eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
    3096 research outputs found

    Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Teknik selama Pandemi COVID-19

    Get PDF
    Pendahuluan: Aktivitas fisik diketahui sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kesehatan mental. Namun, munculnya pandemi COVID-19 menyebabkan pengurangan frekuensi aktivitas fisik. Banyak literatur yang telah membahas mengenai hubungan aktivitas fisik terhadap gangguan cemas, namun penelitian tersebut belum pernah dilakukan pada mahasiswa fakultas teknik di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang dengan jumlah sampel 101 mahasiswa Fakultas Teknik Unika Atma Jaya angkatan 2018-2020. Alat ukur yang digunakan adalah International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) long form Bahasa Indonesia dan kuesioner Generalized Anxiety Disorder 7-item (GAD- 7). Analisis data menggunakan uji Kruskall Wallis diikuti dengan uji analisis post-hoc Dunn-Bonferroni dan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebanyak 46 mahasiswa (45,55%) mencapai tingkat aktivitas fisik sedang dan sebanyak 41 orang (40,59%) tidak mengalami gangguan cemas. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat gangguan cemas (p=0,004). Ditemukan korelasi lemah negatif yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat gangguan cemas (p=0,033; r=-0,213) Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat gangguan cemas pada mahasiswa Fakultas Teknik Unika Atma Jaya angkatan 2018-2020, dengan korelasi lemah negatif yang signifikan.Pendahuluan: Aktivitas fisik diketahui dapat menjadi salah satu metode untuk menjaga kesehatan mental seseorang. Namun, munculnya pandemi COVID-19 menyebabkan berkurangnya frekuensi aktivitas fisik seseorang. Banyak literatur yang telah membahas mengenai hubungan aktivitas fisik terhadap gangguan cemas, namun penelitian tersebut belum pernah dilakukan pada mahasiswa fakultas teknik di Indonesia. Metode: Penelitian ini  merupakan studi cross sectional dengan jumlah sampel 101 mahasiswa Fakultas Teknik Unika Atma Jaya angkatan 2018-2020. Alat ukur yang digunakan adalah International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) long form Bahasa Indonesia dan kuesioner Generalized Anxiety Disorder 7-item (GAD-7). Analisis data menggunakan metode Kruskall Wallis dengan analisis post-hoc Dunn-Bonferroni dan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebanyak 46 mahasiswa (45,55%) mencapai tingkat aktivitas fisik sedang dan sebanyak 41 orang (40,59%) tidak mengalami gangguan cemas. Ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan tingkat gangguan cemas (p-value = 0,004). Ditemukan korelasi negatif yang signifikan pada tingkat aktivitas fisik dan tingkat gangguan cemas (p-value = 0,033; r = -0,213) Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat aktivitas fisik dengan tingkat gangguan cemas pada mahasiswa Fakultas Teknik Unka Atma Jaya angkatan 2018-2020

    Gambaran penggunaan kondom pada remaja aktif seksual pra-nikah di Indonesia Tahun 2009: Analisis data sekunder

