Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    Hubungan Tingkat Keamanan Lingkungan dengan Risiko Jatuh pada Lansia di Panti Wredha

    Get PDF
    Auditory hallucinations or auditory-hearing voices or sounds are the most common type of hallucination. Clients who experience hallucinations have sensory disturbances or distortions, but the client responds to them as the real thing. Hallucinations must be the focus of our attention because if hallucinations are not handled properly, they can pose a risk to the patient's safety, other people, and the surrounding environment. The general hallucinatory intervention given is SP 1 – SP 4. Another additional therapy given to clients with auditory hallucinations is a combination of rebuking and dhikr to reduce the level of hallucinations. Hallucinations with rebuke can be used to control auditory hallucinations. Whereas psycho-religious therapy (dhikr and prayer) is a psychiatric therapy at a higher level than ordinary psychotherapy, this is because by dhikr or praying there is a spiritual element that can awaken one's hope and self-confidence. After implementing it for 7 consecutive days with a time of 15-30 minutes in 2 patients with auditory hallucinations, it was found that there was a decrease in the level of hallucinations as measured using the AHRS scale. Therefore, giving rebuke and dhikr therapy is able to reduce symptoms and the level of hallucinations in patients. Abstrak Halusinasi pendengaran atau suara atau suara pendengaran adalah jenis halusinasi yang paling umum. Klien yang mengalami halusinasi mempunyai gangguan atau distorsi sensorik, namun klien menyikapinya sebagaimana adanya. Halusinasi harus menjadi fokus perhatian kita karena jika halusinasi tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan pasien, orang lain, dan lingkungan sekitar. Intervensi halusinasi umum yang diberikan adalah SP 1 – SP 4. Terapi tambahan lain yang diberikan pada klien halusinasi pendengaran adalah kombinasi teguran dan dzikir untuk menurunkan tingkat halusinasi. Halusinasi dengan teguran dapat digunakan untuk mengendalikan halusinasi pendengaran. Sedangkan terapi psikoreligius (dzikir dan doa) merupakan terapi kejiwaan yang tingkatannya lebih tinggi dibandingkan psikoterapi biasa, hal ini dikarenakan dengan berdzikir atau berdoa terdapat unsur spiritual yang dapat membangkitkan harapan dan rasa percaya diri seseorang. Setelah dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut dengan waktu 15-30 menit pada 2 pasien halusinasi pendengaran ditemukan adanya penurunan tingkat halusinasi yang diukur menggunakan skala AHRS. Oleh karena itu pemberian terapi teguran dan dzikir mampu menurunkan gejala dan tingkat halusinasi pada pasien

    IMPLEMENTATION OF HORENSO AS SELF-MANAGEMENT FOR STUDENTS OF SMK WIDYA PRAJA UNGARAN

    Get PDF
    Horenso culture is applied by all Japanese companies. In the division of the word horenso, it consists of 3 syllables, namely Houkoku which means to report, renraku which means to inform, soudan which means to consult. Horenso is a Japanese work culture in communication. Horenso culture itself, not only can be applied in the scope of the company, but in organizations on a smaller scale (class) can be applied. The purpose of this study is to determine the Implementation of Self-Management of Vocational School Widya Praja Ungaran Students in the concept of horenso and Describe theobstacles faced by students. This research applied descriptive qualitative method. The techniques used in data collection in this study were interviews, observation, documentation and triangulation. The results of this study are 26 students of SMK Widya Praja Ungaran, Multimedia Expertise Department who have implemented communication with the concept of horenso as a form of student self-management both to close friends, class leaders and homerooms. Students reported (houkoku) information to their close friends as much as 58%, reported to the class leader as much as 27%, and to the homeroom as much as 15%.Things that become obstacles for students when implementing horenso are as follows: not confident, embarrassed, afraid, consider information that is not important to convey, feeling lazy and students lack motivation

    Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Learning melalui Media Coklis pada Kelompok B TK Hidayatullah: Implementation of the Cooperative Learning Model through Coklis Media in Group B of Hidayatullah Kindergarten

