Universitas Proklamasi 45 Online Journals
Not a member yet
1051 research outputs found
Sort by
PENGENDALIAN USAHA PONDOKAN BAGI TERWUJUDNYA PONDOKAN SEHAT DI YOGYAKARTA
Bisnis Pondokan tak dapat dipisahkan dari keberadaan ratusan ribu mahasiswa yang ada di Yogyakarta. Disatu sisi bisnis ini memberikan berkah bagi perekonomian masyarakat, di sisi lain pengelolaan Pondokan yang tidak dikendalikan secara memadai justru menjadi ancaman bisnis pondokan, dunia pendidikan bahkan perekonomian Yogyakarta. Pelanggaran etik, sosial dan hukum yang banyak terjadi di dalam Pondokan hanya dapat dikurangi jika praktek penyelenggaraan bisnis Pondokan di kendalikan.Sayangnya pengendalian melalui Perda yang dikeluarkan belum mampu merealisasi tumbuhnya Pondokan Sehat bagi para mahasiswa. Penelitian ini ingin mendesain model pengendalian Pondokan (berbasis masyarakat), yang dirasa mampu melahirkan pengelolaan pondokan yang sehat. Penelitian pertaman dari yang direncanakan dilksanakan dua tahun ini, menghasilkan potret penyelenggaraan pondokan di Yogyakarta. Penelitian mengambil lokasi di kawasan Kampus Sleman dan Yogyakarta, dengan menggunakan teknik dokumentasi, interview, observasi dan kuesioner.Kata Kunci: Pengelolaan, pondokan, potret
KARAKTER KEPANCASILAAN SEBAGAI KONSEP ATAS PONDASI HUKUM UNTUK MEREDUKSI PRAKTIK KORUPSI
Korupsi merupakan bencana sosial yang terus gencar melanda banyak negara di dunia dalam beberapa dekade terakhir. Indonesia sebagai sebuah negara yang berdaulat pun tak terlepas dari gempuran korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat negara. KPK sebagai lembaga yang diamanahkan untuk memberantas tindakan korupsi belum mampu secara optimal melakukan fungsinya. Penyebab utama dari belum optimalnya hasil dalam pemberantasan korupsi ini terdapat pada karakter dari bangsa Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menguak secara terbuka penyebab potensial dari tindakan korupsi yang telah mewabah. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah hermeneutisfilosofis dengan menjadikan filsafat hukum sebagai pendekatan utama. Pancasila dalam tulisan ini dijadikan sebagai objek formal sekunder, sekaligus sebagai standar acuan konsep-konsep yang tergulir dari objek formal utama. Hasil yang didapat dari tulisan ini adalah bahwa Pancasila mampu menjadi standar untuk menentukan fondasi hukum untuk mereduksi potensi korupsi. Karakter bangsa yang dibangun sudah seharusnya merujuk kepada regulasi pemerintah berdasarkan etika yang dibangun melalui pancasila. Asas-asas utama yang didapatkan melalui pemikiran filosofis dapat dituangkan dalam bentuk pengajaran dari pendidikan kewarganegaraan dengan merujuk dasar-dasar hukum yang jelas dan terukur. Keywords : Karakter, Pondasi Hukum, Korupsi
Kajian Resiko Dan Mitigasi Bencana Longsorlahan Di Kecamatan Ngilipar Kabupaten Gunungkidul
Kecamatan Nglipar merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Gunungkidul yang masuk dalam kategori daerah rawan bencana longsorlahan kategori tinggi. Pada Tahun 2012-2013 akibat bencana longsorlahan di Kecamatan Nglipar menyebabkan 37 rumah rusak, 3 orang luka ringan dan 1 orang luka berat dengan kerugian mencapai Rp. 236.500.000. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penelitian ini bertujuan (1) menganalisis dan memetakan tingkat bahaya longsorlahan, (2) menganalisis dan memetakan tingkat kerentanan dan kapasitas masyarakat lokal, (3) menganalisis dan memetakan tingkat risiko bencana longsorlahan, serta (4) menganalisis kegiatan mitigasi bencana pada daerah bahaya bencana longsorlahan kategori tinggi di Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga pada zona bahaya longsorlahan tinggi didasarkan pada proses geomorfologi dan kondisi lahan menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 