Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Studi Literatur Review: Penerapan Sentra Persiapan sebagai Upaya Meningkatkan Minat Literasi Baca Tulis pada Anak Usia Dini: Literature Review Study: The Implementation of Preparation Centers as an Effort to Increase Early Literacy Interest in Reading and Writing for Young Children
This research is related to efforts to increase the interest in early literacy among preschool children. The aim of the research is to analyze the application of the Sentra Persiapan method as an effort to increase the interest in reading and writing among preschool children. The research uses a literature review approach with the aid of the PICO framework, followed by the use of a prism diagram to obtain a clear and open picture through the process of identifying the composition of the research protocol. The identification includes inclusion and exclusion criteria, resulting in the acquisition of ten articles that have been analyzed for their suitability. The research findings show that the learning method that increases the interest in reading and writing among preschool children. This method creates a captivating and interactive learning environment, uses appropriate teaching materials, and involves active and playful approaches. Collaboration between teachers and parents enhances positive synergy. Various activities help to increase the interest of the children. The strategy for introducing letters and numbers uses media such as songs and random cards to help children understand the basics of reading and writing.
ABSTRAK
Penelitian ini berkaitan dengan upaya peningkatan minat literasi baca tulis anak usia dini. Tujuan penelitian yaitu menganalisis penerapan sentra persiapan sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca tulis pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan bantuan framework PICO, kemudian tahap selanjutnya peneliti menggunakan diagram prisma untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan terbuka melalui proses identifikasi penyusunan protokol penelitian. Identifikasi tersebut meliputi kriteria inklusi dan eksklusi dengan memperoleh hasil sepuluh artikel yang telah dianalisis kelayakannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang meningkatkan minat membaca dan menulis pada anak usia dini. Metode ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang menarik dan interaktif, menggunakan bahan ajar yang tepat, dan melibatkan pendekatan bermain dan aktif. Kolaborasi antara guru dan orang tua meningkatkan sinergi positif. Kegiatan yang bervariasi membantu meningkatkan minat anak. Strategi pengenalan huruf dan angka menggunakan media lagu dan kartu acak membantu anak memahami dasar-dasar membaca dan menulis
AN ANALYSIS OF TRANSLATION TECHNIQUES IN INDONESIAN SUBTITLE IN THE MOVIE ENTITLED LUCA
Translation is an attempt to transfer meaning, ideas, or information from the source language (SL) to the target language (TL). This research aims to analyze the translation technique of English to Indonesian subtitles in the movie entitled Luca. The theory used in the study was by Molina & Albir (2002) to collect and analyze the data, while the method used in this study was a descriptive qualitative method. The total numbers found 534 and the percentage of each technique are, literal translation occurs 133 times (25%), reduction occurs 75 times (14%), generalization occurs 64 times (12%), established equivalent occurs 46 times (8,61%), linguistic compression occurs 38 times (7,12%), adaptation occurs 34 times (6,37%), modulation occurs 31 times (5,81%), transposition occurs 27 times (5,06%), particularization occurs 22 times (4,12%), borrowing occurs 20 times (3,75%), discursive creation occurs 15 times (2,81%), compensation occurs 12 times (2,25%), variation occurs 7 times (1,31%), linguistic amplification occurs 6 times (1,12%), and amplification occurs 4 times (0,75%). The most dominant translation technique found in the movie Luca is literal translation.
Keywords: Movie, Subtitle, Translation Techniqu
Perancangan Arsitektur Sistem Informasi Menggunakan Metode Enterprise Architecture Planning (Studi Kasus: Madrasah Tsanawiyah Slafiyah Syafi'iyah)
Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi’iyah Puti adalah jenjang dasar pada pendidikan formal di Indonesia setara dengan sekolah menengah pertama, yang pengolahannya ilakukan oleh departemen agama. Pendidikan Madrasah Tsanawiyah ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 1sampai kelas 3. Murid kelas 3 diwajibkan mengikuti ujian madrasah dahulu ujian nasional atau UN yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan Madrasah Tsanawiyah dapat melanjutkan pendidikan Madrasah Aliyah atau Sekolah Menengah Atau Sekolah Menengah Kejuruan. Kurikulum Madrasah Tsanawiyah sama dengan kurikulum Sekolah Menengah Pertama, anya saja pada Madrasah Tsanawiyah terdapat porsi lebih banyak mengenai pedidikan agama islam. Selain mengajarkan mata pelajaran sebagaimana sekolah dasar, juga ditambah dengan pelajaran–pelajaran seperti Al-qur’an Hadist, Aqidah Akhlaq, Fiqh, Sejarah Kebudayaan Islam. Dan Bahasa Arab. Pelajar Madrasah Tsanawiyah umumnya berusia 13-15 tahun. Di Indonesia setiap warga Negara berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar(atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun. Lembaga Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi’iyah saat ini sudah memanfaatkan SI/TI untuk mendukung operasional beberapa divisinya, diantaranya untuk bagian pendaftaran peserta didik baru dan lain-lain.
