Universitas Proklamasi 45 Online Journals
Not a member yet
    1051 research outputs found

    Perbedaan Gaya Hidup pada Siswa Penerima dan yang Tidak Menerima Kartu Menuju Sejahtera di Yogyakarta

    Get PDF
    This Study aims to determine the differences in hedonic lifestyle trends between recipient and non recipients towards prosperity in SMA Negeri X Yogyakarta and to find out the tendency of hedonic lifestyle between recipient and non recipient card recipients towards prosperity in SMA negeri X Yogyakarta.This type of research is quantitative research using comparative causal approach. The Subjects of this study were students of class X, XI, and XII with KMS Recipient students and 30 KMS non-Recipients students. The Sampling tehnique used is cluster quota random sampling. Data measurement tool uses hedonic lifestyle scale, validity test uses construct validity, realibility test with a value of 0,912, data analysis uses t-test analysis techniques. The results of the different test (t-test) at the significancelevel of 5% obtained a value of P>0,05, which is 0,957.The results showed a significance value of 0,957, these results meant that there was no difference in the hedonic lifestyle tendencies between recipient and non-recipient students leading to prosperity at SMA Negeri X Yogyakarta

    Analisis Interface Bimetal Aluminium-Tembaga yang Dibuat dengan Pengecoran Sentrifugal Variasi Kecepatan Putar

    Get PDF
    Bimetallic is a combination of two metals that forms a metallurgical bond. Bimetallic made by centrifugal casting has not been developed much, so there is no recommendation for optimum mould rotational speed to produce products as needed. The research was conducted to determine the rotation of the mould in centrifugal casting, resulting in a unified interface with a strong metallurgical bond. The materials used for the manufacture of bimetallic are aluminum and copper. Aluminum is melted at a temperature of 700ºC, while copper is melted at a temperature of 1,150ºC. The metallic liquid was poured on a rotating mould with a filling speed of 0.20 kg/s. The variations in the rotational speed of the mould when pouring are 350, 400, and 450 rpm. The pouring of metal liquids is carried out alternately. First, aluminum is poured into the mould. Then after the aluminum temperature has dropped to 350ºC, copper is poured into the mould to form aluminum-copper bimetallic in the form of a bushing. The results showed that the width of the interface increases with the increased rotation of the mould during the pouring process. The hardness and wear resistance of interfaces are increased compared to base metals in aluminum and copper. The increase in hardness and wear resistance is due to the formation of AlCu, Al2Cu and Al4Cu9 compounds in the interface area.Bimetal adalah gabungan dua logam yang membentuk ikatan metalurgi. Bimetal yang dibuat dengan pengecoran sentrifugal belum banyak dikembangkan, sehingga belum ada rekomendasi kecepatan putar cetakan yang optimum untuk menghasilkan produk sesuai kebutuhan. Penelitian dilakukan untuk menentukan putaran cetakan pada pengecoran sentrifugal, sehingga dihasilkan penyatuan interface dengan ikatan metalurgi yang kuat. Bahan yang digunakan untuk pembuatan bimetal adalah aluminium dan tembaga. Aluminium dicairkan pada temperatur 700ºC, sedangkan tembaga dicairkan pada temperatur 1.150ºC. Cairan logam dituang pada cetakan yang berputar dengan kecepatan pengisian 0,20 kg/s. Variasi kecepatan putaran cetakan saat penuangan adalah 350, 400, dan 450 rpm. Penuangan cairan logam dilakukan secara bergantian. Pertama aluminium dituang pada cetakan, kemudian setelah temperatur aluminium turun hingga 350ºC, tembaga dituang ke dalam cetakan sehingga terbentuk bimetal aluminium-tembaga yang berbentuk bushing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar interface meningkat seiring peningkatan putaran cetakan saat proses penuangan. Kekerasan dan ketahanan aus interface meningkat dibanding logam dasar aluminium dan tembaga. Peningkatan kekerasan dan ketahanan aus disebabkan terbentuknya senyawa AlCu, Al2Cu dan Al4Cu9 pada daerah interface

    Kapasitas Dinas Kelautan, Perikanan Dan Ketahanan Pangan Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Sektor Perikanan Kabupaten Pangandaran