22/PRT/M/2007. Jumlah sampel penelitian adalah 118 kepala keluarga ditentukan menggunakan rumus Confidence Interval dengan tingkat kesalahan 9%. Penelitian tingkat kerentanan, kapasitas, dan risiko masyarakat dilakukan melalui survei penduduk pada daerah bahaya bencana longsorlahan kategori tinggi dengan metode Vulnerability and Capacity Assement (VCA). Penilaian selanjutnya dilakukan secara kuantitatif dengan pemberian skoring menggunakan software SPSS dan dilakukan teknis análisis spasial menggunakan Software ArcGIS. Metode deskriptif digunakan untuk menguraikan karakteristik daerah bahaya, kerentanan, kapasitas, risiko masyarakat dan analisis kebijakan mitigasi bencana longsorlahan. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar kepala rumah tangga (66,10%) berpendidikan lulus Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, yang mayoritas (79,66%) berprofesi sebagi petani sawah dengan penghasilan rendah. Tingkat bahaya longsorlahan terbagi menjadi tiga tingkat zona bahaya yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Zona tingkat bahaya tinggi meliputi wilayah seluas 1.757,13 ha, zona tingkat bahaya sedang seluas 3.540,09 ha, dan zona bahaya rendah memiliki luas 2.008,5 ha. Secara umum (88,14%) penduduk menempati pada tingkat kerentanan sedang dan mayoritas mempunyai kapasitas sedang (38,14%). Risiko bencana tingkat rendah (67,80%) terdapat di Desa Pilangrejo dan sebagian penduduk Desa Natah sedangkan tingkat risiko sedang (26,27%) terletak di sebagian penduduk Desa Pengkol dan Natah, dan penduduk berisiko tinggi (5,93%) adalah sebagian penduduk Desa Pengkol dan Natah. Beberapa hal yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kegiatan mitigasi bencana di Kecamatan Nglipar adalah pola komunikasi yang diterapkan antara pemimpin lokal dengan masyarakat, kehadiran lembaga swadaya masyarakat, beroperasinya kegiatan masyarakat, seperti kelompok tani, kelompok kehutanan, kelompok sadar lingkungan serta kearifan lokal yang mendorong perhatian setiap penduduk terhadap kondisi lingkungannya
KONSEP ALIH TEKNOLOGI DALAM PENANAMAN MODAL DI INDONESIA BIDANG INDUSTRI OTOMOTIF
Kebutuhan akan teknologi yang besar membuat mekanisme alih teknologi pada industri otomotif Indonesia menjadi isu utama yang harus dilaksanakan. Hal ini didasarkan pada pola perkembangan industri otomotif yang masih belum mampu mengembangkan industri otomotif nasional berdaya saing tinggi.permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep alih teknologi dalam dibidang industri otomotif dan Kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah untuk mendukung alih teknologi di bidang industri otomotif. penelitian ini adalah jenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan Perundang-undangan atau Statute Approach. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan studi kepustakaan, dan dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelusuran dalam penelitian maka, dalam penerapan Konsep alih teknologi teknologi dibidang Industri otomotif harus bertumpu pada dua konsep yaitu Pertama, Pengalihan Hak Atas Kekayaan Intelektual yang diterapkan melalui perjanjian lisensi dengan menggunakan perjanjian Technical Assistance. Kedua, Transfer Technical Know-How Sarana yang digunakan adalah dengan membuat kontrak know how, kontrak ini terpisah dari perjanjian lisensi. Kemudian, Kebijakan pemerintah untuk mendukung percepatan alih teknologi dalam hal ini dibidang industri otomotif. Harus dipertegaskan dengan penerapan konsep Pengalihan Hak Atas Kekayaan Intelektual dan Transfer Technical Know-How, upaya ini bertujuan untuk mendorong perusahan asing maupun perusahan prinsipal agar lebih serius melakukan alih teknologi dibidang industri otomotif.Kata Kunci: Penanaman Modal, Alih Teknologi, dan Industri Otomotif.
