eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
Not a member yet
    3096 research outputs found

    Akurasi dan Fleksibilitas: Perbandingan Metode Konvensional dan Kontinu dalam Pengukuran Koefisien Muai Panjang Logam

    Get PDF
    This study compares two methods for measuring the coefficient of linear expansion of metals: the Conventional (Discrete) Method and the New (Continuous) Method, focusing on effectiveness, accuracy, and flexibility. Thermal expansion is a crucial phenomenon in materials engineering, and the coefficient of linear expansion is crucial for predicting metal behavior under temperature variations to prevent structural failure. The historically dominant Discrete Method (MD) relies on the linearity assumption and fundamentally requires an initial length (L0) as an absolute reference. This dependence limits flexibility in dynamic experimental situations, where subsequent measurements must reference the original L0. With the development of numerical calculus, the Continuous Method (MC) was developed based on the differential principle, where the coefficient of linear expansion can be calculated from infinitesimal changes in length and temperature without requiring an explicit L0. This approach allows measurements from any point, making it more adaptable for incremental testing. Through numerical simulations on five metals, this study evaluates both methods in two scenarios: an initial measurement of the coefficient of linear expansion and the flexibility of measurements from different temperatures. The results show that both methods produce very close linear expansion coefficient values when measured from the same initial conditions. However, MK proved much more adaptive and efficient, consistently producing valid linear expansion coefficient values without being tied to the original L0. MK can use the length data available at that time as a starting point for subsequent measurements, in contrast to MD, whose results become inconsistent if not referenced to L0. This flexibility of MK is particularly relevant for dynamic material testing and advanced experiments where initial conditions may not always be known or may change. This study presents scientific justification and practical guidance for adopting MK as a more flexible alternative in the thermal characterization of modern materials.Penelitian ini membandingkan dua metode pengukuran koefisien muai panjang logam: Metode Konvensional (Diskrit) dan Metode Baru (Kontinu), dengan fokus pada efektivitas, akurasi, dan fleksibilitas. Pemuaian termal adalah fenomena krusial dalam rekayasa material, dan koefisien muai panjang sangat penting untuk memprediksi perilaku logam di bawah variasi suhu guna mencegah kegagalan struktural. Metode Diskrit (MD), yang secara historis dominan, mengandalkan asumsi linieritas dan secara fundamental memerlukan panjang awal (L0) sebagai acuan mutlak. Ketergantungan ini membatasi fleksibilitasnya dalam situasi eksperimental dinamis, di mana setiap pengukuran lanjutan tetap harus merujuk pada L0 asli. Seiring perkembangan kalkulus numerik, Metode Kontinu (MK) dikembangkan berdasarkan prinsip diferensial, di mana koefisien muai panjang dapat dihitung dari perubahan panjang dan suhu yang infinitesimal tanpa memerlukan L0 secara eksplisit. Pendekatan ini memungkinkan pengukuran dari titik mana pun, menjadikannya lebih adaptif untuk pengujian bertahap. Melalui simulasi numerik pada lima jenis logam, penelitian ini mengevaluasi kedua metode dalam dua skenario: pengukuran awal koefisien muai panjang, dan fleksibilitas pengukuran dari suhu berbeda. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan nilai koefisien muai Panjang yang sangat mendekati ketika diukur dari kondisi awal yang sama. Namun, MK terbukti jauh lebih adaptif dan efisien, karena secara konsisten menghasilkan nilai koefisien muai panjang yang valid tanpa terikat pada L0 asli. MK dapat menggunakan data panjang yang tersedia pada saat itu sebagai acuan awal untuk pengukuran berikutnya, berbeda dengan MD yang hasilnya menjadi tidak konsisten jika tidak merujuk pada L0. Fleksibilitas MK ini sangat relevan untuk pengujian material dinamis dan eksperimen lanjutan di mana kondisi awal mungkin tidak selalu diketahui atau berubah. Penelitian ini menyajikan justifikasi ilmiah dan panduan praktis untuk mengadopsi MK sebagai alternatif yang lebih fleksibel dalam karakterisasi termal material modern

    Implementasi Automatic Transfer Switch Ganda pada Sistem Tiga Fasa untuk Sumber Cadangan Listrik Satu Fasa

    Get PDF
    Alternating current electricity is commonly transmitted in two ways, single phase and three phase. Three phase is commonly used in industrial settings for manufacturing lines meanwhile single phase load are powered by tapping one of the three available phases. This research delves into installation of an Automatic Transfer Switch to provide redundant single phase supply using two ATS units wired in a way to automatically tap into any active one phase out of the three phase supply. The result is that dual ATS system is capable of providing single phase electricity as long as there is one active phase out of the three phase supply

    Desain Stasiun Kerja Pembuatan Batik Cap untuk Menurunkan Gangguan Otot Rangka pada Pembatik

    Get PDF
    Stasiun kerja pembuatan batik cap kurang ergonomis sehingga perlu diperbaiki. Pada pengamatan yang telah dilakukan pada proses cap diidentifikasi beberapa postur tidak ideal, seperti saat membuat batik cap pembatik bekerja dengan posisi berdiri dalam waktu lama, postur badan membungkuk, tangan kanan mengangkat cetakan yang berat terbuat dari bahan perunggu dan melakukan pencipratan lilin secara berulang sebelum mengecap. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi postur janggal pada pembatik yang melakukan proses cap dan mendesain stasiun kerja yang ergonomis untuk stasiun cap, sehingga dapat mengurangi terjadinya gangguan otot rangka. Urutan kegiatan sebelum mendesain stasiun kerja adalah mengidentifikasi postur janggal saat bekerja, analisis proses kerja, kemudian mendesain stasiun kerja cap yang sesuai dengan ukuran antropometri pembatik, dan membuat stasiun kerja batik cap. Setelah stasiun kerja dibuat dilakukan sosialisasi penggunaan stasiun kerja. Dari penilaian postur janggal saat mengecap didapatkan potensi cidera tinggi pada otot-otot lengan, trunk, dan kaki sehingga perlu dilakukan investigasi dan perbaikan segera. Saat kegiatan memercikan lilin yang dilakukan secara repetitif didapatkan nilai potensi cidera tinggi pada otot lengan. Untuk mengurangi potensi cedera otot rangka maka dimensi meja batik cap didesain menggunakan data antropometri tinggi siku berdiri, rentang tangan ke depan, tinggi bahu, dan mempertimbangkan ukuran benda kerja dan tools yang digunakan.Stasiun kerja pembuatan batik cap kurang ergonomis sehingga perlu diperbaiki. Pada pengamatan yang telah dilakukan pada proses cap diidentifikasi beberapa postur tidak ideal, seperti saat membuat batik cap pembatik bekerja dengan posisi berdiri dalam waktu lama, postur badan membungkuk, tangan kanan mengangkat cetakan yang berat terbuat dari bahan perunggu dan melakukan pencipratan lilin secara berulang sebelum mengecap. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi postur janggal pada pembatik yang melakukan proses cap dan mendesain stasiun kerja yang ergonomis untuk stasiun cap, sehingga dapat mengurangi terjadinya gangguan otot rangka. Urutan kegiatan sebelum mendesain stasiun kerja adalah mengidentifikasi postur janggal saat bekerja, analisis proses kerja, kemudian mendesain stasiun kerja cap yang sesuai dengan ukuran antropometri pembatik, dan membuat stasiun kerja batik cap. Setelah stasiun kerja dibuat dilakukan sosialisasi penggunaan stasiun kerja. Dari penilaian postur janggal saat mengecap didapatkan potensi cidera tinggi pada otot-otot lengan, trunk, dan kaki sehingga perlu dilakukan investigasi dan perbaikan segera. Saat kegiatan memercikan lilin yang dilakukan secara repetitif didapatkan nilai potensi cidera tinggi pada otot lengan. Untuk mengurangi potensi cedera otot rangka maka dimensi meja batik cap didesain menggunakan data antropometri tinggi siku berdiri, rentang tangan ke depan, tinggi bahu, dan mempertimbangkan ukuran benda kerja dan tools yang digunakan

    FINANCING ENERGY TRANSITION: THE NUTS AND BOLTS OF TAX EQUITY FINANCING IN THE U.S. RENEWABLE ENERGY LANDSCAPE AND ITS FUTURE OUTLOOK

    Get PDF
    Financing remains one of the biggest hurdles in the United States transition to renewable energy, especially as clean energy projects often carry higher upfront costs than fossil fuels. To close this gap, developers rely heavily on government incentives like the Investment Tax Credit (ITC) and Production Tax Credit (PTC), often through tax equity financing structures. This paper explores how the Inflation Reduction Act of 2022 has reshaped the renewable energy financing landscape, expanding access to tax credits, introducing transferability, and allowing more flexible funding models. It focuses on how these changes are impacting common structures like the partnership flip and giving rise to new tools, such as tax credit transfer. The paper also looks ahead, considering how shifts in political leadership influence the future of these incentives, and what that means for investors, developers, and the broader clean energy market

    Development of an Online Livestock Showroom to Enhance the Competitiveness of Local Farmers In Blora

    Get PDF
    The online livestock showroom development program aims to cut the long livestock distribution chain and create a more objective pricing system, especially for farmers in Blora Regency. The main partners of this activity are local farmers who are members of the Farmer Groups and Blora Livestock Community. The implementation method of the program involves training, mentoring, and collaboration with the government and the farming community. The results show that the showroomternak.id platform successfully improved marketing efficiency, expanded market access, and provided a more transparent pricing system based on morphometric data. As many as 87% of farmers responded positively to this application, and most were satisfied with the ease and fairness in pricing. However, we must still to address challenges like limited internet access and low technological skills. The recommendations from this program are the expansion of training, the improvement of digital infrastructure, and ongoing support for farmers to maximize their use of technology in the long term

    LEGAL DESIGN DAN HUKUM PUBLIK: IMPLEMENTASI DESIGN THINKING DALAM DIALOG RASIONAL PROSES PENYUSUNAN REGULASI

    Get PDF
    Legal design adalah pendekatan inovatif yang menggabungkan prinsip desain dengan hukum, bertujuan untuk menjadikan hukum lebih mudah dipahami, inklusif, dan efektif. Pada konteks hukum publik, pendekatan ini semakin relevan untuk menjawab tantangan regulasi yang kompleks dan sulit diakses oleh masyarakat. Artikel ini mengkaji bagaimana metode design thinking—melalui tahapan empati, perumusan masalah, ideasi, prototipe, dan pengujian—dapat diintegrasikan dalam proses legislasi dan perumusan kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan studi kasus penerapan legal design oleh Pemerintah Finlandia. Berdasarkan kerangka teori hukum sebagai proses (legal process theory), tulisan ini menekankan pentingnya partisipasi publik, keterbacaan, dan uji coba regulatif sebagai bagian dari proses hukum yang deliberatif. Legal design dapat meningkatkan legitimasi, akuntabilitas, dan efektivitas hukum publik dengan menempatkan warga negara sebagai pengguna utama regulasi.Legal design adalah pendekatan inovatif yang menggabungkan prinsip desain dengan hukum, bertujuan untuk menjadikan hukum lebih mudah dipahami, inklusif, dan efektif. Pada konteks hukum publik, pendekatan ini semakin relevan untuk menjawab tantangan regulasi yang kompleks dan sulit diakses oleh masyarakat. Artikel ini mengkaji bagaimana metode design thinking—melalui tahapan empati, perumusan masalah, ideasi, prototipe, dan pengujian—dapat diintegrasikan dalam proses legislasi dan perumusan kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan studi kasus penerapan legal design oleh Pemerintah Finlandia. Berdasarkan kerangka teori hukum sebagai proses (legal process theory), tulisan ini menekankan pentingnya partisipasi publik, keterbacaan, dan uji coba regulatif sebagai bagian dari proses hukum yang deliberatif. Legal design dapat meningkatkan legitimasi, akuntabilitas, dan efektivitas hukum publik dengan menempatkan warga negara sebagai pengguna utama regulasi

    Adopsi Kecerdasan Buatan (AI) dalam Industri Maritim: Peluang, Tantangan, dan Implikasinya terhadap Efisiensi Operasional