    Get PDF
    Penelitian ini di lakukan karena sektor Perikanan menjadi salah satu sector unggulan di Kabupaten Pangandaran yang dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi Pendapatan Asli Daerah. Kurang maksimalnya kinerja OPD dan optimalisasi sektor perikanan menjadi sorotan tersendiri bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kapasitas Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah sektor Perikanan Kabupaten Pangandaran.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun penelitian ini berlokasi di Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran. Metode purpose sampling di gunakan untuk menetapkan narasumber dan para pihak yang di anggap dapat memberikan masukan data dan uji shahih dalam penelitian ini di pilih dengan teknik penetapan bertujuan.Hasil penelitian ini menunjukan Kapasitas Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan berpengaruh terhadap penurunan PAD dari tahun 2015 ke 2016 sebesar 96% dan peningkatan PAD terjadi dari 2016 ke 2017 sebesar 49.9%. Terhitung sejak tiga tahun terakhir (2015-2017) rata-rata perolehan PAD sebesar Rp. 2,070,959,670 atau 99,03%. Elemen kelembagaan dan tata kelola yang paling berpengaruh adalah visi misi, kemitraan dan anggaran, Elemen Sumber Daya Manusi yang paling berpengaruh SDM Aparatur yang belum sesuai dengan beban kerja dan SDM Nelayan tradisional. Elemen Kebijakan yang paling berpengaruh adalah Ketepatan Program dengan pembagian Retribusi sebear 3,5 persen yang di sepakati oleh Bakul, nelayan dan penyelenggara TPI dan manfaat dari kebijakan tersebut adalah adanya tunjangan kesehatan dan hari raya bagi bakul dan nelayan sehingga berpengaruh terhadap Produktifitas nelayan

    Pemanfaatan Dana Desa (DD) Di Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman

    Get PDF
    Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan kewenangan yang lebih luas pada Desa yang bertujuan mendorong kemandirian Desa untuk mewujudkan kesejahteraannya. Salah satu kewenangan yang diberikan adalah pengelolaan Dana Desa. Pemanfaatan Dana Desa diarahkan untuk Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. Pemanfaatan Dana Desa telah dilaksanakan di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan Dana Desa (DD) di Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, serta pemenuhan prinsip pembangunan desa dalam Pemanfaatan Dana Desa tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, observasi, dan analisis data. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara, hasil observasi, dan dokumen-dokumen yang diperoleh dari Desa. Informan dalam wawancara terdiri dari Kepala Desa, Perangkat Desa (4 responden), Anggota BPD, dan masyarakat (7 responden).Pemanfaatan Dana Desa di Desa Argomulyo telah digunakan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Hasil analisis pemenuhan indikator-indikator pembangunan desa dalam Pemanfaatan Dana Desa tersebut adalah transparansi cukup baik, partisipasif cukup baik, dapat dinikmati masyarakat baik, akuntabilitas baik, dan berkelanjutan bai

    Implementasi Kebijakan Dana Desa Tahun 2016 Di Desa Sukoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui keefektifan implementasi kebijakan Dana Desa Tahun 2016 di Desa Sukoharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Yogyakarta. Desa Sukoharjo adalah salah satu desa yang mempunyai APBDes yang cukup besar. Dana Desa yang diterima Desa Sukoharjo dari pemerintah Pusat berdasarkan dokumen atau data yang diperoleh pada observasi dengan jumlah pendapatan desa sebesar Rp. 2.650.997.387,- termasuk Dana Desa sebesar Rp. 748.223.000.  Berdasarkan informasi yang diperoleh pembangunan masih belum merata sehingga peneliti ingin meneliti Desa Sukoharjo untuk mengetahui implementasi kebijakan Dana  Desa Tahun 2016 di Desa Sukoharjo.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan berdasarkan permasalahan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik Reduksi Data dan Penyajian Data.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi Kebijakan Dana Desa Tahun  2016 di Desa Sukoharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman sesuai dengan kewenangan desa untuk pembangunan, prioritas penggunaan dana desa untuk pembangunan sarana prasarana, dan telah memenuhi prinsip Keadilan, Kebutuhan prioritas, dan kewenangan desa dalam pelaksanaan programnya; Komunikasi mengutamakan Musyawarah dan informasi untuk pembangunan fisik, telah sesuai dengan prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas; Sumberdaya dengan melibatkan masyarakat dalam melaksanakan program pembangunan yaitu dengan secara swakelola dan pembangunan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan prioritas dan berkelanjutan, namun belum cukup mengakomodasi aspirasi berbagai pihak di Desa  Sukoharjo

    PERAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK

    Get PDF
    Pemerintah mempunyai kewajiban untuk menyelenggarakan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat. UUD 1945 alinea empat mengamanatkan tentang aspek pelayanan pokok aparatur terhadap masyarakat. Hal tersebut juga diatur dalam UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang menjamin hak masyarakat atas pelayanan publik yang baik. Hanya saja, hal ini tidak sesuai dengan yang terjadi. Pada faktanya, masih banyak pelayanan publik yang buruk hingga praktik mal administrasi yang pada akhirnya merugikan masyarakat. Pemerintah berkewajiban menangani penyelenggaraan pelayanan publik yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Bentuk penanganan dan pengawasan pemerintah dalam hal ini adalah mendirikan lembaga negara yang independen yang bertugas mengawasi jalannya penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam rangka mengawasi kinerja pelayanan publik di daerah saat ini, didirikan lembaga Ombudsman Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik.Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Ombudsman Republik Indonesia menurut fungsi kelembagaan merupakan lembaga penunjang dalam ranah kekuasaan legislatif dan yudikatif. Ia berperan sebagai lembaga pengawas sekaligus merupakan wadah yang menjembatani antara masyarakat dan pemerintah atas tindakan penyimpangan administrasi yang dilakukan oleh pejabat penyelenggaraan pelayanan publik. Pelaksanaan wewenang pengawasan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pelayanan publik ada faktor pendukung dan penghambat, yang menjadi faktor pendukung yaitu meningkatnya pemahaman masyarakat, terutama generasi mudah, semakin mudahnya melaporkan dan dukungan dari lembaga pengawas lain. Faktor penghambat yaitu terbatasnya anggaran, sumber daya manusia, serta infrastruktur

    Pengaruh Organizational Justice terhadap Employee Engagement melalui Organizational Identification

    Get PDF
    This study uses objects in one of the state-owned companies engaged in microfinance services, namely PT. Investment Management. In this case, of course, PT PNM Investment Management has growth that is very dependent on the service of employees to customers. Therefore, companies must continually improve services to customers and be able to maintain and improve employee performance. This research aims to determine the effect of organizational justice on employee engagement through organizational identification. This quantitative study is based on data collected using a questionnaire distributed to 78 respondents of PT. Investment Management is then analyzed using partial least square. In the results of the analysis using PLS it was found that organizational identification was able to mediate the effect of organizational justice (distributive justice, procedural justice, interactional justice) on employee engagement. This shows that the employee engagement can be achieved by many factors and some of them are about the concept of justice applied by the company and identification of the organization owned by employees, especially employees of PT. PNM Investment Management

    Pelatihan Berfikir Positif untuk Meningkatkan Self-Esteem pada Remaja Yatim Piatu di Yogyakarta