Kata Kunci:Arsitektur, Sistem Infoemasi, Madrasah Tsanawiya
Perbandingan Kinerja Metode Convolutional Neural Network (CNN) dan VGG-16 dalam Klasifikasi Rambu Lalu Lintas
Penelitian ini membandingkan kinerja metode Convolutional Neural Network (CNN) dan VGG-16 dalam klasifikasi rambu lalu lintas menggunakan dataset gambar yang telah diproses sebelumnya. CNN yang digunakan melibatkan beberapa lapisan konvolusi, pooling, dropout, dense, serta penerapan data augmentasi untuk meningkatkan performa model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CNN sederhana mampu menghasilkan akurasi yang lebih baik dalam klasifikasi rambu lalu lintas dibandingkan dengan VGG-16. Model CNN terdiri dari lapisan-lapisan yang lebih sederhana namun efektif dalam mengekstraksi fitur dan mengurangi dimensi data, sehingga mengurangi kompleksitas komputasi dan mencegah overfitting. VGG-16, yang merupakan salah satu arsitektur CNN yang lebih kompleks dan mendalam, memerlukan sumber daya komputasi yang lebih besar serta waktu pelatihan yang lebih lama. Meskipun VGG-16 dilatih dengan fine-tuning pada beberapa lapisan terakhir untuk menyesuaikan model dengan dataset rambu lalu lintas, hasil eksperimen menunjukkan bahwa VGG-16 masih memerlukan lebih banyak waktu dan sumber daya dibandingkan dengan CNN sederhana. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa CNN sederhana tidak hanya efisien dan efektif untuk aplikasi dengan keterbatasan sumber daya tetapi juga mampu memberikan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan VGG-16. Keunggulan CNN sederhana terletak pada efisiensi komputasi dan kemampuannya untuk dioptimalkan lebih lanjut, termasuk penerapan teknik transfer learning untuk meningkatkan performa model tanpa perlu pelatihan ulang dari awal. Dengan demikian, CNN sederhana menjadi pilihan yang lebih ideal untuk aplikasi klasifikasi rambu lalu lintas, terutama dalam konteks yang memerlukan efisiensi waktu dan sumber komputasi. Penelitian ini membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut dalam penggunaan teknik optimisasi dan transfer learning guna meningkatkan kinerja model dalam berbagai aplikasi klasifikasi gambar.
Kata Kunci: rambu lalu lintas, VGG16, convolutional neural network (CNN
Analisis Penerapan Budaya Sekolah 5S (Senyum, Salam Sapa, Sopan, Santun) Dalam Membangun Karakter di Sekolah Dasar
This research is based on the urgency of strengthening the 5S school culture (Smile, Greeting, Greeting, Polite and Courtesy) as a concrete step to strengthen student character in schools. Essentially, school culture is a reflection of moral and ethical values in building a humanist, personalized, and cultured educational climate as mandated by the main objectives of education in elementary schools. The 5S School Culture as core values becomes the basis of students' personalities in carrying out noble values that are familiarized at school. Therefore, the internalization of Smile, Greeting, Greeting, Polite and Courtesy is the basis for building student character that must be grown from an early age, especially in elementary school education, one of which is at SD Negeri 3 Sekuro. Based on this, this study aims to understand and analyze how the 5S culture is applied in the school environment in shaping student character and creating a positive learning environment. This research uses qualitative methods with descriptive research design. The results of this study indicate that the 5s school culture provides a basis and systematic guidance in realizing students with character and noble character as a representative of the personality of good elementary school students. Through continuity in familiarizing the 5 S culture (Smile, Greeting, Greeting, Polite, Polite), it will gradually form an educational climate with personality and culture as one of the strategic instruments that contribute to realizing the education of students.