    No full text
    Pendahuluan: Peningkatan angka kejadian penyakit infeksi menular seksual salah satunya disebabkan oleh meningkatnya perilaku remaja yang aktif secara seksual. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penggunaan kondom pada remaja aktif seksual di Indonesia tahun 2009. Metode: Penelitian menggunakan data sekunder dari survei kesehatan reproduksi remaja di sekolah  menengah atas di 4 provinsi di Indonesia yang dilakukan pada 2008-2009 oleh PPKUI atas dukungan Rutgers WPF Indonesia. Sebanyak 2315 siswa berpartisipasi dalam studi ini melalui pengisian angket (self administered questionaires). Hasil: Terkait perilaku seksual sebanyak 9% remaja laki-laki dan 3,7% remaja perempuan menyatakan pernah melakukan hubungan seksual, dengan usia pertama kali melakukan hubungan seksual adalah 14,9 tahun. Penelitian kami menunjukkan 1,9% responden menggunakan kondom saat pertama kali hubungan seksual. Sementara, terkait sikap remaja terkait penggunaan kondom, 60% remaja di antaranya setuju penggunaan kondom dapat mencegah penyakit infeksi menular seksual, 60% remaja juga menyatakan adanya intensi menggunakan kondom kembali saat melakukan hubungan seks berikutnya.  Simpulan: Hubungan seks pranikah di kalangan remaja sekolah ditemukan meningkat, namun hanya sepertiga yang menggunakan kondom. Potensi penggunaan kondom di kalangan remaja tercermin melalui sikap positif terhadap manfaat penggunaan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual. Selain itu, lebih dari separuh remaja yang pernah menggunakan kondom mempunyai niat untuk menggunakan kondom pada hubungan seksual berikutnya.Pendahuluan: Di Indonesia, remaja yang telah aktif secara seksual menunjukkan pencegahan penyakit infeksi menular seksual yang rendah, termasuk pencegahan dengan penggunaan kondom. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penggunaan kondom pada remaja aktif seksual di Indonesia tahun 2009. Metode: Penelitian menggunakan data sekunder dari survei kesehatan reproduksi remaja di Sekolah Menengah Atas di 4 provinsi di Indonesia (Jambi, DKI Jakarta, Lampung dan Bali) yang dilakukan pada 2008-2009 oleh PPKUI atas dukungan RutgersWPF Indonesia. Sebanyak 2315 siswa berpartisipasi dalam studi ini melalui pengisian angket (self administered questionaires). Hasil: Sebagian besar respoden berjenis kelamin perempuan sebesar 65%. Terkait perilaku seksual sebanyak 9% remaja laki-laki dan 3,7% remaja perempuan menyatakan pernah melakukan hubungan seksual, dimana usia pertama kali melakukan hubungan seksual adalah 14,9 tahun. Sementara itu, terkait perilaku dan sikap penggunaan kondom penelitian kami menunjukkan 1,9% responden menggunakan kondom saat pertama kali hubungan seksual. Sikap remaja terkait penggunaan kondom, 60% remaja diantaranya setuju penggunaan kondom dapat mencegah penyakit infeksi menular seksual, sebanyak 60% remaja juga menyatakan adanya intensi menggunakan kondom kembali saat melakukan hubungan seks berikutnya.  Simpulan: Hubungan seks sebelum menikah di kalangan remaja sekolah berpotensi meningkat, namun hanya sepertiga dari yang melakukan hubungan seks yang mengaku sudah menggunakan kondom. Potensi penggunaan kondom pada remaja cukup tinggi tergambar dari sikap remaja yang menyatakan setuju bahwa penggunaan kondom pada saat hubungan seks dapat mencegah penyakit infeksi menular seksual. Selain itu, lebih dari separuh remaja yang sudah pernah menggunakan kondom memiliki intensi untuk menggunakan kondom kembali pada hubungan seksual berikutnya

    ANALISIS PROGRAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERUSAHAAN DAYALIMA RECRUITMENT

    Get PDF
    Program pengembangan sumber daya manusia adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dari sumber daya manusia untuk melakukan pekerjaan. Penelitian dilakukan untuk mencari tahu bagaimana perusahaan penyedia jasa konsultasi dan rekrutmen sumber daya manusia melaksanakan program pengembangan sumber daya manusia. Perusahaan yang dipilih untuk menjadi subyek penelitian adalah DayaLima Recruitment yang berlokasi di Cilandak, Jakarta Selatan. Penelitian akan membahas secara mendalam terkait pelaksanaan kegiatan pelatihan, mentoring dan juga team building pada perusahaan DayaLima Recruitment dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan informasi dilakukan dengan melakukan wawancara kepada Head of Human Capital dan Focus Group Discussion (FGD) dengan staf human capital serta senior consultant dari DayaLima Recruitment. Dari hasil analisis penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pelaksanaan kegiatan pelatihan diadakan dengan didasari atas kebutuhan dari karyawan akan kemampuan tertentu dan juga kebutuhan untuk menunjang bisnis perusahaan sehingga pelaksanaan kegiatan pelatihan sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dilakukan. Berikutnya kegiatan mentoring dilaksanakan dengan secara informal, dimana pendampingan diberikan bagi karyawan baru dan juga karyawan yang akan didelegasikan untuk melakukan pekerjaan tertentu oleh sosok yang lebih berpengalaman. Sedangkan untuk kegiatan team building tidak dirancang khusus dengan memenuhi indikator-indikator pada team building, melainkan kegiatan team building hanya berupa hiburan dan refreshing bagi karyawan

    STRATEGI PEMASARAN KEWIRAUSAHAAN PETANI PADI: Studi Kasus di Desa Caringin Kecamatan Cisoka, Tangerang – Banten