    Get PDF
    This paper discusses the adoption of Artificial Intelligence (AI) in Indonesia's maritime industry, focusing on port operational efficiency. Using literature review and case analysis approaches, the study identifies port business processes, key stakeholders, and digital systems such as INAPORTNET, CEISA, TOS, VMS, Auto Gate, and STID. The readiness of AI adoption at Tanjung Priok Port is assessed based on indicators including technological infrastructure, operational automation, system integration, human resource competence, operational efficiency, and environmental impact. Findings indicate that while digitalization initiatives are ongoing, AI implementation remains at an early stage. Opportunities lie in productivity, safety, and sustainability improvements, while key challenges include digital infrastructure limitations, system integration issues, regulatory gaps, and human resource constraints. The paper concludes that a phased and collaborative strategy among the government, port operators, and industry players is essential to accelerate AI-driven digital transformation in the maritime sector.Pada penulisan ini adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam industri maritim Indonesia, dengan fokus pada efisiensi operasional pelabuhan. Dengan menggunakan pendekatan kajian literatur dan analisis kasus, penelitian ini mengidentifikasi peta proses bisnis pelabuhan, pemangku kepentingan, serta sistem digital yang digunakan, seperti INAPORTNET, CEISA, TOS, VMS, Auto Gate, dan STID. Studi ini mengevaluasi kesiapan adopsi AI di Pelabuhan Tanjung Priok berdasarkan indikator seperti infrastruktur teknologi, automasi operasional, integrasi sistem, kompetensi SDM, efisiensi operasional, dan dampak lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun terdapat inisiatif digitalisasi yang signifikan, penerapan AI masih terbatas pada tahap awal. Peluang pemanfaatan AI meliputi peningkatan produktivitas, keamanan, dan keberlanjutan, sementara tantangan utamanya mencakup infrastruktur digital, integrasi sistem, serta keterbatasan regulasi dan SDM. Tulisan ini menyimpulkan bahwa strategi bertahap dan kolaboratif antara pemerintah, operator pelabuhan, dan pelaku industri diperlukan untuk mempercepat transformasi digital sektor maritim berbasis AI

    Penilaian Perpanjangan Sisa Umur Layan (Residual Life Assessment) Overhead Crane Menggunakan Metode Fatigue Life

    Get PDF
    In the oil and gas industry, the reliability of equipment needs to be maintained. According to Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 32 of 2021, equipment or installations that are known or assumed to have reached the end of their design life must have their service life extended using a methodology that is in accordance with the type of equipment or installation. This article explains the calculation of remaining service life using the fatigue life method. The calculation is carried out with guidance of AISC 360-16, while the technical data was obtained from manufacturer data, inspection history, and usage history. The results showed that the lifting equipment can be declared to have its service life extended with a remaining life 83312 years for infrequent usage, 33312 years for moderate usage, and 16645 years for heavy usage. This large age is due to the equivalent stress which tends to be small compared to the allowable stress, so the theoretical load cycle may be infinite. In this calculation, the number of cycles allowed is limited to 108 years

    Penerapan Perilaku Keselamatan, Keamanan, Kesehatan, DanLindung Lingkungan (K3LL) Pada Pemboran Sumur WPL –3X Papua Barat Di Kso Petroenergy Utama Wiriagar

    Get PDF
    Oil and gas, two of Indonesia's natural resources, are experiencing a growing societal demand. This study looks at how HSE behaved during the preparation of drilling by joint operational body (JOB) Pertamina EP PT Petroenergy Utama Wiriagar (PUW) in West Papua. The study, drawing from personal experienced at JOB PUW and utilizing applied research within a qualitative framework, demonstrates that the use of PHIRARC and the creation of an HSE plan in accordance with Pertamina Drilling Well 3.0 prevented any incidents or accidents during the drilling preparation phase. The findings stress the importance of HSE knowledge among all workers, with SKK Migas and Pertamina playing crucial regulatory and operational roles. We must exercise caution when generalizing the findings to other companies, regions, or industrial sectors, as this study solely focuses on PT Petroenergy Utama Wiriagar (PUW)

    PENGARUH KECUKUPAN MODAL, TINGKAT EFISIENSI OPERASIONAL, DAN RISIKO KREDIT TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERBANKAN INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecukupan modal terhadap kinerja keuangan, tingkat efisiensi operasional terhadap kinerja keuangan, dan risiko kredit terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan 121 data dari perusahaan perbankan terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2023. Data diperoleh dari laporan tahunan perusahaan dan website Bursa Efek Indonesia. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji prasyarat, dan uji hipotesis menggunakan SPSS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecukupan modal tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan, tingkat efisiensi operasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, dan risiko kredit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan

    2,450

    full texts

    3,096

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Unika Atma Jaya (Universitas Katolik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