eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
3096 research outputs found
Sort by
VALUE ADDED INTELLECTUAL COEFFICIENT TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI
This study aims to examine the influence of Value Added Intellectual Capital (VAIC) on accounting conservatism in mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The research utilizes data from manufacturing firms listed on the exchange for the year 2021. A simple linear regression model was employed, with SPSS 22 used for data analysis. The findings reveal a negative relationship between VAIC and accounting conservatism. This indicates that the more efficiently a company manages its intellectual capital, the lower its tendency to apply conservative accounting practices. In other words, firms with high intellectual efficiency are more likely to present financial reports that reflect economic value and future prospects rather than excessive prudence
Design and Implementation of a Vision-based Wheeled Mobile Robot Using HSV Color Segmentation and P-D Control
This study presents the design and implementation of a wheeled mobile robot capable of detecting and tracking a ping-pong ball using vision-based processing. The system integrates a Raspberry Pi 3 Model B+ as the main controller, a Raspberry Pi Camera Rev 1.3 for visual input, and DC motors driven by an L298N motor driver for actuation. Object detection is achieved through color segmentation in the HSV color space using the OpenCV library, followed by morphological filtering and contour analysis. A proportional-derivative (PD) control algorithm is employed to adjust motor speeds dynamically based on the ball's horizontal position in the frame. The experimental results demonstrate that the robot can successfully detect and follow a ping-pong ball, although it exhibits limitations in processing speed and motion stability. The average frame rate during operation was 5 FPS, which is sufficient for basic tracking tasks but suboptimal for high-speed applications. This project highlights the feasibility of vision based robotic systems for simple object tracking tasks
ANALISIS PERMASALAHAN SISWA KELAS X MENGGUNAKAN METODE EMPHATIZING DI SMA NEGERI 78 JAKARTA
Problem analysis is one of the important stages in implementing guidance and counseling services in schools. One method that can be used to conduct problem analysis is the empathizing method in Design Thinking. Design Thinking (DT) is one of the methods widely used to solve problems creatively with a focus on understanding user needs. This study aims to explore the problems faced by class X students at SMA Negeri 78 Jakarta. These problems are explored based on four aspects of guidance and counseling: personal, social, academic, and career aspects. Data collection was carried out through in-depth interviews, the results of which were analyzed with extreme users. Extreme users is a technique to build empathy and truly understand the problems faced by extreme users, which aims to help reframe problems and uncover new insights. The results of the study show several problems in the four aspects of BK services faced by class X students of SMAN 78 Jakarta. These problems include not having good self-control, especially in time management, not being able to determine priorities, not having emotional maturity, lacking self-confidence, being closed off from their social environment, liking to procrastinate on assignments, lack of motivation to study, and lack of knowledge about the world of college, including majors, entry routes and the variety of universities that are most likely to be of interest.Analisis permasalahan merupakan salah satu tahapan penting dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan analisis permasalahan adalah metode empathizing dalam Design Thinking. Design Thinking (DT) merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk memecahkan masalah secara kreatif dengan fokus pada pemahaman kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menggali permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh siswa Kelas X di SMA Negeri 78 Jakarta. Permasalahan-permasalahan ini digali berdasarkan empat aspek bimbingan dan konseling yaitu aspek pribadi, sosial, akademik, dan aspek karir. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik in-depth interview yang hasilnya dianalisis dengan extreme users. Extreme users merupakan teknik untuk membangun empati dan benar-benar memahami masalah yang dihadapi pengguna ekstrem yang bertujuan untuk membantu membingkai ulang masalah dan mengungkap wawasan baru. Hasil penelitian menunjukkan beberapa permasalahan pada empat aspek layanan BK yang dihadapi oleh siswa kelas X SMAN 78 Jakarta. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain belum memiliki kontrol diri yang baik terutama dalam manajemen waktu, belum dapat menentukan skala prioritas, belum memiliki kematangan emosi, kurang percaya diri, tertutup dengan lingkungan sosialnya, suka menunda-nunda tugas, motivasi belajar, dan kurangnya pengetahuan tentang seputar dunia perkuliahan baik dari jurusan, jalur masuk dan ragam universitas yang paling mungkin diminati.
INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN PROKRASTINASI AKADEMIK: SEBUAH ANALISIS EMPIRIS
Intensity of social media use refers to how often and how long or the frequency of individuals in accessing and using social media. Academic procrastination is a form of delay in completing academic tasks that includes behavioral, affective, cognitive and motivational aspects. This study uses a quantitative approach with a correlational research design. This study aims to determine the relationship between the intensity of social media use and students' academic procrastination. The results of the instrument trial obtained that the intensity of social media use instrument contained 37 valid statements out of 40 statements with an instrument reliability coefficient of 0.988, while the academic procrastination instrument had 47 valid statements with an instrument reliability coefficient of 0.983. The results of the research data processing obtained a correlation value of the intensity of social media use and academic procrastination of 0.911. These results state that there is a positive and significant relationship between the intensity of social media use and academic procrastination. This means that the higher the intensity of social media use, the higher the student's academic procrastination, and vice versa. The intensity of social media use contributes to students' academic procrastination by 82% and other factors by (18%). Academic supervisors are advised to hold regular meetings with students to discuss procrastination, its impacts and reduction strategies through individual and classical counseling. Suggestions for further researchers to conduct research on procrastination reviewed from the motivational aspect.Intensitas penggunaan media sosial merujuk pada seberapa sering dan seberapa lama atau frekuensi individu dalam mengakses dan menggunakan media sosial. Prokrastinasi akademik adalah bentuk penundaan pengerjaan tugas akademik yang meliputi aspek perilaku, afektif, kognitif dan motivasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik mahasiswa. Hasil ujicoba instrumen diperoleh bahwa instrumen intensitas penggunaan media sosial terdapat 37 pernyataan valid dari 40 pernyataan dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,988, sedangkan instrument prokrastinasi akademik memiliki 47 pernyataan valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,983. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh nilai korelasi intensitas penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik sebesar 0,911. Hasil ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik. Hal ini berarti semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, maka semakin tinggi prokrastinasi akademik mahasiswa, begitupun sebaliknya. Intensitas penggunaan media sosial memberikan sumbangan terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa sebesar 82% serta faktor lainnya sebesar (18%). Dosen pembimbing akademik disarankan untuk mengadakan pertemuan secara berkala dengan para mahasiswa untuk membahas tentang prokrastinasi, dampak dan strategi menguranginya baik melalui konseling individu dan klasikal. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian mengenai prokrastinasi yang ditinjau dari aspek motivasi
Potensi Algoritma Berbasis Neural Network dan Turunannya sebagai Prediktor Kadar PM2,5 dan PM10
Pendahuluan: Polusi udara merupakan penyebab utama Penyakit Tidak Menular (PTM) di Asia Tenggara dan telah diidentifikasi sebagai masalah kesehatan global terbesar kedua pada tahun 2016. Strategi prediksi yang efektif sangat penting untuk mengurangi dampak buruknya. Studi ini secara sistematis meninjau penerapan algoritma berbasis Artificial Neural Network (ANN) dalam memprediksi konsentrasi polutan udara, khususnya PM2.5 dan PM10.
Metode: Tinjauan sistematis ini mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian sistematis dilakukan pada 4 basis data untuk menemukan studi yang menerapkan model ANN dalam prediksi polusi udara dengan menggunakan data meteorologi dan/atau geografis sebagai input. Ekstraksi data difokuskan pada struktur model, akurasi prediksi, serta perbandingan dengan algoritma kecerdasan buatan lainnya. Model ANN dievaluasi berdasarkan kemampuannya menangani interaksi variabel non-linear yang kompleks, fleksibilitas pada berbagai dataset, dan kinerja prediktif dibandingkan metode lain.
