eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
3096 research outputs found
Sort by
PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, CURRENT RATIO, DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
This study aims to determine and analyse the effect of corporate social responsibility, current ratio, and profitability on the value of manufacturing companies in the consumer goods industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2020. The research method used is quantitative method. Quantitative research methods can be interpreted as methods in the population. This research is usually used to examine certain populations or samples. Data collection using research instruments. The population or subject in this study are companies in the consumer goods industry sector with a total population of 60 companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The sampling technique used is saturated sampling. The data was analysed through descriptive statistical analysis, model feasibility test, classical assumption test, multiple linear regression analysis, and coefficient of determination. Hypothesis testing used is the t test statistical method with IBM SPSS 26 software. The results showed that corporate social responsibility, current ratio and profitability affect firm value.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh corporate social responsibility, current ratio, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2019-2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode pada populasi. Penelitian ini biasa digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian. Populasi atau subjek dalam penelitian ini adalah perusahaan pada sektor industri barang konsumsi dengan total populasi sebanyak 60 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Adapun variablel-variabel yang diuji adalah corporate social responsibility (X1), current ratio (X2), dan profitabilitas (X3) sebagai variable independent dan Tobin’s Q (Y) sebagai variable dependen. Data tersebut akan dianalisis melalui analisis statistik deskriptif, uji kelayakan model, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan koefisien determinasi. Sedangkan pengujian hipotesis yang digunakan adalah metode statistic uji t dengan Software IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji kelayakan model variable corporate social responsibility, current ratio, dan profitabilitas berpengaruh terhadap Tobin’s Q dengan nilai sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Hasil uji-t, untuk variable corporate social responsibility berpengaruh terhadap Tobin’s Q dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Variabel current ratio berpengaruh terhadap Tobin’s Q dengan nilai sebesar 0,011 < 0,05. Variabel profitabilitas berpengaruh terhadap Tobin’s Q dengan nilai sebesar 0,045 < 0,05. Hasil dari koefisien determinasi memberikan hasil untuk corporate social responsibility, current ratio, dan profitabilitas berpengaruh sebesar 0,35 terhadap Tobin’s Q, sehingga menunjukkan bahwa 39% dipengaruhi corporate social responsibility, current ratio, dan profitabilitas, sedangkan sisanya sebesar 61% dijelaskan oleh variable independent lainnya yang tidak masuk dalam penelitian ini
SIKAP BAHASA MASYARAKAT DESA WISATA BREM DALAM LANSKAP LINGUISTIK
Desa Kaliabu merupakan desa di Kabupaten Madiun yang dicanangkan sebagai desa wisata. Hal itu berhubungan dengan potensi desa tersebut sebagai desa penghasil brem terbesar dan tertua di Kabupaten Madiun. Potensi tersebut akan dikembangkan sebagai potensi budaya tradisi dan industri kreatif dengan produk andalannya, yaitu brem. Sejalan dengan itu, Desa Kaliabu sebagai desa wisata tentunya memiliki lanskap linguistik berupa papan nama yang dapat menggambarkan fenomena sosial, makna budaya, serta pengaruh sikap bahasa terhadap lanskap tersebut. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa masyarakat yang terlihat dalam penggunaan bahasa pada lanskap linguistik di Desa Kaliabu. Fokus penelitian ini adalah variasi bahasa yang digunakan pada penamaan toko brem yang ada di Desa Kaliabu dan fungsi lanskap linguistik di Kawasan Wisata Brem, Desa Kaliabu. Kemudian, berdasarkan variasi bahasa dan fungsi lanskap tersebut dapat tergambar sikap bahasa masyarakat Desa Kaliabu. Data yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 19 data berupa foto-foto lanskap nama toko brem di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Data yang dipilih merupakan lanskap dari usaha menengah dan usaha kecil yang sudah memiliki papan nama. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif berdasarkan aspek semantik dan sosiolinguistik. Aspek semantik ditelaah berdasarkan makna kata dan asal bahasanya, sedangkan aspek sosiolinguistik menghubungkan antara penggunaan bahasa dengan sikap bahasa masyarakat Desa Kaliabu. Hasil temuan berupa (1) dominasi bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dalam tingkatan yang sama pada penamaan toko brem di Desa Kaliabu, (2) kode bahasa monolingual terlihat lebih dominan dibandingkan bilingual, (3) pola penamaan didominasi oleh susunan dua kata dengan pola (n) + (n), dan (4) sikap bahasa yang ditunjukkan masyarakat terhadap bahasa Indonesia dan Jawa adalah positif, sedangkan sikap terhadap bahasa asing adalah negatif. Hal itu menunjukkan bahwa melalui lanskap linguistik, masyarakat di desa tersebut masih mempertahankan bahasa lokal dan bahasa nasional dalam kehidupan sosial mereka. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat di desa tersebut telah ikut mendorong pelestarian budaya, adat, dan tradisi sesuai dengan manfaat adanya desa wisata
