Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
1880 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Minyak Biji Jinten Hitam (Nigella Sativa L.) Terhadap Persentase Ekspresi Interleukin-2 Pada Perokok Aktif: The Effect Of Black Cumin (Nigella Sativa L.) Seed Oil on The Percentage Of Interleukin-2 Expression In Active Smokers
Cigarette smoke has the main content, namely 7,12-dimethylbenz[a]anthracene (DMBA), nicotine and tar which affect the innate and adaptive immune system. Nicotine and tar are able to suppress the expression of Interleukin-2 (IL-2) in Pheripheral Blood Mononuclear Cells (PBMC) by reducing signaling in T-cell activation. Black cumin seed oil (MBJH) both in vitro and in vivo has been used as an immunomodulatory compound containing.The main one is Timoquinone and it is expected to be able to increase IL-2. The purpose of this study was to find out how MBJH influences IL-2 expression in active smokers. A total of 36 healthy active smoker volunteers aged >18 years were divided into 4 groups. Placebo intervention and 450 mg MBJH capsules were administered for 30 days. The research design used was a single blind Randomized Controlled Trial (RCT). The percentage of IL-2 was analyzed using a flow cytometer and the average IL-2 was analyzed using Kruskal Wallis. The lowest percentage of IL-2 expression was in the placebo group with an average of 1.67%, and it increased in the 450 mg MBJH capsule group 3x1, 3x2 and 3x3 with IL-2 expression of 3.54%, 3.49% and 3.72% respectively. Conclusion in this research was the effect of MBJH administration on the percentage of IL-2 was not statistically significant, but the mean of IL-2 expression showed an increase in the group given MBJH compared to the control group given placebo.
ABSTRAK
Asap rokok memiliki kandungan utama yaitu 7,12- dimethylbenz[a]anthracene (DMBA), nikotin dan tar yang mempengaruhi sistem imun bawaan dan adaptif. Nikotin dan tar mampu menekan ekspresi Interleukin-2 (IL-2) pada Pheripheral Blood Mononuclear Cell (PBMC) dengan mengurangi pensinyalan dalam aktivasi sel T. Minyak Biji Jinten Hitam (MBJH) secara in vitro maupun in vivo telah digunakan sebagai senyawa imunomodulator dengan kandungan utamanya yaitu timokuinon dan diharapkan mampu meningkatkan IL-2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh MBJH terhadap ekspresi IL-2 pada perokok aktif. Sebanyak 36 relawan sehat perokok aktif dengan usia >18 tahun dibagi menjadi 4 kelompok. Intervensi plasebo dan kapsul MBJH 450 mg diberikan selama 30 hari. Desain penelitian yang digunakan yaitu Randomized Controlled Trial (RCT) single blind. Persentase IL-2 dianalisis dengan menggunakan flow cytometer dan rata-rata IL-2 dianalisis menggunakan Kruskal Wallis. Persentase ekspresi IL-2 paling rendah yaitu pada kelompok plasebo dengan rerata 1,67%, dan meningkat pada kelompok kapsul MBJH 450 mg 3x1, 3x2 dan 3x3 dengan ekspresi IL-2 berturut-turut yaitu 3.54%, 3.49% dan 3.72%. Simpulan penelitian ini adalah pengaruh pemberian MBJH terhadap persentase IL-2 tidak bermakna secara statistik, tetapi pada rerata ekspresi IL-2 menunjukkan kenaikan pada kelompok yang diberikan MBJH dibandingkan kelompok kontrol yang diberikan plasebo
Sikap dan Perilaku Swamedikasi Dismenore Primer pada Mahasiswi Farmasi Universitas Ngudi Waluyo : Attitudes and Behavior of Self-Medication for Primary Dysmenorrhea among Pharmacy Students at Ngudi Waluyo University
Women experience pain that varies in intensity for each individual. Menstrual pain can be treated using pharmacological and non-pharmacological therapy. The use of therapy for dysmenorrhea can improve the quality of life of sufferers. The Pharmacy Study Program at Ngudi Waluyo University is dominated by female students where menstrual pain will be an obstacle that affects their academic and daily activities. The aim of this study was to determine the attitudes and behavior of students from the Pharmacy Study Program at Ngudi Waluyo University when experiencing primary dysmenorrhea and to assess the strength of the correlation between the intensity of dysmenorrhea pain and therapy. The method used in this research is descriptive analysis with simple random sampling data collection techniques. Data was analyzed using the SPSS 25 statistical application. Based on the data obtained, 27.11% of respondents used therapy, and 72.89% of respondents did not use therapy. Reducing the pain intensity of primary dysmenorrhea has a correlation of 0.520 (moderate) with the use of therapy. Based on statistical tests on academic activities (sig. 0.006) and daily activities (sig. 0.000) which shows that there is an influence of primary dysmenorrhea on the academic and daily activities of respondents, but it has a weak correlation, namely 0.212 and 0.306 respectively. The use of therapy can reduce the intensity of pain in primary dysmenorrhea, however, many do not use therapy when experiencing primary dysmenorrhea and primary dysmenorrhea affects the respondents' academic and daily activities.