Abstrak
Penelitian ini didasarkan pada urgensi penguatan budaya sekolah 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) sebagai langkah konkret penguatan karakter siswa di Sekolah. Esensinya bahwa, budaya sekolah menjadi cerminan nilai moral dan etika dalam membangun iklim Pendidikan yang humanis, berkepribadian, dan berbudaya sebagai amanat tujuan utama Pendidikan di Sekolah Dasar. Budaya Sekolah 5S sebagai core values menjadi dasar kepribadian siswa dalam menjalankan nilai-nilai luhur yang di biasakan di Sekolah. Oleh karena itu internalisasi Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun adalah dasar membangun karakter siswa yang harus ditumbuhkan sedari dini, terlebih di Pendidikan sekolah dasar, salah satunya di SD Negeri 3 Sekuro. Berdasarkan hal tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis bagaimana budaya 5S diterapkan di lingkungan sekolah dalam membentuk karakter siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan design penelitan deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa budaya sekolah 5S memberikan dasar dan panduan sistematis dalam mewujudkan siswa yang berkarakter dan berbudi pekerti luhur sebagai representative kepribadian siswa Sekolah Dasar yang baik. Melalui kontinuitas dalam membiasakan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), secara berangsur akan membentuk iklim Pendidikan yang berkepribadian dan berbudaya sebagai salah satu instrument strategis yang berkontibusi dalam mewujudkan Pendidikan berkulitas di SD Negeri 3 Sekuro Jepara
Literature Review: Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Involusi Uterus pada Ibu Postpartum: Literature Review: The effect of Oxytocin Massage on Uterine Involution in Postpartum Mothers
The involution process during postpartum is a crucial physiological mechanism to avoid postpartum complications. One effort to support uterine involution is with oxytocin massage. There has been a lot of research on oxytocin massage but its effectiveness has not been studied in a wider environment. This study aims to examine articles on the effect of oxytocin massage on uterine involution in postpartum mothers. Researchers used three databases, namely Google Scholar, PubMed and Scopus. Full text, free articles published in the 2014-2024 range with keywords. The keywords used are “pijat oksitosin”, “involusi uterus”, “ibu nifas” in Indonesian. The keywords used in English are "oxytocin massage", "uterine involution", "postpartum". The author uses the PRISMA method and the quality of the articles uses JBI for later review. The results showed that 17 articles met the criteria and were included in the literature review. A total of 14 articles showed results supporting oxytocin massage as having a positive effect on uterine involution compared to controls. Meanwhile, 3 other articles stated there was no difference compared to the control. Measurement of uterine involution using uterine palpation. It can be concluded that oxytocin massage has a significant effect on uterine involution. It is recommended for health workers to teach families in oxytocin massage.
Abstrak
Proses involusi pada postpartum merupakan mekanisme fisiologi krusial untuk menghindari komplikasi post partum. Salah satu upaya untuk mendukung involusi uteri adalah dengan pijat oksitosin. Telah banyak dilakukan penelitian pijat oksitosin namun belum dikaji tentang efektivitasnya pada lingkungan yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan mengkaji artikel pengaruh pijat oksitosin terhadap involusi uterus pada ibu postpartum. Peneliti menggunakan tiga database yaitu google scholar, pubmed dan scopus. Artikel full teks, gratis yang terbit dalam rentang 2014-2024 dengan kata kunci Kata kunci yang digunakan adalah “pijat oksitosin”, “involusi uterus”, “ibu nifas” dalam Bahasa Indonesia. Kata kunci yang digunakan dalam Bahasa inggris adalah “oxytocin massage”, “uterine involution”, “postpartum”. Penulis menggunakan metode PRISMA dan kualitas artikel menggunakan JBI untuk kemudian di tinjau. Hasil didapatkan 17 artikel yang memenuhi kriteria dan dimasukkan dalam review literatur. Sebanyak 14 artikel yang menunjukkan hasil mendukung pijat oksitosin memberikan efek positif terhadap involusi uterus dibandingkan kontrol. Sedangkan 3artikel lainnya menyatakan tidak ada perbedaan dibandingkan dengan kontrolnya. Pengukuran involusi uteri menggunakan palpasi uterus. Dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin berpengaruh signifikan terhadap involusi uterus. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk mengajarkan keluarga dalam pijat oksitosin
Reformasi Pembelajaran Abad 21, Merdeka Belajar pada Anak Usia Dini Melalui Penggunaan Loose part: 21st Century Learning Reform, Freedom to Learn in Early Childhood Through the Use of Loose Parts