Hasil: Algoritma berbasis ANN secara konsisten menunjukkan performa lebih baik dibandingkan model alternatif dalam memprediksi kadar PM2.5 dan PM10. Kemampuan ANN dalam pembelajaran adaptif serta integrasi berbagai input meningkatkan akurasi prediksi. Beberapa studi melaporkan adanya peningkatan lebih lanjut ketika ANN dikombinasikan dengan metode turunannya.
Simpulan: ANN merupakan alat yang andal dan akurat untuk memprediksi polusi udara serta mendukung kebijakan berbasis bukti dalam pencegahan dan pengelolaan lingkungan. Peran ANN dalam ilmu lingkungan menyoroti inovasi dalam pemodelan prediktif dan membuka peluang integrasi dengan teknologi berkelanjutan.Polusi udara menjadi penyebab terbesar penyakit Non-Communicable Disease (NCD) di Asia Tenggara dan terletak sebagai masalah global terbesar kedua pada tahun 2016. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk menangani polusi udara adalah dengan menggunakan algoritma berbasis Artificial Neural Network (ANN) untuk memprediksi kadar polusi udara sehingga mengurangi dampak dan mencegah perburukan dari polusi udara. Penggunaan ANN dengan input parameter meteorologi dan data geografis dapat memberikan hasil yang memuaskan dalam memprediksi kadar polusi udara terutama kadar PM2,5 and PM10. Dari studi perbandingan antara algoritma kecerdasan buatan, algoritma berbasis Neural Network (NN) ini dapat memberikan hasil lebih akurat dibandingkan dengan algoritma lainnya dalam memprediksi PM2,5 and PM10. Kombinasi penggunaan ANN menguntungkan disebabkan karena kelemahan dari algoritma ini dapat diatasi sehingga meningkatnya kapasitas prediksi. Penggunaan ANN dapat mengukur kadar PM2,5 dan PM10 secara akurat, sehingga berpotensi digunakan sebagai salah satu instrumen pertimbangan kebijakan pemerintah dalam pencegahan polusi udara
PENGARUH WORK FAMILY CONFLICT TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN CV. ABC DENGAN VARIABEL MEDIASI WORK ENGAGEMENT
This study aims to analyze the influence of work-family conflict on turnover intention, with work engagement as a mediating variable among employees of CV. ABC, considering that the company's employee turnover rate has reached 18%, with an annual increase of 3% since 2021. Based on the background, conflicts between work and family demands can affect job performance and satisfaction, which in turn impacts the turnover rate. Using a quantitative approach with hypothesis testing, this study found that work-family conflict does not have a significant effect on work engagement, whereas work engagement significantly affects turnover intention, where lower levels of engagement increase employees' desire to leave. In addition, work-family conflict was found to have a significant effect on turnover intention, indicating that role conflict increases employees' intention to resign. However, no indirect effect was found between work-family conflict and turnover intention through work engagement as a mediator. These findings highlight the importance of human resource management strategies that focus on enhancing employee engagement to reduce turnover rates
Sosialisasi Hasil Penelitian tentang Efektifitas Pupuk Organik, Anorganik dan Ampas Biogas Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung pada Dusun Cibitung, Desa Ponggang
Cibitung Hamlet, Ponggang Village is one of four partner villages of the Industrial Engineering Study Program of Atma Jaya University (UAJ) in community service activities. Continuing economic development for Ponggang Village, the community service team saw an opportunity in Cibitung Hamlet to plant water spinach as a selling product and increase vegetable consumption for the Ponggang Village community. To support the planting of water spinach, fertile soil, sunlight, and water are needed. Fertilization is really necessary to increase or maintain plant fertility by adding artificial or natural nutrients. The Community Service Team conducted a