ABSTRAK
Perempuan mengalami nyeri haid dengan intensitas yang berbeda pada setiap individu. Nyeri haid dapat diatasi menggunakan terapi farmakologi maupun non farmakologi. Penggunaan terapi pada dismenore dapat meningkatkan kualitas hidup penderita. Prodi Farmasi Universitas Ngudi Waluyo didominasi oleh mahasiswi dimana nyeri haid akan menjadi kendala yang mempengaruhi aktivitas akademik maupun kesehariannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap dan perilaku mahasiswi Prodi Farmasi Universitas Ngudi Waluyo ketika mengalami dismenore primer dan menilai kekuatan korelasi intensitas nyeri dismenore terhadap terapi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan teknik pengambilan data simple random sampling. Data dianalisis menggunakan aplikasi statistik SPSS 25. Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 27,11% responden menggunakan terapi, dan 72,89% responden tidak menggunakan terapi. Penurunan intensitas nyeri dismenore primer mempunyai korelasi 0,520 (moderate) dengan penggunaan terapi. Berdasarkan uji statistik pada aktivitas akademik (sig. 0,006) dan aktivitas keseharian (sig. 0,000) yang menunjukkan terdapat pengaruh dismenore primer terhadap kegiatan akademik dan keseharian respoden, namun mempunyai korelasi yang lemah, yaitu masing-masing 0,212 dan 0,306. Penggunaan terapi dapat menurunkan intensitas nyeri pada dismenore primer, akan tetapi banyak yang tidak menggunakan terapi ketika mengalami dismenore primer dan dismenore primer mempengaruhi kegiatan akademik dan keseharian responden
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Indonesia Tentang Vaksin Covid-19: Profile of Public Knowledge Level in Indonesia About Covid-19 Vaccine
The new coronavirus, known as Covid-19, is a highly contagious virus. Vaccination can be done to prevent the transmission of vaccination. This study aims to determine the level of public knowledge about the Covid-19 Vaccine so that it can increase public awareness to participate in vaccination. This research is an analytic descriptive research. The location of this study was Teluk Wetan Village and Saketa Village. Sampling was done by purposive sampling. The results obtained were that there were 4 questions that had criteria for a sufficient level of knowledge including the purpose of administering the vaccine, recognizing the Covid-19 vaccine, vaccine safety and the dose of vaccine administration. The other 10 questions fall into the category of insufficient knowledge level, which is indicated by a correct answer value of less than 56%. And the lowest percentage is knowledge about Post-Immunization Adverse Events (AEFI), namely Teluk Wetan Village with a result of 34.22% and 38.04% in Saketa Village. The conclusion of this study is the average level of knowledge about the Covid-19 vaccine in Teluk Wetan Village 53.89% and in Saketa Village 51, 37%. The average level of knowledge about the Covid-19 vaccine is in the category of less than 56%
ABSTRAK
Virus Corona baru yang dikenal dengan Covid-19 merupakan virus yang sangat mudah menyebar dan menular. Vaksinasi dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan vaksnasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai Vaksin Covid-19 sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Teluk Wetan dan Desa Saketa. Pengambilan sampel dilakukan secara purpossive sampling. Jumlah responden yang ikut penelitian ini total adalah 160. Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat 4 pertanyaan yang memiliki kriteria tingkat pengetahuan cukup meliputi tujuan pemberian vaksin, mengenal vaksin Covid-19, keamanan vaksin dan dosis pemberian vaksin. Untuk 10 pertanyaan lainnya masuk dalam kategori tingkat pengetahuan kurang, yang ditunjukkan dengan nilai jwaban benar kurang dari 56%.dan yang memiliki persentase paling rendah adalah pengetahuan mengenai Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), yaitu Desa Teluk Wetan diperoleh hasil 34,22% dan 38,04% di Desa Saketa. Simpulan penelitian ini adalah rata-rata tingkat pengetahuan mengenai vaksin Covid-19 di Desa Teluk Wetan 53,89% dan Desa Saketa 51,37%. Rata-rata tingkat pengetahuan mengenai vaksin Covid-19 masuk dalam kategori kurang kurang dari 56%
Pengaruh Pijat Bayi terhadap Kualitas Tidur pada Bayi Usia 0-12 Bulan: Literature Review: The Effect of Baby Massage on Sleep Quality in Babies Aged 0-12 Months: Literature Review