This research aims to determine the implementation of independent learning using loose part media in early childhood at KB Labschool UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan. Freedom to play is a new learning concept that has a big opportunity to improve the quality of education in Indonesia. If the use of this learning model is carefully prepared, it will certainly have a significant impact on children's development. Through independent learning, children will be directed to have 21st century competencies, namely, communication, creativity, collaboration and critical thinking. Many PAUD schools have not implemented the concept of independent learning due to teachers' readiness to implement it. This research aims to determine the implementation of free play in early childhood through loose part media at KB Lab School UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan. This research uses a descriptive qualitative method with a research focus on children's free play through loose part media. The primary data sources are school principals, educators and children. Data collection techniques use observation, interviews and documentation techniques. In checking the validity of the data using data triangulation. The results of the research show that the implementation of free play through loose parts for children at KB Lab School UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan is that first the teacher prepares loose part media, second the children explore the materials that have been provided, third, the children are free to interact in building knowledge and empowering independence in activities learn how to teach. Apart from that, the benefits of implementing free play through loose part media are able to develop the 4c: creativity, communication, collaboration and critical thinking for children.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi merdeka belajar menggunakan media loose part pada anak usia dini di KB Labschool UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan. Merdeka bermain merupakan sebuah konsep pembelajaran baru yang berpeluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Penggunaan model pembelajaran ini apabila dipersiapkan dengan matang tentunya akan berpengaruh secara signifikan bagi perkembangan anak. Melalui merdeka belajar anak akan diarahkan untuk memiliki kompetensi abad 21, yaitu, communication, creativity, collaboration, dan critical thingking. Banyak sekolah PAUD belum mengusung konsep merdeka belajar dengan alasan kesiapan guru dalam mengimplementasikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi merdeka bermain pada anak usia dini melalui media loose part di KB Lab School UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan fokus penelitian merdeka bermain pada anak melalui media loose part, adapun yang menjadi sumber data primer adalah kepala sekolah, pendidik dan anak-anak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam pemeriksaan keabsahan data menggunakan tri angulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi merdeka bermain melalui loose part pada anak di KB Lab School UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan yaitu pertama guru mempersipkan media loose part, kedua anak mengeksplorasi bahan yang sudah disediakan, ketiga, anak bebas berikteraksi dalam membangun pengetahuan dan pemberdayaan kemandirian dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu dari manfaat pelaksanaan merdeka bermain melalui media loose part tersebut mampu mengembangkan 4c: creativity, communication, collaboration and critical thingking bagi anak-anak
Tingkat Peminatan dan Keseriusan Mahasiswa dalam Mengikuti Perkuliahan Melalui Belajar Daring di Universitas Xz Semarang: Level of Interest and Seriousness of Students in Following Lectures Through Online Learning at Xz University Semarang
Learning is a person's effort to realize the process of transferring knowledge, mastering skills, and forming attitudes. The learning process does not occur immediately, but through a process of certain stages. The subjects in this research were 107 students from the PAUD Teacher Education Study Program which was conducted at XZ University in Semarang. The research aims to determine the level of interest and seriousness of students in attending lectures through online learning. This research is quantitative research using observation methods, interviews, giving questionnaires or questionnaires which are carried out by analyzing data looking for validity, reliability and average results. The results of data analysis show that the level of interest and seriousness of students in taking lectures via online learning viaZoom/Google Meet, if the results of the questionnaire analysis consisting of 24 statement items are more than (>) 0.3, it is said to be valid. The results of the reliability test via the SPSS Version 26 program on the interest level indicator instrument obtained a reliability coefficient of 0.713. Meanwhile, in the indicator instrument for the level of seriousness in taking online lectures, a reliability coefficient of 0.662 was obtained. The results of statistical analysis show that the level of student interest in taking lectures conducted in online learning is 7.42%, this is in the high category, the level of seriousness is 44.6%, so It can be said that students are still in the medium category and are serious about taking lectures via online learning.