TRANSITIVITY ANALYSIS OF SENATOR HAWLEY AND PROFESSOR BRIDGE’S GENDER IDENTITY DEBATE
Using Halliday’s transitivity concept, this paper analyzes the debate between Senator Hawley and Professor Bridges conducted on July 12, 2022. The debate focuses on the topic of people with a capacity for pregnancy, which led to views of gender identity. The way individuals identify their gender has become a social phenomenon, as the idea of gender has broadened to the point that it is seen as a spectrum. The creation of new words outside the two polarizations (i.e., man and woman) could create acknowledgment for the minority group of people with lesser-known gender identities. Using Halliday’s (1994) Transitivity Concept in Systemic Functional Linguistics, this study analyzes the clause structures of both Senator Hawley and Professor Bridges to examine the distribution of the six transitivity processes and their relation to the clauses chosen to represent each participant's ideology regarding their views on gender. The different approaches in their arguments regarding gender identity also show the different ideological beliefs of their parties, which are the Republicans and the Democrats. Senator Hawley dominantly uses mental processes consisting of the desideration process, cognition process, and emotion process. In comparison, Professor Bridges shows a high use of relational processes consisting of the attribution process and identification process. Professor Bridges' relational processes point out Senator Hawley's rigid idea of gender by identifying and valuing the variety of genders. The many clauses stated by Professor Bridges also affirm her liberal belief that views gender as more than just two polarizations while also supporting equality in the idea of abortion rights as something that is needed for women and other groups of genders. Senator Hawley counters Professor Bridges' allegations using mental processes by seeking clarification to align their awareness of gender, which reveals his gender polarization. The use of clauses mentioned by Senator Hawley is done to showcase his implied Republican ideology, which does not find significance in the topic of people with the capacity for pregnancy leading to transphobia
Perancangan Jaringan Internet Menggunakan GNS3, Qemu, dan Virtual Box
In the modern era, information technology continues to develop in line with human needs who want efficiency, ease, speed and accuracy in obtaining information and sending information. Moreover, in an office building, facilities for accessing information require a fast and efficient internet network as facilities and infrastructure to support office activities. In general, Mikrotik routers are widely used in office buildings as a means of distributing the internet. With the use of a mikrotik router that requires a lot of design and simulation first to get good internet performance GNS3 can design a topology that will be used in 2 ways, namely using Qemu and Virtual Box. Both of these methods have their respective advantages over the design process and test resultsPada era modern saat ini teknologi informasi terus berkembang seiring dengan kebutuhan manusia yang menginginkan kefisiensian, kemudahan, kecepatan dan keakuratan dalam memperoleh informasi dan mengirimkan informasi. Terlebih lagi dalam suatu gedung perkantoran, fasilitas untuk mengakses informasi membutuhkan jaringan internet yang cepat dan efisien sebagai sarana dan prasarana dalam menunjang aktifitas kantor. Pada umumnya router mikrotik banyak dipakai di gedung perkantoran sebagain sarana menyalurkan internet. Dengan pemakaian router mikrotik yang banyak diperlukan perancangan dan simulasi terlebih dahulu untuk mendapatkan kinerja internet yang baik. GNS3 dapat merancang topologi yang akan dipakai dengan 2 cara yaitu menggunakan Qemu dan Virtual Box. Kedua metode ini memiliki kelebihannya masing-masing terhadap proses perancangan dan hasil pengujian
KONSEP MEDIASI PENAL PERKARA LAKA LANTAS DENGAN PELAKU ORANG DEWASA
Perkembangan penerapan hukum pidana pada pelaku tindak pidana saat ini berorientasi pada Keadilan Restoratif (Restorative Justice) sebagai solusi dari terjadinya overcapacity Lapas. Kasus pidana yang dapat diterapkan Restorative Justice adalah kasus tertentu yang memenuhi syarat-syarat sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Permasalahan yang timbul dalam perkara kecelakaan lalu-lintas di Indonesia saat ini khususnya di kepolisian adalah ketidakselarasan antara aturan kepolisian dan Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui konsekuensi yuridis mediasi penal dalam penyelesaian tindak pidana kecelakaan lalu-lintas dan menelaah pertanggungjawaban pidana kecelakaan lalu-lintas yang menyebabkan matinya orang. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative, dengan pendekatan perundang-udangan, pendekatan konsep, dan pendekatan perbandingan. Pasal 235 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No. 22 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan bahwa kompensasi atau biaya pengobatan/pemakaman tidaklah menggugurkan tuntutan pidana, meski demikian dalam Undang-Undang No. 22 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan masih dimungkinkan pada kecelakaan lalu-lintas yang menyebabkan luka ringan. Berdasarkan teori hukum pidana dan kebijakan hukum pidana dalam rangka pembaharuan dengan menggunakan konsep perbandingan bahwa penerapan mediasi penal sangat membantu dalam menyelesaikan penumpukan perkara di pengadilan dan tercapainya tujuan hukum pidana yang efektif dan efisien dengan mengedepankan kepentingan para pihak yang berperkara.Perkembangan penerapan hukum pidana pada pelaku tindak pidana saat ini berorientasi pada Keadilan Restoratif (Restorative Justice) sebagai solusi dari terjadinya overcapacity Lapas. Kasus pidana yang dapat diterapkan Restorative Justice adalah kasus tertentu yang memenuhi syarat-syarat sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Permasalahan yang timbul dalam perkara kecelakaan lalu-lintas di Indonesia saat ini khususnya di kepolisian adalah ketidakselarasan antara aturan kepolisian dan Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui konsekuensi yuridis mediasi penal dalam penyelesaian tindak pidana kecelakaan lalu-lintas dan menelaah pertanggungjawaban pidana kecelakaan lalu-lintas yang menyebabkan matinya orang. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative, dengan pendekatan perundang-udangan, pendekatan konsep, dan pendekatan perbandingan. Pasal 235 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No. 22 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan bahwa kompensasi atau biaya pengobatan/pemakaman tidaklah menggugurkan tuntutan pidana, meski demikian dalam Undang-Undang No. 22 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan masih dimungkinkan pada kecelakaan lalu-lintas yang menyebabkan luka ringan. Berdasarkan teori hukum pidana dan kebijakan hukum pidana dalam rangka pembaharuan dengan menggunakan konsep perbandingan bahwa penerapan mediasi penal sangat membantu dalam menyelesaikan penumpukan perkara di pengadilan dan tercapainya tujuan hukum pidana yang efektif dan efisien dengan mengedepankan kepentingan para pihak yang berperkara
Sosialisasi Halal untuk Pengajuan Sertifikasi Halal Self Declare dan Peningkatan Kesadaran Konsumen terhadap Produk Halal
Halal certification is a Recognition of the halal status of a product issued by the Halal Product Guarantee Organizing Agency (BPJPH) based on halal regulations (written halal fatwa) issued by the Indonesian Ulema Council (MUI). Activities to socialize halal certification and increase consumer awareness of halal products were carried out at SMKN Ngambon, Bojonegoro. This activity was carried out based on the pie susu product developed by SMKN Ngambon and requiring halal certification. Apart from that, it is important to socialize halal products to the nation's young generation. The socialization method used is an lecture and interactive discussion method by displaying presentation slides containing material. Participants in the socialization activities were vocational school students aged 15-20 years. Halal certification outreach activities at SMKN Ngambon Bojonegoro provide insight into halal products in daily life. This activity also increases awareness of the importance of halal certification for food products circulating around. Participants' ignorance of halal products
Penyuluhan Sebagai Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Warga RW 12 dan 15 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyebab utama kematian di dunia yang menyerang semua kelompok usia. Menurut Riskesdas 2018, PTM dengan prevalensi tertinggi di Indonesia adalah hipertensi, stroke, dan diabetes mellitus. Hipertensi adalah masalah PTM tertinggi yang ditemukan pada warga RW 15, yaitu sebanyak 26,3% dan RW 12 sebanyak 23,40%, sehingga dilakukan kegiatan promosi kesehatan berupa penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan warga mengenai hipertensi. Penyuluhan kesehatan dilakukan kepada warga RW 12 dan RW 15 Kecamatan Penjaringan dengan metode penyuluhan kelompok menggunakan media papan balik. Materi yang diberikan berupa definisi hipertensi, faktor risiko, gejala, komplikasi, beserta pencegahan primer dan sekunder. Pemilihan materi-materi ini berdasarkan survei yang dilakukan sebelumnya. Evaluasi penyuluhan dilakukan dengan mengumpukan data pengetahuan melalui kuesioner pretest dan posttest terkait hipertensi. Analisis statistik dilakukan menggunakan paired samples T test. Hasil pretest dan posttest dari 70 responden dengan rata-rata nilai pretest 63,71±25,09 dan rata-rata nilai posttest 74,86±23,08. Pada posttest terdapat peningkatan jumlah responden yang di atas rata-rata yaitu 52 responden. Perbedaan antara nilai pretest dan posttest ditemukan signifikan secara statistik (p < 0,0001)
ETHNOLINGUISTIC STUDY OF AGRICULTURAL SIGN LANGUAGE KATA KOLOK BENGKALA BULELENG BALI