The quality of a baby's sleep is important to support the baby's growth and development. However, unfortunately in the first year, babies often experience sleep disorders, which has a negative impact on the baby's development. Baby massage intervention is well known and widely applied, but the procedures still vary. This study aims to determine the literature review of the effect of baby massage on sleep quality in babies aged 0-12 months. Researchers used three databases, namely Google Scholar, PubMed and Scopus. Full text, free articles published in the 2014-2024 range with keyword (“pijat bayi” or “baby massage”) and (“kualitas tidur” or “baby sleep quality”) and (“experiment”). The author uses the PRISMA method and the quality of the articles uses JBI for later review. The results showed that 13 articles met the criteria and were included in the review. The results obtained from all articles support that baby massage has a positive effect on the quality of baby sleep. Baby massage instruments are not uniform and not all are described in the article. Most sleep quality measurements use BISQ. It can be concluded that routine baby massage for 30 minutes every day can improve the quality of the baby's sleep. It is recommended for health workers to teach baby massage to mothers at neonatal visits.
Abstrak
Kualitas tidur bayi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun sayangnya pada satu tahun pertama bayi masih sering mengalami gangguan tidur sehingga berdampak buruk pada perkembangan bayi. Intervensi pijat bayi telah dikenal dan banyak diterapkan namun prosedurnya masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literature review pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur pada bayi usia 0-12 bulan. Peneliti menggunakan tiga database yaitu google scholar, pubmed dan scopus. Artikel full teks, gratis yang publish dalam rentang 2014-2024 dengan kata kunci (“pijat bayi” atau “baby massage”) dan (“kualitas tidur” atau “baby sleep quality”) dan (“experiment”). Penulis menggunakan metode PRISMA dan kualitas artikel menggunakan JBI untuk kemudian di tinjau. Hasil didapatkan 13 artikel yang memenuhi kriteria dan dimasukkan dalam review. Hasil didapatkan seluruh artikel mendukung bahwa pijat bayi berpengaruh positif terhadap kualitas tidur bayi. Instrumen pijat bayi tidak seragam dan tidak semua dijelaskan dalam artikel. Pengukuran kualitas tidur paling banyak menggunakan BISQ. Dapat disimpulkan bahwa pijat bayi yang dilakukan rutin setiap hari selama 30 menit dapat meningkatkan kualitas tidur bayi. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk mengajarkan pijat bayi kepada ibu di kunjungan neonatal
Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik pada Siswa SMK PGRI 1 Salatiga
Antibiotics are a class of drugs used to fight infections caused by bacteria. Antibiotics used inappropriately and wisely can cause resistance problems. Inappropriate use of antibiotics often occurs among the public. This is likely due to a lack of knowledge regarding the use of antibiotics. This study aims to analyze the level of antibiotic knowledge among students at SMK PGRI 1 Salatiga. This research is an observational study with a cross sectional and prospective approach conducted at SMK PGRI 1 Salatiga. The research sample is part of the population that meets the inclusion and exclusion criteria using a sampling technique, namely total sampling, and 66 respondents were obtained. Inclusion criteria include students of SMK PGRI 1 Salatiga class XII who are over 16 years old, willing to be respondents, able to write and read. Exclusion criteria include respondents who did not fill out the questionnaire completely. The data was tested using Chi-square and Gamma to determine the relationship between respondent characteristics and the level of knowledge of antibiotic use. Research shows that the gender of the students who took part in the research was 3 respondents (4.55%) male and 63 respondents (95.45%) female. The age of class as many as 2 respondents (3.03%). The level of good knowledge was 49 respondents (74.24%), sufficient knowledge was 13 respondents (19.70%) and poor knowledge was 4 respondents (6.06%). Gender and age are not related to the level of knowledge with significance values of 0.282 and 0.564 respectively.
ABSTRAK
Antibiotik merupakan golongan obat yang digunakan untuk melawan infeksi yang diakibatkan oleh bakteri. Antibiotik yang digunakan tidak tepat dan bijak dapat menyebabkan munculnya masalah resistensi. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat tersebut banyak terjadi di kalangan masyarakat. Hal ini kemungkinan karena kurangnya pengetahuan terkait dengan penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan antibiotik di kalangan siswa SMK PGRI 1 Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dan bersifat prospektif yang dilakukan di SMK PGRI 1 Salatiga. Sampel penelitian merupakan bagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dan didapatkan 66 responden. Kriteria inklusi meliputi siswa siswi SMK PGRI 1 Salatiga kelas XII yang berusia lebih dari 16 tahun, bersedia menjadi responden, dapat menulis dan membaca. Kriteria eksklusi meliputi responden yang tidak mengisi kuesioner dengan lengkap. Data diuji dengan Chi-square dan Gamma untuk mengetahui hubungan karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik. Penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin siswa yang mengikuti penelitian yaitu laki-laki sebanyak 3 responden (4,55%) dan perempuan 63 responden (95,45%). Usia siswa kelas XII yang mengikuti penelitian yaitu usia 17 tahun sebanyak 25 responden (37,88%), usia 18 tahun sebanyak 31 responden (46,97%), usia 19 tahun sebanyak 8 responden (12,12%) dan usia 20 tahun sebanyak 2 responden (3,03%). Tingkat pengetahuan baik sebesar 49 responden (74,24%), pengetahuan cukup sebesar 13 responden (19,70%) dan pengetahuan kurang sebesar 4 responden (6,06%). Jenis kelamin dan usia tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan dengan nilai signifikansi masing-masing 0,282 dan 0,564
Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) terhadap Kejadian Diare pada Remaja
Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is all health behavior carried out with awareness so that family or family members can help themselves in the health sector and can play an active role in health activities in the community (Proverawati & Rahmawati 2016). Initial survey results: 75% of students at SD 003 Bengkong, Batam City still lack knowledge about PHBS and do not maintain personal and environmental cleanliness. PHBS students' knowledge of washing hands, using toilets, exercising regularly, shampooing hair will prevent diarrhea. This research was conducted with the aim of finding out the level of knowledge of class IV students at SD 003 Bengkong, Batam City regarding PHBS. This research method is survey-analytic with a cross-sectional approach. The population in this study was all 112 class VI students at SD 003 Bengkong, Batam City. The sampling technique in this research was total sampling, namely all class VI students at SD 003 Bengkong, Batam City, totaling 112 students. Data collection was carried out using a questionnaire. Chi-square test data analysis. The research results show that there is a relationship between PHBS knowledge and the incidence of diarrhea in adolescents with a value of p = 0.000. The research results show that there is an influence of knowledge of clean and healthy living behavior (PHBS) on the incidence of diarrhea in adolescents, so it is hoped that teachers and parents can help children implement clean and healthy living behavior (PHBS) at school or at home
ABSTRAK
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Hasil Survey awal 75% siswa SD 003 Bengkong Kota Batam pengetahuan tentang PHBS masih kurang dan kurang menjaga keberishan pribadi maupun lingkungan. Pengetahuan siswa PHBS dalam mencuci tangan , memakai jamban, olahraga teratur, keramas akan terhindar dari kejadian diare. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pengetahuan siswa kelas IV di SD 003 Bengkong Kota Batam tentang PHBS. Metode penelitia ini survey-analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD 003 Bengkong Kota Batam sebanyak 112 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling yakni seluruh siswa kelas VI SD 003 Bengkong Kota Batam yang berjumlah sebanyak 112 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analissi data uji chi-square. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan PHBS terhadap kejadian diare pada remaja dengan nilai p= 0,000. Hasil penelitian bahwa ada pengaruh pengetahuan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada remaja sehingga diharapkan kepada guru dan orang tua agar dapat membantu anak dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) saat di sekolah ataupun di rumah
Rancangan Media Flash Card Tentang Pentingnya Minum Air Putih Pada Siswa MI Hidayatul Athfal Gedang Anak
Currently, 1 in 4 children in Indonesia still don't drink enough. Based on research, more than 30 percent of the drinks consumed by children are not water. In this era, many sweet and colored drinks have emerged and are sold in school environments. Providing education or knowledge about the importance of drinking water is very important to change water drinking behavior. Therefore, researchers are interested in designing health education media, namely flash card media about the importance of drinking water for the body. The aim of this research is to produce a flash card media draft about the importance of drinking water for elementary school students at MI Hidayatul Athfal Gedang Anak. This research uses a qualitative method with a health promotion media development model in the form of P-Process. The informants in the research were 12 class V students of Mi Hidayatul Athfal Gedang Anak as well as material experts and media experts who were taken using purposive sampling. Data collection was carried out using interviews and Focus Group Discussions (FGD) in January-February 2023 with validation tests by material experts and media experts. Based on the results of qualitative data analysis of the need to design flash card media as well as assessments by material experts and media experts, the resulting design is in the very good category in every aspect of its assessment, so that flash cards are suitable for use as health promotion media in order to increase water drinking behavior in children.
ABSTRAK
Saat ini 1 dari 4 anak di Indonesia masih kurang minum. Berdasarkan penelitian minuman yang dikonsumsi anak-anak lebih dari 30 persen bukan air putih. Di era sekarang banyak bermunculan minuman manis dan berwarna dan dijual di lingkungan s sekolah. Pemberian edukasi atau pengetahuan pentingnya minum air putih sangat penting untuk merubah perilaku minum air putih. Maka dari itu peneliti tertarik untuk merancang media pendidikan kesehatan yaitu media flash card tentang pentignya minum air putih bagi tubuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan draft media flash card tentang pentingnya minum air putih pada siswa sekolah dasar di MI Hidayatul Athfal Gedang Anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model pengembangan media promosi kesehatan berupa P-Process, Populasi penelitian ini adalah Siswa MI Hidayatul Athfal. Sampel yang menjadi informan pada penelitian yaitu 12 siswa kelas V Mi Hidayatul Athfal Gedang Anak serta ahli materi dan ahli media yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) pada bulan Januari-Februari 2023 dengan uji validasi oleh ahli materi dan ahli media. Berdasarkan hasil analisis data kualitatif kebutuhan untuk merancang media flash card serta penilaian oleh ahli materi dan ahli media, rancangan yang dihasilkan masuk dalam kategori sangat baik pada setiap aspek penilaiannya, sehingga flash card layak digunakan sebagai media promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan perilaku minum air putih pada anak-anak
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Seksualitas terhadap Sexual Self Efficacy for Female (SSEF) pada Calon Pengantin
Sexual Self Efficacy for Females (SSEF) is a sexual predictor, it can also be interpreted as a person’s belief in the potential quality of having sexual relations. Insufficient or low knowledge about sexuality can influence a woman’s failure or lack of confidence in sexual self-efficacy for Female (SSEF). The aim of this research is to determine the influence of providing health education about sexuality on sexual self-efficacy for Female in prospective brides and grooms in KUA Bawen District. This research uses quantitative Nonequivalent with control group design. The population of this study was all 34 prospective brides who had registered in January who were divided into a control group and an intervention group. This research sample used Total Sampling using Mann Whitney analysis. Obtained a value of p(Value) (0.01) < α (0.05). This means that there is an influence of sexual health education on the sexual self-efficacy for females (SSEF) of prospective brides in KUA Kecamatan Bawen . The results of this research can add information for prospective brides in preparation for marriage to face Sexual Self-Efficacy for Females (SSEF) through Sexuality Health Education.
ABSTRAK
Pengetahuan tentang seksualitas dapat mempengaruhi kegagalan atau ketidak yakinan seorang wanita tentang sexual self efficacy for female. Tujuan penelitian adalah Mengetahui adanya Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Tentang Seksualitas Terhadap Seksual Self Effecasy For Female Pada Calon Pengantin Wanita di KUA Kecamatan Bawen. Penelitian ini menggunakan kuantitatif berbentuk Nonequivalent with control group design with control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh Calon Pengantin Wanita yang telah mendaftar dibulan Januari berjumlah 34 yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intrvensi. Sempel penelitian ini mengunakan Total Sampling dengan menggunakan analisa Mann Whitney. Diperoleh nilai p(Value) (0,01) < α (0,05) Artinya Ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Seksualitas Terhadap Seksual Self Efficacy For Female (SSEF) Calon Pengantin Wanita di KUA Kecamatan Bawen.Hasil penelitian ini dapat menambah informasi bagi Calon Pengantin Wanita dalam persiapan pernikahan untuk menghadapi Seksual Self Efficacy For Female (SSEF) melalui Pedidikan Kesehatan Seksualitas
Implementasi Pendidikan Seks terhadap Perilaku Anak dalam Bergabung dengan Sesama Berbasis Video Animasi: Implementation Of Sex Education On Children's Behavior In Associating With Peers Based On Animation Videos
It is necessary to introduce the concept of sex education to children from an early age because this is the basis for children interacting with peers. Sex education in society is usually a taboo subject, but actually it is no longer taboo and needs to be introduced clearly. There are many methods that parents can use. In this study, researchers implemented an introduction to the concept of sex education to children through animated video services. This is because children tend to like things that move and make sounds, such as films or videos, compared to just visualization shows such as story books. This type of research uses qualitative research with a case study approach. The case study is a model that focuses on exploring "limited systems" in particular by extracting detailed and in-depth data. Information obtained from various sources to obtain the desired data. The research was conducted at Kindergarten IB 68, Sungai Rumbai District, Dharmasraya Regency, West Sumatra Province with a research time of 3 months starting from January to March 2023. The subjects in the study were children with an age range of 5-6 years who were selected through a purposive sampling technique. The data analysis techniques used are observation and interviews. The results of the research show that the use of animated videos has an influence on differences in children's behavior in interacting with peers. In this case, the video shown to children is not only shown once but is done several times and observations are made to see the effect on the child's behavior in socializing with peers.