ABSTRAK
Pembelajaran merupakan suatu usaha seorang dalam mewujudkan terjadinya proses transfer pengetahuan, penguasaan keterampilan, dan pembentukan sikap, proses pembelajaran tidak terjadi seketika, namun melalui proses tahapan tertentu. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru PAUD (RPL) yang berjumlah 107 orang yang dilakukan pada Universitas XZ di Semarang, penelitian bertujuan mengetahui tingkat peminatan dan keseriusan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan melalui pembelajaran daring, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasi, wawancara, pemberian angket atau kuesioner dengan analisis data mencari hasil validitas, reliabilitas dan rata-rata. Hasil analisis data bahwa tingkat peminatan dan keseriusan mahasiswa mengikuti perkuliahan melalui pembelajaran daring via Zoom/Google Meet, bahwa hasil analisis kuesioner yang terdiri dari 24 item pernyataan sudah lebih dari (>) 0,1882 maka dikatakan valid, hasil uji reliabilitas melalui program SPSS Versi 26 pada instrumen indikator tingkat peminatan diperoleh koefisien reliabilitas terdapat 0,713. Sedangkan pada instrumen indikator tingkat keseriusan dalam mengikuti perkuliahan daring diperoleh koefisien reliabilitas 0,662 hasil analisis statistik bahwa pada tingkat peminatan mahasiswa mengikuti perkuliahan yang dilakukan dalam pembelajaran daring terdapat 70,42%, ini berada pada kategori tinggi, pada tingkat keseriusannya terdapat 44,6% sehingga dapat dikatakan bahwa mahasiswa masih berada pada kategori sedang dalam keseriusan mengikuti perkuliahan melalui pembelajaran daring pada matakuliah konsep dasar matematika
Strategi Pembelajaran Model Pelatihan Melukis di Atas Kain terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Saung Nyawiji: Learning Strategy of Painting on Cloth Training Model on Fine Motor Skills of Early Childhood Saung Nyawiji
The research with the title Learning Strategy for Painting on Cloth Training Models for the Fine Motor Abilities of Early Childhood Saung Nyawiji uses a Pre-Experimental Design research design with the One-Group Pretest-Posttest Design type. This research was carried out by comparing the results of assessing children's abilities before and after being treated with painting on cloth. The research subjects were 20 children, then the data collection method used non-participant observation with research tools in the form of observation sheets, then data analysis in this study used non-parametric statistics with the Wilcoxon matched pair test. The results of the Wilcoxon match pair test data analysis which was carried out produced Tcount = 0 which is smaller than the T table with a significance level of 5%, namely 0.71 so (0 <0.71). It was concluded that the results of the analysis meant that the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (Ho) was rejected. So the research hypothesis was that the learning strategy of the painting training model on cloth had an effect on the fine motor skills of early childhood children in Saung Nyawiji Gunungpati Semarang and was acceptable. Therefore, it can be concluded that cloth painting training can be used to improve fine motor skills in early childhood.
ABSTRAK
Penelitian dengan judul strategi Pembelajaran Model Pelatihan Melukis di Atas Kain Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Saung Nyawiji ini menggunakan desain penelitian Pre-Experimental Design dengan jenis One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil penilaian kemampuan anak sebelum dan sesudah diberikan perlakuan melukis di Atas Kain. Subyek penelitian berjumlah 20 anak kemudian metode pengumpulan data menggunakan observasi non partisipant dengan alat penelitian berupa lembar observasi, kemudian analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik non-parametris dengan uji jenjang bertanda wilcoxon match pair test. Hasil analisis data uji wilcoxon match pair test yang dilakukan menghasilkan Thitung = 0 lebih kecil dari T tabel dengan taraf signifikan 5% yaitu 0,71 sehingga (0 < 0,71). Disimpulkan bahwa hasil analisis tersebut berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak, Sehingga hipotesis penelitian tersebut adalah strategi pembelajaran model pelatihan melukis di atas kain berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak Usia Dini Saung Nyawiji Gunungpati Semarang dapat diterima. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pelatihan melukis kain dapat digunakan dalam meningkatkan motoric Halus Anak Usia Dini
Pengaruh Pemasaran Media Sosial, Harga, dan Kualitas Produk terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus UMKM Pengrajin Pandai Besi Kudus)
Consumer purchase intention is a key factor influencing purchasing decisions in a competitive business environment. This study aims to analyze, evaluate, and identify the effects of social media marketing, price, and product quality on consumer purchase intentions in the blacksmithing SMEs in Kudus. Using quantitative techniques with a descriptive approach and a sample of 100 blacksmithing SMEs, the research findings indicate that social media marketing and product quality have a positive and significant impact on purchase intentions, while price has a negative and significant impact. Simultaneously, social media marketing, price, and product quality collectively have a positive and significant effect on consumer purchase intentions
Abstrak
Minat beli konsumen adalah faktor kunci yang memengaruhi keputusan pembelian dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mengidentifikasi pengaruh pemasaran media sosial, harga, dan kualitas produk terhadap minat beli konsumen pada UMKM pengrajin pandai besi di Kudus. Menggunakan teknik kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan sampel sebanyak 100 pengrajin pandai besi, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran media sosial dan kualitas produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, sedangkan harga memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, pemasaran media sosial, harga, dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen