eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
    3096 research outputs found

    BAGAIMANA IMPLIKASI YANG DITIMBULKAN DARI TINDAKAN PENGANCAMAN MUKA

    Get PDF
    Muka merupakan aspek penting dalam proses interaksi manusia. Muka dipertimbangkan sebagai sesuatu yang bernilai (Sukmawan 2022). Konsep mengenai muka ini penting dalam hal yang berhubungan dengan kesantunan berbahasa (Brown and Levinson 1987). Hal senada juga diungkapkan Goffman (1967) bahwa konsep muka dianggap sebagai sebuah nilai sosial yang diinginkan dalam kontak percakapan yang berkenaan dengan kesantunan bahasa. Brown dan Levinson (1987) menyatakan bahwa konsep mengenai muka ini bersifat universal, yang pada dasarnya ada berbagai tuturan yang merupakan kecenderungan suatu tindakan yang tidak menyenangkan yang disebut dengan tindakan mengancam muka. Tindakan yang mengancam muka tersebut dapat dibedakan menjadi dua yaitu tindakan yang mengancam muka positif dan tindakan yang mengancam muka negatif. Tindakan pengancaman muka ternyata dapat menimbulkan implikasi. Culpeper (1996) dan Rahmansyah et al. (2020) mengemukakan bahwa tindakan pengancaman muka dapat menimbulkan konflik. Selain itu, pengancaman muka juga dapat menimbulkan sikap emosional yang membuat malu lawan tutur (Oeldorf-hirsch et al. 2017). Menarik untuk dicermati bahwa tindakan pengancaman muka akan menimbulkan implikasi-implikasi lainnya. Makalah ini bertujuan mendeskripsikan implikasi tindakan pengancaman muka negatif dan muka positif dalam pertunjukan wayang golek. Implikasi yang terjadi akibat tindakan pengancaman muka negatif yakni adanya penolakan, persetujuan, tantangan, penerimaan, dan berdiam diri. Adapun implikasi yang terjadi akibat tindakan pengancaman muka positif adalah adanya konfermasi, paksaan, ketidakterimaan, ketidakpercayaan, dan ketidakpedulian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode simak yang merupakan metode dalam penyedian data yang dilakukan dengan cara menyimak penggunaan bahasa khususnya pada percakapan tokoh dalam cerita pertunjukan wayang golek. Adapun untuk tekniknya dilakukan teknik sadap, teknik rekam, dan teknik catat. Data-data yang dibutuhkan diperoleh dari cerita pertunjukan wayang golek yang bersifat pakem yaitu: Sukma Sajati, Sayembara Dewi Kunti, Trijaya Sakti, dan Dorna Gugur dan yang bersifat sempalan yaitu: Dawala Jadi Raja dan Cepot Rarabi

    SPATIAL DEIXIS IN BIMANESE AND ENGLISH: AN INVESTIGATION SIMILATIES AND DIFFERENCES

    Get PDF
    Spatial deixis is the language utterance that is employed by the speaker to convey the location of objects or events in space. The purpose of this research is to look into the aspects of specific deixis that exist in both Bimanese and English, as well as how individuals use them in natural conversation. This study next looks at the parallels and differences between spatial deixis in Bimanese and English. To collect data on the use of spatial deixis in Bimanese, the study used qualitative research methods such as semi-structured interviews and direct observation. In the meantime, documentation such as books, articles, or movies is employed to examine particular deixes in English. The subjects of this research were drawn from five distinct locations in Bima regency: Pela, Wawo Rada, Bima City, Wera, and Sila. The data was then descriptively evaluated by identifying, categorizing, describing, and explaining related to the people employing specific deixis in Bimanese. This study found that the aspects of spatial deixis in Bimanese can be seen from the deictic system namely; locative adverbs are marked by ta (ta ake, ta ede, and, ta aka), demonstrative pronoun (ake, ede, and aka), topography system (ese, awa, dei ari, and ipa), four corners direction (ɗa, ɗo, ɗi, ele), and political dimension (ese and awa). In English, there are various types of spatial deixis: demonstrative pronouns (this, that, and with plural forms), locative adverbs (here and there), and topography systems (up and down).   The three aspects of spatial deixis that are similar between English and Bimanese are demonstrative pronouns (proximal and distal), locative adverbs (proximal and distal), and topographical system (up and down). Although the 'medial' concept in Bimanese has additional form in terms of demonstrative and locative adverbs. While there are distinctions between them, the Bimanese has many more spatial deixis aspects than English in terms of directions, topography systems, and socio-political dimensions

    Pengaruh Preferensi Bentuk Kuesioner dan Familiaritas Internet terhadap Konsistens Respon pada Mahasiswa Unika Atma Jaya

    Get PDF
    Kuesioner online memiliki potensi besar untuk digunakan dalam berbagai penelitian terutama pada masyarakat yang sudah akrab dengan internet. Namun terdapat perbedaan pandangan mengenai akurasi data yang dihasilkan melalui kuesioner online dibandingkan kuesioner offline. Berdasarkan theory of survey satisficing, akurasi data kuesioner tergantung seberapa besar motivasi partisipan dalam mengerjakan pertanyaan dalam kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh preferensi bentuk kuesioner dan familiaritas internet terhadap konsistensi respon pada mahasiswa Unika Atma Jaya. Penelitian menggunakan 2 X 2 randomized factorial design dengan sampel sebesar 160 mahasiswa aktif Unika Atma Jaya yang diperoleh melalui quota sampling. Data dianalisis dengan 2-way analysis of variance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika tanpa memperhatikan bentuk kuesioner online atau offline, maka tidak terdapat pengaruh preferensi bentuk kuesioner dan familiaritas internet terhadap konsistensi respon. Namun hasil yang menarik jika memperhatikan bentuk kuesioner yang dihadapi partisipan. Pada pengerjaan kuesioner online, kesesuaian preferensi partisipan mempengaruhi konsistensi respon; sedangkan pada pengerjaan kuesioner offline, kesesuaian preferensi partispan tidak mempengaruhi konsistensi respon. Hal ini mengindikasikan proses satisficing terjadi pada partisipan yang ‘terpaksa’ mengerjakan kuesioner online saja, tidak pada pengerjaan kuesioner offline

    PENGARUH FAKTOR INTERNAL PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN ASURANSI JIWA DI INDONESIA

    Get PDF
    The influence of foreign ownership on company performance and the influence of company internal factors on the profitability of companies have been widely studied by many researchers. In 2020, the conventional life insurance business consisted of 23 joint venture life insurance and 30 national private life insurance companies. Even though there are fewer in number, joint venture life insurance companies have larger assets and can make a profit, while national private life insurance companies have smaller assets and record losses. All conventional life insurance companies are influenced by the same external company factors, for example economic, demography and regulatory factors. Therefore, a research on the influence of internal company factors on company performance is becoming important. This study uses published financial reports from 16 joint venture life insurance companies and 16 national private life insurance companies for the period 2016 to 2020. The internal factors studied are size (assets), equity, age, liquidityu, tangibility, leverage and loss ratio. The data was processed using panel data regression analysis. Size (assets), equity, liquidity, and loss ratio do not have a significant effet on profitability, both in joint venture life insurance companies and in national private life insurance companies. Company age has a positive and significant effect on profitability of joint venture life insurance companies but does not have a significant effect on national private life insurance companies. Meanwhile, tangibility and leverage have a negative and significant effect on the profitability of national private life insurance companies but do not have significant effect on joint venture life insurance companies.    ABSTRAK Pengaruh kepemilikan asing pada kinerja perusahaan dan pengaruh faktor-faktor internal perusahaan pada profitabilitas perusahaan telah banyak dilakukan oleh peneliti. Pada tahun 2020, usaha asuransi jiwa konvensional terdiri dari 23 perusahaan asuransi jiwa patungan dan 30 perusahaan asuransi jiwa swasta nasional. Meskipun berjumlah lebih sedikit, perusahaan asuransi jiwa patungan memiliki aset lebih besar dan dapat meraih laba sedangkan perusahaan asuransi jiwa swasta nasional memiliki aset lebih kecil dan mencetak kerugian. Seluruh perusahaan asuransi jiwa konvensional tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal perusahaan yang sama misalnya faktor ekonomi, demografi dan regulasi. Oleh karena itu, pengaruh faktor-faktor internal perusahaan terhadap kinerja perusahaan menjadi penting untuk diteliti.  Penelitian ini menggunakan laporan keuangan terpublikasi dari 16 perusahaan asuransi jiwa patungan dan 16 perusahaan asuransi jiwa swasta nasional periode 2016 s/d 2020. Faktor-faktor internal yang diteliti adalah ukuran (aset), ekuitas, usia, likuiditas, tangibility, leverage dan loss ratio. Data diolah dengan analisis regresi data panel. Ukuran (aset), ekuitas, likuiditas dan loss ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, baik pada perusahaan asuransi jiwa patungan maupun pada perusahaan asuransi jiwa swasta nasional. Usia perusahaan berpengaruh positif dan signifikan pada profitabilitas perusahaan asuransi jiwa patungan namun tidak berpengaruh signifikan pada perusahaan asuransi jiwa swasta nasional. Sedangkan tangibility dan leverage berpengaruh negatif dan signifikan pada profitabilitas perusahaan asuransi jiwa swasta nasional namun tidak berpengaruh signifikan pada perusahaan asuransi jiwa patungan

    Analisis Audio Capture untuk Pengumpulan Data pada Smart Speaker

    Get PDF
    Internet of Things or IoT is a technology that is currently trending, because it can help human in their daily routine. One of the IoT product that used in homes is smart speaker. However, every latest technological innovation does not escape from vulnerabilities and one of them is the microphone on the smart speaker. Several studies and research have found that security vulnerabilities in smart speakers, such as dolphin attacks and audio capture. To find out how this audio capture technique works, an experiment was made to understand how it works and the impact of this technique. This experiment uses a smart speaker with voice assistant Alexa, using the Alexa Skills Kit services and Flask-Ask framework to create an audio capture program. The results of this program testing are expected to be used as a benchmark to prevent smart speakers from becoming the target of this technique anymore.Internet of Things atau IoT adalah sebuah teknologi yang sedang trending saat ini, dari awal kemunculannya yang diminati karena dapat membantu pekerjaan manusia. Produk-produk IoT kini sudah dapat ditemukan dimana saja, termasuk di dalam rumah , salah satunya adalah smart speaker. Akan tetapi, setiap inovasi teknologi terbaru tidak luput dari adanya celah keamanan dan salah satunya adalah mikrofon yang terdapat pada smart speaker. Beberapa penelitian dan riset telah menemukan bahwa celah keamanan pada smart speaker, seperti dolphin attack dan audio capture. Untuk membuktikan cara kerja dari teknik audio capture ini, maka dibuat sebuah penelitian untuk memahami tentang cara kerja dan dampak dari teknik tersebut. Penelitian ini menggunakan smart speaker dengan voice assistant Alexa, menggunakan layanan Alexa Skills Kit dan framework Flask-Ask untuk membuat program audio capture. Hasil dari pengujian program ini diharapkan dapat digunakan sebagai patokan untuk mencegah agar tidak ada lagi smart speaker menjadi sasaran teknik ini

    Klasifikasi Gender Berdasarkan Gambar Menggunakan Metode Deep Learning Pada MATLAB

    Get PDF
    In the present era, machine intelligence, also known as Artificial Intelligence (AI), is demanded not only to execute specific commands but also to recognize, analyze, or even make decisions, thereby providing desired outputs. By harnessing the power of AI, it is anticipated that desired outcomes will be more accurate and goal achievement will be optimized, minimizing losses. With the capabilities of AI in mind, a research study has been conducted on AI's ability to analyze and make decisions based on specific data. In this study, data in the form of images of men and women were utilized. The objective of this research is to analyze the ability of AI, particularly in gender classification. The method employed in designing this system is Deep Learning, with GoogLeNet as the Convolutional Neural Network utilized. In testing, the data accuracy ranged from 61.8% to 100% for the system without training algorithm options and from 97.5% to 100% for the system with training algorithm options. Testing was also carried out on a smaller set of training data and grayscale images, yielding lower accuracy ranges. From this research, it can be concluded that the quantity of training data, image preprocessing, and training algorithm options are crucial indicators for enhancing prediction accuracy.Pada masa ini, kecerdasan mesin yang disebut sebagai Artificial Intelligence (AI) dituntut untuk tidak hanya melakukan perintah tertentu, tetapi juga mampu untuk mengenal, menganalisis, atau bahkan mengambil keputusan sehingga mampu memberikan keluaran yang diinginkan. Dengan menggunakan AI, diharapkan hasil yang diinginkan menjadi lebih akurat dan mampu mencapai tujuan dengan meminimalkan kerugian. Berlatar dari kemampuan AI tersebut, maka dilakukannya suatu penelitian mengenai kemampuan AI yang dapat menganalisis dan mengambil keputusan berdasarkan data-data tertentu. Pada penelitian ini, digunakan data berupa gambar pria dan wanita. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis kemampuan AI khususnya dalam hal mengelompokkan gender. Metode yang digunakan adalah Deep Learning dengan GoogLeNet sebagai Convolutional Neural Network yang digunakan. Untuk hasil pengujian, akurasinya mulai dari 61,8-100% untuk sistem tanpa training algorithm options dan 97,5-100% untuk sistem dengan training algorithm options. Pengujian juga dilakukan terhadap data training yang lebih sedikit dan juga gambar abu-abu dengan hasil rentang akurasi yang lebih rendah. Dari penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa jumlah data training, preprocessing image, dan training algorithm options merupakan indikator yang penting untuk meningkatkan keakuratan prediksi

    Food Addiction Prevalence and its Association with COVID-19 Related Stress among Clinical Rotation Medical Students in Jakarta

    Get PDF
    Introduction: This study investigated the relationship between food addiction and stress among clinical rotation medical students during the COVID-19 pandemic. While prior research has examined the impact of mental and physical well-being on medical students, the exploration of food addiction in this demographic has been limited. Methods: The survey study includes 355 clinical-level medical students. Stress levels are assessed using the Coronavirus Stress Measure (CSM) questionnaire, while food addiction is evaluated with the Yale Food Addiction Scale 2.0 questionnaire. Comparative analysis was performed to see the association between food addiction and the stress level related to COVID-19. Results: Both questionnaires indicate good validity and reliability measures. Medical students exhibited lower stress levels during the pandemic than the general population. Approximately 30.1% of students showed signs of food addiction, with most cases classified as mild. Food addiction was significantly higher among women, partially influenced by the dominant presence of female students. The study reveals a significant connection between food addiction and stress levels among medical students (p<0.001). Those with moderate and severe food addiction experience notably higher stress (p<0.05). Conclusion: This study highlights the prevalence of food addiction among medical students and its association with increased stress levels during the COVID-19 pandemic. It underscores the need for further research and support mechanisms to address food addiction and stress management among medical students, ultimately promoting their overall well-being and academic success

    Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Kulit pada Siswa SMA Methodist Jakarta Utara Melalui Kegiatan Promosi Kesehatan

    Get PDF
    Kegiatan promosi kesehatan kulit pada siswa SMA Methodist, Jakarta Utara yang dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2023 berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan kulit. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 4,42 menjadi 9,49. Kegiatan ini juga mendapatkan umpan balik yang sangat baik dari peserta. Secara keseluruhan, 95,16% peserta menyatakan puas dengan kegiatan ini. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, workshop, dan pemberian flyer. Ceramah disampaikan oleh dosen farmasi dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, sedangkan workshop pembuatan masker peel-off dipandu oleh mahasiswa/i program studi Farmasi, FKIK Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Flyer kesehatan kulit yang disusun secara sistematis, singkat, dan padat juga diberikan kepada peserta. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan satu series video edukasi dengan topik ‘Perawatan Kulit Wajah’ yang terdiri dari tiga video pendek berdurasi tidak lebih dari 4 menit. Ketiga video ini diunggah di platform media sosial Instagram agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas tidak hanya peserta seminar dan workshop. Kegiatan promosi kesehatan kulit ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya remaja, tentang pentingnya perawatan kulit yang aman dan sesuai dengan kebutuhan kulit.&nbsp

    DIFFERENCES IN ASSERTIVE COMMUNICATION OF YOUNG ADULTS WITH FOUR DIFFERENT TYPES OF PARENTING IN JABODETABEK

    No full text
    Hubungan dalam keluarga merupakan faktor penting dalam perkembangan individu. Pada saat individu memasuki masa dewasa muda, dibutuhkan kemampuan untuk melakukan komunikasi secara asertif guna beradaptasi menghadapi lingkungan yang baru. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi asertif dewasa muda dilihat dari jenis pola asuh orang tuanya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan uji Kruskall-Wallis. Partisipan penelitian ini berjumlah 147 orang. Peneliti membuat alat ukur yang mengacu pada teori pola asuh orang tua dari Baumrind (1971) dan alat ukur Functional Assertiveness Scale (FAS) oleh Mitamura (2017). Populasi dalam penelitian ini adalah dewasa muda usia 20 sampai 39 tahun yang berdomisili di Jabodetabek. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan komunikasi asertif dewasa muda di Jabodetabek ditinjau dari jenis pola asuh orang tuanya. Pada penelitian ini ditemukan skor cukup tinggi pada kemampuan komunikasi asertif dewasa muda di Jabodetabek. Selain itu, ditemukan bahwa laki-laki memiliki kemampuan berkomunikasi asertif lebih tinggi dibandingkan perempuan melalui metode nonparametrik Mann-Whitney U Test. Saran penelitian ini adalah meneliti dewasa muda di luar Jabodetabek. Hal ini karena dugaan terkait nilai budaya conformity atau kepatuhan yang lebih tinggi pada wilayah rural di Indonesia

    Strategi Persaingan Pemasaran Indomaret dan Alfamart di Salatiga Menggunakan Game Theory

    Get PDF
    Indomaret and Alfamart are minimarket businesses that are currently experiencing significant growth, especially in the city of Salatiga. Each company strives to achieve maximum profit, and thus, it is essential to determine the most optimal competitive strategy to attract customers. This research was conducted using a questionnaire to understand what influences consumers in choosing a minimarket for shopping, providing valuable insights for determining minimarket strategies. Game Theory is employed to represent the respondents. The results of the study indicate that Alfamart will employ a location-based strategy in their stores, while Indomaret will utilize discount and promotion strategies for their easily accessible minimarkets.Indomaret dan Alfamart adalah bisnis minimarket yang sedang sangat berkembang saat ini, salah satunya dikota salatiga. Masing masing perusahaan berusaha mendapatkan keuntungan yang paling maksimal, untuk itu perlu ditentukan strategi persaingan yang paling optimal untuk mendapatkan pelanggan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui apa yang mempengaruhi konsumen dalam memilih minimarket sebagai tempat untuk berbelanja sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan strategi untuk minimarket. Teori Permainan digunakan untuk mewakili penilaian responden. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa alfamart akan menggunakan strategi lokasi di toko mereka, sedangkan indomaret akan menggunakan strategi Diskon dan Promosi minimarket yang mudah dijangkau

    2,450

    full texts

    3,096

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