    No full text
    The aspect of language development in children is the child's ability in this aspect which is described in the child's readiness to assemble or compile a vocabulary that is already known so that it becomes a series of conversations such as the child being able to repeat what the child hears. The development of language skills in kindergarten is very necessary in an effort for children to be able to communicate orally with their environment. Thus, language development in early childhood needs to be considered by teachers and parents. In developing the language of early childhood teachers can use interesting and creative media that can help develop children's language. One of them is through the game of coklis (match writing). This coklis game can help develop early childhood literacy. This study uses a qualitative descriptive research method, namely research used to describe something related to the problem being studied. The subject of this research is to find as much data as possible, data sources that can be trusted in providing a bright spot in a research or commonly referred to as data information sources that aim to produce data related to research. The target of this research is students in Hidayatullah Kindergarten. In addition, the learning model used is to apply a cooperative learning strategy. This learning model can be used to develop language in early childhood. Then for the method used is to use the writing method.   ABSTRAK  Aspek perkembangan bahasa pada anak merupakan kemampuan anak dalam aspek digambarkan dalam kesiapan anak untuk merangkai atau menyusun sebuah kosa kata yang telah diketahui sehingga menjadi suatu rangkaian pembicaraan seperti anak mampu mengulangi apa yang anak dengarkan. Perkembangan kemampuan bahasa di TK sangat diperlukan dalam upaya anak mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya. Dengan demikian, perkembangan bahasa pada anak usia dini perlu diperhatikan oleh guru maupun orang tua. Dalam mengembangkan bahasa anak usia dini guru dapat menggunakan media yang menarik dan kreatif yang dapat membantu mengambangakan bahasa anak. Salah satunya adalah melalui permainan coklis (cocok tulis). Permainan coklis ini dapat membantu mengembangkan bahasa aksara anak usia dini.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang berkaitan dengan pemasalahan yang sedang diteliti. Adapun subjek dari penelitian ini adalah mencari data sebanyak mungkin sumber data yang dapat dipercaya dalam memberikan titik terang suatu penelitian atau biasa disebut dengan sumber informasi data yang bertujuan untuk menghasilkan data yang berkaitan dengan penelitian. Sasaran dari penelitian ini adalah siswa yang ada di TK Hidayatullah. Selain itu, model peembelajaran yang digunakan adalah dengan menerapkan strategi cooperative learning. Model pemeblajaran ini dapat digunakan untuk mengembangan bahasa pada anak usia dini. Kemudian untuk metode yang digunakan adalah menggunakan metode menulis

    Penerapan Ice Breaking dalam Kegiatan Mata Kuliah Bermain dan Permainan AUD pada Mahasiswa Strata I UIN Sunan Kalijaga.: Application of Ice Breaking in Concentration Lecture Activities for Playing and Games Subjects for Level I Students at UIN Sunan Kalijaga.

    No full text
    Learning is a complex activity. Learning is not just conveying messages but is also a professional activity that requires teachers to use basic pedagogical skills in an integrated manner in creating effective situations. Ice Breaking is a simple, light and concise game or activity that functions to change the atmosphere of freezing, stiffness, boredom or sleepiness in lecture activities. The research method in this article is a descriptive qualitative method carried out at UIN Sunan Kalijaga on third semester students of the PIAUD study program. The results of the research showed that the lecturer implemented ice breaking to re-optimize the class situation at the beginning of the delivery of the material which did not seem conducive because the students started to feel sleepy, bored and not concentrating on the lecturer's explanation in front of the class. So use various types of icebreakers, namely 1). Types of shouts 2). Interactive clap type 3). Types of games and games and the last one 4). Types of audio visuals that can be delivered at the beginning or closing activities. This is an effective way to restore students' learning motivation so that the class becomes active and conducive.   ABSTRAK Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang komplek. Pembelajaran bukan hanya sekedar menyampaikan pesan tetapi juga merupakan kegiatan profesional yang menuntut guru untuk menggunakan keterampilan pedagogis dasar secara terpadu dalam menciptakan situasi yang efektif. Ice Breaking merupakan permainan atau kegiatan yang sederhana, ringan dan ringkas yang berfungsi untuk mengubah suasana kebekuan, kekakuan rasa bosan atau mengantuk dalam kegiatan perkuliahan. Metode penelitian pada artikel ini metode kualitatif deksriptif yang dilakukan di UIN Sunan Kalijaga pada mahasiswa semester III prodi PIAUD. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Dosen mengimplementasikan ice breaking dilakukan untuk mengoptimalkan kembali situasi kelas pada awal penyampaian materi terlihat tidak kondusif karena mahasiswa mulai mengantuk, bosan, dan tidak konsentrasi pada penjelasan Dosen didepan kelas. Maka menggunakan ice breaking dengan berbagai jenis yaitu Jenis yel-yel Jenis tepuk interaktif. Jenis games maupun permainan dan yang terahir. Jenis audio visual yang bisa disampaikan pada kegiatan awal, maupun kegiatan penutup. menjadi hal yang efektif untuk mengembalikkan motivasi belajar mahasiswa sehingga kelas menjadi aktif dan kondusif