    Get PDF
    The priority of Indonesia's agricultural sector is increasingly becoming an attraction for rice farmers to improve their standard of living. Therefore it is necessary to strengthen entrepreneurial characteristics and integrated marketing communications for rice farmers. The purpose of this study was to analyze the entrepreneurial characteristics of rice farmers and rice farmers' integrated marketing communications in increasing the capacity of rice farmers. This study also aims to formulate an entrepreneurial marketing strategy for rice farmers related to the development of rice farming and side businesses in Banten Province. The research population is paddy rice farmers in Banten Province. Based on the population, samples were taken in Caringin Village, Cisoka District, Tangerang, Banten. Methods of data analysis using Strength Weaknesses Opportunities Threats (SWOT) analysis and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) analysis. The results of the study show that the strategy in the development of rice farmer entrepreneurial marketing is to emphasize integrated marketing communications on products or side services of rice farmer businesses, especially in sales and promotion of exhibitions or events and direct sales

    TINJAUAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) LIDO DITINJAU DARI HUKUM PENANAMAN MODAL INDONESIA

    Get PDF
    Kawasan Ekonomi Khusus atau selanjutnya disebut KEK dibentuk untuk meningkatkan perkembangan ekonomi nasional Indonesia. Hal ini diamanatkan dalam Pasal 31 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (“UU 25/2007”). Dalam wilayah KEK, investor diberikan beberapa fasilitas dan kemudahan. Namun, dalam pelaksanaannya pemberian fasilitas dan kemudahan di KEK terdapat beberapa permasalahan hukum seperti ketidaksesuaian antara peraturan pusat dan peraturan daerah, kekosongan hukum yang menyebabkan tidak adanya kepastian hukum dalam mengatur mekanisme pemberian fasilitas dan kemudahan tersebut. Penulisan ini akan membahas mengenai pentingnya peran pemerintah dalam menetapkan peraturan mengenai mekanisme pemberian fasilitas fiskal di daerah Bogor untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada investor. Mekanisme penyelesaian sengketa yang terjadi antara investor dengan pemerintah di wilayah KEK Lido dapat diselesaikan terlebih dahulu melalui tahap diskusi terbuka. Serta apabila investor melanggar peraturan dan menyalahgunakan fasilitas fiskal yang diberikan di wilayah KEK Lido, maka investor dapat dikenakan sanksi yang berlaku dalam ketentuan umum meskipun tidak diatur dalam regulasi yang ada di wilayah KEK Lido. Penulisan ini menggunakan metode penulisan yuridis normatif dengan mengumpulkan data baik melalui studi kepustakaan maupun melalui wawancara dengan informan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kemudian data tersebut disusun secara sistematis unutk mendapatkan penjelasan dan penyelesaian atas permasalahan hukum yang diteliti.Kawasan Ekonomi Khusus atau selanjutnya disebut KEK dibentuk untuk meningkatkan perkembangan ekonomi nasional Indonesia. Hal ini diamanatkan dalam Pasal 31 Undang Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (“UU 25/2007”). Dalam wilayah KEK, investor diberikan beberapa fasilitas dan kemudahan. Namun, dalam pelaksanaannya pemberian fasilitas dan kemudahan di KEK terdapat beberapa permasalahan hukum seperti ketidaksesuaian antara peraturan pusat dan peraturan daerah, kekosongan hukum yang menyebabkan tidak adanya kepastian hukum dalam mengatur mekanisme pemberian fasilitas dan kemudahan tersebut. Penulisan ini akan membahas mengenai pentingnya peran pemerintah dalam menetapkan peraturan mengenai mekanisme pemberian fasilitas fiskal di daerah Bogor untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada investor. Mekanisme penyelesaian sengketa yang terjadi antara investor dengan pemerintah di wilayah KEK Lido dapat diselesaikan terlebih dahulu melalui tahap diskusi terbuka. Serta apabila investor melanggar peraturan dan menyalahgunakan fasilitas fiskal yang diberikan di wilayah KEK Lido, maka investor dapat dikenakan sanksi yang berlaku dalam ketentuan umum meskipun tidak diatur dalam regulasi yang ada di wilayah KEK Lido. Penulisan ini menggunakan metode penulisan yuridis normatif dengan mengumpulkan data baik melalui studi kepustakaan maupun melalui wawancara dengan informan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kemudian data tersebut disusun secara sistematis unutk mendapatkan penjelasan dan penyelesaian atas permasalahan hukum yang diteliti

    MEMBANGKITKAN RASA AMAN DAN OPTIMISME MELALUI BAHASA: STRATEGI PEMERINTAH BERKOMUNIKASI DENGAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI

    Get PDF
    Sejak awal kemunculannya pada akhir tahun 2019 sampai kemudian mejadi pandemi yang berlangsung sampai saat ini, penyakit Covid 19 bisa dikatakan berhasil mengubah wajah dunia. Salah satu perubahan yang mungkin paling nampak adalah cara berinteraksi antar manusia. Pada masa sebelum Covid 19 melanda, manusia dapat dengan bebas berinteraksi secara langsung dengan tatap muka, atau mengobrol bersama dalam kelompok. Namun setelah wabah Covid 19 meluas dan bahkan menginfeksi banyak orang hampir di seluruh wilayah di dunia, cara berinteraksi manusia pun kemudian mengalami perubahan. Oleh karena tingkat penularan yang tinggi serta tingginya korban maka untuk mengurangi penularan lebih banyak dilakukanlah upaya mengubah interaksi. Sebagai makhluk sosial, kebutuhan berinteraksi sangatlah penting dalam hidup manusia karena dengan begitu, manusia bisa berkomunikasi agar bisa mengetahui keadaan di sekelilingnya. Di saat sulit seperti saat inilah, kebutuhan berkomunikasi mungkin menjadi semakin penting karena manusia tidak lagi bisa sebebas dulu untuk berinteraksi secara langsung. Interaksi yang sebelumnya bisa dilakukan dengan bertatap muka, menjadi interaksi berjarak. Untuk itu komunikasi manusia pun dilakukan dengan jalan menggunakan sarana teknologi informasi mutakhir yaitu lewat internet sebagai upaya berinteraksi dengan manusia lainnya. Hal itu jugalah yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yang berusaha untuk berkomunikasi dengan masyarakat terutama untuk kepentingan menyebarkan informasi terbaru tentang Covid 19. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyebarkan informasi berkaitan dengan Covid 19 dilakukan salah satunya melalui laman https://www.covid19.go.id . Di dalam laman tersebut, Pemerintah melalui perwakilannya berkomunikasi dengan masyarakat untuk menyebarkan informasi tentang semua hal yang berkaitan dengan penyakit Covid 19. Di situlah peran bahasa menjadi sangat penting untuk mengungkapkan pesan dari pemerintah kepada masyarakat.Topik mengenai bahasa yang digunakan dalam penyampaian pesan mengenai Covid inilah yang diangkat dalam penelitian ini, khususnya mengenai bahasa yang digunakan untuk memberi rasa aman dan optimisme masyarakat. Data yang digunakan diambil dari https://www.covid19.go.id sepanjang bulan Oktober 2020. Penelitian difokuskan pada pilihan kata-kata utama yang digunakan untuk menimbulkan rasa aman dan optimisme kemudian diklarifikasi berdasarkan teori semantik, terutama teori semantik yang menggunakan pendekatan representasional, yang menekankan bahwa cara kita menunjukkan realitas adalah karena pengaruh dari struktur konseptual yang sudah lama ada di dalam bahasa itu sendiri. Dari hasil penelitian yang dilakukan terungkap bahwa untuk memberi rasa aman dan optimisme, kata yang paling sering digunakan adalah kata-kata yang cenderung berkesan positif yang disandingkan dengan kata yang bermakna melebihkan/menonjolkan sedangkan kata-kata kunci yang bermakna negatif disandingkan dengan kata-kata yang berkesan mengurangi/mengecilkan

    BAHASA BELE-BELE (STUDI RAGAM BAHASA INFORMAL DI PULAU NIAS)

