Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    1880 research outputs found

    Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi Pada Karangan Narasi Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Lau

    Get PDF
    This study aims to describe phonological errors in narrative essays of grade VI students of SD Negeri 1 Lau, Dawe District, Kudus Regency. The method used in the research is descriptive qualitative, which analyzes the results of narrative essays that have been made by students. The data in this study is the writing of narrative essays that have errors by 6th grade students of SD Negri 1 Lau. The data source of this research is the narrative essay of 6th grade students of SD Negeri 1 Lau which contains language errors at the level of phonology. The data collection technique is documentation by collecting narrative essays of 6th grade students of SD Negeri 1 Lau. The data analysis technique in this study used descriptive analysis method. Based on the results of the study, it was found that there were language errors at the level of phonology in the narrative essays of grade VI students of SD Negeri 1 Lau, namely errors in adding phonemes, subtracting phonemes, changing phonemes and changing diphthong sounds. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan fonologi pada karangan narasi siswa kelas VI SD Negeri 1 Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalalah deskriptif kualitatif, yaitu menganalisis hasil dari karangan narasi yang telah dibuat oleh siswa. Data pada penelitian ini adalah penulisan karangan narasi yang mengalami kesalahan oleh siswa kelas 6 SD Negri 1 Lau. Sumber data penelitian ini adalah karangan narasi siswa kelas VI SD Negeri 1 Lau yang mengandung kesalahan berbahasa tataran fonologi. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dengan cara mengumpulkan karangan narasi siswa kelas VI SD Negeri 1 Lau. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan kesalahan berbahasa tataran fonologi dalam karangan narasi siswa kelas VI SD Negeri 1 Lau yaitu kesalahan penambahan fonem, pengurangan fonem, perubahan fonem serta perubahan bunyi diftong

    Family-Based Diabetes Self-Management Education terhadap Self Care dan Self-Efficacy

    Get PDF
    Diabetes mellitus is caused by disorders of high blood glucose levels. Lack of self-care and self-efficacy will result in uncontrolled blood sugar levels, causing complications. This research aims to determine the effect of family-based Diabetes Self-Management Education on self-care and self-efficacy in diabetes mellitus sufferers in the Sidotoopo Wetan Region. This research is quantitative research with a Pre-Experimental approach with a one-group pretest Post-test design, with Family Based Diabetes Self-Management Education intervention. The population of elderly people suffering from diabetes mellitus is 30 people, the sample is the entire population, and the sampling technique used is the total population. Data was taken using the SDCSCA and DSMES questionnaires. The statistical tests used are the Wilcoxon test and paired T-test. Research Results show an influence of Family Based Diabetes Self-Management Education on Self-Care and Self-Efficacy with the results of self-care (p value=0.000) and self-efficacy (p value=0.000).Diabetes mellitus sufferers can maintain good self-care and self-efficacy to avoid complications, and the family also plays an important role in maintaining blood sugar stability by supporting and facilitating treatment, monitoring blood sugar, nutritional food consumed, and exercise.   Abstrak Diabetes melitus disebabkan oleh gangguan kadar glukosa darah yang tinggi. Kurangnya perawatan diri dan efikasi diri akan mengakibatkan kadar gula darah tidak terkontrol sehingga menimbulkan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Self-Management Diabetes Berbasis Keluarga Terhadap Self Care dan Self-Efficacy Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Wilayah Sidotoopo Wetan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre-Experimental dengan desain one-group pretest Post-test, dengan intervensi Family Based Diabetes Self-Management Education. Populasi lansia yang menderita diabetes melitus berjumlah 30 orang, sampelnya adalah seluruh populasi, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total populasi. Data diambil dengan menggunakan kuesioner SDCSCA dan DSMES. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan uji T berpasangan. Hasil Penelitian menunjukkan adanya pengaruh Family Based Diabetes Self-Management Education terhadap Self-Care dan Self-Efficacy dengan hasil perawatan diri (p value=0,000) dan self-eficacy (p value=0,000).Penderita diabetes melitus dapat mempertahankan perawatan diri dan efikasi diri yang baik agar terhindar dari komplikasi, dan keluarga juga berperan penting dalam menjaga kestabilan gula darah dengan mendukung dan memfasilitasi pengobatan, pemantauan gula darah, nutrisi makanan yang dikonsumsi, dan olah raga