    Penyuluhan DAGUSIBU Obat dan TOGA pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung

    Get PDF
    Family Medicinal Plants (usually called TOGA) are essential medicinal plants grown in the yards managed by the family. TOGA basically a program for utilizing a piece of land either in the yard, garden or field to cultivate plants that have medicinal properties. Indonesian people are now getting used to various types of drugs. This has had both positive and negative impacts. The Indonesian Pharmacist Association (IAI) as one of the health professional organizations is currently starting to launch outreach activities to the public regarding the proper use of drugs. Pharmacists as health professionals who are concerned about the use of drugs in the community are encouraged to continue to conduct DAGUSIBU counseling anywhere so that people understand about the correct use of drugs so that the goals of treatment can be achieved and not cause environmental damage. The implementation of community service activities is carried out for correctional inmates at the Class IIA Narcotics Penitentiary in Bandar Lampung. Direct lecture with audio visual method was used in this events. In order to achieve the output in the form of increased knowledge about DAGUSIBU Drugs and TOGA, a pretest and posttest were carried out before and after the events. The average pretest score of participants was 68.28 and the average post test score was 85.22. As many as 95% of participants experienced an increase in post test scores compared to the pretest. The increase in post test scores in participants proves that counseling with audio-visual methods can increase participants' knowledge about DAGUSIBU and TOGA.   ABSTRAK                 Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada hakekatnya adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan yang dikelola oleh keluarga. TOGA atau tanaman obat keluarga pada dasarnya adalah program pemanfaatan sebidang tanah baik di halaman rumah, kebun, maupun ladang untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai terbiasa dengan penggunaan berbagai jenis obat-obatan. Perkembangan tersebut menimbulkan berbagai dampak positif maupun negatif. Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sebagai salah satu organisasi profesi kesehatan saat ini mulai mencanangkan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang baik dan benar. Apoteker sebagai profesi kesehatan yang concern terhadap pemakaian obat-obatan di masyarakat dihimbau untuk terus melakukan penyuluhan DAGUSIBU di manapun agar masyarakat paham mengenai penggunaan obat yang benar sehingga tujuan pengobatan dapat tercapai serta tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan kepada para warga binaan permasyarakatan di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah ceramah langsung dengan audio visual. Demi mencapai luaran berupa peningkatan pengetahuan mengenai DAGUSIBU Obat dan TOGA dilakukan pretest dan posttest sebelum dan sesudah penyuluhan. Rerata nilai pretest peserta ialah 68,28 dan rerata nilai postest ialah 85,22. Sebanyak 95% peserta mengalami peningkatan nilai postest dibandingkan dengan pretest. Peningkatan nilai postest pada peserta membuktikan bahwa penyuluhan dengan metode audio visual dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai DAGUSIBU dan TOGA.