Perbedaan Gender dalam Peran Konflik, Emosional Kerja, dan Kinerja Pegawai Marketing Perusahaan Farmasi di Jawa Tengah
Marketing employees as the heart of the company have a duty to achieve good performance, work targets must be fulfilled in an effort to contribute to the company\u27s performance. Gender differences in the domestic role of families with work and emotional differences in gender can provide benefits in the recruitment process and the job description of marketing employees. This study aims to determine differences between female employees and male employees in the role of work conflict and to know the differences between female employees and male employees in emotional work and performance as marketing employees of pharmaceutical companies. The sample of all marketing staffs of Takeda Indonesia Pharmaceutical Company in Central Java is 16 people. Primary data collection was done by a questionnaire. This research uses a quantitative descriptive method. The analysis of data uses an ANOVA analysis. The analysis of variance (ANOVA) is used because there are two independent variables with combinations scales, namely interval and nominal (gender), while the dependent variable is interval scale. The results of this research showed that the roles of conflict and performance have no differences between male employees and female employees. For emotional intelligence, there are differences between male employees and female employees. The significant differences mean that there are a real differences between male employees and female employees in their emotional intelligence. Self-control and self-motivation as a form of emotional intelligence showed differences between male marketing employees and female marketing employees
Pengaruh Berbagai Merek Oli terhadap Temperatur Mesin Honda Scoopy dan Emisi Gas Buang
The development of automotive technology in Indonesia is directly proportional to the use of a lubricant that consumption is also developed from the technology. But from the proposal, we could not confirm whether the factory owners of output oil is better than the oil output in the factories. Of motor vehicle, gas emissions as a source of air pollution reached 60-70 % largest, compared to an industry that is only around 10-15 %. the remembrance of the danger of exhaust gas emissions, business needs to be to control air pollution so that the negative impact of mankind can be minimized. This report is written with the experimental methods, by doing observation experiment every new brand oil and gas emissions. This report is written with the experimental methods are, with supervising the case spread experiment luminance to the change of a brand oil and test it of gas emission of the exhaust. The results of this honda motor vehicle Scoopy 2013 is better to use the oil the list of top 1 oil because having the value of the wide range of temperatures 64.6 oC. Honda motor vehicle scoopy 2015 is better to use the Ahm Mpx2 oil because having the value of the wide range of temperatures 73.6 oC Honda motor vehicle scoopy 2017 is better to use the Top 1 oil because having the value of the wide range of temperatures 66.7 oC. Condition and exhaust gas emissions could be lowered in concluded that honda Scoopy 2013 with Top 1 oil is about CO which better for that which is 0.96 while for the program the nature of all that HC and CO2 that is good uses Ahm Mpx2 oil. Honda Scoopy 2015 with Ahm Mpx2 oil is about CO, HC, and CO2 who good and stable. Honda Scoopy 2017 with Top 1 oil is about CO which better for that which is 0.81 while for the program the nature of all that HC that is good uses Ahm Mpx2 oil and CO2 that is good use Evalube oil
Pemanfaatan Sludge Limbah Biodigester untuk Meningkatkan Kecepatan Produksi Biogas dan Konsentrasi Gas Metan dalam Biogas
Sludge hasil samping pengolahan kotoran sapi menjadi biogas masih mengandung bahan pencemar seperti E. coli, oleh karena itu apabila sludge dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan pencemaran air, tanah, dan udara. Selama ini sludge hanya dimanfaatkan sebagai pupuk, padahal dalam sludge dimungkinkan masih mengandung mikroorganisme yang dapat mempercepat proses pembentukan biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sludge biodigester dalam pembentukan biogas dan mengetahui perbandingan optimal komposisi limbah kotoran sapi dengan sludge biodigester sebagai rekomendasi dalam percepatan proses pembentukan biogas. Sludge biodigester merupakan limbah biogas setelah mengalami pengeraman selama 14 hari. Dalam penelitian ini digunakan 3 macam digester dengan variasi komposisi yaitu digester-1 tanpa penambahan sludge biodigester, digester-2 dengan