    Paper Soap Daun Belimbing Wuluh Sebagai Skin Moisturizer: Paper Soap Starfruit Leaves As A Skin Moisturizer

    Get PDF
    Star fruit leaves are compounds that have potential as antibacterial and moisturize the skin. Star fruit leaves can be formulated into various pharmaceutical dosage forms so that added value is obtained, one of which is paper soap. Paper soap contains the active substance of star fruit leaf ethanol extract combined with avocado oil as a moisturizer. This study aims to make a paper soap formulation from star fruit leaf extract and avocado oil. Paper soap is made in F1, F2 and F3 formulas containing star fruit leaf extract with concentrations of 5%, 10% and 15% respectively. The observed parameters of paper soap preparations include organoleptis, pH, foam stability, antibacterial, irritation of rabbit eyes and skin moisture. The formula of star fruit leaf extract paper soap contains secondary metabolites of flavonoids, saponins and tannins. Paper soap parameter test results meet requirements on organoleptis, pH, foam stability, antibacterial and irritation of the rabbit's eyes. The formula of star fruit leaf extract paper soap can increase skin moisture in all formulas.   ABSTRAK Daun belimbing wuluh merupakan senyawa yang memiliki potensi sebagai antibakteri dan melembapkan kulit. Daun belimbing wuluh dapat diformulasikan menjadi berbagai bentuk sediaan farmasi sehingga diperoleh nilai tambah salah satunya paper soap. Paper soap memiliki kandungan zat aktif ekstrak etanol daun belimbing wuluh dikombinasikan dengan avocado oil sebagai moisturizer. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi paper soap dari ekstrak daun belimbing wuluh dan avocado oil. Paper soap dibuat dalam formula F1, F2 dan F3 yang mengandung ekstrak daun belimbing wuluh berturut-turut dengan konsentrasi sebesar 5%, 10% dan 15%. Parameter yang diamati dari sediaan paper soap meliputi organoleptis, pH, stabilitas busa, antibakteri, iritasi pada mata kelinci dan kelembapan kulit. Formula paper soap ekstrak daun belimbing wuluh mengandung metabolit sekunder flavonoid, saponin dan tannin. Hasil uji parameter paper soap memenuhi persyaratan pada organoleptis, pH, stabilitas busa, antibakteri dan iritasi pada mata kelinci. Formula paper soap ekstrak daun belimbing wuluh  dapat meningkatkan kelembapan kulit pada semua formula

    Potensi Interaksi Penggunaan Obat Antihipertensi di Klinik X Boyolali Tahun 2023: Potential Interactions with the Use of Antihypertensive Drugs at Clinic X Boyolali in 2023

    Get PDF
    Interactions are events that can occur when two drugs are used together. Giving more than one antihypertensive drug can cause drug interactions which can affect the body's response to the treatment given and can have a therapeutic effect on the patient. The aim of this study was to look at the potential for antihypertensive drug interactions at Clinic X Boyolali. The research used a retrospective descriptive method using medical record data. The population in this study was all medical record data from hypertensive patients at Clinic The method used was purposive sampling by looking at the inclusion criteria, namely patients who used a combination of antihypertensive drugs. In this study, the sample size was 110 patients. The data obtained was then analyzed using drugs.com. The results of the study showed that the highest use of antihypertensive drugs, namely amlodipine and cadesartan, was 72.73% and the potential for drug interactions was 24.55% with a minor interaction level of 57.69%, moderate 38.46% and major 7.69%. The conclusion from this study is that there is potential for drug interactions when using antihypertensive drugs with the majority of interactions being minor.   ABSTRAK Interaksi merupakan kejadian yang dapat terjadi bila dua obat digunakan bersama. Pemberian obat antihipertensi lebih dari satu dapat menimbulkan interaksi obat yang dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap pengobatan yang diberikan dan dapat memberikan efek terapi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat potensi interaksi obat antihipertensi di Klinik X Boyolali. Penelitian menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medis. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh data rekam medik pasien hipertensi di Klinik X Boyolali Tahun 2023 dan sampel dalam penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu menggunakan kombinasi obat antihipertensi. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dengan melihat kriteria inklusi yaitu pasien yang menggunakan kombinasi obat antihipertensi. Pada penelitian ini didapatkan jumlah sampel 110 pasien Data yang didapat kemudian di analisa menggunakan drugs.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi tertinggi yaitu amlodipine dan cadesartan 72,73% dan potensi terjadinya interaksi obat yaitu 24,55% dengan tingkat inetraksi minor sebesar 57,69%, moderate 38,46% dan mayor 7,69%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat potensi interaksi obat pada penggunaan obat antihipertensi dengan mayoritas interaksi minor