preliminary study on the effect of organic fertilizers, inorganic fertilizers, fertilizers from biogas dregs (bioslurry), and no fertilizers, using the soil in Cibitung Hamlet on the growth of water spinach. Based on the results of the study, fertilizers using biogas dregs provided heavy metal content values below the limit and also provided a fairly good level of water spinach growth compared to the treatment of organic fertilizers, inorganic fertilizers, and no fertilizers. The results of his study were socialised to the community of Cibitung Hamlet, Ponggang Village in the form of community servic
FENOMENA PENGGUNAAN KATAKANA PADA KEMASAN MINUMAN DI INDONESIA
Penggunaan huruf Katakana pada kemasan produk minuman di Indonesia semakin mencerminkan pengaruh budaya Jepang dalam pemasaran global, meskipun tidak semua masyarakat Indonesia memahami huruf Katakana. Katakana, salah satu sistem penulisan dalam bahasa Jepang, sering digunakan untuk memberikan kesan modern dan eksotis pada berbagai produk, termasuk minuman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan huruf Katakana pada kemasan minuman di Indonesia dengan pendekatan semantik, khususnya teori Gairaigo yang merujuk pada kata serapan dari bahasa asing yang ditulis dalam Katakana. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Terdapat sepuluh produk minuman yang menjadi sampel dan secara jelas menggunakan Katakana pada kemasannya, yaitu: You C1000, Teh Itoen, Fibe-Mini, Oronamin C Drink, Yobick, Pristine, Nu Tea, Heavenly Blush, The Pokka, dan Perfect Aklaline Water. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dengan mengamati dan mencatat tulisan Katakana dari produk fisik maupun gambar digital. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis isi dengan pendekatan semantik berdasarkan teori Gairaigo untuk memahami makna dan konotasi dari kata-kata Katakana tersebut. Tulisan Katakana pada kemasan minuman umumnya merujuk pada nama rasa atau identitas produk. Pada kemasan You C1000, misalnya, terdapat tulisan seperti ビタミンアップル (Vitamin Apple) dan ビタミンオレンジ (Vitamin Orange) yang menunjukkan rasa produk. Teh Ito En menggunakan ジャスミン (Jasmine) untuk menunjukkan rasa tehnya, sedangkan Fibe-Mini menampilkan ファイブミニ (Fibe Mini) sebagai nama merk produk. Demikian juga Oronamin C Drink menampilkan オロナミンCドリンク (Oronamin C Drink) dan Yobick dengan ヨービック (Yobick). Secara semantik, Katakana membantu menghadirkan konsep asing yang diasosiasikan dengan modernitas, internasionalitas, dan kualitas. Hal ini menciptakan citra produk yang menarik dan berdaya saing global di pasar Indonesia. Namun, tidak semua konsumen memahami arti kata-kata tersebut, yang bisa menimbulkan kebingungan. Oleh karena itu, meskipun Katakana memperkuat citra merek, produsen harus mempertimbangkan pemahaman konsumen untuk memastikan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Katakana tidak hanya menyampaikan rasa, identitas produkatau merk produk, tetapi juga membawa makna budaya dan simbolik yang mempengaruhi persepsi konsumen. Hal ini mencerminkan bagaimana teori Gairaigo membentuk daya tarik modern dan internasional dari suatu produk dalam konteks Indonesia
PERGESERAN BAHASA MADURA YANG DISEBARKAN OLEH TKI MALAYSIA YANG PULANG KAMPUNG
Bahasa mengalami perubahan seiring dengan perkembangan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Salah satu fenomena yang umum terjadi adalah pergeseran bahasa, di mana suatu komunitas penutur mulai meninggalkan bahasa asli mereka dan lebih banyak menggunakan bahasa lain. Penelitian ini membahas pergeseran bahasa Madura yang terjadi di kalangan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Madura yang bekerja di Malaysia dan kembali ke kampung halaman mereka. Mobilitas tenaga kerja yang tinggi serta interaksi intensif dengan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia selama bertahun-tahun menyebabkan perubahan dalam pola komunikasi mereka, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap komunitas lokal di Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang, seluruhnya berasal dari beberapa desa di wilayah Pamekasan yang dikenal sebagai kantong utama TKI, seperti daerah Larangan, Palengaan, dan Batumarmar. Responden dipilih secara purposif, yaitu TKI yang telah bekerja di Malaysia selama minimal lima tahun dan telah kembali ke Pamekasan setidaknya selama satu tahun. Observasi dilakukan pada berbagai ranah komunikasi, terutama dalam interaksi keluarga, lingkungan sosial, serta aktivitas publik seperti di pasar dan tempat ibadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para TKI yang kembali dari Malaysia sering kali mengalami perubahan dalam cara mereka berkomunikasi. Mereka lebih sering menggunakan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia dibandingkan bahasa Madura dalam percakapan sehari-hari. Pergeseran ini dipengaruhi oleh kebiasaan bahasa selama bekerja di Malaysia, keinginan agar komunikasi lebih mudah dipahami oleh semua pihak, dan persepsi bahwa bahasa Melayu atau Indonesia memiliki nilai prestise lebih tinggi dibandingkan bahasa Madura. Selain itu, anak-anak para TKI yang tumbuh dalam lingkungan yang terpengaruh bahasa Melayu dan Indonesia menunjukkan tingkat kefasihan berbahasa Madura yang rendah. Beberapa bahkan tidak mampu menggunakan bahasa Madura secara aktif karena lebih terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia atau campuran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya penutur bahasa Madura secara signifikan di masa depan jika tidak ada upaya revitalisasi
PENGGUNAAN STORY JUMPER UNTUK MENULIS CERITA PADA PESERTA DIDIK KELAS III SEKOLAH DASAR
Story jumper adalah sebuah aplikasi sederhana yang dapat membantu peserta didik ketika membuat cerita. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan guru ketika mengajarkan peserta didik membuat cerita baik untuk usia SD, SMP, SMA, mahapeserta didik bahkan siapa saja yang ingin membuat cerita tetapi mengalami kesulitan. Aplikasi ini dapat menjadi alternatif kegiatan literasi di kelas bahkan di sekolah. Konsep literasi saat ini sudah semakin berkembang dan terbagi ke dalam beberapa bentuk literasi, salah satunya adalah literasi digital. Dengan kegiatan literasi yang rutin, minat belajar dan membaca peserta didik lebih tinggi karena pembiasaan dari lingkungan sekolah. Teori ini memandang bahwa bahwa perubahaan tingkah setiap orang memiliki kaitan antara stimulus dan respon. Respon atau perilaku tertentu dapat muncul akibat adanya metode pembiasaan dan pelatihan (tindakan pendidik) yang menjadi stimulus. Dengan adanya pembiasaan di sekolah maka lambat laun peserta didik akan mempraktikkannnya juga di rumah masing-masing. Tujuan penelitia ini meningkatkan keterampilan menulis cerita pada peserta didik sekolah dasar dengan menggunakan aplikasi story jumper. Artikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK) pada peserta didik kelas III SD Bunda Maria tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa story jumper dapat memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran dan meningkatkan keterampilan menulis cerita peserta didik. Aplikasi ini mampu memudahkan dan memberi rasa percaya diri peserta didik untuk membuat cerita sederhana. Selain itu, penggunaan story jumper dalam membuat cerita pada peserta didik SD Kelas III SD Bunda Maria dapat meningkatkan keterampilan literasi digital khususnya dalam membuat cerita. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan menulis peserta didik, rata- rata perolehan skor penilaian dari prasiklus (2,30), siklus I sebesar (3,62) dan meningkat pada siklus II sebesar (4,98). Semangat dan rasa percaya diri peserta didik dalam menulis cerita dapat dijadikan ajang mempromosikan budaya menulis di kalangan peserta didik sebagai implementasi gerakan literasi sekolah yang dicanangkan pemerintah. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif di kelas