    Pembuatan Pupuk Organik Tofu Go Green dari Limbah Cair Tahu di Kelurahan Gedanganak Ungaran Timur

    Get PDF
    Environmental pollution by human activities is often found in the environment around residences that live close to industry in both the formal and informal sectors, one of which is the tofu factory. Gedanganak Village is one of the sub-districts located in West Ungaran sub-district, Semarang Regency. Gedanganak sub-district consists of several hamlets, where the residents make their living as laborers and tofu craftsmen. People who do not know how to use liquid waste from tofu factories can be overcome by providing information, education and training to process liquid waste from tofu factories into organic fertilizer to achieve food security and increase people's income in Gedanganak Village. There is a need for liquid waste processing in the tofu industry. One innovation that can be done to reduce tofu waste is by using it into Tofu Go Green products. The purpose of this empowerment is to provide empowerment regarding the use of tofu liquid waste into organic fertilizer in the Gedanganak Village Community. The methods used are education, training and demonstration The result of Community Empowerment with training in making organic fertilizer from tofu liquid waste is that the community is able to independently utilize tofu liquid waste which has not previously been utilized.   ABSTRAK                 Pencemaran lingkungan oleh aktivitas manusia kerap ditemui dilingkungan sekitar tempat tinggal yang bermukim dekat dengan industri baik sektor formal dan informal, sektor informal salah satunya adalah pabrik tahu. Kelurahan Gedanganak merupakan salah satu kelurahan yang terletak di kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Kelurahan Gedanganak terdiri dari beberapa dusun, dimana penduduknya bermata pencarian sebagai buruh dan pengrajin tahu. Masyarakat yang tidak mengetahui bagaimana pemanfaatan limbah cair pabrik tahu dapat diatasi dengan memberikan informasi,edukasi, dan pelatihan mengolah limbah cair pabrik tahu menjadi pupuk organik untuk mewujudkan ketahanan pangan dan menambah penghasilan masyarakat di Kelurahan Gedanganak. diperlukannya pengolahan limbah cair pada industi tahu tersebut, salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah tahu tersebut yaitu dengan memanfaatkannya menjadi produk Tofu Go Green. Tujuan dari pemberdayaan ini adalah untuk memberikan empowerment mengenai pemanfaatan limbah cair tahu menjadi pupuk organik pada Masyarakat Kelurahan Gedanganak. Metode yang digunakan adalah edukasi, pelatihan dan demonstrasi. Hasil dari Pemberdayaan Masyarakat dengan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah cair tahu yaitu masyarakat mampu mandiri untuk memanfaatkan limbah cair tahu yang sebelumnya belum dimanfaatkan.

    SOSIALISASI HUKUM PENCEGAHAN ROKOK ILEGAL DI KALANGAN REMAJA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG CUKAI

    Get PDF
    Abstrak Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarat ini dilaksanakan akibat timbulnya faktor meningkatnya peredaran rokok ilegal, yang timbul karena adanya peningkatan permintaan dari masyarakat yang selalu meningkat serta adanya kenaikan pada harga rokok yang semakin tinggi. Sedangkan, harga rokok yang semakin tinggi tersebut disebabkan pada tarif cukai yang menyebabkan daya beli masyarakat terutama remaja menjadi semakin turun. Maka, perlu ada keterlibatan regulasi yang ketat, edukatif yang efektif yang berlaku di wilayah hukum Indonesia mengenai dampak negatif yang ditimbulkan pada rokok ilegal dari segi kesehatan maupun masa depan generasi muda. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai menjelaskan bahwa Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif, yang mana para peserta dituntut aktif dalam mengikuti selama kegiatan berlangsung. Kompetensi yang akan dibentuk ditandai dengan indikator peningkatan pengetahuan peserta mengenai penerapan budaya sehat melalui pencegahan rokok illegal, meningkatkan pengetahuan pada bahaya rokok di kalangan remaja, dan meningkatkan penerapan pengetahuan melalui penerapan Undang- Undang Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Cukai kepada siswa di SMK Muhammadiyah Ungaran.   Kata Kunci: Rokok Ilegal, Cukai, Remaja &nbsp

    Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan dan Latar Belakang Keluarga terhadap Minat Berwirausaha dengan Locus Of Control Sebagai Variabel Moderasi (Studi pada Mahasiswa FEBI UIN Salatiga)