    Aromaterapi Lemon untuk Mengurangi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil: Lemon Aromatherapy to Reduce Nausea and Vomiting in Pregnancy

    Get PDF
    The first trimester of pregnancy is when the embryo or fetus is 0–14 weeks old in the body. Nausea and vomiting are natural and common symptoms that occur in the first trimester of pregnancy, often between the 6th and 10th weeks of pregnancy. Nausea usually occurs in the morning, but can also occur at any time, even at night. Lemon aromatherapy contains ingredients that can kill meningococcus and typhoid bacteria, has an antifungal effect, effectively neutralizes unpleasant odors, has anti-anxiety, depressant and stress-relieving effects, and improves and focuses the mind. To find out the differences in nausea and vomiting before and after giving lemon aromatherapy to pregnant women. The research is quantitative research using the Quasi Experiment method with a one group pre-test and post-test design without a control group. The sample used a total sampling of 16 trimester pregnant women. To determine differences in this study, the Wilcoxon test was used because the data was not normally distributed. Testing the normality of the data using the Shapiro-Wilk test showed that the results were not normally distributed. The results of statistical tests using the Wilcoxon test obtained a p value = 0.000 or smaller than the α value (0.05). It was concluded that Ho was rejected, meaning there was a difference in nausea and vomiting between before and after being given lemon aromatepai to pregnant women. Lemon aromatherapy can be used as a treatment that can be used to help reduce nausea and vomiting in pregnant women..   Abstrak Kehamilan trimester pertama adalah kondisi embrio atau janin berada pada usia 0–14 minggu di dalam tubuh. Mual dan muntah merupakan gejala alami dan umum yang terjadi pada trimester pertama kehamilan seringnya pada usia kehamilan antara minggu ke-6 dan ke-10. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, namun dapat juga terjadi kapan saja bahkan pada malam hari. Aromaterapi lemon mengandung bahan yang dapat membunuh bakteri meningokokus dan tifus, memiliki efek antijamur, efektif menetralkan bau tak sedap, memiliki efek anticemas, depresan dan penghilang stres, serta meningkatkan dan memfokuskan pikiran. Untuk mengetahui perbedaan mual muntal sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lemon pada ibu hamil. Penelitian merupakan penelitain kuantitaf dengan metode Quasi Experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test design tanpa kelompok kontrol. Sampel menggunakan total sampling sebanyak 16 ibu hamil trimester, Untuk mengetahui perbedaan pada penelitian ini menggunakan Uji wilcoxon dikarenakan data berdistribusi tidak normal. Uji normalitas data dengan uji Shapiro-Wilk didapatkan bahwa hasilnya tidak berdistribusi normal. Hasil uji statistik yang menggunakan uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000 atau lebih kecil dari nilai α (0,05). Disimpulkan bahwa Ho ditolak artinya terdapat perbedaan mual muntah antara sebelum dengan sesudah diberikan aromatepai lemon pada ibu hamil. Aromaterapi lemon  dapat digunakan sebagai salah satu asuhan yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan mua muntah pada ibu hamil

    Studi Komparasi Pengetahuan dan Sikap tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi Sesudah Pemberian Edukasi Menggunakan Media Audiovisual dengan Booklet Print: Comparative Study of Knowledge and Attitudes regarding Menstrual Hygiene Management After Providing Education Using Audiovisual Media with Printed Booklets

