seperti kegiatan bicara dan bahasa, latihan artikulasi, dan permainan interaktif. Metode evaluasi melibatkan pemantauan kemajuan mingguan dan checklist untuk mengukur peningkatan kosakata dan kejelasan bicara. Pemanfaatan sumber daya, seperti konsultasi dengan terapis bicara dan aplikasi terapi bicara yang sesuai dengan usia, menjadi krusial. Keterlibatan orang tua sangat dianjurkan dengan memberikan panduan kepada orang tua untuk membantu memperkuat komunikasi di rumah. Penyesuaian program dilakukan berdasarkan evaluasi bulanan dan umpan balik dari orang tua. Penelitian ini merupakan pendekatan yang komprehensif dan dapat disesuaikan, menekankan strategi yang spesifik untuk kebutuhan dan perkembangan unik anak. Hasil penelitian ini menunjukkan wawasan yang mendalam tentang pengalaman anak usia 4-5 tahun dengan gangguan lambat bicara yang menerima implementasi perencanaan intervensi dan membawa dampak positif yang signifikan

    Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi dengan Stimulasi melalui Pijat Bayi

    Get PDF
    Infancy is a golden period of growth and development, so optimal quality of growth and development is very important. Baby massage has various benefits such as increasing the frequency of breastfeeding, increasing the baby's weight, making the baby more relaxed, making sleep deeper and longer and can even increase immunity. baby's body. Furthermore, when parents massage their babies independently, at the same time the parents also provide auditory stimulation (hearing, by inviting the baby to talk while being massaged), visual stimulation (sight, by making eye contact while massaging) and so on. so that the bond between parent and baby becomes stronger. Based on this situation, we carried out community service activities about the importance of knowing baby massage and its various benefits, targeting parents who have babies aged 0-12 months. It is hoped that this activity can become a forum. in increasing parents' knowledge and skills in carrying out baby massage independently at home. After the service was carried out, all respondents or 10 (100%) answered correctly about the meaning of baby massage, the benefits of baby massage and when is the right time to do a baby massage, 10 respondents (100%) answered correctly about when massage can be done, 9 respondents (85.7%) answered correctly about contraindications for infant massage. Respondents understood baby massage techniques and began to do and practice them independently at home with video guidance on baby massage techniques provided by the community service team.   ABSTRAK                 Masa bayi adalah masa keemasan dalam pertumbuhan dan perkembangan, sehingga kualitas tumbuh kembang yang optimal sangatlah penting.. Pijat bayi memiliki berbagai manfaat seperti meningkatkan frekuensi menyusu, meningkatkan berat badan bayi, membuat bayi lebih relaks, membuat tidur lebih lelap dan lama bahkan dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Lebih jauh lagi, ketika orang tua memijat bayinya secara mandiri, pada saat yang sama orang tua juga melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat) dan lain-lain, sehingga ikatan (bonding) antara orang tua dan bayi semakin erat. Berdasarkan situasi tersebut, maka kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat tentang pentingnya mengenal pijat bayi beserta beragam manfaatnya dengan sasaran orang tua yang memiliki bayi usia 0-12 bulan. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat menjadi wadah. dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan pijat bayi secara mandiri di rumah. Setelah di lakukan pengabdian, Seluruh responden atau  10 (100%) menjawab dengan benar tentang pengertian pijat bayi manfaat pijat bayidan  kapan waktu yang tepat untuk dilakukan pijat bayi sebanyak 10 responden (100%) menjawab dengan benar tentang kapan pemijatan dapat dilakukan, sebanyak 9 responden (85,7%) menjawab dengan benar tentang kontraindikasi dari pijat bayi. Respasponden memahami teknik pijat bayi dan mulai melakukan dan mempraktekkan secara mandiri di rumah dengan panduan video teknik pijat bayi yang diberikan tim pengabdia

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