    Get PDF
    This study aims to explain the influence of entrepreneurship education and family background on entrepreneurial interest with locus of control as a moderation variable carried out in students of the Faculty of Islamic Economics and Business, State Islamic University of Salatiga. This research includes quantitative research processed using SPSS 23. The population in this study is 2,154 active students of the 2020-2022 batch. . The sample in this study uses a purposive sampling technique, namely student data that has been selected with criteria according to the research and then uses the slovin formula and a sample of 100 students is obtained. This study uses a moderated regression analysis (MRA) method. The results of the test prove that (1) Entrepreneurship education has a positive and significant effect on entrepreneurial interest; (2) Family background has a positive and significant effect on entrepreneurial interest; (3) Locus of control is not able to moderate the relationship between entrepreneurship education and entrepreneurial interest; (4) Locus of control is not able to moderate the relationship between family background and entrepreneurial interest. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pendidikan kewirausahaan dan latar belakang keluarga terhadap minat berwirausaha dengan locus of control sebagai variabel moderasi yang dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Salatiga. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang diolah menggunakan SPSS 23. Populasi dalam penelitian ini merupakan mahasiswa aktif angkatan 2020 – 2022 sebanyak 2.154 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu data mahasiswa yang sudah diseleksi dengan kriteria sesuai dengan penelitian kemudian menggunakan rumus slovin dan didapat sampel sebanyak 100 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode analisis moderasi atau moderated regression analysis (MRA). Hasil dari pengujian membuktikan bahwa (1) Pendidikan kewirausahaan berpengaruh secara positif signifikan terhadap minat berwirausaha; (2) Latar belakang keluarga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha; (3) Locus of control tidak mampu memoderasi hubungan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha; (4) Locus of control tidak mampu memoderasi hubungan latar belakang keluarga terhadap minat berwirausaha

    Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Cafe di Kota Padang Menggunakan Metode Weighted Product

    Get PDF
    Kota Padang merupakan salah satu kota tujuan wisata yang sangat popular di Sumatera Barat. Di Kota Padang terdapat begitu banyak tempat wisata, mulai dari pantai, gunung, pasar tradional, pasar modern, museum dan tempat lainnya yang menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung. Dalam satu tahun terakhir, peningkatan wisatawan di Kota Padang mengalami kenaikan hingga 100%, sehingga ini meningkatkan peluang usaha yang baik bagi masyarakat Kota Padang khususnya yang berada pada titik lokasi wisata. Masyarakat yang melihat peluang ini berlomba-lomba mendirikan cafe. Banyaknya variasi cafe ini akan berbanding lurus dengan berbagai macam cafe dengan keberagaman penilaiannya, dengan ini pengunjung akan dibuat bingung dengan pilihan café yang ada di Kota Padang. Maka dari itu dibutuhkan sebuah  Sistem Pendukung Keputusan yang dapat dapat membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk dapat memecahkan masalah pengunjung. Didalam penelitian digunakan 10 sampel cafe yang diuji dan menghasilkan cafe terbaik. Hasil dari penelitian ini terbukti bahwa metode weighted product dapat digunakan dalam proses pemilihan cafe terbaik di Kota Padang

    A Metode Analytical Hierarchy Process: Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Tas menggunakan Metode AHP

    No full text
    Telah dikembangkan sistem baru yang diimplementasikan dalam sebuah sistem penunjang keputusan. Sistem ini digunakan untuk membantu mempermudah pengolahan data dalam pemilihan tas. Seluruh pendataan yang berhubungan dalam pemilihan tas pada harga, model, kualitas. Metode yang digunakan untuk proses pemilihan tas tersebut menggunakan AHP (Analytic Hierarchi Process). Tahapan dalam metode AHP diawali proses pendefinisian masalah, pembuatan struktur hierarki yang diawali dengan tujuan umum, dilanjutkan dengan kriteria-kriteria dan alternatif- alternatif pilihan, Membuat matrik perbandingan berpasangan, Menghitung eigen vector dari setiap matriks perbandingan berpasangan, Menguji konsistensi hirarki.&nbsp

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