The character of the Bengkala kolok (deaf) residents is known to be easy to get along with, initiative-people and hard-workers. This is due to the warm acceptance of Bengkala villagers who care about the existence of the kolok brothers and sisters who live and stay with them. Most of the kolok people support themselves by working as farmers or agricultural laborers, and when there is no agricultural work, there are also those who seek casual work as manual labor in building constructions or repairing roads or waterways. This research specifically wants to find out more about the word Kolok sign language which has a meaning related to the agricultural and plantation realms and to discover how wide sign language Kata Kolok describes Bengkala culture. By doing this research, obtaining sign language use, it can be found as well the value of Kolok people among their relatives and their village society. The data of this research is in the form of corpus data that is processed from video recordings which are converted into images combined with sign translation transcriptions that are matched with the image. The data collection method used is the go fishing method; by recording and note-taking techniques. Some informants, either from the hearings or the deafs, are involved in this research to provide information and reconfirmation. Meanwhile, the data analysis method used a descriptive qualitative method with structural and ethnolinguistic analysis of kata kolok which focused on agricultural signs. The analysis is conducted not only from the sign language meaning and function but also from cultural points of view. The results of this study are various agricultural signs in Kata Kolok which are categorized according to the following parameters: (1) agricultural-equipment signs, (2) plant signs, (3) livestock signs, (4) religious ceremonial ritual signs in agriculture, and (5) other farming-related signs
SEMANTIC EQUIVALENCE IN ENGLISH APPOSITIVES
This research-based article discusses semantic equivalence in English appositives. This topic discussion has a particular power of attraction to insightfully investigate. Semantic equivalence provides quality of relatedness between an anchor and its appositive in a construction of apposition. If perceived from the syntactic viewpoint only, the existence of an appositive can be omitted due to the additional information seemingly deemed not to be important but if perceived from semantic viewpoint, it will serve something different in terms of the quality of information. The appositive, viewed from the semantic point of view, offers meaningful bonus information for its anchor (Gunawan, 2020). This information may clarify the anchor through various forms of equivalence. Therefore, this research serves two aims: 1) to identify the types of semantic equivalence in the appositional constructions, and 2) to explain the sense relations in the appositional constructions. The data sources are taken from English printed media within three levels of distributional coverage, i.e. national coverage that is daily news The Jakarta Post, regional coverage that is monthly magazine Reader’s Digest, and international coverage, namely, weekly magazine TIME. The data are analysed through employing the method of qualitative research, that is, the method presenting descriptive data, both written and oral data. To analyse such descriptive data, the distributional method of analysis with the following techniques is used, namely, the deleting technique, the extracting technique, the intruding/inserting technique and the substituting technique. The results of this research uncover that: 1) four types of semantic equivalences are found, i.e., appellation, identification, designation and reformulation; 2) the sense relations in the constructions of apposition cover two sense relations: syntagmatic (in presentia) relation and paradigmatic (in absentia) relation. By syntagmatic relation, appositional construction has syntactic linier relatedness. By paradigmatic relation, the constituents in the constructions of appositions have sense closeness so as they are substitutable
EFFECT OF PROFITABILITY, LEVERAGE, AND FREE CASH FLOW ON EARNING MANAGEMENT WITH THE AUDIT COMMITTEE AS A MODERATION VARIABLE
The purpose of this research is to examine the impact of Profitability, Leverage, and Free Cash Flow on Profit Management with the Audit Committee as a moderating variable. From a sample of 135 financial reports with high and low Profit Management categories. The sampling method used in the research was purposive sampling. Data analysis techniques for hypothesis testing in this research are descriptive analysis, classical assumption test, f test, t test, Moderated Regression Analysis, and coefficient of determination. Data analysis used in this research used the SPSS program. The results obtained after analysis are (1) Profitability does not significantly influence Profit Management, (2) Leverage significantly influences Profit Management, (3) Free Cash Flow does not significantly influence Profit Management, (4) The Audit Committee is unable to moderate the influence of Profitability on Earnings Management, (5) the Audit Committee is able to moderate the influence of leverage on Earnings Management, and (6) the Audit Committee is unable to moderate the influence of Free Cash Flow on Earnings Management