    Get PDF
    Adolescent girls are at risk of health problems, especially in their reproductive health, due to poor menstrual hygiene habits as a result of insufficient knowledge and negative attitudes about menstrual hygiene management. There are many ways to increase knowledge and change attitudes to be more positive, including providing health education through audiovisual media and booklets, but related to the ease of access and interest of young women in obtaining information, it is necessary to evaluate the effectiveness of the two methods which is more efficient in increasing knowledge and promoting positive attitudes regarding menstrual hygiene management in adolescent girls.  This study aims to determine the comparison of audiovisual media and booklets on the knowledge and attitudes of adolescent girls  regarding menstrual hygiene management at An Nur Ungaran Middle School.  This quasi-experimental research uses a two group pretest and posttest design. The sample in this study amounted to 38 respondents consisting of 19 respondents in the audiovisual group and 19 respondents in the booklet group. The sampling technique uses total sampling. The research instrument uses a questionnaire regarding knowledge and attitudes about menstrual hygiene management which has been tested for validity and reliability. The data was analyzed univariately to determine the frequency distribution of the variables and bivariate analysis using the paired to t-test and the independent sample t-test.  There is a difference in the average increase in knowledge in the audiovisual and booklet groups, namely 3.002 with a p-value of 0.001 < α (0.05) and there is a difference in the average increase in attitudes in the audiovisual and booklet groups, namely 1.092 with a p-value of 0.001 < α (0 .05) so it can be concluded that there is a significant difference in attitude improvement between the two groups.  Interventions using audiovisual media and booklets are able to increase the knowledge and attitudes of adolescent girls regarding menstrual hygiene management, but using audiovisual media is more effective than booklets.   It is hoped that audiovisual media will be chosen as a medium in health education in conveying information about menstrual hygiene management to adolescent girls.   Abstrak Remaja puteri memiliki risiko terjadi gangguan kesehatan terutama pada kesehatan reproduksinya  karena kebiasaan menjaga kebersihan saat  menstruasi yang  buruk sebagai akibat dari pengetahuan  yang kurang dan sikap negatif tentang manajemen kebersihan menstruasi . Banyak cara untuk meningkatkan pengetahuan  serta merubah sikap menjadi lebih positif, diantaranya dengan memberikan pendidikan kesehatan melalui media audiovisual dan booklet,  namun terkait  dengan kemudahan akses serta minat   remaja puteri  dalam memperoleh informasi, perlu   mengevaluasi efektivitas kedua metode mana yang lebih efisien dalam meningkatkan pengetahuan dan mempromosikan sikap positif terkait  manajemen kebersihan menstruasi pada remaja putri.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan media audiovisual  dan booklet terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang manajemen  kebersihan  menstruasi di SMP An Nur Ungaran.   Penelitian quasi experiment ini menggunakan rancangan two group pretest and posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 responden yang terdiri dari 19 responden kelompok audiovisual  dan 19 responden kelompok booklet.  Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.  Instrumen penelitian menggunakan  kuesioner tentang pengetahuan dan sikap manajemen kebersihan menstruasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.  Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari variabel dan analisis bivariat menggunakan uji  paired sampe t-test dan uji independent sample t-test.   menunjukkan ada perbedaan rerata peningkatan pengetahuan pada kelompok audiovisual dan booklet yaitu 3,002 dengan p-value 0,001 < α (0,05)  dan ada perbedaan rerata peningkatan sikap pada kelompok audiovisual dan booklet yaitu 1,092 dengan p-value 0,001 < α (0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan selisih peningkatan sikap yang bermakna antara kedua kelompok. Intervensi menggunakan media audiovisual maupun booklet mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang manajemen kebersihan menstruasi, namun lebih efektif  menggunakan media audiovisual dibandingkan dengan booklet.  Diharapkan media audiovisual lebih dipilih sebagai  media  dalam  pendidikan kesehatan dalam menyampaikan informasi tentang manajemen kebersihan menstruasi pada remaja putri

    Penggunaan Video Tentang Pencegahan Covid 19 dapat Meningkatkan Pengetahuan pada Anak Usia Sekolah