    Get PDF
    Sejak awal Masyarakat Nias sudah mengenal dua bahasa yaitu Li Niha Yöu (Bahasa Nias Utara) dan Li Niha Raya (Bahasa Nias Selatan) namun masih terjadi pro dan kontra. Namun barulah berdasarkan penelitian Zagötö (2018) benar-benar terjelaskan bahwa Bahasa yang dipakai oleh masyarakat Nias terdiri dari dua bahasa yaitu Bahasa Nias Utara dan Bahasa Nias Selatan dengan subdialek yang mengikutinya. Kedua bahasa tersebut adalah bahasa formal dan informal yang digunakan oleh masyarakat Nias. Selain itu, masyarakat Nias memiliki bahasa informal yang lain disebut dengan bahasa bele-bele. Namun bila ditanyakan kepada masyarakat Nias apakah definisi, penggunaan dan pola bahasa bele-bele tersebut mereka tidak terlalu dapat menjelaskannya dengan baik. Melalui studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, peneliti tertarik untuk mendapatkani 1) definisi bahasa bele-bele 2) pola pecampuran bahasa dalam bahasa bele-bele 3) ranah penggunaan bahasa bele-bele. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara tidak terstuktur dan observasi. Lalu melalui tiga langkah analisis data yaitu yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan keputusan dan verifikasi. Hasil yang didapatkan yaitu: bahasa bele-bele adalah bahasa yang di dalamnya bercampur bahasa Indonesia dan unsur-unsur bahasa Nias. Bahasa ini digunakan dalam dialog atau komunikasi secara informal oleh masyarakat Nias. Bahasa bele-bele ini digunakan kebanyakan dalam ranah keluarga, kekerabatan, ketetanggaan, pertemanan serta pendidikan. Adapun pola pencampuran bahasa dalam bahasa bele-bele yaitu ada dua pola yaitu: 1) pola yang pertama adalah percampuran Bahasa Indonesia dengan frase, klausa dan partikel 2) bercampurnya kosakata dalam kalimat bahasa Indonesia dengan struktur kalimat dan intonasi bahasa Nias. Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa bahasa bele-bele sesungguhnya adalah bahasa yang baru yang dimunculkan oleh masyarakat Nias. Bahasa baru ini dipergunakan secara umum oleh masyarakat Nias sebagai bahasa informal. Bahasa bele-bele diturunkan satu generasi ke generasi lainnya. Proses ini serupa dengan proses munculnya bahasa pijin menjadi bahasa creole. Saran yang dapat diberikan bahwa penerapan bahasa bele-bele tidak perlu dibendung namun perlu dibatasi hanya dalam ranah yang menggunakan ragam bahasa santai dan ragam bahasa akrab. Karena bahasa bele-bele merupakan salah satu identitas dari masyarakat Nias

    THE USE OF ASYNCHRONOUS FLIPPED CLASSROOM ROLE PLAY TO IMPROVE THE SPEAKING SKILL OF HOSPITALITY MANAGEMENT STUDENTS

    Get PDF
    Ever since the pandemic of novel Coronavirus hit the world, on March 11, 2020 the World Health Organization communicated that it became a global pandemic (WHO 2020) causing school disruptions all over the world. Instantly social distancing was announced publicly in Indonesia on March 15, 2020, and, on the same day, the governor of Banten Province dismissed all schools to prevent widespread of Covid-19. Creating activities to improve students’ English skills during the pandemics of Covid-19 is quite a challenge where teaching and learning activities cannot be implemented face-to-face. For an English Specific Purpose course like this English Profession in which the length of course is four credits, not all learning activities should be online. This course was expected to practice students’ English fluency related to their prospective responsibilities in Hotel Management. Relying on once a week face-to-face meetings is insufficient without getting supported with assignments for students to practice by themselves. Flipped classrooms were chosen to prepare students’ activities outside online classrooms. As an alternative pedagogical approach, flipped classrooms use pre-class learning for students to apply and build basic concepts outside the classroom setting (Bergmann in Persky & McLauglin, 2017). This research attempts to improve students’ speaking skill by forming several small group role plays throughout the semester (Lazaraton, 2001) and extensive assignment asynchronously. The subjects were two classes of Hospitality Management students of a total eighty one students attending the English Profession class in the even semester of 2020/2021 academic year. The writer used role plays consisting of four students per group for extensive speaking assignments which were videotaped and uploaded on YouTube and evaluated on the synchronous meeting afterwards. The role plays were shown and discussed in classes related to the content and the group’s performance in early class meetings. The rest of the session covered the same and related topic so that students had an overview of the topic to discuss. It was found out that the students enjoyed the role play assignments, improved their speaking skill including pronunciation, vocabulary, and grammar, as well as built their teamwork. It showed that role plays were one of activities to enhance students’ speaking skill and other competencies related to students’ English proficiency