ABSTRAK
Konsep pendidikan seks pada anak perlu diperkenalkan sejak dini karena hal ini menjadi landasan anak dalam berinteraksi dengan teman sebayanya. Pendidikan seks di masyarakat biasanya merupakan hal yang tabu, namun sebenarnya sudah tidak tabu lagi dan perlu diperkenalkan secara jelas. Ada banyak cara yang bisa digunakan orang tua. Pada penelitian ini peneliti menerapkan pengenalan konsep pendidikan seks pada anak melalui layanan video animasi. Pasalnya, anak cenderung menyukai benda-benda yang bergerak dan mengeluarkan suara, seperti film atau video, dibandingkan hanya tayangan visualisasi seperti buku cerita. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus merupakan model yang berfokus pada eksplorasi “sistem terbatas” khususnya dengan mengekstraksi data secara detail dan mendalam. Informasi diperoleh dari berbagai sumber untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian dilaksanakan di TK IB 68 Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat dengan waktu penelitian selama 3 bulan terhitung pada bulan Januari sampai dengan Maret 2023. Subyek dalam penelitian adalah anak dengan rentang usia 5-6 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi memberikan pengaruh terhadap perbedaan perilaku anak dalam berinteraksi dengan teman sebaya yaitu anak sudah mulai memahami batasan bersosialisasi dengan teman sebayanya di lingkungan sekitar. Dalam hal ini video yang ditayangkan kepada anak tidak hanya ditayangkan satu kali saja melainkan dilakukan beberapa kali dan dilakukan observasi untuk melihat pengaruhnya terhadap perilaku anak dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan peneliti merekomendasikan kegiatan ini kepada guru atau semua lapisan praktisi Pendidikan untuk dapat mengenalkan hal terutama mengenai Pendidikan seks salah satunya dapat menggunakan video animasi. Adapun implikasi dari penelitian ini yaitu hasil penelitian dapat dijadikan sebagai referensi dalam mengenalkan konsep Pendidikan seks kepada anak. Hasil penelitian dan kelemahan penelitian dapat dijadikan pedoman bagi peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian yang memiliki tema yang sama
Edukasi Manfaat KMC (Kangaroo Mother Care) untuk Perawatan Bayi Sehari-Hari
The initiation of bonding attachment between mother and baby in Low Birth Weight (LBW) Babies is delayed, this is due to the separation between mother and LBW baby during incubator care. Therefore, treatment is needed as an alternative to dealing with LBW problems, one of alternativfe is the Kangaroo Mother Care (KMC) method. The KMC method improves the emotional relationship between mother and baby (bounding attachment), prevents hypothermia, stabilizes body temperature, heart rate and breathing rate of the baby, increases growth and body weight, reduces stress on the baby and mother and increases the mother's breast milk production. The aim of this community service is that after carrying out KMC (Kangaroo Mother Care) education for daily baby care, it is hoped that mothers with babies will be able to apply KMC. The method for implementing this community service is by providing health education and demonstrations regarding KMC. After conducting health education regarding KMC in the working area of the Gambirsari Community Health Center, mothers with babies and toddlers can practice KMC and use KMC as an alternative in daily baby care. The conclusion of this activity is that KMC is effective for daily baby care and mothers are able to apply it for daily baby care.
ABSTRAK
Inisiasi pembentukan ikatan (bounding attachment) antara ibu dan bayi pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) menjadi tertunda, hal ini dikarenakan pemisahan antara ibu dan bayi BBLR selama dilakukan perawatan inkubator. Oleh karena itu dibutuhkan perawatan yang menjadi alternatif untuk menangani masalah BBLR, salah satunya adalah dengan cara Kangaroo Mother Care (KMC). Metode KMC meningkatkan hubungan emosi ibu dan bayi (bounding attachment), mencegah terjadinya hipotermi, menstabilkan suhu tubuh, laju denyut jantung dan pernafasan bayi, meningkatkan pertumbuhan dan berat badan, mengurangi stress pada bayi dan ibu dan meningkatkan produksi ASI ibu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah setelah dilakukan Edukasi KMC (Kangaroo Mother Care) untuk perawatan bayi sehari-hari diharapkan ibu-ibu yang mempunyai bayi dapat menerapkan KMC. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan dan demonstrasi mengenai KMC. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan mengenai KMC di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita dapat mempraktikkan KMC dan menjadikan KMC sebagai alternatif dalam perawatan bayi sehari-hari. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah KMC efektif untuk perawatan bayi sehari-hari dan ibu-ibu mampu untuk menerapkan untuk perawatan bayi sehari-har