    Get PDF
    Prevention of Covid 19 needs to be spread widely, especially to children. Animated video media is one of the media that can be used to provide information to children. The use of animated video media stimulates children's senses of sight and hearing, so that information is easily received by children. This research aims to increase the knowledge of school-aged children by using animated videos about preventing Covid-19. This research uses a quantitative approach, the research design used in this research is Quasy Experimental with a pretest-post test design without control group design. The population in this study were school age children in grades 4-6 with a sample size of 60 people. The sampling technique used was total sampling. The research carried out was providing education about preventing Covid-19 using animated videos with a duration of 15 minutes. The measuring instrument used to measure children's knowledge is in the form of a questionnaire which has been tested for validity and reliability before use. The statistical test used is the independent t test. The results of the research show that there is an increase in knowledge after being given health education using animated videos from 82.8 to 95, with a p value of 0.0001, so it can be concluded that there is a significant increase in knowledge about preventing Covid-19, and animated video media can be used to provide knowledge. about preventing Covid-19 in elementary school-aged children.   ABSTRAK                 Pencegahan covid 19 perlu disebarluaskan terutama pada anak-anak. Media video animasi merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam memberikan informasi kepada anak. Penggunaan media video animasi, merangsang indera penglihatan dan pendengaran anak, sehingga informasi mudah diterima oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah dengan menggunakan video animasi tentang pencegahan covid 19.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Quasy Eksperimental dengan rancangan pretest-post test without control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah kelas 4-6 dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah dengan total sampling. Penelitian yang dilakukan yaitu memberikan edukasi tentang pencegahan covid 19 menggunakan video animasi dengan durasi waktu 15 menit. Alat ukur yang digunakan untuk melakukan pengukuran pengetahuan anak yaitu berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Uji statistik yang digunakan adalah dengan  t test-dependent. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan  pendidikan Kesehatan menggunakan video animasi dari 82,8 menjadi 95, dengan nilai p 0,0001, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan tentang pencegahan covid 19 yang signifikan, dan media video animasi dapat digunakan dapat memberikan pengetahuan tentang pencegahan covid 19 pada anak usia sekolah dasar

    Pengaruh Terapi Bermain dengan Kertas Kokoru terhadap Tingkat Kecemasan Akibat Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah: The Effect of Playing Therapy with Kokoru Paper on The Level of Anxiety Due to Hospitalization in Preschool Age Children

    No full text
    Hospitalization is a condition that causes a child to have to stay in hospital and undergo various treatments. Preschool children may show anxiety due to hospitalization. One of the efforts to overcome anxiety can be done by diverting anxiety through games. The aim of this research is to determine the effect of play therapy with kokoru paper on the level of anxiety due to hospitalization in preschool children at RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa. Quasi-experimental research design with a pre test post test approach with control group design. The sample for this study was 32 children. The research method uses non-probability sampling with purposive sampling type. Anxiety was measured before and after play therapy using the Face Anxiety Scale (FAS). Data analysis used the Wilcoxon and Mann Whitney tests. The statistical test results show that play therapy with Kokoru paper has an influence in reducing the anxiety level of preschool-aged children due to hospitalization, because the p-value (0.000) is smaller than α (0.05). The conclusion in this study shows that play therapy with kokoru paper can reduce anxiety in preschool-aged children who are hospitalized. Nurses can apply play therapy with Kokoru paper to preschool children who experience anxiety when being treated in hospital, so that nurses can integrate play therapy with Kokoru paper as a holistic treatment approach in a hospital or child care center environment. ABSTRAK  Hospitalisasi adalah suatu keadaan yang menyebabkan seorang anak harus tinggal di rumah sakit dan menjalani berbagai perawatan. Anak prasekolah dapat menunjukkan kecemasan akibat hospitalisasi. Salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan antara lain dapat dilakukan dengan mengalihkan kecemasannya melalui permainan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain dengan kertas kokoru terhadap tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa. Desain penelitian Quasi Eksperiment dengan pendekatan pre test post test with control group desain. Sampel penelitian ini sebanyak 32 anak. Metode Penelitian menggunakan non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Kecemasan diukur sebelum dan sesudah dilakukan terapi bermain menggunakan Face Anxiety Scale (FAS). Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil uji statistik menunjukkan terapi bermain dengan kertas Kokoru memiliki pengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan anak usia prasekolah akibat hospitalisasi, karena nilai p- value (0.000) lebih kecil dari α (0.05). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan terapi bermain dengan kertas kokoru dapat menurunkan kecemasan anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Perawat dapat menerapkan terapi bermain dengan kertas kokoru pada anak usia prasekolah yang mengalami kecemasan saat dirawat di rumah sakit, sehingga perawat dapat mengintegrasikan terapi bermain dengan kertas Kokoru sebagai pendekatan perawatan yang holistik dalam lingkungan rumah sakit atau pusat perawatan anak

    Implementasi Ekstrakurikuler Tari dan Relevansinya sebagai Pengembangan Kreativitas Seni Anak Usia Dini: Implementation of Extracurricular Dance and Its Relevance as Developing Artistic Creativity in Early Childhood