penambahan sludge biodigester sebesar 25%, digester-3 dengan penambahan sludge biodigester sebesar 50%. Volume digester sebesar 30 liter dan waktu pengeraman 14 hari. Parameter pendukung yang diuji meliputi: Volatile Solid (VS), dry content, kadar abu, temperatur, pH isian, komposisi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah biogas yang cenderung lebih baik dihasilkan oleh digester-2 dengan bahan campuran 75 % kotoran sapi dan 25 % sludge biodigester. Digester-2 memiliki kadar VS rata-rata 4,62 %, kadar abu 1,82 %, dry content 93,56 %, dengan volume total biogas sebesar 33,4 liter dan kandungan metana rata-rata sebesar 12,19 %. Secara keseluruhan biogas terbentuk pada umur isian 3 hari, dengan rentang suhu 26 °C–30 °C dan pH 6,82–7,44. Penelitian ini memperlihatkan bahwa dengan adanya penambahan sludge biodigester (return sludge) mampu memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap produksi biogas jika dibandingkan tanpa adanya penambahan sludge biodigester.Sludge byproduct of processing cow dung into biogas still contains pollutants such as E. coli, therefore if sludge is discharged directly into the environment it will cause water, soil and air pollution. So far, sludge is only used as fertilizer, whereas in sludge it is possible to still contain microorganisms that can accelerate the process of biogas formation. This study aims to determine the effect of the addition of biodigester sludge in the formation of biogas and determine the optimal comparison of the composition of cow manure with biodigester sludge as a recommendation in accelerating the process of biogas formation. Sludge biodigester is a biogas waste after experiencing incubation for 14 days. In this study used 3 kinds of digesters with variations in composition, namely digester-1 without the addition of biodigester sludge, digester-2 with the addition of biodigester sludge by 25 %, digester-3 with the addition of biodigester sludge by 50 %. The digester volume is 30 liters and the incubation time is 14 days. Supporting parameters tested include: Volatile Solid (VS), dry content, ash content, temperature, pH filled, gas composition. The results showed that the amount of biogas that tends to be better produced by digester-2 with a mixture of 75 % cow dung and 25 % sludge biodigester. Digester-2 has an average VS content of 4.62 %, ash content of 1.82 %, dry content of 93.56 %, with a total biogas volume of 33.4 liters and an average methane content of 12.19 %. Overall biogas is formed at the age of 3 days, with a temperature range of 26 °C-30 °C and a pH of 6.82-7.44. This research shows that the addition of biodigester sludge (return sludge) can provide a better effect on biogas production when compared without the addition of biodigester sludge
Potensi Panas Bumi Gedongsongo Lereng Selatan Gunung Ungaran Jawa Tengah Berdasarkan Analisis Geosains
Kajian tentang potensi energi panas bumi dan rekomendasi pemanfaatanya telah dilakukan di Gunung Ungaran Jawa Tengah area lokasi candi Gedongsongo. Penelitian bertujuan untuk memperkirakan potensi energi panas bumi lereng selatan Gunung Ungaran, serta membuat skema pemanfaatan energi listrik panas bumi sebagai rekomendasi untuk digunakan di daerah tersebut. Beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan pada bidang geofisika, geologi dan geokimia di Gedongsongo lereng selatan Gunung Ungaran, didapatkan bahwa daerah tersebut merupakan daerah prospek panas bumi. Hasil penelitian geofisika dengan metode magnetik didapatkan pengontrol manifestasi panas bumi berupa sesar pada kedalaman 1050 meter – 1100 meter. Suhu reservoir yang diperoleh sebesar 230 oC, dimana masuk dalam kategori syarat potensi energi panas bumi. Hasil konversi energi panas bumi ke listrik sebesar 15 % dari besarnya daya listrik per satuan luas adalah 2,25 MWe. Perkiraan luas prospek panas bumi Gunung Ungaran adalah 1 km2 maka daya listrik yang dapat dimanfaatkan adalah 2,25 MWe. Jika di konversi, jumlah daya listrik sebesar 2,25 MWe dapat menerangi rumah sebanyak 2500 rumah jika setiap rumahnya mempunyai daya 900 Watt.Studies on the potential of geothermal energy and recommendations for its use have been carried out at Mount Ungaran, Central Java, the location of the Gedongsongo temple. The research aims to estimate the potential for geothermal energy at the southern slope of Mount Ungaran, as well as making a scheme for the utilization of geothermal electricity as a recommendation for use in the area. Some of the results of research conducted in the fields of geophysics, geology and geochemistry at Gedongsongo on the southern slope of Mount Ungaran, found that the area is a geothermal prospect area. The results of geophysical research using the magnetic method show that the controller of geothermal manifestations is faults at depths of 1050 meters - 1100 meters. The reservoir temperature obtained is 230 oC, which is included in the category of geothermal energy potential requirements. The result of the conversion of geothermal energy to electricity by 15% of the amount of electricity per unit area is 2.25 MWe. The estimated area of Mount Ungaran\u27s geothermal prospect is 1 km2, the electric power that can be utilized is 2.25 MWe. If converted, the amount of electric power of 2.25 MWe can illuminate 2500 homes if each house has 900 Watt power