    Get PDF
    The aim of this research is to test the effectivennes the effects of positif thinking training in self-esteem of teen orphanage woman ‘X’ Yogyakarta. Subjects were 12 adolescents divided into 6 subjects of the experimental group and 6 subjects of the control group with low and medium self-esteem categories. Self-esteem category obtained from score scale Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI) from Coopersmith (1967) adapted and modified by the researchers. The research design used pre-post control group design with data analysis technique used Mann-Whitney test and Wilcoxon test. The Mann-Whitney test was used to see the difference in scores in the experimental and control groups. The result of data analysis with Mann-Whitney test showed that there was no significant difference of self-esteem in the experimental group after being treated with self-esteem control group without being treated (p = 0,746> 0,05). The result of data analysis with Wilcoxon test showed that there was a significant difference of self-esteem in experimental group before and after treatment (p = 0,027 <0,05).The aim of this research is to test the effectivennes the effects of positif thinking training inself-esteem of teen orphanage woman ‘X’ Yogyakarta. Subjects were 12 adolescentsdivided into 6subjects of the experimental group and 6 subjects of the control group with lowand medium self-esteem categories. Self-esteem category obtained from score scaleCoopersmithSelf Esteem Inventory (CSEI) from Coopersmith (1967) adapted and modifiedby theresearchers. The research design used pre-post control group design with dataanalysis technique used Mann-Whitney test and Wilcoxon test. The Mann-Whitney test wasused to see the difference in scores in the experimental and control groups. The result ofdata analysis with Mann-Whitney test showed that there was no significant difference of selfesteemintheexperimentalgroupafterbeingtreatedwithself-esteemcontrolgroupwithoutbeingtreated(p=0,746>0,05).TheresultofdataanalysiswithWilcoxontestshowedthattherewasasignificantdifferenceofself-esteeminexperimentalgroupbeforeandaftertreatment(p=0,027<0,05)

    Perilaku Remaja Masjid X dalam Menyikapi Hoax di Media Sosial

    Get PDF
    In recent 4 years, Indonesiantries to decrease the spreading of hoax news in social medias. The government has been trying various measures for instances: holding information session for public, setting some sign boards in intersections with notes like \u27\u27 FIGHT FOR HOAX" or any similar notes, and even creating account in some social medias as a tool to clarify the hoax news which is spreading online.These measures give some positive results, proven by society\u27s attitude towards hoax starts to change. They become moreunderstand about hoax and more open in accepting the truth of hoax news which once they believed. This change of attitude also can be seen on teenagers. According to data from Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (Indonesian Internet Users Association), in 2017, 49.52% of internet users in Indonesia were teenagers. These numbers rise the possibility that most of hoax news are received and read mostly by teenagers.The researcher chose Nurhawwin Youth Squad as the subject ofresearch to study about their attitude towards hoax. The reason on choosing them as subject was because the researcher had observed them and found that the Nurhawwin Youth Squad has a forum to discuss about the latest news, including hoax, whichis held once a week. Through this forum, the researcher observes and studies about Nurhawwin Youth Squad\u27s attitude towards hoax.This research paper uses qualitative method with 4 samples or informants. The methods used for collecting the data are interview and observation. The validity of the data is based on method proposed by Moleong (2015), which are credibility, transferability, dependability, and confirmability.The result of this research shows that NurhawwinMosque Youth Squad shows negative attitude towards hoax. They tend to ignore and and do not spread hoax news thoughtlessly. They take negative attitude when the information they got does not suit their rationality. However, there is an informant who shows positive attitude although it is only for twice times. After knowing truth and after understanding more about that matters through trustworthy mediaand person, They becomes indifferent towardstowards hoax

    Turbin Air Arus Sungai Model Sudu Propeller Menggunakan Nozzel-Diffuser

    Get PDF
    The application of river flow water turbines as energy sources often experiences obstacles such as the changing speed of river water flow and low turbine efficiency. This obstacle can be overcome by creating an effective and efficient river flow turbine. One way to overcome these obstacles is to add a propeller and diffuser on the turbine. This study aims to determine the value of turbine efficiency from the results of field experiments using a prototype of a river flow water turbine with a propeller blade model and to use a nozzle-diffuser. The method used is to design a river flow water turbine with propeller and diffuser, then prototype testing is carried out in the Amandit River. Data generated from field testing were analyzed to determine the value of turbine efficiency. The test results show that the prototype of a river current water turbine using a nozzle-diffuser can work well at water speeds of 0.5 m/s to 1.1 m/s. The higher the speed of the water, the higher the turbine rotation speed, the higher the torque value, and the higher the turbine power. At a water velocity of 0.5 m/s, a turbine rotation speed of 58 rpm with a torque of 0.875 N.m, while at a water speed of 1.1 m/s, a turbine rotational speed of 115 rpm with a torque of 1.250 N.m. At all water speeds and turbine speed, the turbine efficiency is fixed at 44%

    940

    full texts

    1,051

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Proklamasi 45 Online Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