    No full text
    This research is motivated by efforts to develop children's artistic creativity through dance extracurriculars. Dance extracurricular is one of the extracurricular activities that is actively implemented in schools, as a forum for developing artistic creativity in early childhood. Based on this, this research was conducted to describe how extracurricular dance is used as a means of developing artistic creativity in early childhood at RA Mawaddah, Palangka Raya City. In this research, a qualitative descriptive method was used, with the research subjects consisting of a class teacher and B3 group students at the school. Data was collected through observation, interviews and documentation. The results of the research show that the development of artistic creativity in early childhood at RA Mawaddah, Palangka Raya City is carried out through extracurricular dance which includes three types of dance: Ampar Ampar Pisang, Sinanggar Tullo, and Kreasi Modern dance. Through dance extracurricular activities that have been implemented at schools, it is hoped that artistic creativity can be developed, especially for young children, and that extracurricular activities that have been implemented will later be able to help other parties besides children, one of which is teachers and schools. Therefore, we hope that the existence of extracurricular dance as a development of artistic creativity at RA will be very beneficial for the development of early childhood.   ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya dalam mengembangkan kreativitas seni anak melalui ekstrakurikuler tari. Ekstrakurikuler tari merupakan salah satu ekstrakurikuler yang bergerak aktif dilaksanakan di sekolah, guna sebagai wadah pengembangan kreativitas seni anak usia dini. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan bagaimana ekstrakurikuler tari digunakan sebagai sarana pengembangan kreativitas seni pada anak usia dini di RA Mawaddah Kota Palangka Raya. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan, dengan subjek penelitian terdiri dari seorang guru kelas dan peserta didik kelompok B3 di sekolah tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas seni anak usia dini di RA Mawaddah Kota Palangka Raya dilakukan melalui ekstrakurikuler tari yang mencakup tiga jenis tarian: Ampar Ampar Pisang, Sinanggar Tullo, dan tari Kreasi Modern. Melalui ekstrakurikuler tari yang telah dilaksanakan di sekolah, diharapkan nakan dapat mengembangkan kreativitas seni terutama bagi anak usia dini, serta dari ekstrakurikuler yang telah dilaksanakan nantinya dapat membantu pihak lain selain anak, salah satunya pihak guru serta sekolah. Oleh karena itu, semoga dengan adanya ekstrakurikuler tari sebagai pengembangan kreativitas seni yang ada di RA akan sangat bermanfaat bagi perkembangan anak usia dini

    Peningkatan Kerjasama Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Outdoor Learning Activity di Tk Mardi Rahayu Tegowanuh: Increasing Cooperation for Children Aged 5-6 Years Through Outdoor Learning Activity Games at Mardi Rahayu Tegowanuh Kindergarten

    No full text
    The aim of this research is to improve cooperation skills on chikdren aged 5-6 years at Mardi Rahayu Tegowanuh Kindergarten. This research was carried out in two cycles with three meetings in each cycle. The subjects in this research were group B of Mardi Rahayu Tegowanuh Kindergarten, totaling 22 children consisting of 11 boys and 11 girls. The data collection techniquw is by using observation techniques, while the data analysis used is descriptive quantitative. The result of this research are that with outdoor learning activities, childern’s cooperative abilities increase, from an average pre-cycle value of 60.50 %, there is an increase in the first cycle with an average value of 71.87%, in the second cycle the average in crease, increased to 83.80%. This, it is recommended that teachers use outdoor learning activities games to optimally improve their cooperative abilities.   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kerjasama   pada anak usia 5-6 tahun di TK Mardi Rahayu Tegowanuh. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dengan tiga pertemuan di setiap siklusnya. Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok B TK Mardi Rahayu Tegowanuh yang berjumlah 22 anak terdiri dari 11 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan Teknik observasi, sedangkan analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah bahwa dengan kegiatan permainan outdoor learning activity kemampuan kerjasama   pada anak semakin meningkat, dari rata-rata nilai pra siklus 60,50 % mengalami kenaikan di siklus pertama dengan nilai rata-rata 71,87%, pada siklus kedua rata-rata semakin meningkat menjadi 83,80%. Dengan demikian, maka disarankan kepada guru agar dapat menggunakan kegiatan permainan outdoor learning activity untuk meningkatkan kemampuan kerjasama secara optimal

    1,679

    full texts

    1,880

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journals System Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