Faktor Agama Dalam Hubungan Internasional
Insiden yang terjadi di World Trade Center (WTC) tidak hanya membuat analisis dunia dan pakar ekonomi berfikir soal kebangkrutan yang ditimbulkan, tetapi juga dunia, pakar ilmu sosial dan politik terutama para ilmuan hubungan internasional yang mulai meninjau factor-faktor yang mungkin terkait dengan hal-hal kemanusian. Teori hubungan internasional memeriksa kembali secara mendalam untuk mencari jawaban dari peristiwa yang terjadi 9/11. Mengingat masalah hutang dan tradisi hubungan internasional memang selalu menjadi penyebab serta mengabaikan factor agama, sebagai perkembangan di dalam pemikiran sekuler barat, tetapi sekarang mereka mulai melacak keyakinan terhadap manusia sebagai factor yang dimiliki setiap manusia. Apa yang mengejutkan adalah bahwa, hanya satu minggu dari peristiwa 9/11, presiden Bush menyampaikan sebuah pernyataan tentang perang salib sebagai tanggapan terhadap peristiwa tersebut yang berarti Bush mengaitkan kejadian itu dengan agama, dan semakin ada kemungkinan yang lebih buruk lagi apa yang Letnan Jendral Willian Boykin Departemen Pertahanan Amerika Serikat malahan banyak kali dalam pernyataannya mengatakan bahwa agama islam adalah agama yang ekstrim. Urusan politik dan internasional saat ini yang telah meningkatkan peran agama yang langsung berkorelasi dengan meningkatnya keberadaan islam dan dunia muslim. Dari Tahun 1950an sampai sekarang di seluruh dunia muslim dari Suriah, Somalia, Sudan, Mesir, Bosnia, Negeria, Yordania, Iran, Turki, Afganistan, Pakistan, Chechnya, Irak dan Arab Saudi, islam sebagai salah satu agama besar yang berpengaruh di dunia. Di garis politik global dan agama, peningkatan sentiment agama begitu jelas. Bahkan, ada sebuah daftar panjang dimana sebuah kebangkitan agama memainkan peran penting. Misalnya perang enam hari, revolusi Iran pada 1978, yang melebihi modernism diteluk Persia dan menyeret turun doktrin Nixon dari emerika di teluk Persia, dan pada saat yang sama secara dramatis merusak keseimbangan di kawasan strategis. Contoh lain adalah gerakan melawan invasi Uni Soviet di Afganistan, yang tidak hanya membuat kebutuhan Uni Soviet tetapi juga jadi mendorong proses runtuhnya Uni Soviet, dan mengakhiri perang dingin. Sayangnya hal ini menjadi sala satu penyebab kemunculan gerakan fundamentalis serangan ke markas oleh Al Qaeda, dan bom itu meledak di dekat WTC. Ilmuwan yang setuju terhadap pandangan ini mengungkapkan berbagai alas an mengapa agama bukanlah yang terlibat dari serangan tersebut. Pertama, ilmuwan mulai pada penolokan agama dan berevolusi dari premis yang diadopsi oleh pengetahuan sosial. Kedua, adalah barat sentris. Ketiga, studi hubungan internasional sangat dipengaruhi oleh penggunaan perilaku pemikiran sekolah dan metodologi kualitatif
Pengaruh Variasi Temperatur Quenching pada Aluminium Paduan AlMgSi-Fe12% terhadap Keausan
The purpose of this research is to determine the effect of heat treatment hardening of AlMgSi-Fe12% casting aluminium alloys on wear. The tests were carried out on specimens of raw materials and heat-treated specimens with variations of temperature used were 550 oC, 575 oC, 600 oC, and 625 oC, and used 15 minutes of holding time in each heat treatment, then quenching in SAE 20 oil. The method used for wear-tested was high speed ogoshi universal testing machine wear. The result had shown on raw material a specific wear rate was 2.256102E-07 mm2/kg. Test results on the specimens that have received heat treatment hardening temperature 550 oC increased the wear value decreased to 1.7471E-07 mm2/kg. In materials with temperature heat treatment, 575 oC causes wear values were increased when compared with raw material, respectively, 2,83739E-07 mm2/kg. In materials with temperature heat treatment 600 oC also causes wear values were increased when compared with raw material, respectively, 2,65105E-07 mm2/kg. Test results on the test material that has received heat treatment temperature 625 oC increased the wear value decreased to 2.16777E-07 mm2/kg