    PENGGUNAAN KESAMAAN SEMANTIK PADA PENENTUAN CALON SINONIM VERBA BAHASA INDONESIA

    Get PDF
    Ketika kita ingin mengganti suatu kata dengan kata lain dengan makna yang sama, maka sinonim dari kata yang akan diganti itulah yang akhirnya dipilih dan digunakan. Penggunaan sinonim tersebut menjadikan pilihan kata yang kita gunakan menjadi lebih variatif dan tidak monoton. Berkaitan dengan hal tersebut, daftar sinonim yang telah ada seperti tesaurus menjadi salah satu pilihan untuk menemukan sinonim. Namun, seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diimplementasikan dalam ranah penelitian bahasa, memberikan pandangan serta cara baru dalam menentukan apakah suatu kata memiliki makna yang dekat dengan kata lain. Cara tersebut biasa disebut dengan kesamaan semantik (semantic similarity). Istilah kesamaan semantik tersebut merujuk pada pengukuran kesamaan dengan menggunakan perhitungan matematis. Apa yang dihitung dalam kesamaan semantik ini berdasarkan prinsip co-occurence, sehingga dalam melakukan perhitungan ini membutuhkan korpus bahasa yang selanjutnya diubah ke dalam bentuk vektor. Vektor-vektor yang terbentuk dari kata-kata di dalam korpus itulah yang selanjutnya diukur kedekatannya. Dengan adanya kesamaan semantik tersebut, maka penelitian ini membahas tentang bagaimana penggunaan kesamaan semantik dalam menentukan calon sinonim. Hal tersebut bertujuan untuk memberi gambaran bagaimana suatu pengukuran kesamaan semantik dapat diimplementasikan dalam menentukan calon sinonim. Penelitian ini menggunakan kesamaan semantik dengan metode berbasis korpus yang memanfaatkan vektor semantik serta pengukuran kesamaan menggunakan kosinus. Melakukan pengukuran untuk mendapatkan pasangan kata bersinonim dalam suatu korpus akan sulit jika dilakukan secara manual. Oleh sebab itu, perlu adanya cara lain untuk memudahkan penentuan calon-calon sinonim, seperti dengan bantuan pemrograman komputer. Mulai dari mengolah kata menjadi vektor hingga melakukan pengukuran kesamaan semantik pada penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman Python yang telah dipasang kepustakaan kode (library) Gensim dan Word2vec. Selain itu, data berupa kata yang digunakan dalam penelitian ini untuk dilihat calon sinonimnya adalah verba bahasa Indonesia. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini berupa calon-calon sinonim dari verba bahasa Indonesia yang dapat dijadikan sebagai penelitian awal dalam menentukan sinonim verba bahasa Indonesia

    THE PRESENTATION OF ENGLISH LANGUAGE IN UMAR KAYAM’S NEWSPAPER COLUMN

    Get PDF
    Umar Kayam is a prolific columnist who has generated many culture-bound writings for a local newspaper called Kedaulatan Rakyat in Yogyakarta. He utilizes Indonesian, Javanese, and English languages to portray or respond regional, national, and international issues. Although there are many studies on Umar Kayam‟s works, there are limited discussion on the ways he utilizes English language in his columns. It is apparent that the English words, phrases, and clauses used by Kayam are distinctive in the sense that they are often followed by Indonesian or Javanese equivalences or interpretation; cover local, national, and international issues; and encounter lexical innovation. Readers with no repertoire of Javanese and English languages would find it hard to digest such Kayam‟s expression as „Mbok jangan kesusu. Don‟t go to the milk.‟; „…warga sipil yang hensem yang masih kinyis-kinyis.‟; or “Gud ipening! Gud epening, halo tuwan. Pliis dahar ….”. This article seeks to investigate the the sociolinguistic aspects of Kayam‟s uses of English in his columns by describing the various uses of English language in the columns and revealing the form changes of the English language elements. The results of the study would help non-Javanese readers to digest Kayam‟s ideas and would at the same time enrich the description on how English is domesticated in the expanding circle countries like Indonesia. The data source of this research is 35 columns written by Umar Kayam in Kedaulatan Rakyat in the period January to December 1990. The data collection is done through close reading by focusing on significant and relevant patterns or details of the English words, phrases, and clauses. The data is analyzed phonologically, morphologically, and syntactically, presented formally; and formulated with words and interpretations. The analysis considers sociolinguistic aspects of the English language used in the columns, by mainly addressing such phenomena as naturalization and lexical innovation

    2,450

    full texts

    3,096

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